Kategori: Daerah

  • Kenal Lewat Media Sosial, Pernikahan Perempuan Sampit dengan WNA Kian Terlihat

    Kenal Lewat Media Sosial, Pernikahan Perempuan Sampit dengan WNA Kian Terlihat

    Kanalindepen.id- Fenomena pernikahan lintas negara mulai tampak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah perempuan asal Sampit tercatat menikah dengan Warga Negara Asing (WNA), setelah berkenalan melalui media sosial dan melanjutkan hubungan tersebut hingga ke jenjang pernikahan resmi.

    Pernikahan lintas negara ini dilangsungkan secara sah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK). Kepala KUA MBK Kementerian Agama RI Kotim, Mohamad Yusuf, membenarkan bahwa mayoritas pernikahan tersebut melibatkan laki-laki WNA dengan perempuan warga lokal.

    “Sebagian besar WNA yang kita nikahkan adalah laki-laki, dan kebanyakan dari mereka berkenalan dengan pasangannya melalui media sosial,” ujar Yusuf.

    Menurutnya, meskipun jumlahnya belum signifikan, pernikahan antara perempuan Sampit dan WNA tercatat hampir setiap tahun. Sepanjang 2025, dari total 577 pernikahan yang dicatat KUA MBK, sekitar lima hingga enam pasangan merupakan pernikahan antara perempuan warga Sampit dengan laki-laki berkewarganegaraan asing.

    “Kalau dipersentasekan, jumlahnya sekitar satu persen dari total pernikahan sepanjang tahun 2025,” jelasnya.

    Memasuki tahun 2026, KUA MBK kembali mencatat satu pernikahan antara perempuan Sampit dengan WNA asal Amerika Serikat. Selain itu, terdapat pula WNA asal Singapura dan Italia yang tengah menjalani konsultasi serta melengkapi persyaratan administrasi pernikahan.

    Proses Administrasi Ketat

    Yusuf menegaskan, pernikahan dengan WNA tidak dapat dilakukan secara sederhana. Ada sejumlah persyaratan administratif yang wajib dipenuhi dan prosesnya relatif panjang.

    “WNA wajib melengkapi identitas dari negara asalnya, termasuk surat keterangan tidak berhalangan menikah. Jika pernah bercerai, harus dilampirkan surat cerai dari negara asal,” katanya.

    Seluruh dokumen tersebut wajib diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris resmi, kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia sebelum diproses oleh KUA. Selain itu, WNA juga harus menyelesaikan administrasi di kedutaan besar negara terkait di Indonesia.

    “Setelah semua persyaratan lengkap, barulah pernikahan bisa dilaksanakan di wilayah Kotim,” tegas Yusuf.

    KUA Siap Layani Pernikahan Lintas Negara

    Dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan hingga prosesi akad nikah, KUA MBK menyesuaikan penggunaan bahasa agar dapat dipahami oleh kedua mempelai.

    “Untuk bimbingan perkawinan sampai akad nikah yang melibatkan WNA, seluruh proses menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Arab,” ujarnya.

    Yusuf memastikan sumber daya manusia di KUA MBK telah siap menangani pernikahan lintas negara sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Alhamdulillah, SDM kita siap,” pungkasnya.

    Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial kini tidak hanya menjadi ruang perkenalan, tetapi juga membuka peluang terbentuknya relasi lintas negara yang berujung pada ikatan pernikahan, dengan konsekuensi administratif dan budaya yang tidak sederhana. (***)

  • Api Menyala di Suka Bumi Barat, Damkar Kotim Berpacu dengan Waktu Selamatkan Permukiman

    Api Menyala di Suka Bumi Barat, Damkar Kotim Berpacu dengan Waktu Selamatkan Permukiman

    SAMPIT, kanalindepen.id -Sore itu, Senin (9/2/2026), langit di Jalan Suka Bumi Barat, Kelurahan Baamang Hilir, belum sepenuhnya gelap ketika kepanikan mulai terasa. Sekitar pukul 16.45 WIB, api tiba-tiba muncul dari sebuah rumah semi permanen milik Pak Toto. Asap pekat perlahan naik, membuat warga sekitar waswas bisa menjalar kapan saja di kawasan permukiman yang saling berhimpitan.

    Tak menunggu lama, seorang warga bergegas mendatangi Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur. Laporan itu langsung direspons cepat. Dua menit berselang, tepat pukul 16.47 WIB, armada pemadam meluncur menuju lokasi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari markas.

    Di lapangan, petugas dari Peleton II Regu 1, 2, dan 3 langsung melakukan size up. Api diketahui telah membakar bagian bangunan seluas kurang lebih 5 x 6 meter. Fokus utama bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan kobaran tidak menjalar ke rumah-rumah lain di sekitarnya.

    “Kami langsung lakukan pemadaman dan pelokalisiran agar api tidak meluas,” kata Kepala Disdamkarmat Kotim, Akhmad Taufik, saat di lokasi.

    Dalam waktu sekitar 16 menit, api berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan dengan pendinginan dan overhaul untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Pada pukul 17.05 WIB, status kebakaran dinyatakan aman. Warga yang sejak awal menyaksikan dengan cemas akhirnya bisa bernapas lega.

    Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyisakan luka. Seorang warga bernama Kurniawan Riski Rahmadi mengalami cedera ringan berupa luka sobek di telapak kaki kanan. Ia langsung mendapatkan penanganan di lokasi.

    Dari hasil sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.

    Proses penanganan kebakaran ini melibatkan banyak pihak. Selain personel Disdamkarmat Kotim, bantuan juga datang dari BPBD, PMI, relawan pemadam kebakaran Ketapi, Relawan Api Swadaya Baamang, hingga Relawan Masjid Jami’ As-Salam. Sejumlah pejabat Disdamkarmat Kotim turut hadir langsung di lokasi memastikan penanganan berjalan optimal.

    Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, terutama di kawasan padat penduduk. Satu percikan kecil saja, bisa berujung pada kepanikan besar jika tak ditangani cepat. (***)

  • Dari Pasar ke Masjid Noor Agung, Jejak Aksi Perempuan Misterius Berakhir di Tangan Warga

    Dari Pasar ke Masjid Noor Agung, Jejak Aksi Perempuan Misterius Berakhir di Tangan Warga

    SAMPIT, kanalindependen.id –   Jejak aksi seorang perempuan misterius yang diduga kerap menyasar warga saat lengah akhirnya terhenti di Masjid Jami Noor Agung Sampit, Minggu pagi (8/2/2026). Setelah sebelumnya disebut meresahkan pedagang di kawasan Pasar Subuh, perempuan tak dikenal itu diamankan warga usai diduga mengambil telepon genggam milik jemaah yang tengah beristirahat.

    Pagi itu, suasana Masjid Jami Noor Agung Sampit tampak seperti biasa. Sejumlah jemaah dan warga sekitar memanfaatkan waktu untuk beristirahat di sela aktivitas. Namun ketenangan tersebut mendadak pecah ketika warga mencurigai gerak-gerik seorang perempuan tak dikenal yang mondar-mandir di area masjid.

    Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Saat sebagian jemaah terlelap, perempuan tersebut diduga mengambil satu unit telepon genggam milik jemaah yang sedang beristirahat. Aksinya keburu diketahui warga, hingga ia langsung diamankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sambil menunggu petugas kepolisian datang ke lokasi.

    “Aksinya ketahuan pas jemaah lagi istirahat. Warga langsung mengamankan,” ujar Isna, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

    Namun cerita tak berhenti di situ. Saat diamankan, perempuan tersebut diduga berusaha mengelabui warga dengan berpura-pura mengalami gangguan jiwa. Bahkan, ia sempat bertingkah tidak wajar hingga nekat melepas sebagian pakaiannya, membuat warga semakin yakin bahwa situasi harus segera dikendalikan.

    Belakangan, terungkap dugaan bahwa aksi perempuan tersebut bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut, sosoknya memiliki kemiripan dengan perempuan yang sebelumnya terekam kamera pengawas (CCTV) saat melakukan dugaan pencurian di kawasan Pasar Subuh Belakang Golden.

    Dalam rekaman kamera pengawas di pasar tersebut, peristiwa terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 23.47 WIB. Saat itu, korban diduga kehilangan barang ketika tertidur di lapak dagangannya. Aksi serupa disebut sudah beberapa kali terjadi dan membuat para pedagang resah.

    “Kalau di pasar, kejadian seperti ini sudah sering. Pedagang takut kalau tertidur, karena barang bisa hilang,” ujar Sri, salah satu warga.

    Dugaan bahwa perempuan tersebut beraksi dari pasar hingga masjid membuat keresahan warga semakin meningkat. Mereka khawatir lokasi-lokasi yang seharusnya aman justru menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan.

    “Saat ditanya mengaku tiga kali beraksi, katanya sekali di Belakang Golden,” ungkap Wawan, warga yang sempat menginterogasi tersangka.

    Hingga berita ini diturunkan, seluruh informasi masih bersumber dari keterangan warga. Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas maupun keterlibatan perempuan tersebut dalam rangkaian kejadian di beberapa lokasi. Proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk penelusuran rekaman kamera pengawas yang diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya.

    Warga pun berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

    “Kami cuma ingin merasa aman, baik di pasar maupun di masjid,” ujar warga lainnya. (***)

  • Gelombang Kelvin Aktif, Kalteng Masuk Zona Waspada Cuaca

    Gelombang Kelvin Aktif, Kalteng Masuk Zona Waspada Cuaca

    Langit di Sampit dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah belakangan ini tampak lebih sering diselimuti awan gelap. Udara terasa lembap, dan hujan bisa turun sewaktu-waktu. Kondisi ini menjadi tanda bahwa cuaca di Kalteng sedang tidak bersahabat.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 8 hingga 10 Februari 2026. Selama beberapa hari ke depan, sejumlah daerah di Kalimantan Tengah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

    BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya menjelaskan, kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Kelvin di wilayah Kalimantan. Selain itu, adanya pertemuan dan perlambatan angin membuat awan hujan lebih mudah terbentuk. Udara yang lembap dan kondisi atmosfer yang tidak stabil juga turut memperkuat potensi hujan.

    Pada Minggu (8/2/2026), hujan berpeluang terjadi di Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Katingan, dan Gunung Mas. Potensi hujan masih berlanjut pada Senin dan Selasa (9–10/2/2026) dengan wilayah yang relatif sama, termasuk Kota Palangka Raya.

    BMKG mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Hujan berdurasi singkat dapat disertai petir, angin kencang, bahkan puting beliung. Warga juga diminta mengantisipasi dampak lanjutan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.

    Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.