Tag: MB Ketapang

  • Sudah Tercekik Asap, Warga Sampit Kini Dipaksa Minum Air Asin: Intrusi Laut Tembus Baamang

    Sudah Tercekik Asap, Warga Sampit Kini Dipaksa Minum Air Asin: Intrusi Laut Tembus Baamang

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Menderita di bawah cengkeraman racun asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum cukup bagi warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kini, masyarakat Kota Sampit dan sekitarnya dihadapkan pada penderitaan ganda: rusaknya sumber air bersih akibat lonjakan kadar garam (salinitas) Sungai Mentaya. Lidah intrusi air laut yang kian menyorok jauh ke hulu resmi menembus wilayah Kecamatan Baamang, Rabu (14/10/2026).

    Kondisi darurat ini memaksa Perumdam Tirta Mentaya Kotim merilis imbauan agar warga di lima kecamatan terdampak menghentikan total penggunaan air leting/PDAM untuk kebutuhan minum dan memasak.

    Kecamatan Baamang menjadi wilayah terbaru yang terjangkit racun air asin setelah sebelumnya melumpuhkan pasokan air bersih di Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Seranau, dan Mentawa Baru Ketapang.

    Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya Kotim  Edy Dyufriadi, membeberkan bahwa air baku di Intake Tanah Mas, Kecamatan Baamang, telah berubah rasa menjadi payau akibat kemarau ekstrem yang mengeringkan debit air tawar dari daratan.

    “Sehubungan dengan kondisi musim kemarau yang menyebabkan terjadinya intrusi air laut dan peningkatan kadar salinitas, air baku Sungai Mentaya di Intake Tanah Mas mulai terasa payau. Pelanggan di lima kecamatan diimbau tidak menggunakan air distribusi untuk minum maupun memasak, dan sementara ini hanya diperuntukkan bagi kebutuhan MCK,” tegas Edy Dyufriadi, Rabu (14/10/2026).

    Debit Anjlok 50 Liter per Detik dan Penyaluran Bantuan Digeser ke Kota Besi

    Dampak mengganasnya intrusi air laut ini tidak hanya merusak cita rasa air baku, tetapi juga memangkas kemampuan produksi Perumdam Tirta Mentaya. Debit air baku dilaporkan merosot drastis antara 40 hingga 50 liter per detik, yang mengakibatkan gangguan tekanan dan penurunan volume distribusi di zona pelayanan Baamang dan Ketapang.

    Meski demikian, Perumdam memilih tetap mengoperasikan pompa distribusi agar kebutuhan mendasar MCK (mandi, cuci, kakus) masyarakat tidak terhenti total. Sebagai langkah darurat, titik pengisian tangki bantuan air bersih layak minum terpaksa digeser dari Baamang ke Kecamatan Kota Besi yang pasokannya dinilai masih aman.

    Namun, Perumdam memperingatkan zona aman tersebut terancam sirna. Jika hujan berintensitas tinggi tidak kunjung turun hingga akhir Oktober 2026, air asin diprediksi bakal terus merayap naik dan melumpuhkan intake air di Kecamatan Kota Besi.

    Lumpuhnya kualitas air minum di lima kecamatan utama Kotim menjadi bukti konkret rapuhnya infrastruktur mitigasi bencana kekeringan Perumdam Tirta Mentaya. Membiarkan ratusan ribu warga mengonsumsi air asin atau membeli air galon dengan biaya membengkak di tengah bencana asap karhutla adalah bentuk pembiaran krisis multidimensi.

    Dua penekanan kritis dari Kanal Independen:

    1. Urgensi Pendistribusian Tangki Air Bersih Gratis: Pemkab Kotim dan Perumdam Tirta Mentaya didesak mengerahkan seluruh armada tangki air secara sistematis ke permukiman padat penduduk. Bantuan air minum gratis wajib didistribusikan untuk mencegah keputusasaan warga yang nekat memasak menggunakan air asin berpolusi tinggi.
    2. Pembangunan Bendung Gerak/Teknologi Pengolahan Salinitas: Perumdam dan Dinas PUPR Kotim dituntut menyusun solusi jangka panjang berupa pembangunan struktur penahan intrusi (estuary dam) atau sistem pengolahan air asin (Desalination System) pada intake utama, agar krisis tahunan ini tidak terus berulang setiap kali kemarau melanda.

    Sudah tercekik asap, warga Sampit kini dipaksa minum air asin!  Intrusi air laut tembus Baamang, air PDAM di 5 kecamatan resmi tak layak minum dan memasak!  Debit air turun 50 liter/detik, Pemkab dan  Perumdam didesak pasok tangki air bersih gratis untuk warga! (***)

  • Beruang Terluka Belum Ditemukan, Lutung Abu-Abu Ditemukan Mati di Tanah Mas: Rentetan Tragedi Satwa di Perkotaan Sampit

    Beruang Terluka Belum Ditemukan, Lutung Abu-Abu Ditemukan Mati di Tanah Mas: Rentetan Tragedi Satwa di Perkotaan Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Gelombang krisis lingkungan dan terdesaknya satwa liar ke kawasan permukiman di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) makin menunjukkan potret suram. Upaya penyisiran maraton BKSDA Pos Sampit bersama aktivis lingkungan untuk mengevakuasi beruang madu (Helarctos malayanus) yang mengalami luka parah di Jalan Tjilik Riwut Km 8, Gang Budi Mufakat, belum membuahkan hasil hingga Rabu (7/10/2026) sore.

    Pencarian ketat dilakukan sejak pagi dengan menyusuri kawasan perkebunan, hutan, parit sumber air, hingga kebun nanas warga yang diduga menjadi sumber pakan satwa. Bahkan, satu unit drone pencari diterbangkan untuk menyisir tajuk vegetasi dari udara. Namun, beruang yang diduga kuat menjadi korban kejahatan jerat seling baja (jerat sisit) tersebut belum berjumpa fisik.

    Di tengah sengitnya perburuan waktu menyelamatkan beruang berdarah tersebut, BKSDA Pos Sampit justru kembali menerima laporan duka satwa pada pukul 17.40 WIB dari Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK).

    Sekor lutung abu-abu (Trachypithecus cristatus) dilaporkan terluka parah. Namun naas, saat tim BKSDA tiba di lokasi kejadian, mamalia langka tersebut telah meregang nyawa.

    “Saat petugas tiba di lokasi Tanah Mas, lutung abu-abu tersebut sudah dalam kondisi mati. Hasil pemeriksaan awal menemukan dua luka sobek menganga di bagian punggung dan pantat satwa. Dari keterangan warga, lutung terjatuh dari bangunan tinggi lalu diserang dan digigit anjing warga,” terang Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, Rabu (7/10/2026).

    Setelah pengumpulan data dan observasi selesai, bangkai lutung abu-abu tersebut langsung dikuburkan secara layak di wilayah Kelurahan Tanah Mas oleh tim BKSDA bersama relawan lingkungan Sampit.

    Dua Tragedi Satwa yang terjadi bersamaan pada Rabu (7/10/2026) beruang berkaki buntung yang berkeliaran di Km 8 serta lutung abu-abu yang tewas di Tanah Mas menjadi bukti tak terbantahkan hancurnya koridor vegetasi penyangga Kota Sampit.

    Ketika benteng hutan gambut di sekeliling Sampit hangus terbakar karhutla dan dirusak oleh maraknya jerat perburuan liar, satwa liar terisolasi di pulau-pulau vegetasi sempit (habitat fragmentation). Kondisi ini memaksa mereka merangsek ke zona aktivitas manusia, memicu kecelakaan fatal seperti terjatuh dari bangunan, diserang hewan peliharaan, hingga terancam mati perlahan akibat luka infeksi.

    BKSDA Kalteng didesak menerjunkan peralatan pencari bersensor panas (drone thermal) serta menyiagakan senapan pembius (tranquilizer gun). Beruang dalam kondisi terluka parah sangat defensif dan berpotensi memicu konflik mematikan jika terdesak masuk ke rumah warga di Gang Budi Mufakat.

    Kepolisian Polres Kotim bersama Balai Gakkum KLHK dituntut bertindak tegas dengan menggelar operasi penyisiran jerat baja serta menindak pelaku perburuan liar di sepanjang koridor Jalan Tjilik Riwut dan Lingkar Utara Sampit. (***)

  • Terdesak Karhutla ke Jantung Kota: Tenggiling 4 Kg Ditemukan di Parit Depan Puskesmas Ketapang II Sampit

    Terdesak Karhutla ke Jantung Kota: Tenggiling 4 Kg Ditemukan di Parit Depan Puskesmas Ketapang II Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) makin nyata merangsek ke area perkotaan. Seekor trenggiling (Manis javanica) berbobot sekitar 4 kilogram ditemukan warga tersesat di saluran parit Jalan H. Imran, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK), Sampit, Minggu (4/10/2026) sore.

    Satwa langka yang dilindungi undang-undang tersebut ditemukan tepat di depan bangunan Puskesmas Ketapang II sekitar pukul 15.00 WIB. Diduga kuat, trenggiling ini terdesak keluar dari kawasan habitat aslinya di pinggiran perkotaan yang kini ludes terbakar dan terkepung kabut asap pekat.

    Sadar akan status perlindungan satwa tersebut, warga setempat tidak menangkapnya untuk dipelihara atau diperjualbelikan, melainkan langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim.

    Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah, menyampaikan bahwa penanganan evakuasi berjalan cepat berkat kolaborasi responsif warga, tim Damkar, dan komunitas relawan lingkungan.

    “Tenggiling awalnya diamankan oleh Danregu Damkar, Febri, lalu dibawa ke Mako Damkar. Selanjutnya, satwa diserahkan kepada Hari bersama aktivis lingkungan untuk diteruskan kepada petugas BKSDA Pos Sampit sekitar pukul 18.40 WIB,” terang Muriansyah dalam laporan resminya, Minggu (4/10/2026).

    Kondisi Sehat Tanpa Luka, Siap Dilepasliarkan di Kebun Raya Sampit

    Setelah menerima penyerahan satwa, petugas BKSDA Pos Sampit langsung melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pemeriksaan medis awal menunjukkan kondisi mamalia bersisik tersebut dalam keadaan sehat dan mulus tanpa luka bakar maupun cidera fisik.

    Penyerahan trenggiling ini dilakukan usai tim BKSDA Pos Sampit menyelesaikan observasi lapangan terkait kemunculan orangutan di dua lokasi terpisah pada hari yang sama.

    Merespons temuan ini, BKSDA Pos Sampit berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II BKSDA Kalteng di Pangkalan Bun untuk proses pelepasliaran (release).

    “Rencananya, trenggiling ini akan dilepasliarkan pada Senin (5/10/2026) pagi di kawasan Kebun Raya Sampit. Proses pelepasliaran dibantu oleh Hadi, aktivis lingkungan sekaligus pengelola Kebun Raya Sampit dan staf DLH Kotim,” tambah Muriansyah.

    Kesadaran warga Ketapang yang memilih melaporkan temuan satwa dilindungi kepada pihak berwenang mendapat apresiasi tinggi. Tindakan ini mencegah potensi perdagangan satwa ilegal maupun kematian satwa akibat terisolasi di pemukiman padat penduduk.

    Penemuan trenggiling di parit pusat kota Sampit menjadi alarm keras hancurnya ekosistem penyangga (buffer zone) di sekitar MB Ketapang. Ketika hutan dan semak belukar di pinggiran kota terbakar habis, satwa-satwa liar yang selamat tidak lagi memiliki ruang jelajah selain menerobos ke kawasan padat permukiman warga untuk mencari perlindungan.

    Keputusan melepasliarkan trenggiling ke Kebun Raya Sampit harus diimbangi dengan pengamanan ketat dari ancaman karhutla dan pemburu liar. Pemkab Kotim melalui DLH wajib menyiagakan personel dan jaringan sumur bor di kawasan Kebun Raya agar ruang konservasi ini tidak ikut terbakar.

    BKSDA Resort Sampit dan Damkarmat Kotim didesak memperluas sosialisasi call center darurat konflik satwa. Mengingat krisis karhutla masih berlangsung, potensi kemunculan satwa liar lain seperti ular, trenggiling, hingga primata di permukiman kota diperkirakan masih tinggi.

  • Menagih Wajah Baru Titik Nol Sampit: Proyek Terpadu Bundaran KB Wajib Masuk APBD Kalteng 2027

    Menagih Wajah Baru Titik Nol Sampit: Proyek Terpadu Bundaran KB Wajib Masuk APBD Kalteng 2027

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kawasan strategis Bundaran KB yang menjadi titik nol ruas jalan penghubung Sampit–Samuda di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK) kini resmi masuk radar prioritas pembangunan skala besar. Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melancarkan desakan kuat agar proyek penataan kawasan terpadu di gerbang selatan Kota Sampit ini resmi diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalteng Tahun Anggaran 2027.

    Langkah ini diambil seiring dengan pesatnya pertumbuhan pemukiman, sentra ekonomi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta kepadatan arus lalu lintas menuju wilayah pesisir Samuda dan Ujung Pandaran yang melintasi kawasan bersejarah tersebut.

    Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, menegaskan bahwa penataan Bundaran KB tidak boleh sekadar menyentuh polesan estetika Tugu KB semata, melainkan wajib mengeksekusi infrastruktur penunjang secara holistik guna menciptakan simpul lalu lintas yang tertib, modern, dan representatif.

    “Saya mengusulkan agar penataan kawasan Bundaran KB ini dapat masuk pada tahun anggaran 2027. Ruas jalannya merupakan kewenangan provinsi, sementara bundarannya kewenangan kabupaten. Dengan kolaborasi penataan dari provinsi, pemerintah kabupaten tentu terdorong menata tugu bundaran ini agar lebih ikonik dan menjadi salah satu titik wisata baru,” ujar Abdul Hafid usai meninjau lokasi, Sabtu (3/10/2026).

    Sinergi Lintas Kewenangan dan Rencana Pengoperasian Infrastruktur Terpadu

    Kawasan Bundaran KB memiliki irisan kewenangan yang unik. Badan jalan utama yang menghubungkan Sampit–Samuda berada di bawah wewenang Dinas PUPR Provinsi Kalteng, sedangkan fisik Tugu KB berada di bawah kewenangan Pemkab Kotim.

    Menanggapi usulan legislatif tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalteng, Chandra Puji Asmara mewakili Kepala Dinas PUPR Kalteng Juni Gultom menyatakan kesiapannya untuk mematangkan konsep teknis penataan kawasan terpadu.

    PUPR Kalteng merancang penataan terpadu yang mencakup: Pertama, Pelebaran Badan Jalan: Mengantisipasi kemacetan dan lonjakan volume kendaraan menuju wilayah selatan.

    Selanjutnya, Drainase Modern dan Trotoar Ramah Pejalan Kaki: Mencegah genangan air saat hujan deras serta menyediakan ruang pedestrian yang aman.

    Kemudian, Ruang Terbuka Hijau (RTH): Menjadikan kawasan bersejarah simbol Keluarga Berencana (KB) tersebut lebih tertata dan asri.

    Dukungan penuh juga disampaikan oleh Camat Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Irpansyah. Pihak kecamatan menegaskan kesiapan jajarannya untuk memfasilitasi sosialisasi dan pendekatan komunikatif kepada para pedagang serta warga jika terdampak langsung rencana pelebaran lahan proyek tersebut.

    Rencana penataan Bundaran KB masuk APBD 2027 merupakan langkah progresif untuk mempercantik gerbang selatan Kota Sampit. Namun, belajar dari proyek infrastruktur publik terdahulu di Kotim, kolaborasi antar-pemerintah (cross-jurisdictional collaboration) sering kali terkendala ego sektoral dan koordinasi lapak warga.

     Pemprov Kalteng dan Pemkab Kotim didesak menyusun MoU resmi serta Detail Engineering Design (DED) yang transparan sejak 2026, guna memastikan proyek ini tidak sekadar menjadi wacana politik menjelang pembahasan anggaran.

    Sementara itu, Pemerintah Kecamatan MB Ketapang bersama Satpol PP wajib mengedepankan pendekatan komunikatif terhadap para pelaku UMKM dan pemilik lapak di sekitar Bundaran KB agar rencana pelebaran jalan dan trotoar tidak memicu konflik sosial baru di tengah kondisi ekonomi yang tertekan. (***)

  • Intrusi Air Laut Kian Masuk, Air Perumdam di Samuda Hingga Ketapang Terasa Asin

    Intrusi Air Laut Kian Masuk, Air Perumdam di Samuda Hingga Ketapang Terasa Asin

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Bencana kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengancam ketahanan air bersih warga. Pasokan air dari Perumdam Tirta Mentaya di sejumlah kawasan mulai mengalami peningkatan salinitas atau perubahan rasa menjadi asin akibat penetrasi intrusi air laut yang kian jauh merangsek ke aliran Sungai Mentaya.

    Kondisi berubahnya kualitas air ini terpantau meluas mulai dari Samuda (Mentaya Hilir Selatan), Bagendang (Mentaya Hilir Utara), hingga Pelangsian dan Ketapang di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

    Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya Edy Dyufriadi, membenarkan fenomena peningkatan salinitas air baku tersebut yang mulai terpantau sejak Sabtu (19/9/2026). Perumdam terus melakukan pengecekan kualitas air setiap hari untuk memantau kadar garam di setiap jaringan pelanggan.

    “Peningkatan rasa asin mulai terpantau sejak Sabtu kemarin. Kami lakukan pengecekan tiap hari untuk memantau perkembangan salinitas di masing-masing wilayah,” ujar Edy Dyufriadi, Minggu (20/9/2026).

    Menanggapi kondisi tersebut, Perumdam Tirta Mentaya merilis instruksi khusus penggunaan air bagi pelanggan. Warga di Samuda, Bagendang, dan Pelangsian dilarang keras menggunakan air Perumdam untuk minum maupun memasak, dan hanya diperbolehkan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Sementara itu, pelanggan di wilayah Ketapang masih diizinkan mengonsumsinya dengan syarat wajib merebus air hingga mendidih terlebih dahulu.

    Anjuran ini diterbitkan karena tingginya kadar salinitas serta Total Dissolved Solids (TDS) berisiko memicu gangguan kesehatan seperti perut kembung, mual, muntah, hingga diare.

    Meskipun intrusi air laut telah memengaruhi rasa air di jaringan pelanggan wilayah selatan hingga Ketapang, Perumdam memastikan sumber air baku pada Intake Baamang sejauh ini masih dalam kondisi aman. Petugas mengantisipasinya dengan menggeser titik pengambilan air (intake) lebih jauh ke arah hulu sungai, yakni sekitar 8 hingga 9 kilometer ditarik lurus dari lokasi semula.

    Fenomena masuknya air asin ini tidak hanya dialami Kotim, tetapi juga melanda sejumlah kabupaten tetangga di Kalimantan Tengah seperti Kapuas, Pangkalan Bun (Kobar), dan Seruyan. Jika hujan bercurah tinggi tak kunjung turun hingga Oktober, intrusi laut diprediksi akan terus bergerak semakin jauh mengancam sumber air baku perkotaan.

     

    Masuknya intrusi air laut hingga ke wilayah Pelangsian dan Ketapang membuktikan bahwa Kotim kini berada dalam krisis bencana ganda: terkepung racun asap di udara dan krisis air minum di darat. Ketika air kran warga tak lagi layak minum akibat kadar garam dan TDS tinggi, beban ekonomi masyarakat miskin perkotaan akan melonjak drastis karena harus membeli air galon kemasan untuk kebutuhan harian.

    Dua penekanan kritis dari Kanal Independen:

    Pemkab Kotim bersama Perumdam Tirta Mentaya didesak untuk tidak sekadar mengeluarkan larangan konsumsi, melainkan wajib mendistribusikan armada mobil tangki air bersih gratis secara rutin ke titik-titik pemukiman terdampak di Samuda, Bagendang, Pelangsian, dan Ketapang. Di sisi lain, instansi kesehatan masyarakat perlu menyiagakan fasilitas Pustu dan Puskesmas guna mengantisipasi lonjakan kasus penyakit pencernaan (gastroenteritis) akibat ketidaktahuan warga yang nekat mengonsumsi air ber-TDS tinggi.

    Air kran Sampit mulai asin! Intrusi air laut serbu Samuda, Bagendang, Pelangsian hingga Ketapang! Perumdam larang konsumsi air kran di wilayah selatan, Pemkab wajib bagi air bersih gratis! (***)

  • Hotspot Kotim Tembus 1.980 Titik, Api Tak Lagi Terkonsentrasi di Satu Wilayah

    Hotspot Kotim Tembus 1.980 Titik, Api Tak Lagi Terkonsentrasi di Satu Wilayah

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Sebaran titik panas atau hotspot di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin meluas. Dalam pemantauan selama 24 jam hingga pembaruan pukul 16.00 WIB, Minggu (20/9), tercatat sebanyak 1.980 hotspot terdeteksi di wilayah tersebut.

    Data rekap hotspot menunjukkan, sebanyak 243 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi atau confidence level minimal 80 persen. Sementara itu, 1.662 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah dan 75 titik masuk kategori rendah.

    Sebaran hotspot tidak lagi terkonsentrasi di satu kawasan. Mentaya Hilir Utara menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 582 titik. Disusul Pulau Hanaut sebanyak 386 titik, Teluk Sampit 203 titik, dan Mentawa Baru Ketapang 190 titik.

    Selanjutnya, hotspot terdeteksi di Kota Besi sebanyak 123 titik, Baamang 121 titik, Mentaya Hulu 108 titik, Mentaya Hilir Selatan 73 titik, Seranau 48 titik, serta Cempaga Hulu 33 titik.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa deteksi hotspot telah menyebar di sejumlah wilayah Kotim, termasuk kawasan perkotaan dan wilayah kecamatan di bagian selatan.

    Pada kategori confidence tinggi, sejumlah lokasi tercatat memiliki konsentrasi yang cukup menonjol. Bagendang Tengah di Kecamatan Mentaya Hilir Utara mencatat 53 titik, disusul Bagendang Hilir sebanyak 26 titik.

    Sementara itu, Lampuyang di Kecamatan Teluk Sampit memiliki 23 hotspot confidence tinggi. Desa Hanaut di Kecamatan Pulau Hanaut tercatat 20 titik.

    Lokasi lainnya yang masuk dalam daftar dengan confidence tinggi antara lain Kelurahan Baamang Hulu sebanyak 12 titik, Ujung Pandaran 12 titik, serta Kelurahan Pasir Putih sebanyak 11 titik.

    Seluruh data tersebut diperoleh melalui pemantauan sejumlah sensor satelit BMKG, di antaranya SNPP, NOAA20, TERRA, dan AQUA.

    Meski demikian, hotspot merupakan hasil deteksi sensor satelit dan tidak secara otomatis menunjukkan jumlah titik kebakaran yang telah terkonfirmasi di lapangan. Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

    Dengan jumlah hotspot yang mencapai 1.980 titik dalam 24 jam, sebaran deteksi panas di Kotim kini mencakup banyak wilayah. Kondisi ini menjadi indikator yang perlu terus dipantau di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan. (***)

  • 1.706 Hektare Lahan Hangus, Pemkab Kotim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla 15 Hari

    1.706 Hektare Lahan Hangus, Pemkab Kotim Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla 15 Hari

    SAMPIT, Kanalindependen.id– Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan ekstrem yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menelan korban ekologis masif. Menanggapi situasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim resmi memperpanjang masa status Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan selama 15 hari, terhitung mulai 15 September hingga 30 September 2026.

    Penetapan keputusan krusial ini dipimpin langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Senin (14/9/2026).

    Langkah perpanjangan status hukum ini diambil untuk mempercepat respons penanganan darurat serta mempermudah pengerahan armada pendukung dari tingkat daerah hingga pusat.

    “Penetapan status tanggap darurat ini menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan, mengoptimalkan sumber daya, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan yang diperlukan,” tegas Bupati Halikinnor, Senin (14/9/2026).

    Keputusan perpanjangan masa tanggap darurat ini didasarkan pada data kerusakan ekologis ekstrem yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim per 9 September 2026. Tercatat akumulasi 776 kejadian karhutla yang menghanguskan total 1.706 hektare lahan gambut serta kepungan 21.132 titik panas (hotspot).

    Perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana hingga 30 September 2026 memberi kewenangan payung hukum penuh bagi Pemkab Kotim untuk mencairkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memobilisasi seluruh armada darat dan udara. Publik kini menuntut agar penerbitan dokumen administratif ini benar-benar berdampak langsung pada penanganan di tingkat tapak, bukan sekadar perpanjangan status di atas kertas.

    Bupati Halikinnor bersama jajaran forkopimda didesak memastikan penyerapan anggaran BTT tepat sasaran: menggratiskan masker N95 dan layanan medis penderita ISPA, menyediakan posko oksigen gratis di pemukiman padat, serta memasok air bersih bagi warga yang terdampak krisis intrusi air asin Sungai Mentaya.

    1.706 Hektare lahan gambut hangus! Pemkab Kotim perpanjang tanggap darurat 15 hari hingga 30 September!  Pemkab wajib tancap gas serap BTT untuk masker N95 gratis dan pemadaman udara masif. (***)

  • Pemuda 33 Tahun Ditemukan Meninggal di Suprapto Selatan, Polisi Pastikan Tak Ada Kekerasan

    Pemuda 33 Tahun Ditemukan Meninggal di Suprapto Selatan, Polisi Pastikan Tak Ada Kekerasan

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Warga Jalan Suprapto Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), digegerkan dengan penemuan seorang pemuda berusia 33 tahun yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (14/9).

    Korban berinisial Azh ditemukan setelah warga merasa curiga karena korban sudah sekitar tiga hari tidak terlihat beraktivitas maupun keluar rumah.

    Biasanya, korban terlihat menjalani aktivitas sehari-hari. Namun selama beberapa hari, keberadaannya tidak terlihat sehingga warga memutuskan mengecek rumah korban.

    Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah.

    Kapolsek Ketapang AKP Anis membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    “Ya benar. Untuk korban tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ujar Anis saat dikonfirmasi, Senin malam.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diduga mengakhiri hidupnya di dalam rumah. Meski demikian, penanganan dan pemeriksaan tetap dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan kondisi korban.

    Tim relawan Dompet Peduli Kotim bersama aparat kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

    Jenazah korban dievakuasi sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah itu, jenazah dibawa ke Instalasi Kamar Jenazah untuk menjalani pemeriksaan visum.

    Penemuan tersebut membuat warga sekitar terkejut. Sebab, kondisi korban baru diketahui setelah warga menyadari dirinya tidak terlihat selama beberapa hari.

    Kepolisian memastikan pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Selanjutnya, proses penanganan jenazah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. (***)

  • Kabar Duka dari Suprapto Selatan, Pemuda 33 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah

    Kabar Duka dari Suprapto Selatan, Pemuda 33 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Kabar duka datang dari Jalan Suprapto Selatan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (14/9/2026).

    Seorang pemuda berusia 33 tahun berinisial Azh ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Penemuan tersebut membuat warga sekitar geger.

    Korban diketahui setelah warga menyadari dirinya sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas maupun keluar rumah. Kondisi itu menimbulkan kecurigaan karena korban biasanya masih terlihat melakukan aktivitas sehari-hari.

    Salah seorang warga sekitar, Jais, mengatakan korban sudah sekitar tiga hari tidak terlihat keluar rumah.

    “Kurang lebih tiga hari tidak kelihatan keluar rumah. Biasanya ada aktivitas, tapi beberapa hari ini tidak terlihat,” ujar Jais.

    Warga kemudian melakukan pengecekan ke rumah korban. Dari pengecekan tersebut, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

    Laporan penemuan itu kemudian ditindaklanjuti petugas gabungan yang datang ke lokasi. Proses evakuasi jenazah dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB dengan bantuan relawan dan BPBD.

    Jenazah selanjutnya dibawa ke instalasi kamar jenazah untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi serta penyebab kematian korban.

    Hingga berita ini diterbitkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Polisi juga masih mendalami kronologi hingga penyebab kematian korban. (***)

  • Sinyal Kuat Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan di Kotim Bakal Diperpanjang hingga Akhir September 2026

    Sinyal Kuat Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan di Kotim Bakal Diperpanjang hingga Akhir September 2026

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi krisis yang terus berlanjut ini mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim bersiap memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga akhir September 2026.

    Status tanggap darurat saat ini dijadwalkan berakhir pada 15 September 2026. Guna menentukan langkah selanjutnya, Pemkab Kotim mengagendakan rapat evaluasi menyeluruh pada Senin, 14 September 2026 pukul 10.00 WIB.

    Wakil Komandan Harian III Pos Komando (Posko) Karhutla dan Kekeringan Kotim, Rihel, menyampaikan bahwa opsi perpanjangan selama 15 hari sangat terbuka lebar.

    “Untuk status tanggap darurat kita berakhir pada tanggal 15 September ini, dan kami akan laksanakan rapat nanti tanggal 14 September pada hari Senin pukul 10.00 WIB,” kata Rihel, Sabtu (12/9/2026).

    Keputusan perpanjangan akan memprioritaskan data analisis cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit. Kemarau ekstrem yang melanda kawasan ini dinilai membuat material vegetasi di lahan gambut semakin rapuh dan mudah terbakar.

    “Kalau memang nanti ramalan BMKG memang masih terjadi kemarau, kemungkinan status tanggap diperpanjang sampai 30 September,” ujar Rihel menambahkan.

    Perjalanan status tanggap darurat bencana di Kotim telah melalui beberapa fase. Penetapan awal dimulai sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026. Namun, karena intensitas titik api tak kunjung melandai, Pemkab Kotim memperpanjang masa darurat hingga 15 September 2026.

    Eskalasi Karhutla dan Titik Panas

    Data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim hingga 9 September 2026 mencatat 776 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.706 hektare.

    Kecamatan Seranau menjadi wilayah terdampak terluas dengan 703 hektare lahan hangus, disusul Kecamatan Mentawa Baru Ketapang seluas 377 hektare, serta Kecamatan Baamang seluas 272 hektare.

    Selain itu, akumulasi titik panas (hotspot) yang terpantau telah menembus angka 21.132 titik. Sebaran hotspot terbanyak terdeteksi di wilayah selatan dan perkotaan, yakni Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan 4.135 titik, Kecamatan Teluk Sampit 3.141 titik, dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang 3.090 titik. (***)