Tag: Harga Emas

  • Ajang Flexing Tebar Pesona, Jelang Lebaran Toko Emas di Sampit Diserbu Pembeli

    Ajang Flexing Tebar Pesona, Jelang Lebaran Toko Emas di Sampit Diserbu Pembeli

    SAMPIT, kanalindependen.id – Fenomena berburu perhiasan emas jelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sudah menjadi tradisi di Kota Sampit.

    Kendati harga melambung tinggi, emas justru menjadi simbol gaya hidup sekaligus ajang flexing untuk tebar pesona saat momen silaturahmi Lebaran.

    Toko-toko emas pun diserbu pembeli. Salah satunya Toko Emas Mitra Baru di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) yang setiap hari dipadati pengunjung dari pagi hingga sore.

    Harga emas logam mulia bahkan memecah rekor. Untuk perhiasan kadar 999 atau 24 karat kini menembus Rp 2.550.000 per gram, sementara emas batangan murni merek Antam mencapai Rp 3.150.000 per gram.

    ”Untuk emas batangan atau logam mulia murni merek Antam sekarang di posisi Rp 3.150.000 per gram, sedangkan emas perhiasan kadar 999 Rp 2.550.000 per gram,” ujar Muliana Sari, anak pemilik Toko Emas Mitra Baru, Rabu (18/3/2026).

    Selain Antam, tersedia juga emas batangan dari Galery 24 seharga Rp 3.100.000 per gram, UBS dan Emasku di kisaran Rp 2.950.000 per gram, serta emas batangan lokal sekitar Rp 2.550.000 per gram. Namun, untuk sementara stok emas batangan lokal belum tersedia.

    Tak hanya emas batangan, perhiasan emas berbagai kadar juga menjadi incaran.

    Mulai dari kadar 999 seharga Rp 2.550.000 per gram, kadar 750 Rp 2.500.000, kadar 700 Rp 2.050.000, hingga kadar 375 Rp 1.180.000 per gram.

    Menariknya, tingginya harga tidak menyurutkan minat masyarakat. Justru, emas kadar tinggi seperti 999 tetap menjadi favorit karena dinilai menguntungkan sebagai investasi sekaligus menunjang penampilan.

    ”Walaupun harga emas tinggi, emas 999 dan kadar lainnya masih jadi primadona. Karena kalau dijual lagi harganya juga tinggi, jarang orang jual emas rugi, kecuali beratnya berkurang karena pemakaian,” jelasnya.

    Dalam sepekan terakhir, harga emas terpantau stabil tanpa gejolak berarti, meski secara tren tahunan terus mengalami kenaikan. Bahkan, peluang penurunan harga dinilai kecil.

    ”Kalau turun paling sekitar Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per gram, itu pun jarang terjadi. Umumnya tiap tahun terus naik,” tambahnya.

    Lonjakan pembelian semakin terasa menjelang Lebaran, dengan perbandingan transaksi sekitar 80 persen pembelian dan hanya 20 persen penjualan.

    ”Selama seminggu menjelang Lebaran sampai H-1, pengunjung meningkat. Lebih banyak yang membeli, mungkin untuk dipakai saat silaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat,” ujarnya.

    Pantauan di lapangan, tiga toko utama Mitra Baru yang saling terhubung dipenuhi pembeli hingga membuat etalase emas nyaris tak terlihat karena kerumunan. Sementara toko keempat yang khusus menjual perhiasan emas putih terlihat lebih lengang.

    Sebanyak 25 karyawan yang mengenakan seragam peach tampak sibuk melayani pembeli tanpa henti, bahkan saat menjalankan ibadah puasa.

    ”Karyawan kami ada 25 orang, itupun masih kewalahan karena pengunjung datang silih berganti dari pagi sampai sore,” ungkap Muliana Sari, putri kedua Darsani.

    Lonjakan aktivitas ini berdampak langsung pada omzet penjualan yang meningkat drastis dibanding hari biasa.

    ”Kalau hari biasa sekitar 5 sampai 6 ons, selama Ramadan hingga menjelang Lebaran bisa mencapai kurang lebih 1 kilogram emas terjual, dengan persentase 80 persen membeli dan 20 persen menjual,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Kilau Tenang Pasar Emas Sampit Menjelang Ramadan

    Kilau Tenang Pasar Emas Sampit Menjelang Ramadan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Deretan etalase di sebuah toko emas di pusat perbelanjaan Sampit memantulkan cahaya lembut pagi itu. Suasana diramaikan hiruk pikuk peminat investasi melalui perhiasan logam mulia itu. Meski demikian, menjelang Ramadan, denyut pasar emas di kota ini bergerak dengan ritme yang tenang.

    Di Toko Emas Mitra Baru, suasana tersebut terasa jelas. Pembeli datang silih berganti, sebagian hanya melihat-lihat, sebagian lain serius memilih perhiasan. Tidak ada lonjakan signifikan, tetapi pasar juga tidak lesu.

    “Untuk saat ini penjualan masih stabil, sama seperti hari biasa,” ujar pengelola toko, Muliana Sari, Senin (16/2/2026).

    Di balik kestabilan itu, Muliana mencatat satu kecenderungan menarik. Emas kadar tinggi atau emas 999 justru lebih banyak diminati pembeli. Jumlah orang yang membeli emas jenis ini lebih dominan dibandingkan mereka yang menjual kembali.

    “Kalau emas kadar tinggi, pembelinya lebih banyak. Sementara untuk kadar 375 dan 700 masih seimbang, ada yang jual dan ada juga yang beli,” tuturnya.

    Perubahan selera menjadi salah satu faktor pendorong. Jika dulu emas 999 identik dengan desain klasik, kini perhiasan emas tampil lebih modern dan variatif. Model yang mengikuti tren membuat emas kadar tinggi tak lagi sekadar simbol investasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup.

    “Sekarang desainnya sudah lebih kekinian. Itu yang membuat masyarakat tertarik,” kata Muliana.

    Di antara berbagai pilihan perhiasan, cincin masih menjadi favorit. Selain disiapkan sebagai tabungan nilai, emas juga mulai dibeli untuk kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri.

    Dari sisi harga, pasar emas di Sampit juga bergerak relatif stabil. Berdasarkan daftar harga terbaru per Senin (16/2/2026), emas kadar 999 dijual Rp2.750.000 per gram. Sementara emas kadar 750 berada di angka Rp2.260.000 per gram, kadar 700 Rp2.110.000 per gram, kadar 420 Rp1.310.000 per gram, dan kadar 375 Rp1.220.000 per gram. Harga tersebut dapat berubah mengikuti dinamika pasar.

    Muliana memperkirakan, suasana yang kini masih tenang akan perlahan berubah. Biasanya, mendekati Lebaran, pembeli mulai mendominasi transaksi.

    “Nanti kalau sudah dekat Lebaran, biasanya pembeli bisa jauh lebih banyak, sekitar 80 persen,” ujarnya.

    Bagi para pedagang emas, Ramadan menjadi masa menanti. Bukan hanya menunggu ramainya transaksi, tetapi juga menyaksikan bagaimana kilau emas tetap hadir di tengah langkah pelan masyarakat yang bersiap menyambut hari kemenangan. (***)