Kategori: Kalteng

  • Rumahnya Hangus Terbakar, Anak Kucing Hutan Lucu ini Ditemukan Merayap Sendirian di Bumi Raya Sampit

    Rumahnya Hangus Terbakar, Anak Kucing Hutan Lucu ini Ditemukan Merayap Sendirian di Bumi Raya Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung mereda di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali memakan korban satwa tak berdosa. Seekor anak kucing hutan (Prionailurus bengalensis) mungil bercorak indah terpaksa kehilangan tempat tinggalnya setelah hutan gambut tempat ia berlindung hangus dilalap si jago merah di kawasan Jalan Bumi Raya 1, Perumahan Citra Mandiri Tahap 1, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Senin (28/9/2026) malam.

    Dalam kondisi terpisah dari induknya, anak kucing hutan yang imut dan polos tersebut ditemukan merayap sendirian di sekitar pekarangan rumah warga sekitar pukul 22.00 WIB.

    Saksi mata yang menemukan satwa malang tersebut, Muhamad Wildan Halim (Awil), mengaku terenyuh melihat kondisi anak kucing hutan yang kebingungan dan ketakutan di tengah kepulan asap karhutla yang masih membara di sepanjang Jalan Bumi Raya.

    Merespons temuan tersebut, Awil bersama komunitas aktivis lingkungan di Sampit bergerak cepat menyerahkan anak kucing hutan lucu itu ke Pos BKSDA Resort Sampit pada malam yang sama sekitar pukul 23.10 WIB.

    Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, membenarkan penyerahan satwa dilindungi yang terdesak akibat karhutla di pemukiman Baamang Barat tersebut.

    “Anak kucing hutan ditemukan sendirian di dekat rumah warga di tengah kondisi kawasan sekitar yang terdampak kebakaran. Saat diserahkan, kondisinya terlihat sehat dan aktif, meski terdapat sedikit luka lecet pada bagian mulutnya,” jelas Muriansyah, Selasa (29/9/2026).

    Saat ini, anak kucing hutan mungil tersebut diamankan di Pos BKSDA Sampit untuk mendapatkan perawatan intensif, pemulihan trauma, serta penanganan medis lebih lanjut sebelum ditentukan langkah konservasi berikutnya.

    Penemuan anak kucing hutan yang imut dan terpisah dari induknya di Baamang Barat ini menjadi potret pilu betapa kejamnya dampak karhutla terhadap keberlangsungan hidup satwa endemik Kalimantan. Ketika habitat gambut yang menjadi benteng perlindungan hangus terbakar, anakan satwa yang belum mandiri menjadi pihak yang paling rentan—terancam mati terpanggang, kehabisan nafas akibat racun asap, atau kelaparan.

    Dua penekanan kritis dari Kanal Independen: Pertama, edukasi penyelamatan satwa oleh warga: Kesadaran dan kepedulian Muhamad Wildan Halim bersama relawan lingkungan yang menyelamatkan tanpa melukai atau memelihara ilegal satwa dilindungi ini patut menjadi contoh patut diapresiasi bagi seluruh masyarakat Kotim.

    Kedua, penanganan darurat habitat satwa terisolasi: BKSDA bersama Satgas Karhutla didesak memperketat patroli di titik-titik perbatasan pemukiman dan vegetasi gambut Baamang guna mengantisipasi makin banyaknya anakan satwa liar yang terisolasi dari induknya akibat amukan api. (***)

  • Langkah Catur dan Penanya Kini Hening: Obituari H. Ruslan Abdul Gani, Pewarta Senior Kotim

    Langkah Catur dan Penanya Kini Hening: Obituari H. Ruslan Abdul Gani, Pewarta Senior Kotim

    ​SAMPIT, Kanalindependen.id – Dunia jurnalistik dan komunitas olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kehilangan salah satu pilar terbaiknya. H. Ruslan Abdul Gani, SH bin Kanti Hamdan, jurnalis senior yang dikenal gigih menyuarakan fakta sekaligus benteng pecatur andal di bumi Tambun Bungi, mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa pagi (29/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

    ​Kabar duka yang mengejutkan insan pers tersebut disampaikan langsung oleh putra bungsu almarhum, Rendy Muhamad Iqbal, PhD.

    ​“Assalamualaikum wr wb. Saya Rendy Muhamad Iqbal, PhD putra bungsu Bapak H. Ruslan Abdul Gani, SH bin Kanti Hamdan. Izin menyampaikan bahwa ayahanda saya meninggal pagi tadi pada pukul 08.00 WIB,” tutur Rendy, Selasa (29/9/2026).

    ​Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman keluarga di Jalan Delima 5 Nomor 117, Sampit. Berdasarkan keterangan keluarga, almarhum diberangkatkan dan dimakamkan ba’da salat Zuhur di Pemakaman Sanaim Samaun Al-Qurbah, Sampit. Mewakili keluarga besar, Rendy menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh kerabat, rekan sejawat, serta masyarakat atas segala kekhilafan almarhum sepanjang hayatnya.

    ​Harmoni Pena Tajam dan Langkah Strategi di Atas Papan 64 Petak

    ​Kepergian H. Ruslan Abdul Gani, SH menyisakan ruang hampa yang mendalam. Bagi dunia pers Kotim, almarhum adalah sosok wartawan yang konsisten merawat integritas dan nurani publik lewat karya tulisnya. Sementara di lingkungan olahraga, ia adalah pecatur yang disegani karena kalkulasi strateginya yang tenang serta dedikasinya menginspirasi para pemuda di Kotim.

    ​Pemimpin Redaksi Kanalindependen.id, Gunawan, yang juga merupakan sahabat karib almarhum sesama jurnalis dan insan catur, mengungkapkan rasa duka mendalam atas berpulangnya sang senior.

    ​“Beliau adalah wartawan senior sekaligus pecatur andal. Langkah penanya tajam dan langkah caturnya begitu tenang. Kami sangat kehilangan sosok teladan dan merasa berduka yang sangat mendalam atas kepergian almarhum,” ungkap Gunawan.

    ​Kiprah H. Ruslan Abdul Gani dalam membangun iklim media yang independen serta memajukan olahraga catur di Kotawaringin Timur akan terus membekas sebagai warisan keteladanan yang tak lekang oleh waktu.

    ​Analisis Kanal Independen: Penghormatan Terakhir untuk Rekam Jejak Pers dan Olahraga Kotim

    ​Berpulangnya H. Ruslan Abdul Gani, SH menjadi momen perenungan bersama bagi seluruh ekosistem media independen dan persatuan catur di Kalimantan Tengah. Almarhum mengajarkan bahwa kedalaman berpikir seorang jurnalis dalam mengawal isu publik berbanding lurus dengan ketenangan seorang pecatur dalam mengkalkulasi setiap keputusan.

    ​Dua penekanan kritis dari Kanal Independen:

    ​Merawat Warisan Integritas Pers: Generasi muda wartawan di Kotim didesak untuk terus melanjutkan keberanian dan profesionalisme yang telah diteladankan almarhum H. Ruslan Abdul Gani dalam menjaga independensi serta keberpihakan pers pada kebenaran.

    ​Penghargaan Dedikasi Percasi Kotim: Pengurus Percasi Kotim diimbau untuk memberikan panggung penghormatan atas kontribusi almarhum, salah satunya dengan menginisiasi turnamen catur peringatan (memorial tournament) guna menjaga cita-cita almarhum dalam melahirkan bibit-bibit pecatur muda daerah.

    ​Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum H. Ruslan Abdul Gani, SH diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, dan diberikan tempat termulia di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi ketabahan dan kekuatan.

    ​Langkah catur dan penanya kini hening!  Pewarta senior dan pecatur andal H. Ruslan Abdul Gani tutup usia!  Kanalindependen.id menyampaikan duka cita mendalam, keteladanan almarhum abadi! (***)

  • Hujan Guyur Kotim Dua Hari, BMKG: Belum Cukup untuk Redakan Karhutla

    Hujan Guyur Kotim Dua Hari, BMKG: Belum Cukup untuk Redakan Karhutla

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam dua hari terakhir. Namun, turunnya hujan belum menjadi tanda bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut akan segera berakhir.

    Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim Mulyono Leo Nardo mengatakan, hujan yang mulai turun menjadi salah satu tanda Kotim memasuki fase awal transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.

    Meski demikian, secara umum Kotim masih berada dalam musim kemarau.

    “Bisa dikatakan kita memasuki awal transisi dari musim kemarau ke hujan, tapi secara umum kita masih musim kemarau,” kata Mulyono, Senin (28/9/2026).

    BMKG memperkirakan awal musim hujan tidak terjadi serentak di seluruh wilayah Kotim. Bagian utara diprakirakan lebih dahulu memasuki musim hujan sekitar pertengahan Oktober 2026.

    Sementara Sampit dan sekitarnya diperkirakan memasuki awal musim hujan pada awal November. Adapun wilayah selatan diprakirakan baru memasuki awal musim hujan pada akhir November.

    Hingga akhir September, peluang pertumbuhan awan hujan di Kotim masih cukup tinggi. BMKG memperkirakan peluang tersebut berada di kisaran 50–70 persen, bahkan pada 27 September potensinya diprakirakan di atas 70 persen.

    “Untuk besok hingga akhir bulan ini ada potensi pertumbuhan awan hujan sekitar 50–70 persen di wilayah Kotim. Besok 27 September potensi di atas 70 persen,” jelasnya.

    Hujan Belum Jadi Jaminan Karhutla Reda

    Di tengah masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah Kotim, hujan yang turun memang membantu mengurangi kondisi kering di permukaan lahan.

    Namun, Mulyono menegaskan hujan tersebut belum dapat disebut mampu meredakan karhutla secara menyeluruh. Api, terutama pada lahan yang kering, membutuhkan hujan dengan intensitas lebih tinggi dan durasi yang cukup lama.

    “Untuk meredakan masih belum bisa dikatakan demikian, tepatnya mengurangi. Hujan dengan intensitas lebat dan durasinya lama yang bisa meredakan karhutla,” pungkasnya.

    Dengan demikian, hujan yang mulai mengguyur Kotim belum menjadi alasan untuk menganggap ancaman karhutla telah berakhir. Wilayah Kotim masih berada dalam masa kemarau dan baru memasuki fase peralihan menuju musim hujan.(***)

  • Lutung Merah Ditemukan Kritis di Tepi Jalan Cempaga Hulu, Mati Sebelum Ditangani Dokter

    Lutung Merah Ditemukan Kritis di Tepi Jalan Cempaga Hulu, Mati Sebelum Ditangani Dokter

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Seekor lutung merah atau kelasi ditemukan dalam kondisi terluka parah di tepi jalan raya wilayah Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (28/9/2026).

    Satwa liar tersebut ditemukan di kawasan yang berada di sekitar areal bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisinya mengenaskan karena mengalami patah tulang pada kedua kaki.

    Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan informasi mengenai keberadaan lutung merah tersebut diterimanya sekitar pukul 13.00 WIB dari wartawan media online Borneo.news, Dewi, yang meneruskan laporan warga di media sosial.

    Petugas kemudian menelusuri informasi tersebut dan menghubungi Arlan, warga Kecamatan Tualan Hulu yang mengunggah informasi keberadaan satwa tersebut.

    Dari keterangan Arlan, lutung merah berada di tepi jalan raya. Satwa itu diduga mengalami kecelakaan saat hendak menyeberang jalan.

    “Lutung terluka di kedua kaki, kemungkinan besar tertabrak mobil atau truk saat mau menyeberang jalan,” kata Muriansyah berdasarkan laporan yang diterimanya.

    Setelah mendapat informasi tersebut, lutung kemudian dijemput komunitas atau aktivis lingkungan dari Sampit untuk dibawa ke klinik hewan.

    Namun, upaya penyelamatan itu berakhir tragis.

    Mati Sebelum Mendapat Penanganan

    Lutung merah tersebut sempat dibawa ke klinik hewan. Namun, sebelum dokter sempat memberikan tindakan medis, satwa tersebut mengembuskan napas terakhir.

    Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan terdapat tiga bagian tulang yang patah.

    Patahan ditemukan pada paha kaki kanan, paha kaki kiri serta bagian engkel kaki kanan.

    Kondisi luka pada bagian paha juga cukup parah. Pada paha kanan terdapat luka robek besar yang mengeluarkan banyak darah.

    Sementara pada paha kiri, ujung tulang yang patah bahkan terlihat menyembul keluar.

    Kondisi tersebut menunjukkan lutung mengalami cedera berat sebelum berhasil dievakuasi dari tepi jalan.

    Setelah lutung dinyatakan mati, petugas BKSDA Resort Sampit melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan di Pangkalan Bun.

    Berdasarkan arahan pimpinan, bangkai lutung kemudian dikuburkan dan dibuatkan berita acara kematian sebagai bagian dari penanganan satwa liar dilindungi tersebut.

    Kemunculan lutung merah dalam kondisi terluka di tepi jalan kembali menunjukkan risiko yang dihadapi satwa liar ketika wilayah jelajahnya bersinggungan dengan jalur kendaraan dan kawasan yang terdampak kebakaran.

    Kali ini, pertolongan datang sebelum terlambat, tetapi cedera yang dialami terlalu parah. Lutung merah itu akhirnya mati sebelum sempat mendapat penanganan dokter. (***)

  • Enam Gedung SMAN 1 Cempaga Terbakar, Api Diduga Bermula dari Solar Cell

    Enam Gedung SMAN 1 Cempaga Terbakar, Api Diduga Bermula dari Solar Cell

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Api mengamuk di lingkungan SMAN 1 Cempaga, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (27/9/2026) dini hari. Sedikitnya enam gedung sekolah dilaporkan terbakar.

    Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Api dengan cepat membesar dan merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya di lingkungan sekolah.

    Camat Cempaga Agustiawany mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, titik api diduga berada di ruang wakil kepala sekolah. Di ruangan tersebut terdapat instalasi solar cell.

    “Informasi sementara yang kami terima, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dan diduga bermula dari ledakan pada solar cell,” katanya.

    Dari titik awal tersebut, api kemudian menjalar ke sejumlah bangunan. Ruang kepala sekolah, ruang guru hingga musala termasuk bangunan yang terdampak.

    “Berdasarkan informasi sementara, ada sekitar enam gedung yang terbakar. Di antaranya ruang kepala sekolah, ruang guru dan musala,” ujarnya.

    Api Cepat Merambat

    Upaya pemadaman langsung dilakukan setelah kebakaran diketahui. Petugas pemadam kebakaran bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), warga dan unsur lintas sektor dikerahkan ke lokasi.

    Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Api bergerak cepat, sementara ketersediaan sumber air di sekitar lokasi terbatas.

    “Petugas bersama MPA, masyarakat dan unsur lintas sektor sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman. Semua bersama-sama berupaya menangani kebakaran,” kata Agustiawany.

    Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Dugaan kebakaran yang bermula dari instalasi solar cell masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Tingkat kerusakan masing-masing bangunan juga masih dalam pendataan.

    Kebakaran tersebut menjadi kejadian pertama di lingkungan SMAN 1 Cempaga. Sekolah itu diketahui telah berdiri sejak 1997.

    “Selama ini belum pernah terjadi kebakaran di sekolah tersebut. Bangunannya sudah berdiri sejak 1997,” jelasnya.

    Belajar Tetap Berjalan

    Kebakaran tidak hanya menyisakan persoalan kerusakan bangunan. Pemerintah juga harus memastikan kegiatan belajar mengajar siswa tetap berjalan.

    Pemkab Kotim telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terkait penanganan dampak kebakaran, termasuk rencana pembangunan kembali gedung sekolah yang terbakar.

    “Sudah dilakukan koordinasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah terkait penanganan gedung sekolah, termasuk rencana pembangunan gedung baru,” katanya.

    Untuk sementara, siswa tetap diarahkan belajar di ruangan sekolah yang masih aman dan dapat digunakan.

    Dengan kondisi tersebut, siswa belum perlu dipindahkan ke gedung SD di Desa Sungai Paring.

    “Untuk sementara anak-anak tetap diarahkan belajar di ruangan yang masih bisa digunakan. Masih ada beberapa gedung yang dapat difungsikan,” pungkasnya.

    Enam gedung terbakar dalam hitungan dini hari. Kini, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan penyebab kebakaran, tetapi menjaga agar aktivitas belajar siswa SMAN 1 Cempaga tetap berjalan di tengah kerusakan yang ditinggalkan api. (***)

  • Dikepung Asap dan Bara, Penyelamatan Orangutan di Ramban Berlangsung hingga Dini Hari

    Dikepung Asap dan Bara, Penyelamatan Orangutan di Ramban Berlangsung hingga Dini Hari

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Asap tebal dan bara kebakaran mengepung lokasi saat tim rescue berupaya menyelamatkan seekor orangutan betina di Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Ramban, Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

    Penyelamatan satwa dilindungi itu berlangsung hingga dini hari, Jumat-Sabtu (25-26/9/2026). Orangutan akhirnya berhasil dievakuasi setelah berada di atas pohon kering di tengah kawasan yang vegetasinya masih terbakar.

    Orangutan tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram. Tim kemudian memberikan nama Sindi.

    Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan keberadaan Sindi pertama kali dilaporkan warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan pada Jumat sore (25/9/2026 ).

    Sekitar pukul 15.00 WIB, regu pemadam perusahaan melihat orangutan berada di atas pohon kering di perbatasan HTR Ramban dan PT MJSP. Saat itu, regu pemadam sedang mengambil air di sekitar lokasi.

    Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Petugas Pos Sampit. Setelah berkoordinasi dengan pimpinan, BKSDA memutuskan melakukan rescue terhadap orangutan tersebut.

    Tim rescue Seksi KSDA Wilayah II bersama Yayasan OFI berangkat dari Pangkalan Bun sekitar pukul 17.20 WIB. Petugas Pos Sampit juga bergerak ke lokasi sekitar pukul 18.00 WIB untuk membantu memantau pergerakan Sindi.

    Tim rescue tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah.

    Sindi terus berpindah di atas pohon. Posisi orangutan yang berada di dahan cukup tinggi menyulitkan petugas melakukan pembiusan.

    Kondisi semakin berat karena asap kebakaran cukup tebal. Tanah di sekitar lokasi juga masih terdapat api dan bara.

    Petugas akhirnya berhasil membius Sindi sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, persoalan belum selesai.

    Tubuh orangutan tersebut tersangkut di dahan kayu setelah terbius. Petugas kemudian harus memanjat pohon untuk menurunkannya dengan aman.

    Sekitar pukul 02.30 WIB, Sindi akhirnya berhasil diturunkan dari pohon.

    Tidak Ditemukan Luka Bakar

    Pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik Sindi menunjukkan tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada tubuh orangutan tersebut.

    Setelah proses rescue selesai, tim bergerak menuju Sampit sekitar pukul 04.30 WIB. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pangkalan Bun.

    Tim tiba di Pangkalan Bun sekitar pukul 10.00 WIB. Sindi selanjutnya dibawa ke klinik dan fasilitas karantina orangutan milik Yayasan OFI.

    Hasil pemeriksaan darah menunjukkan Sindi dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit. Berdasarkan arahan Kepala Seksi KSDA Wilayah II, Sindi direncanakan ditranslokasikan ke Suaka Margasatwa Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat.

    Warga dan Perusahaan Bantu Penyelamatan

    Muriansyah menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang telah membantu proses penyelamatan Sindi.

    Laporan dari warga dan pihak perusahaan menjadi informasi awal bagi petugas untuk segera melakukan penanganan.

    “Terima kasih kepada warga Dusun Ramban dan pihak perusahaan yang sudah membantu dalam kegiatan rescue orangutan tersebut,” kata Muriansyah.

    Kemunculan Sindi di kawasan HTR Ramban menjadi perhatian karena lokasi tersebut didominasi tanaman kelapa sawit yang kondisinya masih dan sudah terbakar.

    Di tengah asap dan bara yang belum sepenuhnya padam, satu individu orangutan berhasil diselamatkan. Sindi kini menjalani proses karantina sebelum direncanakan kembali ke habitat yang lebih aman. (***)

  • SMAN 1 Cempaga Terbakar Hebat, Sejumlah Fasilitas Sekolah Ludes

    SMAN 1 Cempaga Terbakar Hebat, Sejumlah Fasilitas Sekolah Ludes

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kebakaran hebat melanda bangunan SMAN 1 Cempaga, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu dini hari (27/9/2026. Kobaran api terlihat membesar dan melahap sejumlah bagian bangunan sekolah.

    “Ya sekolah kami terbakar,” ungkap Citra, salah seorang guru.

    Dalam video yang beredar dan direkam warga, api tampak membakar bagian atap bangunan. Kobaran api terlihat dari jarak cukup jauh, disertai asap tebal yang membumbung ke langit malam.

    Sejumlah warga terlihat berkerumun dari luar pagar sekolah untuk menyaksikan kebakaran. Suasana di sekitar lokasi tampak mencekam ketika api terus membesar.

    Hingga akhirnya memaksa warga, untuk masuk dan memyelamatkan berbagai peralatan sekolah seperti meja dan kurai belajar dari dalam kelas.

    Informasi dihimpun, sejumlah fasilitas sekolah terdampak kebakaran. Di antaranya ruang UKS, kantor sekolah, ruang tata usaha (TU), aula, serta enam ruang kelas.

    Informasi sementara menyebut api pertama kali terlihat dari bagian bangunan kantor sekolah. Kobaran kemudian membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.

    Petugas bersama pihak terkait melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api dan mencegahnya meluas.

    Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan kronologi kejadian.

    Kondisi bangunan yang terbakar serta nilai kerugian masih dalam pendataan. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai korban dalam kejadian tersebut. (***)

  • Tanah Mas Terbakar Berhari-hari, Asap Pekat Adang Trans Kalimantan

    Tanah Mas Terbakar Berhari-hari, Asap Pekat Adang Trans Kalimantan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kebakaran lahan di kawasan Jalan Tjilik Riwut, Tanah Mas, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum juga padam. Api yang disebut warga muncul sejak Senin (21/9/2026) masih berkobar hingga Sabtu (26/9/2026).

    Kobaran api dan asap pekat kini mengadang kawasanTrans Kalimantan. Kepulan asap bahkan menyelimuti ruas jalan sehingga jarak pandang pengendara terganggu.

    Pantauan di lokasi, pengendara yang melintas harus mengurangi kecepatan. Asap tebal membuat pandangan ke arah depan terbatas dan kondisi tersebut menuntut kewaspadaan ekstra.

    Di sejumlah bagian lahan, kobaran api masih terlihat. Api merambat melalui vegetasi yang kering sehingga sejumlah titik sulit dikendalikan.

    Warga sekitar mengatakan kebakaran sudah berlangsung beberapa hari. Api tidak hanya muncul pada Sabtu, tetapi telah terlihat sejak awal pekan.

    “Kalau tidak salah, api mulai menyala sejak Senin (21/9/2026). Sampai sekarang masih ada bagian yang terbakar,” kata Mustofa.

    Lamanya kebakaran membuat asap terus menumpuk di sekitar kawasan jalan. Ketika asap menebal, pandangan pengendara menjadi semakin terbatas.

    Petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman. Penanganan dilakukan dari sejumlah titik untuk menghentikan penjalaran api dan mencegah kobaran meluas.

    Namun, kondisi lahan yang kering serta vegetasi yang mudah terbakar membuat api cepat merambat. Petugas juga harus memastikan titik yang sudah dipadamkan tidak kembali menyala.

    Persoalan lain muncul ketika asap masuk ke badan jalan. Kondisi ini dapat mengganggu pengguna jalan, terutama ketika kepulan asap tiba-tiba menebal.

    Pengendara yang melintas di kawasan itu diminta tidak memacu kendaraan. Kecepatan perlu disesuaikan dengan kondisi jarak pandang agar risiko kecelakaan dapat ditekan.

    Kebakaran yang bertahan berhari-hari ini kembali memperlihatkan sulitnya penanganan karhutla di tengah kondisi lahan yang masih kering.

    Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan di lokasi. Sejumlah titik yang belum sepenuhnya padam terus ditangani agar api tidak kembali membesar dan menjalar ke kawasan sekitar.

    Api belum benar-benar padam. Asap pun masih mengepung jalur yang menjadi akses pergerakan warga di kawasan Tanah Mas. (***)

  • 36.519 Hotspot dan 1.999 Hektare Terbakar, Karhutla Kotim Belum Mau Jinak

    36.519 Hotspot dan 1.999 Hektare Terbakar, Karhutla Kotim Belum Mau Jinak

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum juga jinak. Hingga 25 September 2026, sebanyak 1.132 kejadian karhutla telah ditangani dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 1.999 hektare.

    Di saat penanganan terus berjalan, akumulasi hotspot di wilayah Kotim juga telah mencapai 36.519 titik.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kotim. Bupati Kotim Halikinnor memimpin evaluasi penanganan karhutla dan kekeringan di Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Sabtu (26/9/2026).

    Evaluasi tidak hanya membahas upaya pemadaman. Halikinnor juga meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi di lapangan.

    Mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi vertikal, dunia usaha, relawan hingga masyarakat diminta terus bergerak bersama dalam pemadaman dan pendinginan.

    Namun, di tengah upaya mengejar titik api, Halikinnor mengingatkan agar keselamatan personel tidak diabaikan.

    Menurutnya, kondisi lapangan cukup berisiko, terutama pada wilayah yang memiliki lahan gambut. Api di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul setelah terlihat padam.

    “Terima kasih sekali kepada tim Satgas. Yang utama juga jaga kesehatan dan keselamatan diutamakan saat pemadaman,” kata Halikinnor.

    Dia meminta personel tidak memaksakan diri ketika menghadapi situasi yang membahayakan. Risiko petugas terjebak di lokasi kebakaran harus menjadi perhatian selama operasi berlangsung.

    “Apalagi daerah kita ini gambut. Jadi jangan sampai nanti Anda terkurung di situ menjadi korban. Itu kan sangat prihatin sekali kalau hal itu terjadi. Jadi tetap prioritas utama adalah keselamatan,” tegasnya.

    Selain keselamatan, Halikinnor menyoroti sistem komando penanganan karhutla. Banyaknya unsur yang terlibat membutuhkan pembagian tugas dan koordinasi yang jelas.

    “Jadi makanya nanti tadi kita rapat evaluasi juga, saya juga menginstruksikan untuk nanti itu supaya komandonya itu jelas,” ujarnya.

    Halikinnor mengatakan seluruh unsur telah dilibatkan sejak awal penanganan karhutla. Namun, luas wilayah Kotim dan munculnya titik api di berbagai lokasi membuat penanganan masih menghadapi tantangan.

    Karena itu, kekompakan antarpetugas menjadi penting. Pemadaman dan pendinginan harus terus dilakukan agar api tidak kembali muncul dan meluas.

    Di sisi lain, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak membakar lahan. Setiap menemukan api, warga diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani lebih cepat.

    Karhutla Kotim belum selesai. Ribuan hektare lahan telah terbakar dan puluhan ribu hotspot tercatat. Penanganan terus diperkuat, tetapi keselamatan personel tetap menjadi prioritas. (***)

  • 21 Penerbangan di Bandara H Asan Dibatalkan Selama 11 Hari Terakhir

    21 Penerbangan di Bandara H Asan Dibatalkan Selama 11 Hari Terakhir

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

    Dalam 11 hari terakhir, sejak 14 hingga 24 September 2026, sebanyak 21 penerbangan dibatalkan atau postponed akibat terbatasnya jarak pandang. Selain itu, enam penerbangan mengalami keterlambatan.

    Data tersebut berasal dari total 35 penerbangan yang dijadwalkan selama periode tersebut. Artinya, sebanyak 27 penerbangan terdampak gangguan operasional akibat kondisi jarak pandang.

    “Proporsi gangguan penerbangan ini terdiri dari enam penerbangan mengalami delay atau sebesar 22,2 persen dan 21 penerbangan mengalami cancel/postponed atau sebesar 77,8 persen,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H Asan Sampit Abdul Haris melalui Person In Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Zachruddin, Jumat (25/9/2026).

    Menurutnya, gangguan penerbangan tersebut disebabkan terbatasnya jarak pandang akibat asap karhutla.

    Kondisi jarak pandang berubah hampir setiap hari selama periode tersebut.

    Pada 14 September, jarak pandang berada di angka 1.500 meter. Dari tiga penerbangan, satu beroperasi sesuai jadwal dan dua lainnya mengalami delay.

    Sehari berikutnya, jarak pandang turun menjadi 1.000 meter. Satu penerbangan mengalami delay, sementara dua lainnya dibatalkan.

    Pada 16 September, jarak pandang tercatat 2.000 meter. Dari tiga penerbangan, satu berjalan sesuai jadwal, satu delay dan satu penerbangan dibatalkan.

    Kondisi sempat membaik pada 17 September dengan jarak pandang mencapai 4.000 meter. Namun, satu penerbangan tetap mengalami delay dan satu lainnya dibatalkan.

    Situasi kembali memburuk pada 18 September. Jarak pandang turun menjadi 800 meter dan seluruh tiga penerbangan pada hari itu dibatalkan.

    Pada 19 September, jarak pandang masih berada di angka 800 meter. Dua penerbangan dapat beroperasi sesuai jadwal, sedangkan dua lainnya dibatalkan.

    Kondisi semakin terbatas pada 20 September. Jarak pandang hanya mencapai 300 meter. Dari tiga penerbangan, dua tetap beroperasi sesuai jadwal dan satu lainnya dibatalkan.

    Sehari kemudian, jarak pandang kembali berada di 800 meter. Seluruh tiga penerbangan yang dijadwalkan pada 21 September dibatalkan.

    Gangguan berlanjut pada 22 September. Pada operasional pertama, jarak pandang tercatat 2.000 meter. Satu penerbangan berjalan sesuai jadwal, satu mengalami delay dan dua lainnya dibatalkan.

    Puncak gangguan terjadi pada dua hari terakhir periode pencatatan.

    Pada 23 September, jarak pandang hanya sekitar 200 meter. Seluruh tiga penerbangan pada hari tersebut dibatalkan.

    Kondisi serupa kembali terjadi pada 24 September. Jarak pandang tetap terbatas sekitar 200 meter dan seluruh tiga penerbangan kembali dibatalkan.

    Keselamatan Jadi Pertimbangan

    Pihak Bandara H Asan Sampit menjelaskan, kabut asap dapat menurunkan jarak pandang secara signifikan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap proses lepas landas dan pendaratan pesawat.

    Jika jarak pandang berada di bawah batas keselamatan yang dipersyaratkan, penerbangan dapat mengalami penundaan.

    Dalam kondisi tertentu, pesawat dapat melakukan holding atau go-around. Jika kondisi tidak memungkinkan, penerbangan dapat dialihkan atau dibatalkan.

    Keputusan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

    Pihak bandara mengimbau masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara H Asan Sampit untuk mengecek status penerbangan sebelum berangkat. Kondisi asap dan jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu.

    Calon penumpang juga disarankan berangkat lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan perjalanan menuju bandara akibat kabut asap.

    Masyarakat juga dianjurkan membawa masker, terutama ketika kondisi udara di sepanjang perjalanan terdampak asap.

    Informasi penerbangan sebaiknya diperoleh melalui sumber resmi, baik dari maskapai maupun pihak bandara.

    “Yang terakhir, tetap tenang dan ikuti arahan petugas jika terjadi perubahan operasional penerbangan. Tetap waspada, tetap terinformasi, dan utamakan keselamatan,” pungkasnya.(***)