Kategori: Ragam dan Peristiwa

  • Harga Naik Gila-gilaan, Warga Sampit Tetap Borong Emas Jelang Lebaran

    Harga Naik Gila-gilaan, Warga Sampit Tetap Borong Emas Jelang Lebaran

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Harga emas boleh saja melonjak tinggi, tapi satu hal yang sulit dibendung: keinginan tampil “lebih” saat Lebaran.

    Di sudut-sudut toko emas di Kota Sampit, terutama di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), suasana justru semakin ramai. Kilau etalase seolah tak pernah sepi dari tatapan, bahkan ketika harga per gramnya sudah bikin dahi berkerut.

    “Naiknya lumayan drastis. Dibanding hari biasa, penjualan naik sekitar 30 persen. Kalau mendekati Lebaran, bisa tembus 40 persen,” ujar Muliana Sari, pengelola toko emas, Rabu (18/3/2026).

    Angka itu bukan sekadar statistik. Ia hidup dalam antrean, dalam percakapan ringan di depan etalase, dalam keputusan spontan membeli meski harga tak lagi bersahabat.

    Harga emas sendiri masih bergerak liar, mengikuti pasar global. Sempat melonjak, kini sedikit melandai. Tapi jika dibandingkan tahun lalu, lonjakannya terasa “tidak main-main”.

    Emas 999 yang dulu berada di kisaran Rp1,6 jutaan per gram, kini sudah menyentuh Rp2,5 jutaan. Selisihnya lebih dari 60 persen.

    Logikanya sederhana: harga naik, pembeli turun. Tapi yang terjadi di Sampit justru sebaliknya.

    “Tidak terlalu berpengaruh. Walaupun mahal, orang tetap beli,” kata Lia, sapaan akrab Muliana.

    Fenomena ini menarik. Jika biasanya perbandingan pembeli dan penjual emas ada di angka 60:40, kini berubah drastis menjadi 80:20. Artinya, lebih banyak orang datang untuk membeli ketimbang melepas perhiasan mereka.

    Ada sesuatu yang lebih dari sekadar transaksi di sini.
    Bagi sebagian warga, khususnya perempuan, emas bukan hanya soal nilai. Ia adalah simbol tentang kesiapan menyambut hari kemenangan, tentang kepercayaan diri saat bersilaturahmi, bahkan tentang “status kecil” yang ingin ditampilkan tanpa banyak kata.
    Fitriani, salah satu pembeli, mengaku sengaja menyisihkan THR-nya untuk membeli emas.
    Bukan tanpa alasan.

    “Saya beli emas supaya uang THR tidak habis untuk belanja saja. Jadi bisa jadi simpanan juga,” ujarnya.

    Di tengah budaya konsumtif jelang Lebaran, keputusan itu terasa seperti jalan tengah: antara ingin tampil dan tetap berpikir jangka panjang.

    Data per 13 Maret 2026 menunjukkan harga emas di Sampit memang sedang tinggi. Emas Antam tembus Rp3,15 juta per gram, UBS di Rp2,95 juta. Sementara emas perhiasan seperti 999 di Rp2,55 juta, dan kadar lebih rendah seperti 375 berada di kisaran Rp1,18 juta.

    Namun di balik angka-angka itu, ada pola yang sulit diabaikan: emas tak lagi sekadar barang mewah. Ia sudah menjadi “alat bertahan”.

    Ketika kebutuhan meningkat, harga naik, dan godaan belanja Lebaran tak terhindarkan emas justru dipilih sebagai cara menyelamatkan nilai uang.

    Di Sampit, kilau emas bukan hanya soal gaya. Tapi juga tentang cara masyarakat berdamai dengan kondisi ekonomi dengan cara mereka sendiri. (***)

  • Saat Jalan Tak Lagi Aman, Kecelakaan di Kota Besi Sisakan Duka

    Saat Jalan Tak Lagi Aman, Kecelakaan di Kota Besi Sisakan Duka

    SAMPIT, Kanalindependen.id – Jalan yang setiap hari dilalui, tak selalu menjanjikan keselamatan. Rabu pagi (18/3/2026), suasana di Jalan Tjilik Riwut KM 17, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, berubah menjadi duka setelah kecelakaan lalu lintas merenggut satu nyawa.

    Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, melibatkan satu unit sepeda motor Honda Supra tanpa nomor polisi dan sebuah mobil pikap Grandmax warna silver bernomor polisi KH 8271 BR.

    Kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai JS (35) melaju dari arah Kota Besi menuju Sampit. Di titik kejadian, korban diduga hendak berbelok ke kanan.

    Namun, manuver tersebut dilakukan tanpa memberikan isyarat atau menyalakan lampu sein. Di saat bersamaan, mobil pikap yang berada tepat di belakang tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar.

    Tabrakan dari arah belakang pun tak terelakkan.

    Benturan keras membuat korban terjatuh ke badan jalan. Nahas, korban kemudian terlindas dan mengalami luka serius di bagian wajah hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

    Sementara itu, pengemudi mobil pikap dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.

    Petugas dari Polsek Kota Besi yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan area, serta mengumpulkan barang bukti.

    Penanganan juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama Satlantas Polres Kotawaringin Timur.

    Akibat kejadian tersebut, kerugian materil diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta, dengan kerusakan pada kedua kendaraan, terutama di bagian depan.
    Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.

    Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya bisa berujung fatal.

    Di tengah meningkatnya aktivitas berkendara menjelang Idulfitri, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, dan memastikan setiap manuver dilakukan dengan aman.

    Karena di jalan, satu detik lengah bisa berarti kehilangan yang tak tergantikan. (***)

  • Bencana Tak Menunggu, BPBD Kotim Pasang Status Siaga Penuh Sepekan

    Bencana Tak Menunggu, BPBD Kotim Pasang Status Siaga Penuh Sepekan

    SAMPIT, Kanalindependen.id  – Bencana tidak pernah memberi tanda pasti kapan datang. Kesadaran itu yang membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur memilih bersiap lebih awal bukan menunggu.

    Selama periode 18 hingga 25 Maret 2026, BPBD Kotim resmi memasang status siaga penuh. Pos Komando diaktifkan 24 jam tanpa henti, dengan sistem jaga bergilir dua shift dan tambahan 20 personel yang disiapkan sebagai kekuatan perbantuan.

    Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, memastikan kesiapsiagaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkret menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

    “Personel sudah kami atur. Posko aktif 24 jam, dan tim siap bergerak kapan saja dibutuhkan,” ujarnya.

    Status siaga bukan berarti menunggu. Di balik itu, seluruh unit rescue dan peralatan pendukung telah dipastikan dalam kondisi siap pakai.

    Perahu karet, kendaraan operasional, hingga perlengkapan water rescue disiagakan untuk merespons berbagai kemungkinan mulai dari banjir hingga kondisi darurat lain yang kerap muncul di masa peralihan cuaca.

    BPBD juga membuka akses pelaporan bagi masyarakat melalui nomor siaga darurat. Jalur ini menjadi bagian penting dalam mempercepat respons di lapangan.

    Kesiapsiagaan BPBD Kotim tidak dilakukan secara umum, tetapi berbasis pemetaan wilayah rawan.

    Pada 22 hingga 23 Maret, fokus pengamanan diarahkan ke wilayah pesisir Ujung Pandaran. Sebanyak 10 personel diterjunkan dengan dukungan dua unit perahu karet, kendaraan rescue, serta perlengkapan water rescue.

    Di saat yang sama, penguatan juga dilakukan di dalam Kota Sampit. Delapan personel disiagakan dengan dukungan perahu, kendaraan operasional, hingga enam unit water tank dan pompa pemadam.

    Tak hanya itu, sejak 20 hingga 25 Maret, tambahan 10 personel disiagakan di Kota Sampit dengan status mobile siap bergerak ke lokasi mana pun saat kondisi darurat terjadi.

     Langkah ini menjadi cerminan bahwa potensi bencana di Kotawaringin Timur bukan hal yang bisa dianggap sepele.

    Perubahan cuaca, kondisi geografis, hingga aktivitas masyarakat menjadi faktor yang membuat risiko selalu ada.

    Namun di tengah kesiapan aparat, ada satu hal yang tak kalah penting: kesiapan masyarakat itu sendiri.

    Tanpa kewaspadaan dan respons cepat dari warga, upaya penanganan bisa menjadi lebih berat.

     BPBD boleh menyiagakan personel dan peralatan selama sepekan penuh. Namun pada akhirnya, kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama.

    “Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,” menjadi penutup yang bukan sekadar slogan, tetapi pengingat bahwa setiap langkah antisipasi adalah upaya menjaga keselamatan banyak orang. (***)

  • Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Dishub Kotim Perkuat Sinergi Transportasi

    Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Dishub Kotim Perkuat Sinergi Transportasi

    SAMPIT, kanalindependen.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor demi mendorong kemajuan sistem transportasi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Raihansyah, menyampaikan, sektor transportasi menjadi penopang utama perekonomian daerah. Karena itu, optimalisasi jalur laut, darat, dan sungai menjadi strategi yang terus didorong sejalan dengan program pemerintah pusat.

    ”Ini bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Raihansyah saat menghadiri undangan buka puasa bersama PT Dharma Lautan Utama (DLU) di Palace Ballroom, Aquarius Boutique Hotel Sampit, Kamis (12/3/2026).

    Menurutnya, penguatan distribusi kebutuhan pokok melalui jalur laut menjadi langkah strategis untuk menjaga kelancaran pasokan sembako. Dishub juga tengah mendorong pengembangan Pelabuhan Sampit agar lebih representatif, baik dari sisi pelayanan penumpang maupun pengelolaan arus barang.

    Raihansyah menuturkan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan manajemen PT Pelindo di Surabaya untuk memaparkan rencana pengembangan pelabuhan tersebut.

    ”Harapannya Pelabuhan Sampit bisa lebih tertata dan mampu mendukung aktivitas transportasi secara optimal,” ucapnya.

    Realisasi program di tahun 2026 juga mulai terlihat melalui sejumlah kegiatan bersumber dari APBN, antara lain pengerjaan pemagaran bandara serta pembangunan dermaga apung untuk mendukung operasional kapal.
    Menurut Raihansyah, program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju sistem transportasi daerah yang efisien dan berdaya saing.

    ”Kita tidak hanya berpikir saat ini, tapi juga 5 sampai 10 tahun ke depan,” tegasnya.

    Untuk sektor transportasi darat, Dishub Kotim membuka trayek baru bus DAMRI rute Sampit–Telaga Antang dengan tarif terjangkau sebesar Rp40 ribu.

    Jalur ini melintasi sejumlah desa dan ke depan akan dilengkapi dengan halte sebagai titik naik-turun penumpang. Pemerintah juga berencana mengusulkan perpanjangan rute hingga Pangkalan Banteng guna memperluas jangkauan layanan masyarakat.

    Sementara di sektor transportasi sungai, Dishub merencanakan pembangunan halte-halte sungai untuk mempermudah mobilitas masyarakat pedalaman yang bergantung pada jalur air.

    ”Ini menjadi solusi bagi masyarakat di daerah yang bergantung pada transportasi sungai,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Raihansyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan transportasi, termasuk pelaku usaha dan agen ekspedisi yang berperan dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

    ”Saya berharap kolaborasi yang terjalin dapat semakin memperkuat posisi Kotim sebagai kota jasa yang didukung sektor transportasi yang andal. Saya ucapkan selamat, bertepatan 15 Februari lalu, PT DLU genap berusia ke-50 tahun. Kita doakan bersama, semoga perusahaan ini semakin maju, membawa manfaat bagi masyarakat serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah,” tandasnya. (hgn)

  • Skandal AI Mengguncang, xAI Digugat Usai Ubah Foto Remaja Nyata Jadi Konten Terlarang

    Skandal AI Mengguncang, xAI Digugat Usai Ubah Foto Remaja Nyata Jadi Konten Terlarang

    Kanalindependen.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, digugat setelah diduga mengubah foto nyata remaja perempuan menjadi konten terlarang tanpa persetujuan.

    Gugatan tersebut diajukan oleh tiga remaja perempuan di Amerika Serikat. Mereka menuding teknologi milik xAI dimanfaatkan untuk memanipulasi foto asli menjadi konten bermuatan seksual yang masuk kategori eksploitasi anak.

    Kasus ini bermula dari beredarnya gambar-gambar yang diduga hasil manipulasi AI di sejumlah platform digital. Foto-foto tersebut disebut diambil dari sumber publik, seperti media sosial, lalu diolah menggunakan teknologi berbasis AI hingga berubah menjadi konten yang tidak pantas.

    Tak hanya satu korban, laporan menyebutkan praktik serupa diduga terjadi pada lebih banyak remaja lainnya. Hal ini memperbesar kekhawatiran publik terhadap potensi penyalahgunaan teknologi AI yang semakin mudah diakses.

    Dalam gugatan tersebut, pihak korban menilai xAI lalai dalam menghadirkan teknologi yang dinilai memiliki celah penyalahgunaan.

    Fitur pengolahan gambar berbasis AI disebut memungkinkan manipulasi visual secara ekstrem, bahkan hingga mengubah konteks foto menjadi berbeda jauh dari aslinya.

    Kuasa hukum korban menilai sistem tersebut bermasalah sejak awal karena tidak memiliki pengamanan yang cukup kuat untuk mencegah penyalahgunaan.

    Kasus ini pun memicu perhatian luas, termasuk dari regulator yang mulai menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap pengembangan teknologi AI.
    Dampak Nyata bagi Korban

    Bagi para korban, dampak yang ditimbulkan tidak hanya sebatas di dunia maya. Penyebaran gambar manipulatif tersebut disebut berdampak pada kondisi psikologis, rasa aman, hingga kehidupan sosial mereka.

    Konten yang sudah tersebar di internet juga sulit untuk sepenuhnya dihapus, sehingga berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi tanpa kontrol dapat membawa konsekuensi serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak dan remaja.

    Di tengah pesatnya inovasi, kasus ini kembali membuka diskusi besar soal batas penggunaan teknologi AI.
    Kemampuan AI untuk memanipulasi gambar secara realistis memang menawarkan banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka peluang penyalahgunaan jika tidak diiringi regulasi dan pengamanan yang memadai.
    Para penggugat kini menuntut pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami, sekaligus mendorong adanya pembatasan terhadap fitur-fitur AI yang berpotensi disalahgunakan.

    Kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu titik penting dalam menentukan arah regulasi teknologi AI ke depan antara mendorong inovasi atau memperketat perlindungan pengguna. (***)

  • Dishub Kotim Pantau Ketat 12 Titik CCTV di Sampit selama Masa Mudik Lebaran

    Dishub Kotim Pantau Ketat 12 Titik CCTV di Sampit selama Masa Mudik Lebaran

    SAMPIT, kanalindependen.id – Memasuki masa angkutan Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan pengawasan arus lintas melalui Closed Circuit Television (CCTV) hingga penyediaan fasilitas keamanan bagi pemudik di jalur darat dan sungai.

    ​Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan pengawasan  12 titik CCTV untuk memantau arus lalu lintas secara real-time.

    Sistemnya juga diupadate dari yang awalnya menggunakan jaringan internet lokal, kini berbasis internet, sehingga bisa dipantau dari luar.

    Beberapa titik yang menjadi pantauan utama meliputi, perempatan Jalan Pelita-HM Arsyad, perempatan Jalan HM Arsyad-MT Haryono, Terminal Patih Rumbih Jalan MT Haryono.

    ”Pengawasan lalu lintas di 12 titik CCTV ini, kami bekerjasama dengan pihak kepolisian. Ada dua titik pantau induk di Terminal Patih Rumbih dan di Pos Islamic Center,” kata Raihansyah.

    Pengawasan melalui CCTV ini, sangat membantu dalam memantau pergerakan arus lalu lintas pengendara. Sehingga, pengerahan personel bisa ditempatkan tepat sasaran pada titik keramaian padat pengendara.

    Meski demikian, pengawasan keliling menggunakan mobil patroli juga tetap dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

    ”CCTV ini sangat membantu kami dalam hal pengawasan. Dengan personel yang terbatas, pemanfaatan teknologi seperti CCTV sangat tepat untuk memantau apabila terjadi kejadian kecelakaan lalu lintas kita bisa ketahui dengan cepat didukung bukti kuat rekaman, sehingga kejadian laka atau kepadatan lalu lintas bisa cepat ditangani,” ujarnya.

    ​Raihansyah menambahkan, bahwa pihaknya berencana menambah jangkauan pengawasan CCTV di Bundaran Habaring Hurung dan Bandara Haji Asan Sampit dan Pelabuhan Sampit sebagai pintu masuk Kota Sampit.

    Sementara itu, perbaikan juga diupayakan untuk CCTV di Bundaran Habaring Hurung (Mapolres Kotim) yang saat ini mengalami kendala teknis.

    ”Penggunaan CCTV ini sudah ada sekitar 10 tahun yang lalu. Pemasangannya bertahap dan untuk di Bundaran sudah aktif sejak masa Nataru tahun lalu dan akan terus berkelanjutan. Fungsinya bukan hanya untuk mudik, tapi membantu memantau kelancaran arus lalu lintas sehari-hari,” ujar Raihansyah.

    ​Selain itu, Dishub Kotim juga mengaktifkan Posko Mudik di Terminal Patih Rumbih mulai 13-30 Maret 2026.

    Pemilihan lokasi ini didasari pada kewenangan Dishub dalam mengelola angkutan terminal, khususnya rute bus yang kini telah menjangkau hingga ke Pontianak.

    ​Selain pendataan penumpang untuk keperluan pengembangan terminal ke depan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama melalui kegiatan ramp check (inspeksi keselamatan) yang telah dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) malam lalu.

    Dalam pelaksanaannya, Dishub bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BNNK Kotim untuk memeriksa kelaikan armada serta kesehatan pengemudi serta melakukan pemeriksaan tes urine bagi sopir bus yang beroperasi melayani penumpang di Terminal Patih Rumbih.

    ​Mengenai volume penumpang, Raihansyah memprediksi lonjakan di Terminal Patih Rumbih bisa mencapai 40 hingga 50 persen, merujuk pada data tahun sebelumnya.

    Namun, ia menekankan bahwa kondisi ekonomi global dan lokal tahun 2026 akan sangat menentukan tren pergerakan masyarakat.

    ​”Jika ekonomi stabil atau membaik, lonjakan akan terasa. Namun, jika ekonomi menurun, jumlah penumpang kemungkinan juga akan mengikuti,” jelasnya.

    ​Tak hanya darat, UPTD Dermaga Dishub Kotim juga mengawasi aktivitas “taksi air” atau klotok yang melayani rute Sampit menuju Pagatan, Katingan, hingga Mendawai.

    Meski tren penumpang di jalur sungai saat ini masih tergolong datar, pihak Dishub tetap akan melakukan pemeriksaan kelaikan pada armada longboat.

    ”Kami imbau kepada pemilik jasa angkutan sungai agar tidak membawa muatan berlebih (over muatan) demi mencegah terjadinya kecelakaan air dan memastikan seluruh penumpang aman dan selamat sampai tujuan,” tandasnya. (hgn)

  • Bagikan Lebih 1.000 Karung Beras SPHP Gratis, Anggota DPR RI Muhammad Syauqie Ajak Ribuan Masyarakat Buka Puasa Bersama

    Bagikan Lebih 1.000 Karung Beras SPHP Gratis, Anggota DPR RI Muhammad Syauqie Ajak Ribuan Masyarakat Buka Puasa Bersama

    SAMPIT, kanalindependen.id – Kedatangan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN Muhammad Syauqie membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Program PANsar Ramadan berupa penyediaan beras Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tadinya berbayar dengan harga terjangkau, berubah gratis setelah kedatangan Muhammad Syauqie.

    Beras SPHP dari Perum Bulog ini cukup familiar di kalangan masyarakat. Karena, harganya dikisaran Rp60 ribu per kemasan 5 kg, namun juga berkualitas medium yang jadi incaran masyarakat.

    ”Awalnya PANsar murah ini berbayar dengan harga terjangkau. Kami sediakan lebih dari 1.000 kupon untuk memudahkan dalam teknis pembagian beras. Tapi, dalam perjalanannya, saat kedatangan Pak Syauqie lebih dari 1.000 beras dibagikan kepada masyarakat secara gratis,” kata Dadang Siswanto Anggota DPRD Kotim yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Penyelenggara PANsar dan Buka Puasa Bersama di Rins Ballroom, Senin (16/3/2026).

    Setelah pembagian beras kepada masyarakat pada siang menjelang sore, (16/3/2026), masyarakat diajak untuk berbuka puasa bersama Muhammad Syauqie di Rins Ballroom, Jalan Kapten Mulyono.

    Buka puasa bersama.

    ”Ada lebih dari 2.000 masyarakat yany datang langsung menghadiri buka puasa bersama. Kami selaku panitia penyelenggara, sangat berterima kasih kepada Pak Syauqie yang secara khusus datang ke Sampit, menyapa dan berbagi beras untuk warga Sampit tanpa membedakan warna politik,” ujarnya.

    Program PANsar murah merupakan bagian dari gerakan nasional Partai Amanat Nasional (PAN) yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah selama bulan suci Ramadan.

    ”Melalui Ketua Ibu Putri, kami memiliki program PANsar atau pasar murah yang dilaksanakan se-Indonesia selama bulan Ramadan. Untuk di tempat kita, pasar murah itu kita ganti menjadi pasar gratis,” ujar Muhammad Syauqie, Senin (16/3/2026).

    Dia menjelaskan, sasaran utama program tersebut adalah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.

    ”Sasarannya adalah masyarakat kita untuk ketahanan pangan. Memang tidak banyak, tetapi insyaallah kita masih bisa berbagi. Tujuannya membuat kebaikan di bulan Ramadan,” katanya.

    Melalui kegiatan ini, anggota legislatif dari fraksi tersebut turun langsung ke masyarakat untuk menyalurkan bantuan sembako dengan konsep tebus murah atau bahkan gratis di sejumlah daerah.

    Dalam program tersebut, masyarakat biasanya dapat memperoleh paket sembako dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar.

    Di beberapa daerah bahkan hanya perlu menebus dengan harga sangat murah, sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.

    ”Program ini juga merupakan bagian dari instruksi pimpinan partai agar seluruh anggota legislatif dari Fraksi PAN hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan bantuan nyata selama bulan suci Ramadan. Puluhan ribu paket sembako telah didistribusikan di berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

    Selain program pasar murah atau pasar gratis, rangkaian kegiatan Ramadan yang digagas PAN secara nasional juga mencakup sejumlah program sosial lainnya seperti mudik gratis bagi masyarakat serta berbagai kegiatan berbagi selama bulan suci.

    Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan di tengah momentum Ramadan.

    Melalui kegiatan ini, Syauqie berharap bantuan yang diberikan dapat memberi manfaat bagi masyarakat Kotim, terutama dalam menghadapi kebutuhan pangan selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

    ”Yang penting niat kita adalah berbagi dan membantu masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua,” tandasnya. (hgn)

  • Sidak Pelabuhan Rakyat, Wabup Kotim Temukan Kru Longboat Positif Narkoba

    Sidak Pelabuhan Rakyat, Wabup Kotim Temukan Kru Longboat Positif Narkoba

    SAMPIT, kanalindependen.id – Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pelabuhan rakyat di sepanjang pinggiran Sungai Mentaya.

    Pengawasan ini dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi sungai atau longboat (taksi perahu) untuk mudik menuju Kabupaten Katingan.

    ​Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kotim bekerja sama dengan Respon Tim dari Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kelayakan armada hingga kesehatan para kru kapal.

    ​Wabup Irawati menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi kelengkapan teknis mesin serta ketersediaan alat keselamatan bagi penumpang.

    ”Tadi pagi kami meninjau kesiapan saudara-saudara kita yang akan mudik menggunakan longboat. Kami memeriksa kelengkapan mesin dan alat keamanan seperti baju pelampung (life jacket). Bagi pemilik kapal yang belum memiliki pelampung, tadi langsung kami bagikan bantuan pelampung dari Kementerian,” ujar Irawati, Senin (16/3/2026) pagi.

    ​Selain pengecekan fisik kapal, tim medis dan kepolisian juga melakukan tes urine kepada para motoris dan helper (pembantu motoris). Hasilnya, petugas menemukan satu orang helper yang terindikasi positif menggunakan narkoba.

    ​Atas temuan tersebut, Pemkab Kotim mengambil langkah tegas dengan melarang armada tersebut untuk berangkat demi keselamatan penumpang.

    ​”Tadi didapati satu orang yang dinyatakan positif narkoba. Langsung kami serahkan kepada pihak Polres melalui Satnarkoba untuk tindak lanjutnya. Sebagai konsekuensi, kapal tersebut tidak diizinkan jalan (berangkat) terlebih dahulu,” tegas Irawati.

    ​Irawati menekankan bahwa langkah ini diambil bukan untuk menghambat transportasi warga, melainkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik. Mengingat medan sungai memiliki risiko tinggi, kondisi fisik dan mental pengemudi kapal menjadi prioritas utama.

    ​”Ini semua demi keamanan dan kenyamanan saudara-saudara kita yang memang mudik menggunakan longboat. Kami ingin memastikan mereka sampai di tujuan dengan selamat tanpa ada risiko yang disebabkan oleh kelalaian kru atau ketidaksiapan armada,” pungkasnya.

    ​Pemeriksaan ini rencananya akan terus dilakukan secara berkala di pelabuhan-pelabuhan rakyat guna mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. (hgn)

  • Bangkit dari Vakum, Organda Kotim Siapkan Penataan Baru Distribusi BBM

    Bangkit dari Vakum, Organda Kotim Siapkan Penataan Baru Distribusi BBM

    SAMPIT, kanalindependen.id – Setelah hampir lima tahun tak terdengar kiprahnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya kembali aktif.

    Kebangkitan organisasi angkutan darat ini menandai kembalinya peran mereka dalam pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan umum di daerah tersebut.

    Kursi kepemimpinan yang lama kosong kini kembali terisi melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) pada 14 Mei 2025.

    Dari forum itulah terbentuk kepengurusan baru yang langsung bergerak melakukan pembenahan internal.

    ”Selama hampir lima tahun, anggota tidak punya pegangan terkait alokasi. Maka kami verifikasi ulang agar data lebih valid,” ujar Suhendra, Ketua Organda Kotim.

    Proses verifikasi itu menyaring data lama yang sebelumnya mencatat 1.975 anggota. Hasilnya, hanya sekitar 500 hingga 550 anggota yang kini dinyatakan aktif. Data inilah yang akan menjadi dasar penataan ulang sistem distribusi BBM di lapangan.

    Langkah pembenahan Organda mendapat dukungan langsung dari pemerintah daerah. Bupati Kotim mengeluarkan rekomendasi pada 18 Februari 2026, menjadi landasan bagi Organda untuk kembali menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pertamina Patra Niaga di tingkat regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

    Dari komunikasi itu, Organda memperoleh respons positif. Mereka akan kembali dilibatkan dalam pengawasan distribusi BBM di Kotim.

    Kesepakatan awal dibahas dalam pertemuan dengan Sales Branch Manager (SBM) Pertamina di Sampit pada 11 Maret 2026.

    Hasilnya, distribusi BBM untuk angkutan umum akan kembali berada di bawah kendali Organda setelah disposisi resmi dari regional diterbitkan.

    Ketua Organda Kotim Suhendra.

    ”Perkiraannya setelah Lebaran. Setelah disposisi turun, baru kami rapat dengan SPBU dan SBM, lalu dilakukan launching,” jelas Suhendra.

    Selama masa vakum, kuota BBM untuk Organda sebenarnya tetap ada. Namun pengelolaannya dikondisikan langsung oleh pihak SPBU karena organisasi tidak memiliki legalitas aktif.

    Kini, setelah struktur sah terbentuk, alokasi sementara ditetapkan sebesar 20 kiloliter (KL) per SPBU, dengan dua lokasi utama di kawasan Km dan Pal 2.

    Kuota itu belum mencukupi seluruh kebutuhan sekitar 500 anggota yang sudah terverifikasi, terutama untuk kendaraan besar seperti truk tronton dan bus.

    ”Kalau dihitung, kuota itu belum bisa meng-cover sekitar 500-an anggota yang sudah terdata,” ujarnya.

    Untuk itu, Organda telah mengajukan penambahan kuota guna menopang operasional kendaraan besar yang paling bergantung pada pasokan BBM. Namun, Suhendra menegaskan, fokus utama mereka saat ini adalah memastikan sistem distribusi dan pengawasan kembali berjalan tertib setelah Organda aktif lagi.

    Selain pengawasan BBM, Organda Kotim juga mulai mengambil bagian dalam program pemerintah daerah. Di antaranya pengurusan KIR, BPJS Ketenagakerjaan, serta upaya mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

    ”Organda tidak hanya soal BBM. Kami juga bantu KIR, BPJS Ketenagakerjaan, dan kegiatan lain yang mendukung pemerintah daerah,” kata Suhendra.

    Melalui struktur baru dan koordinasi yang mulai pulih, Organda menargetkan pembenahan di sektor BBM rampung dalam waktu dekat.

    ”Sekarang kami sudah aktif. Tinggal penguatan di sektor BBM yang sedang berproses,” katanya. (ign)

  • Jerat Penjara Sawit Agrinas Rp3,3 Juta, Bui 1,5 Tahun Menanti Tiga Warga Seruyan

    Jerat Penjara Sawit Agrinas Rp3,3 Juta, Bui 1,5 Tahun Menanti Tiga Warga Seruyan

    SAMPIT, kanalindependen.id – Janjang sawit senilai Rp3,3 juta cukup ”menyeret” tiga warga Desa Asam Baru, Kabupaten Seruyan, ke balik jeruji besi. Nilai kerugian itu kemudian menjadi dasar jaksa merumuskan tuntutan 1 tahun 6 bulan penjara bagi masing-masing terdakwa.

    Ancaman kurungan penjara tersebut membayangi nasib Dendi Bin Arban, Galeh Alfani Bin Paijo, dan Candra Winata Bin Ruslan usai kedapatan memanen buah kelapa sawit milik perusahaan negara, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).

    Ruang sidang Pengadilan Negeri Sampit menjadi saksi pembacaan tuntutan tersebut. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Seruyan, Putri Fasyla Ananta, meyakini ketiga pria itu secara sah dan meyakinkan bersekongkol merugikan aset perusahaan.

    Niat mengambil hasil kebun pelat merah itu bermula saat Rabu malam, 3 Desember 2025. Dendi mengajak Galeh menuju areal perkebunan menggunakan mobil pikap Suzuki Carry bernopol KH 8592 PH.

    Perjalanan mereka membelah malam tak sekadar bermodal tangan kosong. Angkong, egrek, dan tojok sudah disiapkan. Candra pun ikut diajak bergabung di tengah jalan.

    Jarum jam menunjukkan pukul 21.30 WIB ketika roda pikap menjejak Blok H3 dan H4 kebun BUMN tersebut di Kecamatan Danau Seluluk.

    Pembagian tugas berjalan senyap di bawah kegelapan. Dendi dan Galeh mengayunkan egrek menjatuhkan tandan buah, sementara Candra memungut lalu memindahkannya ke bak belakang mobil.

    Rangkaian aksi ini akhirnya terendus dan tercatat secara hukum pada Kamis dini hari, 4 Desember 2025, sekitar pukul 01.54 WIB.

    Dokumen dakwaan mencatat secara rinci pergerakan dan niat ketiganya.

    ”Bahwa para Terdakwa pada Kamis, 4 Desember 2025 sekira pukul 01.54 WIB bertempat di Blok H3 dan Blok H4 PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Desa Asam Baru, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, telah mengambil 61 janjang buah kelapa sawit yang seluruhnya milik PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) tanpa izin, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum,” sebut jaksa dalam kutipan dakwaannya.

    Jaksa Putri Fasyla Ananta juga menggarisbawahi peran masing-masing pelaku secara spesifik.

    ”Perbuatan tersebut dilakukan secara bersama-sama dan bersekutu, di mana Terdakwa I dan Terdakwa II memanen buah menggunakan egrek, sedangkan Terdakwa III mengumpulkan dan memindahkan buah ke dalam bak mobil pick up,” urainya.

    Timbangan pabrik mencatat berat keseluruhan panen ilegal tersebut menyentuh kisaran 1.000 kilogram dari total 61 janjang. Lembaran setruk penimbangan inilah yang kemudian memunculkan angka kerugian materiil sebesar Rp3.345.200.

    Nominal kerugian tersebut berujung pada konklusi tegas dari meja penuntut umum.

    ”Para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta secara tidak sah memanen hasil perkebunan milik PT Agrinas Palma Nusantara (Persero),” tegas jaksa dalam tuntutannya.

    Palu majelis hakim kini sangat dinanti setelah jaksa melontarkan permohonan hukuman utama di penghujung persidangan.

    ”Menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa I Dendi Bin Arban, Terdakwa II Galeh Alfani Bin Paijo, dan Terdakwa III Candra Winata Bin Ruslan masing-masing selama 1 tahun 6 bulan, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani, dengan perintah agar para terdakwa tetap ditahan,” pinta jaksa.

    Ketiganya dinilai melanggar Pasal 107 huruf d Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta ketentuan penyesuaian pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. (ign)