Tag: pelabuhan sampit

  • KSOP Sampit Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran Tahun Ini Naik 12,8 Persen

    KSOP Sampit Prediksi Jumlah Pemudik Lebaran Tahun Ini Naik 12,8 Persen

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit memprediksi arus mudik melalui jalur laut pada Lebaran 2026 akan mengalami peningkatan sebesar 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Estimasi kenaikan ini didorong oleh penambahan jumlah armada kapal yang disiapkan untuk melayani rute Sampit menuju Surabaya dan Semarang.

    ​Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, mengungkapkan, total penumpang yang akan bertolak dari Sampit selama masa arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, diperkirakan mencapai angka 12.000 orang.

    ”Estimasi kami kenaikan jumlah penumpang sekitar 12,8 persen. Jika semua kapal terpenuhi semua sesuai kapasitas, diperkirakan ada sekitar 12.000-an penumpang yang berangkat meninggalkan Sampit,” ujar Gusti Muchlis, usai menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral membahas kesiapan pengamanan mudik Lebaran di Mapolres Kotim, Jumat (6/3/2026).

    Meskipun posko penyelenggaraan angkutan Lebaran baru resmi dimulai pada 13 Maret hingga 30 Maret 2026, Gusti menyebut bahwa puncak arus mudik sebenarnya sudah mulai terasa.

    Hal itu dilihat berdasarkan data dari operator kapal, tiket keberangkatan untuk tanggal 12, 14, 15 hingga 18 Maret dilaporkan sudah terjual habis.

    ​Kenaikan jumlah penumpang tahun ini juga didukung oleh ketersediaan armada yang lebih banyak dibandingkan tahun lalu, meskipun durasi masa angkutan laut kali ini lebih pendek, yakni hanya 18 hari.

    Sebagai informasi, ada dua penyedia jasa operator kapal yang melayani angkutan penumpang di Pelabuhan Sampit.

    KSOP: Gusti Muchlis Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit berfoto bersama jajarannya usai menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral di Mapolres Kotim, Jumat (6/3/2026).

    PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyediakan dua armada yaitu KM Kirana III dan KM Rucitra VI.

    Adapun PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni)  yang semula hanya mengoperasikan satu armada yaitu KM Lawit, akan menambah dua armada yaitu KM Leuser dan KM Kelimutu selama masa angkutan mudik Lebaran 2026.

    ”Tahun ini jumlah armadanya lebih banyak, karena ada tambahan dua armada dari Pelni. Untuk sementara tercatat ada 11 call  keberangkatan. Namun, dalam waktu dekat KM Kelimutu akan masuk berlabuh ke Pelabuhan Sampit, sehingga total diperkirakan ada 13 call yang disediakan dua operator kapal selama masa angkutan Lebaran tahun ini,” ujarnya.

    Muchlis menambahkan, sebelum memasuki masa angkutan Lebaran, pihaknya telah melakukan persiapan ​dengan memastikan seluruh armada dalam kondisi aman dan siap berlayar melayani penumpang.”Persiapan menghadapi musim mudik Lebaran sudah kami lakukan diawali dengan melalukan proses uji petik (ramp check) yang telah selesai dilaksanakan pada akhir Februari. Ramp check ini dilakukan untuk memastikan aspek kelaikan laut terpenuhi bagi seluruh kapal yang melayari rute Sampit menuju Surabaya dan Semarang,” katanya. (hgn/ign)

  • Pelindo Sampit Siapkan Zona Penurunan Penumpang, Terminal Akan Didesain Ulang

    Pelindo Sampit Siapkan Zona Penurunan Penumpang, Terminal Akan Didesain Ulang

    SAMPIT, kanalindependen.id – PT Pelindo Regional 3 Sampit merancang pembenahan fasilitas dengan desain ulang area Terminal Penumpang di Pelabuhan Sampit. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jasa transportasi laut.

    Salah satu langkah strategis yang diambil dalam waktu dekat adalah penyediaan buffer area atau zona penurunan penumpang (drop zone) baru dengan memanfaatkan lahan Pelindo (eks-Kantor Bea Cukai Sampit) yang berlokasi di sisi utara atau samping kanan Terminal Penumpang Jalan Usman Harun.

    ​Junior Manager Pelayanan Terminal Pelindo Regional 3 Sampit, Tri Purbo Waluyojati, menjelaskan, selama ini proses penurunan penumpang (drop zone) dilakukan tepat di depan pintu masuk terminal, yang kerap memicu penumpukan kendaraan.

    ”Kami sedang menyiapkan lahan eks-Bea Cukai seluas kurang lebih 1.000 meter persegi untuk difungsikan sebagai buffer area atau drop zone. Targetnya, minggu depan fasilitas ini sudah mulai difungsikan,” kata Tri Purbo Waluyojati saat diwawancarai awak media, di Dermaga Pelabuhan Sampit, Sabtu (7/3/2026).

    ​Area baru ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 40 hingga 50 kendaraan roda empat dan sekitar 100 kendaraan roda dua. Dengan adanya fasilitas ini, area depan terminal penumpang akan disterilkan dari parkir kendaraan demi alasan keselamatan (safety) dan kerapian, terutama saat menghadapi puncak arus penumpang (peak season) seperti arus mudik Lebaran dan Nataru.

    ”Area ini sudah kami siapkan sejak akhir Januari 2026 lalu, dengan melakukan pemangkasan pohon yang mengganggu dan penimbunan urukan tanah, karena lahan eks Bea Cukai Sampit ini sudah lebih dari 20 tahun ditutup seng biru dan tidak difungsikan,” katanya.

    ​Meskipun ada perubahan lokasi penurunan penumpang, Tri menegaskan, alur pemeriksaan atau check-in tetap berjalan seperti biasa.

    ”Untuk sementara, fasilitas buffer area ini kami gratiskan demi kelancaran pelayanan dan area depan terminal penumpang diberi pembatas sehingga steril dari kendaraan. Rencana ke depan, area terminal penumpang akan difungsikan sebagai ruang tunggu penumpang,” tambahnya.

    ​Selain pembenahan area parkir, Pelindo juga tengah mempersiapkan rencana besar (redesign) terminal penumpang yang dijadwalkan masuk tahap pelaksanaan atau rehab berat pada tahun 2027.

    ”Tujuan utama redesign ini untuk menambah kapasitas terminal. Saat ini kapasitasnya hanya 800 orang, dan akan kita tingkatkan minimal menjadi 1.200 orang. Bahkan, jika melihat kondisi peak season seperti Idulfitri yang bisa mencapai 1.500 penumpang, karena itu kami akan menyesuaikan desainnya agar bisa lebih maksimal,” jelas Tri.

    ​Proses desain saat ini sedang dikerjakan konsultan. Opsinya meliputi perubahan konstruksi bangunan secara menyeluruh atau memaksimalkan struktur yang ada dengan merombak tata letak interior, termasuk “makeover” kantor pelayanan yang juga akan dipercantik.

    ”Melihat kesiapan anggaran dari Pelindo Pusat, sepertinya opsi redesign tetap mempertahankan eksisting yang ada, hanya merubah layout agar dapat kapasitas ruang tunggu penumpang lebih maksimal,” ujarnya.

    ​Terkait fasilitas ruang tunggu saat ini, Tri mengakui bahwa meskipun ada lantai 2 yang bisa digunakan, banyak penumpang yang enggan naik karena faktor kenyamanan.

    Saat ini tersedia sekitar 550 kursi tunggu dari kapasitas maksimal 800 orang. Sebagian area sebelumnya dialihkan menjadi zona khusus, seperti smoking area.

    Selain itu, di terminal juga terdapat 10 unit kios berukuran 2 x 2 meter yang menjual makanan ringan bagi penumpang.

    Lebih lanjut Tri mengatakan, Pelindo berencana mengintegrasikan alur keberangkatan dan kedatangan (debarkasi) dalam satu pintu di terminal penumpang.

    Saat ini, penumpang yang baru datang masih diarahkan melalui terminal milik Dinas Perhubungan (Dishub).

    ”Ke depannya, desain jangka panjangnya nanti, keberangkatan, dan kedatangan akan satu pintu melalui terminal Pelindo, mirip dengan sistem di bandara. Jadi semuanya lebih teratur dalam satu area pelayanan,” katanya. (hgn/ign)

  • KM Kirana III Kembali Beroperasi usai Docking, DLU Siap Layani Angkutan Mudik Lebaran

    KM Kirana III Kembali Beroperasi usai Docking, DLU Siap Layani Angkutan Mudik Lebaran

    SAMPIT, kanalindependen.id – Setelah menyelesaikan proses docking atau perawatan rutin di galangan kapal, KM Kirana III milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) kembali beroperasi melayani penumpang, rute Sampit-Surabaya.

    Kehadiran kapal ini diharapkan memperkuat layanan angkutan laut menjelang arus mudik Lebaran 2026.

    ”Docking kapal sudah selesai. Kemarin KM Kirana III kembali beroperasi dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan membawa 29 penumpang. Kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan mengangkut 592 penumpang dan 20 unit kendaraan campuran,” kata Kacung Muhadi, Manager PT DLU Cabang Sampit, saat diwawancara usai melepas keberangkatan KM Kirana III di Dermaga Pelabuhan Sampit, Sabtu (7/3/2026).

    Kembali operasionalnya KM Kirana III membuat DLU bisa lebih maksimal melayani penumpang. Terutama selama masa angkutan arus mudik dan arus balik Lebaran yang umumnya selalu mengalami lonjakan.

    Selama masa angkutan Lebaran 2026, DLU menyediakan dua armada, yakni KM Kirana III berkapasitas 598 penumpang rute Sampit-Surabaya dan KM Rucitra VI berkapasitas 372 penumpang yang melayani rute Sampit-Semarang.

    ”Kami juga sudah usulkan dispensasi penambahan kapasitas penumpang ke KSOP, Insya Allah minggu depan di tanggal 15 Maret ada dua kapal DLU yang diberangkatkan dengan penambahan penumpang sesuai ketentuan dispensasi yang disetujui,” katanya.

    Namun, pihaknya masih menunggu keputusan resmi terkait jumlah penambahan kapasitas penumpang tersebut.

    ”Penambahannya berapa, masih belum tahu. Kami masih menunggu dispensasi. Kalau sudah dapat dispensasi, sistem penjualan tiket kapal bisa kembali kami buka, sehingga penumpang yang kehabisan tiket bisa terlayani,” ujarnya.

    Sebelumnya, PT DLU juga telah merilis jadwal terbaru rute Sampit-Surabaya untuk keberangkatan arus mudik Lebaran di tanggal 2 Maret, 7 Maret, 11 Maret, 15 Maret, 19 Maret.

    Kemudian, arus balik Lebaran kapal dijadwalkan berangkat 27 Maret, 31 Maret, 4 April, 8 April, 12 April, 16 April dan 20 April 2026.

    Untuk perjalanan kapal rute Sampit-Semarang dijadwalkan berangkat di tanggal 6 Maret, 11 Maret, 15 Maret, 18 Maret. Dan, untuk masa arus balik Lebaran dijadwalkan berangkat pada 28 Maret, 1 April, 6 April, 10 April dan 14 April 2026.

    ”Selama masa angkutan Lebaran DLU menjadwalkan 8 call keberangkatan, yang terbagi atas 4 kali keberangkatan menuju Semarang dan 4 kali keberangkatan menuju Surabaya. Sedangkan untuk arus balik, telah disiapkan sebanyak 3 kali keberangkatan,” ujarnya.

    Dia memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Berdasarkan data penjualan, tiket untuk keberangkatan tanggal 15 Maret terpantau sudah habis terjual. Pada tanggal itu juga dijadwalkan dua kapal berangkat di hari yang sama dengan waktu berdekatan.

    Keberangkatan KM Kirana III rute Sampit-Surabaya dijadwalkan pukul 12.00 WIB dan keberangkatan KM Rucitra VI rute Sampit-Semarang pukul 14.00 WIB.

    ”Sampai dengan keberangkatan 7 Maret ini, belum ada peningkatan signifikan dari periode sebelumnya,  peningkatannya hanya sedikit sekitar 3 persen,” katanya.

    Pihaknya juga telah mengantisipasi apabila terjadi perubahan cuaca, dengan berkoordinasi dengan BMKG.

    ”BMKG selalu mengeluarkan prakiraan cuaca untuk keamanan pelayaran kapal. Kendala yang kami khawatirkan itu hanya kondisi pasang surut air. Kita berharap tidak ada penundaan keberangkatan. Semua penumpang bisa terlayani tepat waktu sesuai jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan,” katanya. (hgn/ign)

  • Terapkan Tarif Tuslah, Puncak Arus Mudik Pelabuhan Sampit Diprediksi 15 dan 19 Maret 2026

    Terapkan Tarif Tuslah, Puncak Arus Mudik Pelabuhan Sampit Diprediksi 15 dan 19 Maret 2026

    SAMPIT, kanalindependen.id – PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit menerapkan tarif tuslah (penambahan biaya di luar tarif normal) secara bertahap hingga menjelang Lebaran 1447 Hijriah.

    Pemberlakuan tarif tuslah selain untuk menutupi lonjakan biaya operasional, juga untuk mendorong masyarakat melakukan mudik lebih awal untuk menghindari lonjakan penumpang.

    ”Saat ini sudah masuk tahap empat, terhitung periode 27 Februari -10 Maret dengan penyesuaian tarif naik 20 persen dan pada tahap lima periode 11-19 Maret tarif tiket kapal naik 40 persen dari harga normal,” kata Kacung Muhadi, Manager PT DLU Cabang Sampit saat diwawancarai di Dermaga Pelabuhan Sampit, Jumat (6/3/2026)

    Di tahap sebelumnya, DLU juga menawarkan program diskon tarif 20 persen terhitung 20 Januari – 8 Februari 2026 dan diskon tarif 15 persen dari periode 20-26 Februari 2026.

    Tarif normal untuk rute Sampit-Surabaya dikenakan seharga Rp 325.000 dan tarif tiket rute Sampit-Semarang seharga Rp 300.000.

    Dari pantauan Kanal Independen, pergerakan penumpang rute Sampit–Semarang yang dijadwalkan berangkat pukul 17.00 WIB terpantau ramai namun masih lancar.

    Masih belum terlihat lonjakan penumpang, dikarenakan belum memasuki arus mudik Lebaran.

    ”KM Dharma Rucitra VI pada perjalanan sebelumnya menurunkan sekitar 200 penumpang dan pada sore ini yang berangkat berjumlah 349 penumpang beserta 15 unit kendaraan campuran,” katanya.

    Selama masa angkutan Lebaran, DLU menyediakan dua armada KM Kirana III berkapasitas 598 penumpang rute Sampit-Surabaya dan KM Rucitra VI berkapasitas 372 penumpang yang melayani rute Sampit-Semarang.

    ”Selama masa angkutan Lebaran DLU menjadwalkan 8 call keberangkatan, yang terbagi atas 4 kali keberangkatan menuju Semarang dan 4 kali keberangkatan menuju Surabaya. Sedangkan untuk arus balik, telah disiapkan sebanyak 3 kali keberangkatan,” ujarnya.

    ​Kacung memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada pertengahan Maret 2026. Berdasarkan data penjualan, tiket untuk keberangkatan tanggal 15 Maret terpantau sudah habis terjual.

    Pada 15 Maret 2026 juga dijadwalkan dua kapal berangkat dihari yang sama dan di waktu yang berdekatan. Keberangkatan KM Kirana III rute Sampit-Surabaya dijadwalkan jam 12.00 WIB dan keberangkatan KM Rucitra VI rute Sampit-Semarang dijadwalkan jam 14.00 WIB.

    “Penjualan tiket masih tersedia untuk trip keberangkatan 18 Maret tujuan ke Semarang dan 19 Maret tujuan Surabaya, masyarakat Kotim yang ingin mudik bisa datang langsung ke loket kantor DLU di Jalan Ayani atau memesan melalui aplikasi resmi DLU,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Tiga Kapal Disiapkan, Pelni Sampit Layani Lima Jadwal Arus Mudik Lebaran

    Tiga Kapal Disiapkan, Pelni Sampit Layani Lima Jadwal Arus Mudik Lebaran

    SAMPIT, kanalindependen.id – Menghadapi arus mudik Lebaran 1447 Hijriah tahun ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit memastikan kesiapan armada untuk melayani lonjakan penumpang.

    Pelni Cabang Sampit yang biasanya mengoperasionalkan satu kapal, akan menambah dua kapal lagi untuk melayani angkutan Lebaran. Sehingga, selama masa angkutan Lebaran, ada tiga kapal KM Lawit, KM Leuser dan KM Kelimutu yang akan melayani penumpang.

    Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Siti Nafillah, mengungkapkan pihaknya telah menjadwalkan lima keberangkatan (call) kapal selama periode angkutan lebaran. Namun, jadwal untuk keberangkatan KM Kelimutu masih belum ditentukan, sehingga akan ada pembaharuan jadwal.

    ”Untuk masa arus mudik Lebaran ini, kami ada menyediakan lima call keberangkatan kapal. Tetapi, untuk KM Kelimutu saat ini masih menunggu selesai proses docking, sehingga nantinya akan ada pembaruan jadwal yang akan kami sampaikan ke masyarakat Kotim,” ujar Siti Nafillah saat ditemui di Pelabuhan Sampit, Minggu (1/3/2026).

    Untuk jadwal sementara, terdapat 1 call keberangkatan rute Sampit-Surabaya menggunakan KM Lawit yang dijadwalkan berangkat pada pukul 13.00 WIB, Minggu (1/3/2026) siang ini.

    Sedangkan empat call keberangkatan lainnya, melayani rute Sampit-Semarang yang dijadwalkan berangkat pukul 12.00 WIB, pada Sabtu, 14 Maret 2026 menggunakan KM Leuser.

    Keberangkatan berikutnya, dijadwalkan pukul 09.00 WIB pada Senin, 16 Maret 2026 menggunakan KM Lawit.

    Untuk dua call keberangkatan lainnya termasuk arus balik Lebaran yang dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB, pada Kamis 26 Maret 2026 menggunakan KM Lawit dan keberangkatan berikutnya pada pukul 12.00 WIB pada Senin 30 Maret 2026 menggunakan KM Leuser.

    ”Pada kedatangan kapal jam 16.00 WIB kemarin sore ada 139 penumpang yang turun dan yang berangkat 1 Maret 2026 jam 1 siang ini tujuan ke Surabaya mengangkut 617 penumpang,” katanya.

    NAIK KAPAL: Penumpang saat menaiki kapal. (IST/KANAL INDEPENDEN)

    Rencananya, KM Kelimutu akan beroperasional pada tanggal 12 Maret 2026 dan 18 Maret 2026.

    ”Ini masih rencana, karena kami juga masih menunggu release jadwal terbaru dari Pelni Pusat. Tetapi, kami pastikan KM Kelimutu tetap diprioritaskan melayani penumpang di Pelabuhan Sampit,” ujarnya.

    Siti Nafillah memprediksi puncak arus mudik di Pelabuhan Sampit akan jatuh pada tanggal 16 Maret 2026. Hal itu dilihat dari penjualan tiket kapal yang hampir ludes terjual pada jadwal keberangkatan 14 dan 16 Maret 2026.

    ”Jadwal keberangkatan KM Leuser tanggal 14 Maret dan KM Lawit tanggal 16 Maret, sudah hampir habis terjual. Keterisian jumlah penumpang sudah di atas 1.300 orang. Hanya tersisa sekitar 100 penumpang dan itupun non-seat,” jelasnya.

    Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Pelni sudah mengajukkan dispensasi penambahan kapasitas penumpang yang diberikan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit.

    Sebagai informasi, kapasitas KM Lawit, KM Leuser dan KM Kelimutu standarnya hanya memuat sekitar 900 penumpang. Namun, pada masa angkutan mudik Lebaran, kapasitas bisa ditingkatkan hingga 1.400 penumpang.

    ”Kapasitas 1.400 penumpang ini sudah termasuk dispensasi. Sehingga, kami tidak boleh mengangkut melebihi kapasitas yang ditentukan oleh KSOP,” ujarnya.

    Laman: 1 2

  • Memburu Harga sebelum Ongkos Naik, Penumpang Kapal di Sampit Hindari Berdesakan Mudik

    Memburu Harga sebelum Ongkos Naik, Penumpang Kapal di Sampit Hindari Berdesakan Mudik

    SAMPIT, kanalindependen.id – Mudik Lebaran tahun ini tak selalu soal rindu. Kadang soal menghitung peluang menghemat uang. Saat diskon masih beredar di akhir Februari dan tuslah sudah mengintip bulan Maret, penumpang dari Sampit mulai ”mencicil jarak” bergerak mudik lebih awal sebelum ongkos ikut naik bersama arus.

    ​Pergerakan arus mudik mulai nampak di Terminal Penumpang Pelabuhan Sampit, Kamis (26/2) petang. Ratusan penumpang bersiap naik KM Dharma Rucitra VI tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, rute yang kerap jadi pintu masuk pemudik menuju jalur darat ke berbagai kota di Jawa.

    ​Dino, misalnya, sudah memetakan perjalanan panjangnya menyeberang ke Surabaya. Dia mengaku membeli tiket seharga Rp308 ribu per orang untuk berangkat bersama saudara. Harga itu sudah termasuk diskon.

    ​Sementara itu, PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit menyatakan, pada keberangkatan Kamis (26/2), sekitar pukul 18.00 WIB, KM Dharma Rucitra VI mengangkut 315 penumpang.

    Manajer DLU Cabang Sampit, Kacung Muhadi, menyebut, pada minggu kedua Ramadan ini ada peningkatan penumpang dibanding hari biasa, meski belum signifikan.

    ​Muhadi juga menyampaikan program diskon tarif yang sudah berjalan dalam dua periode, yakni diskon 20 persen pada 20 Januari–8 Februari 2026 dan diskon 15 persen pada 20–26 Februari 2026.

    Menurutnya, diskon tersebut untuk memberi ruang bagi masyarakat agar mudik lebih awal dengan tarif lebih terjangkau. Hal itu supaya pemudik tak menumpuk saat puncak arus.

    Diskon itu tak berlangsung lama. Mulai periode Maret hingga menjelang Lebaran, DLU akan menerapkan pengenaan tarif tuslah.

    Bagi calon pemudik, hal itu bukan sekadar istilah teknis, melainkan sinyal bahwa biaya perjalanan potensial bertambah ketika permintaan naik dan hari-hari favorit mulai diperebutkan.

    Laman: 1 2