Tag: manifesto

  • Ketika Kebenaran Tenggelam, Kami Menyelam Lebih Dalam

    Ketika Kebenaran Tenggelam, Kami Menyelam Lebih Dalam

    Menulis bukan lagi pekerjaan sulit. Cukup satu ketukan jari di layar ponsel atau papan ketik, ribuan kata bisa tercipta dalam hitungan detik.

    Tengoklah laman media sosial Anda. Facebook, misalnya. Beranda kita dibanjiri artikel hingga visual dengan tata bahasa sempurna dan memukau mata. Narasinya rapi. Judulnya memikat pula.

    Akan tetapi, jika ditelisik lebih dalam, ada kehampaan. Kosong dan tak bernyawa. Tanpa jiwa seorang penulis umumnya.

    Gelombang Artificial Intelligence (AI) atau akrab pula disapa Akal Imitasi, telah mengubah lanskap informasi kita. Siapa saja kini bisa menjadi ”wartawan”. Siapa saja bisa menjadi ”penulis”.

    Kemudahan, kenyamanan, hingga kecepatan yang ditawarkan ”mesin pikiran”, terkadang tak selalu berujung pada nilai kemanusiaan. Atau bahkan kehidupan. Justru membawa pada jurang kebohongan yang kian dalam.

    Bagi mereka, atau mungkin Anda yang merasakan, sebuah pertanyaan purba mungkin saja kian nyaring berkumandang dari sanubari terdalam. ”Mana yang benar?”.

    Ketika semua orang bicara, suasana menjadi bising. Ramai kian menjadi. Saat mesin bisa mengarang cerita, tak jarang fakta kabur, bahkan hilang.

    Kita seolah tenggelam dalam lautan informasi, namun mati kehausan akan kebenaran. Pembaca tersesat. Tak tahu lagi mana arah utara, mana arah selatan. Mana fakta lapangan, mana halusinasi algoritma.

    Pada titik kegelisahan itulah, Kanal Independen lahir.

    Laman: 1 2