Tag: maskapai

  • Wings Air Kembali Beroperasi di Sampit, Sediakan Layanan Lima Rute Strategis Lintas Kalimantan

    Wings Air Kembali Beroperasi di Sampit, Sediakan Layanan Lima Rute Strategis Lintas Kalimantan

    SAMPIT, kanalindependen.id – Konektivitas transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali bergairah. Setelah kurang lebih 1,5 tahun vakum, maskapai Wings Air kembali mengudara di langit Kota Sampit.

    Kehadiran maskapai Wings Air (Lion Group) di Bandar Udara (Bandara) Haji Asan Sampit disambut baik oleh Bupati Kotim Halikinnor saat roda pesawat ATR 72 Turboprop baling-baling ini kembali mendarat membawa penumpang dengan selamat menuju Sampit sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (10/3/2026).

    Pesawat berkapasitas 72 seat ini, sebelumnya sudah lama beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit, namun sejak awal Juli 2024 lalu, pesawat ini tak beroperasi.

    Halikinnor mengungkapkan rasa syukurnya atas kembalinya Wings Air, terutama dalam melayani rute Sampit–Surabaya. Selain itu, maskapai ini dijadwalkan akan menghubungkan Sampit dengan kota-kota lain di Kalimantan seperti Palangkaraya, Pangkalan Bun, Banjarmasin, hingga Ketapang (Pontianak).

    ​Kehadiran maskapai ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya permintaan transportasi udara menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

    “Pemerintah Daerah bersyukur sekali dengan kehadiran Wings Air, apalagi ini menjelang Lebaran seperti saat ini, kebutuhan transportasi udara sangat tinggi sekali. Jadi, dengan masuknya Wings Air, bisa jadi solusi bagi masyarakat Kotim dalam hal bepergian, terutama menghadapi Lebaran tahun ini,” kata Halikinnor.

    Meski Wings Air telah beroperasi, Pemkab Kotim tidak berhenti melakukan lobi. Halikinnor menargetkan maskapai Super Air Jet dapat segera masuk jika pangsa pasar di Sampit terbukti potensial.

    ​Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Kotim juga tengah fokus mengembangkan infrastruktur bandara salah satunya rencana perpanjangan runway (landasan pacu) sepanjang 2.060 meter dengan lebar 30 meter menjadi 2.360. Namun, hingga kini Pemkab masih berproses dalam penyelesaian pembebasan lahan.

    Perpanjangan runway ini menjadi perhatian serius, mengingat ini menjadi salah satu syarat agar pesawat berbadan lebar sejenis Airbus A320 mampu mendarat dengan aman di Bandara Haji Asan Sampit.

    Terkait tarif tiket pesawat Wings Air yang dikeluhkan masyarakat, Halikinnor mengakui bahwa biaya operasional pesawat tipe baling-baling seperti Wings Air cenderung lebih tinggi dibandingkan pesawat jet. Namun, ia menilai harga saat ini masih dalam batas wajar dan terjangkau bagi masyarakat.

    ”Harapan kita dengan adanya maskapai lain masuk lagi, maka harga tiket bisa bersaing. Jadi, masyarakat punya banyak pilihan,” ujarnya.

    Untuk diketahui, selain Wings Air, adapula maskapai NAM Air Boeing 737 500 yang juga melayani rute Sampit-Jakarta, Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang.

    Sementara itu, Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris mengatakan perkembangan aktivitas penumpang menjelang Lebaran.

    “Saat ini pergerakan penumpang masih tergolong normal. Namun pada penerbangan Wings Air dari Sampit-Surabaya full seat. Sedangkan dari Surabaya-Sampit belum terlalu banyak. Ke depan kemungkinan juga akan penuh,” kata Abdul Haris.

    Terkait jadwal penerbangan Wings Air layanan rute Sampit-Banjarmasin, Sampit-Surabaya dijadwalkan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dan, rute Sampit-Palangka Raya dan Sampit-Pangkalan Bun dijadwalkan setiap Senin, Rabu,Jumat dan Minggu.

    “Untuk saat ini arus penumpang masih berjalan normal seperti biasa belum terlihat ada lonjakan penumpang,” katanya.

    Sebagai perbandingan, pada periode Angkutan Lebaran Tahun 2025, Bandara Haji Asan mencatat total keberangkatan sebanyak 5.771 penumpang dengan total 45 penerbangan pesawat serta 6.439 kargo.

    Sementara, jumlah kedatangan penumpang tahun 2025 berjumlah 4.442 penumpang, 35.233 kargo dengan total 45 pergerakan pesawat. “Puncak arus mudik tahun lalu terjadi pada H-2 Sabtu, 29 Maret 2025, dengan mobilisasi 735 penumpang dalam sehari.

    Prediksi kami puncak arus mudik tahun ini tidak akan jauh berbeda, kemungkinan tetap terjadi di H-2 Lebaran dengan rute terbanyak ke Surabaya dan ke Jakarta,” tandasnya. (hgn)

  • Akomodir Pemudik Kehabisan Tiket, NAM Air Sediakan Extra Flight Sampit–Surabaya H+1 Lebaran

    Akomodir Pemudik Kehabisan Tiket, NAM Air Sediakan Extra Flight Sampit–Surabaya H+1 Lebaran

    SAMPIT, kanalindependen.id – Maskapai NAM Air menyiapkan penerbangan tambahan (extra flight) rute Sampit–Surabaya pada H+1 Lebaran 2026 untuk mengakomodasi tingginya permintaan tiket mudik.

    Bahkan, sejak jauh hari sebelum Lebaran 1447 Hijriah, tiket arus mudik rute menuju Sampit dan Semarang sudah habis terjual sejak H-15 hingga hari Lebaran.

    Station Manager NAM Air Sampit Julianto Anggi mengatakan dari tiga rute penerbangan yang disediakan NAM Air di Bandar Udara (Bandara) Haji Asan Sampit sebagian besar sudah full seat.

    ”Jadwal penerbangan rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang sudah habis terjual sejak Januari 2026 terhitung H-15 sampai hari H Lebaran sudah full seat. Sementara, rute Sampit-Jakarta terhitung 12 Maret sampai 20 Maret hari H Lebaran juga sudah full seat. Untuk tanggal keberangkatan lainnya tiket masih tersedia,” kata Julianto Anggi, Kamis (5/3/2026).

    Dalam kesempatan sebelumnya, NAM Air telah mengumumkan pada masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah, pihaknya tidak menambah layanan extra flight.

    Namun, baru-baru ini diinformasikan, adanya penambahan extra flight khususnya penerbangan rute Sampit-Surabaya pada periode 21 Maret 2026 atau H+1 Lebaran.

    “Ada pembaruan informasi untuk layanan extra flight dijadwalkan pada 21 Maret 2026 tetapi hanya rute SMQ-SUB dan SUB-SMQ. Tujuannya untuk mengakomodir masyarakat yang hendak mudik namun telah kehabisan tiket,” ujarnya.

    Penambahan jam terbang untuk layanan rute Sampit-Surabaya ini juga untuk menjawab permintaan masyarakat yang cukup tinggi pada rute tersebut.

    Sebagai informasi, sejak tahun 2025, NAM Air juga telah memaksimalkan kapasitas jumlah angkutan penumpang pesawat. Kapasitas pesawat yang sebelumnya sekitar 120 kursi, kini ditingkatkan menjadi 137 kursi termasuk kursi untuk kru.

    ”Kami tidak menyediakan kursi kelas bisnis, sehingga seat bertambah menjadi 137 seat termasuk kursi untuk kru pesawat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Anggi juga memastikan harga tiket pesawat tidak mengalami kenaikan harga, justru pada periode tertentu akan mengalami penurunan harga.

    ”Tidak ada kenaikan harga, yang ada harga tiket justru mengalami penurunan pada periode penerbangan 14-29 Maret 2026,” kata Julianto Anggi.

    Harga normal rute Sampit – Jakarta yang semula Rp1.466.263 turun menjadi Rp1.217.330, rute Sampit-Surabaya yang semula Rp1.195.939 turun menjadi Rp991.500 dan rute Sampit-Semarang yang semula Rp1.249.780 turun harga menjadi Rp1.036.480.

    Sementara itu, terkait jadwal keberangkatan tak mengalami perubahan jadwal. Untuk rute Sampit (SMQ) – Jakarta (CGK) dijadwalkan setiap hari. Pada Senin, Rabu, Jumat, Minggu keberangkatan jam 11.55 WIB, Kamis keberangkatan jam 16.05 dan Selasa, Sabtu dijadwalkan berangkat jam 08.05 WIB.

    Rute Sampit (SMQ) – Surabaya (SUB) dijadwalkan lima kali seminggu pada Senin, Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu dengan jadwal keberangkatan jam 08.05 WIB.

    ”Jadwal penerbangan masih sama seperti biasanya. Untuk rute Sampit (SMQ) – Semarang (SRG) hanya dijadwalkan tiga kali penerbangan dalam seminggu pada Selasa, Kamis Sabtu jam 10.45 WIB,” pungkasnya. (hgn/ign)