SAMPIT, Kanalindependen.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kepungan kabut asap pekat yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memantik ikhtiar spiritual secara masif.
Menanggapi situasi kemarau panjang dan keterbatasan respons fisik yang kian membahayakan, ribuan warga bersama kalangan pelajar di berbagai wilayah Kotim menggelar Salat Istisqa serentak guna memohon petunjuk dan diturunkannya hujan.
Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung khusyuk di sejumlah titik krusial. Selain di halaman SDN 3 Mentawa Baru Hulu, ibadah memohon hujan ini digelar di Masjid Al-Muhajirin Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sampit serta SMAN 3 Sampit.
Di SMAN 3 Sampit, para siswa dan dewan guru secara mandiri menggelar Salat Istisqa di lingkungan sekolah sebagai ikhtiar bersama menghadapi ancaman bencana asap.
Salah seorang guru SMAN 3 Sampit, Sarkandi, mengonfirmasi pelaksanaan ibadah tersebut dan berharap doa bersama seluruh warga sekolah dapat diijabah agar hujan segera turun membasahi bumi Kotim.
“Ya, di sekolah kami juga melaksanakan salat minta hujan. Semoga dalam waktu dekat hujan akan turun,” ungkap Sarkandi.
Di tempat terpisah, aksi serupa juga berjalan di halaman MTsN 2 Kotim, Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yang diikuti oleh warga lokal serta civitas akademika madrasah.
Mobilisasi doa bersama ini dilaksanakan merespons imbauan resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Surat Imbauan Nomor 12/H-MUI-Kab.Kotim/VIII/2026 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Kotim Amrullah. MUI mengimbau pengurus masjid, organisasi keagamaan, dan lembaga pendidikan untuk mengoordinasikan pelaksanaan Salat Istisqa secara berjamaah.
MUI menegaskan bahwa dalam menyikapi musim kemarau panjang dan adanya kebakaran lahan sehingga asap tebal menyelimuti wilayah Kotim, doa bersama menjadi ikhtiar penting.
Di tengah keringnya lahan gambut yang memicu munculnya bara tersembunyi di bawah permukaan, guyuran hujan alami menjadi satu-satunya harapan efektif untuk memadamkan titik api terisolasi yang tak terjangkau oleh Satgas darat. Meski ikhtiar spiritual terus dipanjatkan, MUI dan pihak sekolah menegaskan bahwa kesadaran masyarakat untuk mematikan potensi api serta tidak membakar lahan tetap menjadi kewajiban utama agar krisis asap tidak berkepanjangan.
Gerakan Salat Istisqa massal ini mempertegas kondisi psikologis sosial masyarakat Kotim yang berada di titik jenuh akibat krisis lingkungan dan ancaman kesehatan berkelanjutan. Ketika kapasitas pemadaman armada darat dan bom air udara sudah berada di titik nadir (overwhelmed), ikhtiar spiritual menjadi penguat moral sekaligus simpul kolaborasi warga untuk memperketat pengawasan di lingkungan masing-masing.
Dinas Pendidikan Kotim didesak untuk menyesuaikan jam belajar atau menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika indeks standar pencemar udara (ISPU) akibat kabut asap terus memburuk, guna melindungi kesehatan para siswa yang beraktivitas di luar ruangan. Di sisi lain, Pemkab Kotim dan Satgas Kebencanaan wajib menjadikan momentum konsolidasi warga ini sebagai sarana memperkuat pencegahan karhutla berbasis desa (community-based fire prevention) agar tidak ada lagi oknum yang sengaja memicu titik api baru saat warga sedang memohon hujan.
Iringi doa dengan aksi, stop bakar lahan! Salat Istisqa serentak digelar di Kotim! MUI ajak warga mohon hujan, Disdik wajib proteksi kesehatan siswa dari kabut asap!
Kanalindependen.id – Instagram memperbarui tampilan wordmark atau logo berbentuk tulisan yang selama ini menjadi bagian dari identitas visual platform tersebut. Namun, perubahan itu justru memicu kritik karena desain barunya dinilai sulit dibaca.
Sekilas, tulisan Instagram pada wordmark baru bahkan dapat membuat orang salah mengenali beberapa huruf. Kritik terhadap desain tersebut kemudian dikaitkan dengan fenomena yang sering muncul pada gambar buatan kecerdasan buatan (AI).
Kesalahan seperti huruf yang bentuknya tidak jelas, susunan karakter yang terasa janggal, atau tulisan yang hampir benar tetapi sulit dibaca merupakan salah satu ciri yang pernah banyak ditemukan pada gambar hasil AI generatif.
Karena itu, desain baru Instagram dinilai ironis. Logo tersebut dibuat untuk memperbarui identitas visual agar terlihat lebih modern, tetapi sebagian orang justru melihat kemiripannya dengan kesalahan visual yang biasa ditemukan pada konten AI.
Persoalan utamanya bukan karena Instagram disebut menggunakan AI untuk membuat logo tersebut. Kritik lebih mengarah pada hasil akhirnya yang dianggap memiliki karakter visual serupa dengan kesalahan tipografi pada gambar generatif AI.
Perubahan paling terasa terlihat pada bentuk sejumlah huruf dalam kata Instagram. Gaya huruf yang lebih khas membuat beberapa karakter tidak langsung dikenali ketika dibaca sekilas.
Hal itu berbeda dengan wordmark sebelumnya yang menggunakan bentuk tulisan kursif dan relatif mudah dikenali. Meski desain lama juga telah berusia cukup lama, nama Instagram tetap terbaca jelas.
Pembaruan wordmark merupakan bagian dari upaya Instagram menyegarkan identitas visualnya. Platform tersebut mempertahankan sejumlah elemen yang sudah melekat pada mereknya, tetapi memberikan sentuhan baru pada bentuk tulisan.
Namun, desain logo memiliki satu fungsi dasar yang sulit diabaikan, yaitu membuat sebuah nama mudah dikenali. Ketika bentuk huruf justru membuat pembaca harus berhenti untuk memastikan kata yang dilihat, penyegaran visual dapat berubah menjadi persoalan keterbacaan.
Kritik terhadap logo baru Instagram akhirnya memperlihatkan persoalan yang lebih luas dalam desain digital. Tampilan yang semakin eksperimental belum tentu lebih efektif jika mengorbankan kejelasan.
Dalam kasus Instagram, logo baru yang dimaksudkan tampil lebih modern justru membuat sebagian orang bertanya-tanya apakah mereka benar-benar sedang membaca kata “Instagram”.
Di tengah maraknya penggunaan AI generatif, kemunculan desain yang menyerupai kesalahan visual AI juga menjadi ironi tersendiri. Teknologi AI terus berusaha memperbaiki kemampuan menghasilkan teks dan bentuk yang presisi, sementara sebuah identitas merek justru dikritik karena menghasilkan efek visual yang mengingatkan orang pada kesalahan tersebut. (***)
SAMPIT, Kanalindependen.id – Tragedi memilukan kembali mewarnai bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Satu unit rumah warga di kawasan Perumahan Grand Pelita, Jalan Pelita Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, ludes dilalap si jago merah, Jumat malam (21/8/2026).
Kobaran api berukuran besar dengan cepat melalap seluruh struktur bangunan yang terletak di tengah area perkebunan tersebut. Dalam rekaman video yang beredar luas di masyarakat, kobaran api tampak membumbung tinggi ke udara dan menghanguskan hampir seluruh bagian rumah tanpa menyisakan bangunan sebelum tim pemadam berhasil menjangkau lokasi.
Kebakaran hunian ini diduga kuat berkaitan erat dengan rambatan api karhutla yang membara di sekitar kawasan tersebut, meskipun penyebab pasti munculnya titik api utama masih dalam proses penyelidikan.
Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim sekaligus Ketua Satgas Penanganan Konflik Sosial Kotim, Rihel, membenarkan adanya laporan insiden kebakaran satu unit rumah di kawasan Pelita Barat tersebut.
Rihel mengonfirmasi kebenaran laporan kebakaran hunian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya masih berupaya mengumpulkan informasi rinci mengenai kondisi rumah saat kejadian, termasuk memastikan ada atau tidaknya penghuni yang terjebak di dalam bangunan.
“Ya seperti satu rumah,” singkat Rihel.
Letak bangunan yang berada di tengah kebun dengan jarak sekitar 100 meter dari badan jalan utama menjadi hambatan besar dalam upaya penyelamatan. Posisi yang terisolasi dan jauh dari akses armada pemadam membuat api dengan cepat meratakan bangunan sebelum bantuan tiba.
Hingga kini, rincian mengenai kerugian material maupun potensi korban jiwa masih menunggu pendataan resmi dari petugas gabungan di lapangan. Insiden ini mempertegas betapa rawan dan mengancamnya eskalasi karhutla di Kotim saat ini, di mana cuaca panas terik, tingginya tingkat kekeringan lahan gambut, serta maraknya titik api terus membahayakan keselamatan jiwa dan aset permukiman warga.
Ludesnya satu rumah di Perumahan Grand Pelita adalah alarm bahaya tertinggi bahwa amukan karhutla Kotim telah bergeser dari ancaman lingkungan menjadi ancaman keselamatan jiwa dan harta benda di zona permukiman.
Terisolasi dan jauhnya posisi bangunan dari jalan utama menelanjangi tiadanya sistem proteksi kebakaran mandiri (fire protection gap) di kawasan perumahan tepi kebun.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) bersama Pemkab Kotim didesak mewajibkan setiap pengembang perumahan di pinggiran kota untuk membangun parit isolasi (firebreak trench) dan sumur resapan air baku. Di sisi lain, Satgas Karhutla dan Damkarmat Kotim harus menempatkan pos tinjau darurat di koridor rawan Mentawa Baru Ketapang agar respon pemadaman (response time) terhadap bangunan terancam dapat dilakukan sebelum api membesar total. (***)
SAMPIT, Kanalindependen.id – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) makin mencekik warga Kota Sampit.
Dampak paparan polusi udara akibat pembakaran gambut kini bergeser dengan pola mengkhawatirkan: relatif terkendali pada siang hari, namun mendadak pekat dan mengganas saat malam tiba.
Data BMKG Kotim per Jumat (21/8/2026) mencatat akumulasi titik panas (hotspot) yang menembus 678 titik dalam 24 jam terakhir. Konsentrasi hotspot terbesar mengepung wilayah selatan, dengan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menyumbang 205 titik dan Mentawa Baru Ketapang 139 titik.
Angin kencang dari arah selatan secara konsisten mendorong gumpalan asap pekat tersebut masuk ke jantung perkotaan Sampit.
Warga lokal merasakan langsung dampak memburuknya kualitas udara malam tersebut. Salah seorang warga Sampit, Hidayah, mengeluhkan rasa perih di mata dan bau sangit tajam yang memaksa warga mengenakan masker saat keluar rumah.
“ Jika pagi hari asap hanya pekat di beberapa titik seperti Jalan Jenderal Sudirman, maka saat malam asap berubah sangat pekat dan menusuk hingga mata terasa perih, serta merata hampir di seluruh kota,” kata Hidayah.
Fenomena mengganasnya kabut asap pada malam hari ini berbanding lurus dengan parameter meteorologi BMKG. Meskipun jarak pandang (visibility) terpantau stabil di kisaran 5 km, terjadi penurunan kecepatan angin dari 11 km/jam pada pukul 17.00 WIB menjadi 7 km/jam pada pukul 18.00 WIB, disertai lonjakan kelembaban udara hingga 73 persen.
Melambatnya pergerakan angin dan melambungnya kelembaban malam hari menyebabkan partikel polutan mikroskopis ($\text{PM}_{2.5}$) terperangkap dan mengendap rendah di permukaan tanah (inversion layer), alih-alih terangkat naik ke atmosfer. Melihat kondisi yang kian mengancam kesehatan ini, warga mendesak Pemkab Kotim dan Satgas Karhutla melipatgandakan gempuran pemadaman di zona rawan wilayah selatan demi memutus suplai asap malam.
Fenomena mengendapnya asap pada malam hari di Sampit adalah bukti ilmiah terjadinya fenomena inversi suhu (thermal inversion), di mana polutan gambut terperangkap di ruang hidup warga.
Ketiadaan aksi pemadaman malam yang efektif di titik sumber api wilayah selatan menjadikan kawasan pemukiman perkotaan Sampit sebagai “ruang oven” kabut asap beracun setiap kali matahari terbenam.
Satgas Karhutla Kalteng dan BPBD Kotim harus menuntaskan pendinginan titik api utama di Mentaya Hilir Selatan dan Ketapang pada sore hari sebelum fenomena inversi malam terbentuk.
Pengeboman air harus menyasar kepala api di jalur angin selatan agar tidak memproduksi asap pekat saat malam.
Di sisi lain, Pemkab Kotim melalui Dinas Kesehatan harus segera membagikan masker standar N95/KN95 kepada pengendara dan warga, serta mengeluarkan maklumat resmi pembatasan aktivitas luar ruangan (outdoors) pada malam hari untuk mencegah lonjakan kasus ISPA massal.
Hentikan kiriman asap malam, lindungi paru-paru warga Sampit!Asap karhutla mengganas saat malam tiba! BMKG catat 678 hotspot, Dinkes wajib bagikan masker N95 gratis! (***)
SAMPIT – Helikopter water bombing kembali dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (20/8/2026).
Dari pantauan di lapangan, helikopter berulang kali menjatuhkan air ke titik kebakaran di Jalan HM Arsyad tembusan Jalan Metro TV, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Kebakaran di kawasan tersebut cukup luas. Api membakar lahan hingga mendekati kebun kelapa sawit dan kawasan perumahan warga.
Helikopter mengambil air dari Sungai Mentaya sebelum kembali menuju lokasi kebakaran. Pengisian air dan penjatuhan dilakukan berulang kali untuk membantu petugas di darat mengendalikan api.
Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim Rihel mengatakan, operasi water bombing juga dilakukan di Desa Terantang, Kecamatan Seranau.
“Selain di wilayah itu, water bombing juga dilakukan di Desa Terantang, Kecamatan Seranau,” kata Rihel.
Dukungan dari udara menjadi penting karena sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat. Kondisi lahan yang terbakar cukup luas juga membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
Di tengah upaya pemadaman oleh tim gabungan, warga ikut mengambil peran. Sejumlah remaja terlihat membantu mengendalikan api menggunakan ranting pohon.
Mereka berupaya menghalau pergerakan api agar tidak semakin meluas, terutama ketika kobaran mulai mendekati kawasan yang berpotensi terdampak.
Peralatan yang digunakan warga memang terbatas. Namun, keterlibatan tersebut menjadi upaya sementara sembari menunggu penanganan dari tim gabungan.
Kondisi karhutla di Kotim juga tergambar dari data hotspot yang dipantau BMKG. Data yang diakses Kamis (20/8/2026) pukul 07.00 WIB menunjukkan Mentaya Hilir Selatan, Baamang dan Mentawa Baru Ketapang menjadi tiga wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.
Mentaya Hilir Selatan tercatat memiliki 321 hotspot. Baamang 161 titik dan Mentawa Baru Ketapang 111 titik.
Di Baamang, terdapat 32 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau minimal 80 persen. Sementara Mentawa Baru Ketapang tercatat memiliki 13 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Namun, data hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran. Titik panas merupakan hasil pemantauan satelit dan tetap membutuhkan verifikasi di lapangan untuk memastikan adanya api.
Di lapangan, upaya pemadaman kini dilakukan dari dua arah. Petugas menggunakan jalur darat, sementara helikopter water bombing membantu menjangkau area yang lebih sulit.
Kondisi tersebut menunjukkan penanganan karhutla di Kotim masih membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama ketika api muncul di kawasan yang berdekatan dengan perkebunan dan permukiman warga.
SAMPIT, Kanalindependen.id – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memasuki fase krusial. Selain titik api yang meledak di berbagai sudut perkotaan, tim pemadam kini dihadapkan pada ancaman krisis baru: mengeringnya embung dan menipisnya cadangan air baku untuk operasi pemadaman.
Merespons situasi darurat ini, Bupati Kotim Halikinnor mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim pada Rabu (19/8/2026). Dalam rapat terbatas tersebut, Bupati memerintahkan seluruh OPD turun ke jalan mengerahkan personel dan armada tangki air guna membantu kelancaran suplai air bagi mobil penembak utama milik Disdamkarmat dan BPBD Kotim.
“Kita lihat perkembangan karhutla ini semakin menjadi-jadi. Di sekitar kota saja sudah beberapa titiknya bertambah setiap hari, dan pihak pemadam ini hampir kewalahan. Jadi kita minta supaya semua OPD turun langsung membawa peralatan armadanya masing-masing. Itu memang membantu menyuplai air, supaya mobil pemadam hanya penembak saja di tempat,” tegas Bupati Kotim, Halikinnor, Rabu (19/8/2026).
Langkah mobilisasi armada OPD ini dinilai Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, sangat efektif untuk memangkas round-trip time mobil pemadam, mengulang pola keberhasilan pemadaman karhutla besar pada 2019 lalu. Pihaknya akan menyusun jadwal giliran (shift) armada agar pengerahan bantuan tangki OPD tepat sasaran dan tidak mubazir.
Di sisi lain, menipisnya air embung yang kini makin pekat bercampur lumpur mulai mengancam keselamatan mesin pompa Alkon petugas. Mencegah kelumpuhan total pasokan air, BPBD Kotim mengaktifkan Rencana B (Plan B) dengan menyiagakan satu unit mesin pompa berkapasitas besar langsung di tepi aliran Sungai Mentaya, sekitar Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya (KPM).
“Kami sudah punya plan B, kita akan siapkan satu unit pompa besar di Sungai Mentaya. Apabila di lokasi-lokasi yang di dalam kota sudah habis dan itu kita prediksi akan terjadi maka Sungai Mentaya menjadi tumpuan utama. Karhutla tahun 2026 ini memang sangat luar biasa kejadiannya, bahkan lebih berat dibanding kemarau 2023,” ungkap Multazam.
Bupati Halikinnor mengingatkan bahwa bencana karhutla bukan sekadar persoalan asap, melainkan ancaman nyata bagi sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga perekonomian daerah. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat Habaring Hurung (gotong royong) bersama TNI-Polri dan relawan guna menyelamatkan bumi Kotim dari bahaya amukan api.
Keputusan mengerahkan seluruh armada OPD dan menjadikan Sungai Mentaya sebagai sumber air darurat adalah bukti nyata bahwa mitigasi karhutla di Kotim masih sangat bergantung pada penanganan reaktif saat krisis (emergency response). Ketika embung-embung perkotaan mengering akibat kemarau panjang, ketiadaan cadangan air baku permanen (permanent water storage) memperlihatkan betapa rentannya infrastruktur pemadam di wilayah gambut.
Pemkab Kotim melalui Dinas PUPR didesak untuk memprioritaskan pengerukan dan pembuatan sumur bor dalam (deep tube wells) serta embung penampung air hujan permanen di zona-zona rawan seperti Baamang dan MB Ketapang sebelum musim kemarau tiba. Di sisi lain, penggunaan kendaraan OPD harus diawasi ketat agar tidak menimbulkan kekacauan operasional di lokasi kebakaran. Manajemen distribusi air harus dikomandoi penuh oleh Pusdalops BPBD agar unit penembak utama di garis depan tidak mengalami downtime akibat terlambatnya suplai tangki.
Aktifkan Plan B Sungai Mentaya, selamatkan Kotim dari krisis air pemadam! Karhutla Kotim makin menjadi-jadi! Bupati perintahkan seluruh OPD kerahkan armada tangki, hidupkan semangat Habaring Hurung! (***)
SAMPIT, Kanalindependen.id — Satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lonjakan tajam pemantauan titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir hingga Rabu (19/8/2026) pukul 16.00 WIB, terdeteksi sebanyak 719 titik panas yang tersebar di berbagai wilayah.
Dari total akumulasi tersebut, rincian tingkat kepercayaannya meliputi 70 titik berstatus tinggi, 630 titik berstatus menengah, dan 19 titik berstatus rendah.
Berdasarkan data rekapitulasi Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit, wilayah bagian selatan Kotim menjadi penyumbang terbesar titik panas kali ini. Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menduduki posisi tertinggi dengan total 272 titik, yang terdiri dari 6 titik kepercayaan rendah, 228 menengah, dan 38 tinggi.
Lonjakan data tersebut disusul oleh Kecamatan Baamang dengan 128 titik, di mana 12 di antaranya berstatus kepercayaan tinggi, serta Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang mencatatkan 91 titik.
Peningkatan jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi ini menjadi indikasi kuat meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kotim, khususnya pada kawasan pesisir dan lahan gambut.
Oleh karena itu, masyarakat beserta pihak terkait diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan potensi titik api kepada petugas penanggulangan bencana setempat guna meminimalkan risiko kabut asap yang lebih luas. (***)
SAMPIT, Kanalindependen.id – Beratnya medan tempur pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memakan korban dari garda terdepan.
Seorang relawan dari Masjid Jami, Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang Rizky Mubarrak, harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Murjani Sampit akibat mengalami sesak napas berat dan kelelahan ekstrem usai berjibaku dengan kepulan asap pekat pada Rabu (19/8/2026).
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, mengonfirmasi insiden yang menimpa relawan kemanusiaan tersebut. Sebelum tumbang dan dievakuasi ke rumah sakit, Rizky diketahui bergerak nonstop membantu pemadaman di beberapa titik karhutla yang cukup parah.
Menurut Irpansyah, relawan tersebut sebelumnya menangani pemadaman di dekat kawasan Semekto Kecamatan Baamang, lalu bergerak kembali ke Jalan Kacapiiring Barat.
Kondisinya diduga dipengaruhi paparan asap yang sangat pekat di lokasi kejadian hingga mengalami kelelahan fisik. Rizky yang dikenal aktif sebagai relawan Masjid Jami dalam berbagai kegiatan kemanusiaan tersebut kini dilaporkan sudah dalam kondisi stabil setelah mendapat penanganan medis darurat.
Irpansyah membeberkan fakta memprihatinkan bahwa amukan karhutla di wilayah hukum MB Ketapang saat ini sudah dalam status tidak terkendali, di mana titik api membentang luas mulai dari ujung Desa Bapanggang hingga Kelurahan Pasir Putih.
Situasi kritis ini memaksa pihak kecamatan mengambil keputusan terjal dengan menerapkan sistem prioritas darurat. Pemadaman kini diprioritaskan hanya pada titik api yang mengancam langsung permukiman warga, sementara titik api yang lokasinya jauh di dalam area terisolasi terpaksa dibiarkan akibat keterbatasan tenaga, ketiadaan sumber air, serta sulitnya akses darat.
Kondisi di tingkat desa bahkan makin prihatin karena masyarakat desa dan relawan terpaksa bertarung secara swadaya tanpa intervensi armada BPBD maupun Damkarmat Kotim yang kewalahan di zona lain.
Penanganan karhutla di MB Ketapang yang telah berlangsung swadaya selama lebih dari satu bulan ini sangat minim dukungan logistik. Pihaknya baru menerima bantuan BBM dari BPBD Kotim sebanyak 30 liter pada Rabu sore, padahal relawan harus mengoperasikan empat unit bentor Tosa, satu mobil tangki Relawan Ketapi, dua pikap, serta delapan unit mesin Alkon secara terus-menerus. Irpansyah mendesak kepedulian seluruh pihak untuk menyuplai armada angkut air dan BBM bagi tim swadaya, seraya memohon kesadaran penuh dari masyarakat agar berhenti membakar lahan.
Tumbangnya relawan hingga dilarikan ke IGD RSUD dr. Murjani Sampit serta pengakuan Camat MB Ketapang bahwa karhutla sudah tidak terkendali adalah bukti nyata bahwa kapasitas penanganan daerah telah melampaui batas ambang (beyond capacity).
Membiarkan relawan bertarung swadaya tanpa pasokan BBM, kelengkapan Oksigen/N95, dan ketiadaan armada air selama sebulan adalah kegagalan distribusi logistik mitigasi bencana yang fatal.
Pemkab Kotim dan BPBD wajib menyalurkan dana siap pakai (DSP) untuk menjamin pasokan BBM harian, konsumsi, masker medis N95, serta tabung oksigen portabel bagi seluruh Posko Relawan Swakarsa di MB Ketapang dan Baamang.
Di sisi lain, fakta bahwa api dibiarkan membakar lahan yang jauh dari pemukiman menegaskan perlunya penetapan status Tanggap Darurat Bencana yang lebih tinggi agar bantuan armada water bombing BNPB dan Posko Kebencanaan Provinsi Kalteng dapat mengambil alih pemadaman titik api terisolasi di MB Ketapang.
Jamin keselamatan relawan darat, naikkan status darurat karhutla Kotim! Relawan Masjid Jami tumbang terpapar asap pekat! Camat Ketapang sebut karhutla Bapanggang-Pasir Putih tak terkendali! (***)
SAMPIT, kanalindependen.id – Saat harga kebutuhan bahan pokok dan pangan menjadi beban pengeluaran rumah tangga, Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Taman Kota Sampit, Rabu (30/8/2026) pagi, menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat berbelanja lebih hemat.
Sejumlah komoditas pangan dijual dengan harga di bawah harga pasaran, termasuk gas elpiji 3 kilogram dijual seharga Rp22 ribu per tabung.
Harga gas yang ditawarkan sebenarnya sudah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) ditingkat pangkalan.
Namun, penjualan gas elpiji dengan harga segitu sangat langka digapai. Bukan barangnya yang tak tersedia, harga jual yang jauh melampaui HET mudah didapatkan di warung eceran dengan harga Rp 35-40 ribu per tabung di areal Kota Sampit. Namun, bisa jauh lebih mahal di pelosok desa.
Meskipun Agen Harapan Mentaya hanya menyediakan 200 tabung di kegiatan GPM, itu sudah sangat berarti bagi masyarakat kaum mendang mending. Lapak penjualan elpiji ramai diserbu, ludes terjual dalam sekejap.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim cukup membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Selain gas elpiji, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang ditetapkan lebih murah dari harga pasar.
Bawang merah disediakan sebanyak 100 kilogram dibanderol seharga Rp35 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih sebanyak 80 kilogram dijual Rp34 ribu per kilogram.
Gula pasir disediakan sebanyak 250 kilogram dijual seharga Rp17.500 per kilogram. Sementara telur ayam disediakan sebanyak 100 krat dijual dengan harga Rp45 ribu per krat.
Petani lokal juga mendapat kesempatan menjual hasil panen secara langsung melalui lapak sayuran. Berbagai sayuran segar ditawarkan dengan harga sekitar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per ikat.
Sementara untuk komoditas beras dan minyak goreng, Perum Bulog Cabang Kotim menyediakan beras merk Punokawan sebanyak 1 ton dan beras SPHP sebanyak 1 ton. Keduanya dijual Rp60 ribu per sak.
Bulog juga menyediakan Minyakita sebanyak 1.200 liter dengan harga Rp15.700 per liter.
Masyarakat yang ingin mendapatkan beras sekaligus minyak goreng juga ditawarkan paket hemat. Untuk pembelian 5 kilogram beras dan 3 liter minyak goreng, masyarakat cukup membayar Rp124 ribu.
Penawaran harga yang terjangkau membuat sejumlah lapak ramai didatangi masyarakat sejak kegiatan berlangsung.
Komoditas yang memiliki selisih harga cukup jauh dengan harga yang biasa ditemukan di pasaran menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan GPM.
Enam Kali Digelar, Masih Ada Dua GPM
Kepala DPKP Kotim Yephi Hartady Periyanto mengatakan GPM merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Bidang Ketahanan Pangan dengan menggandeng sejumlah pelaku usaha dan kelompok masyarakat.
Bulog dilibatkan dalam penyediaan beras dan minyak goreng. Agen elpiji menyediakan gas bersubsidi, sedangkan peternak telur lokal dan petani lokal mendapat ruang untuk menjual komoditas mereka secara langsung kepada masyarakat.
GPM tidak hanya ditujukan sebagai tempat masyarakat mendapatkan pangan dengan harga lebih murah.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengendalikan harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat ketika terjadi kenaikan harga.
”GPM ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Bidang Ketahanan Pangan dengan tujuan utama membantu pengendalian harga pangan,” kata Yephi.
Kegiatan GPM juga digelar sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Sepanjang 2026, DPKP Kotim menjadwalkan tujuh kegiatan GPM dengan satu kegiatan lainnya dilaksanakan melalui skema nonanggaran daerah.
”Tahun ini ada tujuh kegiatan GPM dan satu kegiatannya nonanggaran daerah. Ini kegiatan GPM yang keenam, rencananya masih ada dua kali kegiatan GPM lagi sekitar Oktober dan akhir tahun,” ujarnya.
GPM Dirangkai Penyaluran Bantuan Pangan
Kegiatan GPM kali ini juga dirangkai dengan seremoni penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan penyaluran bantuan pangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
”Penyaluran bantuan pangan beras sebanyak 30 kilogram untuk periode Juli, Agustus dan September. Bantuan pangan ini untuk membantu masyarakat, apalagi saat ini musim kemarau, serta menjaga inflasi melalui pasar murah yang kita laksanakan hari ini,” kata Halikinnor.
Penerima bantuan merupakan masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga 4 atau kelompok berpenghasilan rendah.
”Bantuan beras diberikan untukmasyarakat yang masuk desil 1 sampai 4 atau kategori tidak mampu, bantuan ini sangat membantu. Mereka menerima 10 kilogram per bulan dan disalurkan sekaligus 30 kilogram untuk tiga bulan. Harapan kita, tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan pokok,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Halikin mengatakan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar dan hak setiap masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah memandang ketersediaan, keterjangkauan, keamanan serta stabilitas harga pangan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
Ia menilai kenaikan harga komoditas pangan dapat langsung memengaruhi daya beli masyarakat karena meningkatnya harga bahan kebutuhan pokok akan menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Karena itu, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan diminta terus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau.
Dalam konteks tersebut, GPM dinilai menjadi salah satu langkah konkret pemerintah untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga.
”Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah dan pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga serta ketersediaan pangan di lapangan.
”Jika ditemukan gejolak harga atau gangguan pasokan, pemerintah diminta segera melakukan langkah antisipasi dan intervensi sesuai kewenangan,” ujarnya.
BANTUAN: Bupati Kotim dan jajarannya saat penyaluran bantuan pangan. (Istimewa/Kanal Independen)
Selain bantuan beras, pemerintah daerah juga mendapat tambahan kuota elpiji 3 kilogram dari pemerintah pusat.
Halikinnor mengatakan pengajuan tambahan kuota tersebut telah disampaikan sekitar satu bulan sebelumnya. Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, pengajuan tersebut telah mendapat persetujuan.
”Insya Allah ada penambahan 9.000 tabung untuk enam kecamatan. Ini untuk memastikan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan elpiji dan membantu menjaga inflasi,” kata Halikinnor.
Tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan elpiji bagi masyarakat sekaligus mengurangi potensi kelangkaan dan tekanan harga di tingkat konsumen.
Harga elpiji menjadi salah satu perhatian pemerintah karena komoditas tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga.
Karena itu, tambahan kuota diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.
Halikinnor juga menekankan agar penyaluran bantuan pangan dilakukan secara tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.
Ia meminta seluruh proses distribusi berlangsung tertib dan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.
38.261 Penerima Dapat 30 Kilogram Beras
Pemimpin Cabang Perum Bulog Kotawaringin Timur Wahyu Tri Hutomo mengatakan bantuan pangan pemerintah pusat di Kotim menyasar 38.261 penerima.
”Kegiatan hari ini hanya seremoni, bantuan pangan beras sudah mulai disalurkan ke kelurahan dan desa di seluruh Kotim. Sehari setelah kami rapat bersama DPKP, besoknya mulai 14 Agustus dan kami targetkan akhir September semua selesai kami distribusikan,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan beras yang disalurkan merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CPP) yang berasal dari pemerintah pusat.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendapat penugasan untuk menyalurkan bantuan pangan tersebut.
Selanjutnya, Bapanas menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan CPP kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Untuk Kotim, jumlah penerima mencapai 38.261 orang. Setiap penerima memperoleh tiga karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram.
Bantuan dialokasikan untuk periode Juli, Agustus dan September, lalu diserahkan sekaligus. Setiap penerima bantuan pangan akan menerima tiga karung beras masing-masing 10 kilogram, sehingga totalnya 30 kilogram per penerima manfaat,” jelas Wahyu.
Didistribusikan ke 168 Desa dan 17 Kelurahan
Distribusi bantuan dilakukan hingga ke titik yang telah ditentukan pemerintah, yakni 168 desa dan 17 kelurahan di seluruh Kotim.
Luas wilayah Kotim menjadi tantangan tersendiri bagi Bulog dalam menjalankan distribusi. Sejumlah desa berada jauh dari Sampit dengan waktu tempuh berjam-jam, khususnya wilayah utara.
Akses menuju sejumlah wilayah tersebut tidak selalu mudah. Namun, kondisi geografis dan jarak tempuh tidak menjadi alasan bagi Bulog untuk membatasi penyaluran bantuan.
Wahyu memastikan bantuan tetap diantar sampai ke desa dan kelurahan tujuan sesuai penugasan.
”Sesuai penugasan, Bulog tetap mengantarkan bantuan sampai ke kantor desa dan kelurahan, termasuk daerah yang aksesnya jauh. Kami berkomitmen menyalurkan bantuan hingga ke titik distribusi yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (hgn/ign)
SAMPIT, kanalindependen.id – Pengguna rute Sampit–Palangka Raya dan sebaliknya harus bersiap mengubah jalur perjalanan.
Sebagian ruas Jalan Tjilik Riwut km 4, Kecamatan Baamang, akan ditutup permanen pada akhir 2026 karena masuk dalam kawasan pengembangan dan pengamanan Bandara Haji Asan Sampit.
Pemkab Kotim telah menyiapkan Jalan Jaksa Agung R Soeprapto menuju Jalan Ir Soekarno sebagai jalur pengganti yang terhubung ke Jalan Tjilik Riwut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) Raihansyah mengatakan, pemerintah daerah saat ini masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana perubahan akses jalan tersebut.
Rencana penutupan tersebut berkaitan dengan pembangunan pagar di sisi barat Bandara Haji Asan Sampit atau kawasan runway 13.
Pekerjaan pemagaran itu dibiayai melalui APBN 2026 Kementerian Perhubungan yang masuk DPA UPBU Bandara Haji Asan Sampit dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.
”Penutupan sebagian Jalan Tjilik Riwut akan dilakukan akhir tahun ini. Saat ini kami masih menyosialisasikan kepada masyarakat. Pembersihan kawasan juga sudah mulai dilakukan untuk pekerjaan pemagaran dengan dana APBN Rp1,2 miliar untuk pengamanan aset keliling kawasan bandara sepanjang 700 meter,” kata Raihansyah, Senin (17/8/2026).
Raihansyah menjelaskan penutupan jalan diperkirakan berlangsung dengan dimulainya pekerjaan pemagaran.
Namun, ruas jalan tersebut nantinya tidak kembali dibuka setelah pekerjaan selesai karena akan menjadi bagian dari kawasan bandara.
”Perubahan akses yang dilakukan bukan hanya pengalihan lalu lintas sementara selama proyek berlangsung. Tapi,sebagian Jalan Tjilik Riwut yang berada dekat kawasan bandara akan ditutup secara permanen,” jelasnya.
Jalan Jaksa R. Soeprapto Jadi Jalur Pengganti
Untuk mengantisipasi perubahan akses tersebut, Pemkab Kotim menyiapkan Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto sebagai jalur pengganti.
Pengguna jalan dari arah Sampit nantinya dapat melewati Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto, kemudian menuju Jalan Ir. Soekarno atau Lingkar Utara, sebelum kembali terhubung dengan Jalan Tjilik Riwut.
Raihansyah mengatakan, jarak dari muara Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto hingga pertigaan Jalan Tjilik Riwut-Jalan Ir. Soekarno sekitar 3 kilometer.
”Ke depannya Jalan Jaksa akan segera diperbaiki,” ujarnya.
Perbaikan Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto menjadi bagian penting dari persiapan pemerintah sebelum penutupan permanen diberlakukan.
Jalan tersebut harus mampu menampung pergerakan masyarakat yang selama ini menggunakan akses Jalan Tjilik Riwut.
Selain menjadi jalur pengganti, ruas jalan tersebut juga dinilai memiliki fungsi konektivitas yang lebih luas bagi wilayah Baamang.
”Jalan ini juga menghubungkan Desa Kandan yang juga dipersiapkan untuk mendukung akses menuju wisata Pulang Hanibung dan Jalan Bangkirai Hutan Sagonta Kota Baamang,” kata Raihansyah.
Dengan perbaikan tersebut, pemerintah berharap jalur alternatif tidak hanya berfungsi sebagai pengganti akses Jalan Tjilik Riwut, tetapi juga membuka konektivitas menuju kawasan lain di wilayah Baamang.
Wabup Minta Pengguna Jalan Mulai Menyesuaikan
Wakil Bupati Kotim Irawati meminta masyarakat, khususnya pengguna jalan dengan rute Sampit–Palangka Raya maupun sebaliknya, mulai menyesuaikan perjalanan dengan rencana perubahan akses.
Ia meminta masyarakat tidak menunggu sampai penutupan diberlakukan untuk mencari jalur baru. Pengguna jalan diharapkan mulai mengenali rute alternatif yang disiapkan pemerintah.
”Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan dengan rute Sampit–Palangka Raya, agar dapat menyesuaikan perjalanan dan menggunakan jalur alternatif,” kata Irawati.
Pemerintah daerah meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.
”Perubahan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan dan pengembangan Bandara Haji Asan Sampit, sekaligus meningkatkan konektivitas serta pelayanan transportasi di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya.
Irawati juga meminta pengguna jalan memperhatikan rambu-rambu dan mengikuti jalur yang diarahkan ketika pengalihan mulai diterapkan.
”Saya memohon pengertian dan kerja sama seluruh masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti jalur yang telah diarahkan demi kelancaran dan keselamatan bersama,” pungkasnya. (hgn)