Irigasi Miliaran Rupiah, Sawit yang Panen, Negara Terancam Rugi Besar

Pertahankan untuk Warga

Alexius Esliter menegaskan, posisi irigasi rawa Danau Lentang seharusnya tidak bisa dinegosiasikan untuk kepentingan korporasi.

Menurutnya, sejak awal irigasi itu dibangun untuk mendukung produksi pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kotawaringin Timur dan sekitarnya, bukan untuk menjadi ruang ekspansi perusahaan.

​”Ini aset pemprov dan sudah jadi bagian dari cadangan ketahanan pangan. Harus dipertahankan sebagaimana peruntukannya untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan korporasi,” tegas Alexius.

​Pernyataan itu sejalan dengan keresahan warga yang selama ini menggantungkan hidup pada kebun dan lahan di sekitar irigasi.

Mereka bukan hanya kehilangan tanaman saat alat berat masuk, tetapi juga menghadapi risiko jangka panjang ketika sistem irigasi yang menopang produktivitas lahan mereka ikut terganggu.

Jalan Panjang Pembuktian

Di tengah silang klaim antara warga dan perusahaan, serta status irigasi sebagai aset provinsi, masih ada pekerjaan rumah besar bagi negara.

Mengacu fakta perjalanan konflik tersebut, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan lembaga pengawas keuangan perlu memastikan beberapa masalah mendasar.

Masalah tersebut, di antaranya memastikan status hukum DIR Danau Lentang secara tegas dalam daftar aset, termasuk luasan, jalur primer dan sekunder, serta titik koordinatnya.

Menguji kebenaran dugaan tumpang tindih antara jaringan irigasi dengan HGU atau areal garapan perusahaan, berdasarkan peta resmi dan data perizinan yang transparan.

Menilai apakah fungsi irigasi masih berjalan optimal untuk melayani lahan warga, atau sudah terganggu secara signifikan oleh aktivitas non-irigasi di atas atau di sekitarnya.

Jika dari proses itu terbukti ada bagian irigasi yang rusak, tertutup, atau dialihfungsikan tanpa prosedur yang sah, pintu untuk menyelidiki kerugian negara mestinya terbuka lebar.

Bukan hanya menyangkut hak warga yang terganggu, tetapi juga menyangkut akuntabilitas penggunaan uang publik yang nilainya tidak kecil.

Warga Luwuk Bunter, John, menegaskan, persoalan tersebut bukan soal angka di lembar anggaran, melainkan soal masa depan hidup di atas tanah yang telah dirawat.

”Bagi negara, Danau Lentang adalah ujian. Apakah proyek irigasi yang dibiayai miliaran rupiah akan benar-benar menjadi infrastruktur ketahanan pangan, atau pelan-pelan berubah menjadi dalih baru bagi alih fungsi yang menguntungkan segelintir pihak saja,” ujar John. (ign)

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *