Penulis: Usay Nor Rahmad

  • BMKG Kalteng Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Meluas

    BMKG Kalteng Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Meluas

    Kanalindependen.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalteng, Senin (10/2/2026) sore.

    Dalam pembaruan peringatan dini yang dirilis pukul 16.55 WIB, BMKG menyebutkan kondisi cuaca ekstrem berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 17.00 WIB, dengan wilayah terdampak awal berada di Kabupaten Pulang Pisau, khususnya Kecamatan Sebangau Kuala dan sekitarnya.

    BMKG juga mengingatkan bahwa potensi cuaca buruk tersebut dapat meluas ke sejumlah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Tengah.

    Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kumai), Kabupaten Kotawaringin Timur seperti Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Seranau, Cempaga Hulu, dan Telawang.

    Selain itu, hujan lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Kapuas (Selat, Kapuas Hilir, Kapuas Timur, Kapuas Kuala, Kapuas Barat, Pulau Petak, Basarang, Tamban Catur, Bataguh), Kabupaten Barito Selatan (Dusun Utara, Gunung Bintang Awai, Dusun Selatan), serta Kabupaten Barito Utara (Montallat dan Gunung Timang).

    Wilayah lain yang juga masuk dalam peringatan dini meliputi Kabupaten Katingan (Kamipang, Mendawai, Katingan Kuala, Tasik Payawan), Kabupaten Seruyan (Seruyan Hilir, Danau Sembuluh, Hanau, Seruyan Hulu, Seruyan Hilir Timur, Seruyan Raya, Danau Seluluk, Suling Tambun), serta Kabupaten Lamandau (Lamandau, Delang, Bulik Timur, Belantikan Raya, Batang Kawa).

    BMKG juga mencatat potensi hujan lebat di Kabupaten Pulang Pisau bagian lain seperti Pandih Batu, Kahayan Kuala, Kahayan Hilir, Maliku, dan Jabiren, serta Kabupaten Barito Timur yang mencakup Dusun Timur, Banua Lima, Patangkep Tutui, Awang, Dusun Tengah, Pematang Karau, Paju Epat, Raren Batuah, Paku, dan Karusen Janang.

    Sementara itu, Kota Palangka Raya, khususnya Kecamatan Sabangau dan sekitarnya, juga masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.

    BMKG memperkirakan kondisi cuaca ini masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan seperti genangan air, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat angin kencang dan petir. (***)

  • Kenal Lewat Media Sosial, Pernikahan Perempuan Sampit dengan WNA Kian Terlihat

    Kenal Lewat Media Sosial, Pernikahan Perempuan Sampit dengan WNA Kian Terlihat

    Kanalindepen.id- Fenomena pernikahan lintas negara mulai tampak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah perempuan asal Sampit tercatat menikah dengan Warga Negara Asing (WNA), setelah berkenalan melalui media sosial dan melanjutkan hubungan tersebut hingga ke jenjang pernikahan resmi.

    Pernikahan lintas negara ini dilangsungkan secara sah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK). Kepala KUA MBK Kementerian Agama RI Kotim, Mohamad Yusuf, membenarkan bahwa mayoritas pernikahan tersebut melibatkan laki-laki WNA dengan perempuan warga lokal.

    “Sebagian besar WNA yang kita nikahkan adalah laki-laki, dan kebanyakan dari mereka berkenalan dengan pasangannya melalui media sosial,” ujar Yusuf.

    Menurutnya, meskipun jumlahnya belum signifikan, pernikahan antara perempuan Sampit dan WNA tercatat hampir setiap tahun. Sepanjang 2025, dari total 577 pernikahan yang dicatat KUA MBK, sekitar lima hingga enam pasangan merupakan pernikahan antara perempuan warga Sampit dengan laki-laki berkewarganegaraan asing.

    “Kalau dipersentasekan, jumlahnya sekitar satu persen dari total pernikahan sepanjang tahun 2025,” jelasnya.

    Memasuki tahun 2026, KUA MBK kembali mencatat satu pernikahan antara perempuan Sampit dengan WNA asal Amerika Serikat. Selain itu, terdapat pula WNA asal Singapura dan Italia yang tengah menjalani konsultasi serta melengkapi persyaratan administrasi pernikahan.

    Proses Administrasi Ketat

    Yusuf menegaskan, pernikahan dengan WNA tidak dapat dilakukan secara sederhana. Ada sejumlah persyaratan administratif yang wajib dipenuhi dan prosesnya relatif panjang.

    “WNA wajib melengkapi identitas dari negara asalnya, termasuk surat keterangan tidak berhalangan menikah. Jika pernah bercerai, harus dilampirkan surat cerai dari negara asal,” katanya.

    Seluruh dokumen tersebut wajib diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris resmi, kemudian diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Indonesia sebelum diproses oleh KUA. Selain itu, WNA juga harus menyelesaikan administrasi di kedutaan besar negara terkait di Indonesia.

    “Setelah semua persyaratan lengkap, barulah pernikahan bisa dilaksanakan di wilayah Kotim,” tegas Yusuf.

    KUA Siap Layani Pernikahan Lintas Negara

    Dalam pelaksanaan bimbingan perkawinan hingga prosesi akad nikah, KUA MBK menyesuaikan penggunaan bahasa agar dapat dipahami oleh kedua mempelai.

    “Untuk bimbingan perkawinan sampai akad nikah yang melibatkan WNA, seluruh proses menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Arab,” ujarnya.

    Yusuf memastikan sumber daya manusia di KUA MBK telah siap menangani pernikahan lintas negara sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Alhamdulillah, SDM kita siap,” pungkasnya.

    Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial kini tidak hanya menjadi ruang perkenalan, tetapi juga membuka peluang terbentuknya relasi lintas negara yang berujung pada ikatan pernikahan, dengan konsekuensi administratif dan budaya yang tidak sederhana. (***)

  • Verifikasi Usia Wajib Pakai Selfie dan KTP, Discord Dihujani Protes Pengguna

    Verifikasi Usia Wajib Pakai Selfie dan KTP, Discord Dihujani Protes Pengguna

    Discord kembali menuai kontroversi. Platform komunikasi populer itu menghadapi gelombang kritik setelah mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh pengguna memverifikasi usia untuk mengakses konten dewasa, dengan cara mengunggah video swafoto atau dokumen identitas resmi pemerintah.

    Discord mengklaim kebijakan ini mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang bekerja langsung di perangkat pengguna. Sistem tersebut disebut mampu memperkirakan usia dengan menganalisis struktur wajah atau mencocokkan selfie dengan kartu identitas. Perusahaan menegaskan bahwa data video selfie tidak akan meninggalkan perangkat pengguna, sementara dokumen identitas yang diverifikasi di luar perangkat akan segera dihapus setelah proses estimasi usia selesai.

    Dalam blog resminya, Discord menyebut kebijakan ini akan diterapkan melalui “peluncuran global bertahap” mulai awal Maret. Seluruh akun secara otomatis akan dialihkan ke pengalaman “ramah remaja” hingga pengguna menyelesaikan proses verifikasi usia. Untuk membuka konten sensitif atau masuk ke kanal berusia terbatas, mayoritas pengguna diperkirakan harus melalui proses tersebut.

    Discord menyatakan sebagian besar pengguna hanya perlu melakukan verifikasi satu kali. Namun, dalam kondisi tertentu, pengguna bisa diminta menjalani lebih dari satu metode verifikasi jika sistem membutuhkan informasi tambahan untuk menentukan kelompok usia.

    Trauma Kebocoran Data Kembali Menghantui

    Alih-alih meyakinkan publik, kebijakan ini justru memicu kekhawatiran luas. Di media sosial, banyak pengguna mempertanyakan apakah Discord layak dipercaya menyimpan data sensitif, mengingat perusahaan itu baru saja mengalami kebocoran data verifikasi usia.

    Pada Oktober lalu, peretas mencuri salinan kartu identitas milik sekitar 70 ribu pengguna Discord dari layanan pihak ketiga yang sebelumnya dipercaya untuk proses verifikasi usia di Inggris dan Australia. Saat itu, Discord mengakui para peretas diduga berniat memeras perusahaan dengan data curian tersebut.

    Peringatan keras pun muncul dari kalangan pakar keamanan siber. Editor senior keamanan Ars Technica, Dan Goodin, kala itu menyebut pengguna yang pernah mengunggah kartu identitas sebaiknya menganggap data mereka “sudah atau akan segera dicuri, lalu dijual atau digunakan untuk pemerasan.”

    Kini, kekhawatiran serupa kembali mencuat. Bagi sebagian pengguna, kebijakan baru ini justru berpotensi menjadikan Discord target yang semakin menggiurkan bagi pelaku kejahatan siber karena menghimpun lebih banyak data sensitif dalam skala global.

    “Ini Cara Discord Mati”

    Tak lama setelah kebijakan ini diberitakan, ratusan pengguna meluapkan kemarahan di Reddit. Di sebuah forum gim PC yang membahas alternatif Discord, seorang pengguna menulis, “Discord sudah pernah bocor data ID. Kenapa masih ada yang mau verifikasi lagi?”

    Komentar lain bahkan lebih tajam. “Inilah cara Discord mati. Mengunggah identitas ke perusahaan pihak ketiga sama saja mengundang pencurian identitas dalam skala global,” tulis seorang pengguna.

    Kecurigaan tak hanya tertuju pada dokumen identitas. Banyak pengguna juga menolak keras permintaan pemindaian wajah. Di subreddit aplikasi Discord, sebagian pengguna bersumpah tidak akan pernah mengirim selfie atau KTP, karena menganggap kebocoran data hanya tinggal menunggu waktu. Mereka menilai Discord mengecilkan risiko privasi demi mengumpulkan data.

    Janji Keamanan dan Mitra Baru

    Discord menyatakan data verifikasi usia hanya dapat diakses oleh pengguna dan tidak akan keluar dari perangkat. Untuk memulihkan kepercayaan pascakejadian Oktober, Discord kini menggandeng k-ID, penyedia layanan verifikasi usia yang juga digunakan platform besar seperti Meta dan Snap.

    Namun, penjelasan itu belum sepenuhnya menenangkan pengguna. Sejumlah pengguna Reddit bahkan membedah kebijakan privasi k-ID dan menilai redaksinya ambigu.

    “Bahasanya tidak jelas dan saling bertentangan. Di satu sisi bilang data dihapus, di sisi lain menyebut ‘pihak ketiga tepercaya’ yang terlibat,” tulis seorang pengguna, yang menyimpulkan bahwa rantai kebijakan privasi tersebut terkesan saling melempar tanggung jawab.

    Penelusuran Ars Technica menunjukkan bahwa teknologi estimasi usia k-ID menggunakan layanan perusahaan Swiss bernama Privately. Dalam kebijakan privasinya, k-ID menyebut tidak melihat wajah pengguna yang diproses sistem. Namun, pernyataan itu dinilai masih menyisakan ruang tafsir, karena tidak secara eksplisit menyebut peran Privately.

    Menanggapi pertanyaan Ars, juru bicara k-ID menegaskan bahwa teknologi estimasi usia berjalan sepenuhnya di perangkat pengguna secara real time. Tidak ada video atau gambar yang dikirim, dan satu-satunya data yang keluar dari perangkat hanyalah hasil lulus atau gagal verifikasi usia.

    Privately sendiri mengklaim teknologinya dirancang sesuai prinsip perlindungan data Uni Eropa, dengan pemrosesan AI langsung di perangkat tanpa mengandalkan penyimpanan cloud dan tanpa menangkap data biometrik pengguna.

    Risiko Akurasi dan Potensi Eksodus Pengguna

    Discord mengakui bahwa kebijakan ini berpotensi membuat sebagian pengguna meninggalkan platform. Kepala kebijakan produk global Discord, Savannah Badalich, menyebut perusahaan juga menggunakan model inferensi usia berbasis metadata, seperti aktivitas pengguna dan pola perilaku, untuk menghindari verifikasi tambahan jika sistem yakin pengguna sudah dewasa.

    Namun, kritik tetap berdatangan. Sejumlah pengguna menilai sistem verifikasi usia mudah diakali, sehingga justru memaksa pengguna dewasa menyerahkan data sensitif tanpa benar-benar melindungi anak di bawah umur. Di Australia, beberapa remaja mengaku berhasil mengelabui sistem hanya dengan mengubah tampilan wajah atau menggunakan video AI.

    Di sisi lain, para ahli menilai teknologi estimasi usia masih memiliki keterbatasan serius, terutama dalam membedakan usia remaja yang berada di ambang batas legal.

    Dengan rekam jejak kebocoran data dan keakuratan teknologi yang masih dipertanyakan, kebijakan verifikasi usia Discord kini berada di persimpangan: antara upaya perlindungan pengguna muda dan risiko kehilangan kepercayaan komunitasnya sendiri. (***)

  • Api Menyala di Suka Bumi Barat, Damkar Kotim Berpacu dengan Waktu Selamatkan Permukiman

    Api Menyala di Suka Bumi Barat, Damkar Kotim Berpacu dengan Waktu Selamatkan Permukiman

    SAMPIT, kanalindepen.id -Sore itu, Senin (9/2/2026), langit di Jalan Suka Bumi Barat, Kelurahan Baamang Hilir, belum sepenuhnya gelap ketika kepanikan mulai terasa. Sekitar pukul 16.45 WIB, api tiba-tiba muncul dari sebuah rumah semi permanen milik Pak Toto. Asap pekat perlahan naik, membuat warga sekitar waswas bisa menjalar kapan saja di kawasan permukiman yang saling berhimpitan.

    Tak menunggu lama, seorang warga bergegas mendatangi Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur. Laporan itu langsung direspons cepat. Dua menit berselang, tepat pukul 16.47 WIB, armada pemadam meluncur menuju lokasi yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari markas.

    Di lapangan, petugas dari Peleton II Regu 1, 2, dan 3 langsung melakukan size up. Api diketahui telah membakar bagian bangunan seluas kurang lebih 5 x 6 meter. Fokus utama bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan kobaran tidak menjalar ke rumah-rumah lain di sekitarnya.

    “Kami langsung lakukan pemadaman dan pelokalisiran agar api tidak meluas,” kata Kepala Disdamkarmat Kotim, Akhmad Taufik, saat di lokasi.

    Dalam waktu sekitar 16 menit, api berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan dengan pendinginan dan overhaul untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Pada pukul 17.05 WIB, status kebakaran dinyatakan aman. Warga yang sejak awal menyaksikan dengan cemas akhirnya bisa bernapas lega.

    Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyisakan luka. Seorang warga bernama Kurniawan Riski Rahmadi mengalami cedera ringan berupa luka sobek di telapak kaki kanan. Ia langsung mendapatkan penanganan di lokasi.

    Dari hasil sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.

    Proses penanganan kebakaran ini melibatkan banyak pihak. Selain personel Disdamkarmat Kotim, bantuan juga datang dari BPBD, PMI, relawan pemadam kebakaran Ketapi, Relawan Api Swadaya Baamang, hingga Relawan Masjid Jami’ As-Salam. Sejumlah pejabat Disdamkarmat Kotim turut hadir langsung di lokasi memastikan penanganan berjalan optimal.

    Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, terutama di kawasan padat penduduk. Satu percikan kecil saja, bisa berujung pada kepanikan besar jika tak ditangani cepat. (***)

  • Gulir Tanpa Akhir TikTok dalam Sorotan Eropa

    Gulir Tanpa Akhir TikTok dalam Sorotan Eropa

    Gulir tanpa henti yang selama ini menjadi ciri khas TikTok kini tak lagi sekadar soal hiburan. Di Brussels, fitur itu justru dipandang sebagai potensi masalah serius. Uni Eropa resmi melayangkan peringatan kepada TikTok, menilai desain platform tersebut berisiko melanggar aturan baru tentang layanan digital.

    Dalam temuan awal yang diumumkan Komisi Eropa pada Jumat lalu, TikTok dinilai belum cukup memadai dalam mengidentifikasi dan mengurangi risiko dari fitur-fitur adiktif yang berpotensi berdampak pada kesehatan fisik dan mental pengguna. Anak-anak dan kelompok rentan disebut sebagai pihak yang paling terpapar dampaknya.

    Peringatan ini menjadi salah satu ujian paling nyata bagi Digital Services Act (DSA), regulasi anyar Uni Eropa yang menuntut platform digital besar untuk bertanggung jawab atas risiko sistemik yang ditimbulkan oleh produk mereka.

    Komisi Eropa menyoroti cara TikTok terus “menghadiahi” pengguna dengan konten baru setiap kali layar digulir. Pola tersebut dinilai mendorong pengguna terus bertahan di aplikasi, hingga otak bekerja dalam “mode autopilot” dan dorongan untuk berhenti semakin melemah.

    “Adiksi media sosial dapat berdampak buruk pada perkembangan mental anak-anak dan remaja,” ujar Komisaris Uni Eropa bidang teknologi, Henna Virkkunen, dikutip dari Arstechnica.com.

     “Di Eropa, kami menegakkan aturan untuk melindungi anak-anak dan warga kami di ruang digital.”

    Jika kesimpulan sementara ini dikonfirmasi, TikTok terancam sanksi berat berupa denda hingga enam persen dari total pendapatan global perusahaan.

    TikTok menanggapi peringatan tersebut dengan nada keras. Perusahaan menyebut temuan awal Komisi Eropa sebagai gambaran yang keliru dan tidak berdasar. TikTok menegaskan akan menempuh seluruh jalur hukum yang tersedia untuk menentang kesimpulan tersebut.

    Platform video pendek ini dimiliki oleh ByteDance, perusahaan teknologi asal Tiongkok. Meski begitu, struktur TikTok di Amerika Serikat tengah mengalami perubahan. Melalui kesepakatan dengan pemerintahan Donald Trump, operasional TikTok AS akan dipisahkan menjadi perusahaan patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki investor Amerika, dengan jaminan keamanan data dan algoritma. Namun, ByteDance tetap mengendalikan lini bisnis utama seperti e-commerce, periklanan, dan pemasaran di AS.

    Bagi pengawas digital Eropa, TikTok bukan nama baru dalam daftar pelanggaran. Tahun lalu, regulator Irlandia menjatuhkan denda sebesar 530 juta euro setelah menemukan pengiriman data pengguna Eropa ke Tiongkok. Selain itu, Brussels juga masih menyelidiki praktik periklanan daring platform tersebut.

    Langkah Uni Eropa ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak media sosial pada generasi muda. Sejumlah negara mulai bergerak menuju pembatasan yang lebih ketat.

    Spanyol, misalnya, baru-baru ini mengumumkan rencana penghentian akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun demi menekan dampak negatif konten digital. Prancis dan Inggris juga tengah mempertimbangkan kebijakan serupa, mengikuti jejak Australia yang pada Desember lalu menjadi negara pertama di dunia melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun di 10 aplikasi media sosial yang dinilai berpotensi membahayakan anak dan remaja.

    Di tengah gelombang regulasi yang semakin kuat, gulir tanpa akhir yang dulu dianggap sepele kini berubah menjadi isu serius. Bagi Uni Eropa, pertanyaannya bukan lagi soal hiburan, melainkan soal perlindungan generasi masa depan di ruang digital. (***)

  • Sejarah, Sinema, dan Mesin: Di Balik Kontroversi Serial AI On This Day… 1776

    Sejarah, Sinema, dan Mesin: Di Balik Kontroversi Serial AI On This Day… 1776

    Pekan lalu, sebuah eksperimen berani lahir dari persilangan sejarah, sinema, dan kecerdasan buatan. Darren Aronofsky sutradara yang selama ini dikenal lewat karya-karya emosional dan manusiawi meluncurkan dua episode perdana serial On This Day… 1776 melalui studio AI miliknya, Primordial Soup, bekerja sama dengan Time magazine.

    Serial video pendek ini mengajak penonton menengok kembali momen-momen Revolusi Amerika, tepat 250 tahun silam. Setiap episode menghadirkan potongan peristiwa yang terjadi pada tanggal yang sama di tahun 1776. Bedanya, kisah-kisah itu tidak direkam lewat kamera atau aktor sungguhan, melainkan dibangun menggunakan beragam alat AI yang menghasilkan visual fotorealistis. Tokoh-tokoh sejarah seperti George Washington, Thomas Paine, dan Benjamin Franklin hadir sebagai avatar digital.

    Bagi pihak produksi, proyek ini dimaknai sebagai perluasan cara bercerita. Presiden Time Studios, Ben Bitonti, menyebutnya sebagai gambaran bagaimana AI bisa digunakan secara kreatif dan bertanggung jawab bukan untuk menggantikan keahlian manusia, melainkan membuka ruang baru yang sebelumnya tak terjangkau.

    Namun respons publik jauh dari kata seragam. Sejumlah media internasional justru melontarkan kritik keras. The AV Club menilai visualnya kaku dan berulang, sementara CNET menyebutnya sebagai “AI slop” yang merusak cara sejarah diceritakan. The Guardian bahkan menyebut proyek ini sebagai kemunduran memalukan bagi Aronofsky, dengan bahasa yang tak kalah pedas.

    Meski demikian, kritik tersebut tak membuat Primordial Soup mengendur. Seorang sumber yang terlibat langsung dalam produksi, dan meminta anonimitas, mengatakan bahwa serial ini sejak awal dipahami sebagai proses belajar. Kualitas episode-episode berikutnya, menurutnya, akan berkembang seiring penyempurnaan alat dan pengalaman tim dalam menggunakannya.

    “Kami sadar betul ini akan terus berevolusi,” ujarnya. “Kami akan salah, belajar, lalu memperbaiki. Ini eksperimen besar.”

    Yang kerap luput dari perdebatan publik adalah kenyataan bahwa On This Day… 1776 tidak sepenuhnya dibuat oleh AI. Naskah serial ini ditulis oleh tim penulis manusia di bawah arahan Ari Handel dan Lucas Sussman, mitra lama Aronofsky. Karena itu, anggapan bahwa dialognya dihasilkan chatbot dinilai keliru meski tetap menjadi sasaran kritik.

    Menurut sumber produksi, proyek ini memang sejak awal dirancang sebagai cerita yang ditulis manusia. AI tidak dilibatkan dalam proses kreatif penulisan. “Kami tahu kualitas seperti apa yang dihasilkan alat tulis AI,” katanya singkat.

    Hal serupa berlaku untuk suara. Seluruh dialog direkam langsung oleh aktor anggota Screen Actors Guild, bukan suara sintetis. Selain pertimbangan regulasi, alasannya sederhana: suara AI masih terasa artifisial dan belum layak untuk produksi profesional.

    Begitu pula dengan musik, penyuntingan, tata suara, efek visual, hingga koreksi warna semuanya dikerjakan manusia. Peran AI terbatas pada pembuatan visual video, itupun melalui proses yang panjang dan berlapis.

    Manusia tetap menyusun storyboard, menentukan referensi visual, dan mengatur komposisi adegan. Semua data itu kemudian dimasukkan ke generator video AI untuk menghasilkan potongan gambar, yang selanjutnya dirangkai dan diperhalus lewat proses pascaproduksi konvensional.

    Alih-alih instan, proses ini justru memakan waktu. Satu video berdurasi beberapa menit bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu. Prompt diulang berkali-kali, detail kecil diperbaiki, dan adegan sering kali harus dibuat ulang demi mendapatkan pencahayaan atau emosi yang tepat.

    “Kami tidak pernah tahu hasil terbaik akan muncul di percobaan ke berapa,” kata sumber tersebut. “Rasanya sangat mirip dengan syuting film biasa.”

    Masalah khas AI seperti visual yang tidak konsisten atau detail yang keliru masih sering muncul. Itulah sebabnya serial ini dipilih dalam format pendek. Menjaga konsistensi selama beberapa menit dinilai jauh lebih realistis dibanding mempertahankannya dalam durasi film panjang.

    Dari sisi anggaran, pendekatan ini tetap dianggap lebih efisien dibanding produksi docudrama sejarah di lokasi asli. Bahkan, ke depan tim produksi menjanjikan visual-visual yang melampaui keterbatasan kamera konvensional.

    Meski teknologi terus diuji, satu keyakinan tetap dipegang: peran manusia belum tergantikan. Editor, misalnya, masih menjadi elemen krusial dalam membangun ritme, emosi, dan ketegangan cerita sesuatu yang belum bisa sepenuhnya diserahkan pada mesin.

    Soal kemungkinan aktor manusia digantikan avatar AI, tim produksi pun belum berani memberi kepastian. “Kami tidak tahu apakah ini akan berhasil,” ujar sumber tersebut jujur. “Kami hanya tahu teknologinya ada, dan sebagai pencerita, kami ingin mencobanya.”

    Di titik itulah On This Day… 1776 berdiri bukan sebagai klaim keberhasilan, melainkan sebagai ruang uji. Sebuah percobaan tentang bagaimana sejarah diceritakan ulang, bagaimana sinema berubah, dan sejauh mana mesin bisa ikut berbagi peran.

    “Alatnya sudah ada,” kata sumber itu.
    “Sekarang, mari kita lihat apa yang bisa kami lakukan.” (***)

  • Ketika Awan Berkumpul Lebih Lama di Langit Kalteng

    Ketika Awan Berkumpul Lebih Lama di Langit Kalteng

    Kanalindependen.id – Pagi di Kalimantan Tengah masih berjalan seperti biasa. Aktivitas warga dimulai, jalanan kembali ramai, dan langit tampak tak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Namun, di balik awan yang menggantung tenang itu, atmosfer sedang bekerja lebih aktif dari biasanya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya dinamika cuaca yang patut diwaspadai sepanjang 9 hingga 11 Februari 2026. Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, yang dalam kondisi tertentu dapat disertai petir dan angin kencang.

    Pemicu utamanya datang dari pergerakan gelombang atmosfer berskala besar yang dikenal sebagai Gelombang Rossby. Fenomena ini terpantau aktif di wilayah Pulau Kalimantan, mendorong pembentukan awan hujan lebih intens. Situasi tersebut diperkuat oleh belokan angin dan perlambatan kecepatan angin yang menyebabkan udara lembap berkumpul lebih lama di atas wilayah Kalteng.

    Udara yang basah dan atmosfer yang labil membuka ruang bagi hujan turun tidak hanya lebih sering, tetapi juga lebih deras di beberapa titik. Pada Senin (9/2/2026), wilayah Katingan, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Kota Palangka Raya masuk dalam daftar daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

    Memasuki Selasa, 10 Februari 2026, potensi hujan meluas ke Kotawaringin Timur, Gunung Mas, Murung Raya, serta kawasan Barito dan Kapuas lainnya. Sementara pada Rabu, 11 Februari 2026, hujan masih berpeluang terjadi di wilayah pedalaman seperti Gunung Mas, Murung Raya, dan Kapuas bagian utara.

    BMKG mengingatkan bahwa hujan tidak selalu turun lama. Namun hujan berdurasi singkat dengan intensitas tinggi tetap berpotensi menimbulkan genangan, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang. Risiko ini terutama perlu diantisipasi di wilayah rawan dan sepanjang aliran sungai.

    Di tengah cuaca yang dinamis, masyarakat diimbau untuk tetap waspada tanpa panik. Memantau informasi cuaca terkini dan menyesuaikan aktivitas harian menjadi langkah sederhana namun penting. Sebab, ketika awan berkumpul lebih lama di langit Kalteng, kehati-hatian menjadi bagian dari ikhtiar bersama. (***)

  • Dari Pasar ke Masjid Noor Agung, Jejak Aksi Perempuan Misterius Berakhir di Tangan Warga

    Dari Pasar ke Masjid Noor Agung, Jejak Aksi Perempuan Misterius Berakhir di Tangan Warga

    SAMPIT, kanalindependen.id –   Jejak aksi seorang perempuan misterius yang diduga kerap menyasar warga saat lengah akhirnya terhenti di Masjid Jami Noor Agung Sampit, Minggu pagi (8/2/2026). Setelah sebelumnya disebut meresahkan pedagang di kawasan Pasar Subuh, perempuan tak dikenal itu diamankan warga usai diduga mengambil telepon genggam milik jemaah yang tengah beristirahat.

    Pagi itu, suasana Masjid Jami Noor Agung Sampit tampak seperti biasa. Sejumlah jemaah dan warga sekitar memanfaatkan waktu untuk beristirahat di sela aktivitas. Namun ketenangan tersebut mendadak pecah ketika warga mencurigai gerak-gerik seorang perempuan tak dikenal yang mondar-mandir di area masjid.

    Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Saat sebagian jemaah terlelap, perempuan tersebut diduga mengambil satu unit telepon genggam milik jemaah yang sedang beristirahat. Aksinya keburu diketahui warga, hingga ia langsung diamankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sambil menunggu petugas kepolisian datang ke lokasi.

    “Aksinya ketahuan pas jemaah lagi istirahat. Warga langsung mengamankan,” ujar Isna, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

    Namun cerita tak berhenti di situ. Saat diamankan, perempuan tersebut diduga berusaha mengelabui warga dengan berpura-pura mengalami gangguan jiwa. Bahkan, ia sempat bertingkah tidak wajar hingga nekat melepas sebagian pakaiannya, membuat warga semakin yakin bahwa situasi harus segera dikendalikan.

    Belakangan, terungkap dugaan bahwa aksi perempuan tersebut bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut, sosoknya memiliki kemiripan dengan perempuan yang sebelumnya terekam kamera pengawas (CCTV) saat melakukan dugaan pencurian di kawasan Pasar Subuh Belakang Golden.

    Dalam rekaman kamera pengawas di pasar tersebut, peristiwa terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 23.47 WIB. Saat itu, korban diduga kehilangan barang ketika tertidur di lapak dagangannya. Aksi serupa disebut sudah beberapa kali terjadi dan membuat para pedagang resah.

    “Kalau di pasar, kejadian seperti ini sudah sering. Pedagang takut kalau tertidur, karena barang bisa hilang,” ujar Sri, salah satu warga.

    Dugaan bahwa perempuan tersebut beraksi dari pasar hingga masjid membuat keresahan warga semakin meningkat. Mereka khawatir lokasi-lokasi yang seharusnya aman justru menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan.

    “Saat ditanya mengaku tiga kali beraksi, katanya sekali di Belakang Golden,” ungkap Wawan, warga yang sempat menginterogasi tersangka.

    Hingga berita ini diturunkan, seluruh informasi masih bersumber dari keterangan warga. Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas maupun keterlibatan perempuan tersebut dalam rangkaian kejadian di beberapa lokasi. Proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk penelusuran rekaman kamera pengawas yang diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya.

    Warga pun berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

    “Kami cuma ingin merasa aman, baik di pasar maupun di masjid,” ujar warga lainnya. (***)

  • Gelombang Kelvin Aktif, Kalteng Masuk Zona Waspada Cuaca

    Gelombang Kelvin Aktif, Kalteng Masuk Zona Waspada Cuaca

    Langit di Sampit dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah belakangan ini tampak lebih sering diselimuti awan gelap. Udara terasa lembap, dan hujan bisa turun sewaktu-waktu. Kondisi ini menjadi tanda bahwa cuaca di Kalteng sedang tidak bersahabat.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 8 hingga 10 Februari 2026. Selama beberapa hari ke depan, sejumlah daerah di Kalimantan Tengah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

    BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya menjelaskan, kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Kelvin di wilayah Kalimantan. Selain itu, adanya pertemuan dan perlambatan angin membuat awan hujan lebih mudah terbentuk. Udara yang lembap dan kondisi atmosfer yang tidak stabil juga turut memperkuat potensi hujan.

    Pada Minggu (8/2/2026), hujan berpeluang terjadi di Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Katingan, dan Gunung Mas. Potensi hujan masih berlanjut pada Senin dan Selasa (9–10/2/2026) dengan wilayah yang relatif sama, termasuk Kota Palangka Raya.

    BMKG mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Hujan berdurasi singkat dapat disertai petir, angin kencang, bahkan puting beliung. Warga juga diminta mengantisipasi dampak lanjutan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.

    Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.