Tag: Heri Wahyudi

  • Sampit Dikepung Api Sebelum Subuh: 1,5 Hektare Lahan Hangus Terbakar, Indikasi Unsur Kesengajaan Menguat!

    Sampit Dikepung Api Sebelum Subuh: 1,5 Hektare Lahan Hangus Terbakar, Indikasi Unsur Kesengajaan Menguat!

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Ketika sebagian besar warga Kota Sampit masih terlelap tidur, bencana kebakaran lahan kembali mengintai pemukiman. Dua peristiwa kebakaran lahan secara simultan melanda dua lokasi berbeda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Senin (19/10/2026) dini hari. Amukan api menyasar lahan semak belukar di Jalan Saudara, Kelurahan Sawahan, serta Jalan Pramuka, Kelurahan Mentawa Baru Hulu.

    Kejadian yang berlangsung dalam tenggat waktu kurang dari satu jam ini membakar sedikitnya 1,5 hektare lahan di Jalan Pramuka dan menambah tebal gumpalan kabut asap beracun yang melumpuhkan jarak pandang kota hingga sisa 100 meter pada pagi harinya.

    Laporan pertama diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim pada pukul 03.38 WIB untuk lokasi Jalan Saudara. Belum selesai penanganan di lokasi pertama, laporan kedua masuk pada pukul 04.10 WIB dari kawasan Jalan Pramuka.

    Kasi Humas Disdamkarmat Kotim, Heri Wahyudi, mengonfirmasi pergerakan cepat personelnya di tengah kegelapan malam.

    “Kami menerima informasi kebakaran di Jalan Pramuka pada pukul 04.10 WIB. Tim berangkat dua menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 04.16 WIB. Operasi pemadaman dimulai pukul 04.17 WIB,” ungkap Heri Wahyudi, Senin (19/10/2026).

    Penanganan Maraton Sebelum Fajar dan Dugaan Pembakaran Sengaja

    Di lokasi Jalan Saudara, lima personel Regu II yang dipimpin Purwondo tiba menggunakan mobil tangki pemadam 13 pada pukul 04.04 WIB dan berhasil mengisolasi api pada pukul 04.40 WIB. Operasi pendinginan berakhir penuh pukul 04.46 WIB.

    Sementara di Jalan Pramuka, pengerahan gabungan Peleton I, Regu II, dan Regu III bekerja maraton memadamkan hamparan api 1,5 hektare hingga pukul 05.47 WIB. Seluruh proses pemeriksaan lokasi dinyatakan rampung pada pukul 05.53 WIB.

    Paling mendasar, laporan sementara Disdamkarmat Kotim mencatat adanya dugaan pembakaran yang disengaja (arson) pada lokasi kebakaran di Jalan Saudara. Temuan ini memicu kecurigaan publik mengenai maraknya aktivitas pembukaan lahan (land clearing) secara ilegal pada jam-jam rawan untuk menghindari pantauan petugas.

     

    Terjadinya kebakaran lahan berturut-turut menjelang subuh saat jarak pandang kota memburuk hingga 100 meter merupakan pola klasik kejahatan lingkungan yang disengaja. Membiarkan oknum-oknum pembakar lahan bergerak bebas di jam-jam lengang adalah ancaman nyata bagi keselamatan jutaan jiwa warga Sampit.

    Satreskrim Polres Kotim didesak untuk tidak menganggap kebakaran dini hari ini sebagai musibah biasa. Pemasangan garis polisi (police line) serta pengumpulan barang bukti di Jalan Saudara wajib dilakukan untuk memburu pelaku pembakaran.

    Pemkab Kotim dan Satgas Karhutla dituntut membentuk tim patroli malam (night patrol) yang menyisir kawasan pemukiman pinggiran seperti Sawahan, Baamang, dan Mentawa Baru Hulu guna menggagalkan upaya pembakaran lahan sejak dini. (***)

  • Rentetan Kebakaran Hantam Sampit Dalam Sehari: Usai Pengaringan Permai, Gang Mutiara Diamuk Si Jago Merah

    Rentetan Kebakaran Hantam Sampit Dalam Sehari: Usai Pengaringan Permai, Gang Mutiara Diamuk Si Jago Merah

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Teror kebakaran pemukiman di Kota Sampit semakin menjadi-jadi. Belum genap delapan jam setelah insiden rumah ludes di Jalan Pengaringan Permai pada Selasa siang, musibah kebakaran hebat kembali menghebohkan warga di kawasan Gang Mutiara, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Selasa malam (25/8/2026).

    Kobaran api berukuran besar mendadak membubung tinggi dari sebuah bangunan di samping Gedung Serba Guna, Gang Mutiara. Dalam rekaman video yang beredar masif di media sosial, merahnya jilatan api tampak menerangi kegelapan malam, memicu kepanikan warga di permukiman padat penduduk tersebut. Warga setempat, Miftah, mengonfirmasi terjadinya musibah tersebut dan menyebut warga sekitar sempat berupaya menyiramkan air secara manual sembari menunggu armada pemadam tiba di lokasi.

    “Kebakaran rumah di Gang Mutiara, samping serba guna. Api cepat sekali membesar,” tutur Rahmad Hidayat, salah seorang warga di lokasi kejadian, Selasa malam (25/8/2026).

    Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim bergerak cepat begitu menerima laporan darurat. Kasi Operasional (Ops) Damkar Kotim, Heri Wahyudi, membenarkan jajarannya langsung dikerahkan penuh ke titik lokasi untuk mengisolasi kobaran api.

    “Sudah meluncur personel ke lokasi di kawasan Gang Mutiara,” kata Heri Wahyudi saat dikonfirmasi singkat.

    Setibanya di lokasi, puluhan personel pemadam gabungan bersama warga berjibaku membasahi dinding-dinding bangunan sekitar guna mencegah perambatan api ke area perumahan yang rapat. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih fokus melakukan penyiraman dan pendinginan total (mopping up). Penyebab pasti kebakaran, jumlah bangunan yang hangus, serta nilai kerugian materiil masih dalam pendataan intensif aparat kepolisian dan Disdamkarmat Kotim.

    Dua kejadian kebakaran hebat dalam sehari di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Pengaringan Permai pada siang hari dan Gang Mutiara pada malam hari menelanjangi kerentanan ekstrem kawasan permukiman padat Sampit di tengah cuaca kemarau kering. Kombinasi material bangunan kayu, kebiasaan kelistrikan berbeban tinggi, serta lokasi di dalam gang sempit menjadi ancaman mematikan yang sewaktu-waktu dapat memicu bencana besar.

    Musibah di Gang Mutiara secara khusus menyoroti sulitnya mobilisasi unit armada pemadam masuk ke dalam koridor gang kecil. Disdamkarmat Kotim bersama Pemkab Kotim wajib memperbanyak penyediaan pos hidran lingkungan serta armada motor pemadam portabel untuk menjangkau pemukiman padat. Di sisi lain, Pemkab Kotim melalui pihak kelurahan dan RT/RW didesak melakukan inspeksi mendadak (sidak) instalasi listrik tua pada bangunan-bangunan kayu permukiman guna menekan risiko korsleting listrik di musim kering. (***)