Tag: Halikinnor

  • Pasien Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah, RSUD dr Murjani Hadirkan Layanan Cath Lab Berstandar Nasional

    Pasien Jantung Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah, RSUD dr Murjani Hadirkan Layanan Cath Lab Berstandar Nasional

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur dan wilayah sekitarnya. Setelah melalui proses panjang selama tujuh tahun, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, akhirnya resmi mengoperasikan layanan catheterization laboratory (Cath Lab) dan melaksanakan tindakan Intervensi Non Bedah (INB).

    Kehadiran layanan tersebut membuat pasien yang membutuhkan tindakan diagnostik maupun intervensi jantung tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.

    Pencapaian ini sekaligus menandai RSUD dr Murjani sebagai rumah sakit umum daerah tingkat kabupaten pertama di Kalimantan Tengah yang mampu menghadirkan layanan Cath Lab berstandar nasional.

    Momentum bersejarah itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Jejaring Pengampuan Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur, pada Jumat (26/6/2026).

    Penandatanganan kerja sama melibatkan RSUD dr Doris Sylvanus sebagai rumah sakit pengampu regional bersama 14 rumah sakit jejaring kabupaten/kota di Kalimantan Tengah sebagai bagian dari percepatan pemerataan pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga dirangkai dengan pembukaan program proctorship Intervensi Non Bedah (INB) perdana di RSUD dr Murjani Sampit serta peluncuran inovasi digital Si Penyang (Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Bayi).

    Tonggak Baru Pelayanan Kesehatan

    Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengatakan penandatanganan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi berbagai pihak guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    Melalui kerja sama tersebut, RSUD dr Murjani akan mendapatkan pendampingan langsung dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita berupa transfer ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penguatan tata kelola pelayanan jantung.

    ”Alhamdulillah untuk pertama kalinya RSUD dr Murjani Sampit resmi membuka layanan cath lab jantung. Ini salah satu kemajuan di bidang kesehatan yang luar biasa. Karena, saat ini yang bisa melaksanakan operasi kateter jantung baru  di RSUD Doris Sylvanus, sekarang RSUD dr Murjani Sampit sudah bisa melayani layanan cath lab,” ujar Halikinnor.

    Halikinnor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif, berkoordinasi, dan bekerja keras hingga kerja sama tersebut dapat terlaksana.

    Ia berharap komitmen yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata yang berdampak positif dan berkelanjutan.

    ”Seperti yang tadi kita dengar dari Ibu Direktur, masih banyak hal yang harus diperhatikan ke depan. Apa yang kita mulai hari ini harus terus berjalan bahkan meningkat,” tegasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Kotim meresmikan penggunaan aplikasi Si Penyang (Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Bayi) yang merupakan proyek perubahan Direktur RSUD dr Murjani Sampit saat mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional Tingkat II di Surabaya.

    Ia menjelaskan, kata “Penyang” berasal dari budaya Dayak yang bermakna kekuatan batin atau semangat.

    Halikinnor mengungkapkan bahwa inovasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya risiko kematian ibu dan bayi akibat keterlambatan deteksi dini, sistem rujukan yang belum responsif, serta proses pelayanan yang masih dilakukan secara manual.

    Kondisi tersebut mendorong perlunya perubahan pendekatan pelayanan kesehatan dari yang sebelumnya lebih berorientasi pada penanganan kuratif menjadi promotif dan preventif melalui sistem digital yang terintegrasi.

    ”Si Penyang merepresentasikan inovasi digital yang mengintegrasikan alur rujukan, pemantauan, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan secara real time sehingga mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat,” ujarnya.

    Melalui sistem tersebut, RSUD dr. Murjani difungsikan sebagai Command Center Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang menghubungkan bidan desa, puskesmas, klinik hingga rumah sakit dalam satu ekosistem digital.

    Dengan sistem Si Penyang diharapkan proses deteksi risiko kehamilan menjadi lebih cepat, waktu rujukan semakin singkat, intervensi medis lebih responsif, sekaligus mampu menekan angka kematian ibu (AKI) maupun angka kematian bayi (AKB).

    Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta yang bersedia menjadi rumah sakit pengampu nasional serta RSUD dr. Doris Sylvanus sebagai pengampu regional.

    Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur siap mendukung penuh keberlangsungan layanan Cath Lab, termasuk dari sisi penganggaran.

    ”Walaupun kita sedang melakukan refocusing dan efisiensi anggaran, pelayanan kesehatan merupakan skala prioritas karena menyangkut nyawa manusia. Jalan masih bisa kita tunda pembangunannya, tetapi orang sakit tidak bisa menunda untuk mendapatkan pertolongan. Karena itu pemerintah daerah siap mendukung layanan ini,” tegas Halikinnor.

    Tujuh Tahun Alat Menganggur, Layanan Cath Lab Akhirnya Beroperasi

    Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany mengatakan pembukaan layanan Cath Lab menjadi salah satu pencapaian terbesar rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Pencapaian tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang memakan waktu hampir tujuh tahun.

    ”Perjalanan menghadirkan layanan Cath Lab bukanlah proses yang mudah. Alat Cath Lab sebenarnya telah tersedia di RSUD dr Murjani sejak 2019. Namun selama tujuh tahun rumah sakit harus memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pemerintah, mulai dari kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, kelengkapan sarana-prasarana hingga pemenuhan seluruh regulasi yang berlaku,” kata Yulia.

    Perjuangan itu bahkan hampir kandas beberapa hari sebelum pelaksanaan proctorship. Yulia mengungkapkan saat rapat finalisasi secara virtual bersama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, alat Cath Lab sempat mengalami gangguan teknis sehingga pelaksanaan proctorship nyaris dibatalkan.

    ”Waktu finalisasi rapat melalui zoom Rabu lalu, alat kami sempat mengalami gangguan. Saat itu kami benar-benar sport jantung, deg-degan karena tinggal hitungan hari tim dari Jakarta akan datang. Hampir saja kegiatan ini batal. Alhamdulillah berkat kerja keras seluruh direksi, manajemen dan tenaga fungsional, gangguan tersebut berhasil diatasi dengan mengganti spare part alat sehingga pelayanan Cath Lab akhirnya dapat diresmikan,” ungkapnya.

    Yulia mengatakan RSUD dr Murjani merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan di Kabupaten Kotawaringin Timur yang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, tercepat dan prima kepada seluruh masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu tentu dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak.

    Karena itu, melalui penandatanganan kerja sama jejaring pelayanan kardiovaskular ini diharapkan menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan sekaligus memperkuat sistem rujukan dan mutu pelayanan rumah sakit.

    Pada hari yang sama, RSUD dr Murjani juga melaksanakan proctorship Intervensi Non Bedah (INB) perdana bersama tim RSUD dr Doris Sylvanus sebagai rumah sakit pengampu regional dan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sebagai pengampu nasional.

    Sebanyak sembilan pasien asal Kotawaringin Timur mengikuti pelayanant. Tiga pasien menjalani tindakan pada Kamis (25/6/2026), sedangkan enam pasien lainnya ditangani pada Jumat (26/6/2026). Dari jumlah itu, delapan pasien menjalani tindakan terapi dan dua pasien lainnya tindakan diagnostik sesuai indikasi medis.

    Yulia menjelaskan, proctorship bukan sekadar pelaksanaan tindakan medis terhadap pasien, tetapi merupakan proses pendampingan langsung dari para ahli jantung nasional agar kemampuan tenaga medis RSUD dr Murjani meningkat sesuai standar pelayanan nasional.

    ”Melalui program pendampingan langsung ini kami ingin meningkatkan kemampuan dan keahlian tim medis dalam menangani tindakan jantung tingkat lanjut. Harapannya ilmu yang diperoleh akan mempercepat kemandirian tim kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

    Dengan hadirnya layanan Cath Lab, masyarakat dapat merasakan manfaat dan kemudahan layanan kesehatan.

    Yulia mengungkapkan, berdasarkan data rumah sakit menunjukkan sepanjang tahun 2025 terdapat 8.375 pasien yang menjalani pengobatan di Poli Jantung RSUD dr. Murjani.

    Dari jumlah tersebut, 4.756 pasien atau sekitar 56 persen merupakan penderita penyakit jantung koroner dan angina pektoris yang memerlukan tindakan Cath Lab.

    ”Kalau dihitung per hari, ada sekitar 13 sampai 15 warga kita yang memerlukan tindakan Cath Lab. Jadi bisa dibayangkan betapa besar manfaat layanan ini bagi masyarakat Kotawaringin Timur dan daerah sekitarnya,” ungkap Yulia.

    Yulia menegaskan manfaat utama pelaksanaan proctorship adalah memastikan RSUD dr Murjani telah memenuhi standar nasional untuk menyelenggarakan pelayanan jantung dan pembuluh darah.

    ”RSUD dr Murjani sudah dijustifikasi mampu dan layak secara standar nasional melaksanakan layanan jantung dan pembuluh darah. Jadi masyarakat Kotim dan sekitarnya tidak perlu khawatir karena pelayanan jantung di sini sudah sesuai mutu dan standar nasional,” katanya.

    Selain itu, masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan Cath Lab.

    ”Selama ini pasien harus dirujuk ke luar daerah. Sekarang pelayanan itu sudah tersedia di Sampit sehingga masyarakat bisa mendapatkan penanganan lebih cepat,” ujarnya.

    Yulia juga menjelaskan mekanisme pengampuan pelayanan jantung di Kalimantan Tengah.

    Dalam hal ini, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita bertindak sebagai pengampu nasional, sedangkan RSUD dr Doris Sylvanus ditunjuk sebagai rumah sakit pengampu regional yang akan terus mendampingi rumah sakit di tingka5 kabupaten.

    ”Secara hierarki pelayanan, alurnya dari pusat ke provinsi lalu ke kabupaten. Jadi rumah sakit pengampu regional kita adalah RSUD dr Doris Sylvanus, sedangkan pengampu nasional adalah Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr Eddy Kelana mengatakan, penyakit jantung dan pembuluh darah hingga kini masih menjadi salah satu tantangan terbesar pembangunan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun di Kalimantan Tengah. Selain menjadi penyebab kematian yang tinggi, penyakit tersebut juga membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar.

    ”Yang paling memprihatinkan adalah tingginya angka mortalitas apabila penyakit ini tidak ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.

    Ia mengatakan selama ini masyarakat Kalimantan Tengah yang membutuhkan tindakan intervensi jantung tingkat lanjut harus dirujuk ke luar daerah, bahkan ke luar Pulau Kalimantan.

    Kondisi tersebut tidak hanya memperpanjang waktu penanganan, tetapi juga menambah beban psikologis dan finansial bagi pasien maupun keluarganya.

    Karena itu,pelaksanaan proctorship perdana di RSUD dr Murjani merupakan jawaban nyata atas komitmen pemerintah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    ”Melalui bimbingan langsung dari rumah sakit pengampu nasional maupun regional, kita sedang memotong jarak dan waktu penanganan medis demi menyelamatkan lebih banyak nyawa masyarakat di Bumi Tambun Bungai,” katanya.

    Operasional Cath Lab Baru Awal, PR Sesungguhnya Baru Dimulai

    Direktur Pelayanan Operasional Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr Haruddin, mengatakan penyakit jantung masih menjadi salah satu dari tiga penyebab kematian terbesar di Indonesia.

    Selain itu, penyakit tersebut juga termasuk tiga besar penyakit dengan pembiayaan tertinggi dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus mendorong pemerataan layanan jantung di seluruh Indonesia untuk menutup disparitas pelayanan kesehatan yang selama ini masih terjadi.

    ”Pemerintah ingin mewujudkan keadilan sosial di bidang kesehatan. Salah satunya dengan membuka akses layanan jantung yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

    Untuk mencapai tujuan tersebut dibentuk jejaring pelayanan kardiovaskular nasional yang melibatkan rumah sakit pengampu nasional, regional hingga rumah sakit kabupaten/kota.

    ”Harapan kami, masyarakat yang selama ini sulit mengakses pelayanan jantung kini lebih mudah memperoleh layanan tersebut. Masyarakat Sampit tidak perlu lagi pergi ke Palangka Raya atau luar daerah lain, karena layanan Cath Lab sudah tersedia di RSUD dr Murjani,” ujarnya.

    Namun Haruddin mengingatkan pembukaan layanan Cath Lab bukanlah akhir dari perjuangan.

    Menurutnya, justru setelah kegiatan proctorship selesai, tantangan sesungguhnya baru dimulai karena rumah sakit harus mampu mempertahankan pelayanan secara berkelanjutan.

    ”Yang kita intervensi hari ini baru sembilan pasien. Padahal berdasarkan data tahun 2025 terdapat lebih dari 8.300 pasien jantung yang datang berobat ke RSUD dr Murjani. Artinya masih ada ribuan pasien lain yang membutuhkan perhatian kita bersama,” katanya.

    Ia meminta jajaran manajemen dan tenaga medis RSUD dr Murjani terus meningkatkan kompetensi agar layanan tersebut berkembang menjadi pelayanan jantung yang mandiri dan berstandar nasional.

    Alat Kesehatan Saja Tidak Cukup

    Haruddin juga mengingatkan bahwa keberadaan alat Cath Lab saja tidak cukup untuk menjamin keberlangsungan pelayanan.

    Menurutnya, operasional Cath Lab membutuhkan dukungan bahan habis pakai (BHP), pemeliharaan alat, sumber daya manusia yang kompeten, serta pembiayaan yang berkelanjutan.

    Karena itu ia berharap komitmen Bupati Kotawaringin Timur yang siap mendukung layanan tersebut dapat diikuti dukungan legislatif melalui penganggaran.

    ”Sinergi pemerintah daerah dan DPRD sangat penting. Jangan sampai alat sudah tersedia tetapi pelayanan tidak dapat berjalan optimal karena keterbatasan bahan habis pakai atau anggaran operasional,” tegasnya.

    Ia menilai pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

    Pemerintah pusat telah memberikan dukungan berupa bantuan alat kesehatan, pendampingan teknis, transfer ilmu hingga dukungan pendanaan. Sementara pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan pelayanan terus berjalan.

    ”Kami berharap tidak terjadi ketergantungan kepada pemerintah pusat. Pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab bersama sesuai pembagian kewenangan yang telah diatur,” ujarnya.

    Hampir Gagal Karena Gangguan Alat

    Haruddin mengungkapkan tim Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, sempat khawatir pelaksanaan proctorship di Sampit batal.

    Pasalnya, beberapa hari sebelum tim berangkat dari Jakarta, sistem Cath Lab di RSUD dr Murjani mengalami gangguan teknis.

    Saat itu seluruh pasien telah dijadwalkan menjalani tindakan dan seluruh persiapan medis telah dilakukan.

    ”Kalau sampai batal, yang dipertaruhkan bukan hanya nama RSUD dr Murjani, tetapi juga rumah sakit pengampu regional, rumah sakit pengampu nasional, bahkan Kementerian Kesehatan. Syukurlah seluruh kendala dapat diatasi sehingga pelayanan tetap berjalan sesuai rencana,” katanya.

    Ia menambahkan saat bersamaan tim Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita juga melaksanakan proctorship di beberapa daerah lain, termasuk Papua Pegunungan dan Lumajang.

    Hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan pelayanan jantung di berbagai wilayah Indonesia.

    Target Seluruh Kabupaten/Kota Memiliki Layanan Cath Lab

    Haruddin berharap keberhasilan RSUD dr Murjani menjadi pemicu bagi rumah sakit lain di Kalimantan Tengah untuk segera menyusul.

    Menurutnya, seluruh 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah telah masuk dalam jejaring pelayanan kardiovaskular dan diharapkan segera melaksanakan proctorship sesuai jadwal yang telah disusun.

    Ia memastikan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita bersama RSUD dr Doris Sylvanus akan terus membuka ruang konsultasi dan pendampingan bagi seluruh rumah sakit jejaring agar pengembangan pelayanan berjalan sesuai standar nasional.

    Dengan beroperasinya Cath Lab, RSUD dr. Murjani kini resmi menjadi rumah sakit umum daerah tingkat kabupaten pertama di Kalimantan Tengah yang mampu menyelenggarakan pelayanan jantung invasif berstandar nasional.

    Keberhasilan tersebut bukan sekadar menandai berakhirnya penantian selama tujuh tahun untuk mengoperasikan alat Cath Lab, tetapi juga menjadi tonggak penting pemerataan pelayanan kesehatan di Kalimantan Tengah.

    ”Melalui jejaring pengampuan nasional dan regional yang telah dibangun, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh pelayanan jantung berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah, sehingga penanganan pasien menjadi lebih cepat, angka keselamatan meningkat, dan beban biaya masyarakat dapat ditekan,” pungkasnya. (hgn/ign)

  • Airbus A320 Perdana Mendarat di Sampit, Pemkab Kotim Siapkan Pengembangan Bandara dan Konektivitas Umrah

    Airbus A320 Perdana Mendarat di Sampit, Pemkab Kotim Siapkan Pengembangan Bandara dan Konektivitas Umrah

    SAMPIT, kanalindependen.id – Penerbangan perdana maskapai Super Air Jet (SAJ) rute Jakarta–Sampit–Jakarta menggunakan pesawat Airbus A320 resmi mengudara di Bandara Haji Asan Sampit, Jumat (12/6/2026).

    Kehadiran pesawat berkapasitas sekitar 180 penumpang milik Lion Group tersebut menjadi sejarah baru transportasi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembangan investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan pariwisata, hingga layanan umrah yang terintegrasi dengan jaringan penerbangan nasional dan internasional.

    Momentum bersejarah itu dihadiri Bupati Kotim Halikinnor, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, perwakilan Pemerintah Kabupaten Katingan, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan Ferdinand Nurdin, Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari, Kepala Bandara Haji Asan Sampit Abdul Haris, unsur Forkopimda, pelaku usaha, asosiasi perjalanan wisata, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

    Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan Ferdinand Nurdin mengatakan hadirnya Super Air Jet merupakan capaian penting bagi Sampit dan Kalimantan Tengah karena maskapai tersebut berada dalam jaringan Lion Group yang memiliki konektivitas luas ke berbagai wilayah domestik maupun internasional.

    Dia mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya menghadirkan maskapai ke suatu daerah, tetapi menjaga agar maskapai tersebut dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

    ”Mendatangkan pesawat itu sulit, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Tidak ada maskapai yang ingin rugi. Karena itu diperlukan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak agar penerbangan yang sudah hadir di Bandara Sampit bisa terus berkelanjutan,” ujarnya.

    Menurut Ferdinand, Kepala Bandara maupun pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keberlangsungan layanan penerbangan.

    ”Pak Kabandara bukan Superman, Ibu-ibu bukan Wonder Woman, Bapak-bapak juga bukan Superboy. Yang perlu dibangun adalah super team agar penerbangan di Sampit bisa terus bertahan dan berkembang,” katanya.

    Ia menilai kehadiran Super Air Jet merupakan langkah tepat karena jaringan Lion Group memungkinkan konektivitas yang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Tengah.

    Ferdinand bahkan menyebut Super Air Jet sebagai salah satu maskapai yang patut dijaga keberlangsungannya karena berpotensi membuka akses penerbangan yang lebih besar bagi masyarakat dan dunia usaha.

    Selain konektivitas umum, ia melihat potensi besar yang bisa dikembangkan dari hadirnya maskapai tersebut adalah sektor umrah.

    Menurutnya, keberadaan pelaku usaha perjalanan umrah di Sampit yang telah memiliki jaringan dengan Lion Group dapat menjadi peluang besar untuk membangun konektivitas penerbangan umrah yang lebih mudah dan efisien bagi masyarakat.

    ”Potensi besar di sini adalah umrah. Kalau bisa dikoneksikan dengan jaringan Lion Group tentu akan sangat baik bagi masyarakat,” ujarnya.

    Di sisi lain, Ferdinand memberikan sejumlah catatan penting terkait keselamatan dan keamanan penerbangan yang masih perlu mendapat perhatian serius.

    Ia mengungkapkan panjang runway Bandara Haji Asan Sampit yang saat ini mencapai 2.060 meter masih tergolong minimum untuk operasional Airbus A320.

    Berdasarkan pengamatannya saat penerbangan perdana berlangsung, pesawat masih mampu berhenti sebelum taxiway sehingga tidak perlu keluar melalui ujung landasan yang berpotensi menambah konsumsi bahan bakar.

    ”Tadi saya sempat berbincang dengan pihak maskapai. Kalau runway Bandara Haji Asan yang ada saat ini 2.060 meter dengan lebar 30 meter, masih terasa berat untuk Airbus A320. Syukur pesawat bisa berhenti sebelum taxiway. Kalau harus keluar di ujung runway tentu konsumsi fuel akan lebih besar,” katanya.

    Karena itu, ia mengusulkan agar landasan pacu diperpanjang menjadi minimal 2.250 meter dengan lebar ideal 45 meter agar operasional Airbus A320 dapat berlangsung lebih aman dan nyaman bagi kru maupun penumpang.

    ”Kalau runway bisa diperpanjang menjadi 2.250 meter dan lebarnya 45 meter, itu sudah ideal untuk Airbus A320,” ujarnya.

    Ferdinand juga menyoroti masih adanya akses menuju kawasan bandara yang menggunakan portal atau palang sehingga regulator harus menerbitkan sejumlah exemption atau pengecualian.

    Kondisi tersebut, menurutnya perlu segera dibenahi mengingat Bandara Haji Asan kini melayani lebih dari satu maskapai jet.

    ”Dengan sekarang ada dua maskapai besar yang melayani pesawat jet, aspek safety harus benar-benar compliance. Karena insiden dan accident tidak mengenal waktu dan tempat,” tegasnya.

    Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah pohon yang masih menjadi obstacle atau hambatan pada area pendekatan penerbangan.

    Meski sebagian telah ditebang, Ferdinand meminta proses penanganan terus dilanjutkan karena faktor keselamatan menjadi pertimbangan penting bagi pilot saat melakukan pendaratan.

    ”Kalau aspek safety dianggap berisiko, pilot bisa saja enggan melakukan pendaratan. Karena itu langkah yang sudah dilakukan pemerintah daerah perlu terus dilanjutkan,” katanya.

    Ferdinand menambahkan masyarakat berpeluang menikmati harga tiket yang lebih kompetitif apabila tiga faktor utama terpenuhi, yakni penggunaan pesawat jet, penerbangan langsung tanpa transit, dan adanya kompetitor dalam satu rute.

    Menurutnya, ketiga faktor tersebut kini mulai tersedia di Sampit setelah hadirnya Super Air Jet yang akan berdampingan dengan maskapai yang lebih dulu beroperasi.

    ”Harapan kita harga tiket semakin kompetitif tanpa mengabaikan aspek keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan operasional maskapai,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan agar pasar penerbangan tidak hanya bergantung pada penumpang reguler, tetapi turut memanfaatkan potensi sektor perkebunan, pertanian, kehutanan, perikanan, pariwisata, hingga produk UMKM yang dapat dipasarkan ke berbagai daerah melalui dukungan konektivitas udara.

    ”Bandara bukan hanya soal konektivitas. Bandara juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membantu menekan inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

    Sementara itu, Direktur Utama Super Air Jet Ari Azhari mengatakan pembukaan rute Jakarta–Sampit–Jakarta menjadi tonggak penting dalam pengembangan jaringan penerbangan perusahaan.

    Dengan beroperasinya rute tersebut, Sampit resmi menjadi kota ke-36 yang dilayani Super Air Jet.

    Saat ini Super Air Jet melayani 35 kota domestik dan satu rute internasional serta terus memperluas jaringan penerbangan guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    ”Hari ini menjadi momen bersejarah bagi perjalanan Super Air Jet. Dengan resmi beroperasinya rute Jakarta–Sampit–Jakarta, Sampit menjadi kota ke-36 yang kami layani,” ujarnya.

    Ari menjelaskan masyarakat kini dapat menikmati konektivitas yang lebih luas karena jaringan Super Air Jet telah terintegrasi dengan Lion Air dan Batik Air.

    Melalui sistem tersebut, penumpang dari Sampit dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai kota besar di Indonesia hanya dengan satu tiket penerbangan.

    ”Dari Sampit bisa terkoneksi ke Palembang, Kualanamu, dan berbagai kota lain di Sumatera. Dengan satu tiket semuanya dapat terhubung,” katanya.

    Ia juga memastikan potensi perjalanan umrah dari Sampit akan semakin terbuka.

    Lion Air saat ini mengoperasikan pesawat Airbus A330 berkapasitas 430 kursi untuk melayani rute Jakarta–Jeddah.

    Jadwal penerbangan Sampit–Jakarta akan disesuaikan dengan jadwal penerbangan menuju Arab Saudi sehingga memudahkan jemaah umrah dari Kotim dan daerah sekitar.

    ”Sampai Jakarta tinggal masuk imigrasi, lalu langsung terkoneksi ke Jeddah. Jadwalnya akan kami sesuaikan agar perjalanan umrah lebih nyaman,” ujarnya.

    Ari menilai Sampit merupakan daerah yang memiliki potensi besar dan posisi strategis di Kalimantan Tengah sehingga layak menjadi bagian dari jaringan penerbangan nasional yang terus berkembang.

    Menurutnya, kehadiran Super Air Jet bukan sekadar menyediakan layanan transportasi udara, tetapi juga menjadi mitra dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

    ”Kami melihat Sampit sebagai daerah yang memiliki potensi besar dan peran strategis di Kalimantan Tengah. Karena itu kami berkomitmen mendukung konektivitas dan kemajuan daerah ini,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyambut kehadiran Super Air Jet sebagai peristiwa bersejarah bagi daerah yang dipimpinnya.

    Menurutnya, sepanjang sejarah Bandara Haji Asan Sampit, baru kali ini pesawat Airbus A320 dengan kapasitas sekitar 180 penumpang melakukan penerbangan reguler ke Sampit.

    ”Ini pertama kali sepanjang sejarah pesawat dengan kapasitas sekitar 180 penumpang landing di Bandara Haji Asan Sampit,” ujarnya.

    Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, pihak bandara, Dinas Perhubungan, hingga dukungan masyarakat.

    Bahkan, perjuangan menghadirkan pesawat jet berbadan besar ke Sampit telah berlangsung cukup lama hingga akhirnya terwujud.

    ”Kadis Perhubungan sampai meneteskan air mata karena apa yang selama ini menjadi mimpi akhirnya menjadi kenyataan,” ungkap Halikinnor.

    Menanggapi catatan regulator terkait keselamatan penerbangan, Halikinnor memastikan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan berbagai obstacle di sekitar bandara.

    Menurutnya, sebagian pohon telah ditebang, sementara sisanya masih menunggu penyelesaian administrasi dan pembayaran sebelum dilakukan penebangan.

    ”Terkait obstacle sebenarnya sudah kami anggarkan. Ada yang masih menunggu proses administrasi dan pembayaran, tetapi akan kami selesaikan,” katanya.

    Selain itu, pemerintah daerah juga akan menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Perhubungan terkait peningkatan pagar pengaman di ujung runway.

    ”Pagar di ujung runway juga akan kami tingkatkan sesuai saran dari Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

    Halikinnor menjelaskan pengembangan Bandara Haji Asan Sampit juga telah menjadi pembahasan bersama pemerintah pusat.

    Berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai, perpanjangan dan pelebaran runway menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan, sedangkan pembangunan gedung PK dan pemindahan apron menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

    ”Saya jamin tahun 2027 pembangunan gedung PK dan pemindahan apron sudah selesai,” tegasnya.

    Selain memperpanjang dan melebarkan runway, pemerintah daerah juga akan mendorong peningkatan PCN atau kekuatan landasan pacu agar mampu mendukung operasional pesawat yang lebih besar di masa mendatang.

    ”Apa yang disampaikan Pak Ferdinand menjadi catatan bagi kami. Nanti akan kami koordinasikan dengan kementerian agar peningkatan panjang, lebar, dan PCN runway bisa direalisasikan,” katanya.

    Halikinnor menilai prospek penerbangan di Kotim sangat menjanjikan karena daerah tersebut memiliki jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Tengah.

    Selain itu, Kotim juga memiliki sektor perkebunan kelapa sawit yang sangat besar dengan luas mendekati satu juta hektare, disertai potensi pertambangan, perdagangan, dan jasa.

    ”Dari 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah, penduduk terbesar ada di Kotawaringin Timur. Investasi terbesar juga banyak bertumpu pada sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan, perdagangan, dan jasa,” ujarnya.

    Menurut Halikinnor, kehadiran Super Air Jet akan mempermudah akses investor yang selama ini harus mendarat di Palangka Raya sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Sampit.

    ”Selama ini banyak investor datang melalui Palangka Raya, lalu melanjutkan perjalanan ke Sampit. Ke depan kami berharap mereka bisa langsung datang ke sini,” katanya.

    Ia juga berharap ke depan tidak hanya Super Air Jet yang beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit, tetapi maskapai lain seperti Batik Air juga dapat melayani penerbangan ke Sampit.

    Selain itu, pemerintah daerah terus mendorong pembukaan rute penerbangan langsung Sampit–Surabaya yang dinilai memiliki potensi pasar sangat besar.

    Saat ini penerbangan rute menuju Surabaya hampir selalu penuh karena tingginya mobilitas pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat yang memiliki hubungan bisnis dengan Kota Surabaya.

    ”Harapan berikutnya adalah penerbangan Super Air Jet rute Sampit–Surabaya karena kebutuhannya sangat besar. Banyak pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat yang memiliki aktivitas bisnis ke Surabaya,” ujarnya.

    Halikinnor mengatakan, konektivitas penerbangan yang semakin baik juga akan mendukung pengembangan sektor umrah dan pariwisata daerah.

    Ia mengungkapkan sejumlah pelaku usaha perjalanan umrah di Kotim telah menjalin komunikasi dengan pihak Lion Group untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

    Di sektor pariwisata, pemerintah daerah ingin memperkenalkan wajah baru Sampit kepada masyarakat luar daerah yang selama ini mungkin masih memiliki persepsi lama terhadap kota tersebut.

    ”Kami ingin orang datang ke Sampit bukan hanya mendengar cerita lama, tetapi melihat langsung perkembangan daerah ini sekarang,” katanya.

    Menutup sambutannya, Halikinnor menyampaikan optimisme bahwa konektivitas udara yang semakin baik akan memperkuat perdagangan, investasi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat di wilayah Kotim dan sekitarnya.

    ”Kalau sekali minum air Mentaya, Insya Allah akan kembali lagi ke Sampit,” pungkasnya. (hgn/ign)