Tag: Ular masuk rumah

  • Benteng Terakhir Bobol, King Cobra Menembus Kamar Tidur Warga Baamang Tengah

    Benteng Terakhir Bobol, King Cobra Menembus Kamar Tidur Warga Baamang Tengah

    SAMPIT Kanalindependen.id – Istilah “rumahku istanaku” terasa semu bagi Munarowi, warga Jalan Baamang 1. Rabu sore (29/4/2026) , ruang privatnya berubah menjadi zona maut setelah seekor King Cobra ditemukan bersembunyi di dalam kamar tidurnya. Insiden ini bukan sekadar evakuasi rutin, melainkan bukti nyata kian tipisnya sekat antara permukiman padat dan habitat predator mematikan.

    ​Laporan masuk ke Mako Damkar pada pukul 17.36 WIB. Hanya dalam hitungan menit, Peleton III Damkar dan Penyelamatan tiba di lokasi. Namun, petugas tidak disambut dengan ular yang melata di lantai terbuka, melainkan sebuah teka-teki berbahaya: ular tersebut hilang di dalam kamar.

    ​Penyisiran intensif dilakukan di setiap sudut perabot hingga plafon. Petugas terpaksa menggunakan metode herping dan rangsangan insektisida untuk memaksa sang raja kobra keluar dari celah dinding. Dalam ketegangan tinggi, ular agresif itu akhirnya muncul dan berhasil diringkus hidup-hidup pada pukul 18.11 WIB.

    ​”Tantangannya karena posisi ular berada di dalam kamar dan bersembunyi di celah dinding. Perlu kehati-hatian ekstra agar tidak membahayakan penghuni maupun petugas,” ujar Komandan Regu Jaga Disdamkarmat Kotim, Supiansyah.

    ​Keberhasilan operasi 17 menit ini patut diapresiasi, namun kemunculan King Cobra di kawasan Baamang Tengah yang padat penduduk menyisakan tanya besar. Mengapa satwa yang biasanya menghindari manusia ini kini berani masuk hingga ke ruang tidur?

    ​Kanalindependen.id, menilai peristiwa ini adalah alarm keras bagi warga perkotaan di Sampit. King Cobra dikenal sebagai ular pemakan ular yang memiliki teritori luas. Masuknya predator ini ke dalam kamar menunjukkan adanya gangguan serius pada rantai makanan atau habitat asli mereka di sekitar pemukiman.

    ​Masyarakat harus sadar bahwa celah sekecil apa pun di dinding rumah adalah pintu gerbang bagi maut. Kita tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan atau respons cepat petugas Damkar. Edukasi mengenai sanitasi lingkungan dan penutupan akses masuk satwa ke rumah harus menjadi prioritas sebelum “tamu tak diundang” berikutnya datang dengan hasil yang berbeda.

    ​Hari ini Munarowi selamat, namun tanpa kewaspadaan lingkungan, siapa yang bisa menjamin kamar tidur kita benar-benar aman malam ini? (***)

  • Dikira Tali, Ternyata Ular! Kecil Sih Tapi Bikin Syok Warga Sampit

    Dikira Tali, Ternyata Ular! Kecil Sih Tapi Bikin Syok Warga Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Suasana siang di sebuah rumah di Jalan Jiwa, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (16/3/2026), sempat berubah menjadi tegang. Benda kecil yang awalnya dikira hanya seutas tali ternyata seekor ular.

    Pemilik rumah, Dani, pertama kali menyadari keberadaan hewan melata tersebut saat melihat sesuatu di bawah meja. Awalnya ia tidak terlalu curiga, namun setelah diperhatikan lebih dekat, benda itu ternyata bergerak.

    Sontak saja temuan itu membuat penghuni rumah terkejut. Tak ingin mengambil risiko, Dani kemudian segera menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur melalui layanan emergency call.

    “Laporan kami terima sekitar pukul 11.13 WIB oleh petugas piket Peleton I. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke grup petugas untuk segera ditindaklanjuti,” ungkap Kepala Peleton Piket DIsdamkarmat Kotim Akhmad ilham Wahyudi.

    Tak butuh waktu lama, tim rescue Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar 17 menit kemudian, petugas tiba di rumah pelapor.

    Sesampainya di lokasi, petugas langsung diarahkan ke dalam rumah, tepatnya di bawah meja, tempat terakhir ular tersebut terlihat.

    Proses pencarian sempat berlangsung beberapa saat. Petugas harus memastikan posisi ular yang bersembunyi di sela-sela perabot rumah.

    Setelah dilakukan pencarian atau herping, ular akhirnya berhasil ditemukan. Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengevakuasi hewan tersebut dengan aman.

    Ular yang berhasil diamankan diketahui merupakan jenis ular sawo kopi (Coelognathus flavolineata) dengan panjang sekitar 20 sentimeter.

    Meski ukurannya relatif kecil, kemunculan ular di dalam rumah tentu saja cukup membuat penghuni rumah terkejut.

    Secara umum, ular sawo kopi merupakan salah satu jenis ular yang tidak berbisa dan cukup sering ditemukan di lingkungan permukiman maupun kebun. Ular ini biasanya memangsa hewan kecil seperti tikus dan kadal.

    Meski tidak berbahaya, kemunculan ular di dalam rumah tetap saja bisa membuat warga terkejut, terlebih jika muncul secara tiba-tiba di area dalam rumah.

    Setelah proses evakuasi selesai, petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik rumah tentang langkah pencegahan agar ular tidak kembali masuk ke dalam rumah.

    Salah satunya dengan menempatkan kapur barus atau bahan beraroma menyengat di beberapa sudut rumah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan melata.

    Operasi penanganan tersebut berlangsung cepat. Penanganan dimulai sekitar pukul 11.33 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 11.45 WIB.

    Setelah memastikan situasi aman, petugas kembali ke Markas Komando Damkarmat Kotawaringin Timur untuk melanjutkan tugas lainnya.

    Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun kejadian ini menjadi pengingat bagi warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya hewan liar di sekitar rumah, terutama di area yang memiliki banyak celah atau tumpukan barang. (***)

  • Kardus Tanpa Pemilik di Depan Rumah Warga Sampit, di Tengah Maraknya Evakuasi Ular oleh Damkar Kotim

    Kardus Tanpa Pemilik di Depan Rumah Warga Sampit, di Tengah Maraknya Evakuasi Ular oleh Damkar Kotim

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Pagi itu, Selasa (10/3/2026), suasana di Jalan Pinang IV, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, berjalan seperti biasa. Aktivitas warga mulai menggeliat, sebagian baru membuka pintu rumah untuk memulai hari.

    Namun di depan salah satu rumah, sebuah kardus tergeletak begitu saja.

    Tak ada alamat, tak ada nama pengirim. Hanya sebuah kardus tanpa pemilik yang membuat pemilik rumah merasa curiga. Ia tak tahu sejak kapan benda itu berada di sana.

    Rasa penasaran bercampur khawatir membuat warga itu memilih tidak menyentuhnya. Ia justru memperhatikan sesuatu yang mencurigakan dari dalam kardus seolah ada sesuatu yang bergerak.

    Laporan kemudian dikirimkan melalui grup WhatsApp Humas Damkar 113 sekitar pukul 08.15 WIB. Informasi itu segera diteruskan kepada tim piket Peleton I Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Tak lama berselang, tim Regu I dipimpin Kepala Peleton Piket/Jaga, Akhmad Ilham Wahyudi, bergerak menuju lokasi sekitar pukul 08.18 WIB.

    Delapan menit kemudian, tepat pukul 08.26 WIB, petugas tiba di depan rumah pelapor.

    “Kami menerima laporan warga terkait adanya ular di dalam kardus di depan rumah. Setelah dilakukan validasi, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Ilham.

    Petugas kemudian diarahkan menuju kardus yang berada tepat di depan rumah. Ketika diperiksa, isi kardus itu akhirnya terungkap.

    Seekor ular sanca batik berada di dalamnya.

    Menurut keterangan pelapor, kardus tersebut diduga diletakkan oleh orang tidak dikenal saat ia berada di dalam rumah. Karena itu ia tidak mengetahui siapa yang meninggalkannya.

    Petugas Damkar kemudian segera melakukan evakuasi menggunakan peralatan yang telah disiapkan. Proses penanganan berlangsung cepat dan hati-hati agar tidak membahayakan warga sekitar.

    “Ular sanca batik berhasil kami amankan dan proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tambah Ilham.

    Operasi penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 08.35 WIB. Setelah memastikan situasi aman, petugas kembali ke Markas Komando Disdamkarmat Kotim.

    Peristiwa kardus berisi ular di depan rumah warga ini terjadi di tengah meningkatnya laporan penemuan ular di lingkungan permukiman di Sampit dan sekitarnya.

    Kepala Disdamkarmat Kotim, Akhmad Taufik, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir petugas cukup sering menerima laporan terkait keberadaan ular di rumah warga.

    Dalam satu bulan saja, petugas bisa menangani sekitar 50 hingga 60 kasus penyelamatan reptil tersebut.

    “Petugas kami hampir setiap hari menerima laporan. Dalam sehari bisa satu sampai dua kasus ular masuk ke rumah warga,” ujarnya.

    Dari jumlah itu, sekitar 30 hingga 40 persen merupakan ular kobra yang dikenal berbisa dan berbahaya bagi manusia.

    Jika dirata-ratakan, jumlah ular yang berhasil diamankan oleh petugas Damkar Kotim bisa mencapai sekitar 600 ekor dalam satu tahun.

    Menurut Taufik, meningkatnya kasus ular masuk ke permukiman diduga berkaitan dengan perubahan ekosistem dan terganggunya habitat alami mereka.

    “Bisa jadi ekosistem mereka berubah atau habitatnya terganggu,” katanya.

    Petugas di lapangan juga kerap menemukan ular bersembunyi di tempat yang tak terduga, seperti di plafon rumah, dapur, hingga tumpukan barang yang lama tidak terurus. Bahkan dalam beberapa kasus, ular ditemukan sudah bertelur.

    Karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat persembunyian ular.

    Selain itu, warga juga diminta tidak mencoba menangani sendiri apabila menemukan hewan liar atau berbahaya.

    “Jika menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya, sebaiknya segera melapor kepada petugas agar dapat ditangani dengan aman,” pungkasnya. (***)