Kategori: Kalteng

  • H-3 Lebaran, 5.483 Warga Sampit Pilih Mudik ke Pulau Jawa Naik Kapal

    H-3 Lebaran, 5.483 Warga Sampit Pilih Mudik ke Pulau Jawa Naik Kapal

    SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit masih berlangsung dengan intensitas tinggi.

    Memasuki H-3 Idulfitri 1447 Hijriah, jumlah penumpang yang diangkut melalui jalur laut tercatat mencapai ribuan orang, bahkan sejumlah kapal berangkat dengan kapasitas penuh.

    Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, total penumpang yang diberangkatkan sejak 13 hingga 18 Maret 2026 mencapai 5.483 orang, sementara penumpang turun berjumlah 968 orang.

    Pantauan Kanal Independen, KM Kelimutu telah sandar di Pelabuhan Sampit pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 17.40 WIB dengan membawa 18 penumpang turun.

    Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tersebut selanjutnya dijadwalkan berangkat pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan mengangkut hingga 1.400 penumpang.

    Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit yang juga menjabat sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran, Gusti Muchlis, menjelaskan bahwa lonjakan jumlah penumpang tersebut tidak terlepas dari adanya kebijakan dispensasi kapasitas.

    ”KM Kelimutu memiliki kapasitas standar 912 penumpang, namun telah mendapatkan dispensasi sehingga diizinkan mengangkut hingga batas ambang maksimal 1.400 penumpang. Dispensasi ini berlaku hingga 30 April 2026,” ujar Gusti Muchlis, Rabu (18/3/2026).

    Selain KM Kelimutu, pergerakan kapal lainnya juga turut mewarnai arus mudik di Pelabuhan Sampit. Pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dijadwalkan kedatangan KM Kirana III dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan membawa 144 penumpang turun.

    Di waktu yang hampir bersamaan, KM Rucitra VI juga tiba dengan membawa 74 penumpang turun.

    Untuk jadwal keberangkatan, KM Rucitra VI dengan rute Sampit–Semarang direncanakan berangkat lebih dulu sekitar pukul 00.00 WIB, sedangkan KM Kirana III tujuan Sampit–Surabaya dijadwalkan berangkat pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.00 WIB.

    Lebih lanjut Muchlis mengatakan, selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung dari 13 hingga 30 Maret 2026, terdapat 12 call keberangkatan kapal yang dilayani oleh lima armada dari dua operator, yakni PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama (DLU).

    Adapun armada yang dioperasikan terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni, yakni KM Leuser, KM Lawit, dan KM Kelimutu. Sementara dua kapal lainnya milik PT DLU, yakni KM Kirana III dan KM Rucitra VI. Seluruh kapal tersebut melayani rute Sampit menuju Surabaya dan Semarang.

    ”Selama arus mudik Lebaran ini ada tujuh kali kunjungan keberangkatan kapal. KM Kelimutu yang berangkat siang ini merupakan kapal kelima, dan masih ada dua kapal lagi yang akan melayani penumpang menuju Semarang dan Surabaya. Sementara lima call lainnya sudah memasuki masa arus balik,” jelasnya.

    Di sisi lain, aktivitas di terminal penumpang terpantau berjalan tertib dan lancar meskipun jumlah pemudik cukup padat. Seluruh penumpang terlihat mendapatkan kursi tunggu, sehingga tidak ada yang tak terlayani.

    Proses pelayanan juga berlangsung teratur, dimulai dari check-in pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan embarkasi penumpang sekitar pukul 10.00 WIB.

    Petugas dari Pelindo turut aktif mengatur arus penumpang agar tidak terjadi penumpukan maupun desak-desakan.

    Penumpang lanjut usia serta mereka yang membawa anak-anak juga mendapatkan prioritas pelayanan.

    Sementara itu, porter atau jasa angkut barang diperkenankan lebih dahulu membawa barang bawaan penumpang ke dalam kapal sebelum proses naik dilakukan.

    ”Alhamdulillah, seluruh aktivitas di terminal penumpang berjalan lancar, aman, dan terkendali. Ini berkat kerja sama dan koordinasi seluruh stakeholder yang terlibat dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran,” tandas Muchlis. (hgn/ign)

  • Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Dishub Kotim Perkuat Sinergi Transportasi

    Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Dishub Kotim Perkuat Sinergi Transportasi

    SAMPIT, kanalindependen.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor demi mendorong kemajuan sistem transportasi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Raihansyah, menyampaikan, sektor transportasi menjadi penopang utama perekonomian daerah. Karena itu, optimalisasi jalur laut, darat, dan sungai menjadi strategi yang terus didorong sejalan dengan program pemerintah pusat.

    ”Ini bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Raihansyah saat menghadiri undangan buka puasa bersama PT Dharma Lautan Utama (DLU) di Palace Ballroom, Aquarius Boutique Hotel Sampit, Kamis (12/3/2026).

    Menurutnya, penguatan distribusi kebutuhan pokok melalui jalur laut menjadi langkah strategis untuk menjaga kelancaran pasokan sembako. Dishub juga tengah mendorong pengembangan Pelabuhan Sampit agar lebih representatif, baik dari sisi pelayanan penumpang maupun pengelolaan arus barang.

    Raihansyah menuturkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan manajemen PT Pelindo di Surabaya untuk memaparkan rencana pengembangan pelabuhan tersebut.

    ”Harapannya Pelabuhan Sampit bisa lebih tertata dan mampu mendukung aktivitas transportasi secara optimal,” ucapnya.

    Realisasi program di tahun 2026 juga mulai terlihat melalui sejumlah kegiatan bersumber dari APBN, antara lain pengerjaan pemagaran bandara serta pembangunan dermaga apung untuk mendukung operasional kapal.
    Menurut Raihansyah, program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju sistem transportasi daerah yang efisien dan berdaya saing.

    ”Kita tidak hanya berpikir saat ini, tapi juga 5 sampai 10 tahun ke depan,” tegasnya.

    Untuk sektor transportasi darat, Dishub Kotim membuka trayek baru bus DAMRI rute Sampit–Telaga Antang dengan tarif terjangkau sebesar Rp40 ribu.

    Jalur ini melintasi sejumlah desa dan ke depan akan dilengkapi dengan halte sebagai titik naik-turun penumpang. Pemerintah juga berencana mengusulkan perpanjangan rute hingga Pangkalan Banteng guna memperluas jangkauan layanan masyarakat.

    Sementara di sektor transportasi sungai, Dishub merencanakan pembangunan halte-halte sungai untuk mempermudah mobilitas masyarakat pedalaman yang bergantung pada jalur air.

    ”Ini menjadi solusi bagi masyarakat di daerah yang bergantung pada transportasi sungai,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Raihansyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan transportasi, termasuk pelaku usaha dan agen ekspedisi yang berperan dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

    ”Saya berharap kolaborasi yang terjalin dapat semakin memperkuat posisi Kotim sebagai kota jasa yang didukung sektor transportasi yang andal. Saya ucapkan selamat, bertepatan 15 Februari lalu, PT DLU genap berusia ke-50 tahun. Kita doakan bersama, semoga perusahaan ini semakin maju, membawa manfaat bagi masyarakat serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” tandasnya. (hgn)

  • Jelang Lebaran, Gubernur Kalteng Salurkan Banpres hingga Gratiskan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Kotim

    Jelang Lebaran, Gubernur Kalteng Salurkan Banpres hingga Gratiskan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Kotim

    SAMPIT, kanalindependen.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan berbagai program bantuan untuk masyarakat berjalan optimal.

    Mulai dari bantuan pangan Presiden (Banpres), pasar murah bersubsidi hingga bantuan uang tunai melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) disalurkan untuk warga.

    Bantuan yang diberikan tersebut digelontorkan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat dan menyambut perayaan Idulfitri 1447 H.

    Plt Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S Ampung, melaporkan bahwa penyaluran bantuan pangan Presiden untuk periode Februari dan Maret 2026 menyasar sebanyak 205.140 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Kalimantan Tengah.

    Khusus di Kabupaten Kotawaringin Timur, bantuan yang disalurkan mencapai 37.754 paket, dengan masing-masing paket berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

    Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang dipusatkan di Museum Kayu Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (16/3/2026).

    Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 2.000 paket pasar murah yang terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kilogram.

    ”Setiap paket bernilai Rp147.000, kemudian disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp137.000, sehingga masyarakat hanya menebus cukup Rp10 ribu per paket,” ujar Leonard.

    Tak hanya pasar murah, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perum BULOG, ID Food, BUMD pangan, hingga petani, peternak, gapoktan dan pelaku usaha pangan.

    Berbagai komoditas disiapkan dalam kegiatan tersebut, antara lain beras premium 15 ton, bawang merah 500 kilogram, bawang putih 500 kilogram, gula pasir 1.200 kilogram, minyak goreng 1.200 liter, telur ayam ras 600 tray, serta aneka sayuran dan ikan segar.

    ”Dipastikan semua komoditas pangan yang dijual di Gerakan Pangan Murah disubsidi oleh Pemprov Kalteng, sehingga masyarakat Kotim bisa berbelanja dengan harga yang sangat terjangkau,” ujarnya.

    Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Uang Tunai program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) melalui Bank Kalteng kepada 28.492 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kotim. Masing-masing KPM menerima uang tunai sebesar Rp250 ribu.

    ”Seluruh rangkaian program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, meringankan beban ekonomi masyarakat, memperkuat daya beli, serta menekan laju inflasi daerah menjelang Idulfitri dan Hari Raya Nyepi,” ujarnya.

    Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan tekanan darah, status gizi, skrining kesehatan jiwa, perilaku merokok hingga layanan kesehatan lansia.

    Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang turun langsung ke daerah Kotim.

    ”Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah dan seluruh jajaran yang hadir. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah,” ucap Halikinnor.

    Dia menilai, pasar murah dengan subsidi sangat membantu masyarakat, terutama menjelang Lebaran.

    ”Subsidi yang diberikan sangat besar, sehingga masyarakat hanya menebus Rp10.000 sudah mendapatkan bahan pangan lengkap. Ini sangat membantu dan juga berdampak pada pengendalian inflasi di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.

    Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan kali ini merupakan salah satu yang terbesar di wilayah tersebut. Hal itu mengingat Kotim merupakan kabupaten dengan penduduk terbanyak di Kalteng.

    ”Kami menyampaikan bantuan dari Bapak Presiden kepada lebih dari 200 ribu kepala keluarga. Ini jumlah yang sangat besar dan belum pernah ada sebelumnya di Kalimantan Tengah,” tegasnya.

    Dia juga menegaskan, program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bagian dari arahan Presiden agar masyarakat tetap dalam kondisi sehat.

    Di tengah kondisi anggaran daerah yang mengalami pemotongan hampir Rp5 triliun dari pemerintah pusat, Gubernur memastikan program kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas.

    ”Program untuk masyarakat tetap kita jalankan, termasuk bantuan Kartu Huma Betang Sejahtera, bantuan pendidikan dan lainnya, tentu diberikan kepada yang berhak sesuai regulasi,” katanya.

    Khusus untuk pasar murah, Gubernur bahkan memberikan kebijakan tambahan dengan menggratiskan paket sembako bagi masyarakat pada hari pelaksanaan.

    ”Untuk hari ini, 2.000 paket sembako yang sudah disubsidi itu kita gratiskan,” ungkapnya.

    Dia juga mengingatkan agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran. Masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan penerima yang tidak layak.

    ”Kalau ada penerima yang tergolong mampu, memiliki mobil atau aset banyak, silakan laporkan. Akan kita verifikasi dan bantuan akan dialihkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. (hgn)

  • Dishub Kotim Pantau Ketat 12 Titik CCTV di Sampit selama Masa Mudik Lebaran

    Dishub Kotim Pantau Ketat 12 Titik CCTV di Sampit selama Masa Mudik Lebaran

    SAMPIT, kanalindependen.id – Memasuki masa angkutan Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan pengawasan arus lintas melalui Closed Circuit Television (CCTV) hingga penyediaan fasilitas keamanan bagi pemudik di jalur darat dan sungai.

    ​Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan pengawasan  12 titik CCTV untuk memantau arus lalu lintas secara real-time.

    Sistemnya juga diupadate dari yang awalnya menggunakan jaringan internet lokal, kini berbasis internet, sehingga bisa dipantau dari luar.

    Beberapa titik yang menjadi pantauan utama meliputi, perempatan Jalan Pelita-HM Arsyad, perempatan Jalan HM Arsyad-MT Haryono, Terminal Patih Rumbih Jalan MT Haryono.

    ”Pengawasan lalu lintas di 12 titik CCTV ini, kami bekerjasama dengan pihak kepolisian. Ada dua titik pantau induk di Terminal Patih Rumbih dan di Pos Islamic Center,” kata Raihansyah.

    Pengawasan melalui CCTV ini, sangat membantu dalam memantau pergerakan arus lalu lintas pengendara. Sehingga, pengerahan personel bisa ditempatkan tepat sasaran pada titik keramaian padat pengendara.

    Meski demikian, pengawasan keliling menggunakan mobil patroli juga tetap dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

    ”CCTV ini sangat membantu kami dalam hal pengawasan. Dengan personel yang terbatas, pemanfaatan teknologi seperti CCTV sangat tepat untuk memantau apabila terjadi kejadian kecelakaan lalu lintas kita bisa ketahui dengan cepat didukung bukti kuat rekaman, sehingga kejadian laka atau kepadatan lalu lintas bisa cepat ditangani,” ujarnya.

    ​Raihansyah menambahkan, bahwa pihaknya berencana menambah jangkauan pengawasan CCTV di Bundaran Habaring Hurung dan Bandara Haji Asan Sampit dan Pelabuhan Sampit sebagai pintu masuk Kota Sampit.

    Sementara itu, perbaikan juga diupayakan untuk CCTV di Bundaran Habaring Hurung (Mapolres Kotim) yang saat ini mengalami kendala teknis.

    ”Penggunaan CCTV ini sudah ada sekitar 10 tahun yang lalu. Pemasangannya bertahap dan untuk di Bundaran sudah aktif sejak masa Nataru tahun lalu dan akan terus berkelanjutan. Fungsinya bukan hanya untuk mudik, tapi membantu memantau kelancaran arus lalu lintas sehari-hari,” ujar Raihansyah.

    ​Selain itu, Dishub Kotim juga mengaktifkan Posko Mudik di Terminal Patih Rumbih mulai 13-30 Maret 2026.

    Pemilihan lokasi ini didasari pada kewenangan Dishub dalam mengelola angkutan terminal, khususnya rute bus yang kini telah menjangkau hingga ke Pontianak.

    ​Selain pendataan penumpang untuk keperluan pengembangan terminal ke depan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama melalui kegiatan ramp check (inspeksi keselamatan) yang telah dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) malam lalu.

    Dalam pelaksanaannya, Dishub bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BNNK Kotim untuk memeriksa kelaikan armada serta kesehatan pengemudi serta melakukan pemeriksaan tes urine bagi sopir bus yang beroperasi melayani penumpang di Terminal Patih Rumbih.

    ​Mengenai volume penumpang, Raihansyah memprediksi lonjakan di Terminal Patih Rumbih bisa mencapai 40 hingga 50 persen, merujuk pada data tahun sebelumnya.

    Namun, ia menekankan bahwa kondisi ekonomi global dan lokal tahun 2026 akan sangat menentukan tren pergerakan masyarakat.

    ​”Jika ekonomi stabil atau membaik, lonjakan akan terasa. Namun, jika ekonomi menurun, jumlah penumpang kemungkinan juga akan mengikuti,” jelasnya.

    ​Tak hanya darat, UPTD Dermaga Dishub Kotim juga mengawasi aktivitas “taksi air” atau klotok yang melayani rute Sampit menuju Pagatan, Katingan, hingga Mendawai.

    Meski tren penumpang di jalur sungai saat ini masih tergolong datar, pihak Dishub tetap akan melakukan pemeriksaan kelaikan pada armada longboat.

    ”Kami imbau kepada pemilik jasa angkutan sungai agar tidak membawa muatan berlebih (over muatan) demi mencegah terjadinya kecelakaan air dan memastikan seluruh penumpang aman dan selamat sampai tujuan,” tandasnya. (hgn)

  • Bagikan Lebih 1.000 Karung Beras SPHP Gratis, Anggota DPR RI Muhammad Syauqie Ajak Ribuan Masyarakat Buka Puasa Bersama

    Bagikan Lebih 1.000 Karung Beras SPHP Gratis, Anggota DPR RI Muhammad Syauqie Ajak Ribuan Masyarakat Buka Puasa Bersama

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kedatangan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN Muhammad Syauqie membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Program PANsar Ramadan berupa penyediaan beras Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tadinya berbayar dengan harga terjangkau, berubah gratis setelah kedatangan Muhammad Syauqie.

    Beras SPHP dari Perum Bulog ini cukup familiar di kalangan masyarakat. Karena, harganya dikisaran Rp60 ribu per kemasan 5 kg, namun juga berkualitas medium yang jadi incaran masyarakat.

    ”Awalnya PANsar murah ini berbayar dengan harga terjangkau. Kami sediakan lebih dari 1.000 kupon untuk memudahkan dalam teknis pembagian beras. Tapi, dalam perjalanannya, saat kedatangan Pak Syauqie lebih dari 1.000 beras dibagikan kepada masyarakat secara gratis,” kata Dadang Siswanto Anggota DPRD Kotim yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Penyelenggara PANsar dan Buka Puasa Bersama di Rins Ballroom, Senin (16/3/2026).

    Setelah pembagian beras kepada masyarakat pada siang menjelang sore, (16/3/2026), masyarakat diajak untuk berbuka puasa bersama Muhammad Syauqie di Rins Ballroom, Jalan Kapten Mulyono.

    Buka puasa bersama.

    ”Ada lebih dari 2.000 masyarakat yany datang langsung menghadiri buka puasa bersama. Kami selaku panitia penyelenggara, sangat berterima kasih kepada Pak Syauqie yang secara khusus datang ke Sampit, menyapa dan berbagi beras untuk warga Sampit tanpa membedakan warna politik,” ujarnya.

    Program PANsar murah merupakan bagian dari gerakan nasional Partai Amanat Nasional (PAN) yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah selama bulan suci Ramadan.

    ”Melalui Ketua Ibu Putri, kami memiliki program PANsar atau pasar murah yang dilaksanakan se-Indonesia selama bulan Ramadan. Untuk di tempat kita, pasar murah itu kita ganti menjadi pasar gratis,” ujar Muhammad Syauqie, Senin (16/3/2026).

    Dia menjelaskan, sasaran utama program tersebut adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.

    ”Sasarannya adalah masyarakat kita untuk ketahanan pangan. Memang tidak banyak, tetapi insyaallah kita masih bisa berbagi. Tujuannya membuat kebaikan di bulan Ramadan,” katanya.

    Melalui kegiatan ini, anggota legislatif dari fraksi tersebut turun langsung ke masyarakat untuk menyalurkan bantuan sembako dengan konsep tebus murah atau bahkan gratis di sejumlah daerah.

    Dalam program tersebut, masyarakat biasanya dapat memperoleh paket sembako dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar.

    Di beberapa daerah bahkan hanya perlu menebus dengan harga sangat murah, sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

    ”Program ini juga merupakan bagian dari instruksi pimpinan partai agar seluruh anggota legislatif dari Fraksi PAN hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan bantuan nyata selama bulan suci Ramadan. Puluhan ribu paket sembako telah didistribusikan di berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

    Selain program pasar murah atau pasar gratis, rangkaian kegiatan Ramadan yang digagas PAN secara nasional juga mencakup sejumlah program sosial lainnya seperti mudik gratis bagi masyarakat serta berbagai kegiatan berbagi selama bulan suci.

    Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan di tengah momentum Ramadan.

    Melalui kegiatan ini, Syauqie berharap bantuan yang diberikan dapat memberi manfaat bagi masyarakat Kotim, terutama dalam menghadapi kebutuhan pangan selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

    ”Yang penting niat kita adalah berbagi dan membantu masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua,” tandasnya. (hgn)

  • Sidak Pelabuhan Rakyat, Wabup Kotim Temukan Kru Longboat Positif Narkoba

    Sidak Pelabuhan Rakyat, Wabup Kotim Temukan Kru Longboat Positif Narkoba

    SAMPIT, kanalindependen.id – Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelabuhan rakyat di sepanjang pinggiran Sungai Mentaya.

    Pengawasan ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi sungai atau longboat (taksi perahu) untuk mudik menuju Kabupaten Katingan.

    ​Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kotim bekerja sama dengan Respon Tim dari Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kelayakan armada hingga kesehatan para kru kapal.

    ​Wabup Irawati menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi kelengkapan teknis mesin serta ketersediaan alat keselamatan bagi penumpang.

    ”Tadi pagi kami meninjau kesiapan saudara-saudara kita yang akan mudik menggunakan longboat. Kami memeriksa kelengkapan mesin dan alat keamanan seperti baju pelampung (life jacket). Bagi pemilik kapal yang belum memiliki pelampung, tadi langsung kami bagikan bantuan pelampung dari Kementerian,” ujar Irawati, Senin (16/3/2026) pagi.

    ​Selain pengecekan fisik kapal, tim medis dan kepolisian juga melakukan tes urine kepada para motoris dan helper (pembantu motoris). Hasilnya, petugas menemukan satu orang helper yang terindikasi positif menggunakan narkoba.

    ​Atas temuan tersebut, Pemkab Kotim mengambil langkah tegas dengan melarang armada tersebut untuk berangkat demi keselamatan penumpang.

    ​”Tadi didapati satu orang yang dinyatakan positif narkoba. Langsung kami serahkan kepada pihak Polres melalui Satnarkoba untuk tindak lanjutnya. Sebagai konsekuensi, kapal tersebut tidak diizinkan jalan (berangkat) terlebih dahulu,” tegas Irawati.

    ​Irawati menekankan bahwa langkah ini diambil bukan untuk menghambat transportasi warga, melainkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik. Mengingat medan sungai memiliki risiko tinggi, kondisi fisik dan mental pengemudi kapal menjadi prioritas utama.

    ​”Ini semua demi keamanan dan kenyamanan saudara-saudara kita yang memang mudik menggunakan longboat. Kami ingin memastikan mereka sampai di tujuan dengan selamat tanpa ada risiko yang disebabkan oleh kelalaian kru atau ketidaksiapan armada,” pungkasnya.

    ​Pemeriksaan ini rencananya akan terus dilakukan secara berkala di pelabuhan-pelabuhan rakyat guna mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. (hgn)

  • Tinjau Objek Wisata Jelang Lebaran, Wabup Kotim Ingatkan Pengelola Wisata Perketat Keamanan Pengunjung

    Tinjau Objek Wisata Jelang Lebaran, Wabup Kotim Ingatkan Pengelola Wisata Perketat Keamanan Pengunjung

    SAMPIT, kanalindependen.id – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati melakukan peninjauan intensif ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kotim menjelang libur Lebaran Idulfitri 1447 H.

    Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan pengelola dalam aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung, mengingat lonjakan wisatawan diprediksi akan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    ​Dalam peninjauan tersebut, Wabup Irawati didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Ramadansyah, serta tim gabungan dari Polres Kotim, TNI, Satpol PP, BPBD, Disdamkarmat, dan Dinas Kesehatan.

    ​Irawati menekankan bahwa keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Ia mengimbau para pemilik tempat wisata untuk memperketat pengamanan dan menambah personel penjaga di titik-titik rawan.

    ”Kami memberikan imbauan kepada pemilik wisata agar memberikan rasa aman dan nyaman. Kami minta mereka memperbanyak rambu imbauan dan menambah tenaga keamanan di sekitar lokasi,” ujar Irawati, Senin (16/3/2026).

    Selain keamanan fisik, Irawati juga menyoroti aspek legalitas tempat wisata. Ia meminta pengelola untuk segera memperpanjang izin usaha yang telah habis masa berlakunya melalui sistem daring (online).

    ​Salah satu poin penting dalam peninjauan ini yaitu  temuan lokasi bekas galian C yang kerap disalahgunakan warga sebagai tempat wisata dadakan.

    Irawati menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan objek wisata resmi dan sangat berbahaya karena telah memakan korban jiwa.

    ”Kami menemukan lokasi galian C yang dijadikan tempat berenang. Tadi ada tulisan tarif masuk Rp5.000 yang langsung kami lepas, karena itu ilegal dan bukan tempat wisata. Kami minta jalan masuknya di-portal dan ditutup total agar anak-anak tidak bisa masuk melalui jalur hutan,” tegasnya.

    ​Plt Kadisbudpar Kotim, Ramadansyah, menambahkan bahwa tim telah mengunjungi beberapa titik populer yang kerap kali ramai dikunjungi saat libur Lebaran atau libur Natal dan Tahun Baru.

    Seperti misalnya lokasi di ​Danau Alam Salju, Jalan Jenderal Sudirman KM 6, ​Bekas Galian C di Kawasan Jalan Betang, ​Waterpark Jalan Wengga Metropolitan dan ​Wahana Pemandian Aqui Jalan Pramuka.

    ​Ramadansyah mengungkapkan, berkaca dari tahun lalu, Danau Alam Salju bisa mencapai 5.000 pengunjung dalam satu hari pada puncak libur Lebaran.

    ”Kami meminta pengelola memberikan edukasi melalui tulisan peringatan di area berbahaya. Orang tua juga harus ekstra memperhatikan anak-anaknya. Kita ingin masyarakat berwisata dengan bahagia, jangan sampai berakhir duka,” kata Ramadansyah.

    ​Selain keamanan, Pemkab Kotim juga menyoroti masalah sampah yang kerap menjadi persoalan saat lonjakan pengunjung, terutama di Pantai Ujung Pandaran.

    ”Satu orang buang satu kaleng saja, kalau ribuan orang sudah berapa banyak sampah. Kami minta pengelola menambah tempat sampah agar kebersihan tetap terjaga dan menjadi kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Ramadansyah.

    Pemkab Kotim akan terus menyiagakan tim gabungan dari berbagai instansi di titik-titik wisata hingga masa libur Lebaran guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (hgn)

  • Tak Bisa Andalkan APBN, Anggota DPR RI Dorong Skema Pihak Ketiga Atasi Pendangkalan Alur Sungai Mentaya

    Tak Bisa Andalkan APBN, Anggota DPR RI Dorong Skema Pihak Ketiga Atasi Pendangkalan Alur Sungai Mentaya

    SAMPIT, kanalindependen.id – Di tengah kelancaran arus mudik Lebaran 2026, persoalan lama yang belum terselesaikan kembali mencuat. Pendangkalan alur Sungai Mentaya dinilai menjadi ancaman serius bagi kelancaran transportasi laut dan aktivitas ekonomi di Pelabuhan Sampit.

    Hal itu disoroti Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (16/3/2026), dalam rangka monitoring kesiapan angkutan Lebaran.

    Dalam kunjungannya, Syauqie bersama rombongan meninjau sejumlah simpul transportasi utama di Kota Sampit, mulai dari Pelabuhan Sampit, Bandara Haji Asan, hingga Terminal Patih Rumbih.

    Namun, di balik pelayanan mudik yang dinilai berjalan baik, ia menegaskan adanya persoalan mendasar yang harus segera ditangani, yakni tingginya sedimentasi di alur Sungai Mentaya.

    Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan berpotensi menghambat mobilitas kapal yang selama ini masih bergantung pada kondisi pasang surut air.

    ”Masalah pendangkalan alur sungai tidak hanya terjadi di Sungai Mentaya, tetapi juga di banyak wilayah Indonesia termasuk di Kalimantan Tengah. Namun, untuk pengerukan alur tidak bisa menggunakan APBN, sehingga perlu kerja sama dengan pihak ketiga,” tegas Syauqie.

    Persoalan ini penting untuk ditindaklanjuti. Jika tidak segera ditangani, pendangkalan tersebut dapat mengganggu arus logistik dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

    Syauqie memastikan akan menindakalanjuti persoalan ini ke tingkat pusat untuk dibahas bersama Komisi V DPR RI serta mitra kerja terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.

    ”Kita harapkan alur yang padat sedimentasi bisa segera dikeruk, karena dampaknya besar bagi perekonomian, khususnya di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

    Di sisi lain, dari hasil peninjauan lapangan, ia menilai pelayanan angkutan mudik di Sampit, khususnya di Pelabuhan Sampit, sudah berjalan cukup baik.

    Rombongan meninjau langsung posko layanan, terminal penumpang, hingga ke anjungan KM Lawit yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB. Dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 1.400 orang, proses keberangkatan dinilai tertata rapi.

    ”Kita melihat penumpang tertib dan proses keberangkatan sudah berjalan baik sebelum waktu keberangkatan,” ungkapnya.

    Dia juga menilai fasilitas yang disediakan operator kapal serta dukungan dari instansi terkait cukup memadai dalam mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.

    Meski demikian, ia mengingatkan agar pelayanan tersebut tetap konsisten hingga masa arus balik Lebaran.

    ”Kami berharap pelayanan ini terus dijaga, baik saat arus mudik maupun arus balik, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

    Selain sektor transportasi laut dan udara, Komisi V DPR RI juga melakukan pengecekan terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi jalur utama pemudik di wilayah Kalimantan Tengah.

    Dalam kesempatan itu, Syauqie juga mengungkapkan adanya sejumlah program DPR RI yang direncanakan masuk ke wilayah Kotim, di antaranya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, serta program di sektor kesehatan dan pembangunan infrastruktur.

    Namun, ia meminta masyarakat bersabar karena program-program tersebut masih dalam proses dan akan direalisasikan secara bertahap.

    ”Insya Allah ada beberapa program yang akan masuk ke Kotim. Kita tunggu sampai bisa direalisasikan,” ujarnya.

    Dalam kunjungannya ke Kota Sampit, Syauqie juga mendampingi Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang turut meninjau Pelabuhan Sampit serta kegiatan penyaluran bantuan Presiden RI, Gerakan Pangan Murah, Pasar Murah, Kartu Huma Betang Sejahtera, dan Cek Kesehatan Gratis di halaman Museum Kayu Sampit, Jalan Tjilik Riwut.

    Rangkaian kegiatan juga diisi dengan PANsar Murah serta ditutup dengan buka puasa bersama ribuan masyarakat di Rins Ballroom, Jalan Kapten Mulyono. (hgn)

  • Bangkit dari Vakum, Organda Kotim Siapkan Penataan Baru Distribusi BBM

    Bangkit dari Vakum, Organda Kotim Siapkan Penataan Baru Distribusi BBM

    SAMPIT, kanalindependen.id – Setelah hampir lima tahun tak terdengar kiprahnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya kembali aktif.

    Kebangkitan organisasi angkutan darat ini menandai kembalinya peran mereka dalam pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan umum di daerah tersebut.

    Kursi kepemimpinan yang lama kosong kini kembali terisi melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) pada 14 Mei 2025.

    Dari forum itulah terbentuk kepengurusan baru yang langsung bergerak melakukan pembenahan internal.

    ”Selama hampir lima tahun, anggota tidak punya pegangan terkait alokasi. Maka kami verifikasi ulang agar data lebih valid,” ujar Suhendra, Ketua Organda Kotim.

    Proses verifikasi itu menyaring data lama yang sebelumnya mencatat 1.975 anggota. Hasilnya, hanya sekitar 500 hingga 550 anggota yang kini dinyatakan aktif. Data inilah yang akan menjadi dasar penataan ulang sistem distribusi BBM di lapangan.

    Langkah pembenahan Organda mendapat dukungan langsung dari pemerintah daerah. Bupati Kotim mengeluarkan rekomendasi pada 18 Februari 2026, menjadi landasan bagi Organda untuk kembali menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pertamina Patra Niaga di tingkat regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

    Dari komunikasi itu, Organda memperoleh respons positif. Mereka akan kembali dilibatkan dalam pengawasan distribusi BBM di Kotim.

    Kesepakatan awal dibahas dalam pertemuan dengan Sales Branch Manager (SBM) Pertamina di Sampit pada 11 Maret 2026.

    Hasilnya, distribusi BBM untuk angkutan umum akan kembali berada di bawah kendali Organda setelah disposisi resmi dari regional diterbitkan.

    Ketua Organda Kotim Suhendra.

    ”Perkiraannya setelah Lebaran. Setelah disposisi turun, baru kami rapat dengan SPBU dan SBM, lalu dilakukan launching,” jelas Suhendra.

    Selama masa vakum, kuota BBM untuk Organda sebenarnya tetap ada. Namun pengelolaannya dikondisikan langsung oleh pihak SPBU karena organisasi tidak memiliki legalitas aktif.

    Kini, setelah struktur sah terbentuk, alokasi sementara ditetapkan sebesar 20 kiloliter (KL) per SPBU, dengan dua lokasi utama di kawasan Km dan Pal 2.

    Kuota itu belum mencukupi seluruh kebutuhan sekitar 500 anggota yang sudah terverifikasi, terutama untuk kendaraan besar seperti truk tronton dan bus.

    ”Kalau dihitung, kuota itu belum bisa meng-cover sekitar 500-an anggota yang sudah terdata,” ujarnya.

    Untuk itu, Organda telah mengajukan penambahan kuota guna menopang operasional kendaraan besar yang paling bergantung pada pasokan BBM. Namun, Suhendra menegaskan, fokus utama mereka saat ini adalah memastikan sistem distribusi dan pengawasan kembali berjalan tertib setelah Organda aktif lagi.

    Selain pengawasan BBM, Organda Kotim juga mulai mengambil bagian dalam program pemerintah daerah. Di antaranya pengurusan KIR, BPJS Ketenagakerjaan, serta upaya mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

    ”Organda tidak hanya soal BBM. Kami juga bantu KIR, BPJS Ketenagakerjaan, dan kegiatan lain yang mendukung pemerintah daerah,” kata Suhendra.

    Melalui struktur baru dan koordinasi yang mulai pulih, Organda menargetkan pembenahan di sektor BBM rampung dalam waktu dekat.

    ”Sekarang kami sudah aktif. Tinggal penguatan di sektor BBM yang sedang berproses,” katanya. (ign)

  • 4.083 Penumpang Tinggalkan Sampit, Masa Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Tinggal Dua Kali Keberangkatan Lagi

    4.083 Penumpang Tinggalkan Sampit, Masa Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Tinggal Dua Kali Keberangkatan Lagi

    SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit masih berlangsung. Memasuki H-5 Lebaran jumlah angkutan penumpang terus mengalami peningkatan.

    Berdasarkan data KSOP Kelas III Sampit, pada periode H-5 Lebaran tahun 2025, jumlah penumpang naik kapal sebanyak 2.712 dan mengalami peningkatan 50,55 persen di tahun 2026 yang berjumlah 4.083 penumpang

    Sementara, data kapal penumpang turun pada H-5 Lebaran tahun 2025 sebanyak 864 dan mengalami peningkatan 9,95 persen dibandingkan tahun 2026 yang berjumlah 950 penumpang.

    ”Pada H-5 Lebaran tahun ini, jumlah penumpang naik kapal atau yang meninggalkan Pelabuhan Sampit sebanyak 4.083. Sementara, penumpang turun dari kapal total sebanyak 950 penumpang,” kata Gusti Muchlis Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit yang juga bertugas sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit, Senin (16/3/2026).

    Gusti Muchlis menginformasikan KM Lawit dari Surabaya telah tiba di Pelabuhan Sampit sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu (15/3/2026). Kapal berkapasitas standar 912 ini telah mendapatkan dispensasi dari KSOP sehingga diizinkan mengakut hingga batas ambang maksimal 1.400 penumpang.

    Pada, keberangkatan jam 13.00 WIB Senin (16/3/2026), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai pemilik KM Lawit telah memaksimalkan angkutan 1.400 penumpang menuju rute Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

    ”KM Lawit tiba kemarin sore mengangkut 487 penumpang yang turun. Siang hari ini KM Lawit mengangkut 1.400 penumpang, sudah sesuai kapasitas maksimal,” ujarnya.

    Dari pantauan Kanal Independen, aktivitas di sekitar terminal penumpang masih berjalan tertib dan lancar. Meski penumpang terlihat memenuhi terminal pelabuhan, namun semua terlihat mendapatkan kursi tunggu sehingga tak ada penumpang yang tak dilayani.

    Pengawasan personel gabungan juga tidak seketat pada Minggu (15/3/2026) pagi. Hal itu karenakan, hanya ada satu keberangkatan kapal.

    Situasi di area terminal penumpang Jalan Usman Harun juga tidak diportal, sehingga pengendara bisa mengakses jalan tanpa pemortalan. Dan, tanpa menimbulkan kemacetan yang berarti.

    “Alhamdulillah puncak arus mudik kemarin ada tiga kapal dan penumpukkan penumpang seperti yang kita khawatirkan itu tidak terjadi. Begitu juga hari ini semua penumpang bisa terlayani dengan baik tanpa berdesak-desakan,” ujarnya.

    Penumpang KM Lawit telah melakukan proses check in pukul 09.00 dan diarahkan menaiki kapal sekitar pukul 09.45 WIB. Atau 4 jam sebelum jadwal keberangkatan kapal.

    “Selama masa arus mudik kami menjalankan strategi mengurai penumpang dengan check in empat jam lebih awal,” ujarnya.

    Lebih lanjut Muchlis mengatakan selama masa angkutan Lebaran terhitung 13-30 Maret 2026, terdapat 12 call keberangkatan kapal dan lima armada yang disediakan oleh dua penyedia jasa operator kapal yaitu PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama (DLU)

    Lima armada tersebut terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni yaitu KM Leuser, KM Lawit dan KM Kelimutu. Dan, dua armada lainnya milik PT DLU yaitu KM Kirana III dan KM Rucitra VI. Kelima kapal ini melayani rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang.

    ”Sampai dengan H-5 Lebaran (16 Maret 2026) ini, sudah ada empat kali kunjungan kapal yang mengangkut penumpang. Masih ada dua kali keberangkatan lagi di masa arus mudik dan enam kali keberangkatan di masa arus balik Lebaran,” ujarnya.

    Adapun KM Kelimutu dijadwalkam berangkat rute Sampit-Semarang, pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB.

    Dan, KM Kirana III dijadwalkan berangkat rute Sampit-Surabaya pada pukul 13.00 WIB, Kamis (19/3/2026). Kapal milik DLU ini menjadi kapal terakhir yang melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit.

    “Menurut informasi dua operator kapal, dua kali keberangkatan di masa arus mudik ini, semua tiket sudah terjual habis,” jelasnya.

    Kerahkan Personel Siaga Penuh Layani Penumpang

    Selama masa angkutan Lebaran 2026, KSOP telah mengerahkan 60 personel ditambah bantuan personel dari instansi terkait, salah satunya pengerahan personel dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sampit.

    Sejumlah personel siap siaga melayani di area terminal penumpang, untuk memastikan penumpang terlayani dengan aman, nyaman dan tertib.

    ”Tim pelayanan yang bertugas siap siaga membantu pengaturan alur penumpang, memberikan informasi layanan, serta memastikan proses keberangkatan dan kedatangan penumpang berjalan aman dan tertib,” Tri Purbo Waluyojati, Junior Manager Pelayanan Terminal Penumpang PT Pelindo Regional 3 Sampit, Senin (16/3/2026).

    SIAGA: Junior Manager Pelayanan Terminal Penumpang PT Pelindo Regional 3 Sampit Tri Purbo Waluyojati saat memberikan arahan rutin kepada tim petugas layanan termasuk satuan pengamanan (satpam) demi kelancaran penumpang, Senin (16/3/2026). (Heny/Kanal Independen)

    Pelindo juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait yang terlibat dalam operasional pelabuhan guna menjaga kelancaran pelayanan selama periode arus mudik Lebaran.

    ”Kami ingin memastikan fasilitas terminal penumpang dalam kondisi optimal serta melakukan penataan area drop zone guna mendukung kelancaran mobilitas penumpang di kawasan pelabuhan,” ujarnya.

    Pelindo Regional 3 Sampit juga mengimbau kepada para penumpang agar memperhatikan jadwal keberangkatan kapal, menjaga barang bawaan masing-masing, serta mengikuti arahan petugas selama berada di area pelabuhan demi kenyamanan dan kelancaran bersama.

    ”Petugas kami selalu mengingatkan kepada penumpang agar menjaga kesehatan, memperhatikan barang bawaan. Setelah proses check in, penumpang juga dipersilakan duduk di kursi tunggu yang sudah kami sediakan,” tandasnya. (hgn/ign)