Kategori: Kotawaringin Timur

  • Membedah Anatomi Curanmor Kotim: Sembilan Pemetik Motor Digulung, Jaringan Penadah Pedalaman Mulai Terendus

    Membedah Anatomi Curanmor Kotim: Sembilan Pemetik Motor Digulung, Jaringan Penadah Pedalaman Mulai Terendus

    ​SAMPIT, Kanalindependen.id – Upaya pemberantasan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan progres signifikan sepanjang lima bulan pertama tahun 2026. Korps baju cokelat berhasil memetakan sekaligus membongkar jaringan pemetik kendaraan roda dua yang selama ini meresahkan warga. Langkah represif ini diklaim menjadi salah satu faktor kunci di balik melandainya grafik kejahatan jalanan (street crime) secara keseluruhan di Bumi Habaring Hurung.

    ​Penyisiran di Zona Merah MB Ketapang dan Baamang

    ​Berdasarkan rekapitulasi data penegakan hukum periode Januari hingga Mei 2026, intensitas perburuan terhadap pelaku curanmor terbilang cukup masif. Otoritas kepolisian mencatat terdapat total 17 kasus curanmor yang dilaporkan oleh masyarakat. Dari belasan perkara tersebut, tim gabungan di lapangan berhasil mengamankan sembilan orang tersangka yang kini harus mendekam di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    ​Kepala Kepolisian Resor Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, menegaskan bahwa pembongkaran sindikat curanmor ini menjadi atensi utama jajarannya karena dampaknya yang langsung menyentuh rasa aman publik. Pengungkapannya tersebar di beberapa titik krusial, dengan fokus penanganan intensif di kawasan Polsek Ketapang dan Polsek Baamang dua wilayah urban yang selama ini berada dalam radar perhatian khusus akibat tingginya tingkat kerawanan pencurian kendaraan.

    ​“Dari Januari sampai Mei 2026 tercatat ada 17 kasus curanmor dan kami berhasil mengamankan sembilan tersangka. Pengungkapan ini cukup signifikan dalam menekan angka kejahatan jalanan di wilayah Kotim,” terang AKBP Resky Maulana Zulkarnain saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kotim, Sabtu (30/5/2026).

    ​Imbauan Kunci Ganda dan Penguatan Patroli Preventif

    ​Meskipun sejumlah aktor utama telah diringkus, kepolisian mengingatkan bahwa ruang gerak pelaku kejahatan sering kali lahir dari adanya celah kelengahan korbannya. Peran aktif dari masyarakat dalam menjaga aset pribadi serta kecepatan memberikan informasi ke pihak berwajib menjadi variabel penting dalam menekan angka kriminalitas harian. Warga diminta tidak abai saat memarkir kendaraan, baik di pusat keramaian publik maupun di area pekarangan rumah sendiri.

    ​“Untuk curanmor ini Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan kunci ganda atau alat pengaman tambahan lainnya sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor,” pungkas Kapolres.

    ​Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kotim tetap berada di koridor kondusif, Polres Kotim memastikan akan terus meningkatkan ritme penindakan di lapangan. Strategi yang diterapkan mencakup penguatan patroli rutin di jam-jam rawan, optimalisasi fungsi intelijen di tingkat Polsek, hingga penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Publik pun diimbau untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka agar potensi gangguan keamanan dapat diredam sejak dini.

    ​Keberhasilan Polres Kotim meringkus sembilan tersangka dari 17 kasus curanmor dalam kurun waktu lima bulan terakhir merupakan pencapaian taktis yang wajib diapresiasi. Penurunan angka kejahatan jalanan membuktikan bahwa kehadiran polisi melalui patroli dan penegakan hukum mulai memberikan efek gentar (deterrent effect) bagi para pelaku kriminalitas jalanan.

    ​Namun, jika kita membedah anatomi kejahatan curanmor di Kotim secara kritis, penangkapan “pemetik” di lapangan hanyalah penyelesaian di tingkat permukaan. Motor hasil curian tidak akan laku jika tidak ada ekosistem pendukung di hilirnya, yakni pasar gelap penampung kendaraan bodong alias penadah. Sebagian besar kendaraan yang digondol dari wilayah perkotaan seperti Mentawa Baru Ketapang dan Baamang kerap kali dilarikan ke kawasan perkebunan kelapa sawit terpencil atau wilayah pedalaman yang minim pengawasan administrasi kendaraan.

    ​Oleh sebab itu, Polres Kotim tidak boleh berpuas diri hanya dengan memamerkan sembilan tersangka di depan awak media. Tantangan riil berikutnya adalah melacak ke mana aliran motor-motor curian ini dijual dan siapa aktor intelektual yang mengelola jaringan penadahnya. Selama jalur logistik dan pasar gelap motor bodong di pelosok Kotim tidak diamputasi secara radikal, maka permintaan akan barang murah tanpa dokumen akan tetap tinggi, dan aksi pencurian kendaraan di wilayah perkotaan akan terus berulang sebagai siklus bisnis kriminal yang menguntungkan. (***)

  • Ujian Akuntabilitas Rp2,3 Triliun di Balik Gelar WTP ke-12 Pemkab Kotim

    Ujian Akuntabilitas Rp2,3 Triliun di Balik Gelar WTP ke-12 Pemkab Kotim

    PALANGKA RAYA, kanalindependen.id — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur baru saja menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-12 kalinya secara beruntun.

    Opini atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 ini diserahkan langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Jumat (29/5/2026).

    Gelar tersebut kini memikul beban pembuktian atas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun lalu yang menembus angka Rp2,3 triliun.

    Bupati Kotim Halikinnor, yang menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) bersama Wakil Ketua I DPRD Kotim Juliansyah, memandang opini BPK itu sebagai validasi atas kinerja birokrasinya.

    ”Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen, transparansi, dan akuntabilitas Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam mengelola keuangan daerah,” kata Halikinnor.

    Dia juga mengajak semua pihak untuk terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Kotawaringin Timur yang maju, transparan, dan sejahtera.

    Kendati demikian, predikat WTP bukanlah sertifikat bebas temuan. Kepala BPK Perwakilan Kalteng Dodik Achmad Akbar menekankan pentingnya kepatuhan terhadap syarat utama pengelolaan uang daerah.

    Disiplin pada sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan menjadi elemen yang tidak bisa ditawar agar laporan keuangan tersaji secara wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.

    Pernyataan BPK ini sejalan dengan sikap Halikinnor yang mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak boleh abai.

    Berbagai kekurangan yang masih terjadi, tegasnya, harus diperbaiki dan disempurnakan sesuai arahan BPK RI demi memperbaiki mutu pengelolaan kas daerah.

    Capaian WTP ke-12 ini terkait erat dengan pengelolaan anggaran daerah dalam skala besar.

    Sepanjang tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Kotim mengelola struktur belanja sekitar Rp2,350 triliun dengan target pendapatan Rp2,282 triliun.

    Dari postur tersebut, porsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp425,8 miliar, sementara dominasi pendanaan masih bertumpu pada dana transfer pemerintah pusat.

    Realisasi pendapatan daerah hingga tutup buku tahun 2025 menyentuh angka Rp1,97 triliun atau 88,98 persen.

    Mengingat besarnya dana yang dikelola, klaim transparansi kini diuji oleh aksesibilitas dokumen pemeriksaan tersebut.

    Pemerintah Kabupaten Kotim memang memegang status ”Informatif” setelah menyabet peringkat ketiga Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tingkat Kalteng pada November 2025 dengan skor 93,63.

    Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) setempat juga telah mengelola laman khusus informasi keuangan daerah. Meski LHP telah diserahkan kepada Pemkab, rincian catatan, jumlah temuan, hingga rekomendasi spesifik BPK atas LKPD 2025 belum tersedia untuk diakses publik secara luas. (ign)

  • Sisi Gelap Kebun Raya Sampit: Komponen Alat Berat Dijarah, Satu Sindikat Diringkus Saat Dikepung Massa

    Sisi Gelap Kebun Raya Sampit: Komponen Alat Berat Dijarah, Satu Sindikat Diringkus Saat Dikepung Massa

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Kawasan Hutan Kebun Raya milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang seharusnya menjadi area hijau terproteksi, mendadak berubah menjadi panggung aksi kriminalitas spesifik. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kotim berhasil menggagalkan aksi penjarahan komponen alat berat di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 30, Desa Penyang, Kecamatan Telawang. Dalam penyergapan dramatis yang terjadi pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 00.30 WIB tersebut, satu dari tiga pelaku berhasil diringkus di tempat, sementara dua rekannya memanfaatkan kegelapan malam untuk kabur ke dalam rimbunnya hutan.

    Pengepungan Tengah Malam di Area Konservasi

    Operasi tangkap tangan ini bermula dari kejelian sang pemilik ekskavator berinisial DD, yang mencium gelagat mencurigakan di sekitar alat berat miliknya dan segera meneruskan informasi tersebut ke pihak berwajib. Merespons laporan darurat itu, personel Satreskrim Polres Kotim bersama warga setempat langsung bergerak cepat melakukan pengepungan taktis di lokasi kejadian.

    Saat penyergapan dilakukan di tengah malam buta, seorang pemuda berinisial MG (23) tidak berkutik dan berhasil diamankan oleh tim gabungan. Sayangnya, dua rekan pelaku berinisial RB dan MM nekat menerobos semak belukar jajaran hutan untuk meloloskan diri dari kepungan petugas.

    “Ketika dilakukan penyergapan, satu pelaku berhasil diamankan, sedangkan dua lainnya melarikan diri ke kawasan hutan. Saat ini keduanya masih dalam proses pengejaran,” tegas Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko, mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain saat merilis kronologi kejadian, Jumat (29/5/2026).

    Modus Terorganisir Spesialis Onderdil Alat Berat

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, komplotan ini tergolong nekat dan berbagi peran secara mekanis. Pergerakan mereka di lapangan telah direncanakan dengan matang, termasuk dalam hal penyediaan armada pengangkut barang jarahan.

    “Pelaku datang menggunakan satu unit mobil. Setibanya di lokasi, mereka langsung memarkir kendaraan di depan excavator dan mulai membongkar sejumlah komponen menggunakan peralatan yang telah dipersiapkan sebelumnya,” urai AKP Edy Wiyoko mengenai modus operandi komplotan tersebut.

    Dalam pelaksanaannya, MG bertugas menyelinap di bawah kolong alat berat merek Komatsu tersebut untuk menerima instruksi, menyambut kunci mekanik, serta menampung komponen mesin yang berhasil dipreteli. Sementara itu, RB dan MM bertindak sebagai eksekutor di atas badan ekskavator untuk membongkar paksa suku cadang berharga tinggi tersebut. Dari lokasi, polisi menyita berbagai jenis kunci pas ring, kunci sok, obeng, tang, gergaji besi, kotak tool kit, hingga senter kepala.

    Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa motif utama dari aksi penjarahan ini murni demi meraup keuntungan ekonomi instan lewat jalur pasar gelap onderdil alat berat. Petugas kini membidik para pelaku dengan pasal pemberatan atas tindakan nekat mereka di kawasan milik Pemkab tersebut.

    “Motif sementara untuk memperoleh keuntungan atau menghasilkan uang. Terhadap tersangka yang sudah diamankan dikenakan Pasal 477 KUHP tentang tindak pidana pencurian, sedangkan dua pelaku lainnya masih terus diburu,” pungkas Edy menutup keterangannya.

    Aksi pembongkaran komponen ekskavator di kawasan Kebun Raya Pemkab Kotim ini bukan sekadar kriminalitas jalanan biasa, melainkan indikator kuat dari tingginya permintaan onderdil curian di pasar gelap sektor industri.

    Mempreteli bagian dalam ekskavator Komatsu bukanlah perkara mudah; aktivitas ini membutuhkan keahlian mekanik khusus dan pemahaman taktis mengenai bagian mesin mana yang bernilai jual tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku bukanlah amatir yang bertindak secara spontan.

    Keberhasilan Satreskrim Polres Kotim dalam merespons cepat laporan korban DD patut diacungi jempol. Namun, penyidikan tidak boleh berhenti hanya pada pengejaran fisik RB dan MM yang bersembunyi di dalam hutan.

    Ujian sesungguhnya bagi korps baju cokelat adalah melacak jaringan penadah (fence) yang menjadi hilir dari barang-barang jarahan ini. Selama mata rantai pembeli ilegal di wilayah Kotim tidak diamputasi secara radikal, alat berat milik warga maupun proyek daerah akan terus menjadi sasaran empuk komplotan spesialis yang bergerak di bawah radar pengawasan malam. (***)

  • Operasi Senyap di Balik 1.650 Sembelihan: Menakar Standardisasi Higienis Daging Kurban di Kotim

    Operasi Senyap di Balik 1.650 Sembelihan: Menakar Standardisasi Higienis Daging Kurban di Kotim

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Momentum perayaan Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak sekadar menjadi ruang ibadah ritual keagamaan massal, melainkan juga sebuah operasi logistik pangan berskala raksasa. Di balik keriuhan warga yang mengantre pembagian daging, sebuah operasi senyap pengawasan medis bergerak di ratusan titik penyembelihan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim mengambil langkah taktis guna memastikan bahwa seluruh komoditas daging yang beredar di tangan masyarakat berada dalam kondisi aman, sehat, dan sepenuhnya layak konsumsi pada Jumat (29/5/2026).

    Skala Masif dan Deteksi Anatomi Organ Dalam

    Menakar standardisasi higienis pada perayaan tahun ini memerlukan pembacaan data lapangan yang jeli. Volume penyembelihan di wilayah Kotim tahun ini mencapai angka yang sangat masif, yakni 1.650 ekor hewan kurban, yang memuat komposisi bervariasi antara 1.131 ekor sapi dan 519 ekor kambing. Tantangan nyata pengawasan terletak pada luasnya sebaran eksekusi, di mana ribuan hewan tersebut disembelih di 357 titik pemotongan yang tersebar merata di 17 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Guna mengawal sirkulasi pangan massal ini agar tidak kecolongan oleh penyakit, tim dokter dan petugas kesehatan hewan dikerahkan untuk melakukan prosedur pemeriksaan post-mortem atau pasca-penyembelihan. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kotim, drh. Endrayatno, menjelaskan bahwa deteksi medis difokuskan langsung pada pembedahan dan pemeriksaan organ-organ dalam hewan. Petugas secara jeli memeriksa bagian-bagian vital seperti hati, paru-paru, limpa, hingga saluran pencernaan untuk memastikan tidak ada infeksi parasit seperti cacing hati maupun kelainan anatomi lainnya.

    “Pemeriksaan post mortem ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penyakit ataupun kelainan pada organ hewan kurban,” ujar Endrayatno saat memantau jalannya pemeriksaan di lapangan.

    Dari hasil penyisiran senyap di ratusan cawan juru jagal tersebut, otoritas terkait memastikan tidak ada temuan klinis yang berisiko membahayakan kesehatan masyarakat luas. Endrayatno menegaskan bahwa seluruh komoditas yang diperiksa telah melewati ambang batas kelayakan pangan.

    “Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan, seluruh daging hewan kurban aman dan layak konsumsi,” jelasnya dengan lega.

    Kendati demikian, jika dalam operasi tersebut ditemukan organ yang terindikasi rusak atau tidak layak, petugas di lapangan tetap dibekali otoritas penuh untuk langsung mengisolasi dan merekomendasikan agar bagian tersebut segera dimusnahkan dan dilarang keras untuk didistribusikan kepada warga.

    Filtrasi Ganda dari Bursa Penjualan hingga Cawan Juru Jagal

    Ketahanan benteng pangan ini sebenarnya telah dibangun lewat sistem filtrasi ganda sejak dari hulu. Jauh sebelum pisau sembelih diturunkan, DPKP Kotim telah menjalankan tahapan pemeriksaan ante-mortem atau pemeriksaan fisik sebelum pemotongan. Petugas menyisir sedikitnya 55 titik lokasi penampungan serta bursa penjualan hewan kurban di seluruh wilayah Kotim untuk menguji kesehatan klinis satwa secara langsung. Langkah awal ini sangat krusial untuk menjamin bahwa hewan yang dibeli oleh pekurban sudah memenuhi prasyarat syariat sekaligus standar kesehatan veteriner internasional. Melalui kombinasi pengawasan sebelum dan sesudah penyembelihan ini, otoritas terkait mencoba membangun rasa aman dan tenang bagi publik dalam mengonsumsi hidangan hari raya.

    Distribusi daging kurban dari 1.650 ekor hewan yang tersebar di 357 titik dalam waktu singkat adalah sebuah pembuktian kinerja dinas yang patut diapresiasi. Keberhasilan memitigasi penyakit ternak melalui pemeriksaan organ dalam menunjukkan bahwa deteksi dini dari hulu ke hilir berjalan sesuai rel taktisnya. Namun, jika kita benar-benar ingin menakar standardisasi higienis secara komprehensif, pengawasan tidak boleh berhenti pada status kesehatan organ hewan di bawah pisau dokter.

    Tantangan higienitas yang sesungguhnya justru kerap muncul pasca-penyembelihan di tingkat panitia lokal. Di tengah lingkungan permukiman padat atau area terbuka yang berdebu, proses pencacahan daging sering kali masih menggunakan alas yang kurang steril, terpapar air bersanitasi rendah, atau dikemas dalam wadah yang rentan kontaminasi bakteri silang. Oleh karena itu, standardisasi masa depan di Kotim tidak boleh lagi sekadar bertumpu pada pemeriksaan klinis biologis hewan semata. Pemerintah daerah dan lembaga keagamaan harus mulai menginisiasi sertifikasi sanitasi dan edukasi higienitas bagi para juru sembelih dan panitia masjid. Langkah ini penting agar kesucian niat berkurban berbanding lurus dengan jaminan kebersihan pangan yang murni dari pisau jagal hingga ke meja makan warga. (***)

  • Grafik Bahaya Meningkat: 33 Insiden Kebakaran di Kotim Paksa Warga Evaluasi Total Colokan Listrik

    Grafik Bahaya Meningkat: 33 Insiden Kebakaran di Kotim Paksa Warga Evaluasi Total Colokan Listrik

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Sepanjang caturwulan pertama tahun 2026, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat tren bahaya yang sangat mengkhawatirkan. Rentetan petaka kebakaran seolah tak henti mengintai, membuktikan bahwa ancaman terbesar sering kali bersembunyi di balik tembok rumah warga sendiri. Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim, grafik bencana menunjukkan angka yang tidak bisa disepelekan: 33 insiden kebakaran meledak selama periode Januari hingga April. Dari total kejadian tersebut, 12 kasus secara spesifik menghanguskan bangunan dengan satu benang merah pemicu utama, yakni hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

    Fluktuasi Grafik Bencana dari Hulu hingga Hilir

    Pergerakan data kebakaran di Kotim memaksa masyarakat untuk tidak lagi memandang remeh instalasi kelistrikan. Bencana mengawali tahun dengan 11 insiden pada bulan Januari, kemudian sempat mereda secara signifikan dengan dua kejadian di bulan Februari. Namun, situasi kembali memburuk saat angka kebakaran melonjak drastis menjadi 12 kasus pada bulan Maret. Rentetan teror kelistrikan ini akhirnya ditutup dengan delapan insiden tambahan sepanjang bulan April.

    Kawasan dengan tata letak bangunan yang rapat dan padat penduduk di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang menjadi zona merah yang paling sering dilalap api. Ironisnya, ancaman ini tidak hanya memonopoli area perkotaan. Insiden serupa juga dilaporkan menjalar merata hingga ke wilayah pesisir di Mentaya Hilir Selatan dan kawasan pedalaman di Mentaya Hulu.

    Darurat Evaluasi Instalasi dan Colokan Rumah Tangga

    Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Kotim Hery Wahyudi, menegaskan bahwa tingginya angka kejadian ini adalah teguran keras atas kelalaian teknis yang sering diabaikan. Tembok-tembok rumah warga diam-diam berubah menjadi pemantik petaka akibat penggunaan instalasi kabel tua yang tak pernah diremajakan serta kebiasaan menggunakan material di bawah standar keamanan.

    Lebih jauh, kebiasaan fatal warga yang kerap menumpuk colokan listrik pada satu stop kontak secara berlebihan kini harus dievaluasi total. Mengingat petugas hanya bisa beraksi menyemprotkan air ketika api sudah membesar, Disdamkarmat kini bermanuver dengan mengintensifkan edukasi jemput bola langsung ke permukiman, sekolah, hingga pusat ekonomi warga. Masyarakat secara terus-menerus didesak untuk mematikan perangkat elektronik yang tak terpakai, memeriksa kelayakan kabel, serta tidak lengah dalam mengawasi penggunaan tabung gas elpiji dan pembakaran terbuka.

    Bencana kebakaran akibat korsleting di kawasan perkotaan yang padat seperti Sampit bukanlah sebuah takdir musibah yang tak bisa dihindari, melainkan produk dari kelalaian pengawasan teknis yang dibiarkan menahun. Angka 33 kejadian dalam waktu hanya empat bulan adalah bukti nyata bahwa standar instalasi kelistrikan rumah tangga di Kotim masih sangat rentan.

    Selama ini, listrik dianggap aman hanya karena lampu masih menyala terang. Padahal, kabel yang mengelupas atau beban daya yang bertumpuk pada satu stop kontak di bangunan sederhana adalah bara yang hanya menunggu waktu untuk menyala. Pencegahan sejati tidak dimulai dari deru sirine pemadam kebakaran, melainkan dari keberanian warga untuk mencabut colokan yang menumpuk dan memutus kabel usang di rumah mereka sendiri, sebelum kelalaian tersebut menghanguskan seluruh harta benda. (***)

  • Banjir Kiriman Hulu Hantam Tumbang Mujam, Sinyal Bahaya Kotim Belum Usai

    Banjir Kiriman Hulu Hantam Tumbang Mujam, Sinyal Bahaya Kotim Belum Usai

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Krisis hidrologi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) seolah menolak reda. Setelah sebelumnya mengepung kawasan Telaga Antang hingga melumpuhkan perkotaan Sampit, air bah kini kembali mencari jalur korbannya. Pada Kamis (28/5/2026) pagi, giliran Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, yang harus menelan pil pahit akibat hantaman “banjir kiriman” dari luapan sungai wilayah hulu.

    Jejak Air dari Tanjung Jorong

    Banjir yang merendam Tumbang Mujam bukanlah akibat curah hujan lokal semata, melainkan limpasan air bah yang bergerak turun secara sistematis dari kawasan yang lebih tinggi. Air mulai merangsek naik ke permukiman warga sejak pagi buta, memutus rutinitas warga yang baru saja hendak memulai aktivitas.

    “Ini murni banjir kiriman dari kemarin yang lebih dulu merendam Desa Tanjung Jorong, desa sebelah yang posisinya berada di hulu sungai,” ungkap Andre, salah seorang warga setempat yang terdampak.  

    Pergerakan air yang konstan dari hulu ke hilir ini menunjukkan ketidakmampuan daerah resapan air di utara Kotim dalam menahan dan menyerap debit hujan ekstrem.

    Fasilitas Publik Mulai Terendam, Warga Siaga

    Berdasarkan pantauan dan pendataan cepat aparatur desa setempat, debit air perlahan namun pasti mulai menginvasi ruang-ruang hidup masyarakat. Sekretaris Desa Tumbang Mujam, Dolik, mengonfirmasi bahwa air telah mencapai ketinggian yang cukup mengganggu mobilitas.

    “Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga pukul 06.54 WIB, ketinggian air mencapai sekitar 35 sentimeter. Saat ini sudah merendam satu unit rumah warga dan satu fasilitas umum berupa perkantoran desa,” papar Dolik dalam laporannya.

    Meski skala genangan saat ini masih terpusat, aparatur desa telah menyalakan alarm kewaspadaan. Warga diimbau untuk terus memantau pergerakan debit sungai, mengingat potensi hujan susulan masih sangat mungkin terjadi di wilayah hulu.

    Banjir di Desa Tumbang Mujam hari ini adalah sekuel dari rentetan bencana ekologis yang terus mendera Kotim sepanjang Mei 2026. Istilah “banjir kiriman” seharusnya memicu evaluasi kritis: mengapa air dari hulu begitu cepat meluncur ke bawah tanpa hambatan alami?

    Ketika desa-desa di Tualan Hulu hanya bisa pasrah “menunggu giliran” menerima limpasan air dari desa tetangganya di hulu, ini membuktikan bahwa benteng ekosistem di bantaran sungai telah gagal berfungsi. Jika pembukaan lahan massif dan hilangnya tutupan hutan di wilayah utara Kotim tidak segera direm, siklus banjir kiriman ini akan terus berulang. Pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus merespons dengan sekadar mendata ketinggian air; dibutuhkan intervensi tata ruang yang tegas sebelum seluruh desa di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) tenggelam dalam efek domino ekologis yang tak berkesudahan.(***)

  • Masjid Agung Wahyu Al Hadi Bagikan Ratusan Bungkus Daging Kurban

    Masjid Agung Wahyu Al Hadi Bagikan Ratusan Bungkus Daging Kurban

    SAMPIT, kanalindependen.id – Momentum Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah dimanfaatkan pengurus dan jemaah untuk memperkuat kepedulian sosial.

    Tahun ini, panitia membagikan sekitar 700 bungkus daging kurban dan memastikan penyembelihan hewan kurban berlanjut hingga esok hari.

    Ketua Pengelola Masjid Agung Wahyu Al Hadi, Wiyono mengatakan, pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini panitia menyembelih tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing yang berasal dari bantuan berbagai pihak serta partisipasi jemaah.

    ”Tahun ini ada tiga ekor sapi, terdiri dari satu ekor sapi bantuan Presiden Republik Indonesia dengan berat sekitar 1,3 ton, satu ekor sapi bantuan PT Agrinas Palma Nusantara dengan berat sekitar 400 kilogram, serta satu ekor sapi dari jemaah Fardu Kifayah Masjid dengan berat sekitar 350 kilogram,” kata Wiyono seraya mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI dan PT Agrinas Palma Nusantara yang telah menyalurkan hewan kurban untuk Masjid Wahyu Al Hadi.

    Wiyono mengatakan, proses penyembelihan hewan kurban melibatkan pengurus masjid dan mulai dibagikan kepada masyarakat sekitar pukul 13.00 WIB.

    Panitia menyiapkan sekitar 700 bungkus daging kurban dengan masing-masing paket berisi setengah kilogram daging bersih di luar tulang.

    ”Penyaluran dimulai jam satu siang. Total sekitar 700 bungkus dan setiap bungkus berisi setengah kilogram daging,” ujar Wiyono yang juga masih aktif menjabat sebagai Kepala Disdukcapil Kotim, Rabu (27/5/2026) siang.

    Ratusan warga terlihat mendatangi kawasan masjid sejak siang untuk mengambil daging kurban menggunakan kupon yang sebelumnya telah dibagikan panitia.

    Wiyono yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kotim menambahkan, pelaksanaan pemotongan hewan kurban masih akan dilanjutkan pada Kamis (28/5/2026) oleh PHBI Kotim.

    ”Besok pagi (hari ini,Red) dilanjutkan lagi oleh PHBI Kotim. Jadwal pemotongan mulai pukul 08.00 pagi dan penyaluran direncanakan pukul 12 siang. Ada tiga ekor sapi lagi dengan perkiraan sekitar 450 bungkus daging yang akan dibagikan,” ungkapnya.

    Sebelum pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, ribuan umat islam terlebih dahulu melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Agung Wahyu Al Hadi.

    Jemaah memadati masjid, teras hingga halaman masjid sejak pagi hari.

    Salat Idul Adha diimami oleh KH Abdul Hadi Ahmad dan Sublianur sebagai pengisi khutbah. Dalam khutbahnya, jemaah diajak meneladani nilai keikhlasan, pengorbanan, serta semangat berbagi kepada sesama sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

    Pelaksanaan Salat Idul Adha juga dihadiri Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur. (hgn)

  • Bagikan Ratusan Bungkus Daging Kurban, RSUD dr Murjani Sampit Tahun Ini Sembelih Tujuh Ekor Hewan Kurban

    Bagikan Ratusan Bungkus Daging Kurban, RSUD dr Murjani Sampit Tahun Ini Sembelih Tujuh Ekor Hewan Kurban

    SAMPIT, kanalindependen.id – Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan jajaran pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit.

    Pada perayaan Iduladha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah tahun ini, sebanyak lima ekor sapi dan dua ekor kambing kurban disembelih dan dibagikan kepada ratusan warga yang berhak menerimanya.

    Pemotongan hewan kurban yang berlangsung sejak pagi hingga Rabu (27/5/2026) siang, di Halaman Belakang RSUD dr Murjani Sampit, melibatkan puluhan panitia dari jajaran pegawai rumah sakit serta jemaah Masjid Assyifa RSUD dr Murjani Sampit.

    Proses penyembelihan dipimpin langsung oleh dokter spesialis radiologi, Denny Muda Perdana, yang bertindak sebagai jagal didampingi Ketua Panitia Pelaksana Kurban RSUD dr Murjani Sampit, Setia Rahmadi.

    Rahmadi mengatakan, kegiatan kurban di lingkungan rumah sakit dan Masjid Assyifa telah menjadi agenda rutin tahunan yang selalu mendapat antusiasme pegawai maupun jemaah masjid.

    ”Alhamdulillah kegiatan berkurban rutin dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha. Tahun ini ada sedikit penurunan jumlah hewan kurban dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu ada lima ekor sapi dan lima ekor kambing dari 40 nama yang berkurban, sedangkan tahun ini lima ekor sapi dan dua ekor kambing dari 37 nama yang kurban,” kata Setia Rahmadi yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Umum, Anggaran dan Keuangan RSUD dr Murjani Sampit.

    Rahmadi mengatakan, pelaksanaan kurban bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarpegawai rumah sakit dan masyarakat.

    ”Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan kebersamaan, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan pelaksaanan kurban ini terus berlanjut dan hewan yang dikurbankan semakin bertambah di tahun mendatang,” ujarnya.

    PEMOTONGAN DAGING KURBAN: Proses pemotongan daging kurban di Halaman belakang RSUD dr Murjani Sampit, Jalan Batu Berlian, Rabu (27/5/2026). (Heny/Kanal Independen)

    Pelaksanaan kurban di lingkungan RSUD dr Murjani Sampit telah berlangsung selama bertahun-tahun dengan jumlah hewan kurban yang berfluktuatif setiap tahunnya.

    Berdasarkan catatan Kanal Independen, pada tahun 2020 terdapat empat ekor sapi dan tiga ekor kambing yang disembelih.

    Kemudian tahun 2021 sebanyak lima ekor sapi, tahun 2022 sebanyak tiga ekor sapi, tahun 2023 sebanyak tiga ekor sapi dan tujuh ekor kambing, tahun 2024 sebanyak dua ekor sapi dan dua ekor kambing, serta tahun 2025 meningkat menjadi lima ekor sapi dan lima ekor kambing.

    Bendahara Masjid Assyifa, Budiansyah, menambahkan seluruh proses penyembelihan berlangsung lancar dengan melibatkan sekitar 30 orang panitia.

    Panitia membagi tugas mulai dari proses penyembelihan, pemotongan daging, penimbangan hingga distribusi kepada masyarakat penerima.

    ”Daging kurban dipotong menjadi beberapa bagian kemudian dikemas ke dalam plastik dengan berat  tujuh ons ditambah tulangan per bungkus,” kata Budiansyah.

    Budiansyah menyebut panitia telah menyiapkan sekitar 700 kupon pembagian daging kurban yang disalurkan kepada pegawai rumah sakit, jemaah Masjid Assyifa, masyarakat di sekitar lingkungan rumah sakit serta warga kurang mampu.

    ”Kalau nanti masih ada sisa atau lebihan daging kurban, akan kami salurkan lagi ke pesantren dan panti asuhan,” tambahnya.

    Budiansyah memastikan seluruh hewan kurban yang disembelih telah melalui pemeriksaan kesehatan dari petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur sebelum dipotong.

    Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan atau antemortem, petugas kesehatan hewan juga melakukan pemeriksaan organ dalam setelah penyembelihan atau postmortem guna memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.

    ”Tadi tim kesehatan hewan sudah memeriksa organ dalam hewan kurban dan semuanya aman serta layak konsumsi. Tidak ditemukan cacing pita maupun hal-hal yang membahayakan kesehatan,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Semangat Berkurban Warga Muhammadiyah Kotim Meningkat, 46 Hewan Kurban Disembelih di 13 Lokasi

    Semangat Berkurban Warga Muhammadiyah Kotim Meningkat, 46 Hewan Kurban Disembelih di 13 Lokasi

    SAMPIT, kanalindependen.id – Semangat berkurban warga Muhammadiyah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah tahun ini mengalami peningkatan.

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kotim mencatat sebanyak 46 hewan kurban terdiri dari 36 ekor sapi, 8 ekor kambing dan 2 ekor domba disembelih di 13 lokasi yang tersebar di sejumlah cabang, masjid dan amal usaha Muhammadiyah.

    Ketua PD Muhammadiyah Kotim, Livenur Hasbi mengatakan, pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga wujud kepedulian sosial warga Muhammadiyah kepada masyarakat luas.

    ”Alhamdulillah, tahun ini warga Muhammadiyah di lingkungan PDM Kotim kembali melaksanakan ibadah kurban dengan jumlah yang cukup besar dan tersebar di berbagai cabang hingga pelosok kecamatan di Kotim,” ujar Livenur Hasbi saat ditemui Kanal Independen di Kantor Sekretariat PD Muhammadiyah Sampit, Jalan RA Kartini, Rabu (27/5/2026).

    Livenur menjelaskan, hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi warga Muhammadiyah, pengurus cabang, simpatisan hingga civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA).

    Adapun rincian hewan kurban di lingkungan Muhammadiyah Kotim yakni Sekretariat PDM Kotim sebanyak 2 ekor sapi, PCM Pulau Hanaut di Masjid Al Mukhtar 3 ekor sapi, PCM Mentaya Hilir Selatan di Masjid Mujahidin Samuda 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing.

    Kemudian PCM Mentawa Baru Ketapang di SD Muhammadiyah Sampit 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing, PCM Baamang di SD Muhammadiyah 1 Baamang 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing, PCM Cempaga Hulu di Masjid Al Azhar Desa Pelantaran 3 ekor sapi dan 2 ekor domba.

    Selanjutnya Masjid Al Muhajirin Sampit 2 ekor sapi, PCM Parenggean 2 ekor sapi, PRM Karang Tunggal 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing, Universitas Muhammadiyah Sampit sebanyak 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Lazismu Kabupaten Kotim 1 ekor sapi, Masjid Mujahidin Jemaras PCM Cempaga 2 ekor sapi serta PCM Mentaya Hulu 4 ekor sapi.

    Salah satu lokasi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Kantor Sekretariat PDM Kotim di Jalan RA Kartini, Sampit. Di lokasi tersebut, panitia menyembelih dua ekor sapi yang berasal dari total 14 orang yang berkurban.

    PEMOTONGAN DAGING KURBAN : Rektor UMSA Ramadansyah bersama panitia kurban melakukan proses pemotongan daging kurban di selasar halaman Kampus I, UMSA Jalan Ki Hajar Dewantara, Rabu (27/5/2026). (Heny/Kanal Independen)

    Proses penyembelihan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai pada pukul 12.00 WIB. Setelah itu, panitia langsung melanjutkan proses pengemasan dan distribusi daging kepada masyarakat.

    Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 20 panitia gabungan dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah, di antaranya PD Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah.

    Sekretaris PDM Kotim I Wayan Alap, menambahkan dua ekor sapi yang dipotong menghasilkan sekitar 220 bungkus daging kurban.

    ”Total berat daging bersih sekitar 170 kilogram. Pembagiannya sepertiga untuk 14 orang yang berkurban, sedangkan dua pertiganya dibagikan kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar, masing-masing setengah kilogram per bungkus,” jelasnya di sela proses pemotongan daging.

    Wayan mengatakan pelaksanaan kurban setiap tahun juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.

    ”Momentum Idul Adha ini bukan hanya soal penyembelihan hewan kurban, tetapi juga memperkuat syiar islam dan nilai gotong royong serta menebarkan kepedulian sosial,” tambahnya.

    UMSA Bagikan 500 Kupon Daging Kurban

    Selain di lingkungan PDM Kotim, penyembelihan hewan kurban juga berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sampit berjumlah 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing.

    Hewan kurban tersebut berasal dari 29 orang yang berkurban terdiri dari unsur dosen, tenaga kependidikan dan keluarga besar civitas akademika UMSA.

    Wakil Rektor II UMSA sekaligus Ketua Panitia Kurban, Mahmuddin mengatakan, proses penyembelihan dimulai lebih awal usai pelaksanaan Salat Iduladha di Lapangan Kampus I UMSA.

    ”Setelah salat Ied yang diimami Haji Akmal Thamroh, penyembelihan langsung dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 panitia dari unsur civitas akademika dan pengurus Masjid Al Mukhlishin,” ujar Mahmuddin.

    Daging kurban kemudian dibagikan mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Panitia menyiapkan sekitar 500 kupon untuk masyarakat penerima manfaat.

    Mahmuddin menjelaskan, setiap penerima memperoleh setengah kilogram daging beserta tulangan.

    Penerima manfaat berasal dari kalangan mahasiswa, staf kampus, warga sekitar hingga masyarakat di wilayah Mentaya Seberang.

    ”Mahasiswa sekitar 80 orang, warga sekitar kampus sekitar 80 orang, peserta kurban, kemudian ada juga masyarakat Mentaya Seberang melalui Masjid At Taqwa sekitar 30 orang,” katanya.

    Ia mengungkapkan jumlah hewan kurban di UMSA tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tiga ekor sapi.

    ”Alhamdulillah tahun ini meningkat menjadi empat ekor sapi dan satu kambing. Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah lagi menjadi lima ekor sapi,” harapnya.

    Sementara itu, Wakil Rektor III UMSA, selaku penanggung jawab distribusi memastikan seluruh daging kurban disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

    Panitia bahkan sengaja tidak menggunakan daging kurban untuk konsumsi internal agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

    ”Semua daging kurban, termasuk tulangan, dibagikan seluruhnya untuk masyarakat yang berhak. Bahkan panitia tidak memasak daging kurban untuk konsumsi internal. Kami siapkan konsumsi terpisah agar lebih banyak masyarakat yang menerima dan merasakan daging kurban tahun ini,” kata Alivermana.

    Aliv menambahkan, panitia juga memberikan perhatian kepada kelompok penyandang disabilitas, termasuk warga tuna rungu yang turut menerima pembagian daging kurban.

    ”Ada sekitar 10 bungkus khusus untuk warga tuna rungu juga menerima daging kurban. Kami memang mencari warga yang benar-benar layak menerima daging kurban. Kami harap semangat berbagi di Hari Raya Iduladha ini benar-benar berkah bagi yang berkurban dan dapat dirasakan semua kalangan masyarakat yang berhak menerimanya,” tandasnya. (hgn)

  • UMSA Optimistis Cetak SDM Berkualitas, Pendaftaran Mahasiswa Baru Masih Dibuka Hingga September

    UMSA Optimistis Cetak SDM Berkualitas, Pendaftaran Mahasiswa Baru Masih Dibuka Hingga September

    SAMPIT, kanalindependen.id – Pendaftaran mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) tahun akademik 2026/2027 masih dibuka hingga 4 September 2026.

    Salah satu Kampus ternama di Kota Sampit ini, optimistis mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sarana prasarana, serta rencana penambahan program studi baru.

    Rektor UMSA Ramadansyah melalui Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru, Kemahasiswaan dan Alumni UMSA Gita Anggraini mengatakan, pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 telah dibuka sejak 10 Januari 2026 bertepatan dengan Milad UMSA ke-3.

    Masa penerimaan mahasiswa baru dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung sejak 10 Januari hingga 9 April 2026, gelombang kedua mulai 10 April sampai 25 Juni 2026 dan gelombang ketiga dibuka dari 26 Juni hingga 4 September 2026.

    ”Pendaftaran masih terus dibuka sampai September nanti. Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,” kata Gita Anggraini, Senin (25/5/2026).

    MASIH DIBUKA: Calon mahasiswa baru saat melakukan pendaftaran di Kampus I UMSA, Jalan Ki Hajar Dewantara, Senin (25/5/2026). (Heny/Kanal Independen)

    UMSA berupaya memberikan kemudahan dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Seluruh tahapan mulai dari pendaftaran hingga tes wawancara dapat diselesaikan hanya dalam satu hari.

    ”Semua proses pendaftaran berlangsung cepat dalam satu hari selesai mulai dari proses pendaftaran, tes wawancara hingga administrasi lainnya,” katanya.

    Bahkan, bagi calon mahasiswa yang tidak dapat hadir langsung ke kampus, pihak universitas juga menyediakan layanan pendaftaran dan wawancara secara online.

    ”Kalau tidak bisa hadir langsung tetap bisa mendaftar secara online melalui wawancara online. Insya Allah semua calon mahasiswa baru dimudahkan untuk bisa mengenyam pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sampit,” tambahnya.

    Untuk biaya pendaftaran, UMSA menetapkan tarif sebesar Rp200 ribu bagi calon mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Teknologi Pertanian (FTP). Sementara untuk Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), biaya pendaftaran sebesar Rp500 ribu karena terdapat tahapan pemeriksaan kesehatan.

    Setelah seluruh proses selesai, calon mahasiswa nantinya akan menerima Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) setelah penutupan pendaftaran berakhir.

    Saat ini jumlah pendaftar mahasiswa baru di UMSA tercatat mencapai 235 orang. Pihak kampus menargetkan penerimaan mahasiswa baru tahun ini bisa mencapai 500 mahasiswa.

    ”Jumlah mahasiswa aktif saat ini sudah hampir 1.000 orang. Target kami tahun ini bisa mencapai 500 mahasiswa baru. Harapan kami dengan bertambahnya mahasiswa, fasilitas sarana dan prasarana juga dapat semakin ditingkatkan,” ujarnya.

    Gita menjelaskan, selama masa pendaftaran mahasiswa baru, program studi yang paling banyak diminati dari Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), khususnya program studi kebidanan.

    Selain itu, minat pendaftaran juga cukup tinggi pada Program Studi Pendidikan Ekonomi, Bimbingan Konseling, Informatika, Agribisnis, Bahasa Inggris serta Gizi.

    Sementara program studi dengan jumlah peminat paling sedikit saat ini adalah Pendidikan Matematika.

    Saat ini UMSA memiliki tiga fakultas dengan delapan program studi. Ketiga fakultas tersebut yakni FKIP, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes).

    Adapun program studi yang tersedia meliputi S1 Pendidikan Ekonomi, S1 Pendidikan Matematika, S1 Bahasa Inggris dan S1 Bimbingan Konseling di FKIP.

    Kemudian S1 Informatika dan S1 Agribisnis di FTP, serta S1 Gizi dan D3 Kebidanan di Fikes.

    UMSA juga tengah menyiapkan pembukaan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Saat ini proses pembukaan prodi tersebut masih menunggu izin dari pemerintah pusat.

    ”Saat ini kami masih menunggu izin keluar untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam. Mudah-mudahan bisa dibuka tahun ini juga,” harap Gita.

    Selama tiga tahun berdiri sebagai universitas, UMSA terus menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Salah satu capaian penting yang berhasil diraih yakni memperoleh akreditasi ”Baik Sekali” dari BAN-PT pada 15 Desember 2024 lalu.

    UMSA resmi berdiri setelah Akademi Kebidanan Kotim yang berdiri 2007 dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sampit yang berdiri 1986, digabung menjadi universitas berdasarkan penetapan Kemendikbudristek pada 10 Januari 2023.

    Pada tahun pertama pendirian, tercatat sekitar 250 calon mahasiswa mendaftar. Perkembangan jumlah mahasiswa pun terus meningkat setiap tahun.

    Pada 2023 jumlah mahasiswa sekitar 600 orang, kemudian meningkat menjadi 824 mahasiswa pada 2024 dan pada 2025 telah melampaui target hingga mencapai sekitar 1.150 mahasiswa.

    ”Insya Allah seiring dengan peningkatan mutu pendidikan, mutu SDM serta sarana dan prasarana, mahasiswa UMSA akan terus bertambah dari tahun ke tahun,” ujarnya.

    Menurutnya, seluruh program studi yang dimiliki UMSA masih memiliki peluang besar di dunia kerja, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur yang masih membutuhkan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

    ”Lulusan guru dan kesehatan masih sangat dibutuhkan di Kotim karena daerah ini masih kekurangan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan,” tandasnya. (hgn)