Tag: berita Sampit hari ini

  • Kebakaran Hebat di Baamang Hulu: Tiga Rumah dan Satu Gudang Ludes Terbakar, Satu Petugas Dievakuasi

    Kebakaran Hebat di Baamang Hulu: Tiga Rumah dan Satu Gudang Ludes Terbakar, Satu Petugas Dievakuasi

    ​SAMPIT, Kanalindependen.id – Suasana tenang warga di kawasan Jalan Muchran Ali dekat pertigaan Jalan Samekto, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak berubah mencekam pada Selasa malam (11/8/2026). Amukan si jago merah membakar deretan bangunan permukiman dan menghanguskan sedikitnya tiga unit rumah warga serta satu gudang penyimpanan.

    ​Kobaran api merambat sangat cepat mengingat struktur bangunan berada di lingkungan padat penduduk. Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi, memicu kepanikan warga sekitar yang berhamburan menyelamatkan barang berharga karena khawatir api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

    ​Di tengah kepungan api, warga sempat dikagetkan oleh suara dentuman keras yang terdengar dari dalam area bangunan yang terbakar.

    ​“Sempat terdengar suara ledakan beberapa kali dari arah bangunan,” ungkap Lily, salah seorang warga setempat di lokasi kejadian, Selasa malam (11/8/2026).


    ​Suara dentuman tersebut diduga kuat berasal dari material gas atau benda bertekanan yang tersimpan di dalam gudang maupun rumah. Namun, kepastian sumber ledakan masih menunggu penyelidikan resmi pihak berwenang.

    ​Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim bersama personel gabungan, relawan, dan ambulans PMI Kotim bergerak cepat mengisolasi titik api agar tidak menjangkau deretan rumah lain. Proses pemadaman berlangsung penuh tantangan akibat tingginya suhu panas, pekatnya asap, serta kerumunan warga yang memadati sekitar lokasi kejadian.

    ​Meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa dari pihak warga, situasi darurat sempat dialami oleh petugas di lapangan. Seorang personel pemadam dievakuasi akibat mengalami sesak napas akut saat menerobos kepulan asap tebal.

    ​“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, tadi ada satu petugas yang sempat mengalami sesak napas saat operasional dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Baamang 2 untuk mendapatkan perawatan medis,” terang petugas PMI Kotim, Sidik.


    ​Setelah kobaran utama berhasil dikuasai, tim gabungan melanjutkan tahap pendinginan (cooling down) guna menyisir sisa-sisa bara api di bawah puing-puing bangunan. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan penyidikan kepolisian.

    ​Amuk api yang menghanguskan tiga rumah dan satu gudang di pertigaan Samekto Baamang Hulu adalah peringatan keras mengenai tingginya risiko kebakaran di kawasan pemukiman padat perkotaan Sampit. Penataan jarak antar-bangunan yang rapat serta potensi keberadaan bahan mudah terbakar di dalam gudang menjadi kombinasi berbahaya yang mempercepat penjalaran api.

    ​Kanal Independen memberikan catatan evaluasi dan desakan penanganan bencana yang sangat tajam:

    ​Sterilisasi Zona Bahaya oleh Warga: Kerumunan warga yang menonton kejadian tidak hanya membahayakan keselamatan diri dari risiko ledakan susulan atau paparan asap beracun, tetapi juga menghambat ruang gerak armada pemadam (fire truck). Kesadaran publik untuk memberi jalan (green zone) bagi armada darurat wajib ditingkatkan.

    ​Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Oksigen Petugas: Kejadian tumbangnya petugas akibat sesak napas menegaskan pentingnya kelengkapan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) bagi seluruh personel pemadam darat yang bertarung di ring-1 api.

    ​Dinas Damkarmat dan Polres Kotim didesak mengusut penyebab kebakaran serta meningkatkan edukasi mitigasi APAR di pemukiman padat! Baamang Hulu diamuk api! Berikan ruang bagi petugas pemadam dan utamakan keselamatan kerja!( ***)

  • Panen Sawit Malam Hari, Oknum Satpam dan Karyawan PT AKPL Sinarmas Group Diciduk Patroli

    Panen Sawit Malam Hari, Oknum Satpam dan Karyawan PT AKPL Sinarmas Group Diciduk Patroli

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Aksi nekat dua oknum pekerja perkebunan memanen Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada malam hari berujung ke sel tahanan. Seorang anggota Satuan Pengamanan (Satpam) berinisial IDM (22) dan karyawan bagian perawatan berinisial R (35) diringkus tim patroli keamanan di areal PT Agro Karya Prima Lestari (AKPL) Sinarmas Group, Desa Tumbang Kaminting, Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

    Dua terduga pelaku yang sejatinya bertugas menjaga kekayaan perusahaan justru kedapatan memanen puluhan janjang TBS tanpa izin di Blok J 22 Divisi 5 Kuye PT AKPL pada Sabtu malam (8/8/2026) sekitar pukul 21.37 WIB.

    Pencurian ini terungkap saat delapan personel Tim Patroli Satpam Kuye PT AKPL menggelar patroli rutin menggunakan armada operasional. Saat melintasi kawasan Blok J 22, petugas menaruh curiga pada satu unit sepeda motor yang terparkir secara tak wajar di balik pepohonan sawit pada larut malam.

    Petugas yang melakukan pengintaian mendadak mendapati tersangka IDM keluar dari dalam areal tanaman. Saat diinterogasi di tempat, oknum satpam tersebut tak berkutik dan mengakui tengah mengutil TBS sawit bersama R.

    “Yang bersangkutan mengaku sedang ‘manen’ bersama Sdr. R yang merupakan karyawan perawatan PT AKPL. Petugas yang melakukan penyisiran kemudian menemukan R bersembunyi di dalam semak perkebunan,” terang Plt Kasi Humas Polres Kotim, IPTU Edi Waluyo, mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Senin (10/8/2026).

    Di lokasi penangkapan, tim keamanan menyita sarana kejahatan berupa sebilah egrek pemanen lengkap dengan pipa penyangga sepanjang enam meter serta satu unit senter penerang. Puluhan TBS yang sempat dipanen dan tercecer di tanah langsung diamankan.

    Kedua tersangka beserta hasil curian kemudian digelandang ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT AKPL untuk proses penimbangan resmi. Berdasarkan lembar nota timbang tertanggal 8 Agustus 2026, hasil curian tersebut mencapai 30 janjang TBS dengan berat total 917 kilogram.

    Polisi turut menyita barang bukti pendukung lainnya, yakni satu unit sepeda motor Honda Supra GTR warna merah hitam berpelat nomor KH 4519 QQ beserta kunci kontaknya.

    Kedua tersangka beserta seluruh barang bukti kini telah diserahkan dan ditahan di Polsek Mentaya Hulu. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 107 huruf d UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan juncto Pasal 20 huruf c KUHP dan/atau Pasal 477 ayat (1) huruf g UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman sanksi pidana penjara.

    Kasus pencurian 917 kg TBS sawit yang melibatkan kolaborasi oknum satpam dan karyawan perawatan PT AKPL ini adalah fenomena klasik “pagar makan tanaman” yang merusak integritas sistem keamanan perkebunan swasta di Kotim. Keterlibatan aparat keamanan internal mengindikasikan tingginya potensi kebocoran hasil panen (crop leakage) jika sistem pengawasan tidak diperketat secara berjenjang.

    Kanal Independen memberikan catatan evaluasi dan desakan tata kelola keamanan yang sangat tajam: Audit Sistem Seleksi dan Pengawasan Internal: Manajemen PT AKPL Sinarmas Group dan perusahaan perkebunan swasta (PBS) di Kotim wajib melakukan evaluasi berkala terhadap rekam jejak serta integritas personel keamanan internal. Pengetatan whistleblowing system di lingkungan divisi perkebunan mendesak diterapkan untuk memutus rantai pencurian malam hari (pencurian terselubung). Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu:Polsek Mentaya Hulu dan Polres Kotim harus memproses hukum kedua tersangka hingga tuntas di pengadilan guna memberikan efek jera (deterrent effect) bagi pekerja perkebunan lain agar tidak tergiur memanfaatkan wewenang jabatan untuk tindak pidana kejahatan. (***)

  • Rangkul dari Belakang Berujung Tusukan, Pemuda di Baamang Diamankan

    Rangkul dari Belakang Berujung Tusukan, Pemuda di Baamang Diamankan

    SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kedatangan S (20) ke sebuah rumah di Jalan Kenan Sandan, Gang Adat, Perumahan Bunga Residence, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berujung penusukan.

    Peristiwa itu terjadi Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 01.40 WIB. S yang datang ke rumah tersebut terlibat cekcok dengan seorang pria hingga akhirnya menusukkan pisau ke tubuh korban.

    Informasi kepolisian menyebutkan, S awalnya datang untuk membeli narkotika jenis sabu atas perintah seseorang berinisial J. Namun, setibanya di lokasi, situasi justru berubah menjadi pertengkaran.

    Korban disebut sempat memukul S sebelum merangkulnya dari belakang. Dalam posisi tersebut, korban juga menanyakan keberadaan J.

    “Korban merangkul pelaku dari belakang sambil bertanya, ‘Sama siapa kam? Sama J kah? Suruh J itu kesini’,” kata Plt Kasi Humas Polres Kotim IPTU Edy Waluyo, Senin (10/8).

    S mengaku kesulitan bergerak karena tubuhnya dirangkul dari belakang. Ia kemudian mengambil sebilah pisau yang berada di pinggang sebelah kiri.

    Pisau tersebut ditusukkan satu kali ke arah korban. S berdalih tindakan itu dilakukan untuk melepaskan diri dari rangkulan.

    Setelah berhasil melepaskan diri, S langsung meninggalkan lokasi. Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaannya.

    Upaya tersebut membuahkan hasil. Unit Resmob Satreskrim Polres Kotim mengamankan S pada Senin sekitar pukul 00.30 WIB di wilayah Ketapang, Sampit.

    “Pelaku dan barang bukti berhasil diamankan di wilayah Ketapang, Sampit, yang masih masuk wilayah hukum Polres Kotim,” ujar Edy.

    Dari tangan S, polisi mengamankan sebilah pisau bergagang cokelat. Polisi juga menyita sepasang sandal hitam dengan lis merah merek Yuendi, kemeja lengan pendek warna hijau merek AF Collection, serta celana jeans motif sobek.

    Dalam pemeriksaan, S juga mengungkapkan bahwa korban dan J sebelumnya pernah memiliki persoalan. Ia mengetahui hal tersebut karena beberapa kali datang ke rumah korban bersama J.

    Kini S beserta barang bukti telah diamankan di Polres Kotim untuk menjalani proses hukum. Ia disangkakan melanggar Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan.

    Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk latar belakang perselisihan antara korban dan J yang kemudian ikut menyeret S hingga berujung pada penusukan. (***)

  • Hutan Terbakar, Orangutan Keluar Mencari Ruang Aman di Kebun Warga Sampit

    Hutan Terbakar, Orangutan Keluar Mencari Ruang Aman di Kebun Warga Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya memenuhi udara di sekitar Jalan Jenderal Sudirman Km 15, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Di tengah kawasan yang terbakar, seekor orangutan diduga meninggalkan habitatnya dan bergerak menuju kebun warga.

    Kemunculan satwa dilindungi itu menjadi gambaran lain dari dampak karhutla. Ketika habitatnya terganggu api dan asap, ruang aman bagi satwa semakin menyempit.

    Laporan mengenai keberadaan orangutan tersebut ditindaklanjuti BKSDA Resort Sampit dengan melakukan observasi pada Senin (10/8/2026), pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.

    Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, petugas bersama pelapor bernama Fahmi dan sejumlah warga menyisir kawasan yang menjadi lokasi kemunculan orangutan.

    Namun, satwa tersebut sudah tidak terlihat.

    Warga sebelumnya melaporkan ada satu individu orangutan berukuran besar yang masuk ke area kebun. Dari hasil penelusuran, petugas menemukan satu sarang orangutan kelas tiga.

    Bekas aktivitas satwa juga terlihat pada sejumlah tanaman. Pelepah kelapa sawit ditemukan dalam kondisi telah dimakan. Berdasarkan pengamatan terhadap bekas tersebut, aktivitas orangutan diperkirakan terjadi sekitar dua hingga empat minggu sebelumnya.

    Sedikitnya 15 batang anakan kelapa sawit milik warga dilaporkan mengalami kerusakan.

    Namun, bukan semua tanaman di sekitar lokasi menjadi sasaran. Tanaman cabai tidak ditemukan mengalami kerusakan. Sementara tanaman nanas yang berada dekat kawasan hutan justru ditemukan banyak yang rusak dan diduga dimakan orangutan.

    Bagi warga, kemunculan satwa ini mungkin terlihat sebagai gangguan terhadap tanaman. Tetapi dari sisi konservasi, situasinya menunjukkan persoalan yang lebih besar.

    Hutan yang terbakar membuat satwa kehilangan ruang.

    Muriansyah mengatakan, saat melakukan observasi, petugas melihat asap kebakaran di sejumlah titik di sekitar lokasi.

    Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa orangutan keluar dari habitatnya untuk menghindari kebakaran dan asap.

    “Di sekitar lokasi banyak terlihat asap kebakaran. Diduga kuat, orangutan masuk ke kebun warga untuk menghindari kebakaran dan asap,” kata Muriansyah.

    Orangutan bukan satu-satunya satwa yang terdampak. BKSDA sebelumnya juga menemukan pola serupa pada satwa liar lain yang bergerak menuju kebun dan ladang warga ketika terjadi karhutla.

    Persoalannya, ketika satwa masuk ke lahan pertanian, perjumpaan antara manusia dan satwa menjadi tidak terhindarkan. Tanaman warga berpotensi rusak, sementara satwa juga menghadapi risiko diusir, ditangkap, bahkan dilukai.

    Karena itu, BKSDA meminta warga tidak mengambil tindakan sendiri apabila orangutan kembali muncul.

    Muriansyah mengingatkan warga agar segera melaporkan keberadaan satwa kepada petugas dan tidak berusaha menangkap, melukai, maupun membunuhnya.

    Petugas juga telah memberikan pengarahan kepada Fahmi dan warga yang berada di sekitar lokasi agar segera melapor apabila orangutan kembali terlihat.

    Hingga observasi dilakukan, keberadaan orangutan tersebut belum diketahui. Petugas juga menggali informasi dari sejumlah peladang di sekitar lokasi, namun belum menemukan warga yang kembali melihat satwa itu.

    Akses menuju lokasi tergolong mudah. Kendaraan roda empat masih dapat mencapai kawasan kebun yang merupakan lahan semak belukar yang dibuka untuk pertanian. Di sekelilingnya, warga juga menanam sejumlah tanaman perkebunan, termasuk kelapa sawit.

    Kemunculan orangutan di tengah kawasan seperti ini menjadi peringatan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada lahan yang terbakar.

    Ketika hutan kehilangan ruang aman, satwa akan mencari ruang lain. Dan ruang itu bisa saja berada di kebun warga. (***)

  • Daging Ayam Ras Penyumbang Inflasi Terbesar Sampit Juli 2026, Disusul Bensin dan Ikan

    Daging Ayam Ras Penyumbang Inflasi Terbesar Sampit Juli 2026, Disusul Bensin dan Ikan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat laju inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) Kota Sampit pada Juli 2026 berada di angka 0,12 persen. Gejolak harga komoditas pangan harian, khususnya daging ayam ras, serta penyesuaian bahan bakar bensin menjadi motor utama pendorong inflasi di bumi Habaring Hurung tersebut.

    Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur  Eddy Surahman, mengungkapkan bahwa kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Sampit dari 107,80 pada Juli 2025 menjadi 111,66 pada Juli 2026 secara tahunan (year-on-year/y-on-y) memicu tingkat inflasi tahunan berada di level 3,58 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) hingga Juli 2026 telah menyentuh angka 2,75 persen.

    “Tingkat inflasi month-to-month Sampit pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,12 persen. Secara tahunan, inflasi kita berada di angka 3,58 persen. Penyumbang utama inflasi bulanan Juli ini didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, saat memaparkan Berita Resmi Statistik (BRS) IHK Sampit.

    Eddy merinci, komoditas daging ayam ras memberikan andil inflasi bulanan paling dominan, yaitu sebesar 0,42 persen. Penguatan harga ini disusul oleh bensin yang memberikan andil 0,13 persen, serta aneka jenis ikan segar dan sayuran seperti terong, ikan selar, pelumas/oli mesin, ikan tongkol, dan ikan nila.

    Meskipun demikian, laju inflasi bulanan Juli dapat sedikit diredam oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi m-to-m). Kenaikan harga daging ayam dan bensin tertahan oleh penurunan tarif angkutan udara yang memberikan andil deflasi bulanan sebesar -0,25 persen, disusul telur ayam ras (-0,10%), cabai rawit (-0,06%), minyak goreng (-0,05%), tomat (-0,05%), serta bawang merah (-0,03%).  

    Kenaikan harga daging ayam ras sebagai penyumbang terbesar inflasi bulanan di Sampit adalah sinyal nyata tingginya kerentanan rantai pasok pangan (supply chain) di Kotim. Ketika harga pakan ternak dan biaya distribusi naik, konsumen di tingkat rumah tangga langsung menanggung dampaknya secara langsung di pasar-pasar tradisional.

    Kanal Independen memberikan catatan evaluasi dan desakan kebijakan ekonomi daerah yang sangat tajam:

    Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kotim bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian wajib segera melakukan langkah konkret penyeimbang pasar. Ketergantungan pasokan daging ayam dan bensin pada jalur transportasi darat/sewa armada harus dijaga stabilitasnya. TPID didesak memperbanyak operasi pasar murah untuk komoditas loper/pangan serta memberikan insentif transportasi bagi distributor bahan pokok agar laju inflasi tidak terus menggerus daya beli (purchasing power) masyarakat berpenghasilan rendah di Sampit.

    Stabilitas harga pangan adalah benteng utama daya beli rakyat! Daging ayam pemicu inflasi Sampit! TPID Kotim wajib gelar operasi pasar dan jaga rantai pasok! (***)

  • Desa Batuah Sumbang Hotspot Tertinggi di Kotim, Satgas Ingatkan Bedanya Titik Panas dan Api

    Desa Batuah Sumbang Hotspot Tertinggi di Kotim, Satgas Ingatkan Bedanya Titik Panas dan Api

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Desa Batuah, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mencatatkan lonjakan konsentrasi titik panas (hotspot) tertinggi dalam pemantauan 24 jam terakhir. Pemutakhiran data BMKG pada Sabtu sore (8/8/2026) pukul 16.00 WIB merekam sebanyak 78 hotspot mengepung wilayah desa yang terletak di seberang Sungai Mentaya tersebut.

    Dari total 78 titik panas di Desa Batuah, rincian indikator satelit menunjukkan 73 titik berada pada tingkat kepercayaan (confidence level) menengah, 4 titik tingkat kepercayaan rendah, dan 1 titik tingkat kepercayaan tinggi.

    Meski angka indikator satelit di Desa Batuah melonjak signifikan, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kotim mengingatkan publik agar tidak serta-merta mengartikan angka hotspot sebagai jumlah pasti lokasi kebakaran aktif (fire spot). Data sensor termal satelit ditegaskan tetap membutuhkan verifikasi faktual (ground-check) langsung di lokasi.

    Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim, Rihel, menjelaskan fenomena teknis di mana anomali suhu panas yang ditangkap oleh satelit memiliki berbagai kemungkinan kondisi nyata di lapangan.

    “Yang kawa dilihat di depan mata di Kota Besi itu yang pasti Soren, Camba dan kelurahannya. Memang ada hotspot, api jua ada. Ada yang jalur menuju Kandan sebelah kiri. Namun mun mengacu data keseluruhan, mana yang pasti ada titik apinya kada kawa dipastikan, karena alat kita untuk terbang mengecek itu kada ada ke seluruh 17 kecamatan,” terang Rihel, Sabtu (8/8/2026).

    Rihel memaparkan, hotspot merupakan indikasi anomali suhu panas permukaan yang ditangkap sensor satelit BMKG maupun LAPAN. Ketika tim bergerak menuju lokasi koordinat, kondisi kebakaran bisa saja sudah berubah, padam ditangani, atau hanya tersisa kepulan asap tipis dari bara gambut bawah tanah.

    Selain itu, tingginya jumlah hotspot di satu area desa tidak selalu menggambarkan puluhan titik lokasi kebakaran yang berbeda atau terpisah.

    “Mun dalam satu wilayah desa banyak hotspot, itu dua kemungkinan. Satu memang tersebar di mana-mana, lokasi hotspot saling berjauhan. Kedua, bisa juga dalam satu hamparan lahan 5 sampai 10 hektare ditemukan hotspot sampai 20 titik karena suhu panasnya tertangkap beberapa sensor satelit sekaligus,” lanjutnya.

    Data akumulasi Satgas Karhutla Kotim mencatat total 206 hotspot tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Kecamatan Seranau menjadi penyumbang tertinggi dengan 78 titik yang seluruhnya terkonsentrasi di Desa Batuah.

    Wilayah lain yang mencatatkan keberadaan hotspot antara lain Kecamatan Kota Besi (47 titik), Mentawa Baru Ketapang (20 titik), Baamang (19 titik), Cempaga Hulu (12 titik), Mentaya Hilir Utara (7 titik), Parenggean (6 titik), Tualan Hulu (5 titik), Cempaga (3 titik), serta Telawang (3 titik).

    Satgas Karhutla Kotim menekankan bahwa data hotspot berfungsi sebagai early warning system atau peta navigasi awal untuk mengarahkan pergerakan personel darat dan helikopter water bombing, bukan sebagai angka mutlak luas lahan yang terbakar.

    Pernyataan Satgas Karhutla Kotim mengenai perbedaan mendasar antara hotspot satelit dan titik api aktif adalah penjelasan edukatif yang penting agar masyarakat tidak terjebak kepanikan data. Kendati demikian, fakta bahwa petugas memiliki keterbatasan armada untuk memverifikasi 17 kecamatan menelanjangi celah evaluasi pada sistem mitigasi bencana daerah.

    Kanal Independen memberikan catatan evaluasi dan desakan teknologi pengawasan yang sangat tajam; Pengadaan Drone Pengintai Termal Jarak Jauh: Keterbatasan pemantauan darat di area rawan gambut seperti Desa Batuah (Seranau) dan Kota Besi harus diatasi Pemkab Kotim dengan memobilisasi armada long-range drone berkamera termal. Pengawasan udara nirawak jauh lebih cepat untuk real-time ground check ketimbang menerjunkan personel menembus rawa gambut terisolasi.

    Prioritas Water Bombing di Klaster Batuah: Pengerahan helikopter water bombing BNPB harus difokuskan mengguyur klaster 78 hotspot Batuah guna mencegah asap tebal menyeberangi Sungai Mentaya dan melumpuhkan alur pelayaran serta aktivitas penerbangan.

    Data satelit adalah alarm awal, verifikasi drone dan aksi cepat pemadaman darat adalah kunci penentu! 78 Hotspot kepung Desa Batuah! Tingkatkan teknologi pengawasan dan padamkan gambut Seranau! (***)

  • Gambut Masih Membara di Belasan Titik, Kabut Asap Sabtu Pagi Lumpuhkan Pandangan Sampit

    Gambut Masih Membara di Belasan Titik, Kabut Asap Sabtu Pagi Lumpuhkan Pandangan Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menekan ruang hidup warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pada Sabtu pagi (8/8/2026), kabut asap tebal menyelimuti area perkotaan hingga memangkas jarak pandang horizontal secara drastis menjadi hanya sekitar 300 hingga 400 meter.

    Langit Kota Sampit tampak kelabu pekat sejak fajar. Paparan asap karhutla tidak hanya mengganggu penglihatan para pengguna jalan di jalur protokol, melainkan juga memicu penurunan kualitas udara pada level yang membahayakan kesehatan pernapasan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengonfirmasi bahwa penipisan jarak pandang pada Sabtu pagi merupakan dampak akumulasi dari letupan ratusan titik panas (hotspot) yang membakar lahan gambut di berbagai wilayah Kotim.

    “Hotspot pagi sempat menyentuh 223 titik, lalu pada sore hari berada di angka 108 titik. Pada Sabtu pukul 06.00 WIB, jarak pandang horizontal turun menjadi 300–400 meter akibat kabut asap. Konsentrasi polutan PM2.5 juga masuk dalam kategori tidak sehat,” ungkap Multazam dalam laporan resmi Posko Tanggap Darurat Karhutla Kotim, Sabtu (8/8/2026).

    Laporan tim gabungan merekam sedikitnya 15 lokasi karhutla aktif yang terus ditangani hingga Jumat malam (7/8/2026). Titik-titik api tersebut tersebar di kawasan strategis, antara lain Jalan Tjilik Riwut Km 7 (Kelurahan Baamang Hulu), Jalan Tidar Gang Kenari (Kelurahan Baamang Barat), Jalan Lembur Kuring (Desa Telaga Baru), Jalan Lingkar Utara Km 10, Desa Soren (Kecamatan Kota Besi), hingga Desa Batuah (Kecamatan Seranau).

    Di Desa Batuah, tim gabungan terpaksa mengandalkan pengerahan helikopter water bombing BNPB guna memadamkan titik api di area gambut dalam yang terisolasi dari akses darat. Sementara itu, titik api di Jalan Ir. H. Juanda Gang Resmi (sekitar SDN 3 Ketapang) dilaporkan telah berhasil dipadamkan total.

    Beratnya medan dan kepungan asap tebal memaksa petugas pemadam gabungan di lapangan mengambil opsi time-out atau penghentian sementara operasional pada Jumat malam pukul 22.45 WIB demi keselamatan nyawa personel.

    Mengingat konsentrasi partikel mikro PM2.5 telah menembus ambang batas tidak sehat, Pemkab Kotim mengimbau seluruh masyarakat khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, balita, lansia, dan penderita riwayat pernapasan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan serta wajib mengenakan masker standar medis/N95.

     

    Letupan 223 hotspot dalam sehari dan kemerosotan jarak pandang hingga 300 meter di Kota Sampit adalah bukti nyata bahwa ancaman Bencana Karhutla Kotim 2026 berada pada tingkat krisis tertinggi. Kepungan asap pekat di ring-1 perkotaan Baamang dan Ketapang membuktikan bahwa bara api pada lapisan gambut bawah tanah (subsurface fire) terus aktif memproduksi gas beracun.

    Pengerahan helikopter water bombing di Desa Batuah Seranau dan Kota Besi harus ditingkatkan frekuensi pemukulannya guna mengunci penyebaran api sebelum dorongan angin membawa asap masuk ke alur pelayaran Sungai Mentaya dan Bandara H. Asan Sampit. Di saat yang sama, keputusan time-out petugas pada pukul 22.45 WIB adalah langkah manusiawi yang patut didukung. BPBD dan Pemkab Kotim wajib menjamin ketersediaan suplai tabung oksigen portabel, asupan gizi, serta peralatan keselamatan (PPE) yang memadai bagi seluruh benteng terakhir pemadam darat di lapangan.

    Selain itu, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan parameter PM2.5 yang telah berada di level Tidak Sehat, Dinas Kesehatan Kotim wajib segera mengoperasikan posko oksigen gratis di titik-titik publik serta membagikan masker N95 secara masif.

    Keselamatan paru-paru warga dan kebersihan udara Sampit tidak boleh dikorbankan oleh lambatnya penanganan bara gambut! Sampit dikepung asap jarak pandang 300 meter! Kerahkan water bombing dan lindungi petugas pemadam darat! (***)

  • Tagih Uang Konsumen, Setoran Tak Pernah Masuk, Kerugian Perusahaan Tembus Rp87 Juta

    Tagih Uang Konsumen, Setoran Tak Pernah Masuk, Kerugian Perusahaan Tembus Rp87 Juta

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Tugas menagih pembayaran dari pelanggan yang seharusnya menjadi bagian dari pekerjaan seorang sales justru berujung perkara pidana. Seorang karyawan perusahaan distribusi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga menggelapkan uang hasil penagihan hingga menyebabkan kerugian perusahaan mencapai Rp87,3 juta.

    Unit Reskrim Polsek Ketapang berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial GJP (26), yang diketahui bekerja sebagai sales di PT Puji Surya Indah. Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri keberadaan uang hasil penagihan yang diduga tidak pernah disetorkan kepada perusahaan.

    Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Plt Kasi Humas IPTU Edi Waluyo menjelaskan, kasus itu bermula pada Rabu (29/7/2026). Saat itu, Branch Manager atau Kepala Depo PT Puji Surya Indah menugaskan GJP untuk melakukan penagihan kepada sejumlah toko pelanggan di wilayah Ketapang yang telah jatuh tempo pembayaran.

    Sesuai ketentuan perusahaan, seluruh uang hasil penagihan wajib diserahkan kepada bendahara paling lambat pukul 16.00 WIB pada hari yang sama. Namun hingga batas waktu tersebut berakhir, setoran yang ditunggu tidak kunjung diterima.

    Pihak perusahaan kemudian berupaya menghubungi pelaku. Namun, nomor telepon yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi sehingga memunculkan kecurigaan.

    “Setelah dilakukan pengecekan, total uang hasil penagihan yang tidak disetorkan mencapai Rp87.323.904,” ujar Edi.

    Merasa mengalami kerugian, manajemen PT Puji Surya Indah melaporkan dugaan penggelapan tersebut ke Polsek Ketapang pada Kamis (30/7/2026). Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim melalui serangkaian penyelidikan hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan.

    Dalam penanganan perkara ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa 16 lembar nota penjualan PT Puji Surya Indah, satu lembar daftar nota tagihan perusahaan, serta satu unit telepon genggam Redmi Note 9 berwarna ungu yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

    Penyidik kini masih melengkapi berkas perkara, termasuk mendalami aliran dana hasil penagihan serta kemungkinan adanya barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan penggelapan tersebut.

    Atas dugaan perbuatannya, GJP dijerat Pasal 488 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai penggelapan dalam jabatan. Ia terancam pidana penjara paling lama lima tahun.

    Polisi memastikan proses penyidikan masih terus berjalan hingga seluruh fakta dalam perkara tersebut terungkap secara lengkap sebelum dilimpahkan ke tahap penuntutan. (***)

  • Korban Tersengat Listrik di Depan Citimall Sampit Dievakuasi, Penyebab Masih Diselidiki

    Korban Tersengat Listrik di Depan Citimall Sampit Dievakuasi, Penyebab Masih Diselidiki

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Aktivitas di depan Citimall Sampit, Jalan Jenderal Sudirman Km 1,5, mendadak terhenti sesaat setelah seorang warga dilaporkan tersengat aliran listrik, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang membutuhkan pertolongan segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan, sementara penyebab insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

    Peristiwa itu terjadi di salah satu ruas jalan utama Kota Sampit yang ramai dilalui kendaraan. Informasi mengenai adanya korban tersengat listrik dengan cepat diterima petugas yang sedang berpatroli di sekitar lokasi.

    Korban kemudian dievakuasi oleh personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur setelah area sekitar lebih dulu diamankan guna mengantisipasi masih adanya aliran listrik yang dapat membahayakan masyarakat.

    Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasat Lantas AKP Hariyanto mengatakan, petugas bergerak ke lokasi begitu menerima laporan dari warga.

    “Begitu menerima informasi dari warga, anggota di lapangan langsung meluncur ke lokasi di depan Citimall untuk memberikan pertolongan pertama,” ujar Hariyanto.

    Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamanan di sekitar titik kejadian sembari berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan sumber aliran listrik dapat ditangani sehingga tidak membahayakan warga lain.

    Setelah kondisi dinilai memungkinkan, korban langsung dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat agar segera mendapatkan penanganan medis.

    Di saat proses evakuasi berlangsung, personel lainnya melakukan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman untuk menjaga kelancaran kendaraan sekaligus membuka akses bagi kendaraan yang membawa korban.

    Langkah tersebut dilakukan mengingat lokasi kejadian berada di salah satu jalur utama Kota Sampit yang memiliki arus kendaraan cukup padat, terutama pada pagi hingga siang hari.

    Aksi cepat petugas di lapangan mendapat apresiasi dari warga yang berada di sekitar lokasi. Evakuasi berlangsung tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas secara signifikan.

    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai identitas korban maupun kondisi kesehatannya setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, penyebab pasti korban tersengat listrik masih dalam penyelidikan oleh pihak terkait. (***)

  • Satu Jam Menegangkan di Menara TVRI Sampit, Pendekatan Persuasif Warga Gagalkan Aksi Nekat Perempuan Muda

    Satu Jam Menegangkan di Menara TVRI Sampit, Pendekatan Persuasif Warga Gagalkan Aksi Nekat Perempuan Muda

    ​SAMPIT, Kanalindependen.id – Suasana sunyi di kawasan pemancar TVRI, Jalan H Imran, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, berubah menjadi tegang pada Jumat dini hari (7/8/2026). Seorang perempuan muda yang mendera depresi berat nekat memanjat menara pemancar TVRI setinggi delapan meter dari permukaan tanah. Beruntung, kepekaan warga dan pendekatan dialogis tanpa paksaan berhasil membujuk korban turun dalam keadaan selamat.

    ​Aksi nekat ini pertama kali diketahui oleh Ahmad Rafiq, salah seorang pegawai di kawasan pemancar TVRI, menjelang subuh. Rafiq menaruh curiga saat melihat seorang wanita duduk sendirian dan bergeming saat disapa.

    ​“Saya lihat ada perempuan duduk membelakangi saya. Saya dekati sekitar 10 meter. Saya tegur sampai tiga kali tapi tidak menoleh, hanya diam. Setelah saya kembali dari musholla, perempuan itu sudah tidak ada. Pas saya cari di dekat tangga menara, terdengar suara tangisan dari atas,” ujar Rafiq, Jumat (7/8/2026).


    ​Mendapati korban telah memanjat konstruksi besi menara, Rafiq bergegas melapor ke Ketua RT 30 Kelurahan Ketapang, Zuljifli, sekitar pukul 05.00 WIB. Warga yang menerima laporan langsung memobilisasi langkah penyelamatan tanpa memicu kepanikan korban.

    ​Menyadari kondisi emosional korban yang sangat labil akibat tekanan persoalan keluarga, warga tidak bertindak gegabah. Komunikasi persuasif dibangun secara perlahan dari bawah, sementara seorang warga lainnya memanjat konstruksi menara untuk mendekati korban.

    ​“Kami nasihati dari bawah, lalu ada yang naik. Kami ajak ngobrol karena beliau sedang depresi. Kami juga siapkan tali untuk antisipasi. Akhirnya dia mau turun. Kurang lebih satu jam prosesnya,” terang Ketua RT 30, Zuljifli.


    ​Pendekatan empati tanpa kekerasan verbal tersebut berbuah manis. Setelah proses negosiasi emosional yang menegangkan selama hampir satu jam, perempuan tersebut berhasil dievakuasi turun ke permukaan tanah dalam kondisi selamat tanpa luka fisik.

    ​Keberhasilan evakuasi di Menara TVRI Jalan H Imran adalah bukti nyata pentingnya kepedulian antar-warga (community care) dan respons cepat penanganan situasi krisis. Kepekaan pegawai TVRI yang tidak mengabaikan tanda-tanda anomali perilaku, dipadukan dengan ketenangan Ketua RT dan warga dalam bernegosiasi, berhasil mencegah terjadinya tragedi fatal.

    ​Kanal Independen memberikan catatan evaluasi sosial yang sangat tajam:

    ​Sistem Keamanan Objek Vital Perkotaan: Pengelola menara pemancar dan objek vital di Sampit wajib memperketat pagar pengaman serta mengunci akses tangga naik agar tidak mudah disusupi oleh pihak yang tidak berkepentingan, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.

    ​Penyediaan Layanan Konseling Kesehatan Mental: Pemkab Kotim melalui Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Murjani Sampit harus menyediakan layanan konseling psikologi darurat (crisis hotline) yang mudah diakses publik. Isu kesehatan mental dan depresi akibat tekanan ekonomi maupun keluarga tidak boleh dipandang sebelah mata, melainkan harus ditangani oleh tenaga profesional secara terintegrasi.

    ​Kepekaan dan empati lingkungan sekitar adalah benteng penyelamat pertama bagi sesama! Negosiasi warga selamatkan korban di Menara TVRI!  Tingkatkan kepedulian sosial dan layanan kesehatan mental Kotim! (***)