Kategori: Kalteng

  • Pola Konsumsi Rumah Tangga di Kotim, Rokok Mengungguli Lauk di Meja Makan

    Pola Konsumsi Rumah Tangga di Kotim, Rokok Mengungguli Lauk di Meja Makan

    SAMPIT, kanalindependen.id – Rokok hampir selalu ada dalam daftar belanja bulanan banyak rumah tangga di Kotawaringin Timur. Bahkan, ketika lauk pauk harus ditekan, pos ini tetap berjalan.

    Angka-angka dalam Statistik Kesejahteraan Rakyat 2025 mencatatnya dengan jelas. Pengeluaran rokok dan tembakau muncul konsisten di seluruh kelompok pengeluaran, dari rumah tangga terbawah hingga tertinggi, dan pada sejumlah kelompok nilainya lebih besar dibandingkan belanja sumber protein utama.

    Dalam publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kotawaringin Timur 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rokok dan tembakau menyerap 6,16 persen dari total pengeluaran makanan rumah tangga.

    Angka ini menempatkan rokok dan tembakau sebagai salah satu pos belanja yang konsisten dalam kelompok komoditas makanan, meskipun tidak memiliki kontribusi gizi.

    Pada tabel yang sama, pengeluaran per kapita untuk rokok dan tembakau tercatat sebesar Rp108.977 per bulan, sementara pengeluaran untuk lauk pauk (ikan, udang, cumi) berada pada kisaran Rp95.212 per bulan.

    Perbandingan ini menunjukkan bahwa belanja rokok berada pada tingkat yang sebanding, bahkan lebih tinggi, dibandingkan belanja sumber protein utama.

    Pola tersebut terlihat lebih jelas ketika data dibaca menurut kelompok pengeluaran. Pada 40 persen rumah tangga dengan pengeluaran terendah, pengeluaran per kapita untuk rokok dan tembakau tercatat Rp67.128, sementara belanja lauk pauk (ikan dan udang) berada di angka Rp61.303.

    Dalam kelompok ini, ruang untuk meningkatkan kualitas konsumsi makanan terlihat paling sempit.

    Sebaliknya, pada 20 persen rumah tangga dengan pengeluaran tertinggi, belanja makanan bergizi memiliki porsi yang lebih besar.

    Pengeluaran lauk pauk (ikan dan udang) pada kelompok ini mencapai Rp158.247 per kapita per bulan.

    Namun demikian, rokok dan tembakau tetap muncul sebagai pos belanja rutin dengan nilai lebih besar, yakni Rp182.675. Angka itu menunjukkan bahwa kebiasaan konsumsi tersebut bertahan lintas kelas ekonomi.

    Sejumlah perokok aktif yang ditemui Kanal Independen mengakui dalam satu bulan bisa menghabiskan hampir Rp1.000.000, bahkan bisa lebih untuk rokok. Konsumsi rokok yang tinggi bisa terjadi jika dalam sehari rata-rata menghabiskan satu bungkus atau lebih.

    ”Rokok memang menjadi salah satu barang yang hampir setiap hari selalu saya beli. Satu bungkusnya seharga Rp30 ribu lebih,” katanya Deni, warga Baamang, Sampit, seraya mengakui tak pernah menghitung secara detail total pengeluaran untuk rokok.

    Adapun untuk makanan, Deni yang memiliki istri dan seorang anak ini, biasanya menyetok untuk sebulan, seperti beras, telur, dan komoditas lainnya. Totalnya untuk tiga orang mencapai Rp2-3 juta.

    ”Kalau dihitung-hitung, untuk makan sekeluarga sebulan saya biasanya habis sekitar dua sampai tiga jutaan. Itu sudah termasuk beras, lauk, sama kebutuhan dapur lain yang saya beli stok bulanan,” ujarnya.

    Mengacu pernyataan itu, jika pengeluaran rokok Deni mendekati Rp1 juta per bulan, nilainya setara dengan lebih dari satu kali rata-rata pengeluaran makanan per orang di Kotim, atau kira-kira menyamai total belanja beberapa pos lauk pauk dan bahan makanan pokok sekaligus.

    Dalam konteks rumah tangga dengan tiga anggota keluarga, rokok menjadi pengeluaran rutin yang berpotensi mempersempit ruang belanja untuk meningkatkan kualitas konsumsi protein hewani, sayur, dan buah.

    Laman: 1 2

  • Dari Pasar ke Masjid Noor Agung, Jejak Aksi Perempuan Misterius Berakhir di Tangan Warga

    Dari Pasar ke Masjid Noor Agung, Jejak Aksi Perempuan Misterius Berakhir di Tangan Warga

    SAMPIT, kanalindependen.id –   Jejak aksi seorang perempuan misterius yang diduga kerap menyasar warga saat lengah akhirnya terhenti di Masjid Jami Noor Agung Sampit, Minggu pagi (8/2/2026). Setelah sebelumnya disebut meresahkan pedagang di kawasan Pasar Subuh, perempuan tak dikenal itu diamankan warga usai diduga mengambil telepon genggam milik jemaah yang tengah beristirahat.

    Pagi itu, suasana Masjid Jami Noor Agung Sampit tampak seperti biasa. Sejumlah jemaah dan warga sekitar memanfaatkan waktu untuk beristirahat di sela aktivitas. Namun ketenangan tersebut mendadak pecah ketika warga mencurigai gerak-gerik seorang perempuan tak dikenal yang mondar-mandir di area masjid.

    Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Saat sebagian jemaah terlelap, perempuan tersebut diduga mengambil satu unit telepon genggam milik jemaah yang sedang beristirahat. Aksinya keburu diketahui warga, hingga ia langsung diamankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan sambil menunggu petugas kepolisian datang ke lokasi.

    “Aksinya ketahuan pas jemaah lagi istirahat. Warga langsung mengamankan,” ujar Isna, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

    Namun cerita tak berhenti di situ. Saat diamankan, perempuan tersebut diduga berusaha mengelabui warga dengan berpura-pura mengalami gangguan jiwa. Bahkan, ia sempat bertingkah tidak wajar hingga nekat melepas sebagian pakaiannya, membuat warga semakin yakin bahwa situasi harus segera dikendalikan.

    Belakangan, terungkap dugaan bahwa aksi perempuan tersebut bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut, sosoknya memiliki kemiripan dengan perempuan yang sebelumnya terekam kamera pengawas (CCTV) saat melakukan dugaan pencurian di kawasan Pasar Subuh Belakang Golden.

    Dalam rekaman kamera pengawas di pasar tersebut, peristiwa terjadi pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 23.47 WIB. Saat itu, korban diduga kehilangan barang ketika tertidur di lapak dagangannya. Aksi serupa disebut sudah beberapa kali terjadi dan membuat para pedagang resah.

    “Kalau di pasar, kejadian seperti ini sudah sering. Pedagang takut kalau tertidur, karena barang bisa hilang,” ujar Sri, salah satu warga.

    Dugaan bahwa perempuan tersebut beraksi dari pasar hingga masjid membuat keresahan warga semakin meningkat. Mereka khawatir lokasi-lokasi yang seharusnya aman justru menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan.

    “Saat ditanya mengaku tiga kali beraksi, katanya sekali di Belakang Golden,” ungkap Wawan, warga yang sempat menginterogasi tersangka.

    Hingga berita ini diturunkan, seluruh informasi masih bersumber dari keterangan warga. Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas maupun keterlibatan perempuan tersebut dalam rangkaian kejadian di beberapa lokasi. Proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk penelusuran rekaman kamera pengawas yang diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya.

    Warga pun berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

    “Kami cuma ingin merasa aman, baik di pasar maupun di masjid,” ujar warga lainnya. (***)

  • Gelombang Kelvin Aktif, Kalteng Masuk Zona Waspada Cuaca

    Gelombang Kelvin Aktif, Kalteng Masuk Zona Waspada Cuaca

    Langit di Sampit dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah belakangan ini tampak lebih sering diselimuti awan gelap. Udara terasa lembap, dan hujan bisa turun sewaktu-waktu. Kondisi ini menjadi tanda bahwa cuaca di Kalteng sedang tidak bersahabat.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 8 hingga 10 Februari 2026. Selama beberapa hari ke depan, sejumlah daerah di Kalimantan Tengah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

    BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya menjelaskan, kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Kelvin di wilayah Kalimantan. Selain itu, adanya pertemuan dan perlambatan angin membuat awan hujan lebih mudah terbentuk. Udara yang lembap dan kondisi atmosfer yang tidak stabil juga turut memperkuat potensi hujan.

    Pada Minggu (8/2/2026), hujan berpeluang terjadi di Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Katingan, dan Gunung Mas. Potensi hujan masih berlanjut pada Senin dan Selasa (9–10/2/2026) dengan wilayah yang relatif sama, termasuk Kota Palangka Raya.

    BMKG mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Hujan berdurasi singkat dapat disertai petir, angin kencang, bahkan puting beliung. Warga juga diminta mengantisipasi dampak lanjutan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.

    Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca terbaru dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.