Kategori: Berita Utama

  • Dishub Kotim Pantau Ketat 12 Titik CCTV di Sampit selama Masa Mudik Lebaran

    Dishub Kotim Pantau Ketat 12 Titik CCTV di Sampit selama Masa Mudik Lebaran

    SAMPIT, kanalindependen.id – Memasuki masa angkutan Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan pengawasan arus lintas melalui Closed Circuit Television (CCTV) hingga penyediaan fasilitas keamanan bagi pemudik di jalur darat dan sungai.

    ​Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan pengawasan  12 titik CCTV untuk memantau arus lalu lintas secara real-time.

    Sistemnya juga diupadate dari yang awalnya menggunakan jaringan internet lokal, kini berbasis internet, sehingga bisa dipantau dari luar.

    Beberapa titik yang menjadi pantauan utama meliputi, perempatan Jalan Pelita-HM Arsyad, perempatan Jalan HM Arsyad-MT Haryono, Terminal Patih Rumbih Jalan MT Haryono.

    ”Pengawasan lalu lintas di 12 titik CCTV ini, kami bekerjasama dengan pihak kepolisian. Ada dua titik pantau induk di Terminal Patih Rumbih dan di Pos Islamic Center,” kata Raihansyah.

    Pengawasan melalui CCTV ini, sangat membantu dalam memantau pergerakan arus lalu lintas pengendara. Sehingga, pengerahan personel bisa ditempatkan tepat sasaran pada titik keramaian padat pengendara.

    Meski demikian, pengawasan keliling menggunakan mobil patroli juga tetap dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

    ”CCTV ini sangat membantu kami dalam hal pengawasan. Dengan personel yang terbatas, pemanfaatan teknologi seperti CCTV sangat tepat untuk memantau apabila terjadi kejadian kecelakaan lalu lintas kita bisa ketahui dengan cepat didukung bukti kuat rekaman, sehingga kejadian laka atau kepadatan lalu lintas bisa cepat ditangani,” ujarnya.

    ​Raihansyah menambahkan, bahwa pihaknya berencana menambah jangkauan pengawasan CCTV di Bundaran Habaring Hurung dan Bandara Haji Asan Sampit dan Pelabuhan Sampit sebagai pintu masuk Kota Sampit.

    Sementara itu, perbaikan juga diupayakan untuk CCTV di Bundaran Habaring Hurung (Mapolres Kotim) yang saat ini mengalami kendala teknis.

    ”Penggunaan CCTV ini sudah ada sekitar 10 tahun yang lalu. Pemasangannya bertahap dan untuk di Bundaran sudah aktif sejak masa Nataru tahun lalu dan akan terus berkelanjutan. Fungsinya bukan hanya untuk mudik, tapi membantu memantau kelancaran arus lalu lintas sehari-hari,” ujar Raihansyah.

    ​Selain itu, Dishub Kotim juga mengaktifkan Posko Mudik di Terminal Patih Rumbih mulai 13-30 Maret 2026.

    Pemilihan lokasi ini didasari pada kewenangan Dishub dalam mengelola angkutan terminal, khususnya rute bus yang kini telah menjangkau hingga ke Pontianak.

    ​Selain pendataan penumpang untuk keperluan pengembangan terminal ke depan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama melalui kegiatan ramp check (inspeksi keselamatan) yang telah dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) malam lalu.

    Dalam pelaksanaannya, Dishub bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BNNK Kotim untuk memeriksa kelaikan armada serta kesehatan pengemudi serta melakukan pemeriksaan tes urine bagi sopir bus yang beroperasi melayani penumpang di Terminal Patih Rumbih.

    ​Mengenai volume penumpang, Raihansyah memprediksi lonjakan di Terminal Patih Rumbih bisa mencapai 40 hingga 50 persen, merujuk pada data tahun sebelumnya.

    Namun, ia menekankan bahwa kondisi ekonomi global dan lokal tahun 2026 akan sangat menentukan tren pergerakan masyarakat.

    ​”Jika ekonomi stabil atau membaik, lonjakan akan terasa. Namun, jika ekonomi menurun, jumlah penumpang kemungkinan juga akan mengikuti,” jelasnya.

    ​Tak hanya darat, UPTD Dermaga Dishub Kotim juga mengawasi aktivitas “taksi air” atau klotok yang melayani rute Sampit menuju Pagatan, Katingan, hingga Mendawai.

    Meski tren penumpang di jalur sungai saat ini masih tergolong datar, pihak Dishub tetap akan melakukan pemeriksaan kelaikan pada armada longboat.

    ”Kami imbau kepada pemilik jasa angkutan sungai agar tidak membawa muatan berlebih (over muatan) demi mencegah terjadinya kecelakaan air dan memastikan seluruh penumpang aman dan selamat sampai tujuan,” tandasnya. (hgn)

  • Sidak Pelabuhan Rakyat, Wabup Kotim Temukan Kru Longboat Positif Narkoba

    Sidak Pelabuhan Rakyat, Wabup Kotim Temukan Kru Longboat Positif Narkoba

    SAMPIT, kanalindependen.id – Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelabuhan rakyat di sepanjang pinggiran Sungai Mentaya.

    Pengawasan ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi sungai atau longboat (taksi perahu) untuk mudik menuju Kabupaten Katingan.

    ​Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kotim bekerja sama dengan Respon Tim dari Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kelayakan armada hingga kesehatan para kru kapal.

    ​Wabup Irawati menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi kelengkapan teknis mesin serta ketersediaan alat keselamatan bagi penumpang.

    ”Tadi pagi kami meninjau kesiapan saudara-saudara kita yang akan mudik menggunakan longboat. Kami memeriksa kelengkapan mesin dan alat keamanan seperti baju pelampung (life jacket). Bagi pemilik kapal yang belum memiliki pelampung, tadi langsung kami bagikan bantuan pelampung dari Kementerian,” ujar Irawati, Senin (16/3/2026) pagi.

    ​Selain pengecekan fisik kapal, tim medis dan kepolisian juga melakukan tes urine kepada para motoris dan helper (pembantu motoris). Hasilnya, petugas menemukan satu orang helper yang terindikasi positif menggunakan narkoba.

    ​Atas temuan tersebut, Pemkab Kotim mengambil langkah tegas dengan melarang armada tersebut untuk berangkat demi keselamatan penumpang.

    ​”Tadi didapati satu orang yang dinyatakan positif narkoba. Langsung kami serahkan kepada pihak Polres melalui Satnarkoba untuk tindak lanjutnya. Sebagai konsekuensi, kapal tersebut tidak diizinkan jalan (berangkat) terlebih dahulu,” tegas Irawati.

    ​Irawati menekankan bahwa langkah ini diambil bukan untuk menghambat transportasi warga, melainkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik. Mengingat medan sungai memiliki risiko tinggi, kondisi fisik dan mental pengemudi kapal menjadi prioritas utama.

    ​”Ini semua demi keamanan dan kenyamanan saudara-saudara kita yang memang mudik menggunakan longboat. Kami ingin memastikan mereka sampai di tujuan dengan selamat tanpa ada risiko yang disebabkan oleh kelalaian kru atau ketidaksiapan armada,” pungkasnya.

    ​Pemeriksaan ini rencananya akan terus dilakukan secara berkala di pelabuhan-pelabuhan rakyat guna mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. (hgn)

  • Tinjau Objek Wisata Jelang Lebaran, Wabup Kotim Ingatkan Pengelola Wisata Perketat Keamanan Pengunjung

    Tinjau Objek Wisata Jelang Lebaran, Wabup Kotim Ingatkan Pengelola Wisata Perketat Keamanan Pengunjung

    SAMPIT, kanalindependen.id – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati melakukan peninjauan intensif ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kotim menjelang libur Lebaran Idulfitri 1447 H.

    Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan pengelola dalam aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung, mengingat lonjakan wisatawan diprediksi akan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    ​Dalam peninjauan tersebut, Wabup Irawati didampingi oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Ramadansyah, serta tim gabungan dari Polres Kotim, TNI, Satpol PP, BPBD, Disdamkarmat, dan Dinas Kesehatan.

    ​Irawati menekankan bahwa keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Ia mengimbau para pemilik tempat wisata untuk memperketat pengamanan dan menambah personel penjaga di titik-titik rawan.

    ”Kami memberikan imbauan kepada pemilik wisata agar memberikan rasa aman dan nyaman. Kami minta mereka memperbanyak rambu imbauan dan menambah tenaga keamanan di sekitar lokasi,” ujar Irawati, Senin (16/3/2026).

    Selain keamanan fisik, Irawati juga menyoroti aspek legalitas tempat wisata. Ia meminta pengelola untuk segera memperpanjang izin usaha yang telah habis masa berlakunya melalui sistem daring (online).

    ​Salah satu poin penting dalam peninjauan ini yaitu  temuan lokasi bekas galian C yang kerap disalahgunakan warga sebagai tempat wisata dadakan.

    Irawati menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan objek wisata resmi dan sangat berbahaya karena telah memakan korban jiwa.

    ”Kami menemukan lokasi galian C yang dijadikan tempat berenang. Tadi ada tulisan tarif masuk Rp5.000 yang langsung kami lepas, karena itu ilegal dan bukan tempat wisata. Kami minta jalan masuknya di-portal dan ditutup total agar anak-anak tidak bisa masuk melalui jalur hutan,” tegasnya.

    ​Plt Kadisbudpar Kotim, Ramadansyah, menambahkan bahwa tim telah mengunjungi beberapa titik populer yang kerap kali ramai dikunjungi saat libur Lebaran atau libur Natal dan Tahun Baru.

    Seperti misalnya lokasi di ​Danau Alam Salju, Jalan Jenderal Sudirman KM 6, ​Bekas Galian C di Kawasan Jalan Betang, ​Waterpark Jalan Wengga Metropolitan dan ​Wahana Pemandian Aqui Jalan Pramuka.

    ​Ramadansyah mengungkapkan, berkaca dari tahun lalu, Danau Alam Salju bisa mencapai 5.000 pengunjung dalam satu hari pada puncak libur Lebaran.

    ”Kami meminta pengelola memberikan edukasi melalui tulisan peringatan di area berbahaya. Orang tua juga harus ekstra memperhatikan anak-anaknya. Kita ingin masyarakat berwisata dengan bahagia, jangan sampai berakhir duka,” kata Ramadansyah.

    ​Selain keamanan, Pemkab Kotim juga menyoroti masalah sampah yang kerap menjadi persoalan saat lonjakan pengunjung, terutama di Pantai Ujung Pandaran.

    ”Satu orang buang satu kaleng saja, kalau ribuan orang sudah berapa banyak sampah. Kami minta pengelola menambah tempat sampah agar kebersihan tetap terjaga dan menjadi kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Ramadansyah.

    Pemkab Kotim akan terus menyiagakan tim gabungan dari berbagai instansi di titik-titik wisata hingga masa libur Lebaran guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. (hgn)

  • Tak Bisa Andalkan APBN, Anggota DPR RI Dorong Skema Pihak Ketiga Atasi Pendangkalan Alur Sungai Mentaya

    Tak Bisa Andalkan APBN, Anggota DPR RI Dorong Skema Pihak Ketiga Atasi Pendangkalan Alur Sungai Mentaya

    SAMPIT, kanalindependen.id – Di tengah kelancaran arus mudik Lebaran 2026, persoalan lama yang belum terselesaikan kembali mencuat. Pendangkalan alur Sungai Mentaya dinilai menjadi ancaman serius bagi kelancaran transportasi laut dan aktivitas ekonomi di Pelabuhan Sampit.

    Hal itu disoroti Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN, Muhammad Syauqie, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (16/3/2026), dalam rangka monitoring kesiapan angkutan Lebaran.

    Dalam kunjungannya, Syauqie bersama rombongan meninjau sejumlah simpul transportasi utama di Kota Sampit, mulai dari Pelabuhan Sampit, Bandara Haji Asan, hingga Terminal Patih Rumbih.

    Namun, di balik pelayanan mudik yang dinilai berjalan baik, ia menegaskan adanya persoalan mendasar yang harus segera ditangani, yakni tingginya sedimentasi di alur Sungai Mentaya.

    Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan berpotensi menghambat mobilitas kapal yang selama ini masih bergantung pada kondisi pasang surut air.

    ”Masalah pendangkalan alur sungai tidak hanya terjadi di Sungai Mentaya, tetapi juga di banyak wilayah Indonesia termasuk di Kalimantan Tengah. Namun, untuk pengerukan alur tidak bisa menggunakan APBN, sehingga perlu kerja sama dengan pihak ketiga,” tegas Syauqie.

    Persoalan ini penting untuk ditindaklanjuti. Jika tidak segera ditangani, pendangkalan tersebut dapat mengganggu arus logistik dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

    Syauqie memastikan akan menindakalanjuti persoalan ini ke tingkat pusat untuk dibahas bersama Komisi V DPR RI serta mitra kerja terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan.

    ”Kita harapkan alur yang padat sedimentasi bisa segera dikeruk, karena dampaknya besar bagi perekonomian, khususnya di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

    Di sisi lain, dari hasil peninjauan lapangan, ia menilai pelayanan angkutan mudik di Sampit, khususnya di Pelabuhan Sampit, sudah berjalan cukup baik.

    Rombongan meninjau langsung posko layanan, terminal penumpang, hingga ke anjungan KM Lawit yang dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB. Dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 1.400 orang, proses keberangkatan dinilai tertata rapi.

    ”Kita melihat penumpang tertib dan proses keberangkatan sudah berjalan baik sebelum waktu keberangkatan,” ungkapnya.

    Dia juga menilai fasilitas yang disediakan operator kapal serta dukungan dari instansi terkait cukup memadai dalam mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.

    Meski demikian, ia mengingatkan agar pelayanan tersebut tetap konsisten hingga masa arus balik Lebaran.

    ”Kami berharap pelayanan ini terus dijaga, baik saat arus mudik maupun arus balik, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

    Selain sektor transportasi laut dan udara, Komisi V DPR RI juga melakukan pengecekan terhadap kondisi infrastruktur jalan yang menjadi jalur utama pemudik di wilayah Kalimantan Tengah.

    Dalam kesempatan itu, Syauqie juga mengungkapkan adanya sejumlah program DPR RI yang direncanakan masuk ke wilayah Kotim, di antaranya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, serta program di sektor kesehatan dan pembangunan infrastruktur.

    Namun, ia meminta masyarakat bersabar karena program-program tersebut masih dalam proses dan akan direalisasikan secara bertahap.

    ”Insya Allah ada beberapa program yang akan masuk ke Kotim. Kita tunggu sampai bisa direalisasikan,” ujarnya.

    Dalam kunjungannya ke Kota Sampit, Syauqie juga mendampingi Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang turut meninjau Pelabuhan Sampit serta kegiatan penyaluran bantuan Presiden RI, Gerakan Pangan Murah, Pasar Murah, Kartu Huma Betang Sejahtera, dan Cek Kesehatan Gratis di halaman Museum Kayu Sampit, Jalan Tjilik Riwut.

    Rangkaian kegiatan juga diisi dengan PANsar Murah serta ditutup dengan buka puasa bersama ribuan masyarakat di Rins Ballroom, Jalan Kapten Mulyono. (hgn)

  • Bangkit dari Vakum, Organda Kotim Siapkan Penataan Baru Distribusi BBM

    Bangkit dari Vakum, Organda Kotim Siapkan Penataan Baru Distribusi BBM

    SAMPIT, kanalindependen.id – Setelah hampir lima tahun tak terdengar kiprahnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya kembali aktif.

    Kebangkitan organisasi angkutan darat ini menandai kembalinya peran mereka dalam pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan umum di daerah tersebut.

    Kursi kepemimpinan yang lama kosong kini kembali terisi melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) pada 14 Mei 2025.

    Dari forum itulah terbentuk kepengurusan baru yang langsung bergerak melakukan pembenahan internal.

    ”Selama hampir lima tahun, anggota tidak punya pegangan terkait alokasi. Maka kami verifikasi ulang agar data lebih valid,” ujar Suhendra, Ketua Organda Kotim.

    Proses verifikasi itu menyaring data lama yang sebelumnya mencatat 1.975 anggota. Hasilnya, hanya sekitar 500 hingga 550 anggota yang kini dinyatakan aktif. Data inilah yang akan menjadi dasar penataan ulang sistem distribusi BBM di lapangan.

    Langkah pembenahan Organda mendapat dukungan langsung dari pemerintah daerah. Bupati Kotim mengeluarkan rekomendasi pada 18 Februari 2026, menjadi landasan bagi Organda untuk kembali menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pertamina Patra Niaga di tingkat regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

    Dari komunikasi itu, Organda memperoleh respons positif. Mereka akan kembali dilibatkan dalam pengawasan distribusi BBM di Kotim.

    Kesepakatan awal dibahas dalam pertemuan dengan Sales Branch Manager (SBM) Pertamina di Sampit pada 11 Maret 2026.

    Hasilnya, distribusi BBM untuk angkutan umum akan kembali berada di bawah kendali Organda setelah disposisi resmi dari regional diterbitkan.

    Ketua Organda Kotim Suhendra.

    ”Perkiraannya setelah Lebaran. Setelah disposisi turun, baru kami rapat dengan SPBU dan SBM, lalu dilakukan launching,” jelas Suhendra.

    Selama masa vakum, kuota BBM untuk Organda sebenarnya tetap ada. Namun pengelolaannya dikondisikan langsung oleh pihak SPBU karena organisasi tidak memiliki legalitas aktif.

    Kini, setelah struktur sah terbentuk, alokasi sementara ditetapkan sebesar 20 kiloliter (KL) per SPBU, dengan dua lokasi utama di kawasan Km dan Pal 2.

    Kuota itu belum mencukupi seluruh kebutuhan sekitar 500 anggota yang sudah terverifikasi, terutama untuk kendaraan besar seperti truk tronton dan bus.

    ”Kalau dihitung, kuota itu belum bisa meng-cover sekitar 500-an anggota yang sudah terdata,” ujarnya.

    Untuk itu, Organda telah mengajukan penambahan kuota guna menopang operasional kendaraan besar yang paling bergantung pada pasokan BBM. Namun, Suhendra menegaskan, fokus utama mereka saat ini adalah memastikan sistem distribusi dan pengawasan kembali berjalan tertib setelah Organda aktif lagi.

    Selain pengawasan BBM, Organda Kotim juga mulai mengambil bagian dalam program pemerintah daerah. Di antaranya pengurusan KIR, BPJS Ketenagakerjaan, serta upaya mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

    ”Organda tidak hanya soal BBM. Kami juga bantu KIR, BPJS Ketenagakerjaan, dan kegiatan lain yang mendukung pemerintah daerah,” kata Suhendra.

    Melalui struktur baru dan koordinasi yang mulai pulih, Organda menargetkan pembenahan di sektor BBM rampung dalam waktu dekat.

    ”Sekarang kami sudah aktif. Tinggal penguatan di sektor BBM yang sedang berproses,” katanya. (ign)

  • 4.083 Penumpang Tinggalkan Sampit, Masa Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Tinggal Dua Kali Keberangkatan Lagi

    4.083 Penumpang Tinggalkan Sampit, Masa Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Tinggal Dua Kali Keberangkatan Lagi

    SAMPIT, kanalindependen.id – Masa arus mudik angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit masih berlangsung. Memasuki H-5 Lebaran jumlah angkutan penumpang terus mengalami peningkatan.

    Berdasarkan data KSOP Kelas III Sampit, pada periode H-5 Lebaran tahun 2025, jumlah penumpang naik kapal sebanyak 2.712 dan mengalami peningkatan 50,55 persen di tahun 2026 yang berjumlah 4.083 penumpang

    Sementara, data kapal penumpang turun pada H-5 Lebaran tahun 2025 sebanyak 864 dan mengalami peningkatan 9,95 persen dibandingkan tahun 2026 yang berjumlah 950 penumpang.

    ”Pada H-5 Lebaran tahun ini, jumlah penumpang naik kapal atau yang meninggalkan Pelabuhan Sampit sebanyak 4.083. Sementara, penumpang turun dari kapal total sebanyak 950 penumpang,” kata Gusti Muchlis Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit yang juga bertugas sebagai Ketua Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit, Senin (16/3/2026).

    Gusti Muchlis menginformasikan KM Lawit dari Surabaya telah tiba di Pelabuhan Sampit sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu (15/3/2026). Kapal berkapasitas standar 912 ini telah mendapatkan dispensasi dari KSOP sehingga diizinkan mengakut hingga batas ambang maksimal 1.400 penumpang.

    Pada, keberangkatan jam 13.00 WIB Senin (16/3/2026), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebagai pemilik KM Lawit telah memaksimalkan angkutan 1.400 penumpang menuju rute Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

    ”KM Lawit tiba kemarin sore mengangkut 487 penumpang yang turun. Siang hari ini KM Lawit mengangkut 1.400 penumpang, sudah sesuai kapasitas maksimal,” ujarnya.

    Dari pantauan Kanal Independen, aktivitas di sekitar terminal penumpang masih berjalan tertib dan lancar. Meski penumpang terlihat memenuhi terminal pelabuhan, namun semua terlihat mendapatkan kursi tunggu sehingga tak ada penumpang yang tak dilayani.

    Pengawasan personel gabungan juga tidak seketat pada Minggu (15/3/2026) pagi. Hal itu karenakan, hanya ada satu keberangkatan kapal.

    Situasi di area terminal penumpang Jalan Usman Harun juga tidak diportal, sehingga pengendara bisa mengakses jalan tanpa pemortalan. Dan, tanpa menimbulkan kemacetan yang berarti.

    “Alhamdulillah puncak arus mudik kemarin ada tiga kapal dan penumpukkan penumpang seperti yang kita khawatirkan itu tidak terjadi. Begitu juga hari ini semua penumpang bisa terlayani dengan baik tanpa berdesak-desakan,” ujarnya.

    Penumpang KM Lawit telah melakukan proses check in pukul 09.00 dan diarahkan menaiki kapal sekitar pukul 09.45 WIB. Atau 4 jam sebelum jadwal keberangkatan kapal.

    “Selama masa arus mudik kami menjalankan strategi mengurai penumpang dengan check in empat jam lebih awal,” ujarnya.

    Lebih lanjut Muchlis mengatakan selama masa angkutan Lebaran terhitung 13-30 Maret 2026, terdapat 12 call keberangkatan kapal dan lima armada yang disediakan oleh dua penyedia jasa operator kapal yaitu PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama (DLU)

    Lima armada tersebut terdiri dari tiga kapal milik PT Pelni yaitu KM Leuser, KM Lawit dan KM Kelimutu. Dan, dua armada lainnya milik PT DLU yaitu KM Kirana III dan KM Rucitra VI. Kelima kapal ini melayani rute Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang.

    ”Sampai dengan H-5 Lebaran (16 Maret 2026) ini, sudah ada empat kali kunjungan kapal yang mengangkut penumpang. Masih ada dua kali keberangkatan lagi di masa arus mudik dan enam kali keberangkatan di masa arus balik Lebaran,” ujarnya.

    Adapun KM Kelimutu dijadwalkam berangkat rute Sampit-Semarang, pada Rabu (18/3/2026) pukul 13.00 WIB.

    Dan, KM Kirana III dijadwalkan berangkat rute Sampit-Surabaya pada pukul 13.00 WIB, Kamis (19/3/2026). Kapal milik DLU ini menjadi kapal terakhir yang melayani arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit.

    “Menurut informasi dua operator kapal, dua kali keberangkatan di masa arus mudik ini, semua tiket sudah terjual habis,” jelasnya.

    Kerahkan Personel Siaga Penuh Layani Penumpang

    Selama masa angkutan Lebaran 2026, KSOP telah mengerahkan 60 personel ditambah bantuan personel dari instansi terkait, salah satunya pengerahan personel dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sampit.

    Sejumlah personel siap siaga melayani di area terminal penumpang, untuk memastikan penumpang terlayani dengan aman, nyaman dan tertib.

    ”Tim pelayanan yang bertugas siap siaga membantu pengaturan alur penumpang, memberikan informasi layanan, serta memastikan proses keberangkatan dan kedatangan penumpang berjalan aman dan tertib,” Tri Purbo Waluyojati, Junior Manager Pelayanan Terminal Penumpang PT Pelindo Regional 3 Sampit, Senin (16/3/2026).

    SIAGA: Junior Manager Pelayanan Terminal Penumpang PT Pelindo Regional 3 Sampit Tri Purbo Waluyojati saat memberikan arahan rutin kepada tim petugas layanan termasuk satuan pengamanan (satpam) demi kelancaran penumpang, Senin (16/3/2026). (Heny/Kanal Independen)

    Pelindo juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait yang terlibat dalam operasional pelabuhan guna menjaga kelancaran pelayanan selama periode arus mudik Lebaran.

    ”Kami ingin memastikan fasilitas terminal penumpang dalam kondisi optimal serta melakukan penataan area drop zone guna mendukung kelancaran mobilitas penumpang di kawasan pelabuhan,” ujarnya.

    Pelindo Regional 3 Sampit juga mengimbau kepada para penumpang agar memperhatikan jadwal keberangkatan kapal, menjaga barang bawaan masing-masing, serta mengikuti arahan petugas selama berada di area pelabuhan demi kenyamanan dan kelancaran bersama.

    ”Petugas kami selalu mengingatkan kepada penumpang agar menjaga kesehatan, memperhatikan barang bawaan. Setelah proses check in, penumpang juga dipersilakan duduk di kursi tunggu yang sudah kami sediakan,” tandasnya. (hgn/ign)

  • Jerat Penjara Sawit Agrinas Rp3,3 Juta, Bui 1,5 Tahun Menanti Tiga Warga Seruyan

    Jerat Penjara Sawit Agrinas Rp3,3 Juta, Bui 1,5 Tahun Menanti Tiga Warga Seruyan

    SAMPIT, kanalindependen.id – Janjang sawit senilai Rp3,3 juta cukup ”menyeret” tiga warga Desa Asam Baru, Kabupaten Seruyan, ke balik jeruji besi. Nilai kerugian itu kemudian menjadi dasar jaksa merumuskan tuntutan 1 tahun 6 bulan penjara bagi masing-masing terdakwa.

    Ancaman kurungan penjara tersebut membayangi nasib Dendi Bin Arban, Galeh Alfani Bin Paijo, dan Candra Winata Bin Ruslan usai kedapatan memanen buah kelapa sawit milik perusahaan negara, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).

    Ruang sidang Pengadilan Negeri Sampit menjadi saksi pembacaan tuntutan tersebut. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Seruyan, Putri Fasyla Ananta, meyakini ketiga pria itu secara sah dan meyakinkan bersekongkol merugikan aset perusahaan.

    Niat mengambil hasil kebun pelat merah itu bermula saat Rabu malam, 3 Desember 2025. Dendi mengajak Galeh menuju areal perkebunan menggunakan mobil pikap Suzuki Carry bernopol KH 8592 PH.

    Perjalanan mereka membelah malam tak sekadar bermodal tangan kosong. Angkong, egrek, dan tojok sudah disiapkan. Candra pun ikut diajak bergabung di tengah jalan.

    Jarum jam menunjukkan pukul 21.30 WIB ketika roda pikap menjejak Blok H3 dan H4 kebun BUMN tersebut di Kecamatan Danau Seluluk.

    Pembagian tugas berjalan senyap di bawah kegelapan. Dendi dan Galeh mengayunkan egrek menjatuhkan tandan buah, sementara Candra memungut lalu memindahkannya ke bak belakang mobil.

    Rangkaian aksi ini akhirnya terendus dan tercatat secara hukum pada Kamis dini hari, 4 Desember 2025, sekitar pukul 01.54 WIB.

    Dokumen dakwaan mencatat secara rinci pergerakan dan niat ketiganya.

    ”Bahwa para Terdakwa pada Kamis, 4 Desember 2025 sekira pukul 01.54 WIB bertempat di Blok H3 dan Blok H4 PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Desa Asam Baru, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, telah mengambil 61 janjang buah kelapa sawit yang seluruhnya milik PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) tanpa izin, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum,” sebut jaksa dalam kutipan dakwaannya.

    Jaksa Putri Fasyla Ananta juga menggarisbawahi peran masing-masing pelaku secara spesifik.

    ”Perbuatan tersebut dilakukan secara bersama-sama dan bersekutu, di mana Terdakwa I dan Terdakwa II memanen buah menggunakan egrek, sedangkan Terdakwa III mengumpulkan dan memindahkan buah ke dalam bak mobil pick up,” urainya.

    Timbangan pabrik mencatat berat keseluruhan panen ilegal tersebut menyentuh kisaran 1.000 kilogram dari total 61 janjang. Lembaran setruk penimbangan inilah yang kemudian memunculkan angka kerugian materiil sebesar Rp3.345.200.

    Nominal kerugian tersebut berujung pada konklusi tegas dari meja penuntut umum.

    ”Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta secara tidak sah memanen hasil perkebunan milik PT Agrinas Palma Nusantara (Persero),” tegas jaksa dalam tuntutannya.

    Palu majelis hakim kini sangat dinanti setelah jaksa melontarkan permohonan hukuman utama di penghujung persidangan.

    ”Menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa I Dendi Bin Arban, Terdakwa II Galeh Alfani Bin Paijo, dan Terdakwa III Candra Winata Bin Ruslan masing-masing selama 1 tahun 6 bulan, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani, dengan perintah agar para terdakwa tetap ditahan,” pinta jaksa.

    Ketiganya dinilai melanggar Pasal 107 huruf d Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta ketentuan penyesuaian pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. (ign)

  • Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    Cuaca Ekstrem Mengintai Kalteng, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

    PALANGKA RAYA, Kanalindependen.id – Warga di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.

    Peringatan dini cuaca tersebut dikeluarkan melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya dan berlaku pada periode 16 hingga 18 Maret 2026.
    BMKG menjelaskan, kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah saat ini dipengaruhi oleh adanya belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau di atmosfer wilayah tersebut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai daerah.

    Selain itu, kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang kuat juga turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang menjadi pemicu hujan.

    “Situasi ini dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir atau kilat serta angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).

    Sejumlah wilayah yang diperkirakan berpotensi terdampak antara lain Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, Kotawaringin Timur, hingga Seruyan.
    Selain itu, potensi cuaca serupa juga dapat terjadi di wilayah Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

    BMKG mengingatkan, hujan dengan durasi singkat namun berintensitas tinggi dapat memicu berbagai dampak bencana hidrometeorologi. Beberapa di antaranya seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

    Karena itu masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama bagi yang beraktivitas di luar rumah maupun yang melakukan perjalanan antardaerah.

    BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lokal yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan angin puting beliung.

    Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat juga disarankan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi Info BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini. (***)

  • Dikira Tali, Ternyata Ular! Kecil Sih Tapi Bikin Syok Warga Sampit

    Dikira Tali, Ternyata Ular! Kecil Sih Tapi Bikin Syok Warga Sampit

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Suasana siang di sebuah rumah di Jalan Jiwa, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (16/3/2026), sempat berubah menjadi tegang. Benda kecil yang awalnya dikira hanya seutas tali ternyata seekor ular.

    Pemilik rumah, Dani, pertama kali menyadari keberadaan hewan melata tersebut saat melihat sesuatu di bawah meja. Awalnya ia tidak terlalu curiga, namun setelah diperhatikan lebih dekat, benda itu ternyata bergerak.

    Sontak saja temuan itu membuat penghuni rumah terkejut. Tak ingin mengambil risiko, Dani kemudian segera menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur melalui layanan emergency call.

    “Laporan kami terima sekitar pukul 11.13 WIB oleh petugas piket Peleton I. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke grup petugas untuk segera ditindaklanjuti,” ungkap Kepala Peleton Piket DIsdamkarmat Kotim Akhmad ilham Wahyudi.

    Tak butuh waktu lama, tim rescue Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar 17 menit kemudian, petugas tiba di rumah pelapor.

    Sesampainya di lokasi, petugas langsung diarahkan ke dalam rumah, tepatnya di bawah meja, tempat terakhir ular tersebut terlihat.

    Proses pencarian sempat berlangsung beberapa saat. Petugas harus memastikan posisi ular yang bersembunyi di sela-sela perabot rumah.

    Setelah dilakukan pencarian atau herping, ular akhirnya berhasil ditemukan. Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengevakuasi hewan tersebut dengan aman.

    Ular yang berhasil diamankan diketahui merupakan jenis ular sawo kopi (Coelognathus flavolineata) dengan panjang sekitar 20 sentimeter.

    Meski ukurannya relatif kecil, kemunculan ular di dalam rumah tentu saja cukup membuat penghuni rumah terkejut.

    Secara umum, ular sawo kopi merupakan salah satu jenis ular yang tidak berbisa dan cukup sering ditemukan di lingkungan permukiman maupun kebun. Ular ini biasanya memangsa hewan kecil seperti tikus dan kadal.

    Meski tidak berbahaya, kemunculan ular di dalam rumah tetap saja bisa membuat warga terkejut, terlebih jika muncul secara tiba-tiba di area dalam rumah.

    Setelah proses evakuasi selesai, petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik rumah tentang langkah pencegahan agar ular tidak kembali masuk ke dalam rumah.

    Salah satunya dengan menempatkan kapur barus atau bahan beraroma menyengat di beberapa sudut rumah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan melata.

    Operasi penanganan tersebut berlangsung cepat. Penanganan dimulai sekitar pukul 11.33 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 11.45 WIB.

    Setelah memastikan situasi aman, petugas kembali ke Markas Komando Damkarmat Kotawaringin Timur untuk melanjutkan tugas lainnya.

    Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun kejadian ini menjadi pengingat bagi warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya hewan liar di sekitar rumah, terutama di area yang memiliki banyak celah atau tumpukan barang. (***)

  • Idulfitri Tanpa Sampah Menumpuk, DLH Kotim Siapkan Personel

    Idulfitri Tanpa Sampah Menumpuk, DLH Kotim Siapkan Personel

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur memastikan pelayanan persampahan tetap berjalan selama perayaan Hari Raya Idulfitri. Personel telah disiapkan untuk tetap bertugas guna mengantisipasi kemungkinan meningkatnya timbunan sampah saat momentum hari besar keagamaan tersebut.

    Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan, pihaknya telah mengatur jadwal petugas agar pelayanan persampahan tetap berjalan baik di depo maupun pengangkutan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

    “Pelayanan persampahan pada hari raya keagamaan terutama Idulfitri tetap berjalan. Kami memang mengantisipasi kemungkinan adanya timbunan sampah yang lebih besar,” kata Marjuki, Senin (16/3/2026).

    Menurutnya, meskipun hari raya identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, volume sampah di Kotawaringin Timur biasanya tidak mengalami kenaikan yang terlalu signifikan.

    Saat ini, rata-rata volume sampah yang ditangani DLH Kotim mencapai sekitar 22 rit per hari atau setara dengan sekitar 77 ton sampah.

    “Memang pada hari-hari tertentu bisa ada kenaikan, tetapi secara umum tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

    Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, DLH Kotim menerapkan sistem shift bagi petugas, terutama pada hari H Idulfitri. Petugas tetap berjaga di depo sampah dan melakukan pengangkutan secara rutin.

    “Untuk hari H kami tetap siapkan personel. Pelayanan di depo tetap ada, pengangkutan juga tetap berjalan. Jadi tidak ada istilah libur,” jelasnya.

    Namun demikian, kegiatan penyapuan jalan kemungkinan tidak dilakukan secara maksimal karena biasanya tidak menimbulkan timbunan sampah yang besar selama hari raya.

    Marjuki menjelaskan, pengelolaan sampah di Kotawaringin Timur juga terbantu dengan adanya jasa pengangkutan menggunakan kendaraan roda tiga atau tossa yang banyak dimanfaatkan masyarakat.

    Biasanya kendaraan tersebut sudah mulai beroperasi sejak pagi hari mengambil sampah dari rumah tangga, kemudian pada siang hari diantar ke depo untuk selanjutnya diangkut menuju TPA.

    Selain itu, pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir juga dipastikan tetap berjalan. Petugas piket disiapkan untuk mengatur proses pembuangan sampah sesuai dengan sistem pengelolaan yang telah diterapkan.

    Di TPA, pengelolaan sampah kini telah menggunakan sistem landfill, sehingga pembuangan sampah tidak lagi dilakukan secara sembarangan seperti sebelumnya.

    “Di TPA sudah ada petugas piket dan pengelolaannya juga sudah diatur dengan sistem landfill,” katanya.

    Ia menambahkan, komitmen pengelolaan sampah yang baik terus dijaga oleh pemerintah daerah. Bahkan baru-baru ini sanksi terhadap TPA di Kotawaringin Timur telah dicabut oleh pemerintah pusat.

    “Dari sekitar 250 TPA yang sebelumnya mendapat sanksi, TPA Kotim sudah dicabut sanksinya. Ini harus kita jaga,” ujarnya.

    DLH Kotim juga mengatur operasional depo sampah agar tidak menerima sampah melewati pukul 00.00 WIB. Salah satu depo yang cukup sibuk adalah Depo Sahati yang setiap harinya bisa menerima sekitar delapan hingga sepuluh rit sampah karena melayani wilayah Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

    Dengan berbagai kesiapan tersebut, DLH Kotim memastikan pelayanan persampahan selama Idulfitri tetap berjalan normal sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi penumpukan sampah.

    “Yang jelas personel kami sudah siap dan tidak ada masalah soal persampahan saat Idulfitri,” tegas Marjuki. (***)