Umat Konghucu Sampit Bersiap Sambut Tahun 2577 Kongzili
SAMPIT, Kanalindependen.id – Suasana di Klenteng Kong Miau Litang, Jalan MT Haryono Sampit, dipenuhi cahaya hangat lilin, aroma dupa, dan denting suara lonceng kecil, Senin (16/2/2026). Malam itu, umat Konghucu di Kota Sampit berkumpul untuk menjalani ritual tutup tahun 2576 Kongzili, menutup lembaran tahun yang telah dilalui dengan rasa syukur dan membuka pintu harapan bagi tahun baru spiritual 2577 Kongzili.
Tokoh agama Konghucu setempat, Wen Shi Suhardi, menuturkan, “Esensi doa yang kami panjatkan malam ini adalah agar di tahun baru, Tien melimpahkan kasih karubianya. Sehingga setiap langkah kita dapat dilalui dengan aman, selamat, dan sentosa.”
Suasana ibadah malam itu terasa khidmat dan inspiratif. Umat berdiri bersama di depan altar klenteng, mengikuti doa secara kolektif. Selanjutnya sebagian ada yanh beribadah secara pribadi, menulis harapan dan ucapan syukur pada kertas doa yang telah disediakan.
“Kertas doa ini dibuat oleh dewan rohaniawan Konghucu, dan tokoh agama Konghucu dari seluruh Indonesia. Formatnya sudah dikonsep: umat mengucap syukur atas tahun yang telah dilalui selamat, aman, dan sentosa serta menaruh harapan agar diberkahi keberuntungan sepanjang tahun baru,” jelas Wen Shi Suhardi.
Ritual malam itu tidak hanya sekadar ibadah, tetapi juga momen refleksi dan motivasi. “Ada umat yang aktif beribadah sepanjang tahun, ada pula yang hanya beribadah saat hari raya. Namun malam ini semua bersatu, memanjatkan doa dan menyatukan energi spiritual untuk menghadapi tahun yang baru,” imbuhnya.
Setiap doa yang dipanjatkan membawa pesan kuat: menutup tahun lama dengan rasa syukur, mengakui tantangan yang telah dilalui, dan menatap masa depan dengan optimisme serta harapan. Lampion-lampion yang berkelap-kelip, aroma dupa yang menenangkan, dan lirihnya doa yang bergema di ruang klenteng menjadi saksi kebersamaan dan keteguhan iman umat Konghucu Sampit.
Malam itu menjadi pengingat bahwa setiap akhir adalah awal yang baru. Dengan hati yang penuh syukur dan doa yang tulus, umat Konghucu Sampit bersiap menyambut karunia Tien di tahun 2577 Kongzili, berharap perjalanan hidup yang akan datang dipenuhi berkah, keselamatan, dan ketentraman. (***)



