Kategori: Kalteng

  • Tingkatkan Kompetensi dan Sportivitas, Ketua PWI Kotim Ingatkan Dua Program Unggulan PWI Kotim Tahun Ini

    Tingkatkan Kompetensi dan Sportivitas, Ketua PWI Kotim Ingatkan Dua Program Unggulan PWI Kotim Tahun Ini

    SAMPIT, kanalindependen.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap menghadapi dua agenda besar sepanjang tahun 2026.

    Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah, menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan prestasi atlet wartawan sepanjang tahun 2026.

    Hal tersebut disampaikan dalam agenda buka puasa bersama di Sekretariat PWI Kotim, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Sampit.

    ​Dalam kesempatan itu, Siti menyampaikan dua program unggulan yang menjadi fokus utama PWI Kotim tahun ini, yakni peningkatan kompetensi profesi wartawan dan persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kalteng.

    ”Program pertama yang menjadi prioritas kita adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dirangkai dengan Orientasi Kewartawanan. Agenda ini direncanakan diadakan Mei atau Juni mendatang,” kata Siti Fauziah, Sabtu (14/3/2026).

    ​Siti mendorong seluruh anggota maupun calon anggota yang belum tersertifikasi untuk segera mendaftarkan diri, baik untuk jenjang Muda, Madya, hingga Utama.

    ”“Peserta kita terbatas, jadi kita utamakan anggota maupun calon anggota PWI Kotim. Yang belum ikut UKW segera mendaftar. Bagi yang sudah di jenjang Muda bisa naik ke Madya, dan yang Madya bisa lanjut ke jenjang Utama,” tegas Siti Fauziah.

    ​Selain fokus meningkatkan kompetensi, PWI Kotim juga membidik prestasi di bidang olahraga melalui Porwada Kaltenf yang direncanakan diadakan pada Oktober atau akhir tahun 2026.

    ​Siti Fauziah menginstruksikan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kotim untuk bergerak cepat melakukan seleksi dan persiapan atlet. Dengan mentargetkan, mempertahankan capaian medali emas yang pernah diraih tiga tahun lalu.

    ​”Harapan kita di Porwada tahun ini prestasi bisa meningkat, sehingga atlet kita terpilih bisa mewakili Kalimantan Tengah pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun depan di Lampung,” tambahnya.

    Di pengujung sambutannya, Siti mengajak seluruh insan pers di Kotim untuk senantiasa menjaga integritas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menjalankan tugas profesionalnya.

    ​Momentum Ramadan ini diharapkan dapat mempererat rasa kekeluargaan dan meningkatkan keimanan seluruh anggota PWI Kotim.

    ”Semoga melalui kegiatan ini, kebersamaan kita semakin kuat, iman dan takwa kita semakin meningkat, dan Allah selalu memberikan kesehatan serta perlindungan kepada kita semua dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis,” tandasnya. (hgn/ign)

  • PWI Kotim Tebar Kebaikan Ramadan, Santuni Panti Asuhan dan Bagikan Takjil Gratis di Sampit

    PWI Kotim Tebar Kebaikan Ramadan, Santuni Panti Asuhan dan Bagikan Takjil Gratis di Sampit

    SAMPIT, kanalindependen.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan.

    Melalui rangkaian kegiatan buka puasa bersama bertajuk “Menebarkan Kebaikan dan Kebahagiaan untuk Semua”, PWI Kotim menggelar aksi sosial hingga buka puasa bersama di Sekretariat PWI Kotim, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Sampit, Sabtu (14/3/2026).

    Ketua PWI Kotim Siti Fauziah mengatakan, kegiatan aksi sosial hingga buka puasa bersama merupakan agenda rutin tahunan organisasi yang tidak hanya melibatkan anggota PWI, tetapi juga keluarga besar para wartawan.

    Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al Quran yang dibawakan qori Ananda Rahman yang menghadirkan suasana khusyuk dan menenangkan bagi para undangan yang hadir.

    ”Masyaallah lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh qori Ananda Rahman luar biasa terasa sangat adem. Semoga membawa keberkahan untuk kita semua dan membuat tempat kita berkumpul di sini terasa begitu sejuk pada sore hari ini,” ujar Fauziah saat mengawali sambutannya.

    Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus PWI Kotim, anggota, calon anggota, serta keluarga yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan di antara insan pers di Kotawaringin Timur.

    ”Terima kasih untuk semuanya yang sudah hadir hari ini, terutama yang juga membawa keluarganya masing-masing. Karena kegiatan ini memang tidak hanya untuk anggota PWI, tetapi juga untuk keluarga besar kita semuanya,” kata jurnalis senior ini.

    Sebelum buka puasa bersama digelar, PWI Kotim terlebih dahulu melaksanakan aksi sosial dengan mengunjungi sejumlah panti asuhan di Kota Sampit.

    Dalam kunjungan tersebut, pengurus dan anggota PWI Kotim menyalurkan santunan berupa uang tunai serta bantuan sembako seperti beras dan telur ayam ras kepada anak-anak panti.

    Santunan itu diberikan kepada tiga panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Putra Borneo, Panti Asuhan Annida Qolbu dan Panti Asuhan Bahagia.

    Fauziah berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi anak-anak panti serta menjadi wujud kepedulian insan pers terhadap masyarakat.

    ”Harapan kita, bantuan yang disampaikan bisa bermanfaat dan sedikit membantu kebutuhan anak-anak di panti asuhan,” ujarnya.

    Selain kunjungan sosial, Ketua PWI Kotim beserta anggotanya yang hadir juga kompak juga membagijan 120 takjil gratis kepada pengendara termasuk musafir yang tengah menjalankan ibadah puasa dan melintas di depan Sekretariat PWI Kotim.

    ”Kita berharap takjil yang kita bagikan ini bisa membantu masyarakat yang mungkin sedang dalam perjalanan dan belum sempat pulang ke rumah saat waktu berbuka tiba,” jelasnya.

    Menurutnya, kegiatan berbagi seperti ini merupakan bentuk sederhana dari kepedulian sosial yang ingin terus ditumbuhkan di kalangan wartawan.

    Perkuat Silaturahmi dan Nilai Keimanan

    Siti Fauziah menegaskan, buka puasa bersama di bulan suci Ramadan yang digelar PWI Kotim tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan.

    Dalam acara buka puasa bersama tersebut, PWI Kotim juga menghadirkan seorang Ustaz Abdul Hakim untuk memberikan tausiah kepada para wartawan dan keluarga yang hadir.

    Dia menilai tausiah tersebut penting sebagai pengingat agar insan pers tidak hanya fokus pada pekerjaan duniawi, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan dengan ibadah.

    ”Sebagai jurnalis, kita sering bertemu banyak orang dengan berbagai karakter di lapangan. Selain memegang teguh kode etik jurnalistik, kita juga harus diingatkan tentang etika, sopan santun dan nilai-nilai keimanan,” tuturnya.

    Setelah mendengar singkat tausiah selama kurang lebih 15 menit, seluruh undangan yang hadir berbuka puasa bersama.

    Diawali dengan menikmati hidangan takjil es kuwut berwarna hijau yang menyegarkan dahaga. Rasa manisnya pas, apalagi ditemani satu cup puding coklat, risoles, kue lumpur dan tak ketinggalan dua butir buah kurma sebagai pelengkap. (hgn/ign)

  • Pastikan Keamanan Penumpang, Dishub Kotim Lakukan Ram Check dan Wajibkan Sopir Bus Lakukan Tes Urine

    Pastikan Keamanan Penumpang, Dishub Kotim Lakukan Ram Check dan Wajibkan Sopir Bus Lakukan Tes Urine

    SAMPIT, kanalindependen.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perhubungan Kotim bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kotim memperketat pengawasan moda transportasi darat menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

    Langkah ini dilakukan melalui inspeksi keselamatan kendaraan (ram check) dan pemeriksaan kesehatan sopir dan kernet bus yang melakukan transit penumpang di Terminal Patih Rumbih, Jalan MT Haryono, Sampit, pada Jumat (13/3/2026) malam.

    ​Wakil Bupati Kotim, Irawati, meninjau langsung pelaksanaan ramp check yang dilaksanakan oleh tim UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub Kotim didampingi Satlantas Polres Kotim, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan, serta Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Kotim.

    ​Irawati menjelaskan, pemeriksaan bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran.

    Fokus utama kegiatan mencakup uji kelayakan armada bus untuk menempuh perjalanan jarak jauh serta memastikan kondisi fisik pengemudi dalam keadaan prima.

    ”Selain uji kelayakan kendaraan, kami juga memeriksa kesehatan para driver. BNNK melakukan tes urine untuk memastikan tidak ada pengemudi yang berada di bawah pengaruh narkoba,” tegas Irawati.

    ​Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap lima bus yang singgah malam itu, seluruh pengemudi maupun pembantu pengemudi (helper) dinyatakan sehat dan hasil tes urine menunjukkan negatif.

    Sebagian besar armada bus yang beroperasi dari lima perusahaan otobus di Terminal Patih Rumbih, saat dilakukan pemeriksaan dinyatakan layak jalan.

    ​Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah menambahkan, ram check sebenarnya dilakukan secara rutin, namun intensitasnya ditingkatkan menjelang Lebaran, seiring dengan meningkatkan jumlah pemudik yang menggunakan bus.

    ”Meskipun armada dari arah Palangka Raya sudah diperiksa oleh BPTD, saat transit di Sampit tetap kami periksa kembali. Kita tidak tahu kendala apa yang muncul di perjalanan, seperti masalah rem atau lampu mati, sehingga saat berangkat dari Sampit menuju, Palangka Raya, Banjarmasin atau Pangkalan Bun, kendaraan dipastikan benar-benar layak jalan,” tegas Raihansyah.

    ​Dalam satu malam, rata-rata terdapat 9 hingga 10 bus yang transit di Terminal Patih Rumbih, baik yang datang dari arah Pangkalan Bun, Palangka Raya maupun Banjarmasin.

    ”Dalam sehari ada sekitar 5-10 bus yang singgah melakukan transit penumpang. Tetapi, untuk malam ini, pemeriksaan ramp check hanya lima bus, sesuai jumlah kedatangan bus di Terminal Patih Rumbih,” ujarnya.

    ​Terkait pergerakan penumpang, Raihansyah melihat sudah mulai terjadi kenaikan volume penumpang sekitar 5 hingga 10 persen dalam sepekan terakhir.

    Pihaknya memprediksi lonjakan signifikan akan terus terjadi hingga mendekati hari pelaksanaan Lebaran.

    ”Prediksi kami, peningkatan penumpang akan mencapai 30 sampai 40 persen pada H-1 nanti. Sementara untuk puncak arus mudik di jalur darat diperkirakan jatuh pada H-3 lebaran, seiring dengan dimulainya masa libur bersama,” ujar Raihansyah.

    Kepala UPTD PKB Dishub Kotim, Mustakim, menambahkan bahwa pemeriksaan ramp check tidak hanya sekadar formalitas, melainkan prosedur ketat yang mencakup tiga unsur utama keamanan transportasi.

    ​​Berdasarkan standar operasional yang dijalankan di lapangan, terdapat tiga aspek krusial yang wajib dipenuhi oleh setiap armada bus yang meliputi kelengkapan administrasi yang dilihat dari keabsahan dokumen dan syarat mutlak operasional kendaraan seperti kelengkapan ​SIM pengemudi, STNK kendaraan yang masih berlaku.

    Kartu Uji (KIR) sebagai bukti lulus uji berkala dan ​Kartu Pengawasan (KPS) untuk memastikan izin trayek resmi.

    ”Pemeriksaan juga perlu dilakukan dari aspek keselamatan aktif kendaraan seperti memastikan lampu utama, lampu rem, lampu mundur, dan lampu penunjuk arah (sein), rem utama, rem tangan berfungsi dengan baik,” jelas Mustakim.

    Selain itu, kelengkapan fasilitas tanggap darurat seperti ketersediaan pintu darurat dan palu pemecah kaca yang mudah diakses.

    Kemudian, pemeriksaan komponen pendukung seperti melihat kondisi ban, kaca depan (badan kendaraan), sabuk keselamatan pengemudi, speedometer, serta penghapus kaca (wiper).

    Meskipun bersifat pendukung, unsur ini tetap menjadi poin penilaian untuk kenyamanan dan keamanan tambahan, memastikan kaca spion, klakson, kondisi lantai kendaraan, dan tangga naik-turun berfungsi dengan baik.

    Termasuk juga menyeiapkan perlengkapan darurat seperti ban cadangan, dongkrak serta segitiga pengaman.

    “Dari semua aspek ini harus dipenuhi semua. Jika ada yang sifatnya penunjang—misalkan spion pecah atau lampu mati, rem tidak berfungsi, itu harus segera diperbaiki. Namun, kalau sifatnya vital, misalkan masa berlaku KIR mati atau pintu darurat rusak, maka kendaraan bus harus ditahan dan tidak boleh dioperasikan,” tegasnya.

    Dari keempat bus yang dilakukan pemeriksaan ramp check meliputi bus milik PO Logos,PO Yessoe, PO Agung Mulia semua dinyatakan layak jalan.

    ”​Sebagai bentuk informasi bagi penumpang, setiap bus yang telah diperiksa akan ditempeli stiker khusus yang menunjukkan status kelaikannya,” ujarnya.

    Stiker berwarna biru menunjukkan kendaraan laik jalan dan siap melanjutkan perjalanan.

    Stiker warna merah muda menunjukkan kendaraan mengalami kerusakan ringan sehingga perlu segera diperbaiki dan boleh melanjutkan perjalanan setelah perbaikan selesai.

    Stiker merah diberikan kepada kendaraan tidak laik jalan akibat kesalahan fatal seperti pelanggaran administrasi, KIR mati, rem tidak berfungsi dengan baik dan kerusakan lainnya  sehingga kendaraan bus dilarang melanjutkan perjalanan sebelum memperbaiki dan melengkapi urusan administrasinya.

    ”Dari 4 bus yang kami periksa, ada satu yang sudah dilaksanakan ramp check di wilayah Kalsel (Kalimantan Selatan) karena sudah terpasang stiker dari Kementerian. Meskipun sudah ada stikernya, kami tetap melakukan pemeriksaan ulang, tetapi kami tidak menempelkan stiker baru lagi. Tadi kami hanya memasang label tiga stiker baru yang dinyatakan layak jalan,” ujarnya.

    Selain empat bus yang diperiksa, sebenarnya ada satu bus lagi yang diperiksa dan tidak boleh melanjutkan perjalanan karena sudah pernah ditilang dua kali di Terminal Nata Suka Pangkalan Bun dan Terminal WA Gara.

    Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Multimoda Dishub Kotim Parman menambahkan, bus milik PO Logos tersebut semestinya ditahan karena tidak ada bukti telah melakukan KIR dan kartu pengawasan yang sudah tidak berlaku.

    ”Sebenarnya sesuai dengan ketentuan, ketika dari sisi administrasi kelaikan itu tidak terlengkapi, unit itu tidak boleh beroperasi atau melanjutkan perjalanan. Dan itu menjadi tanggung jawab dari pihak PO untuk melengkapi urusan administrasinya. Tetapi, karena kondisinya bus sedang membawa muatan penumpang penuh, jadi kami juga tidak bisa memberikan keputusan,” ujar Parman.

    Dia menjelaskan, kewenangan Dishub Kotim terbatas karena Terminal Patih Rumbih hanya sebagai terminal transit, bukan terminal asal tujuan.

    ”Terkait temuan satu bus yang tidak laik jalan dari hasil pemeriksaan ramp checkmalam ini, akan kami ke Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Palangkaraya, di Terminal WA Gara Palangka Raya. Sehingga, nanti bisa dilakukan upaya lebih lanjut untu satu unit bus yang tidak layak jalan tersebut,” pungkasnya. (hgn/ign)

  • Tak Sediakan Kapal Cadangan, KSOP Sampit Berikan Dispensasi Tambahan Penumpang hingga 60 Persen

    Tak Sediakan Kapal Cadangan, KSOP Sampit Berikan Dispensasi Tambahan Penumpang hingga 60 Persen

    SAMPIT, kanalindependen.id – Selama masa angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit menyatakan tak menyediakan kapal cadangan.

    Meski demikian, KSOP memberikan dispensasi tambahan penumpang hingga 60 persen di masing-masing kapal yang beroperasional.

    Pemberian dispensasi ini diharapkan dapat menjadi solusi memaksimalkan layanan angkutan Lebaran bagi masyarakat yang ingin mudik melalui jalur transportasi laut.

    ”Untuk cadangan kapal selama masa angkutan untuk di Pelabuhan Sampit memang tidak tersedia, sebagai alternatif mengatasi pemudik yang kehabisan tiket, kami sudah memberikan dispensasi tambahan kapasitas penumpang kepada dua penyedia jasa operator kapal yaitu PT Pelni dan PT DLU yang beroperasi di Pelabuhan Sampit,” kata Hotman Siagian, Kepala KSOP Kelas III Sampit, saat diwawancara awak media usai menghadiri pembukaan posko angkutan Lebaran secara virtual di Ruang Pertemuan KSOP sampir, Jumat (13/3/2026) malam.

    Pada masa angkutan Lebaran 2026, Pemerintah juga tak menyediakan program mudik gratis. Namun, tetap memberikan stimulus ekonomi bagi para pemudik dengan pemberian diskon tarif sebesar 30 persen melalui kapal milik PT Pelni.

    ”Tahun ini tidak ada mudik gratis, program mudik gratis dari pemerintah biasanya hanya difokuskan di wilayah Indonesia bagian timur. Yang ada hanya program diskon tarif 30 persen melalui kapal milik PT Pelni,” ujarnya.

    Selama masa angkutan Lebaran 13–30 Maret 2026, ada lima armada kapal dengan total 12 call keberangkatan yang melayani rute Sampit–Semarang dan Sampit–Surabaya.

    Adapun lima armada yang akan melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit terdiri dari tiga kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan dua kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU).

    Tiga kapal Pelni tersebut yakni KM Lawit dengan kapasitas standar 912 penumpang dengan layanan dua call, KM Leuser berkapasitas standar 962 penumpang dengan dua call, serta KM Kelimutu berkapasitas 912 penumpang dengan satu call.

    Namun, setelah mendapatkan dispensasi tambahan penumpang, KM Lawit diberikan izin mengangkut hingga kapasitas maksimal 1.484, KM Leuser dapat mengangkut kapasitas maksimal 1.438 dan KM Kelimutu dapat dimaksimalkan hingga 1.334 penumpang sesuai dispensasi yang diberikan KSOP.

    Sementara dari operator PT Dharma Lautan Utama disiapkan dua kapal, yakni KM Kirana III berkapasitas standar 598 dapat dimaksimalkan hingga 800 penumpang dan KM Rucitra VI dengan kapasitas standar 372 dapat dimaksimalkan mengangkut penumpang hingga 600 penumpang.

    Dispensasi tambahan penumpang ini hanya berlaku selama masa angkutan Lebaran 2026. Dan, dapat diusulkan oleh penyedia jasa operator kapal pada momen peak season lainnya atau masa angkutan Nataru.

    Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit yang ditunjuk sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis memperjelas bahwa pada masa angkutan Lebaran 2026, pemerintah hanya memberikan dispensasi penambahan kapasitas penumpang hingga 60 persen untuk memaksimalkan daya angkut kapal yang tersedia.

    ”Kemenhub tidak akan menambah armada, tetapi memberikan dispensasi kapasitas sekitar 60 persen. Dengan memaksimalkan kapasitas kapal yang ada tentu bisa menjadi solusi bagi pemudik,” ujarnya.

    Pihaknya mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket mudik menggunakan kapal agar tidak memaksakan kehendak berangkat melalui Pelabuhan Sampit. Saran itu dilakukan demi keamanan dan keselamatan penumpang.

    ”Kami mengimbau kepada masyarakat Kotim dan sekitarnya agar tidak memaksakan berangkat lewat Pelabuhan Sampit, apabila tiket sudah terjual habis, sebaiknya mencari tiket kapal lain melalui pelabuhan alternatif terdekat supaya tetap bisa melakukan perjalanan mudik. Kami juga mengingatkan agar masyarakat membeli tiket melalui loket atau aplikasi resmi di masing’-masing operator jasa penyedia kapal, untuk menghindari dampak kerugian dan kepastian keberangkatan,” tandasnya. (hgn)

  • Diprediksi Naik 10 Persen, KSOP Sampit Siapkan Strategi Antisipasi Kepadatan Penumpang Menjelang Keberangkatan Kapal

    Diprediksi Naik 10 Persen, KSOP Sampit Siapkan Strategi Antisipasi Kepadatan Penumpang Menjelang Keberangkatan Kapal

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit.

    Berdasarkan proyeksi, jumlah penumpang tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2025.

    Hal itu disampaikan Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, usai menghadiri pembukaan posko secara serentak oleh Kementerian Perhubungan melalui rapat virtual di Ruang Pertemuan KSOP Sampit, pada Jumat (13/3/2026) malam.

    Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengatakan, Posko angkutan Lebaran resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Ruang Mataram,Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.

    ”Pembukaan posko angkutan Lebaran secara serentak dibuka oleh Pak Menteri Perhubungan, selama 18 hari terhitung mulai 13 Maret malam ini hingga 30 Maret 2026,” kata Hotman Siagian, Kepala KSOP Kelas III Sampit saat diwawancarai awak media usai pertemuan secara virtual berakhir,  Jumat (13/3/2026).

    Dalam pertemuan yang dihadiri stakeholder terkait, Hotman membacakan sambutan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, yang menegaskan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan KSOP dan instansi terkait untuk mengutamakan keselamatan pelayaran sebagai prioritas absolut, dengan pemeriksaan kelaiklautan kapal dan kelengkapan alat keselamatan yang ketat.

    Menyesuaikan dan mengoptimalkan armada (jadwal, penambahan kapal, kapal cadangan/kapal negara) sesuai lonjakan penumpang.

    Berkoordinasi erat dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemda, operator pelabuhan dan pelayaran untuk antisipasi cuaca ekstrem, mitigasi risiko, dan respons cepat insiden.

    Menjaga integritas, menolak gratifikasi/penyimpangan, dan menjalankan prinsip 3P (Peduli regulasi, organisasi, SDM) dalam pelayanan.

    Aktif menginformasikan pelayanan dan pengaturan angkutan Lebaran lewat media sosial dan hotline kepada masyarakat.

    ”Sesuai arahan Dirjen Perhubungan Laut, selama masa posko berlangsung, kami bersama instansi terkait akan bersatu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan kapal laut,” ujar Hotman.

    Selama masa angkutan Lebaran 13–30 Maret 2026, ada lima armada kapal dengan total 12 call keberangkatan yang melayani rute Sampit–Semarang dan Sampit–Surabaya.

    ”Seluruh kapal yang beroperasi melayani angkutan Lebaran telah dinyatakan laik laut setelah melalui tahapan pemeriksaan aspek keselamatan dan keamanan oleh KSOP selaku penyelenggara pelabuhan,” ujarnya.

    Salah satu tahapan persiapan menghadapi masa angkutan Lebaran yang telah dilakukan adalah melakukan ramp check atau uji petik terhadap KM Dharma Rucitra VI yang dilaksanakan pada 2 Februari 2026 di Pelabuhan Sampit.

    ”Seluruh kapal yang beroperasi sudah mengikuti tahapan pemeriksaan aspek keselamatan dan keamanan sehingga dinyatakan laik laut,” jelasnya.

    ”Kami juga akan menyiagakan 6 unit kapal patroli milik KSOP yang seluruhnya dalam kondisi siap siaga,” tambahnya.

    Adapun lima armada yang akan melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni dan dua kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU).

    Tiga kapal Pelni tersebut yakni KM Leuser dengan kapasitas 1.438 penumpang dengan layanan dua call, KM Lawit berkapasitas 1.484 penumpang dengan dua call, serta KM Kelimutu berkapasitas 1.334 penumpang dengan satu call.

    Sementara dari operator PT Dharma Lautan Utama disiapkan dua kapal, yakni KM Kirana III berkapasitas 600 penumpang dengan tiga call serta satu kapal lainnya berkapasitas 800 penumpang dengan empat call.

    ”Harapannya sinergitas dan kolaborasi seluruh instansi bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat mulai dari pintu masuk pelabuhan hingga naik ke kapal,” tegas Hotman.

    Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit yang ditunjuk sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis mengatakan KSOP bersama penyedia jasa operator kapal dan instansi terkait telah menyiapkan strategi pengaturan arus penumpang untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di terminal pelabuhan, dengan melakukan proses check in dan embarkasi lebih awal dan mengarahakan penumpang menaiki kapal secara bertahap.

    ”Kami akan mengurai penumpukkan penumpang dengan memberlakukan proses check-in lebih awal, sekitar tiga sampai empat jam sebelum jadwal keberangkatan kapal,” jelasnya.

    KSOP Kelas III Sampit juga akan mengerahkan 60 personel untuk membantu pengaturan penumpang, ditambah dukungan personel dari instansi terkait lainnya.

    ”Strategi ini kami harapkan mampu mencegah kepadatan di area pelabuhan sekaligus memperlancar proses embarkasi penumpang,” ujarnya.

    Selain itu, KSOP juga telah memproyeksikan jumlah penumpang pada Lebaran 2026 yang diprediksi meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 10.551 penumpang naik dan 5.285 penumpang turun di Pelabuhan Sampit.

    Sementara, pada tahun 2026 diperkirakan terjadi penambahan sekitar 1.055 penumpang naik dan 528 penumpang turun.

    Dengan demikian, total penumpang diprediksi mencapai 11.606 penumpang naik dan 5.813 penumpang turun selama periode angkutan Lebaran 2026.

    Lebih lanjut Muchlis mengatakan, lonjakan penumpang juga sudah mulai terlihat sebelum masa angkutan Lebaran diaktifkan.

    Dia memprediksi puncak arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit akan terjadi pada tanggal 15, 18 dan 19 Maret 2026.

    ”Sebelum tanggal 13 Maret lonjakan penumpang sudah terlihat. Berdasarkan informasi dari operator kapal PT Pelni dan PT DLU, penjualan tiket pada arus mudik Lebaran terutama pada keberangkatan kapal di tanggal 15, 18, 19 sudah terjual habis,” kata Gusti Muchlis.

    Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket agar mempertimbangkan menggunakan pelabuhan alternatif terdekat.

    ”Kami memberikan arahan kepada penumpang agar mencari pelabuhan alternatif terdekat supaya tetap bisa melakukan perjalanan mudik,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Pasar Sabu 24 Jam di Palangka Raya Pertaruhkan Wibawa Negara, GDAN Tegaskan Perlawanan Sengit

    Pasar Sabu 24 Jam di Palangka Raya Pertaruhkan Wibawa Negara, GDAN Tegaskan Perlawanan Sengit

    PALANGKA RAYA, kanalindependen.id – Geliat transaksi sabu-sabu di kawasan Puntun, Kota Palangka Raya, berdenyut 24 jam nonstop. Lapak-lapak barang haram di sepanjang Jalan Rindang Banua itu beroperasi secara telanjang.

    Tanpa rasa takut, rentetan transaksi antara pengedar dan pembeli terus mengalir. Menciptakan sirkulasi keramaian yang ironisnya berhasil mengalahkan hiruk-pikuk pasar tradisional.

    Pemandangan vulgar para mafia narkoba meraup rupiah dinilai seolah meruntuhkan wibawa penegak hukum di Bumi Tambun Bungai. Menyikapi kedaulatan negara yang terang-terangan diinjak mafia peredaran narkotika, elemen sipil dari Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) mengambil sikap tegas dan menyatakan perang terbuka.

    Sekretaris GDAN, Ari Yunus Hendrawan, membongkar langsung fakta di lapangan mengenai eksistensi sindikat ini. Keberanian para pelaku beroperasi terang-terangan menunjukkan anomali penegakan hukum yang fatal.

    Menurut Ari, kunci utama membersihkan Kalimantan Tengah dari jerat narkotika bertumpu pada satu syarat mutlak, yakni menyapu bersih “pasar narkoba” di Ponton.

    ”Ini adalah tamparan keras bagi aparat penegak hukum! Bandar-bandar itu menjajakan racun seolah-olah mereka kebal hukum. Negara tidak boleh kalah oleh begundal narkoba. Seret dan ringkus mereka tanpa nanti!” tegas Ari dengan nada geram, Sabtu (14/3/2026).

    Kejahatan luar biasa (extraordinary crime) ini menuntut kehadiran instrumen negara secara fisik dan permanen. Ketua GDAN, Ririen Binti, mendesak Pemerintah Kota Palangka Raya tidak membiarkan status wilayah tersebut terus dikuasai sindikat. Langkah konkretnya pendirian Posko Terpadu Anti Narkoba tepat di pusat kawasan Ponton.

    ”Jangan biarkan Puntun jadi wilayah ‘tak bertuan’. Pemerintah harus hadir! Narkoba itu extraordinary crime, kejahatan luar biasa. Aparat hukum tidak perlu menunggu laporan atau keluhan warga untuk bertindak. Sikat habis gembongnya!” ujar wartawan senior Kalimantan Tengah tersebut.

    Peringatan lebih tajam meluncur dari Ingkit Djaper, salah satu pendiri GDAN yang juga menjabat Wakil Ketua Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kalteng. Kesabaran masyarakat adat dinilai telah menipis melihat kevakuman tindakan aparat.

    GDAN bersama elemen masyarakat siap merangsek masuk dan merebut kembali Puntun dari cengkeraman mafia.

    ”Tanah Dayak bukan tempat bagi para pengedar narkoba melakukan aksi jahatnya! Setiap jengkal tanah di Ponton harus kembali ke pangkuan rakyat yang cinta damai. Kami bergerak bersama, karena tidak ingin masa depan generasi kami hancur oleh karena narkoba,” tegas Ingkit lantang.

    Sikap konfrontatif ini merupakan manifestasi tanggung jawab moral masyarakat adat. Jajaran pendiri GDAN lainnya, seperti Pendeta Bobo Wanto Baddak, Dandar Ardi, Andreas Junaidi, Sumiharja, dan Adhie, telah membulatkan tekad.

    Mereka bersiap mengeksekusi aksi nyata demi menghentikan mesin penghancur generasi muda yang selama ini bebas beroperasi tanpa palu hukum yang berarti.

    ”Kami sudah muak melihat tanah leluhur kami dikencingi oleh nafsu serakah para bandar dan pengedar narkoba, karena apa yang mereka lakukan adalah upaya genosida yang membawa masyarakat Dayak ke jurang kehancuran total ! Karena itu, GDAN serukan perang terhadap para penghancur masyarakat Dayak,” tegas para pendiri GDAN. (ign)

  • Pilihan Penginapan di Ujung Pandaran

    Pilihan Penginapan di Ujung Pandaran

    SAMPIT, Kalanindependen.id – Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai lebih lama, sejumlah homestay di kawasan Ujung Pandaran juga menawarkan berbagai pilihan tempat menginap dengan fasilitas yang beragam.

    Salah satu yang cukup dikenal adalah Camp Kobes, yang memiliki menara pandang langsung menghadap laut. Dari tempat ini pengunjung bisa menikmati panorama matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama Ujung Pandaran. Bagi yang ingin melakukan pemesanan, pengelola Camp Kobes dapat dihubungi melalui nomor 0852 4928 9410.

    Pilihan lain adalah Amamas, yang cocok untuk rombongan keluarga maupun kegiatan komunitas. Di lokasi ini tersedia aula terbuka, taman, hingga fasilitas outbound yang membuat suasana liburan terasa lebih seru. Pengunjung dapat menghubungi pengelola Amamas melalui nomor 0853 4656 2490.

    Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang lebih santai, Pantai Tebing Kalap juga menjadi alternatif menarik. Tempat ini dikenal dengan ayunan kayu yang menghadap langsung ke laut, menjadikannya spot favorit untuk bersantai maupun berfoto. Informasi penginapan dapat diperoleh melalui nomor 0853 4793 7766.

    Sementara itu, Pantai Jodoh Kalap juga menjadi salah satu pilihan penginapan yang cukup diminati wisatawan karena suasananya yang tenang dan dekat dengan bibir pantai. Pengunjung dapat menghubungi pengelola melalui nomor 0815 2856 2997.

    Bagi yang mencari penginapan yang lebih sederhana dan ekonomis, beberapa pondok penginapan seperti Bintang Ujung Pandaran, Kaganangan, dan Pandaran JJ juga tersedia di kawasan ini. Pengelola Bintang Ujung Pandaran dapat dihubungi melalui nomor 0852 5244 6599, sementara Kaganangan melalui nomor 0858 2130 6473, dan Pandaran JJ melalui nomor 0823 5211 5348.

    Dengan berbagai pilihan tersebut, wisatawan memiliki banyak alternatif tempat bermalam setelah menikmati suasana pantai, bermain pasir, atau sekadar menunggu senja tenggelam di garis cakrawala Ujung Pandaran. (***)

  • Kerahkan Ratusan Personel Amankan Arus Mudik, Polres Kotim Siapkan Penitipan Kendaraan Gratis

    Kerahkan Ratusan Personel Amankan Arus Mudik, Polres Kotim Siapkan Penitipan Kendaraan Gratis

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur (Polres Kotim) resmi memulai Operasi Ketupat Telabang 2026 guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idulfitri 1447 H.

    Operasi terpusat ini direncanakan berlangsung selama 13 hari ke depan, mencakup masa mudik hingga arus balik Lebaran.

    ​Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menjelaskan, pihaknya telah memetakan titik-titik krusial untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

    Strategi pengamanan ini diwujudkan melalui pendirian sejumlah pos strategis, yang meliputi 5 pos pengamanan yang tersebar di titik-titik rawan untuk memantau situasi kamtibmas.

    Kemudian, dua pos pelayanan terpadu salah satunya di kawasan Islamic Center, serta dua pos pelayanan yang difokuskan pada titik transportasi utama, yakni Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit.

    ​Selain jalur transportasi, pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada objek wisata, terutama Pantai Ujung Pandaran.

    ”Kami memprediksi akan ada peningkatan pengunjung di tempat wisata karena adanya kalender libur masyarakat dan tren Working From Anywhere (WFA), sehingga kami akan melakukan penebalan personel di pos terpadu di dekat Pantai Ujung Pandaran,” ujar Resky usai menggelar Apel Operasi Ketupat Telabang di halaman Kantor Bupati Kotim, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (13/3/2026) sore.

    ​Dalam operasi ini, Polres Kotim melibatkan sekitar 200 personel yang merupakan gabungan dari berbagai instansi dan stakeholder terkait.

    Namun, jumlah ini bersifat dinamis dan dapat bertambah sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan, terutama saat memasuki puncak arus mudik dan balik.

    ​Meskipun durasi awal ditetapkan selama 13 hari, Resky menegaskan bahwa masa operasi ini akan terus dievaluasi oleh pimpinan.

    Jika kebutuhan di lapangan meningkat, terdapat kemungkinan masa operasi akan diperpanjang untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.

    ​Menindaklanjuti arahan Kapolri untuk menekan angka kriminalitas maupun kecelakaan bagi pemudik, Polres Kotim membuka layanan penitipan kendaraan roda empat dan roda dua di  Kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotim Jalan Yos Sudarso.

    Layanan ini ditujukan bagi warga yang ingin mudik tanpa rasa khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah.

    ​Syaratnya, pemilik kendaraan cukup membawa identitas diri berupa KTP, serta surat kendaraan yang sah yaitu SIM dan STNK.

    ”Masyarakat yang bersangkutan cukup hadir ke pos lalu lintas dengan membawa kelengkapan surat-surat, dan kami akan langsung memberikan pelayanan penitipan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun,” pungkasnya. (hgn/ign)

  • Buntut Aksi Anarkis di Kantor Camat MHU, Staf Ahli Bupati Kotim Desak Penegakan Hukum soal SK Ganda Gapoktan

    Buntut Aksi Anarkis di Kantor Camat MHU, Staf Ahli Bupati Kotim Desak Penegakan Hukum soal SK Ganda Gapoktan

    ​SAMPIT, kanalindependen.id – Insiden tindakan anarkis pemukulan yang menimpa Camat Mentaya Hilir Utara (MHU) Zikrillah, memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

    Muslih, Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kotim yang juga mantan Camat MHU, mengutuk keras kejadian tersebut dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas para pelaku hingga provokatornya.

    ​Berdasarkan keterangan Muslih, kericuhan bermula dari desakan sekelompok massa yang meminta Camat menandatangani Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Begendang Raya (Ramban).

    Kelompok yang dipimpin oleh Jailani tersebut diduga membentuk pengurus secara sepihak tanpa melibatkan pihak desa maupun kecamatan.

    ”Secara prosedur, itu tidak memenuhi syarat karena pengurus yang lama belum mengundurkan diri dan pembentukannya tidak transparan,” ujar Muslih, kepada awak media, Kamis (12/3/2026).

    ​Kondisi ini membuat Camat berada dalam posisi “simalakama”. Jika menandatangani, ia berisiko digugat oleh pengurus sah yang terpilih yang diketuai Dadang, Sekretaris Iswanur, Bendahara Haji Ali.

    Namun, karena adanya tekanan massa, Camat MHU akhirnya terpaksa menandatangani dokumen tersebut.

    ​Muslih mengungkapkan, Camat sempat berkonsultasi dengannya pada malam sebelum kejadian.

    Dalam pertemuan tersebut, Muslih menyarankan agar dilakukan pemilihan ulang sesuai AD/ART jika memang ingin melakukan pergantian pengurus.

    ​Motif di balik desakan cepat ini diduga kuat berkaitan dengan pengelolaan lahan sawit. Kelompok tersebut disinyalir ingin segera melakukan panen buah sawit, sementara aktivitas di lahan tersebut kabarnya sempat dihentikan selama kurang lebih sepuluh hari karena pengurus yang sah sedang bersiap untuk mulai bekerja bersama mitra.

    ​Selain tindakan fisik terhadap pejabat publik, aksi massa yang dilakukan oleh oknum tersebut juga menyebabkan kerusakan pada aset pemerintah di Kantor Kecamatan MHU.

    Laporan dari Sekretaris Camat (Sekcam) menyebutkan adanya kerusakan fasilitas, termasuk kaca kantor yang pecah.

    ​Menyikapi hal ini, Muslih menyatakan dukungan penuhnya atas langkah Camat MHU yang telah melaporkan insiden ini secara resmi ke Polda Kalimantan Tengah.

    ”Saya sangat mendukung langkah yang dilakukan Pak Camat. Ini tidak boleh ditoleransi. Sebagai pejabat publik, beliau harus dilindungi, dan aset pemerintah yang dirusak juga harus dipertanggungjawabkan,” tegas Muslih.

    ​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengidentifikasi seluruh oknum yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut guna memberikan efek jera dan menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Terpisah, Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, memberikan atensi khusus terhadap kasus kekerasan yang menimpa Camat Mentaya Hilir Utara (MHU), Zikrillah.

    Irawati menekankan pentingnya kesabaran bagi aparat pelayan publik dan memastikan proses hukum tetap berjalan melalui pihak kepolisian.

    ”Saya sudah ada berkomunikasi dengan beliau, saya sampaikan, Camat itu pelayan rakyat, jadi harus sabar. Saya bilang jangan ikut terpancing atau melakukan pemukulan balik kepada warga yang sudah melakukan kekerasan. Apalagi ini bulan puasa, kalau ada masalah sebaiknya kita bermusyawarah dengan baik,” ujar Irawati.

    ​Meskipun sempat terjadi ketegangan dan aksi anarkis, Wabup memastikan bahwa kondisi fisik Zikrillah dalam keadaan sehat.

    Irawati sebenarnya berniat meninjau langsung lokasi kejadian di MHU, namun rencana tersebut dibatalkan atas saran dari pihak kepolisian demi alasan keamanan.

    ​”Ibu kemarin mau ke sana, tapi dilarang oleh Kapolsek. Kapolsek mengatakan biar pihak kepolisian yang melakukan back-up keamanan di sana, jadi Ibu cukup memantau dari tempat saja,” tambahnya.

    ​Terkait langkah hukum, Irawati telah menginstruksikan Polsek setempat untuk segera menindaklanjuti insiden tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

    Dia menyerahkan sepenuhnya mekanisme pelaporan dan penyelidikan kepada pihak berwajib.

    ”Saya sudah memerintahkan ke Polsek agar segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Apakah laporannya seperti apa, itu Ibu serahkan ke Kapolsek. Saya minta tolong diback-up dan dijaga kondusivitasnya,” tegas Irawati.

    ​Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak menggunakan cara-cara anarkis dalam menyampaikan aspirasi, terutama saat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. (hgn/ign)

  • Jamin Akurasi Takaran BBM, Awasi Ketat Delapan SPBU Jalur Mudik di Sampit

    Jamin Akurasi Takaran BBM, Awasi Ketat Delapan SPBU Jalur Mudik di Sampit

    SAMPIT, kanalindependen.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Unit Metrologi Legal Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotim melakukan pengawasan ketat di delapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di area Kota Sampit yang menjadi jalur lintas antar kabupaten dan provinsi.

    ”Pengawasan di SPBU dilakukan untuk melindungi konsumen, terutama para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi,” kata Muslih, Plt Kepala Diskoperindag Kotim, Kamis (12/3/2026).

    Salah satu titik yang jadi sasaran pengawasan, yaitu SPBU di Jalan Tjilik Riwut dekat Bundaran Samekto.

    Tim metrologi legal memeriksa nozzle Pertamax, Pertalite, dan Dexlite untuk memastikan takaran BBM sesuai standar.

    ​Dari hasil pemeriksaan di SPBU Jalan Tjilik Riwut, menunjukkan segel resmi dari tim metrologi masih utuh dan tidak terbuka. Menandakan tidak adanya indikasi manipulasi alat ukur.

    ”Memang ada ditemukan sedikit selisih, tetapi itu masih berada di dalam ambang batas toleransi yang wajar. Jika ditemukan ketidaksesuaian takaran di luar batas, kami perintahkan untuk tera ulang segera. Sanksinya tegas, mulai dari teguran hingga penutupan SPBU jika terbukti melanggar,” tegas Muslih.

    Pantauan Kanal Independen, tim metrologi menggunakan bejana ukur untuk menguji volume BBM yang keluar dari dispenser.

    Standar batas kesalahan yang diizinkan itu hanya 0,5 persen dari volume nominal. Artinya, masih ada toleransi 60 mililiter untuk setiap 20 liter BBM yang dikeluarkan.

    Selain memeriksa takaran, Tim Metrologi Legal juga mengecek segel pada mesin dispenser.

    ”Di dalam setiap mesin dispenser ada segel yang disertai tahunnya. Setiap dispenser yang telah dilakukan uji tera ulang pasti ditempel stiker dan uji tera ulang ini rutin dilakukan setiap setahun sekali,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, Unit Metrologi Legal di Diskoperindag Kotim telah memiliki 2 penera, 2 pengamat tera dan 4 juru timbang.

    Dari 23 SPBU di Kotim, pengawasan hanya difokuskan di delapan titik SPBU, khususnya yang berlokasi di jalur lintas kabupaten/provinsi yang dilewati pemudik. (hgn/ign)