Tag: wings air

  • Jarak Pandang Sempat 5 Km, Bandara H. Asan Sampit Ambil Peluang Pendaratan

    Jarak Pandang Sempat 5 Km, Bandara H. Asan Sampit Ambil Peluang Pendaratan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Aktivitas penerbangan komersial di Bandara H. Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali memanfaatkan celah cuaca kondusif pada Minggu (20/9/2026). Di tengah ancaman fluktuasi kabut asap karhutla, dua maskapai utama berhasil mengambil peluang pendaratan saat jarak pandang horizontal sempat membaik hingga menyentuh angka 5 kilometer.

    Person In Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H. Asan Sampit, Alfiansyah, mengonfirmasi pendaratan mulus pesawat Super Air Jet dan Wings Air pada siang hari.

    “Penerbangan Wings Air rute Surabaya–Sampit mendarat normal pada pukul 13.16 WIB, disusul Super Air Jet rute Jakarta–Sampit yang sukses menyentuh landasan pacu pada pukul 14.13 WIB,” jelasnya.
     
    Keberhasilan pendaratan dua maskapai komersial tersebut berkejaran langsung dengan dinamika cuaca ekstrem di kawasan bandara. Berdasarkan pengamatan Stasiun Meteorologi BMKG Kotim, jarak pandang di area bandara pada pukul 14.00 WIB berada di angka 5 kilometer dengan cuaca kabut asap, suhu udara 36,1 derajat Celsius, kelembapan 42 persen, serta angin bertiup dari arah tenggara berkecapatan 6 km/jam.

    Namun, kondisi atmosfer berubah drastis hanya dalam rentang satu jam. Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang horizontal merosot tajam menjadi 700 meter akibat desakan kabut asap. Suhu udara mencatatkan angka 33,9 derajat Celsius dengan kelembapan naik menjadi 55 persen, sementara angin bertiup lebih kencang dari arah selatan dengan kecepatan 13 km/jam.

    Pendaratan Super Air Jet dan Wings Air membuktikan bahwa efektivitas operasional penerbangan di Bandara H. Asan Sampit sangat bergantung pada ketepatan memanfaatkan operational window atau jendela peluang cuaca.

    Keputusan tepat untuk mendarat saat jarak pandang mencapai 5 kilometer pada pukul 14.00 WIB menjadi kunci keberhasilan sebelum dorongan angin selatan berkecepatan 13  km/jam kembali membawa kabut asap pekat dan memangkas jarak pandang menjadi 700 meter pada pukul 15.00 WIB.

    Otoritas penerbangan Bandara H. Asan bersama BMKG Kotim didesak untuk terus memperkuat koordinasi real-time terkait pergerakan angin dan kepekatan asap. Langkah ini krusial agar maskapai lain seperti NAM Air dan para calon penumpang dapat mengantisipasi penyesuaian jadwal penerbangan secara presisi tanpa mengorbankan standar keselamatan operasional penerbangan.

    Bandara H. Asan manfaatkan celah cuaca! Jarak pandang sempat 5 KM, Super Air Jet & Wings Air sukses landing di Sampit! Otoritas bandara wajib terus pantau fluktuasi asap yang berubah cepat! (***)

  • Penerbangan Sampit Kena Cancel, Kabut Asap Ganggu Bandara H Asan

    Penerbangan Sampit Kena Cancel, Kabut Asap Ganggu Bandara H Asan

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Jumat (18/9/2026)

    Dua penerbangan rute Sampit-Surabaya dari Nam Air dan Wings Air dipastikan batal terbang akibat kondisi kabut asap yang berdampak terhadap jarak pandang di sekitar bandara.

    Person In Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Alfiansyah, mengatakan penerbangan Nam Air dengan nomor penerbangan IN 243 sebelumnya dijadwalkan berangkat pukul 13.35 WIB.

    Penerbangan tersebut sempat mengalami penundaan dan dijadwalkan kembali pada pukul 17.25 WIB. Namun, kondisi di sekitar Bandara H Asan Sampit membuat penerbangan akhirnya dibatalkan.

    “Disampaikan oleh Sriwijaya Air Group terkait pembatalan jadwal penerbangan NAM Air IN 243 tanggal 18 September 2026 rute Sampit-Surabaya jam 17.25 WIB dialihkan menjadi IN 243 tanggal 19 September 2026 jam 12.45 WIB dikarenakan dampak asap karhutla Kalimantan,” kata Alfiansyah.

    Tak lama berselang, penerbangan Wings Air rute Sampit-Surabaya yang dijadwalkan berangkat pukul 13.50 WIB juga dipastikan batal.

    “Sampit-Surabaya Wings Air juga batal karena kabut asap,” ujar Alfiansyah.

    Pembatalan tersebut berkaitan dengan kondisi penerbangan dari Surabaya menuju Sampit yang tidak dapat dilakukan akibat kabut asap. Dampaknya, penerbangan Wings Air dari Sampit menuju Surabaya ikut dibatalkan.

    Kondisi kabut asap juga membuat jarak pandang di sekitar Bandara H Asan Sampit turun drastis. Berdasarkan data BMKG, jarak pandang di kawasan bandara pada Jumat pukul 09.00 WIB hanya mencapai sekitar 150 meter.

    Sementara itu, masih terdapat jadwal penerbangan Super Air Jet rute Sampit-Jakarta pada hari yang sama. Namun, pihak Bandara H Asan Sampit belum menerima informasi mengenai kepastian penerbangan tersebut dari pihak maskapai.

    “Untuk penerbangan Super Air Jet kami belum mendapatkan informasi dari maskapai,” tandas Alfiansyah.

    Kabut asap karhutla pun tidak hanya berdampak terhadap kondisi udara di Sampit. Aktivitas penerbangan dari Bandara H Asan juga mulai ikut terganggu. (***)

  • Dua Hari Lumpuh! Erupsi Krakatau Paksa Penerbangan Jakarta dan Surabaya ke Sampit Kembali Dibatalkan

    Dua Hari Lumpuh! Erupsi Krakatau Paksa Penerbangan Jakarta dan Surabaya ke Sampit Kembali Dibatalkan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Efek domino erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus melumpuhkan sektor transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Selama dua hari berturut-turut pada 6–7 September 2026, dua penerbangan utama dari Jakarta dan Surabaya menuju Bandar Udara H. Asan Sampit dipastikan batal mengudara demi keselamatan operasional penerbangan dari potensi bahaya sebaran abu vulkanik (volcanic ash).

    Dua rute maskapai komersial yang kembali gagal mendarat di Sampit meliputi: Super Air Jet: Rute Soekarno-Hatta Jakarta (CGK) – Sampit (SMQ) PP. Nam Air (IN242/IN243): Rute Juanda Surabaya (SUB) – Sampit (SMQ) PP.

    PIC CAPT Bandara H. Asan Sampit, Alfiansyah, menjelaskan bahwa penerbangan Super Air Jet yang dijadwalkan terbang dari Jakarta pukul 12.35 WIB dibatalkan menyusul keputusan otoritas penerbangan yang memperpanjang penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 WIB.

    Sementara itu, pembatalan penerbangan Nam Air dipicu oleh sistem rotasi armada berantai (rotational aircraft). Pesawat yang dijadwalkan melayani rute Jakarta – Pangkalan Bun – Surabaya – Sampit terhenti sejak penerbangan awal dari Jakarta dibatalkan akibat koridor udara Jawa Bagian Barat tertutup abu vulkanik.

    “Super Air Jet Jakarta-Sampit yang harusnya berangkat dari Jakarta pukul 12.35 WIB juga batal menyusul perpanjangan penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 18.00 WIB akibat ancaman abu vulkanik,” terang Alfiansyah, Senin (7/9/2026).

    Wings Air Mendarat Mulus, Penerbangan Regional Tetap Berjalan

    Di tengah lumpuhnya dua maskapai utama, operasional Bandara H. Asan Sampit dipastikan tetap berjalan secara umum. Maskapai Wings Air yang melayani rute Surabaya–Sampit PP dilaporkan tidak mengalami kendala dan tetap beroperasi normal sesuai jadwal sejak Minggu (6/9/2026).

    Pada Senin (7/9/2026), armada Wings Air sukses mendarat tepat waktu pada pukul 13.25 WIB di Sampit dan kembali mengudara menuju Surabaya pada pukul 13.50 WIB. Pihak bandara terus mengimbau calon penumpang Nam Air dan Super Air Jet untuk segera berkoordinasi dengan customer service maskapai terkait skema reschedule maupun pengembalian dana tiket (refund).

    Gagal beroperasinya rute Jakarta dan Surabaya selama dua hari berturut-turut menelanjangi kerentanan ekstrem sistem transportasi udara Kotim yang sangat bergantung pada rotasi penerbangan Pulau Jawa. Di tengah kepungan kabut asap karhutla di daratan Kotim, terisolasi dari jalur penerbangan nasional kian memperburuk mobilitas medis, bisnis, dan logistik warga.

    Dua catatan kritikal dari Kanal Independen:

    Otoritas Bandara H. Asan Sampit bersama Pemkab Kotim didesak untuk membuka Posko Layanan Krisis Penumpang Terpadu di area terminal. Posko ini penting untuk mencegah penumpukan calon penumpang dan memastikan tidak ada denda tambahan bagi warga yang melakukan reschedule akibat kondisi force majeure. Selain itu, Pemkab Kotim perlu memperkuat moda transportasi darat dan laut sebagai rute alternatif darurat jika gangguan ruang udara akibat erupsi Krakatau berlangsung dalam durasi yang lebih panjang. (***)

  • Wings Air Kembali Beroperasi di Sampit, Sediakan Layanan Lima Rute Strategis Lintas Kalimantan

    Wings Air Kembali Beroperasi di Sampit, Sediakan Layanan Lima Rute Strategis Lintas Kalimantan

    SAMPIT, kanalindependen.id – Konektivitas transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali bergairah. Setelah kurang lebih 1,5 tahun vakum, maskapai Wings Air kembali mengudara di langit Kota Sampit.

    Kehadiran maskapai Wings Air (Lion Group) di Bandar Udara (Bandara) Haji Asan Sampit disambut baik oleh Bupati Kotim Halikinnor saat roda pesawat ATR 72 Turboprop baling-baling ini kembali mendarat membawa penumpang dengan selamat menuju Sampit sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (10/3/2026).

    Pesawat berkapasitas 72 seat ini, sebelumnya sudah lama beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit, namun sejak awal Juli 2024 lalu, pesawat ini tak beroperasi.

    Halikinnor mengungkapkan rasa syukurnya atas kembalinya Wings Air, terutama dalam melayani rute Sampit–Surabaya. Selain itu, maskapai ini dijadwalkan akan menghubungkan Sampit dengan kota-kota lain di Kalimantan seperti Palangkaraya, Pangkalan Bun, Banjarmasin, hingga Ketapang (Pontianak).

    ​Kehadiran maskapai ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya permintaan transportasi udara menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

    “Pemerintah Daerah bersyukur sekali dengan kehadiran Wings Air, apalagi ini menjelang Lebaran seperti saat ini, kebutuhan transportasi udara sangat tinggi sekali. Jadi, dengan masuknya Wings Air, bisa jadi solusi bagi masyarakat Kotim dalam hal bepergian, terutama menghadapi Lebaran tahun ini,” kata Halikinnor.

    Meski Wings Air telah beroperasi, Pemkab Kotim tidak berhenti melakukan lobi. Halikinnor menargetkan maskapai Super Air Jet dapat segera masuk jika pangsa pasar di Sampit terbukti potensial.

    ​Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Kotim juga tengah fokus mengembangkan infrastruktur bandara salah satunya rencana perpanjangan runway (landasan pacu) sepanjang 2.060 meter dengan lebar 30 meter menjadi 2.360. Namun, hingga kini Pemkab masih berproses dalam penyelesaian pembebasan lahan.

    Perpanjangan runway ini menjadi perhatian serius, mengingat ini menjadi salah satu syarat agar pesawat berbadan lebar sejenis Airbus A320 mampu mendarat dengan aman di Bandara Haji Asan Sampit.

    Terkait tarif tiket pesawat Wings Air yang dikeluhkan masyarakat, Halikinnor mengakui bahwa biaya operasional pesawat tipe baling-baling seperti Wings Air cenderung lebih tinggi dibandingkan pesawat jet. Namun, ia menilai harga saat ini masih dalam batas wajar dan terjangkau bagi masyarakat.

    ”Harapan kita dengan adanya maskapai lain masuk lagi, maka harga tiket bisa bersaing. Jadi, masyarakat punya banyak pilihan,” ujarnya.

    Untuk diketahui, selain Wings Air, adapula maskapai NAM Air Boeing 737 500 yang juga melayani rute Sampit-Jakarta, Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang.

    Sementara itu, Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris mengatakan perkembangan aktivitas penumpang menjelang Lebaran.

    “Saat ini pergerakan penumpang masih tergolong normal. Namun pada penerbangan Wings Air dari Sampit-Surabaya full seat. Sedangkan dari Surabaya-Sampit belum terlalu banyak. Ke depan kemungkinan juga akan penuh,” kata Abdul Haris.

    Terkait jadwal penerbangan Wings Air layanan rute Sampit-Banjarmasin, Sampit-Surabaya dijadwalkan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dan, rute Sampit-Palangka Raya dan Sampit-Pangkalan Bun dijadwalkan setiap Senin, Rabu,Jumat dan Minggu.

    “Untuk saat ini arus penumpang masih berjalan normal seperti biasa belum terlihat ada lonjakan penumpang,” katanya.

    Sebagai perbandingan, pada periode Angkutan Lebaran Tahun 2025, Bandara Haji Asan mencatat total keberangkatan sebanyak 5.771 penumpang dengan total 45 penerbangan pesawat serta 6.439 kargo.

    Sementara, jumlah kedatangan penumpang tahun 2025 berjumlah 4.442 penumpang, 35.233 kargo dengan total 45 pergerakan pesawat. “Puncak arus mudik tahun lalu terjadi pada H-2 Sabtu, 29 Maret 2025, dengan mobilisasi 735 penumpang dalam sehari.

    Prediksi kami puncak arus mudik tahun ini tidak akan jauh berbeda, kemungkinan tetap terjadi di H-2 Lebaran dengan rute terbanyak ke Surabaya dan ke Jakarta,” tandasnya. (hgn)