Tag: ChatGPT

  • GPT-Rosalind Diluncurkan, Apa Bedanya dengan ChatGPT Biasa?

    GPT-Rosalind Diluncurkan, Apa Bedanya dengan ChatGPT Biasa?

    Kanalindependen.id – Perusahaan teknologi OpenAI kembali menghadirkan terobosan dengan meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama GPT-Rosalind. Model ini berbeda dari ChatGPT yang selama ini dikenal publik, karena secara khusus dirancang untuk kebutuhan riset di bidang biologi dan ilmu hayati.

    Berbeda dengan ChatGPT yang bersifat umum dan digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, GPT-Rosalind dikembangkan sebagai AI spesialis. Model ini dilatih menggunakan berbagai alur kerja biologis serta terhubung dengan database ilmiah, sehingga mampu memahami hubungan kompleks antara gen, protein, hingga penyakit.

    Kemampuan tersebut membuat GPT-Rosalind tidak sekadar menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu proses ilmiah. Bahkan, OpenAI menyebut model ini dirancang untuk mendukung berbagai tahapan riset, mulai dari analisis data hingga perencanaan eksperimen.

    Dalam pernyataan resminya, OpenAI menyebut model ini dapat membantu peneliti dalam berbagai tugas penting.

    “Dirancang untuk membantu peneliti mempercepat tahap awal penemuan,” mengutip dari Ars Technica.

    Model ini juga mampu menyusun hipotesis, membaca literatur ilmiah, hingga mengusulkan eksperimen baru, sesuatu yang tidak menjadi fokus utama pada ChatGPT versi umum.

    Perbedaan lain yang cukup mencolok terletak pada aksesnya. Jika ChatGPT dapat digunakan secara luas oleh publik, GPT-Rosalind justru hadir dalam skema terbatas. Model ini masih berada dalam tahap “closed access” dan hanya tersedia bagi kalangan tertentu seperti institusi riset dan mitra industri.

    Di balik kecanggihannya, peluncuran GPT-Rosalind juga memunculkan sejumlah catatan kritis. Minimnya transparansi terkait data pelatihan dan belum adanya pengujian terbuka membuat validitas ilmiahnya masih dipertanyakan oleh sebagian kalangan. Selain itu, karena bergerak di bidang sensitif seperti biologi, muncul kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan teknologi.

    Meski begitu, kehadiran GPT-Rosalind menandai arah baru perkembangan AI. Dari yang sebelumnya berfungsi sebagai asisten umum seperti ChatGPT, kini teknologi mulai bergerak menjadi “ahli” di bidang tertentu. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin AI akan memainkan peran yang semakin besar dalam riset kesehatan, farmasi, hingga penemuan obat di masa depan. (***)

  • OpenAI Batalkan Pengembangan Fitur Percakapan Dewasa di ChatGPT

    OpenAI Batalkan Pengembangan Fitur Percakapan Dewasa di ChatGPT

    Kanalindependen.id – OpenAI dilaporkan resmi menahan, bahkan cenderung membatalkan rencana pengembangan fitur interaksi dewasa atau yang sempat populer dengan sebutan “NSFW mode” pada ChatGPT.

    Keputusan tersebut diambil menyusul kekhawatiran terkait dampak sosial, psikologis, serta risiko reputasi perusahaan.

    Mengutip Arstechnica.com, laporan internal menyebutkan bahwa sejumlah investor dan tim peneliti OpenAI merasa keberatan dengan arah pengembangan tersebut.

    Kehadiran fitur interaksi erotis dinilai berisiko memicu regulasi ketat di berbagai negara yang dapat menghambat ekspansi teknologi kecerdasan buatan (AI) secara umum.

    Dari sisi teknis, para peneliti menyoroti dampak psikologis yang belum sepenuhnya teruji. Penggunaan AI untuk interaksi seksual dikhawatirkan dapat memicu ketergantungan emosional, distorsi relasi antarmanusia, hingga gangguan kesehatan mental bagi kelompok pengguna tertentu.

    Selain itu, sistem moderasi saat ini dianggap belum cukup tangguh untuk menjamin fitur tersebut aman dari penyalahgunaan, terutama untuk melindungi pengguna di bawah umur.

    OpenAI pun mengakui belum memiliki data ilmiah yang memadai terkait konsekuensi jangka panjang dari interaksi intim antara manusia dan chatbot.

    Alih-alih mengejar fitur kontroversial, perusahaan besutan Sam Altman ini kini memilih untuk memfokuskan sumber daya pada pengembangan teknologi yang dinilai lebih bermanfaat luas dan memiliki standar keamanan tinggi.

    Langkah ini sekaligus menegaskan posisi OpenAI untuk tetap berada pada jalur pengembangan AI yang etis di tengah persaingan industri yang kian kompetitif. (***)

  • ChatGPT Mulai Tampilkan Iklan untuk Pengguna Gratisan

    ChatGPT Mulai Tampilkan Iklan untuk Pengguna Gratisan

    Kanalindependen.id – Pengguna ChatGPT gratis kini akan mulai melihat iklan saat menggunakan layanan kecerdasan buatan populer ini. OpenAI mengumumkan, uji coba iklan baru ini hanya berlaku bagi pengguna tier Free dan Go, sementara pengguna berlangganan Plus, Pro, Business, Enterprise, maupun Education tetap bebas iklan.

    Iklan yang muncul berbentuk tautan di bawah jawaban ChatGPT dengan label “sponsored”. OpenAI menegaskan, keberadaan iklan ini tidak akan memengaruhi kualitas jawaban yang diberikan ChatGPT.

    “Tujuan kami adalah agar iklan mendukung akses yang lebih luas ke fitur ChatGPT yang lebih canggih, sambil tetap mempertahankan kepercayaan yang diberikan orang-orang untuk tugas-tugas penting dan pribadi,” tulis OpenAI dalam blog resminya, seperti dikutip Engadget, Rabu (11/2/2026).

    Uji coba ini dimulai di Amerika Serikat, dengan tujuan mempelajari pengalaman pengguna dan memastikan iklan tampil dengan tepat. Iklan juga tidak akan ditampilkan ketika pembicaraan mengenai topik sensitif, seperti kesehatan fisik, kesehatan mental, atau politik.

    Menariknya, OpenAI menegaskan bahwa data percakapan pengguna tidak akan dijual kepada pengiklan. Sistem iklan akan menyesuaikan dengan topik percakapan, misalnya pengguna yang sering menanyakan resep makanan kemungkinan akan melihat iklan terkait bahan masakan atau layanan pesan antar makanan.

    Pengguna pun tetap memiliki kontrol penuh: riwayat interaksi dengan iklan bisa dihapus kapan saja, iklan dapat ditutup, dan pengaturan personalisasi iklan bisa disesuaikan.

    Langkah OpenAI ini muncul setelah kompetitor Anthropic menayangkan iklan saat Super Bowl, yang menyindir OpenAI karena memperkenalkan iklan di ChatGPT. Sam Altman, CEO OpenAI, menegaskan bahwa tujuan utama uji coba ini adalah meningkatkan aksesibilitas layanan tanpa mengurangi kualitas dan privasi pengguna. (***)