Tag: cuaca kalteng

  • Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    PALANGKA RAYA, Kanalindependen.id – Warga di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.

    Peringatan dini cuaca tersebut dikeluarkan melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya dan berlaku pada periode 16 hingga 18 Maret 2026.
    BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah saat ini dipengaruhi oleh adanya belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau di atmosfer wilayah tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.

    Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang kuat juga turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang menjadi pemicu hujan.

    “Situasi ini dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir atau kilat serta angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).

    Sejumlah wilayah yang diperkirakan berpotensi terdampak antara lain Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Timur, hingga Seruyan.
    Selain itu, potensi cuaca serupa juga dapat terjadi di wilayah Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

    BMKG mengingatkan, hujan dengan durasi singkat namun berintensitas tinggi dapat memicu berbagai dampak bencana hidrometeorologi. Beberapa di antaranya seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

    Karena itu masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama bagi yang beraktivitas di luar rumah maupun yang melakukan perjalanan antardaerah.

    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lokal yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan angin puting beliung.

    Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat juga disarankan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini. (***)

  • Langit Kalteng Sedang Tak Menentu, MJO Aktif, Waspada Hujan Lebat Hingga 14 Maret

    Langit Kalteng Sedang Tak Menentu, MJO Aktif, Waspada Hujan Lebat Hingga 14 Maret

    Kanalindependen.id – Langit di atas Kalimantan Tengah tampaknya sedang tidak bersahabat dalam beberapa hari ke depan. Bagi Anda yang kerap beraktivitas di luar ruangan, ada baiknya mulai menyiapkan payung atau mantel hujan lebih awal.

    Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya baru saja memberikan sinyal waspada bagi masyarakat di Bumi Tambun Bungai.

    Bukan tanpa alasan, sejak tanggal 12 hingga 14 Maret 2026 mendatang, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dibarengi kilatan petir serta embusan angin kencang diprediksi akan menyapa sejumlah wilayah.

    Fenomena ini dipicu oleh “tamu” dari langit yang disebut Madden–Julian Oscillation (MJO). Saat ini, MJO sedang dalam fase aktif di wilayah Pasifik Barat, yang secara tidak langsung memberikan energi tambahan bagi pembentukan awan hujan di sekitar kita. Kondisi ini diperparah dengan adanya belokan angin dan pertemuan massa udara atau konvergensi tepat di atas Kalimantan Tengah.

    Akibat atmosfer yang cenderung labil ini, awan-awan konvektif yang membawa massa air dalam jumlah besar bisa terbentuk dengan sangat cepat. Dampaknya, hujan lebat bisa tumpah dalam waktu yang relatif singkat namun cukup kuat untuk mengganggu jarak pandang maupun aktivitas harian.

    Jika kita melihat peta prakiraan cuaca, pada hari ini, Kamis 12 Maret, wilayah Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, hingga Kapuas bagian utara menjadi daerah pertama yang harus bersiap menghadapi guyuran hujan. Memasuki hari Jumat, konsentrasi awan hujan nampaknya masih enggan beranjak dari wilayah utara Barito Utara dan Murung Raya.

    Puncaknya pada hari Sabtu, 14 Maret, cakupan cuaca ekstrem ini diperkirakan akan meluas hingga menyentuh wilayah Kotawaringin Timur dan bagian utara Katingan. Dengan kondisi alam yang sulit ditebak seperti sekarang, kewaspadaan adalah kunci agar perjalanan maupun pekerjaan Anda tetap aman di bawah bayang-bayang cuaca ekstrem ini. (***)

  • BMKG Beberkan Prakiraan Cuaca Kotim: Potensi Hujan Masih Tinggi Hingga Lebaran

    BMKG Beberkan Prakiraan Cuaca Kotim: Potensi Hujan Masih Tinggi Hingga Lebaran

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan prakiraan cuaca di Kabupaten Kotawaringin Timur menjelang arus mudik hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Masyarakat, khususnya para pemudik, diminta tetap waspada karena potensi hujan masih cukup tinggi di wilayah tersebut.

    Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kotawaringin Timur, Mulyono Leo Nardo, mengatakan bahwa kondisi iklim global saat ini tidak menunjukkan adanya pengaruh besar terhadap pola cuaca di Indonesia. Dua fenomena yang biasanya memengaruhi curah hujan di kawasan Asia Tenggara, yakni El Nino–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD), saat ini berada pada fase netral.

    “Untuk kondisi ENSO dan IOD saat ini berada pada fase netral, sehingga tidak terlalu memberikan pengaruh signifikan terhadap gangguan cuaca di wilayah Indonesia, khususnya di Kotawaringin Timur,” ujar Leo, Senin (9/3/2026).

    Meski demikian, Kotawaringin Timur saat ini masih berada dalam periode musim hujan. Kondisi tersebut membuat peluang terjadinya hujan masih cukup besar dalam beberapa waktu ke depan.

    BMKG memperkirakan curah hujan di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 300 milimeter. Artinya, hujan masih berpotensi turun dengan intensitas yang bervariasi.

    Namun secara umum, sifat curah hujan tahun ini diprediksi berada pada kategori bawah normal hingga normal. Dengan kata lain, jumlah curah hujan diperkirakan tidak setinggi rata-rata pada tahun-tahun sebelumnya.

    “Kondisinya curah hujan cenderung lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena sifat hujannya berada pada kategori bawah normal hingga normal,” jelasnya.

    Walaupun demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Terlebih bagi pemudik yang akan melakukan perjalanan melalui jalur darat, laut, maupun udara.

    Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, maupun penurunan jarak pandang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan jika tidak diantisipasi dengan baik.

    Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar rutin memantau perkembangan cuaca sebelum bepergian.

    “Informasi prakiraan cuaca untuk jalur darat, udara, dan laut dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG sehingga masyarakat bisa memantau perkembangan cuaca secara lebih detail,” pungkas Leo. (***)

  • BMKG Kalteng Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Meluas

    BMKG Kalteng Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Meluas

    Kanalindependen.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalteng, Senin (10/2/2026) sore.

    Dalam pembaruan peringatan dini yang dirilis pukul 16.55 WIB, BMKG menyebutkan kondisi cuaca ekstrem berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 17.00 WIB, dengan wilayah terdampak awal berada di Kabupaten Pulang Pisau, khususnya Kecamatan Sebangau Kuala dan sekitarnya.

    BMKG juga mengingatkan bahwa potensi cuaca buruk tersebut dapat meluas ke sejumlah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Tengah.

    Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kumai), Kabupaten Kotawaringin Timur seperti Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Seranau, Cempaga Hulu, dan Telawang.

    Selain itu, hujan lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Kapuas (Selat, Kapuas Hilir, Kapuas Timur, Kapuas Kuala, Kapuas Barat, Pulau Petak, Basarang, Tamban Catur, Bataguh), Kabupaten Barito Selatan (Dusun Utara, Gunung Bintang Awai, Dusun Selatan), serta Kabupaten Barito Utara (Montallat dan Gunung Timang).

    Wilayah lain yang juga masuk dalam peringatan dini meliputi Kabupaten Katingan (Kamipang, Mendawai, Katingan Kuala, Tasik Payawan), Kabupaten Seruyan (Seruyan Hilir, Danau Sembuluh, Hanau, Seruyan Hulu, Seruyan Hilir Timur, Seruyan Raya, Danau Seluluk, Suling Tambun), serta Kabupaten Lamandau (Lamandau, Delang, Bulik Timur, Belantikan Raya, Batang Kawa).

    BMKG juga mencatat potensi hujan lebat di Kabupaten Pulang Pisau bagian lain seperti Pandih Batu, Kahayan Kuala, Kahayan Hilir, Maliku, dan Jabiren, serta Kabupaten Barito Timur yang mencakup Dusun Timur, Banua Lima, Patangkep Tutui, Awang, Dusun Tengah, Pematang Karau, Paju Epat, Raren Batuah, Paku, dan Karusen Janang.

    Sementara itu, Kota Palangka Raya, khususnya Kecamatan Sabangau dan sekitarnya, juga masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.

    BMKG memperkirakan kondisi cuaca ini masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan seperti genangan air, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat angin kencang dan petir. (***)