Tag: wings air

  • Dua Hari Lumpuh! Erupsi Krakatau Paksa Penerbangan Jakarta dan Surabaya ke Sampit Kembali Dibatalkan

    Dua Hari Lumpuh! Erupsi Krakatau Paksa Penerbangan Jakarta dan Surabaya ke Sampit Kembali Dibatalkan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Efek domino erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus melumpuhkan sektor transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Selama dua hari berturut-turut pada 6–7 September 2026, dua penerbangan utama dari Jakarta dan Surabaya menuju Bandar Udara H. Asan Sampit dipastikan batal mengudara demi keselamatan operasional penerbangan dari potensi bahaya sebaran abu vulkanik (volcanic ash).

    Dua rute maskapai komersial yang kembali gagal mendarat di Sampit meliputi: Super Air Jet: Rute Soekarno-Hatta Jakarta (CGK) – Sampit (SMQ) PP. Nam Air (IN242/IN243): Rute Juanda Surabaya (SUB) – Sampit (SMQ) PP.

    PIC CAPT Bandara H. Asan Sampit, Alfiansyah, menjelaskan bahwa penerbangan Super Air Jet yang dijadwalkan terbang dari Jakarta pukul 12.35 WIB dibatalkan menyusul keputusan otoritas penerbangan yang memperpanjang penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 WIB.

    Sementara itu, pembatalan penerbangan Nam Air dipicu oleh sistem rotasi armada berantai (rotational aircraft). Pesawat yang dijadwalkan melayani rute Jakarta – Pangkalan Bun – Surabaya – Sampit terhenti sejak penerbangan awal dari Jakarta dibatalkan akibat koridor udara Jawa Bagian Barat tertutup abu vulkanik.

    “Super Air Jet Jakarta-Sampit yang harusnya berangkat dari Jakarta pukul 12.35 WIB juga batal menyusul perpanjangan penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 WIB akibat ancaman abu vulkanik,” terang Alfiansyah, Senin (7/9/2026).

    Wings Air Mendarat Mulus, Penerbangan Regional Tetap Berjalan

    Di tengah lumpuhnya dua maskapai utama, operasional Bandara H. Asan Sampit dipastikan tetap berjalan secara umum. Maskapai Wings Air yang melayani rute Surabaya–Sampit PP dilaporkan tidak mengalami kendala dan tetap beroperasi normal sesuai jadwal sejak Minggu (6/9/2026).

    Pada Senin (7/9/2026), armada Wings Air sukses mendarat tepat waktu pada pukul 13.25 WIB di Sampit dan kembali mengudara menuju Surabaya pada pukul 13.50 WIB. Pihak bandara terus mengimbau calon penumpang Nam Air dan Super Air Jet untuk segera berkoordinasi dengan customer service maskapai terkait skema reschedule maupun pengembalian dana tiket (refund).

    Gagal beroperasinya rute Jakarta dan Surabaya selama dua hari berturut-turut menelanjangi kerentanan ekstrem sistem transportasi udara Kotim yang sangat bergantung pada rotasi penerbangan Pulau Jawa. Di tengah kepungan kabut asap karhutla di daratan Kotim, terisolasi dari jalur penerbangan nasional kian memperburuk mobilitas medis, bisnis, dan logistik warga.

    Dua catatan kritikal dari Kanal Independen:

    Otoritas Bandara H. Asan Sampit bersama Pemkab Kotim didesak untuk membuka Posko Layanan Krisis Penumpang Terpadu di area terminal. Posko ini penting untuk mencegah penumpukan calon penumpang dan memastikan tidak ada denda tambahan bagi warga yang melakukan reschedule akibat kondisi force majeure. Selain itu, Pemkab Kotim perlu memperkuat moda transportasi darat dan laut sebagai rute alternatif darurat jika gangguan ruang udara akibat erupsi Krakatau berlangsung dalam durasi yang lebih panjang. (***)

  • Wings Air Kembali Beroperasi di Sampit, Sediakan Layanan Lima Rute Strategis Lintas Kalimantan

    Wings Air Kembali Beroperasi di Sampit, Sediakan Layanan Lima Rute Strategis Lintas Kalimantan

    SAMPIT, kanalindependen.id – Konektivitas transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali bergairah. Setelah kurang lebih 1,5 tahun vakum, maskapai Wings Air kembali mengudara di langit Kota Sampit.

    Kehadiran maskapai Wings Air (Lion Group) di Bandar Udara (Bandara) Haji Asan Sampit disambut baik oleh Bupati Kotim Halikinnor saat roda pesawat ATR 72 Turboprop baling-baling ini kembali mendarat membawa penumpang dengan selamat menuju Sampit sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (10/3/2026).

    Pesawat berkapasitas 72 seat ini, sebelumnya sudah lama beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit, namun sejak awal Juli 2024 lalu, pesawat ini tak beroperasi.

    Halikinnor mengungkapkan rasa syukurnya atas kembalinya Wings Air, terutama dalam melayani rute Sampit–Surabaya. Selain itu, maskapai ini dijadwalkan akan menghubungkan Sampit dengan kota-kota lain di Kalimantan seperti Palangkaraya, Pangkalan Bun, Banjarmasin, hingga Ketapang (Pontianak).

    ​Kehadiran maskapai ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya permintaan transportasi udara menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

    “Pemerintah Daerah bersyukur sekali dengan kehadiran Wings Air, apalagi ini menjelang Lebaran seperti saat ini, kebutuhan transportasi udara sangat tinggi sekali. Jadi, dengan masuknya Wings Air, bisa jadi solusi bagi masyarakat Kotim dalam hal bepergian, terutama menghadapi Lebaran tahun ini,” kata Halikinnor.

    Meski Wings Air telah beroperasi, Pemkab Kotim tidak berhenti melakukan lobi. Halikinnor menargetkan maskapai Super Air Jet dapat segera masuk jika pangsa pasar di Sampit terbukti potensial.

    ​Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Kotim juga tengah fokus mengembangkan infrastruktur bandara salah satunya rencana perpanjangan runway (landasan pacu) sepanjang 2.060 meter dengan lebar 30 meter menjadi 2.360. Namun, hingga kini Pemkab masih berproses dalam penyelesaian pembebasan lahan.

    Perpanjangan runway ini menjadi perhatian serius, mengingat ini menjadi salah satu syarat agar pesawat berbadan lebar sejenis Airbus A320 mampu mendarat dengan aman di Bandara Haji Asan Sampit.

    Terkait tarif tiket pesawat Wings Air yang dikeluhkan masyarakat, Halikinnor mengakui bahwa biaya operasional pesawat tipe baling-baling seperti Wings Air cenderung lebih tinggi dibandingkan pesawat jet. Namun, ia menilai harga saat ini masih dalam batas wajar dan terjangkau bagi masyarakat.

    ”Harapan kita dengan adanya maskapai lain masuk lagi, maka harga tiket bisa bersaing. Jadi, masyarakat punya banyak pilihan,” ujarnya.

    Untuk diketahui, selain Wings Air, adapula maskapai NAM Air Boeing 737 500 yang juga melayani rute Sampit-Jakarta, Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang.

    Sementara itu, Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris mengatakan perkembangan aktivitas penumpang menjelang Lebaran.

    “Saat ini pergerakan penumpang masih tergolong normal. Namun pada penerbangan Wings Air dari Sampit-Surabaya full seat. Sedangkan dari Surabaya-Sampit belum terlalu banyak. Ke depan kemungkinan juga akan penuh,” kata Abdul Haris.

    Terkait jadwal penerbangan Wings Air layanan rute Sampit-Banjarmasin, Sampit-Surabaya dijadwalkan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dan, rute Sampit-Palangka Raya dan Sampit-Pangkalan Bun dijadwalkan setiap Senin, Rabu,Jumat dan Minggu.

    “Untuk saat ini arus penumpang masih berjalan normal seperti biasa belum terlihat ada lonjakan penumpang,” katanya.

    Sebagai perbandingan, pada periode Angkutan Lebaran Tahun 2025, Bandara Haji Asan mencatat total keberangkatan sebanyak 5.771 penumpang dengan total 45 penerbangan pesawat serta 6.439 kargo.

    Sementara, jumlah kedatangan penumpang tahun 2025 berjumlah 4.442 penumpang, 35.233 kargo dengan total 45 pergerakan pesawat. “Puncak arus mudik tahun lalu terjadi pada H-2 Sabtu, 29 Maret 2025, dengan mobilisasi 735 penumpang dalam sehari.

    Prediksi kami puncak arus mudik tahun ini tidak akan jauh berbeda, kemungkinan tetap terjadi di H-2 Lebaran dengan rute terbanyak ke Surabaya dan ke Jakarta,” tandasnya. (hgn)