Tag: NAM AIR

  • Langit Sampit Tertutup Racun Asap: Ratusan Penumpang Terdampar, Rute Udara Dibatalkan Massal

    Langit Sampit Tertutup Racun Asap: Ratusan Penumpang Terdampar, Rute Udara Dibatalkan Massal

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Bencana racun kabut asap akibat pembumihangusan lahan gambut di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi melumpuhkan gerbang penerbangan udara. Buruknya jarak pandang (visibility) yang anjlok drastis hingga tersisa 100 meter memaksa tiga maskapai penerbangan nasional Wings Air, Super Air Jet, dan NAM Air membatalkan (cancel flight) seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara H. Asan Sampit, Senin (12/10/2026).

    Penyusutan jarak pandang yang tidak memenuhi batas keselamatan penerbangan (minimum operational visibility) ini memutus total akses transportasi udara yang menghubungkan Sampit dengan kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

    Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Alfiansyah, membenarkan terjadinya gelombang pembatalan massal penerbangan tersebut.

    “Ya batal semua,” katanya saat dikonfirmasi.

    Seluruh penerbangan dari tiga maskapai berstatus cancel flight akibat dampak kabut asap pekat yang memangkas jarak pandang, mencakup rute strategis penghubung Sampit menuju Surabaya, Jakarta, dan Semarang.

    Gelombang pembatalan operasional penerbangan di Bandara H. Asan Sampit mencakup beberapa jadwal utama: Wings Air: Membatalkan penerbangan nomor IW 1805/IW 1804 untuk rute Surabaya–Sampit–Surabaya pada Senin (12/10/2026). Super Air Jet: Membatalkan penerbangan nomor IU 350/IU 351 untuk rute penerbangan langsung Jakarta–Sampit–Jakarta pada Senin (12/10/2026). NAM Air: Menghentikan sementara operasional secara berkala dalam periode 11 hingga 15 Oktober 2026 untuk dua rute penerbangan, yakni rute IN240/IN241 Semarang–Sampit–Semarang (jadwal keberangkatan pukul 10.35 WIB) serta rute IN242/IN243 Surabaya–Sampit–Surabaya (jadwal keberangkatan pukul 12.55 WIB).

    Melumpuhnya gerbang udara ini memicu penumpukan ratusan calon penumpang di areal terminal Bandara H Asan Sampit. Pihak otoritas bandara mengimbau para calon penumpang untuk segera menghubungi perwakilan customer service maskapai masing-masing guna melakukan pengurusan pengembalian dana tiket (full refund) atau penjadwalan ulang penerbangan (reschedule).

    Lumpuhnya konektivitas udara di Bandara H. Asan Sampit menjadi bukti sah bahwa bencana karhutla Kotim telah mengakibatkan kerugian ekonomi sistemik (systemic economic loss). Ketika rute udara yang menghubungkan pusat bisnis Jakarta, Surabaya, dan Semarang terputus total hingga pertengahan Oktober, iklim investasi, distribusi logistik medis, serta mobilitas masyarakat terancam lumpuh total.

    Satgas Karhutla Kalteng dan BNPB Pusat didesak menerjunkan armada helikopter water bombing secara intensif untuk memadamkan sebaran titik api aktif di Seranau, Pualau Hanaut dan Baamang yang mengepulkan asap tepat di lintasan pendekatan landasan (runway approach) Bandara H. Asan.

    Pengelola Bandara H. Asan bersama Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub wajib memastikan maskapai memberikan kemudahan proses refund tanpa potongan serta menyediakan layanan informasi yang transparan bagi calon penumpang. (***)

  • Sehari Diwarnai Cancel, Penerbangan Bandara H Asan Sampit Kembali Lancar

    Sehari Diwarnai Cancel, Penerbangan Bandara H Asan Sampit Kembali Lancar

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kembali berjalan lancar, Sabtu (19/9/2026).

    Kondisi ini berbeda dengan sehari sebelumnya ketika seluruh penerbangan terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu jarak pandang di sekitar bandara.

    Pada Sabtu ini, maskapai Nam Air kembali melayani penerbangan dari dan menuju Sampit. Dua rute dilayani, yakni Surabaya-Sampit pulang pergi (PP) dan Semarang-Sampit PP.

    “Penerbangan Nam Air hari ini lancar,” kata Person In Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Alfiansyah.

    Pesawat Nam Air dari Surabaya mendarat di Bandara H Asan Sampit pada pukul 12.24 WIB. Penerbangan tersebut menjadi salah satu tanda aktivitas penerbangan kembali berjalan setelah sehari sebelumnya terganggu akibat kabut asap.

    Selanjutnya, pesawat Nam Air dari Semarang tiba di Bandara H Asan Sampit pada pukul 13.35 WIB.

    Kembali beroperasinya penerbangan tersebut membuat aktivitas penumpang di Bandara H Asan Sampit mulai berjalan normal. Sehari sebelumnya, dua maskapai, yakni Nam Air dan Wings Air, membatalkan penerbangan rute Sampit-Surabaya akibat kondisi kabut asap.

    Namun, tidak seluruh maskapai memiliki jadwal penerbangan pada Sabtu ini.

    Alfiansyah mengatakan Super Air Jet dan Wings Air tidak memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Bandara H Asan Sampit pada hari ini.

    Dengan kembali lancarnya penerbangan Nam Air, aktivitas Bandara H Asan Sampit berangsur pulih setelah sebelumnya terganggu akibat kabut asap karhutla. (***)

  • Penerbangan Sampit Kena Cancel, Kabut Asap Ganggu Bandara H Asan

    Penerbangan Sampit Kena Cancel, Kabut Asap Ganggu Bandara H Asan

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Jumat (18/9/2026)

    Dua penerbangan rute Sampit-Surabaya dari Nam Air dan Wings Air dipastikan batal terbang akibat kondisi kabut asap yang berdampak terhadap jarak pandang di sekitar bandara.

    Person In Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Alfiansyah, mengatakan penerbangan Nam Air dengan nomor penerbangan IN 243 sebelumnya dijadwalkan berangkat pukul 13.35 WIB.

    Penerbangan tersebut sempat mengalami penundaan dan dijadwalkan kembali pada pukul 17.25 WIB. Namun, kondisi di sekitar Bandara H Asan Sampit membuat penerbangan akhirnya dibatalkan.

    “Disampaikan oleh Sriwijaya Air Group terkait pembatalan jadwal penerbangan NAM Air IN 243 tanggal 18 September 2026 rute Sampit-Surabaya jam 17.25 WIB dialihkan menjadi IN 243 tanggal 19 September 2026 jam 12.45 WIB dikarenakan dampak asap karhutla Kalimantan,” kata Alfiansyah.

    Tak lama berselang, penerbangan Wings Air rute Sampit-Surabaya yang dijadwalkan berangkat pukul 13.50 WIB juga dipastikan batal.

    “Sampit-Surabaya Wings Air juga batal karena kabut asap,” ujar Alfiansyah.

    Pembatalan tersebut berkaitan dengan kondisi penerbangan dari Surabaya menuju Sampit yang tidak dapat dilakukan akibat kabut asap. Dampaknya, penerbangan Wings Air dari Sampit menuju Surabaya ikut dibatalkan.

    Kondisi kabut asap juga membuat jarak pandang di sekitar Bandara H Asan Sampit turun drastis. Berdasarkan data BMKG, jarak pandang di kawasan bandara pada Jumat pukul 09.00 WIB hanya mencapai sekitar 150 meter.

    Sementara itu, masih terdapat jadwal penerbangan Super Air Jet rute Sampit-Jakarta pada hari yang sama. Namun, pihak Bandara H Asan Sampit belum menerima informasi mengenai kepastian penerbangan tersebut dari pihak maskapai.

    “Untuk penerbangan Super Air Jet kami belum mendapatkan informasi dari maskapai,” tandas Alfiansyah.

    Kabut asap karhutla pun tidak hanya berdampak terhadap kondisi udara di Sampit. Aktivitas penerbangan dari Bandara H Asan juga mulai ikut terganggu. (***)

  • Efek Domino Erupsi Anak Krakatau Sempat Ganggu Penerbangan, Operasional Bandara Haji Asan Sampit Kini Berangsur Normal

    Efek Domino Erupsi Anak Krakatau Sempat Ganggu Penerbangan, Operasional Bandara Haji Asan Sampit Kini Berangsur Normal

    SAMPIT, kanalindependen.id – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda membawa dampak berantai terhadap penerbangan hingga ke Kota Sampit.

    Meski Bandara Haji Asan Sampit tidak berada di wilayah yang terdampak langsung sebaran abu vulkanik, namun penutupan sejumlah bandara sejak 6 September 2026 menyebabkan terganggunya rotasi pesawat.

    Dampaknya dirasakan penumpang di Sampit selama dua hari berturut-turut. Sejumlah penerbangan yang seharusnya melayani rute dari dan menuju Sampit dibatalkan karena pesawat yang digunakan berada dalam rangkaian rotasi penerbangan yang ikut terdampak penutupan bandara akibat sebaran abu vulkanik.

    Sejumlah maskapai yang sebelumnya batal terbang pada 6–7 September 2026 mulai kembali beroperasi Selasa (8/9/2026) dini hari, seiring dibukanya kembali delapan bandara yang sempat ditutup sementara.

    Kementerian Perhubungan membuka kembali operasional sejumlah bandara secara bertahap,  setelah menerima hasil pemeriksaan menggunakan metode paper test oleh BMKG, menunjukkan tidak terdeteksinya abu vulkanik pada area yang diperiksa.

    Namun, penutupan sementara delapan bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berpotensi menimbulkan cascading impact atau dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya hingga kapasitas terminal.

    Akibatnya, sebagian maskapai masih melakukan penyesuaian jadwal karena armada yang sebelumnya terdampak gangguan di sejumlah bandara harus kembali menyesuaikan pola rotasinya.

    Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris melalui PIC Bandara Haji Asan Sampit Alfiansyah mengatakan, salah satu penerbangan yang terdampak langsung akibat terganggunya rotasi pesawat adalah layanan Super Air Jet rute Jakarta-Sampit-Jakarta.

    ”Maskapai Super Air Jet untuk sementara tidak melayani penerbangan sejak tanggal 6 sampai dengan 9 September dan dijadwalkan terbang kembali pada 10 September dari Jakarta keberangkatan pukul 12.30 dan diperkirakan tiba di Bandara Haji Asan Sampit sekitar jam 14.00,” kata Alfiansyah saat diwawancarai Kanal Independen, Selasa (8/9/2026).

    Dengan demikian, penerbangan Super Air Jet dari Sampit menuju Jakarta yang biasanya dijadwalkan berangkat pukul 14.50 WIB belum kembali beroperasi hingga Rabu (9/9/2026), dan dijadwalkan kembali melayani rute tersebut pada Kamis (10/9/2026).

    ”Operasional maskapai penerbangan di Sampit mulai membaik hari ini seiring dibukanya operasional Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya, tetapi pemulihan layanan setiap maskapai tidak berlangsung serentak karena masing-masing masih menyesuaikan rotasi armada dan jadwal penerbangannya,” ujarnya.

    Alfiansyah, mengatakan gangguan penerbangan yang terjadi di Sampit bukan akibat sebaran abu vulkanik yang secara langsung mencapai kawasan bandara.

    Dampak justru muncul dari rangkaian penerbangan antarkota. Ketika bandara yang menjadi bagian dari perjalanan pesawat mengalami penutupan atau pembatasan operasional, pesawat yang seharusnya melanjutkan penerbangan ke daerah lain ikut tertahan. Perubahan tersebut kemudian merembet ke jadwal penerbangan berikutnya.

    ”Bandara kita tidak terkena langsung abu vulkanik. Dampaknya karena ada bandara lain yang ditutup, sehingga pesawat dan rotasinya ikut terganggu,” ujar Alfiansyah.

    NAM Air Terkendala Rangkaian Rotasi Pesawat

    Gangguan serupa terjadi pada maskapai NAM Air. Pesawat type Boeing 737 500 ini melayani rute dari Sampit menuju Surabaya dan Semarang. 

    Penerbangan Sampit-Surabaya dijadwalkan berangkat sekitar pukul 13.35 WIB, sedangkan rute Sampit-Semarang sekitar pukul 10.20 WIB.

    Pada 6–7 September, penerbangan NAM Air rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang mengalami pembatalan.

    Memasuki 8 September, tidak terdapat jadwal Sampit-Surabaya, sementara penerbangan Sampit-Semarang tetap dijadwalkan pukul 10.20 WIB.

    Alfiansyah menjelaskan pola perjalanan NAM Air saling berkaitan karena satu pesawat menjalankan beberapa sektor penerbangan.

    ”Hari ini Bandara Haji Asan Sampit hanya melayani satu kali penerbangan Sampit-Semarang yang diberangkatkan pukul 10.20 WIB,” ujarnya.

    Rangkaian rotasinya antara lain Jakarta–Pangkalan Bun–Surabaya-Sampit -Jakarta serta Jakarta–Pangkalan Bun–Semarang–Sampit–Jakarta.

    ”Kalau satu penerbangan terganggu, rotasinya ikut terganggu. Pesawatnya dari mana, kemudian ke mana lagi, itu saling berkaitan,” jelasnya.

    Kondisi tersebut berbeda dengan penerbangan NAM Air rute Sampit-Jakarta yang memang sudah tidak beroperasi sejak awal Agustus 2026. Namun, tidak beroperasinya rute tersebut bukan bagian dari dampak erupsi Anak Krakatau.

    ”Untuk penerbangan NAM air rute Sampit-Jakarta sudah off sejak sebulan ini, tetapi bukan karena dampak erupsi abu vulkanik,” ujarnya.

    Wings Air Tetap Melayani Sampit-Surabaya

    Di tengah penyesuaian sejumlah penerbangan, Wings Air tetap melayani rute Sampit-Surabaya dengan menggunakan pesawat  ATR-72 atau yang dikenal dengan pesawat baling-baling.

    Penerbangan tersebut dijadwalkan sekitar pukul 13.50 WIB. Pada 6–7 September, penerbangan Wings Air dari Sampit tetap berjalan dan tingkat keterisiannya bahkan penuh.

    ”Keberangkatan tanggal 6 dan 7 September kemarin, penumpang Wings Air tujuan Surabaya terisi penuh,” ujarnya.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan tidak berhenti secara keseluruhan.

    Gangguan hanya terjadi pada layanan tertentu yang terdampak perubahan jadwal, ketersediaan armada, maupun rotasi pesawat dari bandara lain.

    Penumpang Turun Sekitar 40 Persen

    Dampak gangguan penerbangan juga terlihat dari jumlah penumpang di Bandara Haji Asan Sampit.

    Alfiansyah menyebut jumlah penumpang yang datang maupun berangkat mengalami penurunan sekitar 40 persen dalam dua hingga tiga hari terakhir.

    Meski jumlah penumpang turun, tingkat keterisian penerbangan yang tetap beroperasi masih berada pada kisaran 70–80 persen.

    ”Dilihat dari pergerakan penumpang secara keseluruhan baik kedatangan maupun keberangkatan ada terjadi penurunan sekitar 40 persen, yang disebabkan karena adanya penerbangan yang dibatalkan maupun mengalami penyesuaian jadwal,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Dua Hari Lumpuh! Erupsi Krakatau Paksa Penerbangan Jakarta dan Surabaya ke Sampit Kembali Dibatalkan

    Dua Hari Lumpuh! Erupsi Krakatau Paksa Penerbangan Jakarta dan Surabaya ke Sampit Kembali Dibatalkan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Efek domino erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus melumpuhkan sektor transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Selama dua hari berturut-turut pada 6–7 September 2026, dua penerbangan utama dari Jakarta dan Surabaya menuju Bandar Udara H. Asan Sampit dipastikan batal mengudara demi keselamatan operasional penerbangan dari potensi bahaya sebaran abu vulkanik (volcanic ash).

    Dua rute maskapai komersial yang kembali gagal mendarat di Sampit meliputi: Super Air Jet: Rute Soekarno-Hatta Jakarta (CGK) – Sampit (SMQ) PP. Nam Air (IN242/IN243): Rute Juanda Surabaya (SUB) – Sampit (SMQ) PP.

    PIC CAPT Bandara H. Asan Sampit, Alfiansyah, menjelaskan bahwa penerbangan Super Air Jet yang dijadwalkan terbang dari Jakarta pukul 12.35 WIB dibatalkan menyusul keputusan otoritas penerbangan yang memperpanjang penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 WIB.

    Sementara itu, pembatalan penerbangan Nam Air dipicu oleh sistem rotasi armada berantai (rotational aircraft). Pesawat yang dijadwalkan melayani rute Jakarta – Pangkalan Bun – Surabaya – Sampit terhenti sejak penerbangan awal dari Jakarta dibatalkan akibat koridor udara Jawa Bagian Barat tertutup abu vulkanik.

    “Super Air Jet Jakarta-Sampit yang harusnya berangkat dari Jakarta pukul 12.35 WIB juga batal menyusul perpanjangan penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 WIB akibat ancaman abu vulkanik,” terang Alfiansyah, Senin (7/9/2026).

    Wings Air Mendarat Mulus, Penerbangan Regional Tetap Berjalan

    Di tengah lumpuhnya dua maskapai utama, operasional Bandara H. Asan Sampit dipastikan tetap berjalan secara umum. Maskapai Wings Air yang melayani rute Surabaya–Sampit PP dilaporkan tidak mengalami kendala dan tetap beroperasi normal sesuai jadwal sejak Minggu (6/9/2026).

    Pada Senin (7/9/2026), armada Wings Air sukses mendarat tepat waktu pada pukul 13.25 WIB di Sampit dan kembali mengudara menuju Surabaya pada pukul 13.50 WIB. Pihak bandara terus mengimbau calon penumpang Nam Air dan Super Air Jet untuk segera berkoordinasi dengan customer service maskapai terkait skema reschedule maupun pengembalian dana tiket (refund).

    Gagal beroperasinya rute Jakarta dan Surabaya selama dua hari berturut-turut menelanjangi kerentanan ekstrem sistem transportasi udara Kotim yang sangat bergantung pada rotasi penerbangan Pulau Jawa. Di tengah kepungan kabut asap karhutla di daratan Kotim, terisolasi dari jalur penerbangan nasional kian memperburuk mobilitas medis, bisnis, dan logistik warga.

    Dua catatan kritikal dari Kanal Independen:

    Otoritas Bandara H. Asan Sampit bersama Pemkab Kotim didesak untuk membuka Posko Layanan Krisis Penumpang Terpadu di area terminal. Posko ini penting untuk mencegah penumpukan calon penumpang dan memastikan tidak ada denda tambahan bagi warga yang melakukan reschedule akibat kondisi force majeure. Selain itu, Pemkab Kotim perlu memperkuat moda transportasi darat dan laut sebagai rute alternatif darurat jika gangguan ruang udara akibat erupsi Krakatau berlangsung dalam durasi yang lebih panjang. (***)

  • Ancaman Abu Vulkanik Krakatau Lumpuhkan Dua Rute Utama Bandara H. Asan Sampit

    Ancaman Abu Vulkanik Krakatau Lumpuhkan Dua Rute Utama Bandara H. Asan Sampit

    ​SAMPIT, Kanalindependen.id – Imbas kenaikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda resmi melumpuhkan konektivitas udara menuju Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dua rute penerbangan utama yang melayani rute Jakarta dan Surabaya menuju Bandar Udara H. Asan Sampit dipastikan batal beroperasi total pada Minggu (6/9/2026).

    ​Pembatalan dilakukan oleh otoritas penerbangan demi memitigasi bahaya sebaran abu vulkanik (volcanic ash) di koridor udara Jawa–Kalimantan yang dapat merusak mesin turbin pesawat.

    ​Dua armada komersial yang gagal mengudara tersebut meliputi:

    ​Super Air Jet (IU350/IU351): Rute Jakarta (CGK) – Sampit (SMQ) PP.

    ​Nam Air (IN242/IN243): Rute Surabaya (SUB) – Sampit (SMQ) PP.

    ​PIC CAPT Bandara H. Asan Sampit, Alfiansyah, membenarkan penghentian sementara operasional dua rute vital yang menghubungkan Kotim dengan pusat perekonomian Pulau Jawa tersebut.

    ​“Untuk penerbangan hari ini ada dua rute yang dibatalkan karena dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, yakni Super Air Jet rute Jakarta-Sampit pulang pergi dan Nam Air rute Surabaya-Sampit pulang pergi,” ujar Alfiansyah, Minggu (6/9/2026).


    ​Khusus maskapai Nam Air, pembatalan penerbangan ke Sampit merupakan efek domino (domino effect) dari terganggunya rangkaian rute pesawat. Armada yang dijadwalkan terbang melayani rute berantai Jakarta – Pangkalan Bun – Surabaya – Sampit terhenti sejak penerbangan awal dari Jakarta dibatalkan akibat koridor udara Jawa Bagian Barat tertutup material abu vulkanik.

    ​Pihak pengelola bandara mengimbau calon penumpang terdampak untuk segera menghubungi layanan konsumen maskapai terkait skema perubahan jadwal (reschedule) maupun pengembalian dana tiket (refund). Sementara itu, kepastian penerbangan pada Senin (7/9/2026) masih menunggu evaluasi peta ruang udara terkini dari Kementerian Perhubungan dan BMKG.

    ​Lumpuhnya dua rute utama di Bandara H. Asan Sampit menelanjangi kerentanan ekstrem mobilitas masyarakat Kotim terhadap gangguan ruang udara nasional. Di tengah situasi daerah yang terhimpit kabut asap karhutla, terputusnya penerbangan ke Jakarta dan Surabaya kian memperisolasi jalur transportasi darurat, medis, dan aktivitas ekonomi warga.

    ​Dua catatan evaluasi kritis dari Kanal Independen:

    ​Maskapai dan pengelola Bandara H. Asan Sampit didesak menyediakan posko informasi terpadu di area terminal guna menjamin kemudahan reschedule atau refund tanpa denda bagi calon penumpang terdampak force majeure. Selain itu, Pemkab Kotim dan otoritas perhubungan perlu mengantisipasi potensi lonjakan pemudik di jalur laut melalui Pelabuhan Sampit jika penutupan ruang udara akibat bencana abu vulkanik berlangsung lebih lama.

    ​Abu vulkanik Krakatau lumpuhkan penerbangan Sampit! Rute Jakarta dan Surabaya via Bandara H. Asan batal total!  Otoritas bandara wajib buka layanan penanganan tiket transparan bagi warga! (oes)

  • Akomodir Pemudik Kehabisan Tiket, NAM Air Sediakan Extra Flight Sampit–Surabaya H+1 Lebaran

    Akomodir Pemudik Kehabisan Tiket, NAM Air Sediakan Extra Flight Sampit–Surabaya H+1 Lebaran

    SAMPIT, kanalindependen.id – Maskapai NAM Air menyiapkan penerbangan tambahan (extra flight) rute Sampit–Surabaya pada H+1 Lebaran 2026 untuk mengakomodasi tingginya permintaan tiket mudik.

    Bahkan, sejak jauh hari sebelum Lebaran 1447 Hijriah, tiket arus mudik rute menuju Sampit dan Semarang sudah habis terjual sejak H-15 hingga hari Lebaran.

    Station Manager NAM Air Sampit Julianto Anggi mengatakan dari tiga rute penerbangan yang disediakan NAM Air di Bandar Udara (Bandara) Haji Asan Sampit sebagian besar sudah full seat.

    ”Jadwal penerbangan rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang sudah habis terjual sejak Januari 2026 terhitung H-15 sampai hari H Lebaran sudah full seat. Sementara, rute Sampit-Jakarta terhitung 12 Maret sampai 20 Maret hari H Lebaran juga sudah full seat. Untuk tanggal keberangkatan lainnya tiket masih tersedia,” kata Julianto Anggi, Kamis (5/3/2026).

    Dalam kesempatan sebelumnya, NAM Air telah mengumumkan pada masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah, pihaknya tidak menambah layanan extra flight.

    Namun, baru-baru ini diinformasikan, adanya penambahan extra flight khususnya penerbangan rute Sampit-Surabaya pada periode 21 Maret 2026 atau H+1 Lebaran.

    “Ada pembaruan informasi untuk layanan extra flight dijadwalkan pada 21 Maret 2026 tetapi hanya rute SMQ-SUB dan SUB-SMQ. Tujuannya untuk mengakomodir masyarakat yang hendak mudik namun telah kehabisan tiket,” ujarnya.

    Penambahan jam terbang untuk layanan rute Sampit-Surabaya ini juga untuk menjawab permintaan masyarakat yang cukup tinggi pada rute tersebut.

    Sebagai informasi, sejak tahun 2025, NAM Air juga telah memaksimalkan kapasitas jumlah angkutan penumpang pesawat. Kapasitas pesawat yang sebelumnya sekitar 120 kursi, kini ditingkatkan menjadi 137 kursi termasuk kursi untuk kru.

    ”Kami tidak menyediakan kursi kelas bisnis, sehingga seat bertambah menjadi 137 seat termasuk kursi untuk kru pesawat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Anggi juga memastikan harga tiket pesawat tidak mengalami kenaikan harga, justru pada periode tertentu akan mengalami penurunan harga.

    ”Tidak ada kenaikan harga, yang ada harga tiket justru mengalami penurunan pada periode penerbangan 14-29 Maret 2026,” kata Julianto Anggi.

    Harga normal rute Sampit – Jakarta yang semula Rp1.466.263 turun menjadi Rp1.217.330, rute Sampit-Surabaya yang semula Rp1.195.939 turun menjadi Rp991.500 dan rute Sampit-Semarang yang semula Rp1.249.780 turun harga menjadi Rp1.036.480.

    Sementara itu, terkait jadwal keberangkatan tak mengalami perubahan jadwal. Untuk rute Sampit (SMQ) – Jakarta (CGK) dijadwalkan setiap hari. Pada Senin, Rabu, Jumat, Minggu keberangkatan jam 11.55 WIB, Kamis keberangkatan jam 16.05 dan Selasa, Sabtu dijadwalkan berangkat jam 08.05 WIB.

    Rute Sampit (SMQ) – Surabaya (SUB) dijadwalkan lima kali seminggu pada Senin, Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu dengan jadwal keberangkatan jam 08.05 WIB.

    ”Jadwal penerbangan masih sama seperti biasanya. Untuk rute Sampit (SMQ) – Semarang (SRG) hanya dijadwalkan tiga kali penerbangan dalam seminggu pada Selasa, Kamis Sabtu jam 10.45 WIB,” pungkasnya. (hgn/ign)