Kategori: Kalteng

  • Bagikan Lebih 1.000 Karung Beras SPHP Gratis, Anggota DPR RI Muhammad Syauqie Ajak Ribuan Masyarakat Buka Puasa Bersama

    Bagikan Lebih 1.000 Karung Beras SPHP Gratis, Anggota DPR RI Muhammad Syauqie Ajak Ribuan Masyarakat Buka Puasa Bersama

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kedatangan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN Muhammad Syauqie membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Program PANsar Ramadan berupa penyediaan beras Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tadinya berbayar dengan harga terjangkau, berubah gratis setelah kedatangan Muhammad Syauqie.

    Beras SPHP dari Perum Bulog ini cukup familiar di kalangan masyarakat. Karena, harganya dikisaran Rp60 ribu per kemasan 5 kg, namun juga berkualitas medium yang jadi incaran masyarakat.

    ”Awalnya PANsar murah ini berbayar dengan harga terjangkau. Kami sediakan lebih dari 1.000 kupon untuk memudahkan dalam teknis pembagian beras. Tapi, dalam perjalanannya, saat kedatangan Pak Syauqie lebih dari 1.000 beras dibagikan kepada masyarakat secara gratis,” kata Dadang Siswanto Anggota DPRD Kotim yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Penyelenggara PANsar dan Buka Puasa Bersama di Rins Ballroom, Senin (16/3/2026).

    Setelah pembagian beras kepada masyarakat pada siang menjelang sore, (16/3/2026), masyarakat diajak untuk berbuka puasa bersama Muhammad Syauqie di Rins Ballroom, Jalan Kapten Mulyono.

    Buka puasa bersama.

    ”Ada lebih dari 2.000 masyarakat yany datang langsung menghadiri buka puasa bersama. Kami selaku panitia penyelenggara, sangat berterima kasih kepada Pak Syauqie yang secara khusus datang ke Sampit, menyapa dan berbagi beras untuk warga Sampit tanpa membedakan warna politik,” ujarnya.

    Program PANsar murah merupakan bagian dari gerakan nasional Partai Amanat Nasional (PAN) yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah selama bulan suci Ramadan.

    ”Melalui Ketua Ibu Putri, kami memiliki program PANsar atau pasar murah yang dilaksanakan se-Indonesia selama bulan Ramadan. Untuk di tempat kita, pasar murah itu kita ganti menjadi pasar gratis,” ujar Muhammad Syauqie, Senin (16/3/2026).

    Dia menjelaskan, sasaran utama program tersebut adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.

    ”Sasarannya adalah masyarakat kita untuk ketahanan pangan. Memang tidak banyak, tetapi insyaallah kita masih bisa berbagi. Tujuannya membuat kebaikan di bulan Ramadan,” katanya.

    Melalui kegiatan ini, anggota legislatif dari fraksi tersebut turun langsung ke masyarakat untuk menyalurkan bantuan sembako dengan konsep tebus murah atau bahkan gratis di sejumlah daerah.

    Dalam program tersebut, masyarakat biasanya dapat memperoleh paket sembako dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar.

    Di beberapa daerah bahkan hanya perlu menebus dengan harga sangat murah, sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

    ”Program ini juga merupakan bagian dari instruksi pimpinan partai agar seluruh anggota legislatif dari Fraksi PAN hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan bantuan nyata selama bulan suci Ramadan. Puluhan ribu paket sembako telah didistribusikan di berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

    Selain program pasar murah atau pasar gratis, rangkaian kegiatan Ramadan yang digagas PAN secara nasional juga mencakup sejumlah program sosial lainnya seperti mudik gratis bagi masyarakat serta berbagai kegiatan berbagi selama bulan suci.

    Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan di tengah momentum Ramadan.

    Melalui kegiatan ini, Syauqie berharap bantuan yang diberikan dapat memberi manfaat bagi masyarakat Kotim, terutama dalam menghadapi kebutuhan pangan selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

    ”Yang penting niat kita adalah berbagi dan membantu masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua,” tandasnya. (hgn)

  • Sidak Pelabuhan Rakyat, Wabup Kotim Temukan Kru Longboat Positif Narkoba

    Sidak Pelabuhan Rakyat, Wabup Kotim Temukan Kru Longboat Positif Narkoba

    SAMPIT, kanalindependen.id – Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelabuhan rakyat di sepanjang pinggiran Sungai Mentaya.

    Pengawasan ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi sungai atau longboat (taksi perahu) untuk mudik menuju Kabupaten Katingan.

    ​Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kotim bekerja sama dengan Respon Tim dari Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kelayakan armada hingga kesehatan para kru kapal.

    ​Wabup Irawati menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi kelengkapan teknis mesin serta ketersediaan alat keselamatan bagi penumpang.

    ”Tadi pagi kami meninjau kesiapan saudara-saudara kita yang akan mudik menggunakan longboat. Kami memeriksa kelengkapan mesin dan alat keamanan seperti baju pelampung (life jacket). Bagi pemilik kapal yang belum memiliki pelampung, tadi langsung kami bagikan bantuan pelampung dari Kementerian,” ujar Irawati, Senin (16/3/2026) pagi.

    ​Selain pengecekan fisik kapal, tim medis dan kepolisian juga melakukan tes urine kepada para motoris dan helper (pembantu motoris). Hasilnya, petugas menemukan satu orang helper yang terindikasi positif menggunakan narkoba.

    ​Atas temuan tersebut, Pemkab Kotim mengambil langkah tegas dengan melarang armada tersebut untuk berangkat demi keselamatan penumpang.

    ​”Tadi didapati satu orang yang dinyatakan positif narkoba. Langsung kami serahkan kepada pihak Polres melalui Satnarkoba untuk tindak lanjutnya. Sebagai konsekuensi, kapal tersebut tidak diizinkan jalan (berangkat) terlebih dahulu,” tegas Irawati.

    ​Irawati menekankan bahwa langkah ini diambil bukan untuk menghambat transportasi warga, melainkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik. Mengingat medan sungai memiliki risiko tinggi, kondisi fisik dan mental pengemudi kapal menjadi prioritas utama.

    ​”Ini semua demi keamanan dan kenyamanan saudara-saudara kita yang memang mudik menggunakan longboat. Kami ingin memastikan mereka sampai di tujuan dengan selamat tanpa ada risiko yang disebabkan oleh kelalaian kru atau ketidaksiapan armada,” pungkasnya.

    ​Pemeriksaan ini rencananya akan terus dilakukan secara berkala di pelabuhan-pelabuhan rakyat guna mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. (hgn)

  • Tinjau Objek Wisata Jelang Lebaran, Wabup Kotim Ingatkan Pengelola Wisata Perketat Keamanan Pengunjung

    Tinjau Objek Wisata Jelang Lebaran, Wabup Kotim Ingatkan Pengelola Wisata Perketat Keamanan Pengunjung

    SAMPIT, kanalindependen.id – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati melakukan peninjauan intensif ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kotim menjelang libur Lebaran Idulfitri 1447 H.

    Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan pengelola dalam aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung, mengingat lonjakan wisatawan diprediksi akan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    ​Dalam peninjauan tersebut, Wabup Irawati didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Ramadansyah, serta tim gabungan dari Polres Kotim, TNI, Satpol PP, BPBD, Disdamkarmat, dan Dinas Kesehatan.

    ​Irawati menekankan bahwa keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Ia mengimbau para pemilik tempat wisata untuk memperketat pengamanan dan menambah personel penjaga di titik-titik rawan.

    ”Kami memberikan imbauan kepada pemilik wisata agar memberikan rasa aman dan nyaman. Kami minta mereka memperbanyak rambu imbauan dan menambah tenaga keamanan di sekitar lokasi,” ujar Irawati, Senin (16/3/2026).

    Selain keamanan fisik, Irawati juga menyoroti aspek legalitas tempat wisata. Ia meminta pengelola untuk segera memperpanjang izin usaha yang telah habis masa berlakunya melalui sistem daring (online).

    ​Salah satu poin penting dalam peninjauan ini yaitu  temuan lokasi bekas galian C yang kerap disalahgunakan warga sebagai tempat wisata dadakan.

    Irawati menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan objek wisata resmi dan sangat berbahaya karena telah memakan korban jiwa.

    ”Kami menemukan lokasi galian C yang dijadikan tempat berenang. Tadi ada tulisan tarif masuk Rp5.000 yang langsung kami lepas, karena itu ilegal dan bukan tempat wisata. Kami minta jalan masuknya di-portal dan ditutup total agar anak-anak tidak bisa masuk melalui jalur hutan,” tegasnya.

    ​Plt Kadisbudpar Kotim, Ramadansyah, menambahkan bahwa tim telah mengunjungi beberapa titik populer yang kerap kali ramai dikunjungi saat libur Lebaran atau libur Natal dan Tahun Baru.

    Seperti misalnya lokasi di ​Danau Alam Salju, Jalan Jenderal Sudirman KM 6, ​Bekas Galian C di Kawasan Jalan Betang, ​Waterpark Jalan Wengga Metropolitan dan ​Wahana Pemandian Aqui Jalan Pramuka.

    ​Ramadansyah mengungkapkan, berkaca dari tahun lalu, Danau Alam Salju bisa mencapai 5.000 pengunjung dalam satu hari pada puncak libur Lebaran.

    ”Kami meminta pengelola memberikan edukasi melalui tulisan peringatan di area berbahaya. Orang tua juga harus ekstra memperhatikan anak-anaknya. Kita ingin masyarakat berwisata dengan bahagia, jangan sampai berakhir duka,” kata Ramadansyah.

    ​Selain keamanan, Pemkab Kotim juga menyoroti masalah sampah yang kerap menjadi persoalan saat lonjakan pengunjung, terutama di Pantai Ujung Pandaran.

    ”Satu orang buang satu kaleng saja, kalau ribuan orang sudah berapa banyak sampah. Kami minta pengelola menambah tempat sampah agar kebersihan tetap terjaga dan menjadi kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Ramadansyah.

    Pemkab Kotim akan terus menyiagakan tim gabungan dari berbagai instansi di titik-titik wisata hingga masa libur Lebaran guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (hgn)

  • Tak Bisa Andalkan APBN, Anggota DPR RI Dorong Skema Pihak Ketiga Atasi Pendangkalan Alur Sungai Mentaya

    Tak Bisa Andalkan APBN, Anggota DPR RI Dorong Skema Pihak Ketiga Atasi Pendangkalan Alur Sungai Mentaya

    SAMPIT, kanalindependen.id – Di tengah kelancaran arus mudik Lebaran 2026, persoalan lama yang belum terselesaikan kembali mencuat. Pendangkalan alur Sungai Mentaya dinilai menjadi ancaman serius bagi kelancaran transportasi laut dan aktivitas ekonomi di Pelabuhan Sampit.

    Hal itu disoroti Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (16/3/2026), dalam rangka monitoring kesiapan angkutan Lebaran.

    Dalam kunjungannya, Syauqie bersama rombongan meninjau sejumlah simpul transportasi utama di Kota Sampit, mulai dari Pelabuhan Sampit, Bandara Haji Asan, hingga Terminal Patih Rumbih.

    Namun, di balik pelayanan mudik yang dinilai berjalan baik, ia menegaskan adanya persoalan mendasar yang harus segera ditangani, yakni tingginya sedimentasi di alur Sungai Mentaya.

    Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan berpotensi menghambat mobilitas kapal yang selama ini masih bergantung pada kondisi pasang surut air.

    ”Masalah pendangkalan alur sungai tidak hanya terjadi di Sungai Mentaya, tetapi juga di banyak wilayah Indonesia termasuk di Kalimantan Tengah. Namun, untuk pengerukan alur tidak bisa menggunakan APBN, sehingga perlu kerja sama dengan pihak ketiga,” tegas Syauqie.

    Persoalan ini penting untuk ditindaklanjuti. Jika tidak segera ditangani, pendangkalan tersebut dapat mengganggu arus logistik dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

    Syauqie memastikan akan menindakalanjuti persoalan ini ke tingkat pusat untuk dibahas bersama Komisi V DPR RI serta mitra kerja terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.

    ”Kita harapkan alur yang padat sedimentasi bisa segera dikeruk, karena dampaknya besar bagi perekonomian, khususnya di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

    Di sisi lain, dari hasil peninjauan lapangan, ia menilai pelayanan angkutan mudik di Sampit, khususnya di Pelabuhan Sampit, sudah berjalan cukup baik.

    Rombongan meninjau langsung posko layanan, terminal penumpang, hingga ke anjungan KM Lawit yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB. Dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 1.400 orang, proses keberangkatan dinilai tertata rapi.

    ”Kita melihat penumpang tertib dan proses keberangkatan sudah berjalan baik sebelum waktu keberangkatan,” ungkapnya.

    Dia juga menilai fasilitas yang disediakan operator kapal serta dukungan dari instansi terkait cukup memadai dalam mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.

    Meski demikian, ia mengingatkan agar pelayanan tersebut tetap konsisten hingga masa arus balik Lebaran.

    ”Kami berharap pelayanan ini terus dijaga, baik saat arus mudik maupun arus balik, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

    Selain sektor transportasi laut dan udara, Komisi V DPR RI juga melakukan pengecekan terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi jalur utama pemudik di wilayah Kalimantan Tengah.

    Dalam kesempatan itu, Syauqie juga mengungkapkan adanya sejumlah program DPR RI yang direncanakan masuk ke wilayah Kotim, di antaranya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, serta program di sektor kesehatan dan pembangunan infrastruktur.

    Namun, ia meminta masyarakat bersabar karena program-program tersebut masih dalam proses dan akan direalisasikan secara bertahap.

    ”Insya Allah ada beberapa program yang akan masuk ke Kotim. Kita tunggu sampai bisa direalisasikan,” ujarnya.

    Dalam kunjungannya ke Kota Sampit, Syauqie juga mendampingi Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang turut meninjau Pelabuhan Sampit serta kegiatan penyaluran bantuan Presiden RI, Gerakan Pangan Murah, Pasar Murah, Kartu Huma Betang Sejahtera, dan Cek Kesehatan Gratis di halaman Museum Kayu Sampit, Jalan Tjilik Riwut.

    Rangkaian kegiatan juga diisi dengan PANsar Murah serta ditutup dengan buka puasa bersama ribuan masyarakat di Rins Ballroom, Jalan Kapten Mulyono. (hgn)

  • Bangkit dari Vakum, Organda Kotim Siapkan Penataan Baru Distribusi BBM

    Bangkit dari Vakum, Organda Kotim Siapkan Penataan Baru Distribusi BBM

    SAMPIT, kanalindependen.id – Setelah hampir lima tahun tak terdengar kiprahnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya kembali aktif.

    Kebangkitan organisasi angkutan darat ini menandai kembalinya peran mereka dalam pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan umum di daerah tersebut.

    Kursi kepemimpinan yang lama kosong kini kembali terisi melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) pada 14 Mei 2025.

    Dari forum itulah terbentuk kepengurusan baru yang langsung bergerak melakukan pembenahan internal.

    ”Selama hampir lima tahun, anggota tidak punya pegangan terkait alokasi. Maka kami verifikasi ulang agar data lebih valid,” ujar Suhendra, Ketua Organda Kotim.

    Proses verifikasi itu menyaring data lama yang sebelumnya mencatat 1.975 anggota. Hasilnya, hanya sekitar 500 hingga 550 anggota yang kini dinyatakan aktif. Data inilah yang akan menjadi dasar penataan ulang sistem distribusi BBM di lapangan.

    Langkah pembenahan Organda mendapat dukungan langsung dari pemerintah daerah. Bupati Kotim mengeluarkan rekomendasi pada 18 Februari 2026, menjadi landasan bagi Organda untuk kembali menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pertamina Patra Niaga di tingkat regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

    Dari komunikasi itu, Organda memperoleh respons positif. Mereka akan kembali dilibatkan dalam pengawasan distribusi BBM di Kotim.

    Kesepakatan awal dibahas dalam pertemuan dengan Sales Branch Manager (SBM) Pertamina di Sampit pada 11 Maret 2026.

    Hasilnya, distribusi BBM untuk angkutan umum akan kembali berada di bawah kendali Organda setelah disposisi resmi dari regional diterbitkan.

    Ketua Organda Kotim Suhendra.

    ”Perkiraannya setelah Lebaran. Setelah disposisi turun, baru kami rapat dengan SPBU dan SBM, lalu dilakukan launching,” jelas Suhendra.

    Selama masa vakum, kuota BBM untuk Organda sebenarnya tetap ada. Namun pengelolaannya dikondisikan langsung oleh pihak SPBU karena organisasi tidak memiliki legalitas aktif.

    Kini, setelah struktur sah terbentuk, alokasi sementara ditetapkan sebesar 20 kiloliter (KL) per SPBU, dengan dua lokasi utama di kawasan Km dan Pal 2.

    Kuota itu belum mencukupi seluruh kebutuhan sekitar 500 anggota yang sudah terverifikasi, terutama untuk kendaraan besar seperti truk tronton dan bus.

    ”Kalau dihitung, kuota itu belum bisa meng-cover sekitar 500-an anggota yang sudah terdata,” ujarnya.

    Untuk itu, Organda telah mengajukan penambahan kuota guna menopang operasional kendaraan besar yang paling bergantung pada pasokan BBM. Namun, Suhendra menegaskan, fokus utama mereka saat ini adalah memastikan sistem distribusi dan pengawasan kembali berjalan tertib setelah Organda aktif lagi.

    Selain pengawasan BBM, Organda Kotim juga mulai mengambil bagian dalam program pemerintah daerah. Di antaranya pengurusan KIR, BPJS Ketenagakerjaan, serta upaya mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

    ”Organda tidak hanya soal BBM. Kami juga bantu KIR, BPJS Ketenagakerjaan, dan kegiatan lain yang mendukung pemerintah daerah,” kata Suhendra.

    Melalui struktur baru dan koordinasi yang mulai pulih, Organda menargetkan pembenahan di sektor BBM rampung dalam waktu dekat.

    ”Sekarang kami sudah aktif. Tinggal penguatan di sektor BBM yang sedang berproses,” katanya. (ign)

  • 4.083 Penumpang Tinggalkan Sampit, Masa Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Tinggal Dua Kali Keberangkatan Lagi

    4.083 Penumpang Tinggalkan Sampit, Masa Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Tinggal Dua Kali Keberangkatan Lagi

    SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit masih berlangsung. Memasuki H-5 Lebaran jumlah angkutan penumpang terus mengalami peningkatan.

    Berdasarkan data KSOP Kelas III Sampit, pada periode H-5 Lebaran tahun 2025, jumlah penumpang naik kapal sebanyak 2.712 dan mengalami peningkatan 50,55 persen di tahun 2026 yang berjumlah 4.083 penumpang

    Sementara, data kapal penumpang turun pada H-5 Lebaran tahun 2025 sebanyak 864 dan mengalami peningkatan 9,95 persen dibandingkan tahun 2026 yang berjumlah 950 penumpang.

    ”Pada H-5 Lebaran tahun ini, jumlah penumpang naik kapal atau yang meninggalkan Pelabuhan Sampit sebanyak 4.083. Sementara, penumpang turun dari kapal total sebanyak 950 penumpang,” kata Gusti Muchlis Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit yang juga bertugas sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit, Senin (16/3/2026).

    Gusti Muchlis menginformasikan KM Lawit dari Surabaya telah tiba di Pelabuhan Sampit sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu (15/3/2026). Kapal berkapasitas standar 912 ini telah mendapatkan dispensasi dari KSOP sehingga diizinkan mengakut hingga batas ambang maksimal 1.400 penumpang.

    Pada, keberangkatan jam 13.00 WIB Senin (16/3/2026), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai pemilik KM Lawit telah memaksimalkan angkutan 1.400 penumpang menuju rute Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

    ”KM Lawit tiba kemarin sore mengangkut 487 penumpang yang turun. Siang hari ini KM Lawit mengangkut 1.400 penumpang, sudah sesuai kapasitas maksimal,” ujarnya.

    Dari pantauan Kanal Independen, aktivitas di sekitar terminal penumpang masih berjalan tertib dan lancar. Meski penumpang terlihat memenuhi terminal pelabuhan, namun semua terlihat mendapatkan kursi tunggu sehingga tak ada penumpang yang tak dilayani.

    Pengawasan personel gabungan juga tidak seketat pada Minggu (15/3/2026) pagi. Hal itu karenakan, hanya ada satu keberangkatan kapal.

    Situasi di area terminal penumpang Jalan Usman Harun juga tidak diportal, sehingga pengendara bisa mengakses jalan tanpa pemortalan. Dan, tanpa menimbulkan kemacetan yang berarti.

    “Alhamdulillah puncak arus mudik kemarin ada tiga kapal dan penumpukkan penumpang seperti yang kita khawatirkan itu tidak terjadi. Begitu juga hari ini semua penumpang bisa terlayani dengan baik tanpa berdesak-desakan,” ujarnya.

    Penumpang KM Lawit telah melakukan proses check in pukul 09.00 dan diarahkan menaiki kapal sekitar pukul 09.45 WIB. Atau 4 jam sebelum jadwal keberangkatan kapal.

    “Selama masa arus mudik kami menjalankan strategi mengurai penumpang dengan check in empat jam lebih awal,” ujarnya.

    Lebih lanjut Muchlis mengatakan selama masa angkutan Lebaran terhitung 13-30 Maret 2026, terdapat 12 call keberangkatan kapal dan lima armada yang disediakan oleh dua penyedia jasa operator kapal yaitu PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama (DLU)

    Lima armada tersebut terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni yaitu KM Leuser, KM Lawit dan KM Kelimutu. Dan, dua armada lainnya milik PT DLU yaitu KM Kirana III dan KM Rucitra VI. Kelima kapal ini melayani rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang.

    ”Sampai dengan H-5 Lebaran (16 Maret 2026) ini, sudah ada empat kali kunjungan kapal yang mengangkut penumpang. Masih ada dua kali keberangkatan lagi di masa arus mudik dan enam kali keberangkatan di masa arus balik Lebaran,” ujarnya.

    Adapun KM Kelimutu dijadwalkam berangkat rute Sampit-Semarang, pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB.

    Dan, KM Kirana III dijadwalkan berangkat rute Sampit-Surabaya pada pukul 13.00 WIB, Kamis (19/3/2026). Kapal milik DLU ini menjadi kapal terakhir yang melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit.

    “Menurut informasi dua operator kapal, dua kali keberangkatan di masa arus mudik ini, semua tiket sudah terjual habis,” jelasnya.

    Kerahkan Personel Siaga Penuh Layani Penumpang

    Selama masa angkutan Lebaran 2026, KSOP telah mengerahkan 60 personel ditambah bantuan personel dari instansi terkait, salah satunya pengerahan personel dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sampit.

    Sejumlah personel siap siaga melayani di area terminal penumpang, untuk memastikan penumpang terlayani dengan aman, nyaman dan tertib.

    ”Tim pelayanan yang bertugas siap siaga membantu pengaturan alur penumpang, memberikan informasi layanan, serta memastikan proses keberangkatan dan kedatangan penumpang berjalan aman dan tertib,” Tri Purbo Waluyojati, Junior Manager Pelayanan Terminal Penumpang PT Pelindo Regional 3 Sampit, Senin (16/3/2026).

    SIAGA: Junior Manager Pelayanan Terminal Penumpang PT Pelindo Regional 3 Sampit Tri Purbo Waluyojati saat memberikan arahan rutin kepada tim petugas layanan termasuk satuan pengamanan (satpam) demi kelancaran penumpang, Senin (16/3/2026). (Heny/Kanal Independen)

    Pelindo juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait yang terlibat dalam operasional pelabuhan guna menjaga kelancaran pelayanan selama periode arus mudik Lebaran.

    ”Kami ingin memastikan fasilitas terminal penumpang dalam kondisi optimal serta melakukan penataan area drop zone guna mendukung kelancaran mobilitas penumpang di kawasan pelabuhan,” ujarnya.

    Pelindo Regional 3 Sampit juga mengimbau kepada para penumpang agar memperhatikan jadwal keberangkatan kapal, menjaga barang bawaan masing-masing, serta mengikuti arahan petugas selama berada di area pelabuhan demi kenyamanan dan kelancaran bersama.

    ”Petugas kami selalu mengingatkan kepada penumpang agar menjaga kesehatan, memperhatikan barang bawaan. Setelah proses check in, penumpang juga dipersilakan duduk di kursi tunggu yang sudah kami sediakan,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    PALANGKA RAYA, Kanalindependen.id – Warga di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.

    Peringatan dini cuaca tersebut dikeluarkan melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya dan berlaku pada periode 16 hingga 18 Maret 2026.
    BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah saat ini dipengaruhi oleh adanya belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau di atmosfer wilayah tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.

    Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang kuat juga turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang menjadi pemicu hujan.

    “Situasi ini dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir atau kilat serta angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).

    Sejumlah wilayah yang diperkirakan berpotensi terdampak antara lain Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Timur, hingga Seruyan.
    Selain itu, potensi cuaca serupa juga dapat terjadi di wilayah Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

    BMKG mengingatkan, hujan dengan durasi singkat namun berintensitas tinggi dapat memicu berbagai dampak bencana hidrometeorologi. Beberapa di antaranya seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

    Karena itu masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama bagi yang beraktivitas di luar rumah maupun yang melakukan perjalanan antardaerah.

    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lokal yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan angin puting beliung.

    Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat juga disarankan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini. (***)

  • BKK Kelas II Sampit Buka Layanan Kesehatan Gratis, Imbau Penumpang Waspada Wabah Penyakit Nipah dan TBC

    BKK Kelas II Sampit Buka Layanan Kesehatan Gratis, Imbau Penumpang Waspada Wabah Penyakit Nipah dan TBC

    SAMPIT, kanalindependen.id – Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Sampit memperketat pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Selama masa angkutan Lebaran 2026, BKK juga menyelenggarakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang maupun petugas di Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit.

    ​Kepala BKK Kelas II Sampit, dr I Gusti Ayu Agung Darmawati, menyampaikan bahwa layanan kesehatan gratis dilakukan untuk memastikan pemudik dapat melakukan skrining kesehatan dan dapat melanjutkan perjalanan mudik dalam keadaan sehat.

    “Fokus untuk dalam pelayanan kesehatan ini untuk memastikan seluruh pemudik dalam kondisi fisik yang siap untuk melakukan perjalanan jauh dalam kondisi sehat,” kata I Gusti Ayu Agung Darmawati, Minggu (15/3/2026).

    ​Layanan kesehatan gratis yang disediakan mencakup berbagai parameter pemeriksaan fisik dan medis dasar dengan target layanan 50 orang.

    Hingga siang hari saat diwawancarai, tercatat 34 orang telah memanfaatkan fasilitas ini dari target kuota yang disediakan.

    ​Pemeriksaan meliputi pengecekkan tekanan darah, berat badan, lingkar perut, tinggi badan, asam urat, hingga cek kadar kolesterol dan kadar gula darah.

    ”Berdasarkan pemeriksaan sementara, keluhan yang paling banyak ditemukan pada pemudik adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kadar kolesterol yang tinggi dan beberapa lainnya gula darah tinggi,” ujarnya.

    ​Walaupun demikian, semua yang menjalan8 pemeriksaan kesehatan terutama pemudik, masih dinyatakan layak untuk bepergian.

    ”Jika ditemukan masalah kesehatan, dokter kami akan memberikan informed consent dan obat-obatan secara gratis jika diperlukan,” ujarnya.

    Selain itu, ​BKK Kelas II Sampit tidak hanya memfokuskan pelayanan di Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit tetapi juga menjangkau wilayah kerja lainnya di Kalimantan Tengah. Seperti di Sukamara, Pelabuhan Kumai Pangkalan Bun.

    Pada puncak arus mudik, BKK mengerahkan 9 personel dalam satu shift yang dibagi ke dalam dua tim yaitu, tim pemeriksaan kesehatan gratis dan tim pengawasan di pintu embarkasi.

    ”Besok akan dilanjutkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Bandara Haji Asan Sampit. Kami juya menyiagakan satu unit ambulans yang siap melakukan evakuasi medis kapan saja jika diperlukan,” ujarnya.

    ​Di tengah antusiasme mudik, dr Ayu mengingatkan kepada para pemudik agar waspada terhada0 wabah seperti, Virus Nipah dan Tuberculosis (TBC). Saat ini, pihaknya tengah memperketat skrining terhadap potensi wabah tersebut.

    ​”Kami mengimbau pemudik untuk tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti menggunakan masker dan rajin mencuci tangan, terutama bagi anak-anak. Ini penting untuk mencegah keluar masuknya penyakit wabah yang berpotensi menular saat berkerumun di perjalanan,” tegasnya.

    ​Dalam menjalankan fungsi pengawasan ini, BKK Kelas II Sampit menegaskan tidak bekerja sendiri.

    Pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan Kotim dan Puskesmas setempat untuk memastikan penanganan kesehatan di wilayah pintu masuk pelabuhan dan bandara berjalan optimal melalui kolaborasi lintas sektor.

    ”​Layanan kesehatan ini rencananya akan terus diupayakan tersedia selama periode arus mudik dan balik, dengan penyesuaian jumlah petugas berdasarkan intensitas kedatangan kapal maupun pesawat,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Terkendali, Puluhan Personel Gabungan Siaga Penuh Layani Keberangkatan 2.683 Penumpang

    Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Terkendali, Puluhan Personel Gabungan Siaga Penuh Layani Keberangkatan 2.683 Penumpang

    SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit mencapai puncaknya pada Minggu (15/3/2026). Hal itu ditandai dengan berangkatnya tiga kapal dalam waktu berdekatan.

    Keberangkatan pertama dimulai dari KM Leuser tujuan Sampit-Semarang pukul 11.00 WIB yang mengangkut sebanyak 1.392 penumpang. Proses check ini dimulai dari jam 07.00 WIB.

    Meskipun jumlah penumpang cukup padat, situasi Terminal Penumpang di Jalan Usman Harun terpantau kondusif.

    Kedua sisi selatan dan utara yang biasanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua dan roda empat hingga menimbulkan kemacetan dapat diantisipasi dengan pemortalan sementara. Sehingga, area terminal steril dari kendaraan.

    Penumpang melakukan proses check in dengan tertib memasuki Terminal Penumpang memenuhi kursi tunggu milik aset Pelindo.

    Selain itu, untuk menghindari penumpukkan penumpang, kursi tunggu  di area outdoor dekat dermaga juga terisi penuh. Sehingga, penumpukkan penumpang bisa diantisipasi dengan baik berkat kerjasama puluhan personel gabungan yang siaga penuh di areal Pelabuhan Sampit.

    Setelah proses check in selesai, penumpang KM Leuser diarahkan menaiki kapal secara bertahap sekitar pukul 08.00 WIB.

    Personel yang siaga di sekitar dermaga juga menjalankan tugasnya dengan baik dengan mengimbau penumpang untuk tidak berdesak-desakan dan tak perlu terburu-buru karena  KM Leuser dijadwalkan berangkat pukul 11.00 WIB.

    Menghindari penumpang yang berjejal, PT Pelni menyediakan akses dua tangga menaiki kapal, sehingga proses embarkasi penumpang berjalan dengan teratur.

    Tiga jam sebelum keberangkatan KM Leuser, situasi dermaga tetap kondusif. Penumpang yang sudah menaiki kapal juga tak dikekang, tetap diberikan izin keluar jika ingin tetap mencari snack atau makanan di sekitar area terminal pelabuhan.

    Setelah proses embarkasi penumpang KM Leuser selesai, disusul penumpang KM Kirana III tujuan Sampit-Surabaya yang mengangkut sebanyak 768 penumpang. Kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) ini dijadwalkan berangkat pukul 12.00 WIB.

    Kemudian, dilanjutkan dengan KM Rucitra VI tujuan Sampit-Semarang yang mengangkut sebanyak 523 penumpang. Kapal yang juga milik PT DLU ini dijadwalkan berangkat pukul 14.00 WIB.

    Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Hotman Siagian juga memastikan strategi penguraian penumpang yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, dengan menerapkan check in penumpang lebih awal sekitar 3-4 jam lebih awal, berhasil mengatasi penumpukkan penumpang yang kerap dikhawatirkan instansi terkait.

    Dia tak hanya memastikan semua penumpang terlayani dengan baik, tetapi juga memastikan tak adanya penumpukkan penumpang disekitar terminal pelabuhan.

    ”Kami sangat mengapresiasi kerjasama dari instansi terkait yang bersinergi memastikan kelancaran masa angkutan Lebaran. Meskipun terjadi lonjakan penumpang, bisa dilihat sendiri tidak ada penumpukkan yang signifikan di area pelabuhan. Ini semua hasil koordinasi ketat yany kami lakukan mulai dari jajaran KSOP, TNI Polri, jasa penyedia operator kapal, Pelindo yang siap siaga memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang,” kata Hotman Siagian, Kepala KSOP Kelas III Sampit yang datang meninjau langsung situasi dan kondisi penumpang di area pelabuhan,Minggu (15/3/2026).

    Tidak hanya itu, Hotman bersama Kadishub Kotim Raihansyah dan Kepala PT Pelni Cabang Sampit,Siti Nafillah serta instansi terkait, semalam sebelumnya juga meninjau tenda-tenda yang disediakan untuk penumpang yang jauh dari Kota Sampit agar bisa beristirahat.

    ”Operator kapal juga telah menyediakan 10 tiket cadangan. Tadi pagi, ada 9 orang warga dan termasuk pekerja asal NTB yang kehabisan tiket tetapi dibantu agar tetap bisa mudik melalui Surabaya menggunakan KM Kirana III,” ujarnya.

    Menurutnya, puncak arus mudik terjadi pada Minggu (15/3/2026), sehingga untuk menganstisipasi penumpukkan penumpang, KSOP telah mengerahkan 60 personel ditambah bantuan personel dari instansi terkait.

    ”Hari ini bisa kita katakan sudah memasuki puncak arus mudik Lebaran. Karena, ada tiga kapal yang berangkat dengan total angkutan 2.683 penumpang yang meninggalkan Pelabuhan Sampit,” ujarnya.

    Meski demikian, masih ada keberangkatan tiga call lagi, yaitu, KM Lawit rute Sampit-Semarang yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB, Senin (16/3/2026). Kapal ini diprediksi mengangkut 1.400 penumpang dengan kapasitas maksimal.

    Dilanjutkan, keberangkatan KM Kelimutu pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB dengan tiket terjual sekitar 1.200an dan dipastikan terisi penuh 1.400 sesuai kapasitas maksimal pada hari H keberangkatan.

    Kemudian, KM Kirana III yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB, Kamis (19/3/2026). Kapal milik DLU ini menjadi kapal terakhir yang melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit.

    ”Selama masa angkutan Lebaran terhitung 13-30 Maret 2026, telah tersedia lima armada yang beroperasi melayani 12 call keberangkatan,” jelasnya.

    ​KSOP memprediksi, masa angkutan Lebaran 2026 mengalami kenaikan penumpang 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    ”Angka ini lebih tinggi dari prediksi rata-rata nasional untuk transportasi laut yang berkisar di angka 6,5 persen hingga 6,7 persen,” ujarnya.

    Sementara itu, ​Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, juga meninjau langsung kondisi di area Pelabuhan Sampit untuk memastikan implementasi kalender Kamtibmas terkait pengamanan mudik berjalan maksimal.

    MENINJAU: Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain bersama Kepala KSOP Kelas III Sampit dan sejumlah pihak terkait meninjau langsung ke anjungan KM Leuser, Minggu (15/3/2026) siang. (Heny/Kanal Independen)

    ​”Pemantauan sudah dilakukan sejak malam kemarin, kami melihat situasi aman terkendali. Saya juga mengecek ke anjungan kapal dan penumpang sudah memasuki kapal dengan tertib tanpa kendala berarti,” kata Resky.

    ​Pihaknya juga telah mengantisipasi lonjakan intensitas kegiatan masyarakat, dengan menurunkan total 250 personel pengamanan.

    ”Khusus mulai malam tadi dan hari ini untuk area pelabuhan, jumlah personel di Pos Pelayanan ditingkatkan dari 20 menjadi 25 personel. Karena, hari ini kita memasuki puncak arus mudik, kita ingin semuanya berjalan lancar,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Marwah Adat dan Wibawa Negara Terkoyak, DAD Kotim Kutuk Keras Amuk Massa terhadap Camat MHU

    Marwah Adat dan Wibawa Negara Terkoyak, DAD Kotim Kutuk Keras Amuk Massa terhadap Camat MHU

    SAMPIT, kanalindependen.id – Aksi kekerasan terhadap Camat Mentaya Hilir Utara (MHU), Zikrillah, memantik pernyataan keras dari Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Aksi beringas itu dinilai telah merobek dua pilar utama sekaligus, wibawa hukum negara dan keluhuran tradisi adat.

    Ketua Harian DAD Kotim, Gahara, berdiri di garis terdepan mengecam insiden tersebut. Dia memandang kekerasan fisik terhadap pejabat pemerintah yang tengah bertugas memfasilitasi dialog adalah tindakan usang yang mengkhianati nilai-nilai lokal.

    Falsafah leluhur, menurutnya, selalu menempatkan musyawarah sebagai panglima untuk mengurai benang kusut sengketa.

    ”Dalam adat Dayak, jika ada persoalan atau sengketa, penyelesaiannya dilakukan melalui perundingan dan musyawarah adat. Bukan dengan memukul atau melakukan kekerasan,” tegas Gahara, Jumat (13/3/2026) lalu.

    Warisan kearifan lokal ini hidup turun-temurun sebagai benteng penjaga harmoni dan kedamaian masyarakat. Merusaknya berarti menentang identitas kultural Bumi Habaring Hurung itu sendiri.

    ”Tindakan kekerasan seperti ini jelas bertentangan dengan nilai adat dan budaya yang kita junjung bersama. Masyarakat Dayak sangat menjunjung tinggi penyelesaian masalah secara damai melalui dialog,” ujarnya.

    Lebih dari sekadar urusan adat, pukulan dan dorongan yang mendarat di tubuh seorang aparatur sipil adalah pelecehan terhadap institusi negara.

    Gahara memastikan lembaganya merapatkan barisan mendukung aparat kepolisian mengambil langkah presisi dan tegas.

    ”Kami mendukung penuh Polda Kalteng untuk mengusut tuntas kejadian ini. Siapa pun yang terlibat harus diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum,” tegasnya.

    Penindakan tanpa pandang bulu mutlak diperlukan demi memutus rantai arogansi sekelompok orang, sekaligus menyuntikkan efek jera. Pada saat bersamaan, dia meminta tensi publik segera diredam agar pusaran konflik tidak semakin meluas.

    ”Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif. Jika ada persoalan, mari kita selesaikan dengan cara yang baik melalui dialog, musyawarah, dan jalur hukum yang berlaku,” katanya.

    Rentetan kekerasan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi semua elemen warga Kotim untuk kembali berpijak pada akar tradisi.

    ”Adat dan budaya kita mengajarkan penyelesaian masalah dengan kepala dingin melalui perundingan, bukan dengan kekerasan. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga bersama,” katanya.

    Pecah Kongsi Berujung Visum

    Pernyataan keras DAD Kotim ini bermuara dari kekacauan memilukan di Kantor Kecamatan MHU. Niat awal mencari titik temu terkait polemik kepengurusan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya mendadak liar. Massa yang mendesak pengesahan pengurus baru kehilangan kendali.

    Ketegangan meledak usai aparat keamanan menyetop aktivitas panen sekelompok orang yang teridentifikasi tidak memiliki hak legal atas lahan. Langkah penegakan hukum inilah yang memantik gelombang protes hingga berujung pada mediasi ”berdarah” yang menelan korban pimpinan wilayah setempat.

    Tarik-menarik kerah baju tak terhindarkan. Zikrillah terdesak mundur tatkala massa meluapkan emosi lewat dorongan dan pelemparan. Rekaman video amatir memperlihatkan sang camat nyaris tersungkur ke lantai.

    Dalam situasi panas itu, aparat kepolisian, anggota Koramil, bersama warga lekas membelah kepungan dan mengevakuasinya dari pusaran amuk massa.

    Rabu (11/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB, langkah hukum resmi diambil. Zikrillah mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah guna melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut.

    Usai membuat laporan, dia menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit Bhayangkara dengan keluhan nyeri berdenyut di kepala akibat rentetan serangan fisik. (ign)