Kategori: Kotawaringin Timur

  • Siasat Toilet Sopir Travel Ringkus Pencuri Tas Perawat RSUD dr Murjani Sampit di Pelantaran

    Siasat Toilet Sopir Travel Ringkus Pencuri Tas Perawat RSUD dr Murjani Sampit di Pelantaran

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Pelarian terduga pelaku pencurian tas milik seorang perawat RSUD dr Murjani Sampit berakhir dramatis. Bermodal kecerdikan berpura-pura izin ke toilet, seorang sopir travel antar-kota berhasil menghubungi aparat kepolisian hingga terduga pelaku dibekuk di Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Jumat (9/10/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

    Terduga pelaku diringkus tanpa perlawanan di dalam armada mobil travel yang disewanya, yang diduga hendak melarikannya menyeberang menuju Kalimantan Selatan.

    Keberhasilan penangkapan bermula dari ketelitian istri sang sopir travel yang mengenali wajah penumpang dari foto dan identitas yang beredar luas di grup WhatsApp. Usai mencocokkan ciri-ciri fisik penumpang, pihak travel langsung berkoordinasi secara senyap dengan petugas kepolisian di Sampit. Guna menghindari kecurigaan pelaku, sang sopir sengaja menghentikan kendaraan dan berpura-pura ke toilet untuk mengunci koordinat penangkapan bersama polisi.

    M Teguh, sepupu Febby Lovita Sari perawat IGD RSUD dr Murjani Sampit yang menjadi korbanmembenarkan informasi cepat dari pihak travel menjadi kunci utama pembekuan jejak terduga pelaku.

    “Pihak travel sangat responsif dan mengenali pria itu saat berada di dalam mobil, sehingga informasi tersebut langsung ditindaklanjuti polisi hingga pelaku berhasil diamankan di Pelantaran,” katanya.

    Aksi nekat pencurian tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026) pagi di Ruang Cempaka, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit. Korban yang meninggalkan tasnya sebentar di kursi perawat mendapati barang berharganya raib saat kembali sekitar pukul 09.30 WIB.

    Rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi merekam jelas detik-detik seorang pria menutup tas korban menggunakan jaket sebelum membawanya kabur. Tas tersebut berisi aset berharga tinggi, mulai dari satu unit laptop Lenovo, satu unit ponsel iPhone 16 Plus, satu unit ponsel Realme C17, dompet berisi dokumen penting seperti ATM, STNK, dan kunci motor, serta uang tunai Rp300.000.

    Total kerugian yang dialami perawat IGD RSUD dr Murjani ini ditaksir mencapai Rp30 juta. Teguh menambahkan, muncul dugaan ponsel iPhone 16 Plus milik korban sempat dijual terduga pelaku ke salah satu konter di Sampit sebelum ia naik mobil travel. Saat ini, terduga pelaku bersama perkara pelaporan telah ditangani penyidik Polres Kotim guna pengusutan status hukum serta penelusuran seluruh barang bukti milik korban.

     

    Aksi heroik sopir travel di Pelantaran patut diapresiasi tinggi sebagai bukti nyata kepekaan sosial warga (community vigilance) dalam memberantas kejahatan di jalur darat Kotim. Namun di sisi lain, insiden ini membuka tabir rapuhnya pengamanan internal di fasilitas kesehatan vital publik.

    Manajemen RSUD dr Murjani didesak memperketat akses keluar-masuk area pelayanan vital seperti IGD, karena kebebasan orang luar menerobos hingga ke ruang istirahat perawat menjadi preseden buruk keamanan tenaga medis yang sedang bertugas. Selain itu, Satreskrim Polres Kotim dituntut tidak hanya memproses terduga pelaku utama, melainkan menindak tegas konter ponsel di Sampit yang terbukti membeli barang hasil kejahatan pencurian (penadah). (***)

  • Sarang Narkoba Eks Golden Sampit Digerebek: 12 Orang Positif Tes Urine, BNK Kotim Didesak Transparan

    Sarang Narkoba Eks Golden Sampit Digerebek: 12 Orang Positif Tes Urine, BNK Kotim Didesak Transparan

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Operasi pekat pembasmian jaringan narkoba di kawasan rawan perkotaan Sampit terus dilancarkan. Aparat gabungan Polres Kotawaringin Timur (Kotim) menggerebek lokasi yang diduga kuat menjadi sarang penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kawasan eks Golden, Jalan Rahadi Usman, Sampit, Jumat (9/10/2026).

    Penggerebekan berskala besar ini menerjunkan tim gabungan lintas satuan yang terdiri dari Satresnarkoba, Satintelkam, Satsamapta, dan Sipropam Polres Kotim. Sebanyak 31 orang yang berada di lokasi langsung dikepung, diperiksa, dan diuji tes urine di tempat.

    Hasil tes urin maraton mengonfirmasi sebanyak 12 orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika, sementara 19 orang sisanya dikenakan kewajiban lapor.

    Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra melalui Ps. Kasi Humas IPTU Edi Walujo membenarkan penindakan tegas di pusat keramaian eks Golden tersebut.

    “Dari hasil pemeriksaan dan tes urine terhadap 31 orang yang diamankan, sebanyak 12 orang dinyatakan positif. Mereka selanjutnya diserahkan kepada Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotim untuk penanganan dan proses asesmen lebih lanjut,” terang IPTU Edi Walujo, Sabtu (10/10/2026).

    Penggerebekan di eks Golden Jalan Rahadi Usman dilakukan setelah kepolisian menerima aduan intensif masyarakat terkait maraknya aktivitas transaksi dan pengonsumsian zat adiktif di area bekas pusat hiburan malam tersebut.

    Meskipun 12 orang dinyatakan positif hasil tes urine, kepolisian menegaskan bahwa status tes urine positif tidak serta-merta membuktikan keterlibatan langsung seseorang sebagai bandar atau pengedar dalam jaringan peredaran gelap.

    Sejauh ini, Polres Kotim belum mengumumkan secara rinci temuan jumlah gramasi barang bukti sabu atau ekstasi yang berhasil disita dari lokasi penggerebekan. Pihak kepolisian menegaskan penyidikan lanjutan masih terus dilakukan untuk memburu penyuplai utama yang memasok narkoba ke kawasan eks Golden.

    Penggerebekan 31 orang di kawasan eks Golden Sampit mempertegas masih suburnya kantong-kantong sarang narkoba di pusat perkotaan Kotim. Pola penindakan yang hanya berakhir pada penyerahan 12 pengguna positif ke BNK Kotim dan sanksi wajib lapor bagi 19 orang lainnya rawan menjadi preseden berulang tanpa memberikan efek jera (deterrent effect) yang nyata.

    BNK Kotim didesak untuk transparan mempublikasikan hasil asesmen medis terhadap 12 orang yang positif tersebut. Jangan sampai proses penyerahan ini menjadi celah kompromi hukum tanpa ada upaya pembongkaran muara asal-usul barang haram yang mereka konsumsi.

    Pemkab Kotim bersama Polres Kotim dituntut bertindak radikal dengan menyegel atau membongkar bangunan mangkrak di eks Golden Jalan Rahadi Usman agar tidak terus-menerus dijadikan sarang transaksi narkoba dan maksiat terselubung. (***)

  • Malam Cengkeram Racun Asap di Sampit: Pandangan Tersisa 300 Meter, Warga Mulai Sesak

    Malam Cengkeram Racun Asap di Sampit: Pandangan Tersisa 300 Meter, Warga Mulai Sesak

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan belum terbebas dari cengkeraman bencana kabut asap akibat pembumihangusan lahan gambut. Hingga Jumat (9/10/2026) malam, selimut asap pekat beracun masih mengepung Kota Sampit dan memaksa jarak pandang (visibility) anjlok drastis hingga tersisa 300 meter.

    Berdasarkan data pengamatan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim di Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, penurunan kualitas udara dan jarak pandang memburuk secara signifikan dalam rentang waktu dua jam pada malam hari:

    Pukul 19.00 WIB: Jarak pandang tercatat 400 meter, suhu udara 27,7°C, kelembapan 77%, dengan angin bertiup dari selatan berkecepatan 7 km/jam.

    Pukul 20.00 WIB: Jarak pandang menyusut drastis menjadi 300 meter, suhu udara 27,3°C, kelembapan naik ke angka 79%, dan angin bergerak lambat dari tenggara berkecepatan 4 km/jam.

    Pukul 21.00 WIB: Jarak pandang tertahan pada level kritis 300 meter, suhu udara melandai ke 26,8°C, serta angin bertiup dari tenggara berkecepatan 6 km/jam.

    Pekatnya racun asap di malam hari yang merayap hingga ke dalam rumah-rumah warga kian memicu keresahan masyarakat, terutama terkait ancaman penyakit saluran pernapasan (ISPA) yang mulai mengintai anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

    “Asap malam ini terasa makin pedih di mata dan bau sangitnya tembus sampai ke dalam kamar. Dada mulai terasa sesak dan tenggorokan gatal. Kalau berkendara di jalan raya, jarak 300 meter sudah sangat gelap dan membahayakan,” ungkap Herman, salah seorang warga kawasan Baamang yang melintas di pusat kota Sampit, Jumat malam.

    Makin pekatnya racun asap pada malam hari di Kota Sampit menjadi bukti otentik bertahannya akumulasi asap kiriman dari ratusan titik panas (hotspot) masif di Seranau dan Pulau Hanaut yang terjebak oleh angin lambat (smoke trap).

    Pemkab Kotim dan BMKG didesak tidak hanya merilis data jarak pandang, tetapi wajib mempublikasikan konsentrasi partikel mikro berbahaya PM2.5 dan PM10 secara transparan kepada publik setiap jam guna memastikan status risiko kesehatan warga.

     Mengingat jarak pandang menyusut ke 300 meter dan warga mulai mengeluhkan sesak napas, Dinas Kesehatan Kotim wajib menyiagakan Puskesmas 24 jam serta mendistribusikan masker respirator standar N95/KN95 gratis untuk mencegah lonjakan kasus ISPA akut pada kelompok rentan. (***)

  • Tribun Stadion  28 Nopember Sampit Jadi Lapak Lem dan Miras: Satpol PP Amankan 5 Remaja

    Tribun Stadion  28 Nopember Sampit Jadi Lapak Lem dan Miras: Satpol PP Amankan 5 Remaja

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Ruang publik dan fasilitas olahraga di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali tercederai oleh maraknya perilaku berisiko di kalangan remaja. Tribun Stadion  28 Nopember Sampit digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotim setelah terbukti dijadikan lokasi mengonsumsi minuman keras (miras) dan mengisap lem kaleng (ngelem) oleh sekelompok anak di bawah umur pada Rabu malam (7/10/2026).

    Penindakan cepat ini berawal dari aduan masyarakat setempat yang resah melihat aktivitas mencurigakan sekelompok remaja saat malam hari di area tribun stadion. Petugas yang melakukan pemantauan mendadak menyergap tujuh anak yang tengah mengonsumsi miras dan mengisap lem.

    Dari tujuh remaja tersebut, lima anak berusia 13 hingga 16 tahun berhasil diamankan petugas, sementara dua anak lainnya kabur melompati pagar stadion.

    Kelima remaja tersebut langsung digelandang ke Kantor Satpol PP Kotim untuk verifikasi. Hasil pemeriksaan mengonfirmasi bahwa tiga di antaranya masih berstatus pelajar aktif di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Sampit.

    Kepala Satpol PP Kotim Widya Yulianti melalui Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan, Eribka Nida Gulo, membenarkan aksi penggerebekan di fasilitas publik tersebut.

    “Laporan masyarakat kami tindak lanjuti dengan pemantauan di lokasi. Dari hasil pemantauan, petugas menemukan anak-anak yang diduga mengonsumsi miras dan mengisap lem. Berdasarkan asesmen, ada yang mengaku sudah beberapa kali ngelem di kawasan tersebut,” terang Eribka Nida Gulo, Jumat (9/10/2026).

    Pemanggilan Orang Tua dan Guru: Bahaya Keracunan Otak Mengintai Remaja

    Merespons temuan ini, Satpol PP Kotim memanggil para orang tua dan perwakilan pihak sekolah tempat para remaja tersebut menimba ilmu. Usai diberikan pengarahan khusus dan menandatangani surat pernyataan, kelima anak diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing dengan pendampingan pihak sekolah.

    Penanganan kasus ini menjadi perhatian serius dari sudut pandang kesehatan medis dan psikologi anak. Menghirup uap lem (inhalan) mengandung bahan kimia beracun yang secara drastis dapat merusak sel-sel otak, memicu gagal organ internal, hingga merenggut nyawa secara mendadak (Sudden Sniffing Death Syndrome). Ditambah konsumsi alkohol di usia dini, kombinasi ini berisiko fatal merusak fungsi kognitif dan kontrol emosi anak.

    Maraknya anak-anak yang leluasa menjadikan Tribun Stadion  28 Nopember Sampit sebagai tempat ngelem dan pesta miras menjadi bukti lemahnya sistem pengawasan serta pengamanan aset publik Pemkab Kotim.

    Dispora dan Satpol PP Kotim didesak untuk tidak membiarkan area Stadion  28 Nopember gelap dan tak terjaga pada malam hari. Pemasangan lampu sorot, CCTV, dan penyiagaan personil Satpam wajib dilakukan guna menutup celah kriminalitas remaja.

    Pemkab Kotim dan Polres Kotim dituntut menindak tegas warung atau toko yang sengaja menjual minuman beralkohol tanpa izin serta membatasi penjualan lem kaleng berbahan racun kepada anak-anak berstatus pelajar. (***)

  • 304 Gram Sabu Cempaga Dibongkar: Polres Kotim Didesak Tak Berhenti di Kurir Paruh Baya

    304 Gram Sabu Cempaga Dibongkar: Polres Kotim Didesak Tak Berhenti di Kurir Paruh Baya

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Peredaran gelap narkotika jenis sabu skala besar kembali dibongkar jajaran Satresnarkoba Polres Kotawaringin Timur (Kotim). Sebanyak 14 paket sabu dengan berat kotor mencapai 304,1 gram berhasil disita dari dua lokasi penggerebekan di Desa Patai, Kecamatan Cempaga. Seorang perempuan paruh baya berinisial RN alias M (51) berhasil digelandang ke Mapolres Kotim.

    Pengungkapan kasus ini dieksekusi pada Selasa (6/10/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 48, Desa Patai. Penindakan cepat tersebut berkat tindak lanjut informasi akurat dari masyarakat terkait dugaan transaksi barang haram di kawasan tersebut.

    Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra melalui Ps. Kasi Humas IPTU Edi Walujo mengonfirmasi kronologi penangkapan saat tim berhasil mengamankan tersangka RN yang sedang berdiri mencurigakan di tepi jalan.

    “Setelah menunjukkan surat perintah tugas dan disaksikan perangkat desa serta ketua RT setempat, petugas melakukan penggeledahan. Di lokasi pertama tepi jalan, ditemukan 10 paket kecil sabu yang terbungkus tisu dan plastik hitam, berikut satu unit telepon genggam Samsung Galaxy A06 Pro,” terang IPTU Edi Walujo, Jumat (9/10/2026).

    Penggeledahan Lanjutan di Pondok: Ditemukan 4 Paket Besar dan Timbangan Digital

    Tak berhenti di pinggir jalan raya, tim Satresnarkoba bergerak melakukan penggebekan susulan ke sebuah pondok di Gang Bukit Ipuh, Jalan Tjilik Riwut, Desa Patai, merujuk pada pengakuan tersangka RN yang menyimpan sisa pasokan sabu lainnya.

    Di dalam pondok tersebut, polisi membongkar simpanan 4 paket sabu ukuran besar yang disembunyikan di dalam toples bekas terbungkus kantong plastik hitam. Selain itu, petugas juga mengamankan seperangkat alat pengemas berupa, 1 bal plastik klip transparan, 1 unit timbangan digital presisi dan potongan sedotan plastik berujung runcing

    Dengan total 14 paket sabu seberat 304,1 gram tersebut, tersangka RN bersama seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Kotim guna menjalani proses penyidikan dan pengembangan kasus.

    Atas perbuatannya, perempuan berusia 51 tahun ini terancam hukuman berat dengan sangkaan Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Pasal VII angka 50 UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

    Pengungkapan 304,1 gram sabu di Cempaga ini menjadi bukti sah bahwa Kabupaten Kotim masih menjadi pasar empuk sekaligus jalur transit utama (syndicate corridor) peredaran gelap narkotika. Keterlibatan perempuan paruh baya berusia 51 tahun yang menguasai ratusan gram sabu siap edar menegaskan pola pergeseran modus operandi sindikat yang memanfaatkan figur rentan sebagai benteng perantara (courier shield).

    Satresnarkoba Polres Kotim dituntut tidak berhenti pada penangkapan RN sebagai pengedar atau kurir di tingkat tapak. Penyidik wajib melacak rekam jejak digital pada telepon genggam tersangka guna membongkar bandar besar pemasok barang 300 gram tersebut.

    Keberhasilan warga Desa Patai membongkar peredaran ini wajib diapresiasi. Polres Kotim didesak memperketat patroli di sepanjang koridor Jalan Tjilik Riwut Km 40–Km 60 yang rawan dijadikan titik penyerahan barang (drop-off point) antar-wilayah. (***)

  • MTQ ke-57 Kotim: Mentawa Baru Ketapang Pertahankan Juara Umum 15 Kali Beruntun

    MTQ ke-57 Kotim: Mentawa Baru Ketapang Pertahankan Juara Umum 15 Kali Beruntun

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kecamatan Mentawa Baru Ketapang kembali mempertahankan gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Tahun 2026. Prestasi tersebut sekaligus memperpanjang dominasi kemenangan hingga 15 kali berturut-turut sejak tahun 2012.

    Kepastian tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Hakim dan Juri MTQ ke-57 yang menetapkan Mentawa Baru Ketapang sebagai juara umum dengan jumlah peserta 235 orang. Posisi kedua diraih Kecamatan Tualan Hulu dengan 181 peserta, sedangkan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menempati peringkat ketiga dengan 150 peserta.

    Pengumuman tersebut menjadi salah satu puncak rangkaian MTQ ke-57 dan Festival Seni Qasidah yang berlangsung selama lima hari, 3-7 Oktober 2026, di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu.

    Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati  menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut.

    MTQ bukan sekadar agenda perlombaan seni Islami, tetapi juga menjadi ruang pembinaan keagamaan sekaligus kesempatan bagi daerah tuan rumah memperkenalkan potensi wilayahnya.

    ”Pelaksanaan MTQ bukan hanya menjadi ajang yang memperlombakan seni-seni Islami, tetapi telah menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan daerah kecamatan yang menjadi tuan rumah,” ujarnya saat menutup MTQ ke-57 dan Festival Seni Qasidah di Mentaya Hulu, Rabu (7/10/2026).

    Ia menilai Kecamatan Mentaya Hulu berhasil memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah dengan baik.

    Penyelenggaraan yang sederhana dinilai tetap mampu menghadirkan suasana yang berkesan bagi para kafilah dan masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

    ”Walau sederhana, namun memiliki makna yang begitu mendalam sehingga membuat masyarakat benar-benar kagum dan rasanya tak rela untuk segera mengakhiri acara ini,” katanya.

    Pembinaan Kafilah Harus Berlanjut

    Irawati menekankan agar pembinaan terhadap peserta tidak berhenti setelah MTQ tingkat kabupaten selesai. Seluruh kecamatan diminta terus meningkatkan pembinaan pada setiap cabang yang diperlombakan secara berkesinambungan.

    Ia juga meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kotim segera memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan peserta yang akan membawa nama daerah pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun depan.

    ”Meski kegiatan ini telah berakhir, hendaknya pembinaan di semua cabang yang diperlombakan agar terus ditingkatkan secara berkesinambungan,” ujarnya.

    Khusus peserta yang akan mewakili Kotim, pelatihan dinilai penting agar para juara tidak berhenti pada pencapaian di tingkat kabupaten.

    ”LPTQ dan LASQI Kabupaten Kotawaringin Timur agar dapat memanfaatkan waktunya untuk melaksanakan pelatihan bagi para peserta yang akan mewakili Kabupaten Kotawaringin Timur pada STQ dan FSQ Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun depan,” katanya.

    Apresiasi juga diberikan kepada Dewan Hakim, Dewan Juri dan Panitera yang telah menjalankan tugas selama perlombaan.

    Ia mengingatkan, hasil akhir MTQ harus diterima sebagai bagian dari proses pembinaan. Para juara diminta tidak cepat berpuas diri, sedangkan peserta yang belum berhasil diharapkan tetap bersemangat.

    ”Bagi yang sudah dinyatakan sebagai pemenang, saya harapkan jangan berpuas diri, tapi lakukan langkah-langkah peningkatan kemampuan dan terus berlatih mempersiapkan diri untuk event MTQ dan FSQ Tingkat Provinsi nanti dengan harapan membawa hasil terbaik bagi Kabupaten Kotawaringin Timur,” tuturnya.

    Sementara bagi peserta yang belum meraih prestasi, ia meminta agar hasil tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti berlatih.

    ”Keberhasilan yang tertunda jika diterima dengan ikhlas akan menjadi sesuatu yang paling indah,” katanya.

    Ia bahkan menilai seluruh kafilah tetap membawa pulang pengalaman berharga dari MTQ ke-57, terlepas dari hasil perlombaan yang diperoleh.

    ”Saya yakin para kafilah tidak ada yang pulang dengan tangan hampa; kalaupun tak ada piala, tapi ada rasa bangga yang terpatri di dalam dada,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-57 sekaligus Camat Mentaya Hulu Muhammad Edison menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kotim, LPTQ dan LASQI Kotim, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

    Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada panitia, relawan, tenaga kesehatan, petugas keamanan, perangkat desa dan kelurahan, pemuda, serta seluruh masyarakat yang terlibat selama kegiatan berlangsung.

    Edison mengakui pelaksanaan MTQ selama lima hari membutuhkan kerja keras dari banyak pihak. Bahkan, sebagian orang yang terlibat harus mengurangi waktu istirahat demi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan.

    ”Mungkin ada yang selama kegiatan ini tidurnya berkurang, tetapi insya Allah pahalanya bertambah,” ujarnya.

    Ia juga memberikan penghargaan kepada Dewan Hakim yang dinilai telah menjalankan tugas dengan profesional, teliti dan penuh tanggung jawab.

    ”Kami memahami bahwa menjadi Dewan Hakim bukanlah pekerjaan yang ringan,” katanya.

    Kepada seluruh peserta dan kafilah, Edison menyampaikan apresiasi karena telah menunjukkan kemampuan, keberanian, ketekunan dan semangat selama mengikuti kompetisi.

    ”Kalian semua adalah putra-putri terbaik dari kecamatan masing-masing. Kalian telah menunjukkan kemampuan, keberanian, ketekunan, dan semangat luar biasa,” ujarnya.

    Menurut Edison, berakhirnya MTQ ke-57 tidak hanya menjadi penanda selesainya rangkaian perlombaan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.

    ”Apa yang sudah baik, mari kita pertahankan. Apa yang masih kurang, mari kita perbaiki. Apa yang belum sempurna, mari kita sempurnakan pada pelaksanaan berikutnya,” katanya.

    Ia menegaskan tidak ada kegiatan yang benar-benar sempurna. Namun, yang paling penting adalah adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus.

    ”Karena tidak ada kegiatan yang sempurna. Tetapi yang paling penting adalah adanya semangat untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.

    Pengalaman menjadi tuan rumah di Mentaya Hulu, diharapkan menjadi bekal bagi penyelenggaraan MTQ pada masa mendatang.

    Atas nama panitia dan seluruh jajaran pelaksana, Edison juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama kegiatan terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada para kafilah maupun tamu.

    ”Apabila selama pelaksanaan MTQ ke-57 dan Festival Seni Qasidah terdapat banyak kekurangan dalam pelayanan, penyambutan, tempat, konsumsi, transportasi, maupun hal-hal lainnya, yang kurang dan tidak pantas, mohon dimaafkan sebesar-besarnya,” ucapnya.

    Mentawa Baru Ketapang Pertahankan Gelar Sejak 2012

    Di sisi lain, keberhasilan Mentawa Baru Ketapang mempertahankan gelar juara umum menjadi capaian paling menonjol pada MTQ ke-57. Kemenangan itu menjadi 15 kali secara berturut-turut sejak pertama kali diraih pada 2012.

    Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh kafilah, pelatih, official dan pengurus LPTQ Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

    ”Alhamdulillah, tahun ini kami kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum. Ini menjadi yang ke-15 kali secara berturut-turut sejak pertama kali diraih pada 2012,” ujarnya Irfansyah, Kamis (8/10/2026).

    Irfansyah menyebut, capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Persiapan menuju MTQ tingkat kabupaten dilakukan jauh hari setelah pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan pada April 2026.

    Pembinaan peserta kemudian dilakukan secara intensif selama kurang lebih enam bulan sebagai persiapan menghadapi seluruh cabang yang diperlombakan pada tingkat kabupaten.

    Pada MTQ ke-57, Mentawa Baru Ketapang mengirimkan 72 peserta untuk mengikuti seluruh cabang perlombaan yang dipertandingkan.

    Namun, ia mengakui tidak dapat menyaksikan langsung malam penutupan MTQ di Mentaya Hulu karena sedang menjalankan tugas di Surabaya sebagai mentor dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).

    Meski tidak hadir secara langsung, ia tetap mengikuti perkembangan pelaksanaan MTQ dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berjuang membawa nama Mentawa Baru Ketapang.

    ”Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Prestasi yang telah diraih, tidak boleh berhenti sampai di sini. Harus ada target dan persiapan yang lebih matang lagi untuk mewakili Kotim ke ajang MTQ tingkat provinsi,” tandasnya. (hgn/ign)

  • 945 Hotspot Terdeteksi di Kotim, Seranau dan Pulau Hanaut Paling Padat

    945 Hotspot Terdeteksi di Kotim, Seranau dan Pulau Hanaut Paling Padat

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Sebanyak 945 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam akumulasi 24 jam terakhir hingga Kamis (8/10/2026) pukul 16.00 WIB.

    Data tersebut tercantum dalam laporan rekapitulasi hotspot BMKG dan BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebaran titik panas paling banyak berada di Kecamatan Seranau, Pulau Hanaut, dan Mentaya Hilir Utara.

    “Seranau mencatat jumlah tertinggi dengan 294 hotspot. Rinciannya terdiri dari empat titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 285 menengah, dan lima titik dengan tingkat kepercayaan tinggi,” ungkap Wakil Koordinator III Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) adalah Rihel.

    Pulau Hanaut berada di urutan berikutnya dengan 243 hotspot. Sebanyak enam titik masuk kategori rendah, 233 menengah, dan empat titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

    Sementara Mentaya Hilir Utara mencatat 144 hotspot, terdiri dari sembilan titik rendah, 132 menengah, dan tiga titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

    Tiga kecamatan tersebut menyumbang 681 hotspot atau sekitar 72 persen dari total yang terdeteksi dalam periode tersebut.

    Di wilayah lain, Teluk Sampit mencatat 41 hotspot dan Mentaya Hulu 40 titik. Mentawa Baru Ketapang tercatat 31 titik, Antang Kalang 29 titik, sedangkan Cempaga mencapai 26 titik.

    Sebaran berikutnya tercatat di Bukit Santuai sebanyak 18 titik, Kotabesi 15 titik, Mentaya Hilir Selatan 14 titik, Telaga Antang 11 titik, serta Baamang 11 titik.

    Parenggean dan Telawang masing-masing tercatat 10 hotspot. Cempaga Hulu lima titik dan Tualan Hulu tiga titik.

    Jika dilihat berdasarkan tingkat kepercayaan, dari total 945 hotspot terdapat 33 titik kategori rendah, 900 titik kategori menengah, dan 12 titik kategori tinggi.

    “Artinya, sebagian besar deteksi berada pada tingkat kepercayaan menengah. Data hotspot merupakan hasil deteksi satelit sehingga keberadaannya tetap perlu diverifikasi di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ungkap RIhel.

    Laporan BMKG dan BPBD tersebut mencantumkan rincian koordinat, waktu deteksi, satelit yang menangkap titik panas, serta desa atau kelurahan terkait. Satelit yang digunakan dalam pemantauan antara lain SNPP dan NOAA-20.

    Konsentrasi hotspot di Seranau dan Pulau Hanaut menjadi bagian yang perlu diperhatikan karena kedua wilayah tersebut berada di kawasan yang dalam beberapa hari terakhir juga menjadi bagian dari sebaran titik panas di Kotawaringin Timur.

    Dengan 945 hotspot terdeteksi hanya dalam periode 24 jam, peta kebakaran di Kotim masih menunjukkan tekanan tinggi.

    Angka tersebut bukan berarti 945 lokasi telah dipastikan terbakar. Namun, kepadatan deteksi hotspot memberikan gambaran bahwa pemantauan dan verifikasi lapangan masih menjadi pekerjaan penting, terutama di wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi. (***)

  • Beruang Terluka Belum Ditemukan, Lutung Abu-Abu Ditemukan Mati di Tanah Mas: Rentetan Tragedi Satwa di Perkotaan Sampit

    Beruang Terluka Belum Ditemukan, Lutung Abu-Abu Ditemukan Mati di Tanah Mas: Rentetan Tragedi Satwa di Perkotaan Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Gelombang krisis lingkungan dan terdesaknya satwa liar ke kawasan permukiman di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) makin menunjukkan potret suram. Upaya penyisiran maraton BKSDA Pos Sampit bersama aktivis lingkungan untuk mengevakuasi beruang madu (Helarctos malayanus) yang mengalami luka parah di Jalan Tjilik Riwut Km 8, Gang Budi Mufakat, belum membuahkan hasil hingga Rabu (7/10/2026) sore.

    Pencarian ketat dilakukan sejak pagi dengan menyusuri kawasan perkebunan, hutan, parit sumber air, hingga kebun nanas warga yang diduga menjadi sumber pakan satwa. Bahkan, satu unit drone pencari diterbangkan untuk menyisir tajuk vegetasi dari udara. Namun, beruang yang diduga kuat menjadi korban kejahatan jerat seling baja (jerat sisit) tersebut belum berjumpa fisik.

    Di tengah sengitnya perburuan waktu menyelamatkan beruang berdarah tersebut, BKSDA Pos Sampit justru kembali menerima laporan duka satwa pada pukul 17.40 WIB dari Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK).

    Sekor lutung abu-abu (Trachypithecus cristatus) dilaporkan terluka parah. Namun naas, saat tim BKSDA tiba di lokasi kejadian, mamalia langka tersebut telah meregang nyawa.

    “Saat petugas tiba di lokasi Tanah Mas, lutung abu-abu tersebut sudah dalam kondisi mati. Hasil pemeriksaan awal menemukan dua luka sobek menganga di bagian punggung dan pantat satwa. Dari keterangan warga, lutung terjatuh dari bangunan tinggi lalu diserang dan digigit anjing warga,” terang Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, Rabu (7/10/2026).

    Setelah pengumpulan data dan observasi selesai, bangkai lutung abu-abu tersebut langsung dikuburkan secara layak di wilayah Kelurahan Tanah Mas oleh tim BKSDA bersama relawan lingkungan Sampit.

    Dua Tragedi Satwa yang terjadi bersamaan pada Rabu (7/10/2026) beruang berkaki buntung yang berkeliaran di Km 8 serta lutung abu-abu yang tewas di Tanah Mas menjadi bukti tak terbantahkan hancurnya koridor vegetasi penyangga Kota Sampit.

    Ketika benteng hutan gambut di sekeliling Sampit hangus terbakar karhutla dan dirusak oleh maraknya jerat perburuan liar, satwa liar terisolasi di pulau-pulau vegetasi sempit (habitat fragmentation). Kondisi ini memaksa mereka merangsek ke zona aktivitas manusia, memicu kecelakaan fatal seperti terjatuh dari bangunan, diserang hewan peliharaan, hingga terancam mati perlahan akibat luka infeksi.

    BKSDA Kalteng didesak menerjunkan peralatan pencari bersensor panas (drone thermal) serta menyiagakan senapan pembius (tranquilizer gun). Beruang dalam kondisi terluka parah sangat defensif dan berpotensi memicu konflik mematikan jika terdesak masuk ke rumah warga di Gang Budi Mufakat.

    Kepolisian Polres Kotim bersama Balai Gakkum KLHK dituntut bertindak tegas dengan menggelar operasi penyisiran jerat baja serta menindak pelaku perburuan liar di sepanjang koridor Jalan Tjilik Riwut dan Lingkar Utara Sampit. (***)

  • Pencairan Dana Hibah Ormas Kotim Ditangguhkan, Pemkab Bentuk Tim Verifikasi Lintas Instansi

    Pencairan Dana Hibah Ormas Kotim Ditangguhkan, Pemkab Bentuk Tim Verifikasi Lintas Instansi

    SAMPIT, kanalindependen.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menangguhkan pencairan dana hibah kepada sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim.

    Pemkab kini kembali melakukan verifikasi untuk memastikan pengajuan pencairan dana tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan perundang-undangan

    ”Saya mewakili Bapak Bupati dan juga didampingi Pak Asisten I menghadiri rakor pembahasan usulan dan mekanisme pencairan dana hibah atau NPHD,” kata Irawati Wakil Bupati Kotim, usai mengikuti rapat koordinasi pembahasan usulan pencairan dana hibah di Ruang Pers Sekretariat Daerah (Setda) Kotim, Rabu (7/10/2026).

    Irawati mengatakan, rapat tersebut membahas mekanisme pencairan dana hibah maupun Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), termasuk kemungkinan melanjutkan pengajuan pencairan kepada Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD).

    ”Dalam hal ini, memang ada beberapa kekurangan dari kami. Tentunya ada penangguhan pemberian dana hibah kepada beberapa ormas yang terdapat di Kesbangpol,” ujarnya.

    Irawati menjelaskan, penangguhan pencairan terjadi karena masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki dari sisi pemerintah daerah. Kondisi tersebut membuat beberapa ormas yang tercatat di Kesbangpol belum dapat menerima dana hibah yang telah direncanakan.

    Persoalan tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan dalam rakor untuk menentukan apakah pengajuan NPHD masih dapat dilanjutkan ke DPKD. Namun, keputusan pencairan harus terlebih dahulu dipastikan memenuhi aturan dan ketentuan yang berlaku.

    ”Nah, dalam rapat ini, kami membahas apakah bisa melakukan pencairan, untuk pengajuan NPHD ke DPKD, sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Irawati.

    Pemkab Verifikasi Ulang Pengajuan Hibah

    Pemkab Kotim belum mengambil keputusan akhir mengenai seluruh dana hibah yang ditangguhkan. Irawati mengatakan, pengajuan tersebut akan diperiksa kembali melalui proses verifikasi.

    Verifikasi nantinya dilakukan oleh tim dari Kesbangpol dengan melibatkan Inspektorat dan DPKD untuk melihat status masing-masing pengajuan serta memastikan apakah penangguhan masih harus dilanjutkan atau dana sudah dapat dicairkan.

    ”Tentunya akan kami lakukan verifikasi lagi. Ke depan akan ada tim dari Kesbangpol, mungkin dengan Inspektorat dan DPKD, untuk melihat apakah penangguhan pencairan ini berlanjut atau memang bisa dicairkan,” katanya.

    Dengan proses tersebut, hasil verifikasi menjadi bagian penting sebelum pemerintah daerah menentukan langkah terhadap pengajuan hibah. Irawati memastikan pembahasan belum berhenti pada rakor yang digelar Rabu tersebut.

    ”Setelah rapat ini, masih ada rapat lagi dari tim tersebut. Mungkin dari hasil itu baru bisa diketahui apakah bisa dicairkan atau tidak,” ujarnya.

    Anggaran Sudah Ada dalam DPA

    Meski pencairannya ditangguhkan, Irawati memastikan anggaran untuk dana hibah tersebut sebenarnya sudah tersedia dalam perencanaan pemerintah daerah.

    Dana tersebut telah tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Persoalannya, pengajuan yang ada belum menyelesaikan proses verifikasi sehingga pencairan belum dapat dilakukan.

    ”Kalau di DPA, memang sudah ada. Memang sudah ada anggaran tersebut dan sudah ada di perencanaan. Sudah masuk, tetapi belum terverifikasi,” jelasnya.

    Irawati mengatakan, dalam kondisi tersebut, ada kemungkinan kegiatan yang telah dilaksanakan sementara dibiayai menggunakan anggaran pribadi oleh pihak ormas.

    ”Kalau dampaknya, mungkin di ormas tersebut. Di ormas kan sudah ada kegiatan-kegiatan yang memang sudah dilakukan oleh mereka, mungkin menggunakan anggaran pribadi,” katanya.

    Namun, peluang pencairan masih terbuka sepanjang proses verifikasi dan perencanaan dapat diselesaikan sesuai ketentuan. Irawati menyebut batas waktu yang tersedia masih sampai Desember.

    ”Jadi, mudah-mudahan ini bisa ditindaklanjuti. Kalau dari verifikasi perencanaan, memang batas waktunya di Desember. Mungkin masih bisa,” ujarnya.

    BNNK Salah Satu yang Terdampak

    Salah satu lembaga yang disebut Irawati terdampak dari penangguhan pencairan dana hibah tersebut adalah Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim.

    Menurutnya, kondisi itu turut menjadi perhatian karena anggaran BNNK sendiri juga telah mengalami pengurangan. Dukungan hibah dari pemerintah daerah dinilai membantu BNNK menjalankan berbagai kegiatan operasionalnya.

    ”Salah satunya BNNK. Ya, berdampak, karena memang anggaran BNNK sendiri juga sudah dikurangi,” ungkap Irawati.

    Ia menjelaskan, dukungan dana hibah dari pemerintah daerah dibutuhkan BNNK untuk menjalankan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.

    ”Tentunya anggaran hibah dari pemerintah daerah sangat membantu kegiatan mereka untuk melakukan sosialisasi ke bawah,” katanya.

    Selain mendukung kegiatan sosialisasi, anggaran tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan tenaga pendukung di BNNK.

    ”Termasuk juga untuk penggajian tenaga outsourcing di BNNK tersebut,” ujar Irawati.

    Komitmen Hibah BNNK Rp1 Miliar Setiap Tahun

    Irawati menegaskan, dana hibah yang dibahas dalam rakor tersebut merupakan hibah yang bersumber dari pemerintah daerah.

    ”Hibah daerah. Hibah dari daerah,” tegasnya.

    Khusus BNNK, Pemkab Kotim memiliki komitmen untuk memberikan dukungan dana hibah sebesar Rp1 miliar setiap tahun. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk membantu kegiatan operasional BNNK.

    ”BNNK itu, sesuai dengan komitmen Bapak Bupati, dalam hal ini pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan operasional BNNK, yaitu sebanyak Rp1 miliar setiap tahunnya,” jelas Irawati.

    Irawati menambahkan, komitmen tersebut telah mendapatkan pengesahan melalui penandatanganan antara Bupati Kotim dan Ketua DPRD Kotim.

    ”Komitmen ini sudah ditandatangani oleh Pak Bupati dan Ketua DPRD,” pungkasnya. (hgn/ign)

  • Kaki Beruang Luka Parah Akibat Jerat Seling Baja, Teror Bencana dan Kejahatan Satwa Merangsek ke Tjilik Riwut Sampit

    Kaki Beruang Luka Parah Akibat Jerat Seling Baja, Teror Bencana dan Kejahatan Satwa Merangsek ke Tjilik Riwut Sampit

    ​SAMPIT, Kanalindependen.id – Konflik antara manusia dan satwa liar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memanas dengan tren yang makin memprihatinkan. Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) berusia remaja-dewasa ditemukan berkeliaran dengan kondisi kaki belakang kiri luka parah membusuk di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 8, Gang Budi Mufakat, Sampit, Selasa (6/10/2026).

    ​Kemunculan satwa langka yang dilindungi undang-undang tersebut sempat direkam oleh warga saat beruang pincang tersebut merayap di dekat pohon tumbang tepi saluran parit. Video berdurasi singkat itu mendadak viral dan langsung direspons oleh BKSDA Pos Sampit.

    ​Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengonfirmasi bahwa dari visual luka menganga pada kaki beruang, terdapat indikasi kuat satwa tersebut merupakan korban kejahatan jerat berburu berbahan seling baja (jerat sisit).

    ​“Dari kondisi kakinya, kami menduga beruang ini sebelumnya terkena jerat. Biasanya jerat seperti itu menggunakan seling baja atau yang dikenal warga sebagai jerat sisit. Perkiraan kami beruang sempat terjerat cukup lama sebelum akhirnya berhasil memutus rantai atau melepaskan diri secara paksa ,” terang Muriansyah, Rabu (7/10/2026).


    ​Merespons laporan darurat warga, tim gabungan BKSDA Resort Sampit bersama para aktivis lingkungan diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas langsung membagi tim untuk menyisir kawasan perkebunan kelapa sawit seluas dua hektare di Gang Budi Mufakat.

    ​Namun hingga Rabu sore hari menjelang gelap, keberadaan beruang terluka tersebut belum berhasil dijumpai fisik. Petugas terpaksa menghentikan sementara penyisiran demi alasan keselamatan operasional.

    ​”Beruang dalam kondisi normal saja wajib kita waspadai, apalagi dalam kondisi terluka parah. Satwa yang kesakitan akan jauh lebih agresif, defensif, dan berisiko menyerang jika merasa terancam. Kami tidak ingin mengambil risiko, pencarian lanjutan akan diatur kembali,” tegas Muriansyah.

    ​Meskipun keterkaitan antara kemunculan beruang ini dengan kepungan 506 titik panas (hotspot) karhutla Kotim belum bisa disimpulkan secara medis sebelum satwa dievakuasi, warga sekitar mengakui bahwa beruang tersebut belakangan makin sering merangsek ke kebun kelapa sawit dan mengincar tanaman nanas milik warga untuk bertahan hidup dari ancaman kelaparan

    ​Kemunculan beruang dengan kaki hancur di Jalan Tjilik Riwut Km 8 ini membuka sisi gelap ganda bencana lingkungan di Kotim: kehancuran habitat akibat karhutla dan maraknya perburuan liar menggunakan jerat seling baja.

    ​BKSDA Resort Sampit bersama aparat kepolisian didesak tidak hanya fokus mencari keberadaan beruang, tetapi wajib menggelar operasi penyisiran dan pembersihan jerat seling baja di sekitar perkebunan Km 8 Tjilik Riwut. Jerat sisit merupakan pemicu cacat permanen dan kematian perlahan bagi satwa dilindungi.

    Mengingat kondisi beruang mengalami luka infeksi serius, BKSDA Kalteng didesak menyiagakan dokter hewan dan senapan pembius saat pencarian dilanjutkan. Beruang terluka yang terdesak ke pemukiman padat Km 8 berpotensi memicu puncaknya konflik fatal dengan masyarakat jika tidak ditangani secara profesional. (***)