Tag: Pendidikan Vokasi

  • Rehab SMKN 1 Pulau Hanaut Rp505 Juta, Dorong Ruang Belajar Lebih Layak

    Rehab SMKN 1 Pulau Hanaut Rp505 Juta, Dorong Ruang Belajar Lebih Layak

    SAMPIT, kanalindependen.id – Rehabilitasi ruang kelas dan administrasi SMK Negeri 1 Pulau Hanaut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kelayakan sarana pendidikan di wilayah pesisir Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

    Melalui program revitalisasi bersumber dari APBN 2026 senilai Rp505,54 juta, perbaikan dilakukan pada sejumlah bagian bangunan yang telah mengalami penurunan kondisi.

    Anggota DPRD Kotim Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Eddy Mashamy, berharap hasil pekerjaan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan kenyamanan siswa.

    Harapan tersebut disampaikan Eddy saat meninjau langsung proses rehabilitasi SMKN 1 Pulau Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, pada Minggu (25/10). Peninjauan itu merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan.

    Eddy melihat langsung pengerjaan sejumlah bagian bangunan sekolah yang menjadi sasaran program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

    Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut mencakup rehabilitasi ruang kelas dan administrasi dengan pendanaan APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp505.544.000.

    Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMKN 1 Pulau Hanaut, Kalimantan Tengah.

    Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan 85 hari, terhitung sejak 23 September hingga 15 Desember 2026.

    Dengan batas waktu tersebut, penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal menjadi salah satu perhatian dalam peninjauan, selain memastikan kualitas hasil rehabilitasi tetap terjaga.

    ”Kita melaksanakan fungsi pengawasan, dengan melihat langsung proses rehab ruang kelas dan ruang administrasi SMKN 1 Pulau Hanaut. Ini adalah program yang sangat baik, selaras dengan program kerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan vokasi hingga ke wilayah pesisir dan pedalaman,” ujar Eddy Mashamy.

    Dari pantauan di lapangan, pekerjaan rehabilitasi meliputi penggantian dinding papan kayu, perbaikan plafon, peningkatan lantai menggunakan keramik, serta perbaikan kusen dan jendela.

    Perbaikan sejumlah elemen bangunan tersebut diharapkan membuat ruang kelas dan administrasi lebih layak digunakan.

    Kondisi fasilitas yang memadai menjadi salah satu penunjang penting agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan nyaman, terutama bagi siswa yang menempuh pendidikan kejuruan di wilayah pesisir.

    ”Kami memberikan apresiasi atas mutu pekerjaannya. Terlihat dikerjakan dengan serius, materialnya bagus, dan tukangnya bekerja sesuai standar. Ini adalah uang negara, uang rakyat, jadi harus benar-benar memberikan manfaat maksimal untuk anak-anak kita,” ujarnya.

    Meski memberikan apresiasi terhadap pekerjaan yang diamatinya, Eddy berharap kualitas tersebut tetap dipertahankan hingga seluruh tahapan rehabilitasi selesai. Karena, pelaksanaan proyek harus mengacu pada rencana anggaran biaya (RAB) dan petunjuk teknis yang berlaku agar hasilnya sesuai dengan peruntukan.

    ”Penggunaan material yang baik dan pengerjaan yang rapi perlu diikuti penyelesaian sesuai spesifikasi serta kelengkapan administrasi. Jadi, kita harapkan, rehabilitasi tidak hanya menghasilkan bangunan yang tampak lebih baik, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan perubahannya,” ujarnya.

    Selain memperhatikan mutu pekerjaan, Eddy mengingatkan kepada pelaksana agar memastikan rehabilitasi selesai sesuai jadwal, yakni paling lambat 15 Desember 2026.

    ”Harapan kita, pekerjaan ini selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat administrasi. Jangan sampai ada keterlambatan. Kita ingin SMKN 1 Pulau Hanaut ini menjadi sekolah kebanggaan, menjadi pusat pendidikan kejuruan yang layak, nyaman, dan mampu melahirkan SDM unggul dari Pulau Hanaut untuk Kotim dan Kalteng,” tegasnya.

    Eddy menekankan, program revitalisasi harus memberikan hasil yang sepadan dengan anggaran yang digunakan. Karena itu, pelaksana perlu menjaga konsistensi mutu sejak proses pengerjaan hingga proyek dinyatakan selesai.

    Pengawasan juga diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Ketepatan waktu, kesesuaian spesifikasi, dan tertib administrasi merupakan bagian dari pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran negara yang dialokasikan bagi peningkatan fasilitas pendidikan.

    Eddy berharap pekerjaan rehabilitasi SMKN 1 Pulau Hanaut dapat memperbaiki kondisi bangunan yang selama ini menggunakan konstruksi kayu dan telah mengalami penurunan kondisi akibat usia bangunan.

    ”Dengan ruang kelas dan administrasi yang lebih layak, proses belajar mengajar terasa lebih nyaman. Perbaikan sarana juga menjadi bagian dari upaya menyediakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah kejuruan,” pungkasnya. (hgn/ign)