Tag: trans kalimantan

  • Klaim Tanggung Jawab Penuh Lewat Media Sosial

    Klaim Tanggung Jawab Penuh Lewat Media Sosial

    Manajemen NAIDA Buka Suara Pasca Truk Air Mineral Remukkan Ibu dan Anak di Sungai Paring

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Eskalasi pasca-tragedi kemanusiaan di Jalur Trans Kalimantan yang merenggut nyawa Jumrah and putrinya Ica mulai memasuki babak baru dari sisi pertanggungjawaban korporasi. Setelah memicu gelombang duka and kecaman masif di ruang publik, manajemen perusahaan air minum kemasan merek NAIDA akhirnya merilis sikap resmi. Melalui manifes pernyataan terbuka yang diunggah pada akun Instagram resmi mereka mynaida.id pada Selasa (14/7/2026), perusahaan menyatakan siap bertanggung jawab secara penuh atas insiden maut tersebut.

    Manifes Belasungkawa Terbuka and Pengakuan Keluarga Besar Korporasi

    Unggahan digital tersebut menjadi sirkuit komunikasi perdana dari pihak korporasi setelah truk logistik berat yang mengangkut ratusan dus air mineral bermerek NAIDA terguling and menghancurkan nyawa ibu and anak di tepi jalan Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga. Dalam pernyataan tertulisnya, manajemen NAIDA secara terbuka mengakui bahwa pihak armada and pengemudi yang terlibat dalam katastrofe tersebut merupakan bagian integral dari keluarga besar perusahaan mereka.

    “Dengan penuh rasa duka yang mendalam, keluarga besar NAIDA menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas musibah kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Senin, 13 Juli 2026, yang mengakibatkan berpulangnya seorang ibu beserta putrinya,” tulis manajemen dalam taktik rilis resminya.

    Perusahaan juga menyertakan untaian doa agar kedua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan serta menyatakan empati mendalam agar keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, and keikhlasan ekstra dalam menghadapi ujian berat ini.

    Janji Komitmen Hukum and Sirkuit Pendampingan Lini Depan bagi Keluarga Korban

    Selain menyampaikan narasi duka cita, manajemen NAIDA menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil langkah pasif atau bersembunyi dari jeratan hukum. Perusahaan mengklaim telah meluncurkan langkah penanganan darurat sejak detik pertama menerima sirkuit informasi kecelakaan. NAIDA menyatakan komitmen rigid mereka untuk menghormati and mendukung penuh seluruh sirkuit proses hukum and olah TKP forensik yang saat ini tengah digulirkan oleh jajaran Satlantas Polres Kotim.

    “Kami memahami bahwa pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut merupakan bagian dari Keluarga NAIDA. Sejak mengetahui kejadian ini, perusahaan telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan berkomitmen untuk menghormati serta mendukung seluruh proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjut manifes dari pihak manajemen.

    Lebih lanjut, perusahaan air minum ini berjanji akan menjalin sirkuit komunikasi langsung and memberikan pendampingan komprehensif kepada perwakilan keluarga korban yang berduka. Pendampingan tersebut diklaim sebagai wujud nyata kepedulian and empati korporasi untuk menyalurkan seluruh dukungan finansial maupun logistik darurat yang dibutuhkan oleh keluarga terdampak.

    Sementara itu, di tingkat tapak kepolisian, Unit Lantas Polres Kotim dilaporkan masih terus mendalami sirkuit penyelidikan secara intensif. Polisi terus membedah keterangan saksi mata, menguliti rekam jejak kelayakan teknis armada truk, serta memeriksa intensif sang sopir truk yang telah diamankan di sel tahanan guna memastikan faktor utama penyebab kendaraan tersebut kehilangan kendali.

    Langkah manajemen NAIDA merilis pernyataan mengaku bersalah and siap bertanggung jawab penuh lewat akun @mynaida.id patut diakui sebagai langkah Public Relations (PR) yang taktis and jarang diambil oleh korporasi logistik di Kalimantan yang biasanya cenderung menghindar. Namun, Kanal Independen mengingatkan dengan sangat tajam: selembar infografik duka cita di media sosial and deretan kalimat empati di Instagram sama sekali tidak berkuasa untuk menghapus noda darah Jumrah and Ica yang telanjangi brutalnya aspal Trans Kalimantan! Pernyataan digital ini jangan sampai menjadi strategi pelunakan opini publik (public softening) agar masyarakat melupakan esensi pidana dari kasus maut ini.

    Catatan investigatif yang paling krusial adalah bagaimana manifes kata “bertanggung jawab secara penuh” itu diwujudkan secara radikal di dunia nyata. NAIDA tidak boleh hanya memberikan santunan pemakaman alakadarnya lalu menganggap sirkuit kewajiban mereka selesai. Tanggung jawab penuh berarti perusahaan wajib membiayai seluruh kerugian jangka panjang keluarga yang ditinggalkan, memberikan beasiswa penuh jika ada anak lain yang kehilangan masa depan, and yang paling penting: melakukan perombakan total terhadap sistem manajemen keselamatan (safety management system) armada truk distribusi mereka!

    Polres Kotim tidak boleh mengendurkan sirkuit penyidikan hanya karena korporasi telah bersikap kooperatif di media sosial.

    Penyidik Lantas wajib membongkar apakah ada sirkuit kelalaian manajemen di internal NAIDA, seperti pembiaran truk overload (ODOL), pemaksaan jam kerja sopir yang melampaui batas kelelahan, atau pengabaian pemeliharaan rem hidrolik armada mereka.

    Jika Bareskrim and Polres Kotim membiarkan kasus ini menguap hanya dengan penyelesaian damai di bawah meja bermodalkan janji-janji Instagram, maka sirkuit hukum di Kotim resmi kalah telak oleh kekuatan citra korporasi, and jalanan umum akan terus menjadi ladang pembantaian murah bagi masyarakat kecil di sisa tahun 2026 ini. (***)

  • Jalur Trans Kalimantan Kasongan Sampit Putus Total Akibat Jembatan Box Culvert Kilometer Sepuluh Ambruk Menyisakan Lubang Menganga

    Jalur Trans Kalimantan Kasongan Sampit Putus Total Akibat Jembatan Box Culvert Kilometer Sepuluh Ambruk Menyisakan Lubang Menganga

    KASONGAN, Kanalindependen.id  – Urat nadi logistik and mobilitas darat utama yang menghubungkan Kota Kasongan menuju Sampit resmi lumpuh total. Petaka infrastruktur ini dipicu oleh ambruknya jembatan box culvert secara mendadak di Kilometer 10 ruas Jalan Kasongan – Kereng Pangi pada Minggu (5/7/2026), yang mengakibatkan sirkuit arus lalu lintas dari kedua arah terputus total and tidak dapat dilalui oleh kendaraan jenis apa pun.

    Kronologi Amblesnya Jalan Utama and Puluhan Armada Terlantar

    Berdasarkan rekaman peristiwa di lapangan, konstruksi jembatan di bawah aspal runtuh sepenuhnya sehingga menyebabkan badan jalan utama ikut ambles cukup dalam. Kondisi ini membuat kendaraan roda empat maupun armada angkutan barang sama sekali tidak memiliki celah atau ruang untuk melintas secara aman.

    Hingga sore hari, puluhan kendaraan dari arah Kasongan menuju Sampit maupun arah sebaliknya dilaporkan tertahan dalam antrean panjang di kedua sisi lokasi kejadian. Sejumlah pengendara terpaksa memarkirkan armada mereka di bahu jalan sambil menunggu kejelasan penanganan, sedangkan sebagian pengendara lainnya memilih mengambil keputusan taktis untuk memutar balik arah kendaraan akibat ketiadaan jalur darat langsung.

    Peristiwa ambruknya akses vital ini juga viral di jejaring media sosial melalui rekaman video amatir warga yang melaporkan langsung kedaruratan di titik tapak bencana.

    “Mohon izin komandan. Kemudian, box culvert di Km 10, Lui Fardik, roboh. Sama sekali tidak bisa dilewati,” urai seorang warga dalam rekaman video tersebut sembari memperlihatkan lubang jalan yang ambruk cukup dalam and memotong seluruh badan jalan.

    Di tengah kelumpuhan total jalur utama Trans Kalimantan tersebut, komunitas warga setempat menginformasikan adanya jalur alternatif darurat yang dapat digunakan sementara waktu oleh para pengguna jalan guna menghindari kemacetan total. Pengendara dari arah Kasongan dapat mengalihkan sirkuit perjalanannya dengan masuk melalui pintu Simpang Samba (Kasongan).

    Rute alternatif ini membutuhkan waktu tempuh sekitar 25 menit berkendara menuju kawasan Desa Pendahara. Setibanya di Desa Pendahara, para pengendara harus mengantre untuk memanfaatkan jasa penyeberangan feri sungai tradisional, sebelum akhirnya dapat menembus kembali ke akses jalan darat yang keluar di sekitar kawasan Jembatan Talangkah—sebuah titik aman yang berada tepat setelah lokasi box culvert Lui Fardik yang ambruk.

    Hingga berita ini diturunkan, tim teknis dari instansi terkait dilaporkan sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan upaya penanganan awal serta merancang rekayasa lalu lintas darurat. Namun, otoritas berwenang belum mengeluarkan manifes rilis resmi mengenai penyebab pasti runtuhnya jembatan maupun estimasi waktu pemulihan fisik jalan.

    Ambruknya jembatan box culvert di Kilometer 10 Kasongan – Kereng Pangi hingga memutus total jalur ekonomi Trans Kalimantan adalah tamparan keras yang membongkar buruknya tata kelola pemeliharaan dan kualitas proyek infrastruktur jalan nasional. Jalur vital ini merupakan urat nadi perputaran logistik antar-kabupaten yang setiap jam dihantam oleh truk-truk bertonase raksasa. Runtuhnya struktur jembatan secara mendadak hingga menyisakan lubang dalam mengindikasikan adanya kegagalan struktural fatal (structural failure), entah akibat pengikisan tanah bawah aspal (piping effect) yang luput dari deteksi berkala, atau akibat dugaan pengurangan spesifikasi kualitas beton saat proyek tersebut dikerjakan.

    Kanal Independen mengecam absennya pernyataan resmi and estimasi waktu perbaikan dari dinas terkait hingga sore hari, yang membiarkan puluhan sopir and distribusi logistik pangan terlantar tanpa kepastian. Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) and Dinas Pekerjaan Umum tidak boleh berlindung di balik tameng alasan cuaca atau kerusakan alami.

    Aparat penegak hukum bersama tim ahli konstruksi independen wajib segera melakukan investigasi forensik terhadap struktur box culvert Lui Fardik ini. Jika ditemukan adanya indikasi korupsi material, kelalaian dalam pemeliharaan rutin, atau pembiaran terhadap truk overloading yang melebihi kapasitas jalan, seret kontraktor pelaksana and pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek ke ranah hukum pidana. Infrastruktur publik yang dibiarkan ringkih and roboh bukan hanya merugikan miliaran rupiah perputaran ekonomi daerah, tetapi juga secara nyata mengancam keselamatan jiwa para pengguna jalan. (***)

  • Aksi Teror Jalanan: Truk CPO Dilempar Batu di Jalur Trans Kalimantan , Kaca Pecah Berantakan

    Aksi Teror Jalanan: Truk CPO Dilempar Batu di Jalur Trans Kalimantan , Kaca Pecah Berantakan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Jalan Trans Kalimantan kembali menjadi arena berbahaya bagi para pengguna jalan. Sebuah aksi pelemparan batu yang menyasar kendaraan angkutan Crude Palm Oil (CPO) terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 37, arah Sampit–Pangkalan Bun, pada Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Insiden ini menambah panjang daftar kerawanan di jalur vital lintas kabupaten tersebut.

    ​Kejadian bermula saat truk CPO yang dikemudikan korban melintas dari arah Sampit menuju Pangkalan Bun. Di tengah perjalanan yang gelap, korban berpapasan dengan dua unit sepeda motor yang masing-masing ditumpangi oleh dua orang tak dikenal. Secara tiba-tiba, salah seorang dari rombongan tersebut melempar batu ke arah truk. Lemparan pertama menghantam kaca depan hingga pecah berantakan, sementara hantaman lainnya mengenai bagian tangki truk.

    ​Ternyata, aksi vandalisme ini bukan kejadian tunggal. Muhammad Algazhali, seorang sopir angkutan lainnya, mengaku mengalami nasib serupa di lokasi yang berbeda. Hal ini mengindikasikan adanya pola teror yang mulai menyebar di beberapa titik jalur logistik Kotim.

    ​“Sama, pikap kami kemarin juga seperti itu. Tapi kejadiannya saat melintas di sekitar Jalan Tjilik Riwut, Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu,” ungkap Algazhali menceritakan pengalaman pahitnya.


    ​Ketiadaan motif yang jelas dalam rentetan kejadian ini membuat para sopir merasa waswas. Korban di Km 37 mengaku tidak memiliki persoalan dengan siapa pun sebelum serangan terjadi. Kejadian yang berlangsung sangat cepat membuat para pelaku mudah melarikan diri ke kegelapan malam setelah melancarkan aksinya.

    ​Laporan dari dua titik berbeda—Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Tjilik Riwut Pelantaran—menunjukkan bahwa “teror lempar batu” ini bukan lagi masalah sepele. Ini adalah ancaman nyata terhadap nyawa sopir dan keselamatan lalu lintas secara umum.

    ​Kaca yang pecah mungkin bisa diganti, namun trauma dan risiko kecelakaan fatal akibat sopir yang kaget saat mengemudi bermuatan berat adalah taruhan yang terlalu besar. Pihak kepolisian diinstruksikan untuk tidak hanya menunggu laporan formal, tetapi segera memetakan titik rawan dan memperketat patroli malam. Jalur Trans Kalimantan adalah urat nadi ekonomi; jangan sampai jalur ini berubah menjadi “jalur maut” karena dibiarkannya aksi vandalisme jalanan tanpa penindakan tegas. (***)

  • Waspada Jalur Licin di Jemaras: Truk CPO Terguling dan Menumpahkan Muatan ke Badan Jalan

    Waspada Jalur Licin di Jemaras: Truk CPO Terguling dan Menumpahkan Muatan ke Badan Jalan

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) kembali terjadi di jalur vital Jalan Tjilik Riwut, tepatnya di Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Minggu sore (10/5/2026).

    Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini mengakibatkan tangki kendaraan bocor hingga meluberkan minyak ke permukaan aspal, menciptakan kondisi jalan yang sangat berbahaya bagi para pengguna jalan lainnya.

    Kecelakaan bermula saat truk bermuatan minyak sawit mentah tersebut melaju dari arah Palangka Raya menuju Sampit. Di lokasi kejadian, truk diduga mengalami kerusakan teknis pada bagian blombongan hingga mengakibatkan salah satu ban terlepas secara tiba-tiba. Kondisi ini membuat sopir kehilangan kendali, hingga akhirnya kendaraan tersebut terguling di sisi jalan.

    Sebuah mobil Daihatsu Sigra putih yang berada tepat di belakang truk pun nyaris terlibat benturan, namun berhasil menghindar saat ban truk tersebut menggelinding liar di badan jalan.

    Novita, seorang warga yang berada di sekitar lokasi, menceritakan kepanikan saat peristiwa tersebut pecah. Menurutnya, ban truk yang terlepas menjadi pemicu utama kendaraan oleng hingga terbalik.

    “Awalnya ban truk CPO terlepas, lalu langsung terbalik sendiri. Minyak dari tangki bocor dan meluber ke jalan,” ujar Novita saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

    Dampak dari tumpahan minyak ini langsung dirasakan oleh pengendara lain. Permukaan aspal yang dilapisi minyak sawit menjadi sangat licin dan sulit dilalui, terutama bagi kendaraan roda dua. Novita menambahkan bahwa sudah ada korban yang terjatuh akibat kondisi jalan yang tidak kondusif tersebut.

    “Informasinya dua pengendara sempat jatuh karena jalannya licin kena minyak CPO. Ada juga mobil putih yang tadi sempat menghindari ban truk yang terlepas itu supaya tidak kena,” tambahnya.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim segera merespons laporan warga yang masuk melalui layanan hotline. Dalam laporan darurat tersebut, warga mendesak agar armada bantuan segera tiba untuk menetralisir tumpahan minyak agar tidak memakan lebih banyak korban.

    “Mohon izin bisa minta bantu armada tangki. Ada kecelakaan lalu lintas antara mobil truk CPO dan mobil Sigra di Jemaras dekat SPBU Jemaras. CPO-nya tumpah di jalan sehingga jalan licin Pak,” demikian bunyi laporan yang diterima BPBD Kotim.

    Hingga berita ini diturunkan, petugas kepolisian telah berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas serta melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kerusakan mekanis pada truk tersebut. Pengendara yang melintas di kawasan Jemaras diimbau untuk sangat berhati-hati dan menurunkan kecepatan secara drastis.

    Insiden ban lepas ini adalah pengingat keras bahwa kelaikan teknis kendaraan angkutan berat tidak bisa ditawar. Tumpahan CPO di jalan umum bukan hanya merugikan pemilik barang, tetapi menjadi ancaman nyawa bagi masyarakat umum yang melintas. Kejadian ini mempertegas perlunya pengawasan lebih ketat terhadap standar perawatan armada angkutan sebelum mereka dilepas ke jalan raya lintas kabupaten. (***)

  • Mobil Dinas Kadishut Kalteng Hantam Pengaman Jembatan di Jemaras

    Mobil Dinas Kadishut Kalteng Hantam Pengaman Jembatan di Jemaras

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km 40, Desa Jemaras, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Kamis subuh (16/4/2026), memicu perhatian publik. Mobil operasional jenis Toyota Innova hitam yang membawa Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Kalimantan Tengah Agustan Saining, dilaporkan menghantam beton pengaman jembatan dengan keras. Meski kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan, seluruh penumpang dilaporkan selamat dalam insiden maut tersebut.

     Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh faktor kelelahan. Kendaraan tersebut sedang menempuh perjalanan jauh dari Kabupaten Kotawaringin Barat menuju Palangka Raya usai agenda dinas. Di tengah kesunyian jalan raya Jemaras, sang sopir diduga terserang kantuk hebat (microsleep) hingga kehilangan kendali atas kemudinya.

    Camat Cempaga Agustiawany, mengonfirmasi bahwa evakuasi segera dilakukan setelah warga dan petugas mendapati kendaraan dalam kondisi ringsek di lokasi kejadian.

    “Informasi yang kami terima, sopir mengantuk dan menabrak pengaman jembatan. Mobil langsung di-towing ke arah Palangka Raya sekitar pukul 08.20 WIB,” ungkap Agustiawany, Jumat (17/4/2026).

     Kadishut Kalteng, Agustan Saining, dikabarkan sempat mendapatkan perawatan medis akibat luka benturan yang dialaminya. Namun, kabar terbaru menyebutkan kondisi beliau kini telah stabil. Rekaman video amatir warga memperlihatkan bumper hingga kap mesin mobil dinas tersebut hancur tak berbentuk, menunjukkan betapa hebatnya benturan yang terjadi pada beton jembatan tersebut.

    Di meja redaksi Kanalindependen.id, kami melihat insiden ini sebagai pengingat bagi seluruh instansi pemerintahan. Seringkali, jadwal kegiatan dinas yang padat memaksa para sopir pejabat untuk terus melaju melintasi kabupaten meski fisik sudah mencapai batas maksimal.

    Jalan Cilik Riwut, khususnya di area Cempaga, memiliki karakteristik jalan lurus yang sering kali membuat pengemudi terlena atau justru cepat merasa bosan dan mengantuk. Tidak ada agenda dinas yang lebih penting daripada keselamatan nyawa.

    Kami menghimbau kepada siapa pun yang melakukan perjalanan lintas kabupaten: jika mata sudah terasa berat, menepilah. Lima belas menit memejamkan mata di rest area atau SPBU jauh lebih berharga daripada memaksakan diri dan berakhir di pengaman jembatan.

    Beton jembatan mungkin bisa diperbaiki, dan mobil bisa diganti, namun nyawa tidak punya cadangan. (***)

  • Akibat Kecelakaan, Minyak Tumpah di Jalur Nadi Kalimantan, Antrean Mengular Sejak Malam hingga Pagi

    Akibat Kecelakaan, Minyak Tumpah di Jalur Nadi Kalimantan, Antrean Mengular Sejak Malam hingga Pagi

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Pagi baru saja menyapa, tetapi laju kendaraan di ruas Trans Kalimantan, Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, belum juga benar-benar bergerak. Deretan truk, mobil pribadi, hingga sepeda motor terjebak dalam antrean panjang yang sudah mengular sejak malam sebelumnya, Minggu (29/3/2026).

    Di jalur yang menjadi penghubung vital antara Sampit dan Palangka Raya itu, perjalanan berubah menjadi penantian.

    Muhammad Rizal, salah satu pengendara yang melintas, menyaksikan sendiri bagaimana arus kendaraan tersendat nyaris tanpa jeda. Ia menggambarkan situasi pagi itu sebagai antrean panjang yang memaksa pengendara ekstra waspada.

    “Antrean panjang di Desa Parit. Arah Sampit–Palangka Raya harus hati-hati,” ujarnya, Senin (30/3) sekitar pukul 06.58 WIB.

    Dari rekaman video yang beredar, kendaraan tampak bergerak perlahan dalam sistem buka-tutup jalan. Satu per satu melintas, seolah bergantian mengambil napas di jalur sempit yang tersisa.

    Di balik kemacetan itu, ada peristiwa yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Informasi di lapangan menyebut, kecelakaan bermula dari sebuah truk pengangkut peti kemas yang diduga tak kuat menanjak.

    Kendaraan besar itu kemudian memicu tabrakan beruntun dengan truk bermuatan crude palm oil (CPO).
    Benturan itu bukan hanya menghentikan laju kendaraan. Muatan minyak sawit yang tumpah ke badan jalan menjadikan aspal licin mengubah ruas jalan menjadi bidang berbahaya bagi siapa saja yang melintas.

    “Katanya truk kontainer tidak kuat nanjak, lalu terjadi tabrakan dengan truk CPO. Minyaknya tumpah ke jalan,” kata Rizal, mengulang informasi yang ia terima di lokasi.

    Hingga Senin pagi, sisa-sisa kecelakaan masih terlihat. Potongan kendaraan, termasuk bagian truk peti kemas, belum sepenuhnya dievakuasi. Kondisi ini mempersempit ruang gerak kendaraan dan memperpanjang antrean.

    Situasi semakin riskan karena permukaan jalan yang licin. Pengendara diminta menahan kecepatan, menjaga jarak, dan tidak memaksakan manuver. Di sisi lain, kebutuhan akan penanganan cepat menjadi mendesak terutama untuk membersihkan tumpahan minyak yang berpotensi memicu kecelakaan lanjutan.

    Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti insiden maupun progres evakuasi. Namun satu hal jelas: di jalur yang menjadi nadi distribusi dan mobilitas Kalimantan ini, satu peristiwa kecil bisa menjelma menjadi kemacetan panjang yang menahan ribuan perjalanan.

    Sementara itu, pengguna jalan diimbau mempertimbangkan jalur alternatif. Sebab, di Desa Parit pagi ini, perjalanan bukan lagi soal jarak melainkan tentang seberapa lama bersabar di tengah antrean.(***)