Tag: Kesehatan Ibu dan Anak

  • Merries Dukung Posyandu Alfamart di Sampit, Layanan Kesehatan Sasar 2.800 Ibu dan Balita di 28 Titik

    Merries Dukung Posyandu Alfamart di Sampit, Layanan Kesehatan Sasar 2.800 Ibu dan Balita di 28 Titik

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kota Sampit menjadi salah satu dari 28 titik pelaksanaan Alfamart Sahabat Posyandu sepanjang Oktober 2026.

    Kegiatan yang berlangsung di halaman Alfamart Tjilik Riwut KM 1, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (6/10/2026), tersebut menghadirkan layanan kesehatan dasar bagi ibu dan balita yang didukung oleh Merries.

    Sejumlah ibu membawa anak mereka mengikuti layanan Posyandu yang meliputi pemeriksaan tumbuh kembang, imunisasi, pemberian makanan tambahan, serta edukasi mengenai pemenuhan gizi anak. Peserta juga mendapatkan produk popok Merries secara gratis.

    Pelaksanaan di Sampit merupakan bagian dari rangkaian Alfamart Sahabat Posyandu yang sepanjang Oktober digelar di 28 titik di sejumlah wilayah Indonesia. Program tersebut menargetkan sekitar 2.800 penerima manfaat.

    General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan pelaksanaan Posyandu dilakukan secara rutin setiap bulan dengan memanfaatkan halaman gerai Alfamart sebagai lokasi kegiatan.

    ”Konsistensi program ini terus Alfamart jaga dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Rani dalam keterangannya.

    Menurut Rani, pemanfaatan halaman gerai sebagai lokasi Posyandu ditujukan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Keberadaan gerai yang berada di sekitar permukiman dinilai dapat memudahkan orang tua membawa anak mengikuti kegiatan Posyandu.

    ”Dengan keberadaan gerai Alfamart yang dekat dengan masyarakat, Alfamart berharap kehadiran program ini dapat memberikan nilai tambah, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, kader Posyandu bersama tenaga dari dinas kesehatan setempat memberikan pendampingan kepada peserta. Selain pemeriksaan kondisi anak, orang tua mendapatkan informasi mengenai tumbuh kembang dan kebutuhan gizi.

    ”Kehadiran kader Posyandu bersama tenaga dari dinas kesehatan memberikan pendampingan yang dibutuhkan para ibu untuk memantau tumbuh kembang anak,” kata Rani.

    Ia mengatakan edukasi menjadi bagian dari layanan agar orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan kesehatan dan gizi anak.

    ”Kami berharap layanan dan edukasi yang diberikan dapat membantu orangtua lebih memahami kebutuhan kesehatan dan gizi anak,” lanjutnya.

    Merries Dukung Pelaksanaan di 28 Titik

    Dukungan Merries pada Alfamart Sahabat Posyandu Oktober 2026 merupakan kolaborasi perdana merek tersebut dalam program Posyandu Alfamart.

    Vice President Marketing Kao Indonesia, Susilowati, mengatakan kerja sama tersebut mempertemukan kegiatan layanan Posyandu dengan perhatian terhadap kebutuhan perawatan dan kenyamanan bayi.

    ”Kolaborasi bersama Alfamart Sahabat Posyandu pada Oktober 2026 menjadi kerja sama perdana bagi Merries dalam program tersebut,” tutur Susilowati.

    Dalam kegiatan di Kota Sampit, dukungan Merries diwujudkan antara lain melalui pemberian produk popok kepada peserta. Susilowati mengatakan Merries terus menghadirkan produk yang ditujukan untuk mendukung orang tua dalam merawat bayi.

    ”Merries terus berinovasi dengan menghadirkan produk berkualitas untuk mendukung orang tua dalam memberikan perawatan kesehatan dan kenyamanan untuk kulit Jagoan Kecil Keluarga,” ujarnya.

    Susilowati juga menyampaikan bahwa Merries Jagoan Kulit Bayi telah melalui pengujian klinis terkait pencegahan iritasi kulit bayi di Indonesia oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Indonesia (PERDOSKI).

    ”Merries Jagoan Kulit Bayi yang menjaga kulit Jagoan Kecil Keluarga, terbukti sebagai satu-satunya popok bayi yang telah teruji klinis dapat cegah iritasi kulit pada bayi di Indonesia oleh PERDOSKI,” katanya.

    Ia berharap keterlibatan Merries dalam kegiatan Posyandu dapat turut mendukung edukasi bagi orang tua mengenai perawatan bayi dan tumbuh kembang anak.

    ”Semoga kolaborasi bersama Merries dalam program Posyandu ini dapat memberikan solusi yang dapat mendukung edukasi kepada orang tua dalam menghadirkan kenyamanan dan tumbuh kembang Jagoan Kecil Keluarga se-Indonesia,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Alfamart dan Kalbe Nutritionals Dekatkan Layanan Posyandu, 2.800 Ibu dan Anak Jadi Penerima Manfaat

    Alfamart dan Kalbe Nutritionals Dekatkan Layanan Posyandu, 2.800 Ibu dan Anak Jadi Penerima Manfaat

    SAMPIT, kanalindependen.id – Akses layanan kesehatan dasar dan edukasi gizi bagi ibu dan anak terus didekatkan ke lingkungan masyarakat.

    Melalui program Alfamart Sahabat Posyandu yang berkolaborasi dengan Kalbe Nutritionals melalui Morinaga Chil*Go!, lebih dari 2.800 penerima manfaat dijangkau dengan sebaran 28 titik sepanjang September 2026.

    Salah satu kegiatan berlangsung di Alfamart Tjilik Riwut km 1, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (7/9/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan sejumlah layanan yang berkaitan dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Layanan meliputi pemeriksaan tumbuh kembang, pemantauan kesehatan dan nutrisi, edukasi gizi, hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

    Pelaksanaan kegiatan melibatkan kader Posyandu dan tenaga kesehatan setempat. Dengan demikian, orang tua tidak hanya mendapatkan pemeriksaan bagi anak, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai kesehatan dan kebutuhan nutrisi dalam mendukung proses tumbuh kembang.

    General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Alfamart Sahabat Posyandu merupakan program yang dijalankan secara berkelanjutan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat.

    Pelaksanaan program telah dipetakan hingga Desember 2026 agar jangkauannya semakin luas dan dapat menyentuh lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah.

    ”Program ini secara konsisten kami jalankan. Hingga Desember 2026, kami telah memetakan sebaran program agar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah, termasuk wilayah yang sebelumnya belum terjangkau,” kata Rani.

    Pemanfaatan gerai Alfamart sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat.

    Lokasi gerai yang berada dekat dengan lingkungan tempat tinggal dinilai dapat memudahkan keluarga mengakses layanan Posyandu sekaligus memperoleh informasi mengenai kesehatan dan nutrisi.

    ”Alfamart yang dekat dengan masyarakat turut memberikan dampak sosial melalui berbagai inisiatif, salah satunya Alfamart Sahabat Posyandu. Kami berharap program ini dapat terus berkontribusi dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak Indonesia,” ujarnya.

    Dorong Akses Nutrisi Berkualitas

    Kolaborasi dalam program Alfamart Sahabat Posyandu juga melibatkan Kalbe Nutritionals melalui Morinaga Chil*Go!.

    Brand Manager Morinaga Chil*Go! Kalbe Nutritionals, Andre Gusli, mengatakan keterlibatan dalam program tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menghadirkan akses nutrisi berkualitas bagi lebih banyak keluarga Indonesia.

    Morinaga Chil*Go! diposisikan sebagai produk susu berkualitas Jepang yang kini lebih terjangkau bagi keluarga Indonesia. Produk tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan nutrisi yang mendampingi anak tumbuh dan berkembang sesuai tahapan usianya.

    Andre menegaskan, dukungan terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Edukasi kepada orang tua dan pemantauan kesehatan anak juga menjadi bagian penting yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

    ”Kami percaya bahwa dukungan terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya dimulai dari nutrisi yang berkualitas, tetapi juga dari edukasi dan pemantauan kesehatan yang dapat diakses oleh keluarga,” ujar Andre.

    Sebagai bagian dari Kalbe Nutritionals, Morinaga Chil*Go! terus berupaya menghadirkan nutrisi berkualitas dengan memadukan keunggulan riset dan kualitas Jepang dengan harga yang terjangkau bagi keluarga Indonesia.

    ”Melalui kolaborasi bersama Alfamart dan aktivitas Posyandu ini, kami ingin membawa edukasi mengenai pentingnya nutrisi dan tumbuh kembang anak lebih dekat kepada para ibu, sekaligus memberikan pilihan nutrisi berkualitas yang dapat dijangkau oleh lebih banyak keluarga Indonesia,” lanjutnya.

    Kolaborasi Alfamart dan Morinaga Chil*Go! tersebut diwujudkan melalui rangkaian aktivitas Posyandu di berbagai wilayah Indonesia.

    Program itu diarahkan untuk memperluas akses keluarga terhadap layanan kesehatan dasar, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi nutrisi yang mudah dijangkau oleh para orang tua.

    Dengan dukungan jaringan Alfamart yang luas dan berada dekat dengan masyarakat, Posyandu diharapkan dapat hadir sebagai ruang yang lebih mudah diakses dan relevan bagi keluarga.

    Inisiatif tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga kesehatan anak dan memantau tumbuh kembangnya.

    Kehadiran Alfamart Sahabat Posyandu juga mendapat respons positif dari peserta. Selain memperoleh layanan pemeriksaan dan edukasi, peserta juga mendapatkan goodie bag berisi berbagai kebutuhan serta produk Chil*Go! pertumbuhan secara gratis.

    Wiwi, salah seorang peserta, mengatakan kehadiran layanan tersebut memberikan kemudahan bagi dirinya untuk memeriksakan kondisi kesehatan anak.

    ”Ini sangat bagus dan memudahkan. Ada kader Posyandu yang membantu memeriksa anak saya. Selama menunggu juga ada aktivitas untuk anak, jadi tidak mudah bosan. Kami juga mendapat bingkisan,” ujarnya.

    Menurutnya, layanan yang dikemas dengan melibatkan kader Posyandu dan tenaga kesehatan tersebut memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi orang tua maupun anak.

    Selain pemeriksaan, orang tua juga memiliki kesempatan mendapatkan informasi mengenai kesehatan dan nutrisi yang dapat menjadi bekal dalam mendukung tumbuh kembang anak di rumah.

    Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Alfamart Sahabat Posyandu akan terus diperluas ke sejumlah wilayah.

    Perluasan program tersebut diharapkan semakin mendekatkan akses layanan kesehatan dasar, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi gizi kepada masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anak dalam masa pertumbuhan. (hgn/ign)

  • Asap Karhutla Ancam Kesehatan Janin, Hapus Capaian Kebijakan Udara Bersih Puluhan Tahun

    Asap Karhutla Ancam Kesehatan Janin, Hapus Capaian Kebijakan Udara Bersih Puluhan Tahun

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Keberhasilan pengurangan emisi industri dan kendaraan bermotor selama puluhan tahun kini terancam sirna akibat maraknya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Riset terbaru mendapati bahwa kepulan asap karhutla tidak hanya mencemari lingkungan secara masif, melainkan secara sistematis menghapus manfaat kesehatan udara bersih bagi kelompok masyarakat paling rentan: bayi di dalam kandungan (fetus in the womb).

    Studi teranyar dari University of Maryland, Amerika Serikat, yang dirilis dalam jurnal Frontiers in Environmental Health, mengungkap fakta mengkhawatirkan. Peningkatan aktivitas kebakaran hutan secara konsisten “mengikis” (systematically offsetting) peningkatan kualitas udara prenatal yang sebelumnya berhasil dicapai melalui regulasi pengetat emisi pabrik dan kendaraan.

    Para peneliti mengolah data paparan partikel debu halus (PM 2.5) dari 65 juta kelahiran selama periode 16 tahun. Hasil studi menunjukkan bahwa meski rata-rata paparan harian asap dari sumber industri turun hingga 37 persen, kontribusi pencemaran dari karhutla justru melonjak dua kali lipat dalam periode yang sama.

    Senior author riset tersebut, Michel Boudreaux, menekankan bahwa dampak paparan asap karhutla pada masa prenatal memiliki efek berantai yang sangat merusak bagi masa depan anak.

    “Paparan asap karhutla pada periode prenatal secara signifikan meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau dengan berat badan rendah (BBLR). Kondisi ini meningkatkan risiko kematian dini serta penyakit respirasi kronis saat mereka tumbuh dewasa,” terang Michel Boudreaux, mengutip Archtehnica.com.

    Riset ini juga menggarisbawahi adanya ketimpangan beban (disproportionate burden). Masyarakat berpenghasilan rendah, warga kawasan pedesaan, hingga komunitas adat menjadi kelompok yang paling parah terdampak kepulan asap karhutla. Ironisnya, wilayah-wilayah yang mengalami penurunan kualitas udara terparah akibat karhutla tersebut umumnya memiliki akses fasilitas kesehatan neonatal yang sangat terbatas.

    Penyebaran asap karhutla yang makin dominan di atmosfer kini menjadi bukti nyata bahwa ancaman pencemaran udara telah bergeser dari polusi kendaraan menuju bencana karhutla berbasis perubahan iklim. Para ahli mendesak pemerintah dan pemangku kebijakan untuk tidak hanya berfokus pada pengetatan emisi kota, tetapi juga wajib menyediakan infrastruktur mitigasi darurat bagi warga terdampak seperti ruang perlindungan udara bersih (clean-air shelter), penyediaan filter udara, serta jaminan akses medis darurat bagi ibu hamil di kawasan rawan karhutla.

    Temuan riset global ini adalah tamparan keras bagi penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Di saat wilayah Kotim terus dikepung ratusan hotspot dan ribuan hektare lahan gambut terbakar, ancaman kabut asap tidak boleh lagi ditakar sebatas persoalan jarak pandang penerbangan atau gangguan aktivitas ekonomi belaka. Ada ancaman tak terlihat (invisible threat) yang sedang mengintai kesehatan fisik dan kognitif bayi-bayi yang masih berada di dalam kandungan ibu hamil di Kotim.

    Kanal Independen memberikan catatan evaluasi dan desakan kebijakan pelayanan publik yang sangat tajam:

    1. Perlindungan Prioritas Bagi Ibu Hamil di Zona Rawan Karhutla: Dinas Kesehatan Kotim bersama Puskesmas di kecamatan rawan seperti Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Seranau, dan Mentaya Hilir Selatan didesak segera mendistribusikan masker standar N95/KN95 dan vitamin secara gratis khusus bagi ibu hamil.
    2. Penyediaan Ruang Singgah Berudara Bersih di Tiap Desa/Kelurahan: Pemkab Kotim wajib menginstruksikan pembentukan fasilitas clean-air shelter yang dilengkapi pemurni udara (air purifier) di pusat-pusat kesehatan masyarakat atau kantor desa. Langkah ini krusial untuk menyelamatkan generasi masa depan Kotim dari ancaman cacat lahir dan penyakit paru kronis akibat paparan asap gambut.

    Lindungi ibu hamil dari asap gambut, selamatkan generasi masa depan Kotim!  Asap karhutla terbukti rusak janin di dalam kandungan! 🚨 Dinkes Kotim wajib bagikan masker N95 gratis bagi ibu hamil! (***)