Tag: Trenggiling Sampit

  • Terdesak Karhutla ke Jantung Kota: Tenggiling 4 Kg Ditemukan di Parit Depan Puskesmas Ketapang II Sampit

    Terdesak Karhutla ke Jantung Kota: Tenggiling 4 Kg Ditemukan di Parit Depan Puskesmas Ketapang II Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) makin nyata merangsek ke area perkotaan. Seekor trenggiling (Manis javanica) berbobot sekitar 4 kilogram ditemukan warga tersesat di saluran parit Jalan H. Imran, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK), Sampit, Minggu (4/10/2026) sore.

    Satwa langka yang dilindungi undang-undang tersebut ditemukan tepat di depan bangunan Puskesmas Ketapang II sekitar pukul 15.00 WIB. Diduga kuat, trenggiling ini terdesak keluar dari kawasan habitat aslinya di pinggiran perkotaan yang kini ludes terbakar dan terkepung kabut asap pekat.

    Sadar akan status perlindungan satwa tersebut, warga setempat tidak menangkapnya untuk dipelihara atau diperjualbelikan, melainkan langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim.

    Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah, menyampaikan bahwa penanganan evakuasi berjalan cepat berkat kolaborasi responsif warga, tim Damkar, dan komunitas relawan lingkungan.

    “Tenggiling awalnya diamankan oleh Danregu Damkar, Febri, lalu dibawa ke Mako Damkar. Selanjutnya, satwa diserahkan kepada Hari bersama aktivis lingkungan untuk diteruskan kepada petugas BKSDA Pos Sampit sekitar pukul 18.40 WIB,” terang Muriansyah dalam laporan resminya, Minggu (4/10/2026).

    Kondisi Sehat Tanpa Luka, Siap Dilepasliarkan di Kebun Raya Sampit

    Setelah menerima penyerahan satwa, petugas BKSDA Pos Sampit langsung melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pemeriksaan medis awal menunjukkan kondisi mamalia bersisik tersebut dalam keadaan sehat dan mulus tanpa luka bakar maupun cidera fisik.

    Penyerahan trenggiling ini dilakukan usai tim BKSDA Pos Sampit menyelesaikan observasi lapangan terkait kemunculan orangutan di dua lokasi terpisah pada hari yang sama.

    Merespons temuan ini, BKSDA Pos Sampit berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II BKSDA Kalteng di Pangkalan Bun untuk proses pelepasliaran (release).

    “Rencananya, trenggiling ini akan dilepasliarkan pada Senin (5/10/2026) pagi di kawasan Kebun Raya Sampit. Proses pelepasliaran dibantu oleh Hadi, aktivis lingkungan sekaligus pengelola Kebun Raya Sampit dan staf DLH Kotim,” tambah Muriansyah.

    Kesadaran warga Ketapang yang memilih melaporkan temuan satwa dilindungi kepada pihak berwenang mendapat apresiasi tinggi. Tindakan ini mencegah potensi perdagangan satwa ilegal maupun kematian satwa akibat terisolasi di pemukiman padat penduduk.

    Penemuan trenggiling di parit pusat kota Sampit menjadi alarm keras hancurnya ekosistem penyangga (buffer zone) di sekitar MB Ketapang. Ketika hutan dan semak belukar di pinggiran kota terbakar habis, satwa-satwa liar yang selamat tidak lagi memiliki ruang jelajah selain menerobos ke kawasan padat permukiman warga untuk mencari perlindungan.

    Keputusan melepasliarkan trenggiling ke Kebun Raya Sampit harus diimbangi dengan pengamanan ketat dari ancaman karhutla dan pemburu liar. Pemkab Kotim melalui DLH wajib menyiagakan personel dan jaringan sumur bor di kawasan Kebun Raya agar ruang konservasi ini tidak ikut terbakar.

    BKSDA Resort Sampit dan Damkarmat Kotim didesak memperluas sosialisasi call center darurat konflik satwa. Mengingat krisis karhutla masih berlangsung, potensi kemunculan satwa liar lain seperti ular, trenggiling, hingga primata di permukiman kota diperkirakan masih tinggi.

  • Terdesak Karhutla Sampit, Trenggiling 2 Kilogram Lolos dari Kobaran Api dan Ditemukan di Bekas Kebakaran

    Terdesak Karhutla Sampit, Trenggiling 2 Kilogram Lolos dari Kobaran Api dan Ditemukan di Bekas Kebakaran

    ​SAMPIT, Kanalindependen.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang tak kunjung padam kian masif menghancurkan bentang habitat satwa liar. Tak hanya melahap vegetasi gambut, musnahnya ruang hidup memaksa satwa langka dilindungi keluar dari hutan dan melintasi kawasan bekas kebakaran demi menyelamatkan diri.

    ​Seekor trenggiling (Manis javanica) berbobot sekitar 2 kilogram ditemukan berhasil selamat setelah terdesak kobaran api di kawasan bekas kebakaran Jalan Bumi Raya 1, Sampit. Satwa pemakan serangga yang dikenal sangat rentan terhadap paparan asap dan suhu panas itu ditemukan oleh Komunitas Reptil Sampit saat menggelar penyisiran lokasi karhutla pada Rabu malam (26/8/2026).

    ​Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengonfirmasi penyerahan satwa dilindungi tersebut dari pihak komunitas pada malam kejadian. Selain trenggiling, tim yang dipimpin Hari tersebut juga mengamankan seekor ular sanca kembang dari lokasi bekas terbakar.

    ​”Pada Rabu malam, 26 Agustus 2026, kami menerima penyerahan satu ekor trenggiling dengan berat sekitar 2 kilogram. Kondisinya terlihat sehat dan tidak ditemukan luka bakar maupun cedera fisik lainnya. Setelah diperiksa dan dipastikan kondisinya stabil, satwa tersebut langsung kami pelepasliarkan kembali ke lokasi aman yang jauh dari jangkauan karhutla di wilayah Kotim,” ungkap Muriansyah, Jumat (28/8/2026).

    ​Lolosnya trenggiling ini menguatkan indikasi bahwa amuk karhutla telah melumpuhkan benteng pertahanan ekosistem gambut. Muriansyah membeberkan bahwa potensi satwa liar yang terjebak di tengah kepungan api maupun yang merangsek masuk ke kawasan pemukiman warga kini berada pada tingkat kewaspadaan tinggi. Pihaknya bahkan sempat menerima laporan warga terkait ditemukannya trenggiling lain di dekat Kompleks Perumahan depan Stadion 29 Nopember Sampit.

    Penyelamatan trenggiling di Jalan Bumi Raya 1 menelanjangi kerusakan serius pada bentang habitat liar Kotim akibat kepungan karhutla yang tak kunjung teratasi. Ketika satwa pemalu dan lambat bergerak seperti trenggiling mulai bermigrasi ke area terbuka dan perumahan warga, itu menjadi sinyal bahwa ruang jelajah alami mereka di dalam hutan gambut sudah musnah terbakar.

    ​Kanal Independen mendesak penanganan serta langkah mitigasi darurat dari otoritas daerah:
    ​BKSDA Resort Sampit bersama Pemkab Kotim didesak memperluas jangkauan patroli penyisiran satwa (wildlife rescue patrol) di seluruh zona bekas karhutla perkotaan Sampit.

    Di samping itu, masyarakat diimbau keras untuk tidak menangkap, memelihara, atau memanfaatkan situasi krisis ini untuk memperjualbelikan satwa dilindungi yang terdesak ke pemukiman. Penegakan hukum tegas harus diberlakukan terhadap siapa pun yang memanfaatkan bencana karhutla untuk perburuan liar.(***)