Kategori: Olahraga

  • CFD Taman Kota Sampit Rehat Sejenak Selama Ramadan

    CFD Taman Kota Sampit Rehat Sejenak Selama Ramadan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Minggu pagi di Taman Kota Sampit biasanya dimulai dengan langkah-langkah ringan warga yang berolahraga. Ada yang berlari kecil, ada pula yang sekadar berjalan santai sambil menyapa sesama. Jalanan di sekeliling taman lengang dari kendaraan, memberi ruang bagi napas kota untuk beristirahat sejenak lewat Car Free Day.

    Namun, suasana itu akan rehat sementara selama Bulan Suci Ramadan.

    Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur memastikan kegiatan CFD di Taman Kota Sampit ditiadakan selama Ramadan dan akan kembali digelar setelah Hari Raya Idulfitri. Penyesuaian ini dilakukan seiring perubahan ritme aktivitas masyarakat selama bulan ibadah.

    “CFD di Taman Kota Sampit kita tiadakan selama Ramadan dan akan aktif kembali setelah Lebaran Idulfitri,” ujar Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, Rabu (18/2/2026).

    CFD di Taman Kota Sampit bukan sekadar penutupan jalan. Sejak pertama kali digelar pada September 2024 dan diresmikan oleh Bupati Kotim Halikinnor, ruang ini menjelma menjadi tempat berkumpul, berolahraga, dan melepas penat bagi warga. Setiap Minggu pagi, kendaraan bermotor menepi, digantikan langkah kaki, sepeda, dan tawa anak-anak.

    Di balik keramaian itu, denyut ekonomi warga ikut bergerak. Lapak-lapak UMKM tumbuh di sekitar taman, menjajakan aneka makanan, minuman, hingga kebutuhan kecil yang selalu dicari pengunjung. CFD memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk bertahan, bahkan berkembang.

    Memasuki Ramadan, perhatian Dishub Kotim tak hanya tertuju pada CFD. Pengaturan lalu lintas juga disiapkan untuk mendukung kelancaran Pasar Ramadan 2026 yang digelar oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim. Tahun ini, pasar dipusatkan di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Swalayan UMKM, serta di Jalan S Parman, di kawasan Taman Kota Sampit.

    Sore hari menjadi waktu paling sibuk. Kendaraan datang silih berganti, pengunjung berburu takjil, dan kepadatan lalu lintas kerap tak terhindarkan. Untuk itu, Dishub Kotim akan berkoordinasi dengan Polres Kotawaringin Timur guna mengantisipasi kemacetan.

    “Pengaturan lalu lintas Pasar Ramadan akan kami lakukan bersama Satlantas Polres Kotim, dengan menempatkan personel di titik-titik rawan agar arus kendaraan tetap lancar,” kata Raihansyah.

    CFD memang berhenti sejenak, tetapi denyut kota tak pernah benar-benar padam. Ramadan menghadirkan ritmenya sendiri. Dan setelah Lebaran, jalanan di Taman Kota Sampit akan kembali menjadi ruang bebas—tempat warga bergerak, bernapas, dan merayakan kebersamaan. (***)

  • Bayang-bayang Juara Umum dan Krisis Dukungan, KONI Kotim Hadapi Ujian Serius Jelang Porprov XIII

    Bayang-bayang Juara Umum dan Krisis Dukungan, KONI Kotim Hadapi Ujian Serius Jelang Porprov XIII

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Di balik status juara umum yang pernah diraih, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini menghadapi realitas yang tidak sepenuhnya ideal. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah, dukungan anggaran dari pemerintah daerah belum juga terealisasi, sementara progres pendaftaran atlet masih berjalan lambat.

    Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: seberapa siap Kotim mempertahankan dominasi, ketika fondasi pembinaan justru berjalan dengan keterbatasan.

    Porprov XIII dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga panggung pembuktian bagi Kotim yang sebelumnya tampil sebagai juara umum saat menjadi tuan rumah Porprov di Sampit. Status tersebut kini berubah menjadi beban prestasi yang tidak ringan.

    Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter, mengakui tantangan yang dihadapi tidak kecil. Di satu sisi, Kotim dituntut mempertahankan tradisi juara. Di sisi lain, dukungan anggaran yang menjadi tulang punggung pembinaan belum juga terlihat.

    “Menyandang juara umum tentu tantangan berat. Namun Kotim tetap siap berpartisipasi,” ujarnya.

    Pendaftaran atlet Porprov XIII telah dibuka sejak 2 Februari dan berlangsung hingga 10 April 2026 melalui sistem daring panitia. Setelah itu, proses akan berlanjut ke verifikasi faktual pada Juni. Namun hingga kini, partisipasi atlet dinilai belum maksimal dan berbeda-beda di tiap cabang olahraga.

    “Pendaftaran masih berjalan, tapi progresnya masih rendah. Itu tergantung kesiapan masing-masing cabor,” kata Alexius.

    Di balik angka pendaftaran yang belum ideal, KONI Kotim telah menggelar rapat internal bersama seluruh cabang olahraga untuk memetakan kekuatan riil. Pendataan dilakukan, termasuk menyaring atlet yang tidak lagi memenuhi syarat usia. Namun persoalan utama tetap bermuara pada dukungan sumber daya.

    Tanpa kepastian anggaran, sebagian besar cabang olahraga masih bertahan dengan dana mandiri sebuah pola yang dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi kualitas persiapan dan daya saing atlet.

    “Prestasi sangat bergantung pada kesiapan cabor dan dukungan pemerintah daerah. Sampai sekarang belum ada dana yang masuk,” tegasnya.

    Kondisi ini menempatkan KONI Kotim pada persimpangan: mempertahankan reputasi sebagai kekuatan olahraga daerah, atau menghadapi risiko penurunan performa akibat keterbatasan dukungan struktural.

    Porprov XIII di Kobar nanti bukan hanya soal perebutan medali, tetapi juga ujian serius bagi konsistensi pembinaan olahraga Kotim apakah tradisi juara masih bisa dipertahankan, atau mulai terkikis oleh persoalan klasik pendanaan dan kesiapan sistem. (***)