Lari ke Rumah Kosong, Pencuri Laptop di Jalan Tjilik Riwut Berakhir di Tangan Massa

​SAMPIT, Kanalindependen.id – Pelarian seorang pria tak dikenal setelah menggasak tas berisi laptop milik karyawan Toko Vavor di Jalan Tjilik Riwut berakhir tragis, Rabu (29/4/2026). Bukannya berhasil membawa kabur barang jarahan, pelaku justru terjepit di sebuah rumah kosong sebelum akhirnya diamankan oleh kepungan warga dan petugas keamanan.

​Modus yang digunakan pelaku tergolong klasik namun berisiko. Ia berpura-pura singgah di teras toko tanpa menunjukkan gelagat mencurigakan. Saat korban lengah, pelaku dengan cepat menyambar tas berisi laptop dan langsung memacu langkah seribu ke arah Jalan Kaca Piring.

​Spontanitas korban yang berteriak meminta tolong menjadi “alarm” bagi warga sekitar. Aksi pengejaran dramatis pun terjadi di tengah hiruk-pikuk lalu lintas siang itu. Dalam kondisi terdesak, pelaku memilih bersembunyi di sebuah rumah kosong, berharap kerumunan warga akan kehilangan jejak.

​“Dia sembunyi di rumah kosong, tapi sudah dikepung warga. Akhirnya langsung diamankan ramai-ramai,” ungkap salah satu warga di lokasi kejadian.

​Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kotawaringin Timur AKP Edy Wiyoko, mewakili Kapolres AKBP Resky Maulana Zulkarnain, membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan dalam jaringan pencurian lainnya.

​“Benar, saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tegas AKP Edy Wiyoko. Pelaku kini terancam jeratan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Kanalindependen.id melihat insiden ini sebagai pengingat keras bahwa area publik bahkan teras toko sekalipun bukan tempat yang aman untuk meletakkan barang berharga tanpa pengawasan. Keberanian pelaku beraksi di kawasan seramai Jalan Tjilik Riwut menunjukkan tingginya tingkat kenekatan kriminalitas jalanan saat ini.

​Solidaritas warga dalam mengepung pelaku patut diapresiasi karena mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri yang lebih fatal. Namun, pelajaran terbesarnya tetap satu: keamanan pribadi dimulai dari cara kita mengamankan aset terkecil kita. Jangan biarkan barang berharga menjadi “undangan terbuka” bagi para pelaku kejahatan.

​Laptop mungkin bisa ditemukan kembali, namun rasa aman di lingkungan kerja butuh kewaspadaan kolektif untuk dibangun kembali. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *