Tag: PWI Kotim

  • Tingkatkan Kompetensi dan Sportivitas, Ketua PWI Kotim Ingatkan Dua Program Unggulan PWI Kotim Tahun Ini

    Tingkatkan Kompetensi dan Sportivitas, Ketua PWI Kotim Ingatkan Dua Program Unggulan PWI Kotim Tahun Ini

    SAMPIT, kanalindependen.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap menghadapi dua agenda besar sepanjang tahun 2026.

    Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah, menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan prestasi atlet wartawan sepanjang tahun 2026.

    Hal tersebut disampaikan dalam agenda buka puasa bersama di Sekretariat PWI Kotim, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Sampit.

    ​Dalam kesempatan itu, Siti menyampaikan dua program unggulan yang menjadi fokus utama PWI Kotim tahun ini, yakni peningkatan kompetensi profesi wartawan dan persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalteng.

    ”Program pertama yang menjadi prioritas kita adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dirangkai dengan Orientasi Kewartawanan. Agenda ini direncanakan diadakan Mei atau Juni mendatang,” kata Siti Fauziah, Sabtu (14/3/2026).

    ​Siti mendorong seluruh anggota maupun calon anggota yang belum tersertifikasi untuk segera mendaftarkan diri, baik untuk jenjang Muda, Madya, hingga Utama.

    ”“Peserta kita terbatas, jadi kita utamakan anggota maupun calon anggota PWI Kotim. Yang belum ikut UKW segera mendaftar. Bagi yang sudah di jenjang Muda bisa naik ke Madya, dan yang Madya bisa lanjut ke jenjang Utama,” tegas Siti Fauziah.

    ​Selain fokus meningkatkan kompetensi, PWI Kotim juga membidik prestasi di bidang olahraga melalui Porwada Kaltenf yang direncanakan diadakan pada Oktober atau akhir tahun 2026.

    ​Siti Fauziah menginstruksikan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kotim untuk bergerak cepat melakukan seleksi dan persiapan atlet. Dengan mentargetkan, mempertahankan capaian medali emas yang pernah diraih tiga tahun lalu.

    ​”Harapan kita di Porwada tahun ini prestasi bisa meningkat, sehingga atlet kita terpilih bisa mewakili Kalimantan Tengah pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun depan di Lampung,” tambahnya.

    Di pengujung sambutannya, Siti mengajak seluruh insan pers di Kotim untuk senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menjalankan tugas profesionalnya.

    ​Momentum Ramadan ini diharapkan dapat mempererat rasa kekeluargaan dan meningkatkan keimanan seluruh anggota PWI Kotim.

    ”Semoga melalui kegiatan ini, kebersamaan kita semakin kuat, iman dan takwa kita semakin meningkat, dan Allah selalu memberikan kesehatan serta perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis,” tandasnya. (hgn/ign)

  • PWI Kotim Tebar Kebaikan Ramadan, Santuni Panti Asuhan dan Bagikan Takjil Gratis di Sampit

    PWI Kotim Tebar Kebaikan Ramadan, Santuni Panti Asuhan dan Bagikan Takjil Gratis di Sampit

    SAMPIT, kanalindependen.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan.

    Melalui rangkaian kegiatan buka puasa bersama bertajuk “Menebarkan Kebaikan dan Kebahagiaan untuk Semua”, PWI Kotim menggelar aksi sosial hingga buka puasa bersama di Sekretariat PWI Kotim, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Sampit, Sabtu (14/3/2026).

    Ketua PWI Kotim Siti Fauziah mengatakan, kegiatan aksi sosial hingga buka puasa bersama merupakan agenda rutin tahunan organisasi yang tidak hanya melibatkan anggota PWI, tetapi juga keluarga besar para wartawan.

    Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al Quran yang dibawakan qori Ananda Rahman yang menghadirkan suasana khusyuk dan menenangkan bagi para undangan yang hadir.

    ”Masyaallah lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh qori Ananda Rahman luar biasa terasa sangat adem. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua dan membuat tempat kita berkumpul di sini terasa begitu sejuk pada sore hari ini,” ujar Fauziah saat mengawali sambutannya.

    Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus PWI Kotim, anggota, calon anggota, serta keluarga yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan di antara insan pers di Kotawaringin Timur.

    ”Terima kasih untuk semuanya yang sudah hadir hari ini, terutama yang juga membawa keluarganya masing-masing. Karena kegiatan ini memang tidak hanya untuk anggota PWI, tetapi juga untuk keluarga besar kita semuanya,” kata jurnalis senior ini.

    Sebelum buka puasa bersama digelar, PWI Kotim terlebih dahulu melaksanakan aksi sosial dengan mengunjungi sejumlah panti asuhan di Kota Sampit.

    Dalam kunjungan tersebut, pengurus dan anggota PWI Kotim menyalurkan santunan berupa uang tunai serta bantuan sembako seperti beras dan telur ayam ras kepada anak-anak panti.

    Santunan itu diberikan kepada tiga panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Putra Borneo, Panti Asuhan Annida Qolbu dan Panti Asuhan Bahagia.

    Fauziah berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak panti serta menjadi wujud kepedulian insan pers terhadap masyarakat.

    ”Harapan kita, bantuan yang disampaikan bisa bermanfaat dan sedikit membantu kebutuhan anak-anak di panti asuhan,” ujarnya.

    Selain kunjungan sosial, Ketua PWI Kotim beserta anggotanya yang hadir juga kompak juga membagijan 120 takjil gratis kepada pengendara termasuk musafir yang tengah menjalankan ibadah puasa dan melintas di depan Sekretariat PWI Kotim.

    ”Kita berharap takjil yang kita bagikan ini bisa membantu masyarakat yang mungkin sedang dalam perjalanan dan belum sempat pulang ke rumah saat waktu berbuka tiba,” jelasnya.

    Menurutnya, kegiatan berbagi seperti ini merupakan bentuk sederhana dari kepedulian sosial yang ingin terus ditumbuhkan di kalangan wartawan.

    Perkuat Silaturahmi dan Nilai Keimanan

    Siti Fauziah menegaskan, buka puasa bersama di bulan suci Ramadan yang digelar PWI Kotim tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan.

    Dalam acara buka puasa bersama tersebut, PWI Kotim juga menghadirkan seorang Ustaz Abdul Hakim untuk memberikan tausiah kepada para wartawan dan keluarga yang hadir.

    Dia menilai tausiah tersebut penting sebagai pengingat agar insan pers tidak hanya fokus pada pekerjaan duniawi, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan dengan ibadah.

    ”Sebagai jurnalis, kita sering bertemu banyak orang dengan berbagai karakter di lapangan. Selain memegang teguh kode etik jurnalistik, kita juga harus diingatkan tentang etika, sopan santun dan nilai-nilai keimanan,” tuturnya.

    Setelah mendengar singkat tausiah selama kurang lebih 15 menit, seluruh undangan yang hadir berbuka puasa bersama.

    Diawali dengan menikmati hidangan takjil es kuwut berwarna hijau yang menyegarkan dahaga. Rasa manisnya pas, apalagi ditemani satu cup puding coklat, risoles, kue lumpur dan tak ketinggalan dua butir buah kurma sebagai pelengkap. (hgn/ign)

  • Pers, Ingatan, dan Penghormatan, Anjangsana PWI Kotim di Hari Pers Nasional

    Pers, Ingatan, dan Penghormatan, Anjangsana PWI Kotim di Hari Pers Nasional

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Gerimis tipis masih menyelimuti Sampit ketika rombongan Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Kotawaringin Timur mengetuk satu per satu pintu rumah wartawan senior, Jumat (13/2/2026). Tak ada panggung, tak ada pidato panjang. Yang hadir justru percakapan hangat, tawa kecil, dan ingatan-ingatan lama yang perlahan dibuka kembali.

    Anjangsana ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Namun lebih dari sekadar agenda tahunan, kunjungan tersebut menjadi cara PWI Kotim merawat ingatan tentang masa ketika pers dibangun dengan keterbatasan, idealisme, dan keberanian.

    Di ruang-ruang sederhana itu, kisah perjuangan jurnalistik mengalir. Tentang berita yang ditulis tanpa kemewahan teknologi, tentang keberanian bersuara di tengah tekanan, juga tentang etika yang dijaga meski keadaan tak selalu berpihak.

    Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah, menyebut HPN sebagai momentum untuk berhenti sejenak dan menoleh ke belakang. Bukan untuk bernostalgia semata, melainkan untuk belajar dari jejak yang telah dilalui para pendahulu.

    “HPN tidak seharusnya berhenti pada seremoni. Ini saat yang tepat untuk mengingat dan menghargai perjuangan para senior. Mereka adalah bagian dari sejarah pers di Kotim, dan nilai-nilai itu masih sangat relevan hari ini,” ujarnya.

    Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital, Siti menilai pers justru dituntut kembali pada akar: integritas, keberpihakan pada kebenaran, serta tanggung jawab sosial.

    “Semangat dan idealisme para senior inilah yang harus terus dijaga. Pers tidak boleh kehilangan jati dirinya,” tegasnya.

    Dalam suasana yang akrab, jajaran pengurus PWI Kotim menyerahkan bingkisan sebagai tanda penghormatan. Gestur sederhana itu menyimpan makna besar. Bagi para senior, kunjungan tersebut bukan soal materi, melainkan pengakuan bahwa kerja dan dedikasi mereka masih diingat.

    Haru pun tak terelakkan. Joni Abdi, salah satu wartawan senior, mengaku terkejut sekaligus terharu atas perhatian yang diberikan.

    “Terima kasih atas perhatian rekan-rekan PWI Kotim. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi pengingat bahwa apa yang kami lakukan dulu tidak sia-sia,” ucapnya dengan suara bergetar.

    Apresiasi serupa disampaikan Arbit Safari. Ia berharap semangat kebersamaan dan solidaritas di tubuh PWI Kotim terus terjaga.

    “Semoga PWI Kotim semakin solid dan tetap menjadi rumah yang baik bagi wartawan,” katanya singkat.

    Anjangsana itu pun berakhir tanpa gegap gempita. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan pesan penting: pers bukan hanya soal hari ini dan besok, tetapi juga tentang menghormati masa lalu agar langkah ke depan tetap berpijak pada nilai yang benar. (***)