Tag: harga sembako

  • Ketika Ramadan Mendekat, Harga Ayam di Sampit Tak Ikut Melonjak

    Ketika Ramadan Mendekat, Harga Ayam di Sampit Tak Ikut Melonjak

    SAMPIT, Kanalindependen.id–  Pagi itu, Pasar Ikan Mentaya Sampit mulai dipenuhi warga. Langkah-langkah kecil menyusuri lorong pasar berpadu dengan aroma bumbu dapur dan suara pedagang yang saling menyapa.  Ramadan kian dekat, dan satu pertanyaan kerap berputar di benak para pembeli: apakah harga bahan pokok akan ikut melonjak?

    Di lapak ayam potong, jawabannya masih menenangkan. Hingga Selasa (17/2), harga ayam terpantau stabil. Ayam potong kotor dijual di kisaran Rp40 ribu per kilogram, sementara ayam potong bersih berada di angka sekitar Rp37 ribu per kilogram. Meski permintaan perlahan meningkat menjelang bulan puasa, harga belum menunjukkan tanda-tanda bergerak naik.

    Hidayah, salah seorang pembeli, mengaku lega. Sambil menunggu ayam pesanannya ditimbang, ia bercerita bahwa kestabilan harga sangat berarti bagi keluarganya.

    “Alhamdulilllah masih normal. Ayam bersih Rp37 ribu, ayam kotor Rp40 ribu per kilogram. Ini sangat membantu, karena biasanya menjelang Ramadan kebutuhan meningkat,” katanya.

    Baginya, ayam bukan sekadar lauk. Ia adalah menu andalan untuk sahur dan berbuka. Karena itu, Dayah sapaan akrabnya berharap harga tetap bertahan hingga Lebaran.

    “Kalau sampai naik, pasti terasa berat. Semoga tetap stabil,” ujarnya.

    Cerita serupa datang dari para pedagang. Mereka menyebutkan stok ayam potong masih aman, pasokan dari peternak dan distributor berjalan lancar, dan belum ada lonjakan permintaan yang signifikan. Kondisi inilah yang membuat harga tetap terkendali.

    “Kami terus menjaga stok supaya kebutuhan masyarakat terpenuhi. Selama pasokan lancar, harga biasanya bisa tetap stabil,” ungkap Yani, seorang pedagang.

    Di tengah kekhawatiran umum akan naiknya harga bahan pokok jelang Ramadan, kondisi ini memberi rasa tenang. Ayam potong bahan pangan utama di banyak rumah masih bisa dijangkau. Harapannya, kestabilan ini bertahan hingga Lebaran, dengan dukungan pemantauan distribusi dan ketersediaan bahan pokok agar Ramadan dapat dijalani tanpa beban tambahan bagi masyarakat. (***)