Kategori: Ragam dan Peristiwa

  • Kebakaran Lahan Terjadi Lagi di Sampit

    Kebakaran Lahan Terjadi Lagi di Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kebakaran lahan kosong yang dipenuhi semak belukar terjadi di Jalan Metro TV, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu pagi (15/3/2026).

    Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Eva melalui panggilan darurat ke Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur sekitar pukul 08.06 WIB.

    Mendapat laporan tersebut, petugas dari Peleton III Damkar Kotim langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 08.11 WIB dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran.

    Setelah menempuh jarak sekitar empat kilometer, petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.21 WIB. Tim kemudian melakukan penilaian situasi awal sebelum memulai proses pemadaman.

    Kepala Regu Personel Lapangan Disdamkarmat Kotim Sukmana Saleh bersama sejumlah personel lainnya segera melakukan penyiraman untuk mencegah api merambat ke area sekitar yang dipenuhi semak belukar.
    Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

    Upaya pemadaman berjalan cukup cepat. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 08.54 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
    Setelah dilakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 08.58 WIB dan seluruh personel kembali ke Markas Komando Damkar Kotim sekitar pukul 09.14 WIB.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun berdasarkan laporan petugas, kebakaran lahan kosong tersebut diduga disebabkan oleh unsur kesengajaan atau arson.

    Cuaca cerah saat kejadian turut membantu proses pemadaman sehingga api tidak sempat meluas ke area lain.

    Usai penanganan kebakaran tersebut, petugas kembali bersiaga di markas untuk melanjutkan tugas pelayanan kebencanaan lainnya. (***)

  • Tingkatkan Kompetensi dan Sportivitas, Ketua PWI Kotim Ingatkan Dua Program Unggulan PWI Kotim Tahun Ini

    Tingkatkan Kompetensi dan Sportivitas, Ketua PWI Kotim Ingatkan Dua Program Unggulan PWI Kotim Tahun Ini

    SAMPIT, kanalindependen.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap menghadapi dua agenda besar sepanjang tahun 2026.

    Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah, menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan prestasi atlet wartawan sepanjang tahun 2026.

    Hal tersebut disampaikan dalam agenda buka puasa bersama di Sekretariat PWI Kotim, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Sampit.

    ​Dalam kesempatan itu, Siti menyampaikan dua program unggulan yang menjadi fokus utama PWI Kotim tahun ini, yakni peningkatan kompetensi profesi wartawan dan persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalteng.

    ”Program pertama yang menjadi prioritas kita adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dirangkai dengan Orientasi Kewartawanan. Agenda ini direncanakan diadakan Mei atau Juni mendatang,” kata Siti Fauziah, Sabtu (14/3/2026).

    ​Siti mendorong seluruh anggota maupun calon anggota yang belum tersertifikasi untuk segera mendaftarkan diri, baik untuk jenjang Muda, Madya, hingga Utama.

    ”“Peserta kita terbatas, jadi kita utamakan anggota maupun calon anggota PWI Kotim. Yang belum ikut UKW segera mendaftar. Bagi yang sudah di jenjang Muda bisa naik ke Madya, dan yang Madya bisa lanjut ke jenjang Utama,” tegas Siti Fauziah.

    ​Selain fokus meningkatkan kompetensi, PWI Kotim juga membidik prestasi di bidang olahraga melalui Porwada Kaltenf yang direncanakan diadakan pada Oktober atau akhir tahun 2026.

    ​Siti Fauziah menginstruksikan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kotim untuk bergerak cepat melakukan seleksi dan persiapan atlet. Dengan mentargetkan, mempertahankan capaian medali emas yang pernah diraih tiga tahun lalu.

    ​”Harapan kita di Porwada tahun ini prestasi bisa meningkat, sehingga atlet kita terpilih bisa mewakili Kalimantan Tengah pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun depan di Lampung,” tambahnya.

    Di pengujung sambutannya, Siti mengajak seluruh insan pers di Kotim untuk senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menjalankan tugas profesionalnya.

    ​Momentum Ramadan ini diharapkan dapat mempererat rasa kekeluargaan dan meningkatkan keimanan seluruh anggota PWI Kotim.

    ”Semoga melalui kegiatan ini, kebersamaan kita semakin kuat, iman dan takwa kita semakin meningkat, dan Allah selalu memberikan kesehatan serta perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis,” tandasnya. (hgn/ign)

  • PWI Kotim Tebar Kebaikan Ramadan, Santuni Panti Asuhan dan Bagikan Takjil Gratis di Sampit

    PWI Kotim Tebar Kebaikan Ramadan, Santuni Panti Asuhan dan Bagikan Takjil Gratis di Sampit

    SAMPIT, kanalindependen.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan.

    Melalui rangkaian kegiatan buka puasa bersama bertajuk “Menebarkan Kebaikan dan Kebahagiaan untuk Semua”, PWI Kotim menggelar aksi sosial hingga buka puasa bersama di Sekretariat PWI Kotim, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Sampit, Sabtu (14/3/2026).

    Ketua PWI Kotim Siti Fauziah mengatakan, kegiatan aksi sosial hingga buka puasa bersama merupakan agenda rutin tahunan organisasi yang tidak hanya melibatkan anggota PWI, tetapi juga keluarga besar para wartawan.

    Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al Quran yang dibawakan qori Ananda Rahman yang menghadirkan suasana khusyuk dan menenangkan bagi para undangan yang hadir.

    ”Masyaallah lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh qori Ananda Rahman luar biasa terasa sangat adem. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua dan membuat tempat kita berkumpul di sini terasa begitu sejuk pada sore hari ini,” ujar Fauziah saat mengawali sambutannya.

    Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus PWI Kotim, anggota, calon anggota, serta keluarga yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan di antara insan pers di Kotawaringin Timur.

    ”Terima kasih untuk semuanya yang sudah hadir hari ini, terutama yang juga membawa keluarganya masing-masing. Karena kegiatan ini memang tidak hanya untuk anggota PWI, tetapi juga untuk keluarga besar kita semuanya,” kata jurnalis senior ini.

    Sebelum buka puasa bersama digelar, PWI Kotim terlebih dahulu melaksanakan aksi sosial dengan mengunjungi sejumlah panti asuhan di Kota Sampit.

    Dalam kunjungan tersebut, pengurus dan anggota PWI Kotim menyalurkan santunan berupa uang tunai serta bantuan sembako seperti beras dan telur ayam ras kepada anak-anak panti.

    Santunan itu diberikan kepada tiga panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Putra Borneo, Panti Asuhan Annida Qolbu dan Panti Asuhan Bahagia.

    Fauziah berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak panti serta menjadi wujud kepedulian insan pers terhadap masyarakat.

    ”Harapan kita, bantuan yang disampaikan bisa bermanfaat dan sedikit membantu kebutuhan anak-anak di panti asuhan,” ujarnya.

    Selain kunjungan sosial, Ketua PWI Kotim beserta anggotanya yang hadir juga kompak juga membagijan 120 takjil gratis kepada pengendara termasuk musafir yang tengah menjalankan ibadah puasa dan melintas di depan Sekretariat PWI Kotim.

    ”Kita berharap takjil yang kita bagikan ini bisa membantu masyarakat yang mungkin sedang dalam perjalanan dan belum sempat pulang ke rumah saat waktu berbuka tiba,” jelasnya.

    Menurutnya, kegiatan berbagi seperti ini merupakan bentuk sederhana dari kepedulian sosial yang ingin terus ditumbuhkan di kalangan wartawan.

    Perkuat Silaturahmi dan Nilai Keimanan

    Siti Fauziah menegaskan, buka puasa bersama di bulan suci Ramadan yang digelar PWI Kotim tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan.

    Dalam acara buka puasa bersama tersebut, PWI Kotim juga menghadirkan seorang Ustaz Abdul Hakim untuk memberikan tausiah kepada para wartawan dan keluarga yang hadir.

    Dia menilai tausiah tersebut penting sebagai pengingat agar insan pers tidak hanya fokus pada pekerjaan duniawi, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan dengan ibadah.

    ”Sebagai jurnalis, kita sering bertemu banyak orang dengan berbagai karakter di lapangan. Selain memegang teguh kode etik jurnalistik, kita juga harus diingatkan tentang etika, sopan santun dan nilai-nilai keimanan,” tuturnya.

    Setelah mendengar singkat tausiah selama kurang lebih 15 menit, seluruh undangan yang hadir berbuka puasa bersama.

    Diawali dengan menikmati hidangan takjil es kuwut berwarna hijau yang menyegarkan dahaga. Rasa manisnya pas, apalagi ditemani satu cup puding coklat, risoles, kue lumpur dan tak ketinggalan dua butir buah kurma sebagai pelengkap. (hgn/ign)

  • Enam Sopir Travel di Sampit Positif Narkoba Saat Pemeriksaan Arus Mudik Lebaran

    Enam Sopir Travel di Sampit Positif Narkoba Saat Pemeriksaan Arus Mudik Lebaran

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir angkutan penumpang yang dilakukan selama pengawasan arus mudik Lebaran di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, menemukan fakta yang cukup mengejutkan.

    Sebanyak enam sopir travel atau taksi dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim serta Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim.

    Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan bahwa pihaknya hanya bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara penanganan lanjutan terhadap sopir yang terbukti menggunakan narkoba menjadi kewenangan instansi lain.

    “Yang positif itu sopir travel. Kami sebatas melakukan pemeriksaan kesehatan. Untuk penanganan lebih lanjut kami bekerja sama dengan BNNK Kotim dan Satres Narkoba Polres Kotim,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

    Menurutnya, dalam rapat koordinasi sebelumnya telah disepakati bahwa BNNK Kotim akan menangani dari sisi pengguna, termasuk kemungkinan rehabilitasi. Sedangkan pihak kepolisian bertugas menindaklanjuti jika terdapat pengembangan kasus yang berkaitan dengan peredaran narkoba.

    Selain pemeriksaan narkoba, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan para sopir tetap prima selama mengemudi di masa arus mudik.

    Tim kesehatan tidak hanya melakukan tes urine, tetapi juga memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, serta indeks massa tubuh para sopir.

    “Kami juga memberikan penyuluhan kepada para sopir travel. Misalnya jika gula darahnya tinggi, biasanya mereka mudah lelah saat mengemudi. Karena itu kami sarankan mengurangi makanan tinggi gula, cukup istirahat, dan memberikan obat-obatan seperlunya,” jelas Nugroho.

    Dalam kegiatan tersebut, sopir yang dinyatakan positif narkoba langsung ditahan KTP-nya oleh petugas. Mereka juga diberikan surat tidak layak jalan serta diwajibkan menjalani proses pemeriksaan lanjutan oleh instansi terkait.

    Pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi ini dilakukan selama empat hari di beberapa titik berbeda di Sampit.

    Pada 13 Maret 2026, pemeriksaan dilakukan di Terminal Patih Rumbih dengan sasaran sopir bus antar kota antar provinsi. Dari 28 sopir bus yang diperiksa, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.

    Namun hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan variasi kondisi. Sebanyak 20 orang memiliki tekanan darah normal, sementara delapan orang mengalami tekanan darah tinggi. Untuk kadar gula darah, 22 orang dinyatakan normal dan enam orang memiliki kadar gula darah tinggi. Selain itu terdapat tujuh orang yang masuk kategori obesitas.

    Sementara pada 14 Maret 2026, pemeriksaan dilanjutkan di Pos Pengamanan Terpadu Islamic Center Sampit dengan sasaran sopir taksi atau travel.

    Dari 26 sopir travel yang diperiksa, hanya tujuh orang yang memiliki tekanan darah normal, sementara 19 orang lainnya mengalami tekanan darah tinggi. Untuk kadar gula darah, 23 orang dinyatakan normal dan tiga orang memiliki kadar gula tinggi.

    Pemeriksaan indeks massa tubuh juga menunjukkan satu orang dalam kategori obesitas, delapan orang pra-obesitas, 14 orang dengan kondisi normal, dan tiga orang dalam kategori kurus.

    Dari pemeriksaan narkoba yang dilakukan di lokasi tersebut, enam sopir travel dinyatakan positif menggunakan narkoba.

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba ini masih akan terus berlanjut di sejumlah titik lainnya hingga 16 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang selama arus mudik Lebaran. (***)

  • Api Menyala Menjelang Buka Puasa, Gudang di Jalan Pelita Barat Sampit Terbakar

    Api Menyala Menjelang Buka Puasa, Gudang di Jalan Pelita Barat Sampit Terbakar

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di kawasan Jalan Pelita Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak berubah tegang.
    Asap tebal terlihat membumbung dari sebuah bangunan di kawasan tersebut pada Sabtu sore (14/3/2026).

    Warga yang sedang bersiap menyambut waktu berbuka pun bergegas keluar rumah setelah melihat api mulai membakar bangunan yang diduga merupakan gudang penyimpanan.

    Dalam waktu singkat, kabar kebakaran itu menyebar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung kejadian tersebut.

    Salah seorang warga setempat, Fatur, mengatakan bangunan yang terbakar berada di kawasan Jalan Pelita Barat dan diduga digunakan sebagai gudang.

    “Benar di Jalan Pelita Barat. Kalau kata orang-orang di sini itu gudang penyimpanan,” ujarnya.

    Laporan kebakaran tersebut masuk ke petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur sekitar pukul 17.10 WIB. Informasi pertama kali disampaikan oleh seorang warga bernama Harjono, yang tinggal di Jalan Kopi Selatan, Kelurahan Mentawa Baru Hilir.

    Tak lama setelah menerima laporan, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi. Petugas berangkat pada 17.11 WIB dan tiba di lokasi hanya beberapa menit kemudian. Proses penanganan kebakaran dimulai sekitar 17.14 WIB.

    Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan size up atau penilaian cepat terhadap kondisi kebakaran sebelum memulai proses pemadaman.

    Berdasarkan laporan Disdamkarmat Kotim, api diduga berasal dari pembakaran sampah di pinggir jalan yang kemudian merambat ke area lahan di sekitar gudang. Di bagian belakang bangunan terdapat tumpukan kayu lapuk yang berada di dinding luar gudang, sehingga api dengan cepat membesar dan membakar bangunan serta lahan di sampingnya.

    Bangunan yang terbakar merupakan gudang berukuran sekitar 5 x 5 meter dengan konstruksi kayu dan dinding seng. Selain itu, api juga sempat merambat ke area lahan seluas kurang lebih 20 x 15 meter di sekitar bangunan.

    Petugas pemadam akhirnya berhasil melokalisir api setelah melakukan pemadaman selama sekitar 33 menit.
    Operasi penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada 17.41 WIB, dan situasi di lokasi dinyatakan aman.

    Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.

    Proses pemadaman melibatkan 14 personel pemadam kebakaran dari Peleton II yang dipimpin oleh M. Febbry sebagai Kepala Peleton. Operasi tersebut juga didukung oleh sejumlah instansi dan relawan, di antaranya BPBD Kotim, PMI Kotim, Balakar Ketapi 3, serta Balakar Swadaya.

    Tiga unit kendaraan pemadam turut dikerahkan ke lokasi, yakni MTPK 13, MUPK 05, dan satu unit Hilux.
    Lokasi kebakaran sendiri berjarak sekitar 4,8 kilometer dari markas pemadam, dengan waktu tempuh sekitar tiga menit.

    Meski api telah berhasil dipadamkan, kejadian tersebut sempat menyita perhatian warga yang berkumpul di sekitar lokasi sambil menyaksikan proses pemadaman.
    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah di sekitar permukiman dan bangunan dapat memicu kebakaran, terutama ketika terdapat material mudah terbakar di sekitarnya. (***)

  • Pastikan Keamanan Penumpang, Dishub Kotim Lakukan Ram Check dan Wajibkan Sopir Bus Lakukan Tes Urine

    Pastikan Keamanan Penumpang, Dishub Kotim Lakukan Ram Check dan Wajibkan Sopir Bus Lakukan Tes Urine

    ​SAMPIT, kanalindependen.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perhubungan Kotim bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kotim memperketat pengawasan moda transportasi darat menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

    Langkah ini dilakukan melalui inspeksi keselamatan kendaraan (ram check) dan pemeriksaan kesehatan sopir dan kernet bus yang melakukan transit penumpang di Terminal Patih Rumbih, Jalan MT Haryono, Sampit, pada Jumat (13/3/2026) malam.

    ​Wakil Bupati Kotim, Irawati, meninjau langsung pelaksanaan ramp check yang dilaksanakan oleh tim UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Kotim didampingi Satlantas Polres Kotim, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan, serta Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Kotim.

    ​Irawati menjelaskan, pemeriksaan bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran.

    Fokus utama kegiatan mencakup uji kelayakan armada bus untuk menempuh perjalanan jarak jauh serta memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima.

    ”Selain uji kelayakan kendaraan, kami juga memeriksa kesehatan para driver. BNNK melakukan tes urine untuk memastikan tidak ada pengemudi yang berada di bawah pengaruh narkoba,” tegas Irawati.

    ​Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap lima bus yang singgah malam itu, seluruh pengemudi maupun pembantu pengemudi (helper) dinyatakan sehat dan hasil tes urine menunjukkan negatif.

    Sebagian besar armada bus yang beroperasi dari lima perusahaan otobus di Terminal Patih Rumbih, saat dilakukan pemeriksaan dinyatakan layak jalan.

    ​Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah menambahkan, ram check sebenarnya dilakukan secara rutin, namun intensitasnya ditingkatkan menjelang Lebaran, seiring dengan meningkatkan jumlah pemudik yang menggunakan bus.

    ”Meskipun armada dari arah Palangka Raya sudah diperiksa oleh BPTD, saat transit di Sampit tetap kami periksa kembali. Kita tidak tahu kendala apa yang muncul di perjalanan, seperti masalah rem atau lampu mati, sehingga saat berangkat dari Sampit menuju, Palangka Raya, Banjarmasin atau Pangkalan Bun, kendaraan dipastikan benar-benar layak jalan,” tegas Raihansyah.

    ​Dalam satu malam, rata-rata terdapat 9 hingga 10 bus yang transit di Terminal Patih Rumbih, baik yang datang dari arah Pangkalan Bun, Palangka Raya maupun Banjarmasin.

    ”Dalam sehari ada sekitar 5-10 bus yang singgah melakukan transit penumpang. Tetapi, untuk malam ini, pemeriksaan ramp check hanya lima bus, sesuai jumlah kedatangan bus di Terminal Patih Rumbih,” ujarnya.

    ​Terkait pergerakan penumpang, Raihansyah melihat sudah mulai terjadi kenaikan volume penumpang sekitar 5 hingga 10 persen dalam sepekan terakhir.

    Pihaknya memprediksi lonjakan signifikan akan terus terjadi hingga mendekati hari pelaksanaan Lebaran.

    ”Prediksi kami, peningkatan penumpang akan mencapai 30 sampai 40 persen pada H-1 nanti. Sementara untuk puncak arus mudik di jalur darat diperkirakan jatuh pada H-3 lebaran, seiring dengan dimulainya masa libur bersama,” ujar Raihansyah.

    Kepala UPTD PKB Dishub Kotim, Mustakim, menambahkan bahwa pemeriksaan ramp check tidak hanya sekadar formalitas, melainkan prosedur ketat yang mencakup tiga unsur utama keamanan transportasi.

    ​​Berdasarkan standar operasional yang dijalankan di lapangan, terdapat tiga aspek krusial yang wajib dipenuhi oleh setiap armada bus yang meliputi kelengkapan administrasi yang dilihat dari keabsahan dokumen dan syarat mutlak operasional kendaraan seperti kelengkapan ​SIM pengemudi, STNK kendaraan yang masih berlaku.

    Kartu Uji (KIR) sebagai bukti lulus uji berkala dan ​Kartu Pengawasan (KPS) untuk memastikan izin trayek resmi.

    ”Pemeriksaan juga perlu dilakukan dari aspek keselamatan aktif kendaraan seperti memastikan lampu utama, lampu rem, lampu mundur, dan lampu penunjuk arah (sein), rem utama, rem tangan berfungsi dengan baik,” jelas Mustakim.

    Selain itu, kelengkapan fasilitas tanggap darurat seperti ketersediaan pintu darurat dan palu pemecah kaca yang mudah diakses.

    Kemudian, pemeriksaan komponen pendukung seperti melihat kondisi ban, kaca depan (badan kendaraan), sabuk keselamatan pengemudi, speedometer, serta penghapus kaca (wiper).

    Meskipun bersifat pendukung, unsur ini tetap menjadi poin penilaian untuk kenyamanan dan keamanan tambahan, memastikan kaca spion, klakson, kondisi lantai kendaraan, dan tangga naik-turun berfungsi dengan baik.

    Termasuk juga menyeiapkan perlengkapan darurat seperti ban cadangan, dongkrak serta segitiga pengaman.

    “Dari semua aspek ini harus dipenuhi semua. Jika ada yang sifatnya penunjang—misalkan spion pecah atau lampu mati, rem tidak berfungsi, itu harus segera diperbaiki. Namun, kalau sifatnya vital, misalkan masa berlaku KIR mati atau pintu darurat rusak, maka kendaraan bus harus ditahan dan tidak boleh dioperasikan,” tegasnya.

    Dari keempat bus yang dilakukan pemeriksaan ramp check meliputi bus milik PO Logos,PO Yessoe, PO Agung Mulia semua dinyatakan layak jalan.

    ”​Sebagai bentuk informasi bagi penumpang, setiap bus yang telah diperiksa akan ditempeli stiker khusus yang menunjukkan status kelaikannya,” ujarnya.

    Stiker berwarna biru menunjukkan kendaraan laik jalan dan siap melanjutkan perjalanan.

    Stiker warna merah muda menunjukkan kendaraan mengalami kerusakan ringan sehingga perlu segera diperbaiki dan boleh melanjutkan perjalanan setelah perbaikan selesai.

    Stiker merah diberikan kepada kendaraan tidak laik jalan akibat kesalahan fatal seperti pelanggaran administrasi, KIR mati, rem tidak berfungsi dengan baik dan kerusakan lainnya  sehingga kendaraan bus dilarang melanjutkan perjalanan sebelum memperbaiki dan melengkapi urusan administrasinya.

    ”Dari 4 bus yang kami periksa, ada satu yang sudah dilaksanakan ramp check di wilayah Kalsel (Kalimantan Selatan) karena sudah terpasang stiker dari Kementerian. Meskipun sudah ada stikernya, kami tetap melakukan pemeriksaan ulang, tetapi kami tidak menempelkan stiker baru lagi. Tadi kami hanya memasang label tiga stiker baru yang dinyatakan layak jalan,” ujarnya.

    Selain empat bus yang diperiksa, sebenarnya ada satu bus lagi yang diperiksa dan tidak boleh melanjutkan perjalanan karena sudah pernah ditilang dua kali di Terminal Nata Suka Pangkalan Bun dan Terminal WA Gara.

    Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Multimoda Dishub Kotim Parman menambahkan, bus milik PO Logos tersebut semestinya ditahan karena tidak ada bukti telah melakukan KIR dan kartu pengawasan yang sudah tidak berlaku.

    ”Sebenarnya sesuai dengan ketentuan, ketika dari sisi administrasi kelaikan itu tidak terlengkapi, unit itu tidak boleh beroperasi atau melanjutkan perjalanan. Dan itu menjadi tanggung jawab dari pihak PO untuk melengkapi urusan administrasinya. Tetapi, karena kondisinya bus sedang membawa muatan penumpang penuh, jadi kami juga tidak bisa memberikan keputusan,” ujar Parman.

    Dia menjelaskan, kewenangan Dishub Kotim terbatas karena Terminal Patih Rumbih hanya sebagai terminal transit, bukan terminal asal tujuan.

    ”Terkait temuan satu bus yang tidak laik jalan dari hasil pemeriksaan ramp checkmalam ini, akan kami ke Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Palangkaraya, di Terminal WA Gara Palangka Raya. Sehingga, nanti bisa dilakukan upaya lebih lanjut untu satu unit bus yang tidak layak jalan tersebut,” pungkasnya. (hgn/ign)

  • Diprediksi Naik 10 Persen, KSOP Sampit Siapkan Strategi Antisipasi Kepadatan Penumpang Menjelang Keberangkatan Kapal

    Diprediksi Naik 10 Persen, KSOP Sampit Siapkan Strategi Antisipasi Kepadatan Penumpang Menjelang Keberangkatan Kapal

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit.

    Berdasarkan proyeksi, jumlah penumpang tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2025.

    Hal itu disampaikan Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, usai menghadiri pembukaan posko secara serentak oleh Kementerian Perhubungan melalui rapat virtual di Ruang Pertemuan KSOP Sampit, pada Jumat (13/3/2026) malam.

    Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengatakan, Posko angkutan Lebaran resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Ruang Mataram,Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.

    ”Pembukaan posko angkutan Lebaran secara serentak dibuka oleh Pak Menteri Perhubungan, selama 18 hari terhitung mulai 13 Maret malam ini hingga 30 Maret 2026,” kata Hotman Siagian, Kepala KSOP Kelas III Sampit saat diwawancarai awak media usai pertemuan secara virtual berakhir,  Jumat (13/3/2026).

    Dalam pertemuan yang dihadiri stakeholder terkait, Hotman membacakan sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, yang menegaskan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan KSOP dan instansi terkait untuk mengutamakan keselamatan pelayaran sebagai prioritas absolut, dengan pemeriksaan kelaiklautan kapal dan kelengkapan alat keselamatan yang ketat.

    Menyesuaikan dan mengoptimalkan armada (jadwal, penambahan kapal, kapal cadangan/kapal negara) sesuai lonjakan penumpang.

    Berkoordinasi erat dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemda, operator pelabuhan dan pelayaran untuk antisipasi cuaca ekstrem, mitigasi risiko, dan respons cepat insiden.

    Menjaga integritas, menolak gratifikasi/penyimpangan, dan menjalankan prinsip 3P (Peduli regulasi, organisasi, SDM) dalam pelayanan.

    Aktif menginformasikan pelayanan dan pengaturan angkutan Lebaran lewat media sosial dan hotline kepada masyarakat.

    ”Sesuai arahan Dirjen Perhubungan Laut, selama masa posko berlangsung, kami bersama instansi terkait akan bersatu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan kapal laut,” ujar Hotman.

    Selama masa angkutan Lebaran 13–30 Maret 2026, ada lima armada kapal dengan total 12 call keberangkatan yang melayani rute Sampit–Semarang dan Sampit–Surabaya.

    ”Seluruh kapal yang beroperasi melayani angkutan Lebaran telah dinyatakan laik laut setelah melalui tahapan pemeriksaan aspek keselamatan dan keamanan oleh KSOP selaku penyelenggara pelabuhan,” ujarnya.

    Salah satu tahapan persiapan menghadapi masa angkutan Lebaran yang telah dilakukan adalah melakukan ramp check atau uji petik terhadap KM Dharma Rucitra VI yang dilaksanakan pada 2 Februari 2026 di Pelabuhan Sampit.

    ”Seluruh kapal yang beroperasi sudah mengikuti tahapan pemeriksaan aspek keselamatan dan keamanan sehingga dinyatakan laik laut,” jelasnya.

    ”Kami juga akan menyiagakan 6 unit kapal patroli milik KSOP yang seluruhnya dalam kondisi siap siaga,” tambahnya.

    Adapun lima armada yang akan melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni dan dua kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU).

    Tiga kapal Pelni tersebut yakni KM Leuser dengan kapasitas 1.438 penumpang dengan layanan dua call, KM Lawit berkapasitas 1.484 penumpang dengan dua call, serta KM Kelimutu berkapasitas 1.334 penumpang dengan satu call.

    Sementara dari operator PT Dharma Lautan Utama disiapkan dua kapal, yakni KM Kirana III berkapasitas 600 penumpang dengan tiga call serta satu kapal lainnya berkapasitas 800 penumpang dengan empat call.

    ”Harapannya sinergitas dan kolaborasi seluruh instansi bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat mulai dari pintu masuk pelabuhan hingga naik ke kapal,” tegas Hotman.

    Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit yang ditunjuk sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis mengatakan KSOP bersama penyedia jasa operator kapal dan instansi terkait telah menyiapkan strategi pengaturan arus penumpang untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di terminal pelabuhan, dengan melakukan proses check in dan embarkasi lebih awal dan mengarahakan penumpang menaiki kapal secara bertahap.

    ”Kami akan mengurai penumpukkan penumpang dengan memberlakukan proses check-in lebih awal, sekitar tiga sampai empat jam sebelum jadwal keberangkatan kapal,” jelasnya.

    KSOP Kelas III Sampit juga akan mengerahkan 60 personel untuk membantu pengaturan penumpang, ditambah dukungan personel dari instansi terkait lainnya.

    ”Strategi ini kami harapkan mampu mencegah kepadatan di area pelabuhan sekaligus memperlancar proses embarkasi penumpang,” ujarnya.

    Selain itu, KSOP juga telah memproyeksikan jumlah penumpang pada Lebaran 2026 yang diprediksi meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 10.551 penumpang naik dan 5.285 penumpang turun di Pelabuhan Sampit.

    Sementara, pada tahun 2026 diperkirakan terjadi penambahan sekitar 1.055 penumpang naik dan 528 penumpang turun.

    Dengan demikian, total penumpang diprediksi mencapai 11.606 penumpang naik dan 5.813 penumpang turun selama periode angkutan Lebaran 2026.

    Lebih lanjut Muchlis mengatakan, lonjakan penumpang juga sudah mulai terlihat sebelum masa angkutan Lebaran diaktifkan.

    Dia memprediksi puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit akan terjadi pada tanggal 15, 18 dan 19 Maret 2026.

    ”Sebelum tanggal 13 Maret lonjakan penumpang sudah terlihat. Berdasarkan informasi dari operator kapal PT Pelni dan PT DLU, penjualan tiket pada arus mudik Lebaran terutama pada keberangkatan kapal di tanggal 15, 18, 19 sudah terjual habis,” kata Gusti Muchlis.

    Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket agar mempertimbangkan menggunakan pelabuhan alternatif terdekat.

    ”Kami memberikan arahan kepada penumpang agar mencari pelabuhan alternatif terdekat supaya tetap bisa melakukan perjalanan mudik,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Pasar Sabu 24 Jam di Palangka Raya Pertaruhkan Wibawa Negara, GDAN Tegaskan Perlawanan Sengit

    Pasar Sabu 24 Jam di Palangka Raya Pertaruhkan Wibawa Negara, GDAN Tegaskan Perlawanan Sengit

    PALANGKA RAYA, kanalindependen.id – Geliat transaksi sabu-sabu di kawasan Puntun, Kota Palangka Raya, berdenyut 24 jam nonstop. Lapak-lapak barang haram di sepanjang Jalan Rindang Banua itu beroperasi secara telanjang.

    Tanpa rasa takut, rentetan transaksi antara pengedar dan pembeli terus mengalir. Menciptakan sirkulasi keramaian yang ironisnya berhasil mengalahkan hiruk-pikuk pasar tradisional.

    Pemandangan vulgar para mafia narkoba meraup rupiah dinilai seolah meruntuhkan wibawa penegak hukum di Bumi Tambun Bungai. Menyikapi kedaulatan negara yang terang-terangan diinjak mafia peredaran narkotika, elemen sipil dari Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) mengambil sikap tegas dan menyatakan perang terbuka.

    Sekretaris GDAN, Ari Yunus Hendrawan, membongkar langsung fakta di lapangan mengenai eksistensi sindikat ini. Keberanian para pelaku beroperasi terang-terangan menunjukkan anomali penegakan hukum yang fatal.

    Menurut Ari, kunci utama membersihkan Kalimantan Tengah dari jerat narkotika bertumpu pada satu syarat mutlak, yakni menyapu bersih “pasar narkoba” di Ponton.

    ”Ini adalah tamparan keras bagi aparat penegak hukum! Bandar-bandar itu menjajakan racun seolah-olah mereka kebal hukum. Negara tidak boleh kalah oleh begundal narkoba. Seret dan ringkus mereka tanpa nanti!” tegas Ari dengan nada geram, Sabtu (14/3/2026).

    Kejahatan luar biasa (extraordinary crime) ini menuntut kehadiran instrumen negara secara fisik dan permanen. Ketua GDAN, Ririen Binti, mendesak Pemerintah Kota Palangka Raya tidak membiarkan status wilayah tersebut terus dikuasai sindikat. Langkah konkretnya pendirian Posko Terpadu Anti Narkoba tepat di pusat kawasan Ponton.

    ”Jangan biarkan Puntun jadi wilayah ‘tak bertuan’. Pemerintah harus hadir! Narkoba itu extraordinary crime, kejahatan luar biasa. Aparat hukum tidak perlu menunggu laporan atau keluhan warga untuk bertindak. Sikat habis gembongnya!” ujar wartawan senior Kalimantan Tengah tersebut.

    Peringatan lebih tajam meluncur dari Ingkit Djaper, salah satu pendiri GDAN yang juga menjabat Wakil Ketua Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kalteng. Kesabaran masyarakat adat dinilai telah menipis melihat kevakuman tindakan aparat.

    GDAN bersama elemen masyarakat siap merangsek masuk dan merebut kembali Puntun dari cengkeraman mafia.

    ”Tanah Dayak bukan tempat bagi para pengedar narkoba melakukan aksi jahatnya! Setiap jengkal tanah di Ponton harus kembali ke pangkuan rakyat yang cinta damai. Kami bergerak bersama, karena tidak ingin masa depan generasi kami hancur oleh karena narkoba,” tegas Ingkit lantang.

    Sikap konfrontatif ini merupakan manifestasi tanggung jawab moral masyarakat adat. Jajaran pendiri GDAN lainnya, seperti Pendeta Bobo Wanto Baddak, Dandar Ardi, Andreas Junaidi, Sumiharja, dan Adhie, telah membulatkan tekad.

    Mereka bersiap mengeksekusi aksi nyata demi menghentikan mesin penghancur generasi muda yang selama ini bebas beroperasi tanpa palu hukum yang berarti.

    ”Kami sudah muak melihat tanah leluhur kami dikencingi oleh nafsu serakah para bandar dan pengedar narkoba, karena apa yang mereka lakukan adalah upaya genosida yang membawa masyarakat Dayak ke jurang kehancuran total ! Karena itu, GDAN serukan perang terhadap para penghancur masyarakat Dayak,” tegas para pendiri GDAN. (ign)

  • Bara Konflik Irigasi Danau Lentang, Hendrik Seret Dugaan Permainan Mafia Tanah ke Polres Kotim

    Bara Konflik Irigasi Danau Lentang, Hendrik Seret Dugaan Permainan Mafia Tanah ke Polres Kotim

    SAMPIT, kanalindependen.id – Harapan menyelesaikan sengketa lahan melalui jalur kekeluargaan di Kecamatan Cempaga yang menemui jalan buntu membuat John Hendrik, warga Desa Luwuk Bunter, memilih memutus rantai perdebatan panjang dengan melaporkan sejumlah pihak ke Polres Kotawaringin Timur.

    Laporan ini menjadi babak baru setelah upaya mediasi atas klaim lahan kebun di sekitar jaringan irigasi Danau Lentang, Sekunder 11, tak kunjung membuahkan kesepakatan.

    Langkah hukum ini menyasar kelompok warga yang diduga telah menduduki lahan dan merusak tanaman tumbuh di atas tanah yang diklaim sebagai milik Hendrik.

    Riduwan Kesuma, kuasa Hendrik dalam sengketa itu, mengatakan, langkah ini diambil sebagai respons atas gagalnya berbagai forum diskusi yang difasilitasi sebelumnya.

    Titik temu yang diharapkan tak pernah muncul, sementara ketegangan di lapangan terus membayangi.

    ”Menyikapi hasil mediasi klaim lahan yang mengalami deadlock, Hendrik berinisiatif meneruskan kasus klaim lahan ini ke ranah hukum dengan melaporkan sejumlah pihak yang menduduki dan merusak tanam tumbuh ke Polres Kotim,” ujar Riduwan Kesuma.

    Dua Jalur Menuju Kepastian

    Konflik itu dinilai telah melampaui urusan batas patok di atas tanah. Menurut Ridwan, ada prinsip tentang kehormatan hak yang ingin ditegakkan Hendrik melalui jalur hukum.

    Riduwan menekankan, laporan tersebut merupakan desakan agar polisi segera membedah fakta di lapangan. Mengusut siapa yang sebenarnya berhak dan siapa yang nekat merusak tanaman serta menduduki lahan secara sepihak.

    Sementara itu, Mettha Audina Kesuma dari Kantor Hukum Christian Renata Kesuma & Associate menjelaskan, langkah hukum ini adalah konsekuensi logis dari macetnya ruang musyawarah.

    ”Upaya penyelesaian secara musyawarah sebelumnya sudah dilakukan, namun tidak menghasilkan kesepakatan. Karena itu, klien kami memilih jalur hukum untuk mendapatkan kepastian atas kepemilikan lahannya,” tegas Mettha.

    Menurut Mettha, aduan di Polres Kotim tidak hanya berkutat pada soal klaim tanah, melainkan juga menyentuh aspek pidana yang terjadi di lapangan. Daftar aduan tersebut merinci dugaan perusakan tanaman milik Hendrik serta aksi penguasaan lahan oleh pihak lain tanpa hak yang sah.

    ”Dalam laporan tersebut kami menguraikan adanya dugaan perusakan tanaman milik klien kami serta penguasaan lahan tanpa hak oleh sejumlah pihak,” jelasnya.

    Lebih jauh, Mettha menyoroti adanya dugaan tindakan menjual atau mengalihkan lahan yang diduga bukan merupakan hak pihak yang mengklaimnya. Praktik ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi merugikan pemilik lahan yang sebenarnya secara finansial maupun legalitas.

    Sinyal Mafia dan Korban yang Berjatuhan

    Pihak PT BSP sejauh ini berdalih bahwa penggarapan lahan dilakukan karena perusahaan telah mengantongi dokumen pelepasan hak. Namun, pelepasan hak itu ditengarai tidak dilakukan kepada John Hendrik sebagai pemilik sah, sehingga memicu benturan klaim yang tajam.

    Kondisi tersebut ditangkap Mettha Audina sebagai isyarat adanya persoalan serius dalam rantai transaksi lahan di kawasan tersebut. Dia bahkan secara terbuka menyebut polemik di jalur irigasi Danau Lentang ini mengindikasikan kuatnya praktik mafia pertanahan.

    ”Dari informasi yang kami peroleh, ada indikasi kelompok dan nama yang sama menjual lahan milik warga kepada pihak perusahaan. Ini tentu perlu didalami oleh aparat penegak hukum untuk mengurai persoalan ini secara terang benderang,” ungkap Mettha.

    Hendrik tidak sendirian dalam pusaran konflik ini. Mettha mengungkapkan, beberapa warga lain mulai bersuara dan mengalami nasib serupa. Mereka kini tengah bersiap menyusul langkah Hendrik untuk melapor ke Polres Kotim.

    Pola yang digunakan diduga seragam. Ada kelompok tertentu yang menjual lahan warga kepada perusahaan tanpa sepengetahuan pemilik asli.

    ”Beberapa warga lainnya juga berencana melaporkan kasus yang sama karena diduga kelompok dan nama yang sama menjual lahan mereka kepada perusahaan,” tambahnya.

    Pihaknya mendesak agar kepolisian bekerja profesional mengusut tuntas keterlibatan kelompok ini demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.

    Tiga Babak Diplomasi yang Kandas

    Langkah Hendrik menuju meja penyidik sebenarnya adalah puncak dari rangkaian diplomasi yang melelahkan. Jauh sebelum laporan polisi dibuat, meja rapat Kantor Kecamatan Cempaga telah menjadi saksi bisu adu kuat argumen yang berlangsung hingga tiga kali pertemuan.

    Dalam mediasi terakhir Kamis (12/3/2026) lalu, warga Sungai Paring dan Luwuk Bunter bersikukuh pada sejarah garapan nenek moyang mereka. Sebaliknya, manajemen PT BSP percaya diri dengan dokumen pelepasan lahan yang diklaim telah rampung sejak 2013 hingga 2025.

    Humas PT BSP, Martin, bahkan menantang pihak yang keberatan untuk menempuh jalur hukum jika meragukan validitas data perusahaan.

    Satu fakta mengejutkan sempat mencuat dalam forum tersebut. Riduwan Kesuma mencecar posisi jaringan irigasi Danau Lentang yang diduga masuk dalam konsesi HGU perusahaan.

    Meski pihak perusahaan membenarkan posisi aset negara itu berada di dalam wilayah HGU mereka, pemerintah kecamatan memilih berhati-hati dan menyatakan urusan tersebut merupakan domain instansi teknis yang lebih tinggi.

    Kebuntuan total ini akhirnya membuat Tim Penanganan Konflik Sosial (PKS) Kecamatan Cempaga angkat tangan. Mereka memastikan tidak akan ada lagi mediasi lanjutan di tingkat kecamatan.

    Sikap menyerah dari pihak fasilitator inilah yang akhirnya mengunci pintu musyawarah dan memaksa sengketa ini berpindah dari ruang rapat menuju ruang sidang dan laporan dari kubu Hendrik. (hgn/ign)

  • Pilihan Penginapan di Ujung Pandaran

    Pilihan Penginapan di Ujung Pandaran

    SAMPIT, Kalanindependen.id – Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai lebih lama, sejumlah homestay di kawasan Ujung Pandaran juga menawarkan berbagai pilihan tempat menginap dengan fasilitas yang beragam.

    Salah satu yang cukup dikenal adalah Camp Kobes, yang memiliki menara pandang langsung menghadap laut. Dari tempat ini pengunjung bisa menikmati panorama matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama Ujung Pandaran. Bagi yang ingin melakukan pemesanan, pengelola Camp Kobes dapat dihubungi melalui nomor 0852 4928 9410.

    Pilihan lain adalah Amamas, yang cocok untuk rombongan keluarga maupun kegiatan komunitas. Di lokasi ini tersedia aula terbuka, taman, hingga fasilitas outbound yang membuat suasana liburan terasa lebih seru. Pengunjung dapat menghubungi pengelola Amamas melalui nomor 0853 4656 2490.

    Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang lebih santai, Pantai Tebing Kalap juga menjadi alternatif menarik. Tempat ini dikenal dengan ayunan kayu yang menghadap langsung ke laut, menjadikannya spot favorit untuk bersantai maupun berfoto. Informasi penginapan dapat diperoleh melalui nomor 0853 4793 7766.

    Sementara itu, Pantai Jodoh Kalap juga menjadi salah satu pilihan penginapan yang cukup diminati wisatawan karena suasananya yang tenang dan dekat dengan bibir pantai. Pengunjung dapat menghubungi pengelola melalui nomor 0815 2856 2997.

    Bagi yang mencari penginapan yang lebih sederhana dan ekonomis, beberapa pondok penginapan seperti Bintang Ujung Pandaran, Kaganangan, dan Pandaran JJ juga tersedia di kawasan ini. Pengelola Bintang Ujung Pandaran dapat dihubungi melalui nomor 0852 5244 6599, sementara Kaganangan melalui nomor 0858 2130 6473, dan Pandaran JJ melalui nomor 0823 5211 5348.

    Dengan berbagai pilihan tersebut, wisatawan memiliki banyak alternatif tempat bermalam setelah menikmati suasana pantai, bermain pasir, atau sekadar menunggu senja tenggelam di garis cakrawala Ujung Pandaran. (***)