Tag: desa pelangsian

  • Siasat Bungkus Lakban Hitam Gagal Total Pengendara PCX Asal Pelangsian Tersungkur Bawa Delapan Gram Sabu di Jalan Rangkas

    Siasat Bungkus Lakban Hitam Gagal Total Pengendara PCX Asal Pelangsian Tersungkur Bawa Delapan Gram Sabu di Jalan Rangkas

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Gurita peredaran gelap narkotika di jantung Kota Sampit terus mencari celah di tengah gencar-gencarnya operasi pemberantasan oleh aparat kepolisian. Kali ini, sebuah siasat penyelundupan kristal putih kemasan menengah berhasil diendus oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang pria berinisial PR (32), warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tak berkutik saat dicegat petugas di koridor Jalan Rangkas, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Senin (15/6/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

    Penyergapan Jam Rawan dan Kamuflase Pembungkus Hitam

    Penyergapan taktis ini dilancarkan setelah tim opsnal menerima pasokan informasi akurat dari gerakan intelijen akar rumput yang mencurigai adanya aktivitas transaksi mencurigakan di sekitar pemukiman Jalan Rangkas. Petugas yang bergerak senyap segera melakukan penguncian perimeter terhadap pergerakan terlapor yang mengendarai sepeda motor matik Honda PCX warna putih berspesifikasi tinggi.

    Keplas Seksi Hubungan Masyarakat Polres Kotim AKP Edy Wiyoko, mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, membenarkan bahwa pergerakan PR sudah masuk dalam radar pengawasan intensif sebelum eksekusi lapangan dijalankan.

    “Anggota Satresnarkoba menerima informasi dari masyarakat bahwa terlapor diduga kerap melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Berdasarkan informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan pemantauan hingga akhirnya berhasil mengamankan yang bersangkutan,” terang AKP Edy Wiyoko, Kamis (18/6/2026).

    Saat diamankan, petugas secara prosedural langsung menunjukkan surat perintah tugas resmi dengan disaksikan oleh Ketua RT setempat serta barisan warga sekitar yang keluar rumah menyaksikan drama penangkapan tersebut. Dari hasil penggeledahan badan yang ketat, polisi berhasil membongkar taktik kamuflase pelaku yang menyembunyikan dua paket besar sabu-sabu di balik balutan lakban tebal dan plester warna hitam guna mengelabui pandangan visual petugas. Setelah timbangan digital dijalankan, manifes barang bukti kristal putih tersebut mencatatkan berat kotor total mencapai 8,84 gram.

    “Barang bukti berupa dua paket sabu dan satu unit sepeda motor telah diamankan. Terlapor saat ini berada di Polres Kotim untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” tambahnya.

    Atas perbuatannya, PR resmi mengenakan rompi tahanan dan dijerat menggunakan konstruksi hukum berlapis yang sangat berat. Penyidik membidik kurir asal Pelangsian ini menggunakan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto ketentuan penyesuaian pidana nasional yang berlaku.

     Pencapaian Satresnarkoba Polres Kotim dalam mengamankan PR bersama 8,84 gram sabu di Jalan Rangkas menyuguhkan indikasi sosiologi kriminalitas baru yang wajib diwaspadai secara radikal. Angka delapan gram bukan lagi kategori paket hemat eceran untuk pengguna akhir, melainkan sudah masuk dalam klaster pasokan grosir menengah (mid-tier supply). Skala volume ini membuktikan bahwa PR bukan sekadar pecandu biasa, melainkan bertindak sebagai distributor taktis yang bertugas memecah barang haram tersebut menjadi puluhan paket kecil sebelum disebar ke jaringan pengecer di Sampit.

    Aspek spasial dari kasus ini juga sangat menarik untuk dikupas secara kritis. Pelaku diketahui merupakan warga Pelangsian, sebuah wilayah sub-urban pinggiran kota yang beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan pemukiman yang masif. Fakta bahwa seorang warga pinggiran nekat merangsek masuk ke area urban sepadat Mentawa Baru Hulu untuk melakukan transaksi menunjukkan terjadinya mobilitas kriminalitas yang dinamis. Jaringan sindikat narkoba sengaja memanfaatkan kurir dari luar kelurahan untuk mengaburkan sistem deteksi dini (early warning system) berbasis rukun tetangga (RT) di lokasi sasaran.

    Taktis bungkus lakban hitam dan pemanfaatan motor matik premium sekelas Honda PCX juga memperlihatkan adanya modal penjualan yang lumayan kuat di belakang pergerakan PR. Polresta Kotim di bawah AKBP Resky Maulana tidak boleh menyia-nyiakan momentum penangkapan ini hanya sebagai angka statistik tahunan. Ponsel dan rekam jejak digital komunikasi pelaku harus dikuliti total secara forensik untuk melacak siapa bandar kakap yang berani menitipkan barang senilai belasan juta rupiah tersebut kepada PR. Tanpa keberanian menyegel gudang penyuplai utama di tingkat hulu, maka Jalan Rangkas dan pemukiman padat lainnya di Sampit akan tetap rentan menjadi pasar gelap narkotika yang merusak masa depan generasi muda Bumi Tambun Bungai. (***)