Tag: ISPUnet

  • ISPU Kotim Tembus 763, Sampit Kembali Masuk Level Berbahaya

    ISPU Kotim Tembus 763, Sampit Kembali Masuk Level Berbahaya

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memburuk. Setelah sempat membaik, indeks pencemaran udara di Sampit pada Rabu (30/9/2026) pagi kembali menembus kategori Berbahaya.

    Berdasarkan pemantauan aplikasi ISPUnet pada pukul 07.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kotim mencapai 763. Parameter paling tinggi adalah PM10 dengan angka yang sama.

    PM2.5 juga berada pada kategori Berbahaya dengan nilai 439. Sementara parameter lainnya tercatat lebih rendah, yakni ozon (O3) sebesar 51 atau kategori Sedang.

    Adapun sulfur dioksida (SO2) berada pada angka 26, karbon monoksida (CO) 5, nitrogen dioksida (NO2) 5, dan hidrokarbon (HC) 0. Parameter tersebut berada dalam kategori Baik.

    Jarak Pandang Hanya 600 Meter

    Kondisi kualitas udara tersebut sejalan dengan pengamatan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim.

    Pada pukul 07.00 WIB, Sampit terpantau mengalami kabut asap dengan jarak pandang hanya 600 meter. Suhu tercatat 26,6 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 91 persen.

    Kondisi angin juga tenang atau calm, dengan kecepatan 0 kilometer per jam.

    Kondisi kabut asap juga dirasakan warga yang melakukan perjalanan dari Sampit menuju wilayah sekitar.

    Didi Mursidi mengatakan, dirinya melakukan perjalanan dari Sampit menuju Bapanggang pada Rabu pagi dan mendapati kondisi kabut asap cukup tebal sepanjang perjalanan.

    “Saya pagi perjalanan dari Sampit-Bapanggang, kondisi kabut asap tebal,” kata Didi.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya terpantau dari data BMKG, tetapi juga dirasakan langsung masyarakat yang beraktivitas dan melakukan perjalanan pada pagi hari.

    Dengan ISPU yang kembali berada pada level Berbahaya, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap dan polusi udara. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi dan penggunaan masker yang sesuai untuk perlindungan dari polusi dapat dipertimbangkan.

    Kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, juga perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk. (***)

  • ISPU Kotim Tembus 462, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

    ISPU Kotim Tembus 462, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencapai level berbahaya pada Jumat, 28 Agustus 2026 malam.
    Data aplikasi ISPUnet untuk lokasi Kabupaten Kotawaringin Timur pada pukul 22.00 WIB mencatat nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 462.

    Angka tersebut menempatkan kualitas udara Kotim dalam kategori berbahaya. Parameter yang menjadi pencemar utama adalah partikulat PM10 dengan nilai 462.

    Kondisi serupa juga terlihat pada PM2.5 yang tercatat mencapai 371 dan masuk kategori berbahaya.
    Sementara itu, sejumlah parameter pencemar lain masih berada dalam kategori baik. SO2 tercatat 43, NO2 sebesar 5, hidrokarbon (HC) 6, karbon monoksida (CO) 4, dan ozon (O3) berada pada angka 0.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur Marjuki mengatakan kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara yang perlu mendapat perhatian serius.

    “Kondisi udara seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara sedang buruk,” kata Marjuki, Jumat (28/8 /2026) malam.

    Data ISPUnet juga mencatat kelembapan udara mencapai 96,07 persen, tekanan udara 1.013 mBar, dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius.

    Tingginya konsentrasi partikulat menjadi persoalan utama dalam kondisi tersebut. PM10 dan PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat terhirup ke dalam sistem pernapasan.

    Nilai ISPU 462 menunjukkan kondisi yang jauh berada di atas ambang kategori berbahaya. Situasi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

    Masyarakat yang berada di wilayah terdampak disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan pernapasan ketika harus beraktivitas di luar.

    Kondisi kualitas udara tersebut juga perlu dipantau secara berkala karena konsentrasi partikulat dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, serta sumber emisi di wilayah sekitar.

    Di tengah situasi karhutla yang masih menjadi perhatian di Kotim, tingginya partikulat menjadi indikator penting untuk melihat dampak asap terhadap kualitas udara masyarakat. (***)