Penulis: Usay Nor Rahmad

  • Danau Tak Terkelola Jadi Tempat Liburan, Nyawa Jadi Taruhan

    Danau Tak Terkelola Jadi Tempat Liburan, Nyawa Jadi Taruhan

    SAMPIT, Kanalindependen.id –  Airnya tenang. Sekilas terlihat aman.

    Di beberapa sudut Kota Sampit, danau-danau itu kini berubah wajah. Dari bekas galian C yang dulu ditinggalkan, kini menjelma menjadi tempat wisata dadakan. Orang datang, anak-anak bermain, keluarga berkumpul.

    Tak banyak yang tahu atau mungkin tak banyak yang mau tahu apa yang tersembunyi di balik permukaan airnya.

    Kedalamannya tak selalu terukur. Dasarnya tak selalu rata. Dan pengawasannya, sering kali, nyaris tak ada.
    Libur Lebaran hanya akan memperbesar semuanya: jumlah pengunjung, tingkat keramaian, dan tentu saja risiko.

    Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, menyebut pihaknya tidak ingin kecolongan lagi. Pengalaman awal tahun 2026 menjadi pengingat yang sulit dilupakan.

    Seorang anak berusia 12 tahun meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi wisata air.

    Sebuah tragedi yang seharusnya cukup untuk membuat semua pihak berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya seaman apa tempat-tempat ini?

    “Kami mempersiapkan diri, bukan hanya di Ujung Pandaran, tapi juga di lokasi wisata dalam kota, terutama wisata air,” ujar Multazam.

    Namun kesiapan itu tampaknya masih harus berpacu dengan kenyataan di lapangan.

    BPBD hanya menyiagakan 12 personel khusus pada hari kedua dan ketiga Lebaran di titik-titik rawan. Sementara di luar itu, petugas tetap siaga 24 jam di posko menunggu laporan, menunggu kejadian.

    Jumlah yang terasa kecil jika dibandingkan dengan potensi lonjakan pengunjung di banyak titik sekaligus.

    Sementara itu, tidak semua lokasi wisata memiliki pengelolaan yang memadai. Beberapa memang sudah dikelola, tapi tak sedikit yang dibiarkan tanpa kontrol.

    Tanpa standar keselamatan. Tanpa pembatas area berbahaya. Tanpa pengawasan yang jelas.

    Di titik ini, persoalannya bukan lagi soal kesiapan BPBD semata.

    Ini soal siapa yang bertanggung jawab.

    BPBD sendiri mengakui, banyak kejadian di wisata air berawal dari kelalaian. Entah dari pengunjung yang abai, atau pengelola yang tidak benar-benar menyiapkan sistem pengamanan.

    Padahal, ketika sebuah tempat dibuka atau dibiarkan menjadi ruang publik, maka keselamatan seharusnya menjadi prioritas, bukan pilihan.

    BPBD berharap ada kolaborasi dengan sukarelawan dan masyarakat. Mereka juga meminta pengelola wisata untuk menambah personel pengawasan.
    Namun harapan saja tak cukup jika tidak diikuti tindakan nyata.

    Sebab ketika danau-danau tak terkelola itu terus dipadati pengunjung, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kenyamanan liburan.

    Melainkan nyawa. (***)

  • Saat Hilal Tak Terlihat, Perbedaan Kembali Tak Terelakkan

    Saat Hilal Tak Terlihat, Perbedaan Kembali Tak Terelakkan

    Kanalindependen.id – Malam itu, keputusan kembali diambil. Bukan tanpa perhitungan, bukan pula tanpa perdebatan.

    Di balik meja Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama RI, Kamis (19/3/2026), berbagai data dikumpulkan, laporan dibacakan, dan hasil pengamatan dari seluruh penjuru Indonesia disampaikan satu per satu. Namun ujungnya sama: hilal tak terlihat.

    Dari 117 titik pemantauan, tak satu pun yang berhasil melihat tanda awal bulan Syawal itu.

    “Berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyat, hilal belum memenuhi kriteria. Karena itu, 1 Syawal 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Sabtu (21/3/2026),” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

    Secara astronomis, posisi hilal memang masih berada di bawah ambang batas visibilitas yang ditetapkan pemerintah berdasarkan standar MABIMS. Tingginya belum cukup, elongasinya belum memenuhi syarat. Dengan kata lain, Syawal belum bisa dimulai setidaknya menurut metode ini.

    Namun di luar ruang sidang, keputusan itu bukan satu-satunya.

    Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Metode yang digunakan berbeda: hisab dengan pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Tanpa menunggu terlihatnya hilal, perhitungan matematis sudah memberikan kepastian.

    Dan seperti yang sudah-sudah, Indonesia kembali berada di dua tanggal.

    Perbedaan ini bukan hal baru. Ia hadir hampir setiap tahun, menjadi semacam “ritual lain” menjelang Lebaran. Bagi sebagian orang, ini membingungkan. Bagi yang lain, ini sudah menjadi bagian dari dinamika.

    Di satu sisi, ada rukyat pengamatan langsung terhadap hilal. Di sisi lain, ada hisab perhitungan ilmiah yang tak bergantung pada cuaca atau visibilitas.

    Keduanya punya dasar. Keduanya punya pengikut.
    Pemerintah pun kembali menyampaikan imbauan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya: menjaga toleransi.

    Sebab pada akhirnya, Lebaran bukan hanya soal kapan dirayakan. Tapi bagaimana perbedaan itu disikapi.
    Karena ketika hilal tak terlihat, yang sering kali justru paling tampak adalah perbedaan itu sendiri. (***)

  • Harga Naik Gila-gilaan, Warga Sampit Tetap Borong Emas Jelang Lebaran

    Harga Naik Gila-gilaan, Warga Sampit Tetap Borong Emas Jelang Lebaran

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Harga emas boleh saja melonjak tinggi, tapi satu hal yang sulit dibendung: keinginan tampil “lebih” saat Lebaran.

    Di sudut-sudut toko emas di Kota Sampit, terutama di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), suasana justru semakin ramai. Kilau etalase seolah tak pernah sepi dari tatapan, bahkan ketika harga per gramnya sudah bikin dahi berkerut.

    “Naiknya lumayan drastis. Dibanding hari biasa, penjualan naik sekitar 30 persen. Kalau mendekati Lebaran, bisa tembus 40 persen,” ujar Muliana Sari, pengelola toko emas, Rabu (18/3/2026).

    Angka itu bukan sekadar statistik. Ia hidup dalam antrean, dalam percakapan ringan di depan etalase, dalam keputusan spontan membeli meski harga tak lagi bersahabat.

    Harga emas sendiri masih bergerak liar, mengikuti pasar global. Sempat melonjak, kini sedikit melandai. Tapi jika dibandingkan tahun lalu, lonjakannya terasa “tidak main-main”.

    Emas 999 yang dulu berada di kisaran Rp1,6 jutaan per gram, kini sudah menyentuh Rp2,5 jutaan. Selisihnya lebih dari 60 persen.

    Logikanya sederhana: harga naik, pembeli turun. Tapi yang terjadi di Sampit justru sebaliknya.

    “Tidak terlalu berpengaruh. Walaupun mahal, orang tetap beli,” kata Lia, sapaan akrab Muliana.

    Fenomena ini menarik. Jika biasanya perbandingan pembeli dan penjual emas ada di angka 60:40, kini berubah drastis menjadi 80:20. Artinya, lebih banyak orang datang untuk membeli ketimbang melepas perhiasan mereka.

    Ada sesuatu yang lebih dari sekadar transaksi di sini.
    Bagi sebagian warga, khususnya perempuan, emas bukan hanya soal nilai. Ia adalah simbol tentang kesiapan menyambut hari kemenangan, tentang kepercayaan diri saat bersilaturahmi, bahkan tentang “status kecil” yang ingin ditampilkan tanpa banyak kata.
    Fitriani, salah satu pembeli, mengaku sengaja menyisihkan THR-nya untuk membeli emas.
    Bukan tanpa alasan.

    “Saya beli emas supaya uang THR tidak habis untuk belanja saja. Jadi bisa jadi simpanan juga,” ujarnya.

    Di tengah budaya konsumtif jelang Lebaran, keputusan itu terasa seperti jalan tengah: antara ingin tampil dan tetap berpikir jangka panjang.

    Data per 13 Maret 2026 menunjukkan harga emas di Sampit memang sedang tinggi. Emas Antam tembus Rp3,15 juta per gram, UBS di Rp2,95 juta. Sementara emas perhiasan seperti 999 di Rp2,55 juta, dan kadar lebih rendah seperti 375 berada di kisaran Rp1,18 juta.

    Namun di balik angka-angka itu, ada pola yang sulit diabaikan: emas tak lagi sekadar barang mewah. Ia sudah menjadi “alat bertahan”.

    Ketika kebutuhan meningkat, harga naik, dan godaan belanja Lebaran tak terhindarkan emas justru dipilih sebagai cara menyelamatkan nilai uang.

    Di Sampit, kilau emas bukan hanya soal gaya. Tapi juga tentang cara masyarakat berdamai dengan kondisi ekonomi dengan cara mereka sendiri. (***)

  • Saat Jalan Tak Lagi Aman, Kecelakaan di Kota Besi Sisakan Duka

    Saat Jalan Tak Lagi Aman, Kecelakaan di Kota Besi Sisakan Duka

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Jalan yang setiap hari dilalui, tak selalu menjanjikan keselamatan. Rabu pagi (18/3/2026), suasana di Jalan Tjilik Riwut KM 17, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, berubah menjadi duka setelah kecelakaan lalu lintas merenggut satu nyawa.

    Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, melibatkan satu unit sepeda motor Honda Supra tanpa nomor polisi dan sebuah mobil pikap Grandmax warna silver bernomor polisi KH 8271 BR.

    Kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai JS (35) melaju dari arah Kota Besi menuju Sampit. Di titik kejadian, korban diduga hendak berbelok ke kanan.

    Namun, manuver tersebut dilakukan tanpa memberikan isyarat atau menyalakan lampu sein. Di saat bersamaan, mobil pikap yang berada tepat di belakang tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar.

    Tabrakan dari arah belakang pun tak terelakkan.

    Benturan keras membuat korban terjatuh ke badan jalan. Nahas, korban kemudian terlindas dan mengalami luka serius di bagian wajah hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

    Sementara itu, pengemudi mobil pikap dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.

    Petugas dari Polsek Kota Besi yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan area, serta mengumpulkan barang bukti.

    Penanganan juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama Satlantas Polres Kotawaringin Timur.

    Akibat kejadian tersebut, kerugian materil diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta, dengan kerusakan pada kedua kendaraan, terutama di bagian depan.
    Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.

    Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya bisa berujung fatal.

    Di tengah meningkatnya aktivitas berkendara menjelang Idulfitri, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, dan memastikan setiap manuver dilakukan dengan aman.

    Karena di jalan, satu detik lengah bisa berarti kehilangan yang tak tergantikan. (***)

  • Bencana Tak Menunggu, BPBD Kotim Pasang Status Siaga Penuh Sepekan

    Bencana Tak Menunggu, BPBD Kotim Pasang Status Siaga Penuh Sepekan

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Bencana tidak pernah memberi tanda pasti kapan datang. Kesadaran itu yang membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur memilih bersiap lebih awal bukan menunggu.

    Selama periode 18 hingga 25 Maret 2026, BPBD Kotim resmi memasang status siaga penuh. Pos Komando diaktifkan 24 jam tanpa henti, dengan sistem jaga bergilir dua shift dan tambahan 20 personel yang disiapkan sebagai kekuatan perbantuan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, memastikan kesiapsiagaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

    “Personel sudah kami atur. Posko aktif 24 jam, dan tim siap bergerak kapan saja dibutuhkan,” ujarnya.

    Status siaga bukan berarti menunggu. Di balik itu, seluruh unit rescue dan peralatan pendukung telah dipastikan dalam kondisi siap pakai.

    Perahu karet, kendaraan operasional, hingga perlengkapan water rescue disiagakan untuk merespons berbagai kemungkinan mulai dari banjir hingga kondisi darurat lain yang kerap muncul di masa peralihan cuaca.

    BPBD juga membuka akses pelaporan bagi masyarakat melalui nomor siaga darurat. Jalur ini menjadi bagian penting dalam mempercepat respons di lapangan.

    Kesiapsiagaan BPBD Kotim tidak dilakukan secara umum, tetapi berbasis pemetaan wilayah rawan.

    Pada 22 hingga 23 Maret, fokus pengamanan diarahkan ke wilayah pesisir Ujung Pandaran. Sebanyak 10 personel diterjunkan dengan dukungan dua unit perahu karet, kendaraan rescue, serta perlengkapan water rescue.

    Di saat yang sama, penguatan juga dilakukan di dalam Kota Sampit. Delapan personel disiagakan dengan dukungan perahu, kendaraan operasional, hingga enam unit water tank dan pompa pemadam.

    Tak hanya itu, sejak 20 hingga 25 Maret, tambahan 10 personel disiagakan di Kota Sampit dengan status mobile siap bergerak ke lokasi mana pun saat kondisi darurat terjadi.

     Langkah ini menjadi cerminan bahwa potensi bencana di Kotawaringin Timur bukan hal yang bisa dianggap sepele.

    Perubahan cuaca, kondisi geografis, hingga aktivitas masyarakat menjadi faktor yang membuat risiko selalu ada.

    Namun di tengah kesiapan aparat, ada satu hal yang tak kalah penting: kesiapan masyarakat itu sendiri.

    Tanpa kewaspadaan dan respons cepat dari warga, upaya penanganan bisa menjadi lebih berat.

     BPBD boleh menyiagakan personel dan peralatan selama sepekan penuh. Namun pada akhirnya, kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama.

    “Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,” menjadi penutup yang bukan sekadar slogan, tetapi pengingat bahwa setiap langkah antisipasi adalah upaya menjaga keselamatan banyak orang. (***)

  • Skandal AI Mengguncang, xAI Digugat Usai Ubah Foto Remaja Nyata Jadi Konten Terlarang

    Skandal AI Mengguncang, xAI Digugat Usai Ubah Foto Remaja Nyata Jadi Konten Terlarang

    Kanalindependen.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, digugat setelah diduga mengubah foto nyata remaja perempuan menjadi konten terlarang tanpa persetujuan.

    Gugatan tersebut diajukan oleh tiga remaja perempuan di Amerika Serikat. Mereka menuding teknologi milik xAI dimanfaatkan untuk memanipulasi foto asli menjadi konten bermuatan seksual yang masuk kategori eksploitasi anak.

    Kasus ini bermula dari beredarnya gambar-gambar yang diduga hasil manipulasi AI di sejumlah platform digital. Foto-foto tersebut disebut diambil dari sumber publik, seperti media sosial, lalu diolah menggunakan teknologi berbasis AI hingga berubah menjadi konten yang tidak pantas.

    Tak hanya satu korban, laporan menyebutkan praktik serupa diduga terjadi pada lebih banyak remaja lainnya. Hal ini memperbesar kekhawatiran publik terhadap potensi penyalahgunaan teknologi AI yang semakin mudah diakses.

    Dalam gugatan tersebut, pihak korban menilai xAI lalai dalam menghadirkan teknologi yang dinilai memiliki celah penyalahgunaan.

    Fitur pengolahan gambar berbasis AI disebut memungkinkan manipulasi visual secara ekstrem, bahkan hingga mengubah konteks foto menjadi berbeda jauh dari aslinya.

    Kuasa hukum korban menilai sistem tersebut bermasalah sejak awal karena tidak memiliki pengamanan yang cukup kuat untuk mencegah penyalahgunaan.

    Kasus ini pun memicu perhatian luas, termasuk dari regulator yang mulai menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap pengembangan teknologi AI.
    Dampak Nyata bagi Korban

    Bagi para korban, dampak yang ditimbulkan tidak hanya sebatas di dunia maya. Penyebaran gambar manipulatif tersebut disebut berdampak pada kondisi psikologis, rasa aman, hingga kehidupan sosial mereka.

    Konten yang sudah tersebar di internet juga sulit untuk sepenuhnya dihapus, sehingga berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi tanpa kontrol dapat membawa konsekuensi serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak dan remaja.

    Di tengah pesatnya inovasi, kasus ini kembali membuka diskusi besar soal batas penggunaan teknologi AI.
    Kemampuan AI untuk memanipulasi gambar secara realistis memang menawarkan banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka peluang penyalahgunaan jika tidak diiringi regulasi dan pengamanan yang memadai.
    Para penggugat kini menuntut pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami, sekaligus mendorong adanya pembatasan terhadap fitur-fitur AI yang berpotensi disalahgunakan.

    Kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu titik penting dalam menentukan arah regulasi teknologi AI ke depan antara mendorong inovasi atau memperketat perlindungan pengguna. (***)

  • Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    PALANGKA RAYA, Kanalindependen.id – Warga di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.

    Peringatan dini cuaca tersebut dikeluarkan melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya dan berlaku pada periode 16 hingga 18 Maret 2026.
    BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah saat ini dipengaruhi oleh adanya belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau di atmosfer wilayah tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.

    Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang kuat juga turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang menjadi pemicu hujan.

    “Situasi ini dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir atau kilat serta angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).

    Sejumlah wilayah yang diperkirakan berpotensi terdampak antara lain Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Timur, hingga Seruyan.
    Selain itu, potensi cuaca serupa juga dapat terjadi di wilayah Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

    BMKG mengingatkan, hujan dengan durasi singkat namun berintensitas tinggi dapat memicu berbagai dampak bencana hidrometeorologi. Beberapa di antaranya seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

    Karena itu masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama bagi yang beraktivitas di luar rumah maupun yang melakukan perjalanan antardaerah.

    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lokal yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan angin puting beliung.

    Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat juga disarankan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini. (***)

  • Dikira Tali, Ternyata Ular! Kecil Sih Tapi Bikin Syok Warga Sampit

    Dikira Tali, Ternyata Ular! Kecil Sih Tapi Bikin Syok Warga Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Suasana siang di sebuah rumah di Jalan Jiwa, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (16/3/2026), sempat berubah menjadi tegang. Benda kecil yang awalnya dikira hanya seutas tali ternyata seekor ular.

    Pemilik rumah, Dani, pertama kali menyadari keberadaan hewan melata tersebut saat melihat sesuatu di bawah meja. Awalnya ia tidak terlalu curiga, namun setelah diperhatikan lebih dekat, benda itu ternyata bergerak.

    Sontak saja temuan itu membuat penghuni rumah terkejut. Tak ingin mengambil risiko, Dani kemudian segera menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur melalui layanan emergency call.

    “Laporan kami terima sekitar pukul 11.13 WIB oleh petugas piket Peleton I. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke grup petugas untuk segera ditindaklanjuti,” ungkap Kepala Peleton Piket DIsdamkarmat Kotim Akhmad ilham Wahyudi.

    Tak butuh waktu lama, tim rescue Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar 17 menit kemudian, petugas tiba di rumah pelapor.

    Sesampainya di lokasi, petugas langsung diarahkan ke dalam rumah, tepatnya di bawah meja, tempat terakhir ular tersebut terlihat.

    Proses pencarian sempat berlangsung beberapa saat. Petugas harus memastikan posisi ular yang bersembunyi di sela-sela perabot rumah.

    Setelah dilakukan pencarian atau herping, ular akhirnya berhasil ditemukan. Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengevakuasi hewan tersebut dengan aman.

    Ular yang berhasil diamankan diketahui merupakan jenis ular sawo kopi (Coelognathus flavolineata) dengan panjang sekitar 20 sentimeter.

    Meski ukurannya relatif kecil, kemunculan ular di dalam rumah tentu saja cukup membuat penghuni rumah terkejut.

    Secara umum, ular sawo kopi merupakan salah satu jenis ular yang tidak berbisa dan cukup sering ditemukan di lingkungan permukiman maupun kebun. Ular ini biasanya memangsa hewan kecil seperti tikus dan kadal.

    Meski tidak berbahaya, kemunculan ular di dalam rumah tetap saja bisa membuat warga terkejut, terlebih jika muncul secara tiba-tiba di area dalam rumah.

    Setelah proses evakuasi selesai, petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik rumah tentang langkah pencegahan agar ular tidak kembali masuk ke dalam rumah.

    Salah satunya dengan menempatkan kapur barus atau bahan beraroma menyengat di beberapa sudut rumah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan melata.

    Operasi penanganan tersebut berlangsung cepat. Penanganan dimulai sekitar pukul 11.33 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 11.45 WIB.

    Setelah memastikan situasi aman, petugas kembali ke Markas Komando Damkarmat Kotawaringin Timur untuk melanjutkan tugas lainnya.

    Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun kejadian ini menjadi pengingat bagi warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya hewan liar di sekitar rumah, terutama di area yang memiliki banyak celah atau tumpukan barang. (***)

  • Idulfitri Tanpa Sampah Menumpuk, DLH Kotim Siapkan Personel

    Idulfitri Tanpa Sampah Menumpuk, DLH Kotim Siapkan Personel

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur memastikan pelayanan persampahan tetap berjalan selama perayaan Hari Raya Idulfitri. Personel telah disiapkan untuk tetap bertugas guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya timbunan sampah saat momentum hari besar keagamaan tersebut.

    Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan, pihaknya telah mengatur jadwal petugas agar pelayanan persampahan tetap berjalan baik di depo maupun pengangkutan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

    “Pelayanan persampahan pada hari raya keagamaan terutama Idulfitri tetap berjalan. Kami memang mengantisipasi kemungkinan adanya timbunan sampah yang lebih besar,” kata Marjuki, Senin (16/3/2026).

    Menurutnya, meskipun hari raya identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, volume sampah di Kotawaringin Timur biasanya tidak mengalami kenaikan yang terlalu signifikan.

    Saat ini, rata-rata volume sampah yang ditangani DLH Kotim mencapai sekitar 22 rit per hari atau setara dengan sekitar 77 ton sampah.

    “Memang pada hari-hari tertentu bisa ada kenaikan, tetapi secara umum tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

    Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, DLH Kotim menerapkan sistem shift bagi petugas, terutama pada hari H Idulfitri. Petugas tetap berjaga di depo sampah dan melakukan pengangkutan secara rutin.

    “Untuk hari H kami tetap siapkan personel. Pelayanan di depo tetap ada, pengangkutan juga tetap berjalan. Jadi tidak ada istilah libur,” jelasnya.

    Namun demikian, kegiatan penyapuan jalan kemungkinan tidak dilakukan secara maksimal karena biasanya tidak menimbulkan timbunan sampah yang besar selama hari raya.

    Marjuki menjelaskan, pengelolaan sampah di Kotawaringin Timur juga terbantu dengan adanya jasa pengangkutan menggunakan kendaraan roda tiga atau tossa yang banyak dimanfaatkan masyarakat.

    Biasanya kendaraan tersebut sudah mulai beroperasi sejak pagi hari mengambil sampah dari rumah tangga, kemudian pada siang hari diantar ke depo untuk selanjutnya diangkut menuju TPA.

    Selain itu, pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir juga dipastikan tetap berjalan. Petugas piket disiapkan untuk mengatur proses pembuangan sampah sesuai dengan sistem pengelolaan yang telah diterapkan.

    Di TPA, pengelolaan sampah kini telah menggunakan sistem landfill, sehingga pembuangan sampah tidak lagi dilakukan secara sembarangan seperti sebelumnya.

    “Di TPA sudah ada petugas piket dan pengelolaannya juga sudah diatur dengan sistem landfill,” katanya.

    Ia menambahkan, komitmen pengelolaan sampah yang baik terus dijaga oleh pemerintah daerah. Bahkan baru-baru ini sanksi terhadap TPA di Kotawaringin Timur telah dicabut oleh pemerintah pusat.

    “Dari sekitar 250 TPA yang sebelumnya mendapat sanksi, TPA Kotim sudah dicabut sanksinya. Ini harus kita jaga,” ujarnya.

    DLH Kotim juga mengatur operasional depo sampah agar tidak menerima sampah melewati pukul 00.00 WIB. Salah satu depo yang cukup sibuk adalah Depo Sahati yang setiap harinya bisa menerima sekitar delapan hingga sepuluh rit sampah karena melayani wilayah Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

    Dengan berbagai kesiapan tersebut, DLH Kotim memastikan pelayanan persampahan selama Idulfitri tetap berjalan normal sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi penumpukan sampah.

    “Yang jelas personel kami sudah siap dan tidak ada masalah soal persampahan saat Idulfitri,” tegas Marjuki. (***)

  • Kebakaran Lahan Terjadi Lagi di Sampit

    Kebakaran Lahan Terjadi Lagi di Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Kebakaran lahan kosong yang dipenuhi semak belukar terjadi di Jalan Metro TV, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu pagi (15/3/2026).

    Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Eva melalui panggilan darurat ke Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur sekitar pukul 08.06 WIB.

    Mendapat laporan tersebut, petugas dari Peleton III Damkar Kotim langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 08.11 WIB dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran.

    Setelah menempuh jarak sekitar empat kilometer, petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 08.21 WIB. Tim kemudian melakukan penilaian situasi awal sebelum memulai proses pemadaman.

    Kepala Regu Personel Lapangan Disdamkarmat Kotim Sukmana Saleh bersama sejumlah personel lainnya segera melakukan penyiraman untuk mencegah api merambat ke area sekitar yang dipenuhi semak belukar.
    Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

    Upaya pemadaman berjalan cukup cepat. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 08.54 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
    Setelah dilakukan pemeriksaan di sekitar lokasi, operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 08.58 WIB dan seluruh personel kembali ke Markas Komando Damkar Kotim sekitar pukul 09.14 WIB.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun berdasarkan laporan petugas, kebakaran lahan kosong tersebut diduga disebabkan oleh unsur kesengajaan atau arson.

    Cuaca cerah saat kejadian turut membantu proses pemadaman sehingga api tidak sempat meluas ke area lain.

    Usai penanganan kebakaran tersebut, petugas kembali bersiaga di markas untuk melanjutkan tugas pelayanan kebencanaan lainnya. (***)