Tag: Damkar Kotim

  • Pemadaman Kebakaran di Desa Camba Berlangsung hingga Malam, Kotim Terdeteksi 207 Titik Panas

    Pemadaman Kebakaran di Desa Camba Berlangsung hingga Malam, Kotim Terdeteksi 207 Titik Panas

    SAMPIT Kanalindependen.id – Petugas pemadam kebakaran bersama sejumlah unsur terkait melakukan operasi pemadaman kebakaran di Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (16/10/2026). Operasi berlangsung hingga pukul 21.15 WIB, setelah petugas mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 14.05 WIB.

    Berdasarkan laporan Pos Sektor Pemadam Kebakaran Kota Besi, informasi kejadian diterima pada pukul 13.25 WIB. Petugas berangkat menuju lokasi lima menit kemudian dan mengerahkan satu unit kendaraan MTPK 11 untuk mendukung operasi.

    Pemadaman dipimpin Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Ubay Dillah, dengan dukungan Camat Kota Besi, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kota Besi, serta anggota Polsek Kota Besi.

    Dalam laporan tersebut, dugaan penyebab kejadian dikategorikan sebagai arson atau dugaan pembakaran. Namun, informasi itu belum cukup untuk memastikan adanya unsur kesengajaan. Penyebab kebakaran masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.

    Laporan Pos Sektor Kota Besi juga belum mencantumkan luas area yang terbakar maupun taksiran kerugian. Kondisi akhir lokasi setelah operasi pemadaman belum dijelaskan dalam laporan yang tersedia.

    207 Titik Panas Terdeteksi di Kotim

    Di tengah penanganan kebakaran tersebut, rekapitulasi hotspot atau titik panas wilayah Kotim menunjukkan terdapat 207 titik dalam akumulasi 24 jam terakhir, berdasarkan data yang diakses pada Jumat (16/10/2026) pukul 16.00 WIB.

    Data yang bersumber dari BMKG dan BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur itu mencatat seluruh titik berada pada tingkat kepercayaan menengah atau medium, dengan rentang 30–79 persen. Pemantauan menggunakan satelit NOAA-20 dan SNPP dengan tipe deteksi piksel.

    Sebaran terbanyak berada di Kecamatan Seranau, dengan 98 titik. Rinciannya, 63 titik di Desa Ganepo dan 35 titik di Kelurahan Mentaya Seberang.

    Kecamatan Teluk Sampit menyusul dengan 63 titik, terdiri atas 42 titik di Desa Lampuyang dan 21 titik di Desa Ujung Pandaran. Sementara itu, Kecamatan Pulau Hanaut mencatat 23 titik yang tersebar di delapan desa.

    Titik panas lainnya terdeteksi di Kecamatan Mentaya Hilir Utara sebanyak sembilan titik, Bukit Santuai delapan titik, Antang Kalang dua titik, serta Mentawa Baru Ketapang dua titik. Masing-masing satu titik juga tercatat di Kecamatan Mentaya Hulu dan Telaga Antang.

    Data tersebut menggambarkan sebaran indikasi panas yang terdeteksi satelit di sejumlah wilayah Kotim. Namun, titik panas tidak serta-merta membuktikan adanya kebakaran di setiap lokasi, terlebih tidak dapat langsung digunakan untuk menentukan penyebab kebakaran di Desa Camba.

    Belum tersedia informasi mengenai luas lahan yang terbakar di Desa Camba, hasil pemeriksaan penyebab kejadian, maupun kondisi akhir lokasi setelah pemadaman. Konfirmasi dari petugas dan pihak berwenang diperlukan untuk melengkapi gambaran peristiwa tersebut. (***)

  • Enam Gedung SMAN 1 Cempaga Terbakar, Api Diduga Bermula dari Solar Cell

    Enam Gedung SMAN 1 Cempaga Terbakar, Api Diduga Bermula dari Solar Cell

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Api mengamuk di lingkungan SMAN 1 Cempaga, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (27/9/2026) dini hari. Sedikitnya enam gedung sekolah dilaporkan terbakar.

    Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Api dengan cepat membesar dan merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya di lingkungan sekolah.

    Camat Cempaga Agustiawany mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, titik api diduga berada di ruang wakil kepala sekolah. Di ruangan tersebut terdapat instalasi solar cell.

    “Informasi sementara yang kami terima, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dan diduga bermula dari ledakan pada solar cell,” katanya.

    Dari titik awal tersebut, api kemudian menjalar ke sejumlah bangunan. Ruang kepala sekolah, ruang guru hingga musala termasuk bangunan yang terdampak.

    “Berdasarkan informasi sementara, ada sekitar enam gedung yang terbakar. Di antaranya ruang kepala sekolah, ruang guru dan musala,” ujarnya.

    Api Cepat Merambat

    Upaya pemadaman langsung dilakukan setelah kebakaran diketahui. Petugas pemadam kebakaran bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), warga dan unsur lintas sektor dikerahkan ke lokasi.

    Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Api bergerak cepat, sementara ketersediaan sumber air di sekitar lokasi terbatas.

    “Petugas bersama MPA, masyarakat dan unsur lintas sektor sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman. Semua bersama-sama berupaya menangani kebakaran,” kata Agustiawany.

    Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Dugaan kebakaran yang bermula dari instalasi solar cell masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Tingkat kerusakan masing-masing bangunan juga masih dalam pendataan.

    Kebakaran tersebut menjadi kejadian pertama di lingkungan SMAN 1 Cempaga. Sekolah itu diketahui telah berdiri sejak 1997.

    “Selama ini belum pernah terjadi kebakaran di sekolah tersebut. Bangunannya sudah berdiri sejak 1997,” jelasnya.

    Belajar Tetap Berjalan

    Kebakaran tidak hanya menyisakan persoalan kerusakan bangunan. Pemerintah juga harus memastikan kegiatan belajar mengajar siswa tetap berjalan.

    Pemkab Kotim telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terkait penanganan dampak kebakaran, termasuk rencana pembangunan kembali gedung sekolah yang terbakar.

    “Sudah dilakukan koordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah terkait penanganan gedung sekolah, termasuk rencana pembangunan gedung baru,” katanya.

    Untuk sementara, siswa tetap diarahkan belajar di ruangan sekolah yang masih aman dan dapat digunakan.

    Dengan kondisi tersebut, siswa belum perlu dipindahkan ke gedung SD di Desa Sungai Paring.

    “Untuk sementara anak-anak tetap diarahkan belajar di ruangan yang masih bisa digunakan. Masih ada beberapa gedung yang dapat difungsikan,” pungkasnya.

    Enam gedung terbakar dalam hitungan dini hari. Kini, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan penyebab kebakaran, tetapi menjaga agar aktivitas belajar siswa SMAN 1 Cempaga tetap berjalan di tengah kerusakan yang ditinggalkan api. (***)

  • SMAN 1 Cempaga Terbakar Hebat, Sejumlah Fasilitas Sekolah Ludes

    SMAN 1 Cempaga Terbakar Hebat, Sejumlah Fasilitas Sekolah Ludes

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kebakaran hebat melanda bangunan SMAN 1 Cempaga, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu dini hari (27/9/2026. Kobaran api terlihat membesar dan melahap sejumlah bagian bangunan sekolah.

    “Ya sekolah kami terbakar,” ungkap Citra, salah seorang guru.

    Dalam video yang beredar dan direkam warga, api tampak membakar bagian atap bangunan. Kobaran api terlihat dari jarak cukup jauh, disertai asap tebal yang membumbung ke langit malam.

    Sejumlah warga terlihat berkerumun dari luar pagar sekolah untuk menyaksikan kebakaran. Suasana di sekitar lokasi tampak mencekam ketika api terus membesar.

    Hingga akhirnya memaksa warga, untuk masuk dan memyelamatkan berbagai peralatan sekolah seperti meja dan kurai belajar dari dalam kelas.

    Informasi dihimpun, sejumlah fasilitas sekolah terdampak kebakaran. Di antaranya ruang UKS, kantor sekolah, ruang tata usaha (TU), aula, serta enam ruang kelas.

    Informasi sementara menyebut api pertama kali terlihat dari bagian bangunan kantor sekolah. Kobaran kemudian membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.

    Petugas bersama pihak terkait melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegahnya meluas.

    Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan kronologi kejadian.

    Kondisi bangunan yang terbakar serta nilai kerugian masih dalam pendataan. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai korban dalam kejadian tersebut. (***)

  • Rentetan Kebakaran Hantam Sampit Dalam Sehari: Usai Pengaringan Permai, Gang Mutiara Diamuk Si Jago Merah

    Rentetan Kebakaran Hantam Sampit Dalam Sehari: Usai Pengaringan Permai, Gang Mutiara Diamuk Si Jago Merah

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Teror kebakaran pemukiman di Kota Sampit semakin menjadi-jadi. Belum genap delapan jam setelah insiden rumah ludes di Jalan Pengaringan Permai pada Selasa siang, musibah kebakaran hebat kembali menghebohkan warga di kawasan Gang Mutiara, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Selasa malam (25/8/2026).

    Kobaran api berukuran besar mendadak membubung tinggi dari sebuah bangunan di samping Gedung Serba Guna, Gang Mutiara. Dalam rekaman video yang beredar masif di media sosial, merahnya jilatan api tampak menerangi kegelapan malam, memicu kepanikan warga di permukiman padat penduduk tersebut. Warga setempat, Miftah, mengonfirmasi terjadinya musibah tersebut dan menyebut warga sekitar sempat berupaya menyiramkan air secara manual sembari menunggu armada pemadam tiba di lokasi.

    “Kebakaran rumah di Gang Mutiara, samping serba guna. Api cepat sekali membesar,” tutur Rahmad Hidayat, salah seorang warga di lokasi kejadian, Selasa malam (25/8/2026).

    Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim bergerak cepat begitu menerima laporan darurat. Kasi Operasional (Ops) Damkar Kotim, Heri Wahyudi, membenarkan jajarannya langsung dikerahkan penuh ke titik lokasi untuk mengisolasi kobaran api.

    “Sudah meluncur personel ke lokasi di kawasan Gang Mutiara,” kata Heri Wahyudi saat dikonfirmasi singkat.

    Setibanya di lokasi, puluhan personel pemadam gabungan bersama warga berjibaku membasahi dinding-dinding bangunan sekitar guna mencegah perambatan api ke area perumahan yang rapat. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih fokus melakukan penyiraman dan pendinginan total (mopping up). Penyebab pasti kebakaran, jumlah bangunan yang hangus, serta nilai kerugian materiil masih dalam pendataan intensif aparat kepolisian dan Disdamkarmat Kotim.

    Dua kejadian kebakaran hebat dalam sehari di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Pengaringan Permai pada siang hari dan Gang Mutiara pada malam hari menelanjangi kerentanan ekstrem kawasan permukiman padat Sampit di tengah cuaca kemarau kering. Kombinasi material bangunan kayu, kebiasaan kelistrikan berbeban tinggi, serta lokasi di dalam gang sempit menjadi ancaman mematikan yang sewaktu-waktu dapat memicu bencana besar.

    Musibah di Gang Mutiara secara khusus menyoroti sulitnya mobilisasi unit armada pemadam masuk ke dalam koridor gang kecil. Disdamkarmat Kotim bersama Pemkab Kotim wajib memperbanyak penyediaan pos hidran lingkungan serta armada motor pemadam portabel untuk menjangkau pemukiman padat. Di sisi lain, Pemkab Kotim melalui pihak kelurahan dan RT/RW didesak melakukan inspeksi mendadak (sidak) instalasi listrik tua pada bangunan-bangunan kayu permukiman guna menekan risiko korsleting listrik di musim kering. (***)