Penulis: Usay Nor Rahmad

  • Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    PALANGKA RAYA, Kanalindependen.id – Warga di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.

    Peringatan dini cuaca tersebut dikeluarkan melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya dan berlaku pada periode 16 hingga 18 Maret 2026.
    BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah saat ini dipengaruhi oleh adanya belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau di atmosfer wilayah tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.

    Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang kuat juga turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang menjadi pemicu hujan.

    “Situasi ini dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir atau kilat serta angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).

    Sejumlah wilayah yang diperkirakan berpotensi terdampak antara lain Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Timur, hingga Seruyan.
    Selain itu, potensi cuaca serupa juga dapat terjadi di wilayah Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

    BMKG mengingatkan, hujan dengan durasi singkat namun berintensitas tinggi dapat memicu berbagai dampak bencana hidrometeorologi. Beberapa di antaranya seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

    Karena itu masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama bagi yang beraktivitas di luar rumah maupun yang melakukan perjalanan antardaerah.

    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lokal yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan angin puting beliung.

    Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat juga disarankan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini. (***)

  • Dikira Tali, Ternyata Ular! Kecil Sih Tapi Bikin Syok Warga Sampit

    Dikira Tali, Ternyata Ular! Kecil Sih Tapi Bikin Syok Warga Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Suasana siang di sebuah rumah di Jalan Jiwa, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (16/3/2026), sempat berubah menjadi tegang. Benda kecil yang awalnya dikira hanya seutas tali ternyata seekor ular.

    Pemilik rumah, Dani, pertama kali menyadari keberadaan hewan melata tersebut saat melihat sesuatu di bawah meja. Awalnya ia tidak terlalu curiga, namun setelah diperhatikan lebih dekat, benda itu ternyata bergerak.

    Sontak saja temuan itu membuat penghuni rumah terkejut. Tak ingin mengambil risiko, Dani kemudian segera menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur melalui layanan emergency call.

    “Laporan kami terima sekitar pukul 11.13 WIB oleh petugas piket Peleton I. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke grup petugas untuk segera ditindaklanjuti,” ungkap Kepala Peleton Piket DIsdamkarmat Kotim Akhmad ilham Wahyudi.

    Tak butuh waktu lama, tim rescue Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar 17 menit kemudian, petugas tiba di rumah pelapor.

    Sesampainya di lokasi, petugas langsung diarahkan ke dalam rumah, tepatnya di bawah meja, tempat terakhir ular tersebut terlihat.

    Proses pencarian sempat berlangsung beberapa saat. Petugas harus memastikan posisi ular yang bersembunyi di sela-sela perabot rumah.

    Setelah dilakukan pencarian atau herping, ular akhirnya berhasil ditemukan. Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengevakuasi hewan tersebut dengan aman.

    Ular yang berhasil diamankan diketahui merupakan jenis ular sawo kopi (Coelognathus flavolineata) dengan panjang sekitar 20 sentimeter.

    Meski ukurannya relatif kecil, kemunculan ular di dalam rumah tentu saja cukup membuat penghuni rumah terkejut.

    Secara umum, ular sawo kopi merupakan salah satu jenis ular yang tidak berbisa dan cukup sering ditemukan di lingkungan permukiman maupun kebun. Ular ini biasanya memangsa hewan kecil seperti tikus dan kadal.

    Meski tidak berbahaya, kemunculan ular di dalam rumah tetap saja bisa membuat warga terkejut, terlebih jika muncul secara tiba-tiba di area dalam rumah.

    Setelah proses evakuasi selesai, petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik rumah tentang langkah pencegahan agar ular tidak kembali masuk ke dalam rumah.

    Salah satunya dengan menempatkan kapur barus atau bahan beraroma menyengat di beberapa sudut rumah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan melata.

    Operasi penanganan tersebut berlangsung cepat. Penanganan dimulai sekitar pukul 11.33 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 11.45 WIB.

    Setelah memastikan situasi aman, petugas kembali ke Markas Komando Damkarmat Kotawaringin Timur untuk melanjutkan tugas lainnya.

    Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun kejadian ini menjadi pengingat bagi warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya hewan liar di sekitar rumah, terutama di area yang memiliki banyak celah atau tumpukan barang. (***)

  • Idulfitri Tanpa Sampah Menumpuk, DLH Kotim Siapkan Personel

    Idulfitri Tanpa Sampah Menumpuk, DLH Kotim Siapkan Personel

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur memastikan pelayanan persampahan tetap berjalan selama perayaan Hari Raya Idulfitri. Personel telah disiapkan untuk tetap bertugas guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya timbunan sampah saat momentum hari besar keagamaan tersebut.

    Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan, pihaknya telah mengatur jadwal petugas agar pelayanan persampahan tetap berjalan baik di depo maupun pengangkutan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

    “Pelayanan persampahan pada hari raya keagamaan terutama Idulfitri tetap berjalan. Kami memang mengantisipasi kemungkinan adanya timbunan sampah yang lebih besar,” kata Marjuki, Senin (16/3/2026).

    Menurutnya, meskipun hari raya identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, volume sampah di Kotawaringin Timur biasanya tidak mengalami kenaikan yang terlalu signifikan.

    Saat ini, rata-rata volume sampah yang ditangani DLH Kotim mencapai sekitar 22 rit per hari atau setara dengan sekitar 77 ton sampah.

    “Memang pada hari-hari tertentu bisa ada kenaikan, tetapi secara umum tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

    Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, DLH Kotim menerapkan sistem shift bagi petugas, terutama pada hari H Idulfitri. Petugas tetap berjaga di depo sampah dan melakukan pengangkutan secara rutin.

    “Untuk hari H kami tetap siapkan personel. Pelayanan di depo tetap ada, pengangkutan juga tetap berjalan. Jadi tidak ada istilah libur,” jelasnya.

    Namun demikian, kegiatan penyapuan jalan kemungkinan tidak dilakukan secara maksimal karena biasanya tidak menimbulkan timbunan sampah yang besar selama hari raya.

    Marjuki menjelaskan, pengelolaan sampah di Kotawaringin Timur juga terbantu dengan adanya jasa pengangkutan menggunakan kendaraan roda tiga atau tossa yang banyak dimanfaatkan masyarakat.

    Biasanya kendaraan tersebut sudah mulai beroperasi sejak pagi hari mengambil sampah dari rumah tangga, kemudian pada siang hari diantar ke depo untuk selanjutnya diangkut menuju TPA.

    Selain itu, pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir juga dipastikan tetap berjalan. Petugas piket disiapkan untuk mengatur proses pembuangan sampah sesuai dengan sistem pengelolaan yang telah diterapkan.

    Di TPA, pengelolaan sampah kini telah menggunakan sistem landfill, sehingga pembuangan sampah tidak lagi dilakukan secara sembarangan seperti sebelumnya.

    “Di TPA sudah ada petugas piket dan pengelolaannya juga sudah diatur dengan sistem landfill,” katanya.

    Ia menambahkan, komitmen pengelolaan sampah yang baik terus dijaga oleh pemerintah daerah. Bahkan baru-baru ini sanksi terhadap TPA di Kotawaringin Timur telah dicabut oleh pemerintah pusat.

    “Dari sekitar 250 TPA yang sebelumnya mendapat sanksi, TPA Kotim sudah dicabut sanksinya. Ini harus kita jaga,” ujarnya.

    DLH Kotim juga mengatur operasional depo sampah agar tidak menerima sampah melewati pukul 00.00 WIB. Salah satu depo yang cukup sibuk adalah Depo Sahati yang setiap harinya bisa menerima sekitar delapan hingga sepuluh rit sampah karena melayani wilayah Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

    Dengan berbagai kesiapan tersebut, DLH Kotim memastikan pelayanan persampahan selama Idulfitri tetap berjalan normal sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi penumpukan sampah.

    “Yang jelas personel kami sudah siap dan tidak ada masalah soal persampahan saat Idulfitri,” tegas Marjuki. (***)

  • Kebakaran Lahan Terjadi Lagi di Sampit

    Kebakaran Lahan Terjadi Lagi di Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kebakaran lahan kosong yang dipenuhi semak belukar terjadi di Jalan Metro TV, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu pagi (15/3/2026).

    Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Eva melalui panggilan darurat ke Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur sekitar pukul 08.06 WIB.

    Mendapat laporan tersebut, petugas dari Peleton III Damkar Kotim langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 08.11 WIB dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran.

    Setelah menempuh jarak sekitar empat kilometer, petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.21 WIB. Tim kemudian melakukan penilaian situasi awal sebelum memulai proses pemadaman.

    Kepala Regu Personel Lapangan Disdamkarmat Kotim Sukmana Saleh bersama sejumlah personel lainnya segera melakukan penyiraman untuk mencegah api merambat ke area sekitar yang dipenuhi semak belukar.
    Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

    Upaya pemadaman berjalan cukup cepat. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 08.54 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
    Setelah dilakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 08.58 WIB dan seluruh personel kembali ke Markas Komando Damkar Kotim sekitar pukul 09.14 WIB.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun berdasarkan laporan petugas, kebakaran lahan kosong tersebut diduga disebabkan oleh unsur kesengajaan atau arson.

    Cuaca cerah saat kejadian turut membantu proses pemadaman sehingga api tidak sempat meluas ke area lain.

    Usai penanganan kebakaran tersebut, petugas kembali bersiaga di markas untuk melanjutkan tugas pelayanan kebencanaan lainnya. (***)

  • Enam Sopir Travel di Sampit Positif Narkoba Saat Pemeriksaan Arus Mudik Lebaran

    Enam Sopir Travel di Sampit Positif Narkoba Saat Pemeriksaan Arus Mudik Lebaran

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Pemeriksaan kesehatan terhadap para sopir angkutan penumpang yang dilakukan selama pengawasan arus mudik Lebaran di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, menemukan fakta yang cukup mengejutkan.

    Sebanyak enam sopir travel atau taksi dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim serta Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim.

    Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan bahwa pihaknya hanya bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan. Sementara penanganan lanjutan terhadap sopir yang terbukti menggunakan narkoba menjadi kewenangan instansi lain.

    “Yang positif itu sopir travel. Kami sebatas melakukan pemeriksaan kesehatan. Untuk penanganan lebih lanjut kami bekerja sama dengan BNNK Kotim dan Satres Narkoba Polres Kotim,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

    Menurutnya, dalam rapat koordinasi sebelumnya telah disepakati bahwa BNNK Kotim akan menangani dari sisi pengguna, termasuk kemungkinan rehabilitasi. Sedangkan pihak kepolisian bertugas menindaklanjuti jika terdapat pengembangan kasus yang berkaitan dengan peredaran narkoba.

    Selain pemeriksaan narkoba, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan para sopir tetap prima selama mengemudi di masa arus mudik.

    Tim kesehatan tidak hanya melakukan tes urine, tetapi juga memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, serta indeks massa tubuh para sopir.

    “Kami juga memberikan penyuluhan kepada para sopir travel. Misalnya jika gula darahnya tinggi, biasanya mereka mudah lelah saat mengemudi. Karena itu kami sarankan mengurangi makanan tinggi gula, cukup istirahat, dan memberikan obat-obatan seperlunya,” jelas Nugroho.

    Dalam kegiatan tersebut, sopir yang dinyatakan positif narkoba langsung ditahan KTP-nya oleh petugas. Mereka juga diberikan surat tidak layak jalan serta diwajibkan menjalani proses pemeriksaan lanjutan oleh instansi terkait.

    Pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi ini dilakukan selama empat hari di beberapa titik berbeda di Sampit.

    Pada 13 Maret 2026, pemeriksaan dilakukan di Terminal Patih Rumbih dengan sasaran sopir bus antar kota antar provinsi. Dari 28 sopir bus yang diperiksa, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.

    Namun hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan variasi kondisi. Sebanyak 20 orang memiliki tekanan darah normal, sementara delapan orang mengalami tekanan darah tinggi. Untuk kadar gula darah, 22 orang dinyatakan normal dan enam orang memiliki kadar gula darah tinggi. Selain itu terdapat tujuh orang yang masuk kategori obesitas.

    Sementara pada 14 Maret 2026, pemeriksaan dilanjutkan di Pos Pengamanan Terpadu Islamic Center Sampit dengan sasaran sopir taksi atau travel.

    Dari 26 sopir travel yang diperiksa, hanya tujuh orang yang memiliki tekanan darah normal, sementara 19 orang lainnya mengalami tekanan darah tinggi. Untuk kadar gula darah, 23 orang dinyatakan normal dan tiga orang memiliki kadar gula tinggi.

    Pemeriksaan indeks massa tubuh juga menunjukkan satu orang dalam kategori obesitas, delapan orang pra-obesitas, 14 orang dengan kondisi normal, dan tiga orang dalam kategori kurus.

    Dari pemeriksaan narkoba yang dilakukan di lokasi tersebut, enam sopir travel dinyatakan positif menggunakan narkoba.

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba ini masih akan terus berlanjut di sejumlah titik lainnya hingga 16 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang selama arus mudik Lebaran. (***)

  • Api Menyala Menjelang Buka Puasa, Gudang di Jalan Pelita Barat Sampit Terbakar

    Api Menyala Menjelang Buka Puasa, Gudang di Jalan Pelita Barat Sampit Terbakar

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di kawasan Jalan Pelita Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak berubah tegang.
    Asap tebal terlihat membumbung dari sebuah bangunan di kawasan tersebut pada Sabtu sore (14/3/2026).

    Warga yang sedang bersiap menyambut waktu berbuka pun bergegas keluar rumah setelah melihat api mulai membakar bangunan yang diduga merupakan gudang penyimpanan.

    Dalam waktu singkat, kabar kebakaran itu menyebar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung kejadian tersebut.

    Salah seorang warga setempat, Fatur, mengatakan bangunan yang terbakar berada di kawasan Jalan Pelita Barat dan diduga digunakan sebagai gudang.

    “Benar di Jalan Pelita Barat. Kalau kata orang-orang di sini itu gudang penyimpanan,” ujarnya.

    Laporan kebakaran tersebut masuk ke petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur sekitar pukul 17.10 WIB. Informasi pertama kali disampaikan oleh seorang warga bernama Harjono, yang tinggal di Jalan Kopi Selatan, Kelurahan Mentawa Baru Hilir.

    Tak lama setelah menerima laporan, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi. Petugas berangkat pada 17.11 WIB dan tiba di lokasi hanya beberapa menit kemudian. Proses penanganan kebakaran dimulai sekitar 17.14 WIB.

    Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan size up atau penilaian cepat terhadap kondisi kebakaran sebelum memulai proses pemadaman.

    Berdasarkan laporan Disdamkarmat Kotim, api diduga berasal dari pembakaran sampah di pinggir jalan yang kemudian merambat ke area lahan di sekitar gudang. Di bagian belakang bangunan terdapat tumpukan kayu lapuk yang berada di dinding luar gudang, sehingga api dengan cepat membesar dan membakar bangunan serta lahan di sampingnya.

    Bangunan yang terbakar merupakan gudang berukuran sekitar 5 x 5 meter dengan konstruksi kayu dan dinding seng. Selain itu, api juga sempat merambat ke area lahan seluas kurang lebih 20 x 15 meter di sekitar bangunan.

    Petugas pemadam akhirnya berhasil melokalisir api setelah melakukan pemadaman selama sekitar 33 menit.
    Operasi penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada 17.41 WIB, dan situasi di lokasi dinyatakan aman.

    Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.

    Proses pemadaman melibatkan 14 personel pemadam kebakaran dari Peleton II yang dipimpin oleh M. Febbry sebagai Kepala Peleton. Operasi tersebut juga didukung oleh sejumlah instansi dan relawan, di antaranya BPBD Kotim, PMI Kotim, Balakar Ketapi 3, serta Balakar Swadaya.

    Tiga unit kendaraan pemadam turut dikerahkan ke lokasi, yakni MTPK 13, MUPK 05, dan satu unit Hilux.
    Lokasi kebakaran sendiri berjarak sekitar 4,8 kilometer dari markas pemadam, dengan waktu tempuh sekitar tiga menit.

    Meski api telah berhasil dipadamkan, kejadian tersebut sempat menyita perhatian warga yang berkumpul di sekitar lokasi sambil menyaksikan proses pemadaman.
    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran sampah di sekitar permukiman dan bangunan dapat memicu kebakaran, terutama ketika terdapat material mudah terbakar di sekitarnya. (***)

  • Pilihan Penginapan di Ujung Pandaran

    Pilihan Penginapan di Ujung Pandaran

    SAMPIT, Kalanindependen.id – Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai lebih lama, sejumlah homestay di kawasan Ujung Pandaran juga menawarkan berbagai pilihan tempat menginap dengan fasilitas yang beragam.

    Salah satu yang cukup dikenal adalah Camp Kobes, yang memiliki menara pandang langsung menghadap laut. Dari tempat ini pengunjung bisa menikmati panorama matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama Ujung Pandaran. Bagi yang ingin melakukan pemesanan, pengelola Camp Kobes dapat dihubungi melalui nomor 0852 4928 9410.

    Pilihan lain adalah Amamas, yang cocok untuk rombongan keluarga maupun kegiatan komunitas. Di lokasi ini tersedia aula terbuka, taman, hingga fasilitas outbound yang membuat suasana liburan terasa lebih seru. Pengunjung dapat menghubungi pengelola Amamas melalui nomor 0853 4656 2490.

    Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang lebih santai, Pantai Tebing Kalap juga menjadi alternatif menarik. Tempat ini dikenal dengan ayunan kayu yang menghadap langsung ke laut, menjadikannya spot favorit untuk bersantai maupun berfoto. Informasi penginapan dapat diperoleh melalui nomor 0853 4793 7766.

    Sementara itu, Pantai Jodoh Kalap juga menjadi salah satu pilihan penginapan yang cukup diminati wisatawan karena suasananya yang tenang dan dekat dengan bibir pantai. Pengunjung dapat menghubungi pengelola melalui nomor 0815 2856 2997.

    Bagi yang mencari penginapan yang lebih sederhana dan ekonomis, beberapa pondok penginapan seperti Bintang Ujung Pandaran, Kaganangan, dan Pandaran JJ juga tersedia di kawasan ini. Pengelola Bintang Ujung Pandaran dapat dihubungi melalui nomor 0852 5244 6599, sementara Kaganangan melalui nomor 0858 2130 6473, dan Pandaran JJ melalui nomor 0823 5211 5348.

    Dengan berbagai pilihan tersebut, wisatawan memiliki banyak alternatif tempat bermalam setelah menikmati suasana pantai, bermain pasir, atau sekadar menunggu senja tenggelam di garis cakrawala Ujung Pandaran. (***)

  • Camat Diserang Saat Jalankan Tugas, Forcasi Kotim: Ini Tidak Bisa Ditoleransi

    Camat Diserang Saat Jalankan Tugas, Forcasi Kotim: Ini Tidak Bisa Ditoleransi

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Insiden kericuhan yang terjadi saat mediasi konflik Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya di Kecamatan Mentaya Hilir Utara kini menuai perhatian serius.

    Forum Camat Seluruh Indonesia (Forcasi) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap Camat Mentaya Hilir Utara (MHU), Zikrillah, yang terjadi saat ia memimpin proses mediasi dengan warga.

    Ketua Forcasi Kotim Sufiansyah, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap pejabat pemerintah yang sedang menjalankan tugas negara tidak dapat ditoleransi.

    “Kami meminta aparat penegak hukum memproses laporan anggota kami, Camat MHU, terkait oknum Gapoktan Bagendang Raya. Hal seperti ini tidak boleh menjadi tindakan anarkis atau main hakim sendiri,” kata Sufiansyah, Kamis (12/3/2026).

    Menurutnya, penanganan kasus tersebut secara tegas penting untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
    Ia menilai, tindakan kekerasan yang terjadi dalam forum mediasi tersebut telah melanggar aturan dalam menyampaikan aspirasi.

    “Kejadian tersebut terjadi saat proses mediasi. Kami mengecam tindakan itu karena sudah melanggar aturan dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

    Sufiansyah juga mengungkapkan bahwa Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah, telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian agar diproses secara hukum.

    “Anggota kami selaku korban sudah melaporkan kejadian tersebut tadi malam ke Polda Kalteng,” tambahnya.

    Forcasi yang beranggotakan 17 camat se-Kotawaringin Timur itu berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Mereka juga meminta aparat kepolisian tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak yang memprovokasi terjadinya kericuhan.

    Sebelumnya, kericuhan terjadi saat pertemuan mediasi terkait polemik kepengurusan Gapoktanhut Bagendang Raya yang digelar di Kantor Camat Mentaya Hilir Utara, Rabu, 11 Maret 2026.

    Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah warga untuk membahas pengesahan tanda tangan dalam pemilihan ketua Gapoktanhut. Namun sebagian peserta yang tidak puas dengan hasil pembahasan kemudian tersulut emosi hingga situasi berubah ricuh.

    Dalam keributan itu, Camat Mentaya Hilir Utara Zikrillah, dilaporkan sempat mengalami serangan dari warga.
    Beruntung aparat gabungan dari TNI dan kepolisian yang berada di lokasi segera mengamankan camat dari kerumunan massa.

    Kapolsek Sungai Sampit, Dhafi Kurnia, juga terlihat turun langsung menenangkan situasi serta melerai warga yang masih dalam kondisi emosi. (***)

  • Langit Kalteng Sedang Tak Menentu, MJO Aktif, Waspada Hujan Lebat Hingga 14 Maret

    Langit Kalteng Sedang Tak Menentu, MJO Aktif, Waspada Hujan Lebat Hingga 14 Maret

    Kanalindependen.id – Langit di atas Kalimantan Tengah tampaknya sedang tidak bersahabat dalam beberapa hari ke depan. Bagi Anda yang kerap beraktivitas di luar ruangan, ada baiknya mulai menyiapkan payung atau mantel hujan lebih awal.

    Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya baru saja memberikan sinyal waspada bagi masyarakat di Bumi Tambun Bungai.

    Bukan tanpa alasan, sejak tanggal 12 hingga 14 Maret 2026 mendatang, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dibarengi kilatan petir serta embusan angin kencang diprediksi akan menyapa sejumlah wilayah.

    Fenomena ini dipicu oleh “tamu” dari langit yang disebut Madden–Julian Oscillation (MJO). Saat ini, MJO sedang dalam fase aktif di wilayah Pasifik Barat, yang secara tidak langsung memberikan energi tambahan bagi pembentukan awan hujan di sekitar kita. Kondisi ini diperparah dengan adanya belokan angin dan pertemuan massa udara atau konvergensi tepat di atas Kalimantan Tengah.

    Akibat atmosfer yang cenderung labil ini, awan-awan konvektif yang membawa massa air dalam jumlah besar bisa terbentuk dengan sangat cepat. Dampaknya, hujan lebat bisa tumpah dalam waktu yang relatif singkat namun cukup kuat untuk mengganggu jarak pandang maupun aktivitas harian.

    Jika kita melihat peta prakiraan cuaca, pada hari ini, Kamis 12 Maret, wilayah Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, hingga Kapuas bagian utara menjadi daerah pertama yang harus bersiap menghadapi guyuran hujan. Memasuki hari Jumat, konsentrasi awan hujan nampaknya masih enggan beranjak dari wilayah utara Barito Utara dan Murung Raya.

    Puncaknya pada hari Sabtu, 14 Maret, cakupan cuaca ekstrem ini diperkirakan akan meluas hingga menyentuh wilayah Kotawaringin Timur dan bagian utara Katingan. Dengan kondisi alam yang sulit ditebak seperti sekarang, kewaspadaan adalah kunci agar perjalanan maupun pekerjaan Anda tetap aman di bawah bayang-bayang cuaca ekstrem ini. (***)

  • Kontroversi Baru di Dunia Open Source, AI Menulis Ulang Kode, Lisensi Ikut Diganti

    Kontroversi Baru di Dunia Open Source, AI Menulis Ulang Kode, Lisensi Ikut Diganti

    Kanalindependen.id – Di dunia perangkat lunak terbuka atau open source, aturan soal lisensi selama ini dianggap sebagai hal yang jelas.

    Jika seseorang menggunakan atau mengembangkan ulang sebuah program, ia harus mengikuti aturan lisensi yang sudah ditetapkan oleh pembuatnya.

    Namun di era kecerdasan buatan (AI), aturan lama itu mulai dipertanyakan.

    Perdebatan baru muncul setelah sebuah proyek perangkat lunak populer bernama chardet, pustaka Python yang banyak digunakan untuk mendeteksi jenis teks dalam berbagai bahasa, dirilis dalam versi terbaru.

    Versi baru ini disebut-sebut ditulis ulang dengan bantuan AI.

    Masalahnya bukan pada teknologi yang digunakan, melainkan pada keputusan yang datang setelahnya.

    Pengembang proyek tersebut mengubah lisensi software dari LGPL, yang memiliki aturan cukup ketat, menjadi MIT, lisensi yang jauh lebih bebas digunakan.

    Perubahan ini langsung memicu diskusi panjang di komunitas open source.

    Pertanyaan utamanya sederhana, tetapi jawabannya tidak mudah: apakah kode yang ditulis ulang oleh AI benar-benar bisa dianggap sebagai karya baru?

    Jika memang sepenuhnya baru, maka mengganti lisensi mungkin saja diperbolehkan.

    Namun jika kode tersebut masih dianggap sebagai turunan dari proyek lama, maka lisensi aslinya seharusnya tetap berlaku.

    Dalam dunia pengembangan perangkat lunak sebenarnya ada konsep yang dikenal sebagai clean-room implementation.

    Artinya, sebuah program ditulis ulang dari awal tanpa melihat atau menyalin kode dari proyek sebelumnya.

    Jika proses ini benar-benar dilakukan, maka program baru dapat memiliki lisensi yang berbeda. Namun ketika AI ikut terlibat, batasnya menjadi tidak lagi jelas.

    AI belajar dari berbagai contoh kode yang ada di internet. Karena itu, sebagian pengembang mempertanyakan apakah hasil yang ditulis AI benar-benar bisa disebut sebagai karya yang sepenuhnya baru.

    Persoalan ini juga semakin rumit karena dari sisi hukum, AI sendiri tidak dianggap sebagai pencipta yang memiliki hak cipta.

    Artinya, kode yang dihasilkan AI bisa saja berada dalam wilayah abu-abu secara hukum. Bagi komunitas open source, situasi ini menimbulkan kekhawatiran baru.

    Jika AI dapat digunakan untuk menulis ulang sebuah proyek lalu mengganti lisensinya, maka banyak proyek open source yang selama ini dilindungi oleh lisensi tertentu bisa kehilangan perlindungan tersebut.

    Perusahaan atau pihak lain mungkin saja mengambil proyek yang sudah ada, meminta AI menulis ulang kodenya, lalu merilisnya kembali dengan lisensi yang lebih bebas.

    Sebagian pengembang melihat ini sebagai potensi masalah besar bagi masa depan open source. Namun di sisi lain, ada pula yang menganggapnya sebagai bagian dari perubahan besar dalam dunia teknologi.

    AI kini tidak hanya membantu menulis kode, tetapi juga mulai memunculkan pertanyaan baru tentang kepemilikan, hak cipta, dan aturan lisensi.

    Untuk saat ini, belum ada jawaban yang benar-benar pasti. Tetapi satu hal mulai terlihat jelas: ketika AI mulai ikut menulis software, aturan lama tentang kode dan lisensi juga ikut dipertanyakan. (***)