Delapan koperasi tersebut yakni Koperasi Desa Merah Putih Jemaras, Koperasi Desa Telaga Baru, Koperasi Desa Eka Bahurui, Koperasi Desa Rantau Tampang, Koperasi Desa Bukit Makmur, Koperasi Desa Karang Tunggal, Koperasi Kelurahan Merah Putih Mentawa Baru Hilir, serta Koperasi Kelurahan Tanah Mas.
Selain itu, terdapat wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mendukung operasional koperasi di 185 desa, dengan rencana minimal tiga orang petugas di setiap desa.
Pada sektor usaha mikro, Johny menegaskan pentingnya penguatan UMK (Usaha Mikro Kecil) sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat.
Di sektor perdagangan, sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah, di antaranya proses gugatan Pasar Mangkikit, penataan Pasar Eks Mentaya yang mulai dilakukan pemerintah daerah, serta pengelolaan Pasar Pelangsian yang telah dikembalikan dari koperasi ke pemerintah daerah untuk proses inventarisasi.
”Pasar yang ada cukup banyak dan besar untuk dikelola dinas. Dengan anggaran terbatas, pengelolaan akan lebih optimal jika dilakukan oleh perusahaan daerah,” ujarnya.
Untuk diketahui, terdapat 15 pasar milik Pemkab Kotim yang dikelola Diskoperindag Kotim, yaitu Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Pasar Eks Teater Mentaya, Pasar Rakyat Mentaya (Swalayan UMKM), Pasar Karang Intan, Pasar Keramat, Pasar Pelangsian, Pasar Bagendang, Pasar Samuda, Pasar Parenggean, Pasar Kotabesi, Pasar Telaga Antang, Pasar Telawang, Pasar Mentaya Hulu, dan dua bangunan non-pasar yaitu Ikon Jelawat di Jalan Iskandar dan Gedung Expo di Jalan Tjilik Riwut.
”Setahun itu waktu yang singkat untuk mengatasi persoalan pasar. Namun, saya bersyukur dan berterima kasih di akhir masa tugas saya bisa berupaya melakukan perbaikan dan pembenahan beberapa pasar,” ujar pria asal Manado kelahiran 16 Februari 1966 ini.
Separuh hidupnya ia dedikasikan untuk bekerja mengabdi pada Kotim.
”Prinsip saya dalam bekerja, kita harus bisa memanusiakan orang lain, tidak pernah berhenti belajar, hidup dengan kasih kepada orang lain, dan mencintai apa yang menjadi tanggung jawab pekerjaan. Dan, seorang pemimpin harus meninggalkan warisan bermakna yang akan dilanjutkan oleh staf atau pejabat selanjutnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan syukuran purna tugas saat buka puasa bersama di Cafe Atlas, Jumat (27/2/2026) lalu, ia memohon pamit dan mendoakan hal baik untuk kemajuan daerah Kotim.
”Semoga rekan-rekan semua tetap semangat menjalankan tugas, panjang umur, dan sukses di kariernya. Tidak ada perpisahan yang tidak menyedihkan. Kita berpisah secara kedinasan. Sekali lagi, saya mohon maaf dan terima kasih atas kerja samanya selama ini. Mari kita saling mendoakan kebaikan untuk diri kita dan untuk kemajuan daerah Kotim yang kita cintai,” tandasnya. (hgn/ign)

Tinggalkan Balasan