Tag: RSUD Murjani

  • Petaka Subuh di Tengah Kabut Asap Pekat: Dua Pengendara Motor Tewas Mengerikan Usai Hantam Truk di Sudirman Km 10!

    Petaka Subuh di Tengah Kabut Asap Pekat: Dua Pengendara Motor Tewas Mengerikan Usai Hantam Truk di Sudirman Km 10!

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Teror kepekatannya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Sampit kembali memakan korban jiwa. Dua orang pria yang mengendarai sepeda motor dilaporkan tewas di tempat usai terlibat kecelakaan maut dengan sebuah truk bak terbuka di Jalan Jenderal Sudirman Km 10, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (23/10/2026).

    Tragedi berdarah yang merenggut dua nyawa sekaligus ini terjadi saat gumpalan racun asap pekat menyelimuti jalur utama Sampit–Pangkalan Bun, yang melumpuhkan jarak pandang (visibility) horizontal pengemudi.

    Apriandi, seorang pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian beberapa saat setelah benturan, mengonfirmasi bahwa kabut asap di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Km 10 dalam kondisi sangat tebal dan membahayakan.

    “Benar, saat kejadian kabut asap sangat tebal. Dua orang dilaporkan meninggal di tempat dalam kecelakaan motor dengan truk,” ungkap Apriandi menahan duka di TKP, Jumat (23/10/2026).

    Dua Pria Meninggal di Tempat, Identitas Korban dan Kronologi Masih Ditelusuri

    Informasi awal di lapangan mengindikasikan bahwa kedua korban tewas merupakan laki-laki yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Benturan keras dengan bodi truk bak terbuka membuat kedua korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian sebelum sempat dievakuasi ke RSUD dr. Murjani Sampit.

    Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satlantas Polres Kotim masih melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan armada truk dan sepeda motor korban yang mengalami kerusakan parah.

    Identitas lengkap kedua korban serta kronologi pasti arah laju kendaraan sebelum benturan masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

    Tragedi maut di Jalan Jenderal Sudirman Km 10 merupakan puncak ancaman keselamatan berlalu lintas saat krisis Bencana Udara Karhutla Kotim. Ketika jarak pandang memburuk secara drastis, memacu kendaraan tanpa penerangan maksimal atau nekat mendahului (overtaking) adalah tindakan fatal yang berujung maut.

    Kabut Asap dan risiko di Jalan Raya

    Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan menyulitkan pengendara memperkirakan jarak kendaraan lain. Meski kecelakaan ini terjadi saat kabut asap dilaporkan tebal, belum ada informasi yang memastikan kondisi tersebut menjadi penyebab langsung tabrakan.

    Kecelakaan tersebut kembali menyoroti risiko keselamatan di jalan ketika jarak pandang terbatas. Dalam kondisi demikian, pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan yang sesuai, serta menghindari menyalip atau bermanuver secara mendadak.

    Jika pandangan tidak lagi memungkinkan pengendara mengendalikan kendaraan dengan aman, perjalanan sebaiknya dihentikan di tempat yang aman dan jauh dari arus lalu lintas.

    Informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian, identitas korban, serta hasil penanganan kecelakaan masih menunggu keterangan resmi Satlantas Polres Kotim.

    Kabut asap dan risiko di jalan raya

    Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan menyulitkan pengendara memperkirakan jarak kendaraan lain. Meski kecelakaan ini terjadi saat kabut asap dilaporkan tebal, belum ada informasi yang memastikan kondisi tersebut menjadi penyebab langsung tabrakan.

    Kecelakaan tersebut kembali menyoroti risiko keselamatan di jalan ketika jarak pandang terbatas. Dalam kondisi demikian, pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menyalakan lampu kendaraan yang sesuai, serta menghindari menyalip atau bermanuver secara mendadak.

    Jika pandangan tidak lagi memungkinkan pengendara mengendalikan kendaraan dengan aman, perjalanan sebaiknya dihentikan di tempat yang aman dan jauh dari arus lalu lintas.

    Informasi lebih lanjut mengenai kronologi kejadian, identitas korban, serta hasil penanganan kecelakaan masih menunggu keterangan resmi Satlantas Polres Kotim. (***)

  • Mengamuk di Pasar Berdikari Sampit, Pria Bersenjata Obeng dan Sajam Diamankan

    Mengamuk di Pasar Berdikari Sampit, Pria Bersenjata Obeng dan Sajam Diamankan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Aktivitas ekonomi dan lalu lintas warga di kawasan pertokoan Jalan Iskandar, tepatnya di sekitar Pasar Berdikari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sempat memuncak mencekam pada Senin siang (7/9/2026). Seorang pria yang diduga mengidap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk di tengah kerumunan pedagang sambil memegang senjata tajam dan sebuah obeng dari dalam tasnya.

    Insiden menggegerkan yang terjadi sekitar pukul 13.15 WIB tersebut memicu kepanikan warga setelah pelaku bertindak agresif di depan sejumlah lapak dan kendaraan. Menanggapi aduan darurat warga, Tim Patroli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotim langsung diterjunkan untuk menyisir lokasi hingga berhasil menyergap dan mengamankan pelaku di area Pasar Subuh.

    Guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa maupun timbulnya kerusuhan massal, petugas menerapkan strategi penanganan persuasif dan humanis tanpa menggunakan tindakan represif.

    Kepala Satpol PP Kotim Widya Yulianti, menegaskan bahwa penanganan individu berisiko tinggi di ruang publik membutuhkan kalkulasi presisi agar keselamatan masyarakat dan kondisi pelaku tetap terjaga.

    “Kami mengarahkan anggota untuk tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif dalam setiap penanganan, termasuk terhadap masyarakat yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Yang bersangkutan sudah kami amankan dan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis, serta keluarganya sudah dihubungi,” terang Widya Yulianti, Senin (7/9/2026).

    Kesaksian warga setempat, Andi Saputra, mengonfirmasi bahwa pria tersebut sudah berulang kali berkeliaran dan memicu keresahan pemilik toko di sepanjang Jalan Iskandar.

    “Pria itu mengeluarkan senjata tajam, lalu obeng. Kondisinya seperti itu membuat orang yang melihat tentu khawatir. Memang sudah sering terlihat di sini dan buat orang resah,” ungkap Andi.

    Usai berhasil dilumpuhkan secara damai, pelaku langsung dievakuasi ke RSUD dr. Murjani Sampit guna menjalani pemeriksaan kejiwaan dan perawatan medis intensif. Situasi di Pusat Perdagangan Jalan Iskandar dan Pasar Berdikari kini telah kembali kondusif.

    Insiden pria bersenjata tajam di Pasar Berdikari Sampit menelanjangi lemahnya penanganan terpadu dan sistem rujukan ODGJ terlantar di wilayah perkotaan Kotim. Keberadaan ODGJ kumat yang dibiarkan berkeliaran bebas membawa benda berbahaya di pusat perdagangan adalah bukti nyata belum berjalannya fungsi pengawasan sosial dan penanganan kesehatan jiwa secara menyeluruh.

    Kanal Independen memberikan dua desakan penanganan:

    Dinas Sosial Kotim bersama Dinas Kesehatan didesak tidak sekadar menyerahkan beban penanganan ODGJ kepada Satpol PP dan pihak keluarga usai insiden terjadi. Pemkab Kotim wajib mengoperasikan rumah singgah (shelter) dan skema rehabilitasi kejiwaan terpadu, agar ODGJ yang berpotensi membahayakan tidak berulang kali dilepasliarkan kembali ke ruang publik tanpa pengobatan yang tuntas.(***)