Tag: RSUD Murjani Sampit

  • Innalillahi! Camat Baamang Sufiansyah Wafat di RSUD Murjani Sampit, Sempat Berjuang Menjalankan Tugas meski Kondisi Sakit

    Innalillahi! Camat Baamang Sufiansyah Wafat di RSUD Murjani Sampit, Sempat Berjuang Menjalankan Tugas meski Kondisi Sakit

    SAMPIT, kanalindependen.id – Awan duka kembali menyelimuti birokrasi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sufiansyah, Camat Kecamatan Baamang, mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (26/3/2026), sekitar pukul 14.27 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani, Sampit.

    Kabar kepergian almarhum menyebar cepat melalui saluran komunikasi internal perangkat daerah.

    Belum ada pernyataan resmi dari keluarga. Namun, pihak medis RSUD Murjani membenarkan kepulangan almarhum.

    Kepergian Sufiansyah langsung memicu respons empati masif di kalangan kolega. Beragam status belasungkawa membanjiri feed WhatsApp.

    Lurah Baamang Barat Arya Agus Wardhana mengatakan sempat menjenguk koleganya itu bersama Bupati Kotim Halikinnor dan sejumlah pejabat lainnya sekitar pukul 10.30 WIB.

    Arya menuturkan, dari informasi yang dia terima, almarhum sudah mulai sakit sejak Ramadan. Dan mulai mengurangi aktivitas kantor pertengahan Ramadan, namun masih tetap berusaha masuk meski tidak full jam kerja.

    ”Pada saat kunjungan kerja Gubernur di Sampit, beliau tetap berusaha hadir, meski sambil dibantu berjalan,” ujarnya, seraya menambahkan jenazah almarhum sudah berada di rumah duka pukul 15.20 WIB. (hgn/ign)

  • Warga Membeludak saat Sidak Disdukcapil, Wabup Kotim Menilai Kebijakan WFH Perlu Dievaluasi

    Warga Membeludak saat Sidak Disdukcapil, Wabup Kotim Menilai Kebijakan WFH Perlu Dievaluasi

    SAMPIT, kanalindependen.id – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menilai kebijakan Work From Home (WFH) pada instansi pemerintah perlu dievaluasi, khususnya pada instansi pemerintah yang memberikan pelayanan publik dengan kunjungan masyarakat yang cukup tinggi.

    Seperti misalnya layanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan layanan kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit yang kerap ramai dikunjungi masyarakat.

    Penilaian tersebut disampaikan Irawati usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta RSUD dr Murjani Sampit guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

    Di kantor Disdukcapil Kotim, Irawati mendapati jumlah pemohon administrasi kependudukan (Adminduk) membeludak.

    Warga memadati layanan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembuatan KTP, pindah domisili, akta kematian, hingga administrasi pernikahan antarnegara.

    Namun, di sisi lain, jumlah petugas yang berjaga terpantau terbatas karena sebagian masih menjalankan sistem kerja WFH.

    ”Kantor pelayanan seperti Disdukcapil, Bapenda, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit sebaiknya tidak menerapkan WFH. Tadi kita lihat staf yang masuk terbatas, sementara masyarakat yang datang sangat banyak,” tegas Irawati usai memantau layanan publik di hari pertama kerja usai libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026).

    Ia menyebut akan menyampaikan masukan tersebut kepada Bupati Kotim agar kebijakan WFH dan Work From Office (WFO) dapat dievaluasi, khususnya bagi instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.

    Selain persoalan SDM, Irawati juga menyoroti fasilitas ruang tunggu Disdukcapil yang dinilai kurang nyaman akibat suhu panas.

    Setelah dilakukan pengecekan, diketahui tiga unit pendingin ruangan (AC) mengalami kerusakan.

    Dia pun meminta perbaikan segera serta penambahan unit AC guna meningkatkan kenyamanan masyarakat saat mengakses layanan.

    Sementara itu, terkait ketersediaan blangko KTP, Irawati memastikan stok dalam kondisi aman.

    Masyarakat yang sebelumnya tertunda pencetakan KTP akibat kekosongan blangko diimbau segera mengurus kembali.

    Di lokasi berbeda, yakni RSUD dr Murjani Sampit, Irawati memastikan pelayanan kesehatan berjalan normal tanpa kendala berarti.

    Berdasarkan koordinasi dengan pihak rumah sakit, seluruh tenaga medis, termasuk dokter, dalam kondisi lengkap dan siap siaga.

    ”Alhamdulillah, pelayanan tidak ada kendala. Hari ini juga tidak terjadi lonjakan pasien yang signifikan, kemungkinan karena masih suasana libur panjang,” ujarnya.

    Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi potensi lonjakan pasien pada awal pekan mendatang seiring kembalinya aktivitas masyarakat secara normal.

    Irawati juga mengapresiasi kebijakan rumah sakit yang tetap mengakomodasi pasien dari wilayah jauh seperti Antang Kalang dan Telawang. Pasien yang tidak mendapatkan kuota pendaftaran secara daring tetap dilayani melalui jalur manual.

    ”Tidak ada istilah tidak dilayani. Masyarakat dari jauh tetap kita prioritaskan, meskipun kuota online sudah penuh,” ujarnya.

    Irawati juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang masih dalam perjalanan mudik atau liburan, untuk tetap menjaga kesehatan agar tidak menambah beban pelayanan di fasilitas kesehatan.

    ”Jangan sampai pulang liburan malah sakit. Jaga kondisi fisik agar bisa kembali beraktivitas dengan produktif,” pungkasnya. (hgn/ign)

  • Ada Kritikan Pelayanan Kurang Ramah, RSUD Murjani Sebut Jadi Evaluasi Berbenah

    Ada Kritikan Pelayanan Kurang Ramah, RSUD Murjani Sebut Jadi Evaluasi Berbenah

    SAMPIT, kanalindependen.id – Keluhan masyarakat terkait sikap kurang ramah oknum petugas keamanan (satpam) dan staf administrasi di RSUD dr Murjani Sampit mendapat perhatian serius dari manajemen.

    Serangan kritikan itu justru ditanggapi bijak oleh manajemen sebagai bahan evaluasi untuk tak henti berbenah memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

    Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany, menegaskan bahwa setiap masukan yang disampaikan masyarakat dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan mutu layanan.

    ”Kami melihat kritik sebagai evaluasi untuk menjadi lebih baik. Terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan perhatian. Artinya mereka peduli dan ingin kami terus berkembang,” kata dr Yulia Nofiany, Rabu (25/3/2026).

    Menindaklanjuti hal tersebut, manajemen telah menginstruksikan seluruh bidang untuk melakukan evaluasi kinerja secara berjenjang, terutama terhadap petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

    Langkah pembenahan dilakukan melalui penguatan budaya melayani bagi seluruh pegawai, baik tenaga medis maupun non-medis.

    Selain itu, motivasi internal juga terus ditingkatkan agar seluruh staf mampu memberikan pelayanan prima di tengah tingginya ekspektasi masyarakat.

    ”Di tempat kerja, kita adalah pelayan masyarakat. Keramahan dan profesionalitas harus menjadi prioritas,” tegasnya.

    Dengan jumlah pegawai yang mencapai 826 orang dari berbagai profesi, dr. Yulia mengakui pengawasan secara menyeluruh tidaklah mudah.

    Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat dapat menyampaikan kritik yang lebih spesifik agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

    ”Pelayanan di rumah sakit merupakan rangkaian panjang, mulai dari proses pendaftaran hingga pasien selesai mendapatkan layanan. Kritik yang disertai waktu, lokasi, dan kronologi kejadian akan sangat membantu dalam proses evaluasi kinerja,” ujarnya.

    Sebelumnya, persoalan sikap petugas di RSUD dr Murjani juga sempat menjadi perhatian pemerintah daerah.

    Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor bahkan pernah memberikan peringatan tegas, termasuk ancaman sanksi bagi pegawai yang tidak ramah dalam melayani masyarakat.

    Manajemen RSUD pun mengimbau masyarakat yang mengalami pelayanan kurang menyenangkan untuk segera melapor melalui bagian Humas dengan menyertakan informasi pendukung, seperti ciri petugas, waktu dan lokasi kejadian, serta kronologi singkat.

    ”Dengan laporan yang jelas dan terperinci, pihak rumah sakit memastikan setiap aduan dapat ditindaklanjuti secara efektif demi mewujudkan pelayanan yang lebih humanis dan profesional,” pungkasnya. (hgn/ign)

  • Tak Ada Lonjakan Pasien di Poliklinik RSUD dr Murjani Sampit: ”Alhamdulillah, Masyarakat Sampit dalam Kondisi Sehat!”

    Tak Ada Lonjakan Pasien di Poliklinik RSUD dr Murjani Sampit: ”Alhamdulillah, Masyarakat Sampit dalam Kondisi Sehat!”

    SAMPIT, kanalindependen.id – Usai libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, layanan poliklinik rawat jalan di RSUD dr Murjani Sampit terpantau tetap kondusif.

    Tidak seperti yang kerap terjadi pada momen pasca Lebaran, tahun ini justru tidak ditemukan lonjakan signifikan jumlah kunjungan pasien.

    Kondisi tersebut menjadi indikasi positif terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meskipun selama Lebaran identik dengan konsumsi makanan berlemak, manis, hingga minuman bersoda yang berpotensi memicu gangguan kesehatan.

    Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan kunjungan pasien, khususnya di klinik penyakit dalam yang biasanya paling tinggi, tidak mengalami peningkatan pasca libur panjang.

    ”Biasanya kunjungan di klinik penyakit dalam itu paling tinggi. Namun menurut dokter kami yang bertugas, setelah libur Lebaran ini justru tidak sepadat hari normal. Alhamdulillah, ini menunjukkan masyarakat Sampit dalam kondisi sehat,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

    Dia menjelaskan, RSUD dr Murjani Sampit memiliki 23 layanan poliklinik rawat jalan dengan rata-rata kunjungan harian berkisar antara 300 hingga 500 pasien.

    ”Pada hari pertama buka layanan setelah libur Lebaran biasanya terjadi lonjakan. Namun hari ini justru tidak seramai hari normal,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hernawan, menambahkan, berdasarkan analisa data, kunjungan pasien rawat jalan memang belum menunjukkan peningkatan.

    Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit per 25 Maret 2026, jumlah pasien rawat jalan tercatat sebanyak 291 orang.

    Kunjungan terbanyak berada di Klinik Penyakit Dalam dengan 66 pasien, disusul Klinik Syaraf dan Klinik Jantung masing-masing 35 pasien, serta Klinik Anak sebanyak 28 pasien. Sementara itu, kunjungan di klinik lainnya di bawah 20 pasien.

    ”Secara analisa, kunjungan pasien rawat jalan setelah libur Lebaran belum mengalami lonjakan. Rata-rata masih di angka 300 hingga 400 pasien per hari. Kecuali Kamis saat Klinik Rehabilitasi Medik buka, jumlahnya bisa mencapai 500 pasien,” jelasnya.

    Menurunnya angka kunjungan juga dipengaruhi belum beroperasinya seluruh layanan poliklinik. Dari total 23 klinik, saat ini baru 18 klinik yang aktif melayani.

    ”Untuk sementara Klinik Mata, Klinik Jiwa, dan Klinik Psikologi belum buka. Klinik Jantung buka terjadwal, sedangkan Poli Gizi melayani berdasarkan perjanjian,” terang dr Iman.

    Iman juga mengatakan, sejumlah layanan yang sempat vakum karena keterbatasan dokter spesialis akan segera kembali dibuka.

    ”Klinik Orthopedi dan Klinik Bedah Onkologi direncanakan mulai buka kembali per 1 April 2026. Sedangkan Klinik Bedah Vaskuler masih dalam proses kerja sama dengan RSUD Hanau,” katanya.

    Pihak rumah sakit berharap seluruh layanan poliklinik dapat segera kembali beroperasi secara penuh guna memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Kotim. (hgn/ign)