Dorong Aparat Berintegritas Bersihkan Oknum Busuk
Perkara narkoba tak pernah berkesudahan. Para pelaku nyaris tak pernah jera dengan ganjaran hukuman yang diberikan negara.
Di sisi lain, sebagian besar pelaku yang diringkus hanya kaki tangan alias kurir, bukan gembong besar.
Tak jarang pula putusan di meja hakim lebih ringan dari tuntutan (tercermin salah satunya dari perkara Yuel sebelumnya).
Hitamnya jaringan itu menyusup hingga aparat negara yang harusnya menjadi ujung tombak pemberantasan secara hukum. Sejumlah perkara yang menyeret oknum aparat hingga ke meja hijau menjadi bukti tak terbantahkan.
”Bandar besar susah ditangkap, karena di belakang mereka ada oknum aparat. Ini membuat pemberantasan narkoba berat,” ujar Ririn Binti.
Ririn tak membantah pemberantasan narkoba merupakan sebuah perjuangan sangat berat. Yang nyaris mustahil diwujudkan karena kuatnya jaringan itu menyusup dan mengakar di berbagai lini hingga menggerogoti integritas oknum aparat.
Meski demikian, tegas Ririn, GDAN dan semua pihak tidak boleh menutup mata. Masih banyak aparat yang bersih dari permainan jahat bisnis sesat tersebut.
”Aparat bersih inilah yang kami dorong untuk tetap teguh memerangi narkoba,” katanya.
Menurutnya, GDAN hadir untuk mendorong aparat bersih, menyemangati, dan menyalurkan informasi dari masyarakat. Hal itulah yang diyakininya akan membuat ruang gerak oknum aparat yang ikut bermain kian sempit atau bahkan diseret ke penjara. ”Kami yakin, ke depan oknum-oknum beking ini akan tertangkap atau mundur karena mereka makin terpinggirkan oleh gerakan massa ini,” ujarnya. (ign)

Tinggalkan Balasan