Tag: pelabuhan sampit

  • H-3 Lebaran, 5.483 Warga Sampit Pilih Mudik ke Pulau Jawa Naik Kapal

    H-3 Lebaran, 5.483 Warga Sampit Pilih Mudik ke Pulau Jawa Naik Kapal

    SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit masih berlangsung dengan intensitas tinggi.

    Memasuki H-3 Idulfitri 1447 Hijriah, jumlah penumpang yang diangkut melalui jalur laut tercatat mencapai ribuan orang, bahkan sejumlah kapal berangkat dengan kapasitas penuh.

    Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran, total penumpang yang diberangkatkan sejak 13 hingga 18 Maret 2026 mencapai 5.483 orang, sementara penumpang turun berjumlah 968 orang.

    Pantauan Kanal Independen, KM Kelimutu telah sandar di Pelabuhan Sampit pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 17.40 WIB dengan membawa 18 penumpang turun.

    Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tersebut selanjutnya dijadwalkan berangkat pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan mengangkut hingga 1.400 penumpang.

    Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit yang juga menjabat sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran, Gusti Muchlis, menjelaskan bahwa lonjakan jumlah penumpang tersebut tidak terlepas dari adanya kebijakan dispensasi kapasitas.

    ”KM Kelimutu memiliki kapasitas standar 912 penumpang, namun telah mendapatkan dispensasi sehingga diizinkan mengangkut hingga batas ambang maksimal 1.400 penumpang. Dispensasi ini berlaku hingga 30 April 2026,” ujar Gusti Muchlis, Rabu (18/3/2026).

    Selain KM Kelimutu, pergerakan kapal lainnya juga turut mewarnai arus mudik di Pelabuhan Sampit. Pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, dijadwalkan kedatangan KM Kirana III dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan membawa 144 penumpang turun.

    Di waktu yang hampir bersamaan, KM Rucitra VI juga tiba dengan membawa 74 penumpang turun.

    Untuk jadwal keberangkatan, KM Rucitra VI dengan rute Sampit–Semarang direncanakan berangkat lebih dulu sekitar pukul 00.00 WIB, sedangkan KM Kirana III tujuan Sampit–Surabaya dijadwalkan berangkat pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.00 WIB.

    Lebih lanjut Muchlis mengatakan, selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung dari 13 hingga 30 Maret 2026, terdapat 12 call keberangkatan kapal yang dilayani oleh lima armada dari dua operator, yakni PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama (DLU).

    Adapun armada yang dioperasikan terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni, yakni KM Leuser, KM Lawit, dan KM Kelimutu. Sementara dua kapal lainnya milik PT DLU, yakni KM Kirana III dan KM Rucitra VI. Seluruh kapal tersebut melayani rute Sampit menuju Surabaya dan Semarang.

    ”Selama arus mudik Lebaran ini ada tujuh kali kunjungan keberangkatan kapal. KM Kelimutu yang berangkat siang ini merupakan kapal kelima, dan masih ada dua kapal lagi yang akan melayani penumpang menuju Semarang dan Surabaya. Sementara lima call lainnya sudah memasuki masa arus balik,” jelasnya.

    Di sisi lain, aktivitas di terminal penumpang terpantau berjalan tertib dan lancar meskipun jumlah pemudik cukup padat. Seluruh penumpang terlihat mendapatkan kursi tunggu, sehingga tidak ada yang tak terlayani.

    Proses pelayanan juga berlangsung teratur, dimulai dari check-in pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan embarkasi penumpang sekitar pukul 10.00 WIB.

    Petugas dari Pelindo turut aktif mengatur arus penumpang agar tidak terjadi penumpukan maupun desak-desakan.

    Penumpang lanjut usia serta mereka yang membawa anak-anak juga mendapatkan prioritas pelayanan.

    Sementara itu, porter atau jasa angkut barang diperkenankan lebih dahulu membawa barang bawaan penumpang ke dalam kapal sebelum proses naik dilakukan.

    ”Alhamdulillah, seluruh aktivitas di terminal penumpang berjalan lancar, aman, dan terkendali. Ini berkat kerja sama dan koordinasi seluruh stakeholder yang terlibat dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran,” tandas Muchlis. (hgn/ign)

  • 4.083 Penumpang Tinggalkan Sampit, Masa Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Tinggal Dua Kali Keberangkatan Lagi

    4.083 Penumpang Tinggalkan Sampit, Masa Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Tinggal Dua Kali Keberangkatan Lagi

    SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit masih berlangsung. Memasuki H-5 Lebaran jumlah angkutan penumpang terus mengalami peningkatan.

    Berdasarkan data KSOP Kelas III Sampit, pada periode H-5 Lebaran tahun 2025, jumlah penumpang naik kapal sebanyak 2.712 dan mengalami peningkatan 50,55 persen di tahun 2026 yang berjumlah 4.083 penumpang

    Sementara, data kapal penumpang turun pada H-5 Lebaran tahun 2025 sebanyak 864 dan mengalami peningkatan 9,95 persen dibandingkan tahun 2026 yang berjumlah 950 penumpang.

    ”Pada H-5 Lebaran tahun ini, jumlah penumpang naik kapal atau yang meninggalkan Pelabuhan Sampit sebanyak 4.083. Sementara, penumpang turun dari kapal total sebanyak 950 penumpang,” kata Gusti Muchlis Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit yang juga bertugas sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit, Senin (16/3/2026).

    Gusti Muchlis menginformasikan KM Lawit dari Surabaya telah tiba di Pelabuhan Sampit sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu (15/3/2026). Kapal berkapasitas standar 912 ini telah mendapatkan dispensasi dari KSOP sehingga diizinkan mengakut hingga batas ambang maksimal 1.400 penumpang.

    Pada, keberangkatan jam 13.00 WIB Senin (16/3/2026), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai pemilik KM Lawit telah memaksimalkan angkutan 1.400 penumpang menuju rute Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

    ”KM Lawit tiba kemarin sore mengangkut 487 penumpang yang turun. Siang hari ini KM Lawit mengangkut 1.400 penumpang, sudah sesuai kapasitas maksimal,” ujarnya.

    Dari pantauan Kanal Independen, aktivitas di sekitar terminal penumpang masih berjalan tertib dan lancar. Meski penumpang terlihat memenuhi terminal pelabuhan, namun semua terlihat mendapatkan kursi tunggu sehingga tak ada penumpang yang tak dilayani.

    Pengawasan personel gabungan juga tidak seketat pada Minggu (15/3/2026) pagi. Hal itu karenakan, hanya ada satu keberangkatan kapal.

    Situasi di area terminal penumpang Jalan Usman Harun juga tidak diportal, sehingga pengendara bisa mengakses jalan tanpa pemortalan. Dan, tanpa menimbulkan kemacetan yang berarti.

    “Alhamdulillah puncak arus mudik kemarin ada tiga kapal dan penumpukkan penumpang seperti yang kita khawatirkan itu tidak terjadi. Begitu juga hari ini semua penumpang bisa terlayani dengan baik tanpa berdesak-desakan,” ujarnya.

    Penumpang KM Lawit telah melakukan proses check in pukul 09.00 dan diarahkan menaiki kapal sekitar pukul 09.45 WIB. Atau 4 jam sebelum jadwal keberangkatan kapal.

    “Selama masa arus mudik kami menjalankan strategi mengurai penumpang dengan check in empat jam lebih awal,” ujarnya.

    Lebih lanjut Muchlis mengatakan selama masa angkutan Lebaran terhitung 13-30 Maret 2026, terdapat 12 call keberangkatan kapal dan lima armada yang disediakan oleh dua penyedia jasa operator kapal yaitu PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama (DLU)

    Lima armada tersebut terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni yaitu KM Leuser, KM Lawit dan KM Kelimutu. Dan, dua armada lainnya milik PT DLU yaitu KM Kirana III dan KM Rucitra VI. Kelima kapal ini melayani rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang.

    ”Sampai dengan H-5 Lebaran (16 Maret 2026) ini, sudah ada empat kali kunjungan kapal yang mengangkut penumpang. Masih ada dua kali keberangkatan lagi di masa arus mudik dan enam kali keberangkatan di masa arus balik Lebaran,” ujarnya.

    Adapun KM Kelimutu dijadwalkam berangkat rute Sampit-Semarang, pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB.

    Dan, KM Kirana III dijadwalkan berangkat rute Sampit-Surabaya pada pukul 13.00 WIB, Kamis (19/3/2026). Kapal milik DLU ini menjadi kapal terakhir yang melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit.

    “Menurut informasi dua operator kapal, dua kali keberangkatan di masa arus mudik ini, semua tiket sudah terjual habis,” jelasnya.

    Kerahkan Personel Siaga Penuh Layani Penumpang

    Selama masa angkutan Lebaran 2026, KSOP telah mengerahkan 60 personel ditambah bantuan personel dari instansi terkait, salah satunya pengerahan personel dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sampit.

    Sejumlah personel siap siaga melayani di area terminal penumpang, untuk memastikan penumpang terlayani dengan aman, nyaman dan tertib.

    ”Tim pelayanan yang bertugas siap siaga membantu pengaturan alur penumpang, memberikan informasi layanan, serta memastikan proses keberangkatan dan kedatangan penumpang berjalan aman dan tertib,” Tri Purbo Waluyojati, Junior Manager Pelayanan Terminal Penumpang PT Pelindo Regional 3 Sampit, Senin (16/3/2026).

    SIAGA: Junior Manager Pelayanan Terminal Penumpang PT Pelindo Regional 3 Sampit Tri Purbo Waluyojati saat memberikan arahan rutin kepada tim petugas layanan termasuk satuan pengamanan (satpam) demi kelancaran penumpang, Senin (16/3/2026). (Heny/Kanal Independen)

    Pelindo juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait yang terlibat dalam operasional pelabuhan guna menjaga kelancaran pelayanan selama periode arus mudik Lebaran.

    ”Kami ingin memastikan fasilitas terminal penumpang dalam kondisi optimal serta melakukan penataan area drop zone guna mendukung kelancaran mobilitas penumpang di kawasan pelabuhan,” ujarnya.

    Pelindo Regional 3 Sampit juga mengimbau kepada para penumpang agar memperhatikan jadwal keberangkatan kapal, menjaga barang bawaan masing-masing, serta mengikuti arahan petugas selama berada di area pelabuhan demi kenyamanan dan kelancaran bersama.

    ”Petugas kami selalu mengingatkan kepada penumpang agar menjaga kesehatan, memperhatikan barang bawaan. Setelah proses check in, penumpang juga dipersilakan duduk di kursi tunggu yang sudah kami sediakan,” tandasnya. (hgn/ign)

  • BKK Kelas II Sampit Buka Layanan Kesehatan Gratis, Imbau Penumpang Waspada Wabah Penyakit Nipah dan TBC

    BKK Kelas II Sampit Buka Layanan Kesehatan Gratis, Imbau Penumpang Waspada Wabah Penyakit Nipah dan TBC

    SAMPIT, kanalindependen.id – Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit memperketat pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Selama masa angkutan Lebaran 2026, BKK juga menyelenggarakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang maupun petugas di Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit.

    ​Kepala BKK Kelas II Sampit, dr I Gusti Ayu Agung Darmawati, menyampaikan bahwa layanan kesehatan gratis dilakukan untuk memastikan pemudik dapat melakukan skrining kesehatan dan dapat melanjutkan perjalanan mudik dalam keadaan sehat.

    “Fokus untuk dalam pelayanan kesehatan ini untuk memastikan seluruh pemudik dalam kondisi fisik yang siap untuk melakukan perjalanan jauh dalam kondisi sehat,” kata I Gusti Ayu Agung Darmawati, Minggu (15/3/2026).

    ​Layanan kesehatan gratis yang disediakan mencakup berbagai parameter pemeriksaan fisik dan medis dasar dengan target layanan 50 orang.

    Hingga siang hari saat diwawancarai, tercatat 34 orang telah memanfaatkan fasilitas ini dari target kuota yang disediakan.

    ​Pemeriksaan meliputi pengecekkan tekanan darah, berat badan, lingkar perut, tinggi badan, asam urat, hingga cek kadar kolesterol dan kadar gula darah.

    ”Berdasarkan pemeriksaan sementara, keluhan yang paling banyak ditemukan pada pemudik adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kadar kolesterol yang tinggi dan beberapa lainnya gula darah tinggi,” ujarnya.

    ​Walaupun demikian, semua yang menjalan8 pemeriksaan kesehatan terutama pemudik, masih dinyatakan layak untuk bepergian.

    ”Jika ditemukan masalah kesehatan, dokter kami akan memberikan informed consent dan obat-obatan secara gratis jika diperlukan,” ujarnya.

    Selain itu, ​BKK Kelas II Sampit tidak hanya memfokuskan pelayanan di Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit tetapi juga menjangkau wilayah kerja lainnya di Kalimantan Tengah. Seperti di Sukamara, Pelabuhan Kumai Pangkalan Bun.

    Pada puncak arus mudik, BKK mengerahkan 9 personel dalam satu shift yang dibagi ke dalam dua tim yaitu, tim pemeriksaan kesehatan gratis dan tim pengawasan di pintu embarkasi.

    ”Besok akan dilanjutkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Bandara Haji Asan Sampit. Kami juya menyiagakan satu unit ambulans yang siap melakukan evakuasi medis kapan saja jika diperlukan,” ujarnya.

    ​Di tengah antusiasme mudik, dr Ayu mengingatkan kepada para pemudik agar waspada terhada0 wabah seperti, Virus Nipah dan Tuberculosis (TBC). Saat ini, pihaknya tengah memperketat skrining terhadap potensi wabah tersebut.

    ​”Kami mengimbau pemudik untuk tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti menggunakan masker dan rajin mencuci tangan, terutama bagi anak-anak. Ini penting untuk mencegah keluar masuknya penyakit wabah yang berpotensi menular saat berkerumun di perjalanan,” tegasnya.

    ​Dalam menjalankan fungsi pengawasan ini, BKK Kelas II Sampit menegaskan tidak bekerja sendiri.

    Pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan Kotim dan Puskesmas setempat untuk memastikan penanganan kesehatan di wilayah pintu masuk pelabuhan dan bandara berjalan optimal melalui kolaborasi lintas sektor.

    ”​Layanan kesehatan ini rencananya akan terus diupayakan tersedia selama periode arus mudik dan balik, dengan penyesuaian jumlah petugas berdasarkan intensitas kedatangan kapal maupun pesawat,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Terkendali, Puluhan Personel Gabungan Siaga Penuh Layani Keberangkatan 2.683 Penumpang

    Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Terkendali, Puluhan Personel Gabungan Siaga Penuh Layani Keberangkatan 2.683 Penumpang

    SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit mencapai puncaknya pada Minggu (15/3/2026). Hal itu ditandai dengan berangkatnya tiga kapal dalam waktu berdekatan.

    Keberangkatan pertama dimulai dari KM Leuser tujuan Sampit-Semarang pukul 11.00 WIB yang mengangkut sebanyak 1.392 penumpang. Proses check ini dimulai dari jam 07.00 WIB.

    Meskipun jumlah penumpang cukup padat, situasi Terminal Penumpang di Jalan Usman Harun terpantau kondusif.

    Kedua sisi selatan dan utara yang biasanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua dan roda empat hingga menimbulkan kemacetan dapat diantisipasi dengan pemortalan sementara. Sehingga, area terminal steril dari kendaraan.

    Penumpang melakukan proses check in dengan tertib memasuki Terminal Penumpang memenuhi kursi tunggu milik aset Pelindo.

    Selain itu, untuk menghindari penumpukkan penumpang, kursi tunggu  di area outdoor dekat dermaga juga terisi penuh. Sehingga, penumpukkan penumpang bisa diantisipasi dengan baik berkat kerjasama puluhan personel gabungan yang siaga penuh di areal Pelabuhan Sampit.

    Setelah proses check in selesai, penumpang KM Leuser diarahkan menaiki kapal secara bertahap sekitar pukul 08.00 WIB.

    Personel yang siaga di sekitar dermaga juga menjalankan tugasnya dengan baik dengan mengimbau penumpang untuk tidak berdesak-desakan dan tak perlu terburu-buru karena  KM Leuser dijadwalkan berangkat pukul 11.00 WIB.

    Menghindari penumpang yang berjejal, PT Pelni menyediakan akses dua tangga menaiki kapal, sehingga proses embarkasi penumpang berjalan dengan teratur.

    Tiga jam sebelum keberangkatan KM Leuser, situasi dermaga tetap kondusif. Penumpang yang sudah menaiki kapal juga tak dikekang, tetap diberikan izin keluar jika ingin tetap mencari snack atau makanan di sekitar area terminal pelabuhan.

    Setelah proses embarkasi penumpang KM Leuser selesai, disusul penumpang KM Kirana III tujuan Sampit-Surabaya yang mengangkut sebanyak 768 penumpang. Kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) ini dijadwalkan berangkat pukul 12.00 WIB.

    Kemudian, dilanjutkan dengan KM Rucitra VI tujuan Sampit-Semarang yang mengangkut sebanyak 523 penumpang. Kapal yang juga milik PT DLU ini dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB.

    Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Hotman Siagian juga memastikan strategi penguraian penumpang yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, dengan menerapkan check in penumpang lebih awal sekitar 3-4 jam lebih awal, berhasil mengatasi penumpukkan penumpang yang kerap dikhawatirkan instansi terkait.

    Dia tak hanya memastikan semua penumpang terlayani dengan baik, tetapi juga memastikan tak adanya penumpukkan penumpang disekitar terminal pelabuhan.

    ”Kami sangat mengapresiasi kerjasama dari instansi terkait yang bersinergi memastikan kelancaran masa angkutan Lebaran. Meskipun terjadi lonjakan penumpang, bisa dilihat sendiri tidak ada penumpukkan yang signifikan di area pelabuhan. Ini semua hasil koordinasi ketat yany kami lakukan mulai dari jajaran KSOP, TNI Polri, jasa penyedia operator kapal, Pelindo yang siap siaga memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang,” kata Hotman Siagian, Kepala KSOP Kelas III Sampit yang datang meninjau langsung situasi dan kondisi penumpang di area pelabuhan,Minggu (15/3/2026).

    Tidak hanya itu, Hotman bersama Kadishub Kotim Raihansyah dan Kepala PT Pelni Cabang Sampit,Siti Nafillah serta instansi terkait, semalam sebelumnya juga meninjau tenda-tenda yang disediakan untuk penumpang yang jauh dari Kota Sampit agar bisa beristirahat.

    ”Operator kapal juga telah menyediakan 10 tiket cadangan. Tadi pagi, ada 9 orang warga dan termasuk pekerja asal NTB yang kehabisan tiket tetapi dibantu agar tetap bisa mudik melalui Surabaya menggunakan KM Kirana III,” ujarnya.

    Menurutnya, puncak arus mudik terjadi pada Minggu (15/3/2026), sehingga untuk menganstisipasi penumpukkan penumpang, KSOP telah mengerahkan 60 personel ditambah bantuan personel dari instansi terkait.

    ”Hari ini bisa kita katakan sudah memasuki puncak arus mudik Lebaran. Karena, ada tiga kapal yang berangkat dengan total angkutan 2.683 penumpang yang meninggalkan Pelabuhan Sampit,” ujarnya.

    Meski demikian, masih ada keberangkatan tiga call lagi, yaitu, KM Lawit rute Sampit-Semarang yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB, Senin (16/3/2026). Kapal ini diprediksi mengangkut 1.400 penumpang dengan kapasitas maksimal.

    Dilanjutkan, keberangkatan KM Kelimutu pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB dengan tiket terjual sekitar 1.200an dan dipastikan terisi penuh 1.400 sesuai kapasitas maksimal pada hari H keberangkatan.

    Kemudian, KM Kirana III yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB, Kamis (19/3/2026). Kapal milik DLU ini menjadi kapal terakhir yang melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit.

    ”Selama masa angkutan Lebaran terhitung 13-30 Maret 2026, telah tersedia lima armada yang beroperasi melayani 12 call keberangkatan,” jelasnya.

    ​KSOP memprediksi, masa angkutan Lebaran 2026 mengalami kenaikan penumpang 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    ”Angka ini lebih tinggi dari prediksi rata-rata nasional untuk transportasi laut yang berkisar di angka 6,5 persen hingga 6,7 persen,” ujarnya.

    Sementara itu, ​Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, juga meninjau langsung kondisi di area Pelabuhan Sampit untuk memastikan implementasi kalender Kamtibmas terkait pengamanan mudik berjalan maksimal.

    MENINJAU: Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain bersama Kepala KSOP Kelas III Sampit dan sejumlah pihak terkait meninjau langsung ke anjungan KM Leuser, Minggu (15/3/2026) siang. (Heny/Kanal Independen)

    ​”Pemantauan sudah dilakukan sejak malam kemarin, kami melihat situasi aman terkendali. Saya juga mengecek ke anjungan kapal dan penumpang sudah memasuki kapal dengan tertib tanpa kendala berarti,” kata Resky.

    ​Pihaknya juga telah mengantisipasi lonjakan intensitas kegiatan masyarakat, dengan menurunkan total 250 personel pengamanan.

    ”Khusus mulai malam tadi dan hari ini untuk area pelabuhan, jumlah personel di Pos Pelayanan ditingkatkan dari 20 menjadi 25 personel. Karena, hari ini kita memasuki puncak arus mudik, kita ingin semuanya berjalan lancar,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Tak Sediakan Kapal Cadangan, KSOP Sampit Berikan Dispensasi Tambahan Penumpang hingga 60 Persen

    Tak Sediakan Kapal Cadangan, KSOP Sampit Berikan Dispensasi Tambahan Penumpang hingga 60 Persen

    SAMPIT, kanalindependen.id – Selama masa angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit menyatakan tak menyediakan kapal cadangan.

    Meski demikian, KSOP memberikan dispensasi tambahan penumpang hingga 60 persen di masing-masing kapal yang beroperasional.

    Pemberian dispensasi ini diharapkan dapat menjadi solusi memaksimalkan layanan angkutan Lebaran bagi masyarakat yang ingin mudik melalui jalur transportasi laut.

    ”Untuk cadangan kapal selama masa angkutan untuk di Pelabuhan Sampit memang tidak tersedia, sebagai alternatif mengatasi pemudik yang kehabisan tiket, kami sudah memberikan dispensasi tambahan kapasitas penumpang kepada dua penyedia jasa operator kapal yaitu PT Pelni dan PT DLU yang beroperasi di Pelabuhan Sampit,” kata Hotman Siagian, Kepala KSOP Kelas III Sampit, saat diwawancara awak media usai menghadiri pembukaan posko angkutan Lebaran secara virtual di Ruang Pertemuan KSOP sampir, Jumat (13/3/2026) malam.

    Pada masa angkutan Lebaran 2026, Pemerintah juga tak menyediakan program mudik gratis. Namun, tetap memberikan stimulus ekonomi bagi para pemudik dengan pemberian diskon tarif sebesar 30 persen melalui kapal milik PT Pelni.

    ”Tahun ini tidak ada mudik gratis, program mudik gratis dari pemerintah biasanya hanya difokuskan di wilayah Indonesia bagian timur. Yang ada hanya program diskon tarif 30 persen melalui kapal milik PT Pelni,” ujarnya.

    Selama masa angkutan Lebaran 13–30 Maret 2026, ada lima armada kapal dengan total 12 call keberangkatan yang melayani rute Sampit–Semarang dan Sampit–Surabaya.

    Adapun lima armada yang akan melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit terdiri dari tiga kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan dua kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU).

    Tiga kapal Pelni tersebut yakni KM Lawit dengan kapasitas standar 912 penumpang dengan layanan dua call, KM Leuser berkapasitas standar 962 penumpang dengan dua call, serta KM Kelimutu berkapasitas 912 penumpang dengan satu call.

    Namun, setelah mendapatkan dispensasi tambahan penumpang, KM Lawit diberikan izin mengangkut hingga kapasitas maksimal 1.484, KM Leuser dapat mengangkut kapasitas maksimal 1.438 dan KM Kelimutu dapat dimaksimalkan hingga 1.334 penumpang sesuai dispensasi yang diberikan KSOP.

    Sementara dari operator PT Dharma Lautan Utama disiapkan dua kapal, yakni KM Kirana III berkapasitas standar 598 dapat dimaksimalkan hingga 800 penumpang dan KM Rucitra VI dengan kapasitas standar 372 dapat dimaksimalkan mengangkut penumpang hingga 600 penumpang.

    Dispensasi tambahan penumpang ini hanya berlaku selama masa angkutan Lebaran 2026. Dan, dapat diusulkan oleh penyedia jasa operator kapal pada momen peak season lainnya atau masa angkutan Nataru.

    Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit yang ditunjuk sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis memperjelas bahwa pada masa angkutan Lebaran 2026, pemerintah hanya memberikan dispensasi penambahan kapasitas penumpang hingga 60 persen untuk memaksimalkan daya angkut kapal yang tersedia.

    ”Kemenhub tidak akan menambah armada, tetapi memberikan dispensasi kapasitas sekitar 60 persen. Dengan memaksimalkan kapasitas kapal yang ada tentu bisa menjadi solusi bagi pemudik,” ujarnya.

    Pihaknya mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket mudik menggunakan kapal agar tidak memaksakan kehendak berangkat melalui Pelabuhan Sampit. Saran itu dilakukan demi keamanan dan keselamatan penumpang.

    ”Kami mengimbau kepada masyarakat Kotim dan sekitarnya agar tidak memaksakan berangkat lewat Pelabuhan Sampit, apabila tiket sudah terjual habis, sebaiknya mencari tiket kapal lain melalui pelabuhan alternatif terdekat supaya tetap bisa melakukan perjalanan mudik. Kami juga mengingatkan agar masyarakat membeli tiket melalui loket atau aplikasi resmi di masing’-masing operator jasa penyedia kapal, untuk menghindari dampak kerugian dan kepastian keberangkatan,” tandasnya. (hgn)

  • Diprediksi Naik 10 Persen, KSOP Sampit Siapkan Strategi Antisipasi Kepadatan Penumpang Menjelang Keberangkatan Kapal

    Diprediksi Naik 10 Persen, KSOP Sampit Siapkan Strategi Antisipasi Kepadatan Penumpang Menjelang Keberangkatan Kapal

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit.

    Berdasarkan proyeksi, jumlah penumpang tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2025.

    Hal itu disampaikan Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, usai menghadiri pembukaan posko secara serentak oleh Kementerian Perhubungan melalui rapat virtual di Ruang Pertemuan KSOP Sampit, pada Jumat (13/3/2026) malam.

    Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengatakan, Posko angkutan Lebaran resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Ruang Mataram,Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.

    ”Pembukaan posko angkutan Lebaran secara serentak dibuka oleh Pak Menteri Perhubungan, selama 18 hari terhitung mulai 13 Maret malam ini hingga 30 Maret 2026,” kata Hotman Siagian, Kepala KSOP Kelas III Sampit saat diwawancarai awak media usai pertemuan secara virtual berakhir,  Jumat (13/3/2026).

    Dalam pertemuan yang dihadiri stakeholder terkait, Hotman membacakan sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, yang menegaskan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan KSOP dan instansi terkait untuk mengutamakan keselamatan pelayaran sebagai prioritas absolut, dengan pemeriksaan kelaiklautan kapal dan kelengkapan alat keselamatan yang ketat.

    Menyesuaikan dan mengoptimalkan armada (jadwal, penambahan kapal, kapal cadangan/kapal negara) sesuai lonjakan penumpang.

    Berkoordinasi erat dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemda, operator pelabuhan dan pelayaran untuk antisipasi cuaca ekstrem, mitigasi risiko, dan respons cepat insiden.

    Menjaga integritas, menolak gratifikasi/penyimpangan, dan menjalankan prinsip 3P (Peduli regulasi, organisasi, SDM) dalam pelayanan.

    Aktif menginformasikan pelayanan dan pengaturan angkutan Lebaran lewat media sosial dan hotline kepada masyarakat.

    ”Sesuai arahan Dirjen Perhubungan Laut, selama masa posko berlangsung, kami bersama instansi terkait akan bersatu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan kapal laut,” ujar Hotman.

    Selama masa angkutan Lebaran 13–30 Maret 2026, ada lima armada kapal dengan total 12 call keberangkatan yang melayani rute Sampit–Semarang dan Sampit–Surabaya.

    ”Seluruh kapal yang beroperasi melayani angkutan Lebaran telah dinyatakan laik laut setelah melalui tahapan pemeriksaan aspek keselamatan dan keamanan oleh KSOP selaku penyelenggara pelabuhan,” ujarnya.

    Salah satu tahapan persiapan menghadapi masa angkutan Lebaran yang telah dilakukan adalah melakukan ramp check atau uji petik terhadap KM Dharma Rucitra VI yang dilaksanakan pada 2 Februari 2026 di Pelabuhan Sampit.

    ”Seluruh kapal yang beroperasi sudah mengikuti tahapan pemeriksaan aspek keselamatan dan keamanan sehingga dinyatakan laik laut,” jelasnya.

    ”Kami juga akan menyiagakan 6 unit kapal patroli milik KSOP yang seluruhnya dalam kondisi siap siaga,” tambahnya.

    Adapun lima armada yang akan melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni dan dua kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU).

    Tiga kapal Pelni tersebut yakni KM Leuser dengan kapasitas 1.438 penumpang dengan layanan dua call, KM Lawit berkapasitas 1.484 penumpang dengan dua call, serta KM Kelimutu berkapasitas 1.334 penumpang dengan satu call.

    Sementara dari operator PT Dharma Lautan Utama disiapkan dua kapal, yakni KM Kirana III berkapasitas 600 penumpang dengan tiga call serta satu kapal lainnya berkapasitas 800 penumpang dengan empat call.

    ”Harapannya sinergitas dan kolaborasi seluruh instansi bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat mulai dari pintu masuk pelabuhan hingga naik ke kapal,” tegas Hotman.

    Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit yang ditunjuk sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis mengatakan KSOP bersama penyedia jasa operator kapal dan instansi terkait telah menyiapkan strategi pengaturan arus penumpang untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di terminal pelabuhan, dengan melakukan proses check in dan embarkasi lebih awal dan mengarahakan penumpang menaiki kapal secara bertahap.

    ”Kami akan mengurai penumpukkan penumpang dengan memberlakukan proses check-in lebih awal, sekitar tiga sampai empat jam sebelum jadwal keberangkatan kapal,” jelasnya.

    KSOP Kelas III Sampit juga akan mengerahkan 60 personel untuk membantu pengaturan penumpang, ditambah dukungan personel dari instansi terkait lainnya.

    ”Strategi ini kami harapkan mampu mencegah kepadatan di area pelabuhan sekaligus memperlancar proses embarkasi penumpang,” ujarnya.

    Selain itu, KSOP juga telah memproyeksikan jumlah penumpang pada Lebaran 2026 yang diprediksi meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 10.551 penumpang naik dan 5.285 penumpang turun di Pelabuhan Sampit.

    Sementara, pada tahun 2026 diperkirakan terjadi penambahan sekitar 1.055 penumpang naik dan 528 penumpang turun.

    Dengan demikian, total penumpang diprediksi mencapai 11.606 penumpang naik dan 5.813 penumpang turun selama periode angkutan Lebaran 2026.

    Lebih lanjut Muchlis mengatakan, lonjakan penumpang juga sudah mulai terlihat sebelum masa angkutan Lebaran diaktifkan.

    Dia memprediksi puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit akan terjadi pada tanggal 15, 18 dan 19 Maret 2026.

    ”Sebelum tanggal 13 Maret lonjakan penumpang sudah terlihat. Berdasarkan informasi dari operator kapal PT Pelni dan PT DLU, penjualan tiket pada arus mudik Lebaran terutama pada keberangkatan kapal di tanggal 15, 18, 19 sudah terjual habis,” kata Gusti Muchlis.

    Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket agar mempertimbangkan menggunakan pelabuhan alternatif terdekat.

    ”Kami memberikan arahan kepada penumpang agar mencari pelabuhan alternatif terdekat supaya tetap bisa melakukan perjalanan mudik,” tandasnya. (hgn/ign)

  • SPMT Salurkan 5.200 Paket Sembako Gratis dalam Program Pelindo Berbagi Ramadan 2026

    SPMT Salurkan 5.200 Paket Sembako Gratis dalam Program Pelindo Berbagi Ramadan 2026

    SAMPIT, kanalindependen.id – Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui program Pelindo Berbagi Ramadan 2026 dengan menyalurkan ribuan paket bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    Program yang digelar pada Jumat, 6 Maret 2026 tersebut menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam berbagi kebahagiaan di bulan suci sekaligus mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, SPMT menyalurkan 5.200 paket sembako gratis, 7.800 paket takjil, serta 1.300 paket santunan bagi anak yatim.

    Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah Ramadan.

    Program Pelindo Berbagi Ramadan sendiri tidak sekadar menjadi agenda tahunan perusahaan, tetapi juga bagian dari komitmen berkelanjutan SPMT dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

    Dalam pelaksanaannya, seluruh karyawan SPMT turut terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial tersebut.

    Kehadiran para pekerja perusahaan di tengah masyarakat menciptakan suasana penuh kehangatan dan menjadi momentum silaturahmi yang memperkuat sinergi antara perusahaan dan lingkungan sekitar.

    Ketua Koperasi TKBM Teluk Kumai, Hendrik Fauziansyah, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan melalui program tersebut.

    ”Terima kasih kepada SPMT atas sembako gratisnya. Semoga tahun depan kuota sembako semakin meningkat dan SPMT semakin melesat,” ujarnya.

    Branch Manager Bumiharjo Bagendang SPMT, Yuvensius Andri Kartiko, menegaskan bahwa kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan menjadi bagian penting dari nilai kepedulian yang terus ditumbuhkan di lingkungan perusahaan.

    ”Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, SPMT berkomitmen untuk melanjutkan program-program sosial yang memberikan dampak luas dan berkelanjutan. Harapannya, nilai kepedulian yang tumbuh dalam setiap kegiatan dapat menjadi energi positif dan budaya yang membawa keberkahan bagi seluruh pihak terkait,” katanya.

    Dia menambahkan, perusahaan meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar. Karena itu, SPMT terus berupaya menghadirkan program sosial yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan.

    ”Kami berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan serta memperkuat nilai kebersamaan di bulan suci Ramadan yang penuh berkah,” ujarnya. (hgn)

  • 10 Penumpang Kapal di Sampit Tertipu Tiket Palsu, Tiga Orang Gagal Berangkat

    10 Penumpang Kapal di Sampit Tertipu Tiket Palsu, Tiga Orang Gagal Berangkat

    SAMPIT, kanalindependen.id – Modus penipuan penjualan tiket bodong alias tiket palsu kembali terjadi di Pelabuhan Sampit.

    Kejadian ini terungkap setelah salah seorang penumpang bernama Zainal Arifin melakukan proses check in untuk keberangkatan jam 09.00 WIB, Rabu (11/3/2026) menggunakan KM Kirana III.

    Saat petugas melakukan scan barcode, bukti pembelian tiket tidak terbaca oleh sistem.

    ”Waktu check in, kata petugas, barcode tidak terbaca, tidak boleh masuk,” kata Zainal.

    Zainal baru menyadari tiket yang dibelinya seharga Rp480 ribu tersebut ternyata palsu. Tiket itu dibelinya sekitar dua minggu yang lalu melalui temannya. Temannya kemudian mengarahkan ke seseorang yang diduga calo tiket.

    ”Teman saya biasanya beli lewat kenalannya, jadi merasa lancar saja, saya beli lewat temannya itu. Ini baru pertama kali, biasanya langsung datang ke loket kantor, karena rumah jauh, belinya lewat teman,” ucap Zainal yang mengaku berdomisili di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang.

    Awalnya ia tak menaruh curiga. Sebab, harga tiket yang ditawarkan sama dengan harga resmi di loket dan agen resmi.

    ”Saya beli kurang lebih dua minggu lalu seharga Rp480 ribu. Karena posisi saya jauh di Desa Sebabi, jadi beli lewat teman,” katanya.

    Bukan hanya Zainal, dua calon penumpang lainnya yang bernasib sama dengannya terpaksa gagal berangkat.

    ”Ingin berangkat beli tiket baru, katanya sudah lewat waktu keberangkatannya. Jadi, rencananya mau beli tiket lewat Semarang, kalau masih tersedia tiketnya,” ujarnya.

    Dari penelusuran di lapangan, ada 10 penumpang yang mengalami nasib sama. Namun, beruntungnya 7 penumpang lainnya, tak berpikir panjang untuk membeli tiket baru, sehingga tetap bisa diberangkatkan di waktu mepet.

    Sepuluh orang ini mengaku membeli tiket melalui oknum petugas berinisial G. Namun, saat diwawancarai awak media, G membantah dan mengaku hanya mengarahkan pembelian tiket melalui temannya yang berinisial F yang merupakan seorang calo tiket kapal.

    Atas kejadian tersebut, calo tersebut mengarahkan G mengganti uang tiket sebesar Rp 3,5 juta kepada 10 penumpang.

    Masing-masing tiket seharga Rp470 ribu. Tarif ini sedikit lebih mahal dibandingkan tiket resmi yang dijual seharga Rp465ribu per orang.

    Saat dimintai keterangan terkait uang yang kembali tak sesuai dengan yang dibayarkan. G menyebut bahwa dari 10 penumpang, 7 penumpang diantaranya belum membayar tiket secara full (lunas).

    ”Dari 10 orang ini, 7 orangnya belum bayar full. Saya juga sudah bantu membelikan tiket baru untuk tujuh orang ini,” ucap pengakuan G saat diwawancarai awak media tak jauh dari Terminal Penumpang.

    Dua aparat kepolisian juga telah menemui G yang diduga terlibat dalam tindakan modus penipuan penjualan tiket palsu. G dibawa ke Polsek setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

    Terpisah, Manager PT DLU Cabang Sampit Kacung Muhadi menanggapi insiden yang dialami oleh 10 penumpang tersebut.

    Menurutnya, modus penipuan penjualan tiket palsu dipastikan tidak akan bisa lolos dari sistem. Pasalnya, saat proses check in, setiap penumpang akan dimintai bukti pembelian tiket yang disertai barcode. Apabila barcode yang tertera tidak sesuai, maka secara otomatis ditolak oleh sistem.

    ”Ketika ada oknum yang memanfaatkan keuntungan dengan modus menjual tiket palsu, saat penumpang yang bersangkutan check in, otomatis saat scan barcode akan ditolak oleh sistem,” kata Kacung Muhadi.

    Dia mengimbau masyarakat Kalteng, khususnya Kotim agar membeli tiket melalui loket kantor DLU di Jalan Ahmad Yani atau melalui agen resmi atau melalui aplikasi DLU Ferry yang bisa diunduh melalui playstore di handphone android.

    ”Kami imbau kembali untuk pembelian tiket sebaiknya datang langsung ke loket kantor cabang DLU atau ke agen resmi kami atau lewat aplikasi DLU ferry,” ucapnya.

    Imbauan ini diharapkan dapat dipatuhi seluruh masyarakat Kotim untuk mencegah dan menghindari tindakan oknum atau calo penjualan tiket yang masih berkeliaran bebas di sekitar area Pelabuhan Sampit.

    ”Penumpang yang dipastikan tidak bisa berangkat, karena tiketnya terbukti palsu, kami berikan solusi untuk membeli tiket kembali dan mereka menyanggupi tidak keberatan. Namun, itu juga disesuaikan dengan waktu keberangkatan kapal, apabila jadwal kapal sudah lewat, maka pembelian tiket bisa dilakukan pada tanggal keberangkatan yang lain,” tandasnya. (hgn/ign)

  • H-9 Lebaran, Lonjakan Penumpang Kapal Mulai Terlihat

    H-9 Lebaran, Lonjakan Penumpang Kapal Mulai Terlihat

    SAMPIT, kanalindependen.id – Memasuki H-9 Lebaran 2026, lonjakan penumpang kapal yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pulau Jawa mulai terlihat.

    Hal itu dilihat dari situasi Terminal Penumpang di Pelabuhan Sampit pada Rabu (11/3/2026) yang terpantau ramai dipenuhi ratusan penumpang. Mereka mulai melakukan proses check in sekitar jam 06.00 WIB atau tiga jam sebelum jam keberangkatan.

    Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit Kacung Muhadi mengatakan, ada dua kapal DLU yang diberangkatkan jam 09.00 WIB, yaitu KM Kirana III tujuan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengangkut 766 penumpang plus 50 unit kendaraan dan KM Rucitra VI keberangkatan jam 12.00 WIB tujuan ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengangkut 524 penumpang dan 41 unit kendaraan campuran.

    ”Keberangkatan hari ini untuk dua kapal yang berangkat meninggalkan Sampit ada 1.290 penumpang. Di H-9 Lebaran ini, sudah mulai terlihat adanya peningkatan,” ujar Kacung Muhadi, Manager PT DLU Cabang Sampit, Rabu (11/3/2026).

    Kabar baiknya, PT DLU telah mendapatkan dispensasi penambahan kapasitas penumpang, sehingga jumlah penumpang yang diberangkatkan bisa lebih maksimal.

    Selain itu, pihaknya sudah membuka sistem penjualan tiket untuk kuota tambahan setelah dispensasi diberikan oleh KSOP Kelas III Sampit.

    Selama masa angkutan Lebaran 2026, DLU menyediakan dua armada KM Kirana III berkapasitas 598 penumpang rute Sampit-Surabaya dan KM Rucitra VI berkapasitas 372 penumpang yang melayani rute Sampit-Semarang.

    Namun, setelah mendapatkan dispensasi, jumlah penumpang bisa lebih dimaksimalkan sesuai ketentuan yang berlaku.

    ”Dispensasi sudah diberikan per 9 Maret 2026, sehingga keberangkatan dua kapal hari ini, itu sudah melebihi kapasitas standar, namun tetap ada batasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

    Pada masa angkutan arus mudik Lebaran, PT DLU masih melayani dua trip keberangkatan KM Kirana III rute Sampit-Surabaya pada tanggal 15 dan 19 Maret.

    Kemudian, dua trip keberangkaran KM Rucitra VI rute Sampit-Semarang pada tanggal 15 dan 18 Maret 2026.

    ”Selama masa angkutan Lebaran DLU menjadwalkan 8 call keberangkatan, yang terbagi atas 4 kali keberangkatan menuju Semarang dan 4 kali keberangkatan menuju Surabaya. Sedangkan untuk arus balik, telah disiapkan sebanyak 3 kali keberangkatan,” ujarnya.

    Dia memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Berdasarkan data penjualan tiket untuk keberangkatan tanggal 15, 18 dan 19 Maret 2026 penjualan tiket sudah habis terjual.

    “Puncak arus mudik kami prediksikan berlangsung pada tanggal 15, 18 dan 19 Maret. Kami pastikan penumpang terisi penuh sesuai denyan kapasitas muatan kapal yang telah dimaksimalkan sesuai dispensasi yang diberikan,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Jaga Kelancaran Mudik, Pj Sekda Kotim Instruksikan Nakes Siaga Penuh

    Jaga Kelancaran Mudik, Pj Sekda Kotim Instruksikan Nakes Siaga Penuh

    SAMPIT, kanalindependen.id – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur (Kotim), Umar Kaderi, memberikan instruksi tegas kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes) di wilayah Kotim untuk tetap bersiaga penuh selama masa mudik Lebaran 1447 Hijriah.

    Hal ini dilakukan untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu di tengah lonjakan arus mudik.

    ​Umar menegaskan bahwa nakes tidak diperkenankan meninggalkan tempat tugasnya, terutama di fasilitas kesehatan primer.

    ”Seluruh Puskesmas, IGD RSUD dr Murjani Sampit termasuk di posko tertentu sudah kami instruksikan agar tidak meninggalkan tempat. Paling tidak tenaga kesehatan yang bertugas di UGD standby 24 jam,” ujar Umar Kaderi saat diwawancarai usai agenda buka puasa bersama Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Jalan Ais Nasution, Jumat (6/3/2026).

    ​Langkah ini diambil mengingat intensitas perjalanan masyarakat yang diprediksi meningkat tajam, sehingga kesiapan Unit Gawat Darurat (UGD) menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

    ”Tadi kami juga sudah melaksanakan rapat lintas sektoral melibatkan Dandim, Polres, KSOP, SOPD terkait membahas kesiapan menghadapi pengamanan mudik Lebaran. Ada delapan posko yang disediakan, seperti di Pelabuhan Sampit, Bandara Haji Asan Sampit, Posko Terminal Patih Rumbih dan posko lain di luar Kota Sampit,” ujarnya.

    Selain itu, Pemkab Kotim juga memperhatikan aspek keselamatan transportasi di titik-titik krusial, termasuk penyediaan posko di Terminal Patih Rumbih yang dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan penumpang bus dan sopir pengemudi yang bertugas.

    Dinkes Kotim juga akan melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis yang melibatkan 10-15 nakes per setiap kegiatan termasuk melibatkan sejumlah nakes yang ditugaskan di setiap pokso pengamanan angkutan mudik Lebaran.

    ”Kita juga akan melakukan cek kesehatan gratis bagi para penumpang sebelum perjalanan menaiki bus dan pemeriksaan tes urine bagi para sopir,” jelasnya.

    Pemeriksaan urine ini bertujuan untuk memastikan para sopir tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang atau narkotika yang dapat membahayakan keselamatan penumpang.

    ​Dalam pelaksanaannya, selama posko diaktifkan per 13-30 Maret 2026, tim dari Dinas Kesehatan Kotim akan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Kotim untuk mengecek kelayakan personel maupun armada transportasi.

    Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait keamanan pangan selama Ramadan, Umar juga menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap makanan atau takjil yang dijual di pasar-pasar Ramadan.

    ​Rencana pengawasan ini akan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan tujuan ntuk memastikan konsumsi masyarakat tetap aman dengan melakukan pengecekan kandungan bahan berbahaya pada jajanan buka puasa secara berkala.

    “Kami akan koordinasi dengan BPOM. Biasanya BPOM melakukan pengawasan dan pembinaan lapangan melibatkan OPD terkait di kabupaten setiap momen menjelang Lebaran dan Nataru,” tandasnya. (hgn/ign)